Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN PRENATAL (IBU HAMIL NORMAL)

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Maternitas II

Dosen pengampu : Heni Purwaningsih,S.kep.,Ns.,M.kep.

Disusun oleh:

RISKA APRILIANA SARI (010117A086)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2019
PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Ibu hamil Normal


Beberapa definisi kehamilan antara lain:
 Kehamilan adalah hasil pertemuan antara sel telur dengan
spermatozoa(konsepsi) yang diikuti dengan perubahan fisiologis dan
psikologis (Mitayani,2009)
 Kehamilan adalah waktu transisi,yaitu masa antara kehidupan sebelum
memiliki anak yang sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan
nanti setelah anak itu lahir. Perubahan siklus radikal ini
dipertimbangkan sebagai suatu krisis disertai periode tertentu untuk
menjalani proses persiapan psikologis yang secara normal sudah ada
selama kehamilan dan mengalami puncaknya pada saat bayi lahir
(sukarni dan wahyu,2013)
1) Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri dari
ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum,konsepsi dan pertumbuhan
zigot,nidasi(implantasi)pada uterus,pembentukan plasentadan tumbuh
kembang hasil sampai aterm.(Manuaba,2010).
a) Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem
hormonal yang kompleks. Selama masa subur yang berlangsung 20
sampai 35 tahun,hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses
pematangan dan terjadi ovulasi. Dengan pengaruh FSH, folikel primer
mengalami perubahan menjadi folikel de Graaf yang menuju ke
permukaan ovarium disertai pembentukan cairan folikel. Desakan
folikel de Graaf ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan
disertai devaskularisasi. Selama pertumbuhan menjadi folikel de
Graaf, ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang dapat
mempengaruhi gerak dari tuba yang mendekati ovarium, gerakan sel
rambut lumen tuba makin tinggi, peristaltik tuba makin aktif. Ketiga
faktor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju
uterus. Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang
mendadak, terjadi pelepasan ovum yang disebut ovulasi. Dengan gerak
aktif tuba yang mempunyai umbai (fimbraie) maka ovum yang gerak
telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses
penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism. Ovum yang
tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus dalam bentuk
pematangan pertama artinya telah siap untuk dibuahi. (Manuaba,2010)
b) Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus menjadi spermatosit
pertama, menjadi spermatosit kedua, menjadi spermatid akhirnya
spermatozoa. Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi matarantai
hormonal yang kompleks dari pancaindra, hipotalamus, hipofisis dan
sel interstisial leydig sehingga spermatogonium dapat mengalami
proses mitosis. Pada setiap hubungan seksual dikeluarkan sekitar 3 cc
sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.
Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas kepala (lonjong
sedikit gepeng yang mengandung inti), leher (penghubung antara
kepala dan ekor), ekor(panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung
energi sehingga dapat bergerak). Sebagian besar spermatozoa
mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai
tuba falopi. Spermatozoa yang masuk kedalam alat genitalia wanita
dapat hidup selama tiga hari sehingga cukup waktu untuk mengadakan
konsepsi (Manuaba,2010)
c) Konsepsi
Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau
fertilisasi dan membentuk zigot. Proses konsepsi dapat berlangsung
seperti uraian dibawah ini.
1) Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh
korona radiata yang mengandung persediaan nutrisi.
2) Pada ovum, dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah
sitoplasma yang disebut vitelus.
3) Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona
pelusida. Nutrisi dialirkan ke dalam vitelus melalui saluran
pada zona pelusida.
4) Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, tempat yang paling
luas yang dindingnya penuh nonjot dan tertutup sel yang
mempunyai silia. Ovum mempunyai waktu hidup terlama di
dalam ampula tuba.
5) Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam.
Spermatozoa menyebar masuk melalui kanalis servikalis
dengan kekuatan sendiri. Pada kavum uteri, terjadi proses
kapasitasi yaitu pelepasan lipoprotein dari sperma sehingga
mampu mengadakan fertilisasi. Spermatozoa melanjutkan
perjalanan menuju tuba falopi.
d) Proses Nidasi atau Implantasi
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma,”vitelus”
membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam
keadaan”metafase”. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti
bentuk anafase dan telofase sehingga pronukleusnya menjadi
“haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling
mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam
pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.
Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk
“autosom” sedangkan 2 kromosom sisanya sebagai pembawa tanda
seks. Wanita selalu resesif dengan kromosom X. Laki-laki memiliki
dua bentuk kromosom seks yaitu kromosom X dan Y. Bila
spermatozoa kromosom X bertemu sel ovum, terjadi jenis kelamin
laki-laki. Oleh karena itu, pihak wanita tidak dapat disalahkan dengan
jenis kelamin bayinya yang lahir karena yang menentukan jenis
kelamin adalah pihak suami. Setelah pertemuan kedua inti ovum dan
spermatozoa, terbentuk zigot yang dalam beberapa jam telah mampu
membelah dirinya menjadi dua dan seterusnya. Berbarengan dengan
pembelahan inti, hasil konseps terus berjalan menuju uterus.
Pembelahan berjalan terus dan didalam morula terbentuk ruangan yang
mengandung cairan yang disebut blastula. Perkembangan dan
pertumbuhan berlangsung, blastula dengan vili korealisnya yang
dilapisi sel trofoblas telah siap untuk mengadakan nidasi.
e) Pembentukan plasenta
Nidasi atau implantasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding
depan atau belakang. Pada blastula, penyebaran sel trofoblas yang
tumbuh tidak rata sehingga bagian blastula dengan inner cell mass
akan tertanam ke dalam endometrium. Terjadinya nidasi(implantasi)
mendorong sel blastula mengadakan diferensiasi. Sel yang dekat
dengan ruangan eksoselon membentuk “entoderm” dan yolk sac
(kantong kuning telur) sedangkan sel lain membentuk ”ektoderm” dan
ruangan amnion. Plat embrio terdiri dari unsur ektoderm,endoterm dan
mesoderm. Ruangan amnion dengan cepat mendekati korion sehingga
jaringan yang terdapat diantara amnion dan embrio padat dan
berkembang menjadi tali pusat. Awalnya yolk sac berfungsi sebagai
pembentuk darah bersama dengan hati, limpa dan sumsum tulang.
Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan
pembuluh darahnya yang menuju body stalk(bakal tali pusat). Jantung
bayi mulai dapat dideteksi pada minggu ke-6 sampai 8 dengan
menggunakan ultrasonografi atau sistem doppler.
(Ratnawati, Ana, A.Per. Pend., S.Kep., Ns, 2014)

B. ETIOLOGI

Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek berikut, yaitu:

A. Ovum
Ovum adalah suatu sel dengan diameter 0,1 mm yang terdiri dari suatu nukleus
yang terapung-apung dalam vitelus dilingkari oleh zona pellusida dan kromosom
radiata.
B. Spermatozoa
Berbentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak gepeng
berisi inti,leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang
dapat bergerak sehingga sperma dapat bergerak cepat.
C. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di tuba
fallopi.
D. Nidasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam endometrium.
E. Plasentasi
Plasentasi adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk
pertukaran zat antara ibu dan anaknya dan sebaliknya.
Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan:

a. Triwulan I antara 0-12 minggu

b. Triwulan II antara 12-28 minggu

c. Triwulan III antara 28-40 minggu

(Afiyanti, Yati, 2003)

C. Tanda dan gejala

1) Tanda pasti kehamilan


 Teraba bagian-bagian janin dan dapat di kenal bagian-bagian janin.
 Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
 Dapat dirasakan gerakan janin
 Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin. Tidak dilakukan
lagi sekarang karena dampak radiasi janin
 Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat
diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin

2) Tanda tidak pasti kehamilan


 Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
 Leukore, sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon
progesteron
 Epulis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM 1 kehamilan
 Perubahan payudara,payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh
hormon estrogen dan progesteron yang merangsang daktuli dan alveoli payudara.
Daerah areola menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat
colostrum bila kehamilan lebih dari 12 minggu.
 Pembesaran abdoment,jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
 Suhu basal meningkat terus antara 37,2-37,8 0c
 Perubahan organ-organ dalam pelvix:
1. Tanda chadwick: livid,terjadi kira-kira minggu ke-6
2. Tanda hegar: segmen bawah rahim lembek pada perabaan
3. Tanda piscasexk: uterus membesar kesalah satu jurusan.
4. Tanda Braxton-Hiks: uterus berkontraksi bila dirangsang
5. Tanda ini khas untuk pada masa kehamilan. Tes kehamilan. Yang banyak
dipakai pemeriksaan hormon korionik gonadotropin(hCG) dalam urine.
Dasarnya reaksi antigen,antibody dengan hcG sebagai antigen.
3) Tanda kemungkinan kehamilan
 Amenore (tidak mendapat haid)
 Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi pagi hari pada
bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning sickness
 Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
 Konstipasi/obstipasi disebabkan penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid
 Sering kencing
 Pusing, pingsan dan mudah muntah pingsan sering ditemukan bila berada
ditempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah
kehamilan 18 minggu.
 Anoreksia (tidak nafsu makan)

D. Tahap-tahap persalinan

Persalinan dibagi dalam 4 tahap/kala yaitu:

1. kala 1: dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap(10 cm)
proses ini terbagi dalam dua fase yaitu:

a. fase laten (8 jam) serviks membuka sampai 3cm

b. fase aktif (7 jam) serviks membuka dari 3 sampai 10 cm, kontraksi lebih kuat
dan sering selama fase aktif

2. kala II: dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini
biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.

3. kala III: dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang
berlngsung tidak lebih dari 30 menit

4.kala IV: dimulai saat lahirnya plasenta sampai dua jam pertama postpartum.

E.Langkah-langkah pertolongan persalinan normal

1. Saat kepala didasar panggul dan membuka pintu dengan crowning sebesar 5 sampai 6 cm
peritoneum tipis pada primi atau multi dengan perineum yang kaku dapat dilakukan
episotomi median,mediolateral atau lateral
2. Episotomi dilakukan pada saat his dan mengejan untuk mengurangi sakit, tujuan
episotomi adalah untuk menjamin agar luka teratur sehingga mudah mengait dan
melakukan adaptasi
3. Persiapan kelahiran kepala,tangan kanan menahan perineum sehingga tidak terjadi
robekan baru sedangkan tangan kiri menahan kepala untuk mengendalikan ekspulsi
4. Setelah kepala lahir dengan suboksiput sebagai hipomoklion muka dan hidung
dibersihkan dari lender kepala dibiarkan untuk melakukan putar paksi dalam guna
menyesuaikan os aksiput kearah punggung
5. Kepala dipegang sedemikian rupa dengan kedua tangan menarik curam kebawah untuk
melahirkan bahu depan ditarik keatas untuk melahirkan bahu belakang setelah kedua
bahu lahir ketiak dikait untuk melahirkan sisa badan bayi
6. Setelah bayi lahir seluruhnya jalan nafas dibersihkan dengan menghisap lender sehingga
bayi dapat bernafas dan menangis dengan nyaring pertanda jalan nafas bebas dari
hambatan
7. Pemotongan tali pusat dapat dilakukan:
 Setelah bayi menangis dengan nyaring artinya paru-paru bayi telah berkembang
dengan sempurna
 Setelah tali pusat tidak berdenyut lagi keduanya dilakukan pada bayi yang aterm
sehingga peningkatan jumlah darah sekitar 50cc
 Pada bayi premature pemotongan tali pusat dilakukan segera sehingga darah yang
masuk ke sirkulasi darah bayi tidak terlalu besar untuk mengurangi terjadi ikterus
hemolitik dan kern icterus
 Bayi diserahkan kepada petugas untuk dirawat sebagaimana mestinya
 Sementara menunggu pelepasan plasenta dapat dilakukan
 Katerisasi kandung kemih
 Menjahit luka spontan atau luka episiotomi.

F. PATOFISIOLOGI

Ketika seorang mampu melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi
perempuan tersebut akan hamil (terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang
masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. Seorang laki-
laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3cc, dan setiap 1cc air mani yang normal akan
mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma’ setelah air mani ini terpancar
(Ejakulasi) kedalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi
rongga rahim,saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba
diseberang rahim.(Kusmiyati,Yuni,dkk.2009)

Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks(leher rahim)menjadi lebih cair, sehingga
sperma mudah menembus kedalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba
falopi yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopi mempermudah
terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot(sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan
tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka
terjadilah pembuahan. Pada proses pembuahan,hanya bagian kepala sperma yang menembus sel
telur dan bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan
melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini
menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL NORMAL

Asuhan keperawatan ibu hamil terfokus pada kebutuhan fisik,emosi,dan social


ibu,janin,pasangan,dan anak lain dalam keluarga. Asuhan keperawatan ibu hamil normal
meliputi pengkajian,perencanaan,pelaksanaan,evaluasi

A. Pengkajian

 Tanggal: Untuk mengetahui kapan mulai dilakukan pengkajian pada klien


 Jam : Kapan dimulai melakukan pemeriksaan
 No.RM: Untuk dapat membedakan antara pasien dengan pasien yang lain dalam satu
ruangan

A. Data subyektif

1. Biodata
a. Nama: nama ibu dan suami untuk mengenal,memanggil,dan menghindari
terjadinya kekeliruan.
b. Umur: ditanyakan untuk mengetahui umur ibu,dimana kehamilan normal
terjadi pada saat ibu berusia lebih dari 16 tahun dan kurang dari 35 tahun.
c. Agama: ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap
kebiasaan kesehatan pasien/klien. Dengan diketahuinya agama pasien,akan
memudahkan melakukan pendekatan didalam melakukan asuhan keperawatan.
d. Suku: Untuk mengetahui dari suku mana ibu berasal dan menentukan cara
pendekatan didalam melaksanakan asuhan keperawatan.
e. Pendidikan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebagai dasar dalam
memberikan asuhan
f. Pekerjaan: Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi klien
dan apakah pekerjaan ibu/suami dapat mempengaruhi klien/tidak.
g. Penghasilan: Untuk mengetahui status ekonomi penderita dan mengetahui
pola kebiasaaan yang dapat mempengaruhi kesehatan klien.
h. Alamat: untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai apakah
lingkungan cukup aman bagi kesehatanya serta mempermudah untuk melakukan
kunjungan ulang.
2. Alasan datang:

Apa alasan ibu sehingga datang untuk memeriksakan diri.

3. Keluhan utama:

Ditanyakan untuk mengetahui keluhan klien yang dirasakan saat pengkajian. Keluhan yang
disampaikan pada kunjungan ulang sangat penting untuk mengontrol kehamilan ibu.

4. Riwayat kesehatan yang lalu:

Ditanyakan untuk mengetahui penyakit yang pernah diderita klien sebelumnya apakah klien
pernah menderita penyakit menular seperti; TBC, Hepatitis, malaria ataupun penyakit keturunan
seperti; jantung,darah tinggi, ginjal, kencing manis, juga apakah ibu sedang menderita kanker
ataupun tumor

5. Riwayat kesehatan sekarang:

Ditanyakan untuk mengetahui apakah ibu sedang menderita penyakit menular ataupun penyakit
keturunan
6. Riwayat kesehatan keluarga

Ditanyakan mengenai latar belakang keluarga terutama:

A. Anggota keluarga yang mempunyai penyakit tertentu terutama penyakit menular seperti
TBC,Hepatitis.

B. Penyakit keluarga yang diturunkan seperti kencing manis,kelainan pembekuan


darah,jiwa,asma

C. Riwayat kehamilan kembar. Faktor yang meningkatkan kemungkinan hamil kembar adalah
faktor ras,keturunan,umur,wanita,dan paritas. Oleh karena itu apabila yang pernah melahirkan
atau hamil anak kembar harus diwaspadai karena hal ini bisa menurun pada ibu.

7. Riwayat haid

Ditanyakan mengenai:

a. Menarche adalah terjadi haid yang pertama kali. Menarche terjadi pada usia pubertas
yaitu sekitar 12-16 tahun.
b. Siklus haid pada setiap wanita tidak sama. Siklus haid yang normal/dianggap sebagai
siklus haid adalah 28 hari,tetapi siklus ini bisa maju sampai 3 hari atau mundur 3 hari.
Panjang siklus haid yang biasa pada manusia adalah 25-32 hari.
c. Lamanya haid. Biasanya antara 2-5 hari, ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit
dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada wanita biasanya lama haid ini tetap.
d. Keluhan yang dirasakan.
e. Keputihan. Warnanya, bau gatal/tidak.
8. Riwayat perkawinan

Ditanyakan tentang:

a. Umur pertama kali menikah < 18 tahun, pinggulnya belum cukup pertumbuhannya
sehingga jika hamil beresiko waktu melahirkan.
b. Jika hamil umur >35 tahun bahayanya bisa terjadi hipertensi,plasenta previa,pre-
eklemsia,KPD,persalinan tidak lancar/macet, perdarahan setelah bayi lahir,BBLR.
9. Riwayat kehamilan, persalinan, Nifas yang lalu

Untuk mengetahui bagaimana kehamilan, persalinan dan nifas yang terdahulu apakah pernah ada
komplikasi atau penyulit sehingga dapat memperkirakan adanya kelainan atau keabnormalan
yang dapat mempengaruhi kehamilan selanjutnya.

10. Riwayat kehamilan sekarang


a. Berapa kali periksa dan dimana
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan tiap 4 minggu jika segala sesuatu normal sampai
kehamilan 28 minggu, sesudah itu pemeriksaan dilakukan 2 minggu dan sesudah 36
minggu tiap minggu,
b. Gerakan janin. Umumnya gerakan janin dirasakan ibu pada kehamilan 18 minggu pada
primigravida dan kehamilan 16 minggu pada multi gravida. Pengamatan gerakan janin
dilakukan setiap hari setelah usia kehamilan lebih dari 28 minggu.
c. Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan.
d. Imunisasi TT diberikan sekurang-kurangnya diberikan 2x dengan interval minimal 4
minggu,kecuali bila sebelumnya ibu pernah mendapat TT 2X pada kehamilan yang lalu
atau pada calon pengantin. Maka TT cukup diberikan satu kali (TT boster). Pemberian
TT pada ibu hamil tidak membahayakan janin walaupun diberikan pada kehamilan muda.
e. Pemberian vitamin, zat besi: tablet sehari segera setelah rasa mual hilang, minimal 90
tablet selama kehamilan.
11. Riwayat KB

Ditanyakan pernahkah ibu mengikuti KB/tidak,apa macamnya,ada keluhan/tidak,setelah


persalinan rencananya ibu menggunakan KB apa.

12. Pola kebiasaan sehari-hari


a. Nutrisi
Nutrisi yang diperlukan ibu hamil: kalori, protein, kalsium,zat besi, vitamin A, vitamin D,
vitamin C, vitamin B, dan air. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan
hidrat arang seperti manisan dan gorengan perlu dikurangi untuk menghindari kelebihan
berat badan yang berlebihan.
b. Eliminasi
Pada bulan pertama kehamilan ibu biasanya mengeluh sering kencing. Hal ini
dipengaruhi oleh uterus yang semakin membesar secara fisiologis dan pada akhir
kehamilan biasanya ibu juga mengeluh sering kencing karena kandung kemih tertekan
oleh kepala janin. Perubahan hormonal mempengaruhi aktifitas usus halus dan usus besar
sehingga mengakibatkan obstipasi. Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang
disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, tekanan kepala janin terhadap usus
besar dan rektum.
c. Aktivitas
Wanita yang sedang hamil boleh bekerja tapi sifatnya tidak melelahkan dan tidak
mengganggu kehamilan. Misalnya: pekerjaan rumah tangga yang ringan, masak,
menyapu, tetapi jangan menimba, mengangkat air dll. Pekerjaan dinas misal guru,
pegawai kantor boleh diteruskan. Pekerjaan yang sifatnya dapat mengganggu kehamilan
lebih baik dihindarkan karena dapat mengganggu janin dalam kandungan.
d. Istirahat
Waktu istirahat harus lebih lama kurang lebih 10-11 jam. Untuk wanita hamil juga
dianjurkan untuk tidur siang. Jadwal istirahat dan tidur harus diperhatikan dengan baik
karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
untuk kepentingan pertumbuhan dan perkembangan janin.
e. Personal higiene
i. Rambut harus sering dicuci.
ii. Gigi betul-betul harus mendapat perawatan untuk mencegah caries.
iii. Buah dada adalah organ yang erat hubungannya dengan kehamilan dan nifas,
sebagai persiapan untuk produksi makanan bayi oleh karena itu kurang
kebersihannya bisa menyebabkan infeksi.
iv. Kebersihan kuku tidak boleh dilupakan karena dibawah kuku bisa tersembunyi
kuman penyakit.
v. Kebersihan kulit dilakukan dengan mandi 2x sehari. Mandi tidak hanya
membersihkan kulit tetapi menyegarkan badan, karena pembuluh darah
terangsang dan badan terasa nyaman.
vi. Kebersihan vulva. Vulva harus selalu dalam keadaan bersih. Setelah BAK/BAB
harus dikeringkan, cara cebok yang dari depan ke belakang.
vii. Kebersihan pakaian. Wanita hamil ganti pakaian yang bersih,kalau dapat pagi dan
sore lebih-lebih pakaian dalam seperti BH dan celana dalam.
13. Riwayat psikososial dan Budaya

Untuk mengetahui keadaan psikologis ibu terhadap kehamilannya serta bagaimana tanggapan
suami dan keluarga tentang kehamilan. Budaya ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan dan
tradisi yang dilakukan ibu dan keluarga berhubungan dengan kepercayaan pada takhayul,
kebiasaan berobat dan semua yang berhubungan dengan kondisi kesehatan ibu.

14. Pola spiritual

Untuk mengetahui kegiatan spiritual ibu.

B. Data Obyektif

1) Pemeriksaan umum
 Keadaan umum : baik/cukup/lemah
 Kesadaran : composmentis/apatis/samnolen.
 Tinggi badan : normal> 145 cm, ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari
145 cm kemungkinan panggul sempit
 Berat badan sebelum hamil : mengetahui perubahan berat badan sebelum hamil
dan saat hamil adakah penambahan berat badan atau penurunan berat badan.
 Berat badan sekarang : selama kehamilan TM II dan III pertambahan berat berat
badan kurang lebih 0,5 kg perminggu. Hingga akhir kehamilan pertambahan BB
yang normal sekitar 9-13,5 kg
 Lingkar lengan atas : Normal> 23,5 cm, bila kurang merupakan indikator kuat
untuk status gizi ibu yang kurang baik/buruk, sehingga beresiko untuk
melahirkan BBLR
 Tekanan darah, pernapasan, nadi, temperatur
2) Pemeriksaan fisik
A. Kepala dan leher
1. Kepala : bersih, tidak ada benjolan, tidak ada luka atau lesi.
2. Rambut : warna hitam, tidak ada, ketombe, tidak rontok dan distibusi merata.
3. Wajah : tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema dan tidak pucat.
4. Mata : konjungtiva tidak pucat dan sklera tidak ikterus
5. Mulut dan gigi : bersih, warna bibir kemerahan, tidak ada stomatitis, gigi tidak
berlubang, gusi tidak berdarah.
6. Leher : tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe
dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
B. Payudara
1. Inspeksi : bentuk melingkar, simetris, hiperpig-mentasi pada areola, putih
susu menonjol,tidak ada retraksi atau dimpling
2. Palpasi : tidak ada masa/benjolan, tidak ada nyeri tekan,tidak ada
pembesaran kelenjar limfe,colostrum (-).
3) Abdomen
a. inspeksi : tidak ada luka bekas operasi, terdapat linea nigra dan
pembesaran uterus sesuai dengan umur kehamilan.
b.palpasi
Leopold 1 :
1. Kaki klien dibengkakan pada luntut dan lipatan paha
2. Pemeriksa berdiri sebelah kanan klien dan melihat ke arah muka
klien
3. Rahim dibawah ke tengah
4. Tinggi fundus uteri ditentukan
5. Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus uteri.
Sifat kepala ialah keras, bundar dan melenting, sifat bokong adalah
lunak, kurang bundar dan kurang melenting pada letak lintang
fundus uteri kosong.
Variasi menurut knebel : menentukan letak kepala atau bokong
dengan satu tangan di fundus dan tangan lain di atas simfisis.
Leopold II :
1. Kedua tangan pindah ke samping
2. Tentukan batas samping rahim kiri dan kanan
3. Tentukan letak punggung anak
4. Pada letak lintang, tentukan dimana letak kepala janin

Leopold II untuk menentukan dimana letaknya punggung anak


dan dimana letaknya bagian-bagian kecil).

Variasi menurut poudin : menentukan letak punggung dengan


satu tangan menekan di fundus.

Leopold III :

1. Dipergunakan satu tangan saja


2. Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari lainnya
3. Adakah bagian bawah masih dapat dipergunakan
Leopold III menentukan apa yang terdapat di bawah
dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum
terpegang oleh pintu atas panggul)
Variasi menurut Ahfeld : menentukan letak punggung
dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak di tengah
perut.
Leopold IV :
1. Pemeriksa merubah sikapnya yaitu melihat ke
arah kiri si penderita.
2. Dengan kedua tangan ditentukan apa yang
menjadi bagian bawah.
3. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk
ke dalam pintu atas panggul dan berapa
masuknya bagian bawah ke dalam rongga
panggul

Jika kita rapatkan kedua tangan akan kita dapatkan :

a) Kedua tangan pada pinggir kepala divergent (ukuran terbesar kepala


sudah melewati pintu atas panggul)
b) Kedua tangan pada pinggir kepala convergent ( ukuran terbesar kepala
belum melewati pintu atas panggul). Leopold IV untuk menentukan
bagian yang terendah dan berapa masuknya bagian yang bawah ke
dalam rongga panggul.
4) Pemeriksaan penunjang (Laboratorium),(buku KIA)
5) Pemeriksaan khusus
Inspeculo : tujuannya adalah untuk mengatahui apakah perdarahan bersal dari osteum
uteri eksternum, adanya plasenta harus dicurigai.
USG : untuk menentukan letak plasenta.

6) Pemeriksaan Laboratorium

Hb : jika terjadi perdarahan yang banyak dan keadaan umum pasien lemah serta pucat,
kemungkinan pasien mengalami anemia

Urin : dicurigai ada protein urin yang memperberat kehamilan.

B. Diagnosa Keperawatan

1) Nyeri akut b/d agens cedera biologis


2) Ansietas b/d stressor
3) Mual b/d rasa makanan/minuman yang tidak enak
4) Defisiensi pengetahuan b/d kurangnya informasi
5) Keletihan b/d peningkatan kelelahan fisik
6) Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
7) Hambatan eliminasi urine b/d penyebab multiple
(Herdman, 2018)
C. Intervensi

Diagnosa Noc Nic

Nyeri akut b/d Setelah dilakukan Manajemen nyeri (1400)


agens cedera tindakan selama 3x24
 Lakukan pengkajian nyeri komprehensif
biologis jam kontrol nyeri
yang meliputi
(00132) diharapkan dapat
lokasi,karakteristik,onset/durasi,frekuensi,ku
teratasi dengan kriteria
alitas,intensitas atau beratnya nyeri dan
hasil:
faktor pencetus
 Mengenali  Gali bersama pasien faktor-faktor yang dapat
kapan nyeri menurunkan atau memperberat nyeri.
terjadi  Dorong pasien untuk memonitor nyeri dan
12345 menangani nyerinya dengan tepat
 Menggunakan  Berikan informasi mengenai nyeri,seperti
tindakan penyebab nyeri,berapa lama nyeri akan
pengurangan dirasakan,dan antisipasi dari
nyeri tanpa ketidaknyamanan akibat prosedur
analgesik
12345
 Mengenali apa
yang terkait
dengan nyeri
12345
 Melaporkan
nyeri yang
terkontrol
12345
Ansietas b/d Setelah dilakukan Pengurangan kecemasan (5820)
stressor tindakan keperawatan
 Gunakan pendekatan yang tenang dan
(00146) selama 3x24 jam
meyakinkan
diharapkan tingkat
 Pahami situasi krisis yang terjadi dari
kecemasan dapat
perspektif klien
teratasi dengan kriteria
 Berada di sisi klien untuk meningkatkan rasa
hasil:
aman dan mengurangi ketakutan
 Berjalan  Dorong keluarga untuk mendampingi klien
mondar mandir dengan cara yang tepat
12345  Berikan objek yang menunjukkan perasaan
 Perasaan aman
gelisah  Bantu klien mengidentifikasi situasi yang
12345 memicu kecemasan
 Rasa cemas
yang
disampaikan
secara lisan
12345

Mual b/d rasa Setelah dilakukan Manajemen mual (1450)


makanan atau tindakan keperawatan
 Dorong pasien untuk belajar strategi
minuman yang selama 3x24 jam
mengatasi mual sendiri
tidak enak dihapkan nafsu makan
 Dorong pola makan dengan porsi sedikit
(00134) dapat teratasi dengan
makanan yang menarik bagi pasien yang
kriteria hasil:
mual
 Hasrat/keingina  Monitor asupan makanan terhadap
n untuk makan kandungan gizi dan kalori
12345  Berikan informasi mengenai mual,seperti
 Merasakan penyebab mual dan berapa lama itu akan
makanan berlangsung
12345  Identifikasi faktor-faktor yang dapat
 Intake makanan menyebabkan atau berkontribusi terhadap
12345 mual( misalnya obat-obata dan prosedur)
 Intake nutrisi  Monitor efek dari manajemen mual secara
12345 keseluruhan
 Intake cairan  Evaluasi dampak dari pengalaman mual pada
12345 kualitas hidup(misalnya nafsu
 Rangsangan makan,aktivitas,prestasi kerja,tanggung
untuk makan jawab peran dan tidur
12345

Defisien Setelah dilakukan Persiapan melahirkan(6760)


pengetahuan tindakan keperawatan
 Ajarkan ibu dan pasangan mengenai fisiologi
b/d kurang selama 3x24 jam
persalinan
informasi diharapkan
 Ajarkan ibu dan pasangan mengenai tanda-
(00126) pengetahuan
tanda persalinan
kehamilan dapat
 Informasikan pada ibu mengenai kapan harus
teratasi dengan kriteria
datang ke rumah sakit dalam rangka
hasil:
persiapan menghadapi persalinan
 Pentingnya  Jelaskan prosedur monitor secara rutin yang
perawatan mungkin akan dilakukan selama proses
sebelum persalinan
melahirkan  Bantu orang tua dalam mempersiapkan
sesering saudara kandung dari bayi baru lahir
mungkin mengenai kedatangan bayi, dengan cara yang
12345 tepat
 Pentingnya
pendidikan
kesehatan
sebelum
melahirkan
12345
 Tanda- tanda
peringatan
komplikasi
kehamilan
12345
 Kejadian
perkembangan
janin secara
mayor
12345
 Pola
pergerakan
janin
12345
 Perubahan
psikologis yang
berhubungan
dengan
kehamilan
12345

Keletihan b/d Setelah dilakukan Terapi aktivitas (4310)


peningkatan tindakan keperawatan
 Pertimbangkan kemampuan klien dalam
kelelahan fisik selama 3x24 jam
berpatisipasi melalui aktivitas spesifik
(00093) diharapkan tingkat
 Bantu klien untuk memilih aktivitas dan
kelelahan dapat teratasi
pencapaian tujuan melalui aktivitas yang
dengan kriteria hasil:
konsisten dengan kemampuan fisik,fisiologis
dan sosial
 Kelelahan
 Dorong aktivitas kreatif yang tepat
12345
 Instruksikan pasien dan keluarga untuk
 Kelesuan
melakukan aktivitas yang diinginkan maupun
12345
yang telah diresepkan
 Kegiatan
 Monitor respon emosi,fisik,sosial, dan
sehari-hari
spiritual terhadap aktivitas
(ADL)
12345
 Kualitas
istirahat
12345
 Kualitas tidur
12345
 Keseimbangan
antara kegiatan
dan istirahat
12345

Intoleran Setelah dilakukan Terapi aktivitas ( 4310)


aktivitas b/d tindakan keperawatan
 Pertimbangkan kemampuan klien dalam
ketidakseimban selama 3x24 jam
berpatisipasi melalui aktivitas spesifik
gan antara diharapkan toleransi
 Dorong aktivitas kreatif yang tepat
suplai dan terhadap aktivitas
 Instruksikan pasien dan keluarga untuk
kebutuhan dapat teratasi dengan
melakukan aktivitas yang diinginkan maupun
oksigen kriteria hasil:
yang telah diresepkan
(00092)
 Saturasi  Monitor respon emosi,fisik,sosial, dan
oksigen ketika spiritual terhadap aktivitas

beraktivitas
12345
 Frekuensi nadi
ketika
beraktivitas
12345
 Kecepatan
berjalan
12345
 Jarak berjalan
12345

Hambatan Setelah dilakukan Manajemen cairan (4120)


eliminasi urine tindakan keperawatan
 Jaga intake/asupan yang akurat dan catat
b/d penyebab 3x24 jam diharapkan
output
multipel kontinensia urin dapat
 Monitor makanan/cairan yang dikonsumsi
(00016) teratasi dengan kriteria
dan hitung asupan kalori harian
hasil:
 Berikan cairan dengan tepat
 Mengenali  Dukung pasien dan keluarga untuk
keinginan membantu dalam pemberian makanan
untuk berkemih dengan baik
12345  Batasi asupan air pada kondisi pengenceran
 Menjaga pola hiponatremia dengan serum Na dibawah 130
berkemih yang mEq per liter
teratur
12345
 Menuju toilet
diantara waktu
ingin berkemih
dan benar-
benar ingin
berkemih
12345
 Menjaga
penghalang
lingkungan
yang bebas
untuk eliminasi
sendiri
12345
 Mengkonsumsi
kantong kemih
sepenuhnya
12345

D. Evaluasi keperawatan

Evaluasi keperawatan mengacu pada tujuan yang diharapkan dari setiap tindakan yang
diberikan.
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
 Kehamilan adalah hasil pertemuan antara sel telur dengan
spermatozoa(konsepsi) yang diikuti dengan perubahan fisiologis dan
psikologis (Mitayani,2009)
 Kehamilan adalah waktu transisi,yaitu masa antara kehidupan sebelum
memiliki anak yang sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan
nanti setelah anak itu lahir. Perubahan siklus radikal ini dipertimbangkan
sebagai suatu krisis disertai periode tertentu untuk menjalani proses
persiapan psikologis yang secara normal sudah ada selama kehamilan dan
mengalami puncaknya pada saat bayi lahir (sukarni dan wahyu,2013)
DAFTAR PUSTAKA

Afiyanti, Yati, M. dkk. (2003). KEPERAWATAN MATERNITAS : KESEHATAN WANITA, BAYI,


& KELUARGA, Ed. 18, Vol. 1 (18th ed.; N. dkk. Mardela, Eka Anisa, S.Kep., ed.). Jakarta:
EGC.

Herdman, T. H. dan S. K. (2018). NANDA-1 Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi


2018-2020 (11th ed.; B. A. dkk. Keliat, ed.). Jakarta: EGC.

Ratnawati, Ana, A.Per. Pend., S.Kep., Ns, M. K. (2014). KEPERAWATAN MATERNITAS.


Yogyakarta: PUSTAKA BARU PRESS.

Anda mungkin juga menyukai