Anda di halaman 1dari 14

MEMBACA NOTASI

Oleh

Ahmad Syai

ABSBTRAK

Kata kunci: Not, lihat, baca, dengar.

Tulisan ini menguraikan tentang trik yang harus dilakukan oleh siapapun yang
akan belajar membaca notasi lagu. Semua orang yang baru belajar membaca notasi akan
mengalami kesulitan. Kesulitan akan segera berakhir manakala seseorang terus berlatih
dan mengetahui cara tebaik bagaimana harus membaca notasi dengan nada-nada yang
teratur pula, tepat tinggi rendahnya dan dapat menyarakannya dengan suara yang baik.
Adalah kondisi yang wajar jika seseorang mengalami kesulitan, untuk itu latihan yang
berkualitas akan memperbaiki tingkat musikalitas yang dimiliki. Ketika seseorang telah
mampu membaca notasi balok dengan baik, maka ia akan berupaya menularkan kepada
orang lain. Sehaingga cara membaca notasi balok tersebut segera dapat berkembang
dan tidak menjadi sesuatu yang sulit.

PENDAHULUAN

Desmond Morris (Masunah, 2003: 18) menyatakan Manwatching: A field Guide to


Human Behavior: Oleh karena manusia memiliki perilaku estetis (aestetic behavior)
maka setiap manusia memiliki bakat seni. Hanya saja, sudah barang tentu bakat
tersebut tidak sama antara manusia yang satu dengan yang lain. Ada yang memiliki
bakat besar, tetapi ada pula yang bakatnya sangat tipis, hingga ia hanya mampu
melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang masih bisa dikategorikan sebagai seni. Bakat-
bakat tersebut biasanya sudah muncul dari sejak kecil, manusia dewasalah yang terus
membimbing sampai dimana bakat-bakat yang dimiliki oleh seorang anak dapat terus
dikembangkan.

Mahasiswa yang belajar pada program studi sendratasik harus melewati satu
mata kuliah solfeggio, dengan harapan setelah mahasiswa tersebut lulus kuliah dapat
meneruskan dan menjadi agen pengembang ilmu membaca notasi dengan baik. Tidak
hanya itu tetapi mampu memberikan ilmu seninya kepada semua peserta didiknya
dengan baik. Yang terjadi adalah sebagian besar mahasiswa kesulitan membaca notasi,
apakah memang sebenarnya sulit atau disulit-sulitkan, atau latar belakang seni musik
yang dipelajarinya memang tidak membahas notasi sehingga kebiasaan membaca
notasipun hilang dari peredaran belajar di sekolah. Mahasiswa selalu mengeluh
kesulitan membaca dan mendengar, ini karena tidak dibiasakan berlatih ketika belajar
di sekolah sehingga sampai perguruan tinggipun selalu terbawa-bawa. Kondisi ini selalu
terjadi pada setiap angkatannya, bahkan sebagian besar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan khusus membaca dan mendengar notasi nyaris tidak lulus? Apa yang
terjadi? Apakah metode mengajarnya salah atau perlu inovasi baru sehingga praktik
membaca notasi tidak mengalami kesulitan yang berarti. Membaca notasi balok
sebenarnya tidak susah, tidak sulit, yang paling penting adalah bagaimana menyediakan
waktu untuk berlatih dalam menguasai nada-nada yang dibaca. Pada setiap tatap muka
perkuliahan sering dilakukan pemilihan nada-nada yang sangat aman dan mudah untuk
dibaca, contoh mengenal dan mempraktikkan nada do, re, mi. Tiga nada yang
dipraktikkan dibaca berulang-ulang sehingga akan mudah diidentifikasi bagaimana
menyebutkan nada yang rendah, sedang dan tinggi. Tiga nada ini pula harus dibedakan
cara mengucapkannya sehingga secara langsung dapat diketahui perbedaan masing-
masing nada sesuai dengan tinggi rendahnya.

Begitu banyaknya orang yang mengira bahwa belajar notasi balok itu sangat
sulit. Keyakinan negatif seperti ini biasanya muncul dari pengalaman masa lalu ketika
belajar notasi balok di SMP bahkan di SMA. Adalah suatu hal yang aneh bila seseorang
sudah belajar notasi balok selama bertahun-tahun tetapi tidak memiliki kemampuan
memadai, bahkan lebih dari itu tidak mengerti sama sekali. Memahami notasi balok
dengan metode yang praktis dan sangat mudah. Hal ini penting karena kemampuan
membaca notasi angka atau notasi balok adalah salah satu modal utama nantinya ketika
harus menguasai satu jenis alat musik dan dapat meningkatkan kemampuan musiknya
secara mandiri. Hakim (2006: 1).

Cara belajar yang sudah dicontohkan pada situasi belajar di atas menunjukkan
bahwa pendekatan dan metode mengajar sudah dilakukan dengan kondisi yang sangat
nyaman, mengapa tingkat keberhasilan pengajaran dalam mengucapkan notasi
(membaca notasi) masih rendah? Untuk itu masih perlu inovasi baru dan up date untuk
meningkatkan prestasi belajar sehingga ketika mahasiswa selesai dari program studi
pendidikan sendratsik dapat diandalkan solfegionya dan menjadi mudah ketika harus
mengajarkan dan mengenalkan pelajaran notasi kepada semua murid-murid nantinya.
Artinya jika pada pelajaran bahasa Indonesia ada istilah buta aksara pada pelajaran seni
budaya buta notasi, ini tidak perlu terjadi lagi.

RUMUSAN MASALAH

Dari uraian di atas perlu dirumuskan permasalahan sehingga pembahasan dari


membaca notasi ini lebih fokus dan dapat menjadi dasar dan landasan kepada diri
sendiri maupun pada orang lain (guru) saat memberikan pelajaran membaca notasi di
kelas-kelas tertentu di sekolah. Rumusan masalahnya adalah “Bagaimana cara membaca
notasi yang lebih mudah ?
KAJIAN TEORI

Unsur-Unsur Musik
Unsur-unsur musik meliputi bunyi beserta elemen-elemen yang membentuknya,
seperti; ritme, melodi, dan harmoni.

A. Bunyi dan Elemen-Elemennya


Bunyi atau suara memenuhi pendengaran kita setiap hari. Anak-anak tertawa,
anjing yang menyalak, gemercik hujan, deru mobil, dan suara klakson lalu-lintas.
Dengan bunyi-bunyi itu kita mengetahui dan belajar tentang yang terjadi di sekitar kita;
kita menggunakan bunyi-bunyi itu untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Dengan
mendengar ucapan, tangisan, dan tertawa seseorang, kita belajar tentang apa yang
dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Tetapi di sisi lain, kesenyapan atau tidak
adanya bunyi, juga merupakan alat berkomunikasi. Ketika kita tidak mendengar suara
di jalan, kita dapat beranggapan bahwa saat itu tidak ada orang atau mobil yang lewat.
Ketika berhenti di tengah kalimat yang diucapkan, kita segera tahu, dan mengambil
kesimpulan atas sikap diam tersebut.
Bunyi dapat diterima sebagai suatu yang menyenangkan maupun tidak
menyenangkan. Bukan suatu kebetulan, bahwa kita dapat mengarahkan atau
mengkhususkan perhatian kita terhadap suara tertentu, dan mengalihkan perhatian
dari bunyi yang tidak menarik perhatian. Misalnya dalam suatu proses pembelajaran,
kita dapat memilih untuk menghindari orang yang mengajak kita berbicara dan lebih
baik memfokuskan perhatian kepada proses belajar, penjelasan guru. Pada
kenyataannya, kita mengabaikan sekian banyak bunyi-bunyi, dan memberikan
perhatian hanya kepada bunyi yang menarik perhatian atau pada penjelasan guru.
Musik merupakan bagian dari dunia bunyi, suatu seni yang didasarkan pada
pengorganisasian bunyi menurut waktu. Kita membedakan musik dari bunyi-bunyi lain
dengan mengenali empat komponen bunyi yang musical: pitch, dinamik, warna suara,
dan durasi.
1. Pitch
Pitch adalah tinggi rendah relatif yang terdengar dari suatu bunyi. Dalam musik,
bunyi yang mempunyai pitch tertentu dinamakan nada. Istilah tingi-rendah nada
menunjukkan tingkatan ketinggian atau kerendahan dari sebuah bunyi nada. Hal ini
merupakan suatu prinsip fisika bahwa lebih cepat udara bergetar, suara yang dihasilkan
akan lebih tinggi, dan lebih lambat udara bergetar, suara yang dihasilkan lebih rendah.
Jika terdapat dua nada akan berbunyi berbeda, maka kedua nada tersebut akan
mempunyai pitch yang berbeda pula, jarak pitch antara kedua nada tersebut
diantaranya terdapat sebuah selang yang disebut interval.
2. Dinamik
Nada-nada dapat beragam dalam tingkat kekerasan atau kelembutan, dalam
musik dinamakan dinamik, salah satu aspek bunyi. Kekerasan berhubungan dengan
amplitude getaran yang dihasilkan bunyi. Semakin keras dawai dipetik, akan
menghasilkan suara semakin keras, demikian sebaliknya, atau ketika ada perubahan
pada instrumen-instrumen yang dimainkan, akan dihasilkan perubahan dinamik.
Perubahan ini dapat dibuat mendadak maupun secara bertahap. Peningkatan kekerasan
bunyi secara bertahap dapat menghasilkan bunyi yang hidup/terasa bersemangat,
terutama ketika pitch-nya juga muncul dengan cara yang sama. Sebaliknya, penurunan
kekerasan bunyi secara bertahap dapat memberikan kesan rasa ketenangan.
Ketika menulis notasi musik untuk dibaca orang lain, komposer mempunyai
tradisi berupa penggunaan kata-kata dan singkatan bahasa Itali untuk tanda dinamik.
Tanda dinamik inilah yang dipergunakan untuk membeda-bedakan kakuatan suara.
Istilah-istilah umum tersebut sebagai tanda dalam dinamik musik, dapat diketahui
sebagai berikut :
Pp : singkatan dari pianissimo = sangat lembut
p : singkatan dari piano = lembut
mp : singkatan dari mezzopiano = setengah lembut
ppp : singkatan dari pianissimo posibile = paling lembut
mf : singkatan dari mezzo forte = agak keras
f : singkatan dari forte = keras
ff : singkatan dari fortissimo = kuat, keras
fff : singkatan dari fortississimo = keras sekali
3. Warna Suara
Kita dapat membedakan suara alat musik terompet dari suara flute (flut),
walaupun ketika keduanya memainkan nada yang sama dengan tingkat dinamik yang
relatif sama pula. Kualitas yang membedakannya disebut warna suara atau timbre.
Seperti perubahan-perubahan pada dinamik, perubahan pada warna suara
menciptakan keberagaman dan kekontrasan. Ketika sebuah melodi dimainkan oleh
suatu instrumen kemudian dimainkan oleh instumen lain, melodi tersebut mempunyai
efek ekspresi yang berbeda karena setiap instumen mempunyai warna suaranya
sendiri.
4. Durasi
Durasi atau panjang-pendek nada. Semua nada-nada musical adalah pokok
persoalan bagi keanekaragaman dalam panjang-pendek suara; yakni, sebuah nada
dapat diperpanjang guna membuat keanekaragaman kepanjangan waktu. Unsur nada
ini menjadi salah satu dasar dari ritme.
Ritme merupakan unsur dasar dalam kehidupan kita melihat perputaran siang
dan malam, pergantian musim datang dan pergi silih berganti. Di dalam tubuh, kita
merasakan ritme selagi kita bernafas, detak jantung, dan bunyi hak sepatu ketika
sedang berjalan. Ritme pada dasarnya adalah suatu pola pengulangan tekanan dan
pelepasan, pengulangan harapan dan pemenuhannya.

B. Melodi
Melodi adalah serangkaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu
kesatuan yang menyeluruh. Biasanya satu rangkaian nada-nada yang terkait bervariasi
dalam tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada-nada. Sebuah melodi mempunyai
bagian awal, pergerakan nada-nada, dan bagian akhir. Melodi mempunyai arah, bentuk
dan kesinambungan. Gerakan naik dan turun nada-nada melodi menimbulkan kesan
ketegangan dan penyelesaian, harapan dan kenyataan.
1. Nada
Nada adalah bunyi yang teratur, artinya mempunyai bilangan getar (frekwensi)
yang tertentu. Menurut Simanungkalit (2008: 5) nada adalah suara yang frekwensinya
telah ditetapkan. International Music Council (IMC) telah menetapkan nada a’=440
artinya nada a’ itu harus bergetar 440 getaran dalam 1 detik atau dengan kata lain nada
a’= 440 getaran perdetik Dalam musik, tinggi rendah dan panjang pendeknya nada
dapat ditunjukkan dengan tanda yang disebut nada atau titinada atau not, berfungsi
sebagau huruf musik. Dalam musik Internasional dipergunakan 7 buah titi nada pokok,
yaitu : C D E F G A B C.
Titi nada tersebut ditempatkan tepat pada garis-garis dan di antara garis-garis
paranada. Sebuah staff (paranada) adalah seperangkat tanda terdiri atas lima garis
mendatar. Nada-nada diletakkan pada garis staff atau di antaranya, yaitu di dalam
spasi:

Gambar 1.
Garis-garis Paranada dan Penempatan Nada.

Gambar 2.
Penempatan nada-nada pada Orgel garis-garis Paranada.

Jenis (nama) titi nada, baru dapat ditentukan bila pada permulaan garis paranada
diberi tanda kunci. Ada tiga macam kunci: kunci G, kunci F, dan kunci C.
2. Tanda Kunci
Pada notasi balok, rangkaian nada (melodi) ditulis dalam sangkar nada dan untuk
menentukan letak nada-nada tersebut diperlukan tanda kunci yang letaknya diawal
sangkar nada. Jenis nada, baru dapat ditentukan bila pada permulaan garis para nada
diberi tanda kunci. Ada tiga macam tanda kunci; kunci G, kinci F dan kunci C.
Tanda kunci berbentuk demikian, sehingga bentuk melingkarnya tepat berhenti
pada garis ke-dua. Karena itu pada garis kedua itulah terletak nada G. Kunci G
menentukan nada g’ (oktaf 1) pada garis kedua. Dengan diketahui nada g’ pada garis
kedua kita akan mengetahui letak nada-nada yang lainnya dengan cara menyusunnya
sesuai dengan susunan nada, hanya setelah 8 bukan h tetapi a, sehingga tersusun nada-
nada sebuah tangga nada.

Gambar 3. Tanda pada Kunci G.

Gambar 4. Letak Nada-nada pada Kunci G.

Kunci F sering disebut juga sebagai kunci Bas, bentuknya seperti huruf C terbalik,
dengan dua titik di belakangnya. Nada F terletak tepat pada garis ke-4.

Gambar 5. Tanda pada Kunci F.

Gambar 6.
Penempatan nada-nada pada Kunci G dan kunci F.

Di samping kunci G dan kunci F sebenarnya masih terdapat juga kunci C. Akan
tetapi dalam buku-buku modern sudah tidak pernah dipakai. Oleh karena di sini tidak
dibahas.
C. Titi nada dan Tanda Istirahat
Notasi musik seperti dikemukakan di depan tidak menunjukkan nada-nada secara
eksak, hanya menunjukkan seberapa panjang nada-nada tersebut dalam hubungannya
dengan nada lain dalam satu lagu. Sebuah nada pada garis paranada lebih panjang atau
pendek bergantung pada wujud notasinya, apakah berupa notasi putih, atau hitam.
Adapun tanda istirahat atau Nada diam dituliskan dengan tanda yang disebut
tanda istirahat (rest). Diam berarti istirahat. Panjang pendeknya tanda istirahat
berhubungan dengan nilai notnya. Seperti halnya not, nilai atau panjang pendeknya
bunyi berhenti (istirahat), ditunjukkan oleh bentuk tanda istirahat itu sendiri. Berikut
ini adalah simbol penjang nada dan hubungan satu dengan lainnya beserta tanda
istirahat ialah:

No Bentuk Nama Nilai Tanda Istirahat/Diam Nilai

1 w Not Penuh 4 ketuk 4 ketuk

2 h Not Setengah 2 ketuk 2 ketuk

3 q Not Seperempat 1 ketuk Q 1 ketuk

1/2
4 e Not Seperdelapan 1/2 ketuk E ketuk

Not 1/4
5 s Seperenambelas
1/4 ketuk S ketuk

Gambar 7. Bentuk dan Nilai Not

D. Tangga Nada
Telah kita ketahui bahwa dalam musik Internasional dikenal 7 buah titinada
pokok yaitu: C D E F G A B. Susunan nada pokok tersebut bila diakhiri dengan titinada
ke-8 yang merupakan oktaf dari titinada pertama tadi disebut tangga nada. Susunan
tersebut bila kita ulas kembali menjadi C D E F G A B dan C, bila dibunyikan pada piano
akan terdengar bunyi: do – re – mi – fa – sol – la – si – do.
Jelaslah bahwa susunan titinada tersebut menunjukan jarak-jarak tertentu :
C - D - E - F - G - A - B-C
1 1 ½ 1 1 1 ½

Gambar 8. Jarak antar Nada.

Tangga nada dalam musik yang sering kita jumpai di antaranya adalah tangga
nada berkruis dan bermol. Untuk tangga nada berkruis dengan mengingat jarak nada-
nada 1- 1 - ½ - 1 - 1 - 1 - ½ tersebut, kita dapat membuat bermacam-macam tangga
nada. Bagi tangga nada berkruis, nada dasar baru adalah nada ke-5 dari tangga nada
yang lama. Jadi nada ke-5 dari nada natural C ialah nada G. Agar memperoleh jarak
interval yang sama sebelumnya 1 – 1 - ½ - 1 – 1 - 1 - ½, dengan nada dasar G,
tersusunlah deretan nada-nada sebagai berikut:

Gambar 9. Tangga Nada G


Karena semua F harus menjadi Fis, maka tanda kruis (#) ditempatkan tepat pada
nada F pada permulaan suatu lagu (tanda mula).

Gambar 10. Tangga nada G Mayor.

Jadi untuk membentuk tangga nada baru lainnya yang perlu diperhatikan ialah:
1. Jarak untuk antar nada adalah : 1 1 ½ 1 1 1 ½
2. Untuk membentuk tangga nada yang baru nada ke-5 dari tangga nada
sebelumnya.
3. Tanda kruis baru selalu jatuh pada nada ke-7 dari tangga nada yang baru
Dalam tangga nada berkruis, nada dasar dari tangga nada baru adalah nada ke-5
dari tangga nada lama. Untuk memperoleh nada dasar dari tangga nada bermol kita
harus mencari nada jarak ke-5 bawah dari tangga nada nada.

Gambar 11. Tabel Kwint Bawah dan Kwint Atas.


Dari bagan di atas jelaslah bahwa nada F adalah nada ke-5 bawah dari nada
dasar C. Jadi tangga nada satu mol (1ь) nada dasarnya ialah F. Dengan mengingat
jarak-jarak: 1 1 ½ 1 1 1 ½, maka sususnan tangga nada F ialah sebagai berikut:

Gambar 12. Tangga Nada F Mayor.

Dengan seperti tangga Nada berkruis, kita juga dapat menyusun tangga nada
bermol, dari tangga nada natural s/d tangga nada 12 mol dengan mengingat:
1. Jarak antar nada : 1 1 ½ 1 1 1 ½
2. Nada dasar baru ialah ke-5 bawah dari tangga nada lama.

E. Harmoni
Harmoni adalah elemen musikal yang didasarkan atas penggabungan secara
simultan (berlaku pada waktu bersamaan) dari nada-nada, sebagai mana dibedakan
dari rangkaian nada-nada dari melodi. Jikalau melodi adalah sebuah konsep horizontal,
harmoni adalah konsep vertikal.
Satu kelompok yang terdiri atas tiga atau lebih nada-nada yang berbunyi
bersamaan disebut akord. Prinsip-prinsip yang mendasari harmoni adalah (1).
Konstruksi dan (2). Progresi akord.
PEMBAHASAN

Membaca Notasi

Kesulitan membaca notasi ditemukan oleh setiap orang, terutama guru-guru


sekolah yang sedang mengajar bernyanyi maupun mengajar teori musik. Para
mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di program studi seni. Membaca notasi tidak
selamanya harus sulit tetapi perlu adanya konsentrasi dan penemuan trik terbaik untuk
mempraktikkan nada-nada yang dibaca, sehingga hasil bacaan yang didengar tidak
salah. `

Untuk menentukan nada-nada yang dibaca, maka perlu latihan yang kontinue,
penawarannya adalah latihan mengucapkan tangga nada

C=1 , 4/4

1 . 2 3 | 4 5 6 7 | 1 . 7 6 | 5 4 3 2 | 1 . . . \|lakukan secara berulang-ulang.

Ingatlah nada-nada yang telah disebutkan tadi ketinggiannya masing-masing sehingga


ketika membacanya lagi tidak akan terlupakan. Sebenarnya akan lebih memudahkan
jika membaca dengan menggunakan not balok sehingga dengan simbol-simbol yang
dibaca dan yang dituliskan di buku akan terlihat mana nada yang tinggi dan mana nada
yang rendah sehingga pengucapan nada yang dilakukan disesuaikan dengan letaknya.

Contoh Latihan membaca dengan nada- nada pada notasi balok, Hakim (2006:75)

Tentu sudah dicoba dengan nada-nada yang telah ditulis di atas, ini adalah nada-
nada yang tidak terlalu sulit. Nada dasar di atas adalah C=1 dengan latihan nada-nada di
atas anda semua dapat langsung membedakan dan menyebutkan mana nada yang tinggi
dan mana pula nada yang rendah

Kesulitan lagi? Latihannya harus diturunkan menjadi yang lebih sederhana yaitu
1. Pengenalan 3 buah nada terlebih dahulu:

1 2 3 1 1 2 3 1
1 3 2 3 1 2 1 3 2 3 1 3 1 1 3 2

Latihan membaca notasi balok tersebut perlahan lahan dengan 3 buah nada di
atas berulang-ulang sehingga dapat dibedakan antara nada 1 (do), 2 (re), 3 (mi).
Lakukan lagi membacanya dan dengar baik-baik apakan nada-nada yang telah anda
baca dan praktikkan sudah benar. Jika tingkat kebenarannya sudah baik maka beralih
lagi ke pengenalan 5 buah nada.

2. Pengenalan 5 buah nada:

Berikan konsentrasi anda pada pengenalan yang lebih banyak nadanya cari lagu
yang sederhana dan mudah dihafal, kemudian langsung diberikan penekanan saat
berlatih 5 nada tersebut, maksudnya ingat bagaimana anda menyebut dan mendengar
nada yang telah anda latih.

Nada-nada di atas memiliki tingkat kesulitan yang rendah, oleh karena itu
walaupun kesulitannya rendah membacanya juga harus tepat. Jika membaca nadanya
tidak tepat, maka sama saja walau menggunakan 5 buah nada masih akan tetap sulit.
Perlu diingat bahwa pengalaman pengenalan 3 buah nada sebelumnya menjadi acuan
ketika harus mengenal 5 nada berikutnya, sehingga nada-nada yang diucapkan tetap
benar dan tepat. Contoh notasi yang lain adalah:

3. Mendengar bunyi nada pada alat musik dan menuliskannya kembali.

Pada tahap ini memang agak kesulitan jika kita tidak memiliki cukup alat untuk
berpraktik sekaligus mendengar alat musik yang dimainkan. Dalam konteks ini sama
dengan latihan solfeggio di mana ketika nada dibunyikan langsung didengar dan
diucapkan dengan suara yang tepat pula, setelah diucapkan coba dituliskan kembali
sesuai dengan apa yang telah didengar tadi. Kondisi ini mengajak kita untuk latihan
musikal, semakin banyak berlatih maka akan semakin baik pula tingkat musikalitas kita.
Disebut latihan menyanyi dengan telinga karena pada waktu latihan yang
berlatih harus mengutamakan pendengarannya/telinganya sendiri untuk mengontrol
suara sendiri apakah sudah baik atau masih memiliki kekurangan. Simanungkalit
(2008: 52). Pendapat tersebut jelas sekali bahwa dalam bernyanyipun kita masih harus
mendengarkan suara sendiri oleh karena itu, konsentrasi yang baik dan mengingat
nada-nada yang akan diucapkan akan membuat kita lebih siap dalam menyebutkan
nada-demi nada.

Latihan solfeggio ini sama halnya dengan mendengarkan musik dari berbagai
jenis. Orang sering mendengar musik dengan menggunakan headshet, untuk latihan ini
boleh mendengar lagu beberapa birama setelah itu langsung tulis nadanya, sama apa
tidak dengan yang kita dengar? Untuk mencari jawaban yang benar gunakan alat musik
keybord, gitar atau alat musik lainnya, sehingga nada-nada pada lagu diharapkan akan
tepat ketika kita tulis kembali.

PENUTUP

Pada tulisan ini diuraikan secara singkat membaca notasi yang diuraikan dengan
bahasa dan literatur yang sangat terbatas. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita semua
mau belajar keras untuk memperbaiki kualitas musikal yang kita miliki. Semua orang
mengalami kesulitan ketika harus membaca notasi (notasi balok, notasi angka). Ada
beberapa langkah yang tealah ditawarkan untuk memudahkan dalam menyelesaikan
permasalahan yang selalu dihadapi. Langkah-langkah tersebut telah dicobakan kepada
banyak orang dengan langkah tersebut memang ada yang mampu membaca dan
adapula yang masih harus belajar keras, namun kita sudah mengupayakan langkah-
langkah tersebut supaya semua orang khususnya (Mahasiswa dan guru seni budaya)
mampu memperbaiki cara mengajar dan menambah pengalaman mengajarnya dengan
menggunakan langkah-langkah yang telah ditawarkan untuk meningkatkan kualitas
musikal kepada peserta didiknya.
DAFTAR PUSTAKA

Hakim. Thursan. 2006. Teknik Tercepat Belajar Bermain Keyboard. Jakarta: Kawan
Pustaka.

Hakim. Thursan. 2007. Lagu-Lagu Wajib dalam Permainan Suling Recorder dan Pianika.
Jakarta: Kawan Pustaka.

Kodijat, Latifah. 2004. Tangga Nada dan Trinada. Jakarta: Djambatan.

Masunah, Juju dan Narawati, Tati. 2003. Seni dan Pendidikan Seni sebuah Bunga Rampai.
Bandung: P4ST UPI

Simanungkalit, N. 2008. Teknik Vokal Paduan Suara. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.