Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK SEHAT

OLEH :

NI WAYAN LINSA MIRAWATI GALUH


P07120319079
PROFESI NERS

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2019
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK SEHAT

KONSEP DASAR TEORI


A. Pengertian Anak Sehat
Sehat dapat diartikan sebagai suatu keadaan baik segenap badan serta bagian –
bagiannya atau suatu hal ini yang mendatangkan kebaikan. Kesehatan sendiri dapat
diartikan sebagai keadaan sehat (terbebas dari penyakit) dan kebaikan keadaan (badan
atau yang lainnya). Dengan kata lain, kesehatan dapat diartikan sebagai suatu keadaan
yang sehat terbebas dari penyakit sehingga dapat melakukan segala aktivisnya tanpa
hambatan fisik. Seseorang dikatakan sehat jika ia memiliki kesehatan baik secara fisik
(organ tubuh) maupun psikis (mental, emosional, sosial, dan spiritual). (Soegeng,
Santoso. 2008)
Anak yang sehat adalah anak yang sehat secara fisik dan psikis. Kesehatan
seorang anak dimulai dari pola hidup yang sehat. Pola hidup sehat dapat diterapkan dari
yang terkecil mulai dari menjaga kebersihan diri, lingkungan hingga pola makan yang
sehat dan teratur. (Soegeng, Santoso. 2008)
Menurut Departemen Kesehatan RI (1993) ciri anak sehat adalah tumbuh dengan
baik, tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya, tampak aktif / gesit dan
gembira, mata bersih dan bersinar, nafsu makan baik, bibir dan lidah tampak segar,
pernapasan tidak berbau, kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering, serta mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungan. (Soegeng, Santoso. 2008)
1. Pengertian Tumbuh Kembang
Pertumbuhan merupakan peningkatan jumlah dan ukuran
sedangakanperkembangan menitikberatkan pada perubahan yang terjadi secara
bertahap dan tingkatyang paling rendah dan kompleks melalui proses maturasi dan
pembelajaran (Whalex danWone, 2000).
Tumbuh kembang adalah suatu proses, dimana seseorang anak tidak
hanyatumbuh menjadi besar tetapi berkembang menjadi lebih terampil yang
mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit
dipisahkan
a. Pertumbuhan (Growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalalm julmla
besar,ukuran/dimensi, tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur berat,
panjang,umur tulang dan keseimbangan elektrolit.
b. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola teratur dan dapat diramalkan
sebagaihasil antara lain proses pematangan termasuk perkembangan emosi,
intelektual, dantingkah laku sebagai hasil dengan lingkungan.
Untuk terciptanya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi
biologis, psikososial, dan perilaku yangmerupakan proses yang unik dan
hasil akhir berbeda- beda yang memberi ciritersendiri pada setiap anak.
2. Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu
mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu:
a. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai
maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
b. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang
yang berlainan organ-organ.
c. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi kecepatannya
berbeda antara anak satu dengan lainnya.
d. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf
e. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas.
f. Arah perkembangan anak adalah cephalocaudal.
g. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum
gerakan volunter tercapai.
Yang perlu di ingat mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak adalah setiap
anak adalah individu yang unik, karena adanya faktor bawaan dan lingkungan yang
berbeda, maka pertumbuhan dan pemcapaiannya kemampuan dalam perkembangnya
juga berbeda. Tetapi akan tetap menuruti patokan umum.
3. Prinsip– Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
Prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses
perubahan alamiah yang teratur, universal, dan berkesinambungan, yang dimaksud
dengan perubahan yang teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan
normal mengikuti tata urutan yang saling berkaitan. prinsip dasar pertumbuhan dan
perkembangan adalah sebagai berikut :
a. Perkembangan merupakan hal yang teratur dan mengikuti rangkaian tertentu
b. Perkembangan merupakan sesuatu yang terarah dan berlangsung terus dalan cara
sebagai berikut :
1) Cephalocaudal, pertumbuhan berlangsung dari kepala ke arah bawah dari
bagian tubuh.
2) Proximosdital, perkembangan berlangsung terus dari daerah pusat (proksimal)
tubuh ke arah luar.
3) Differentiation, ketika perkembangan berlangsung terus dari hal yang mudah
ke arah yang lebih kompleks.
a. Perkembangan merupakan hal yang kompleks. Dapat diprediksi, terjadi dengan
pola yang konsisten dan kronologis.
b. Perkembangan merupakan hal yang unik untuk individu dan untuk potensi
genetik, dan setiap individu cenderung untuk mencari potensi maksimum
perkembangan.
c. Perkembangan terjadi melalui konflik dan adaptasi, dan aspek yang berbeda
berkembang pada waktu yang berbeda, menciptakan periode dari keseimbangan
dan ketidakseimbangan.
d. Perkembangan meliputi tantangan bagi individu dalam bentuk tugas yang pasti
sesuai umur kemampuan.
e. Tugas perkembangan membutuhkan praktik dan tenaga, fokus perkembangan ini
berbeda sesuai dengan setiap tahap perkembangan dan tugas yang dicapai.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang
a. Faktor keturunan (herediter)
Merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbang anak melalui
instruksi genetik dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan, gangguan
pertumbuhan selain disebabkan oleh kelainan kromosom (contoh: sindrom Down,
sindrom Turner) juga disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang memadai.
1) Seks: kecukupan dan perkembangan pada anak laki-laki berbeda dengan
perempuan
2) Ras: ras/suku nbangsa dapat mempengaruhi tumbang anak, beberapa suku
bangsa memiliki karakteristik.
b. Faktor lingkungan
1) Lingkungan internal
- Intelegensi
Pada umumnya intelegensi tinggi, perkembangannya lebih baik
dibandingkan jika intelegensi rendah.

- Hormon
Ada 3 hormon yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu
somatotropik untuk pertumbuhan tinggi badan terutama pada masa kanak-
kanak, hormon tiroid menstimulasi pertumbuhan sel inerstitiil testis,
memproduksi testosterone dan ovarium, memproduksi estrogen yang
mempengaruhi perkembangan alat reproduksi
- Emosi
Hubungan yang hangat dengan orang tua, saudara, teman sebaya serta guru
berpengaruh terhadap perkembangan emosi, sosial, intelektual anak, cara
anak berinteraksi dengan keluarga akan mempengaruhi interaksi anak di
luar rumah.
c. Lingkungan eksternal
 Kebudayaan
Budaya keluarga/masyarakat mempengaruhi bagaimana anak
mempersepsikan dan memahami kesehatan berperilaku hidup sehat.
 Status sosial ekonomi
Anak yang berbeda dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sosial
ekonomi yang rendah serta banyak punya keterbatasan untuk memenuhi
kebutuhan primernya.
 Nutrisi
Untuk tumbang anak secara optimal memerlukan nutrisi adekuat yang
didapat dari makanan bergizi.
 Iklim/cuaca
Iklim tertentu dapat mempengaruhi status kesehatan anak.
 Olahraga/latihan fisik
Olahraga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan psikososial
anak.
 Posisi anak dalam keluarga
Posisi anak sebagai anak tunggal, sulung, anak tengah, anak bungsu akan
mempengaruhi pola anak setelah diasuh dan dididik dalam keluarga.
5. Teori Tumbuh Kembang
a. Teori Tumbuh Kembang Sigmund Freud
Freud membagi perkembangan menjadi 5 tahap, yang secara berurut dapat dilalui
oleh setiap individu dalam perkembangan menuju kedewasaan.
1) Fase Oral : 0 – 1 tahun
2) Keuntungan: kepuasaan/kebahagian terletak pada mulut (mengisap,
menelan, memainkan bibir, makan, kenyang, dan tidur.)
3) Kerugian: menggigit, mengeluarkan air liur, marah, menangis jika tidak
terpenuhi.
4) Fase Anal: 1 – 3 tahun
5) Keuntungan: belajar mengontrol pengeluaran BAB dan BAK, senang
melakukan sendiri
6) Kerugian: jika tidak dapat melakukan dengan baik.
7) Fase Falik: 3 – 6 tahun
8) Dekat dengan orang tua lawan jenis
9) Bersaing dengan orang tua sejenis
10) Fase Laten: 6 – 12 tahun
11) Orientasi social keluar rumah
12) Pertumbuhan intelektual dan social
13) Banyak teman dan punya group
14) Impuls agresivitas lebih terkontrol
15) Fase genital
16) Pemusatan seksual pada genital
17) Penentuan identitas
18) Belajar tidak tergantung pada orang tua
19) Bertanggung jawab pada diri sendiri
20) Intim dengan lawan jenis.
21) Keuntungan: bergrup
22) Kerugian: konflik diri,ambivalen.
1. Teori tumbuh Kembang Erik Erickson
Erik H. Erickson mengungkapkan pendapatnya tentang teori tentang perkembangan
psikososial diantaranya:
a. Trust vs mistrust -- bayi (lahir – 12 bulan)
Anak memiliki indikator positif yaitu belajar percaya pada orang lain, tetapi selain
itu ada segi negatifnya yaitu tidak percaya, menarik diri dari lingkungan
masyarakat, dan bahkan pengasingan. Pemenuhan kepuasan untuk makan dan
menghisap, rasa hangat dan nyaman, cinta dan rasa aman itu bisa menghasilkan
kepercayaan. Pada saat kebutuhan dasar tidak terpenuhi bayi akan menjadi curiga,
penuh rasa takut, dan tidak percaya. Hal ini ditandai dengan perilaku makan, tidur,
dan eliminasi yang buruk.
b. Otonomi vs ragu-ragu dan malu (autonomy vs shame & doubt) – toddler (1-3
tahun)
Gejala positif dari tahap ini adalah kontrol diri tanpa kehilangan harga diri, dan
negatifnya anak terpaksa membatasi diri atau terpaksa mengalah. Anak mulai
mengembangkan kemandirian dan mulai terbentuk kontrol diri. Hal ini harus
didukung oleh orang tua, mungkin apabila dukungan tidak dimiliki maka anak
tersebut memiliki kepribadian yang ragu-ragu.
c. Inisiatif vs merasa bersalah (initiative vs guilt) -- pra sekolah ( 3-6 tahun)
Anak mulai mempelajari tingkat ketegasan dan tujuan mempengaruhi lingkungan
dan mulai mengevaluasi kebiasaan diri sendiri. Disamping itu anak kurang
percaya diri, pesimis, pembatasan, dan kontrol yang berlebihan terhadap aktivitas
pribadinya. Rasa bersalah mungkin muncul pada saat melakukan aktivitas yang
berlawanan dengan orang tua dan anak harus diajari memulai aktivitas tanpa
mengganggu hak-hak orang lain.
d. Industri vs inferior (industry vs inferiority) -- usia sekolah (6-12 tahun)
Anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi ketrampilan dan produksi
benda-benda serta mengembangkan harga diri melalui pencapaian, anak biasanya
terpengaruhi oleh guru dan sekolah. Anak juga sering hilang harapan, merasa
cukup, menarik diri dari sekolah dan teman sebaya.
e. Identitas vs bingung peran (identity vs role confusion) -- remaja (12 - 18 tahun)
Teman sebaya memiliki pengaruh yang sangat besar yang kuat terhadap perilaku
anak, anak mengembangkan penyatuan rasa diri sendiri, kegagalan untuk
mengembangkan rasa identitas dengan kebingungan peran,sering muncul dari
perasaan tidak adekuat, isolasi dan keragu-raguan.
6. Kebutuhan Dasar Anak
Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang yang optimal meliputi:
a. Kebutuhan Fisik – Biologis (Asuh)
Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan, seperti:
- Nutrisi: harus dipenuhi sejak anak didalam rahim. Ibu perlu memberikan
nutrisi seimbang melalui konsumsi makanan yang bergizi dan menu seimbang
- Imunisasi: anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terhindar dari
penyakit yang dapat dicegah dari imunisasi
- Kebersihan :meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah,
sekolah transportasi
- Bermain, aktivitas fisik, tidur: anak perlu bermain, melakuakn aktifitas fisik
dan tidur karena hal in dapatt merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan,
merangsang metabolisme karbohidrat, merangsang pertumbuhan dan
perkembangan
- Pelayanan kesehatan: anak perlu dipantau / diperiksa kesehatannya secara
teratur
b. Kebutuhan Kasih Sayang dan Emosi (Asih)
- Menciptakan rasa aman dan nyaman, anak merasa dilindungi
- Diperhatikan minat, keinginan, dan pendapatnya
- Diberi contoh
- Diberi dorongan / dimotivasi dan dihargai
- Dididik dengan penuh kegembiraan, melakukan koreksi dengan kegembiraan
dan kasih sayang
c. Kebutuhan Stimulasi (Asah)
Anak perlu distimulasi sejak dini untuk mengembangkan sedini mungkin
kemampuan sensorik, motorik, emosional, bicara, kognitif, kemandirian,
kreativitas, moral, dan spiritual anak. Dasar perlunya stimulasi dini:
- Milyaran sel otak dibentuksejak anak didalam kandungan usia 6 bulan
danbelum ada hubungan sel-sel otak
- Orangtua perlu merangsang hubungan sel-sel otak
- Bila ada hubungan rangsangan sel-sel otak
- Semakin banyak variasi maka hubungan antara sel-sel otak semakin kompleks
7. Periode Perkembangan Anak
Menurut Donna, L Wong (2000) perkembangan anak secara umum terdiri dari:
a. Periode prenatal
Terjadi pertumbuhan yang cepat dan sangat penting karena terjadi pembentukan
organ dan sistem organ anak, selain itu hubungan antara kondisi itu memberi
dampak pada pertumbuhannya.
b. Periode bayi
Periode ini terdiri dari neonatus (0-28 hari) dan bayi (28-12 hari). Pada periode
ini, pertumbuhan dan perkembangan yang cepat terutama pada aspek kognitif,
motorik, dan sosial.
c. Periode kanak-kanak awal
Terdiri atas usia anak 1-3 tahun yang disebut toddler dan prasekolah (3-6 tahun).
Toddler menunjukkan perkembangan motorik yang lebih lanjut pada usia
prasekolah. Perkembangan fisik lebih lambat dan menetap.
d. Periode kanak-kanak pertengahan
Periode ini dimulai pada usia 6-11 tahun dan pertumbuhan anak laki-laki sedikit
lebih meningkat daripada perempuan dan perkembangan motorik lebih sempurna.
e. Periode kanak-kanak akhir
Merupakan fase transisi yaitu anak mulai masuk usia remaja pada usia 11-18
tahun. Perkembangannya yang mencolok pada periode ini adalah kematangan
identitas seksual dengan perkembangannya organ reproduksi.
8. Perkembangan Anak Balita
Periode penting dalam tumbang anak adalah masa balita. Perkembangan
kemampuan berbahasa, kreativitas, keadaan sosial emosional, dan intelegensi
berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.
Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa-masa
ini. Sehingga setiap kelainan/penyimpangan seksual apapun, apabila tidak terdeteksi
dan tidak ditangani dengan baik maka akan mengurangi kualitas perkembangan.
Krasenburg, dkk (1981) melalui DDST (Denver Development Screening Test)
mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai
perkembangan anak balita yaitu:
a. Personal sosial (kepribadian/tingkah laku sosial)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan
berinteraksi dengan lingkungan.
b. Fine Motor Adaptif (gerakan motorik halus)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk melakukan gerakan
yang melibatkan bagian tubuh dan dilakukan otot-otot kecil memerlukan
koordinasi yang cermat, misal: keterampilan menggambar.
c. Language (bahasa)
Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah,
berbicara spontan.
d. Gross Motor (Motorik Kasar)
Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. Beberapa
“milestone” pokok yang harus diketahui dalam mengikuti taraf perkembangan
secara awal. Milestone adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak
umur tertentu, misalnya:
1) 4-6 minggu: tersenyum spontan, dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu
kemudian
2) 10-16 minggu: menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah suara
3) 20 minggu: meraih benda yang didekatkan kepadanya
4) 26 minggu: dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
5) 9-10 bulan: menunjuk dengan jari telunjuk, memegang benda dengan dengan
jari telunjuk dan ibu jari
6) 13 bulan: berjalan tanpa bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal.
Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah
Ada beberapa macam perkembangan usia pra sekolah dimulai sejak usia 2 tahun
sampai dengan usia 5 tahun.
a. Dari usia 2 sampai 3 tahun
- Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
- Membuat jembatan dengan 3 kotak
- Mampu menyusun kalimat
- Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditunjukan
kepadanya
- Menggambar lingkaran
- Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di
luar keluarganya
b. Dari usia 3 sampai 4 tahun
- Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
- Berjalan pada jari kaki
- Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
- Mengenal 2 atau 3 warna
- Bicara dengan baik
- Menyebut namanya, jenis kelamin, dan umurnya
- Banyak bertanya
- Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, sisi belakang
c. Dari usia 4 sampai 5 tahun
- Melompat dan menari
- Pandai bicara
- Dapat menghitung jari-jarinya.
- Mengenal 4 warna

B. Tanda dan Gejala


Menurut Departemen Kesehatan RI ciri anak sehat ada 9, yaitu:
1. Ciri anak sehat ia akan tumbuh dengan baik, yang dapat dilihat dari naiknya berat
dan tinggi badan secara teratur dan proporsional.
2. Tampak aktif atau gesit dan gembira.
3. Mata bersih dan bersinar.
4. Anak sehat nafsu makannya baik.
5. Bibir dan lidah tampak segar.
6. Pernapasan tidak berbau.
7. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering.
8. Ciri anak sehat lainnya, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.
9. Tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya.
Umur Perkembangan Anak
1 bulan Tangan dan kaki bergerak aktif
Kepala menoleh kesamping kanan kiri
Bereaksi terhadap bunyi lonceng
Menatap wajah ibu atau pengasuh
2 bulan Mengangkat kepala ketika tengkurap
Bersuara ooooooo........oooooo
Tersenyum spontan
3 bulan Kepala tegak ketika didudukan
Memegang makanan
Tertawa dan berteriak
Memandang tangan
4 bulan Tengkurap
Terlentang sendiri
5 bulan Meraih, menggapai sesuatu yang diberikan
Menoleh kesuara
Merah mainan
6 bulan Duduk tanpa berpegangan
Memasukan benda ke mulut
7 bulan Mengambil dengan tangan kanan ataupun kiri
Bersuara ma.ma atau pa.pa
8 bulan Berdiri berpegangan
9 bulan Menjimpit, menmbalik tangan
10 bulan Memukul mainan dengan kedua tangan
Bertepuk tangan
11 bulan Memanggil papa dan mama
Menunjuk dan meminta
12 bulan Berdiri tanpa berpegangan
Memasukan mainan ke cangkir
Bermain dengan orang lain
14 bulan Berjalan jalan
Mulai berbicara satu atau dua kata
Gigi mulai tumbuh
Dapat minum menggunakan gelas
15 bulan Berjalan
Mencoret-coret sekeliling
Berbicara dua kata
Dapat minum menggunakan gelas
1,5 tahun Lari
Menumpuk mainan
Berbicara
Makan mengunakan sendok
Menyuapi boneka
2 tahun Menendang bola
Menumpuk empat mainan
Menumpuk gambar
Melepaskan pakaian
Memakai pakaian
Menyikat gigi dengan sendirinya
2,5 tahun Melompat
Menunjuk bagian tubuh
Mencuci tangan
Mengeringkan tangan
3 tahun Menggambar garis tegak
Menyebut warna benda
Menyebut nama teman
3,5 tahun Naik sepeda roda tiga
Menggambar lingkaran
Bercerita singkat
Menyebutkan penggunaan benda
Memakai baju kaos
4 tahun Menggambat tanda tambah
Mengenakan baju tanpa bantuan

Secara sederhana, ciri anak sehat dilihat dari segi fisik, psikis dan sosialisasi adalah:
1. Dilihat dari segi fisik ditandai dengan sehatnya badan dan pertumbuhan jasmani yang
normal.
2. Segi psikis, anak yang sehat itu jiwanya berkembang secara wajar, pikiran bertambah
cerdas, perasaan bertambah peka, kemauan bersosialisasi baik.
3. Dari segi sosialisasi, anak tampak aktif, gesit, dan gembira serta mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Selain itu, tanda anak yang sehat adalah perkembanganya sesuai dengan KMS (Kartu
Menuju Sehat) atau agenda tumbuh kembang balita dari dokter jadikanlah alat untuk
memantau perkembangan balita. Bila ada penyimpangan, jangan tunda konsultasikan
dengan dokter agar segera ditangani.

C. Pohon Masalah

Resiko Keterlambatan
Perkembangan Resiko Cedera

Sedikitnya rangsangan yang Kurang Pengawasan


diterima anak dari pengasuh Orangtua

ANAK SEHAT
D. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan diagnostic untuk anak sehat adalah :
1. Pemeriksaan antropometri (BB dan TB)
2. Pemeriksaan fisik

E. Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medis untuk anak sehat :
1. Pemberian imunisasi dasar sesuai dengan waktu pemberian
a. BCG (Bacille Calmette-Guérin)
Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC),
yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini
paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus
menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang
Waktu pemberian: Sejak bayi lahir.
Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si kecil sudah lebih dari 3
bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui
apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG
baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.
b. Hepatitis B
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan
kerusakan pada hati.
Waktu pemberian: Dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1
bulan, lalu saat 3 - 6 bulan.
Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.
c. Polio
Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan.
Waktu pemberian: Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir.
Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6
bulan.
Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan
dan 5 tahun.
d. DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis)
Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan
yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang
terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang
lama).
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam
minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan.
Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12
tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.
e. Campak
Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus.
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua
diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun).
Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak
bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR
atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


A. Pengkajian Keperawatan
1. Pengkajian Identitas dan Riwayat Keperawatan
a. Identitas Anak dan/atau Orang Tua
Nama, Alamat, Telepon, Tempat dan tanggal lahir, Ras/kelompok entries, Jenis
kelamin, Agama, Tanggal wawancara.
b. Keluhan Utama (KU)
Untuk menjalani suatu imunisasi anak diharapkan dalam kondisi sehat jasmani
dan rohani karena akan dipenetrasikan antigen dalam imunisasi yang akan
memicu fungsi imunnya, namun seiring dengan kondisi anak yang rentan terhadap
kontak infeksi dari lingkungan, tidak menutup kemungkinan jika saat memasuki
jadwal imunisasi ia berada dalam kondisi sakit . Maka dari itu, perlu ditanyakan
apakah anak memiliki keluhan kesehatan baik secara langsung pada anak ataupun
orang tua/pengasuhnya beberapa saat sebelum diimunisasi. Keluhan ini dapat
dijadikan indikator apakah imunisasi harus dilanjutkan, ditunda sementara waktu,
atau tidak diberikan sama sekali.
c. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
Untuk mendapatkan semua rincian yang berhubungan dengan keluhan utama. Jika
saat ini kesehatan anak baik, riwayat penyakit sekarang mungkin tidak terlalu
menjadi acuan, akan tetapi jika anak dalam kondisi tidak sehat, hal ini dapat
dijadikan kajian lebih lanjut untuk mengetahui status kesehatan anak saat ini,
selain untuk kepentingan imunisasi, hal ini juga dapat dijadikan panduan apakah
anak harus mendapat perawatan lebih lanjut mengenai penyakitnya.
d. Riwayat kesehatan Dahulu (RKD)
Untuk memperoleh profil penyakit anak, cedera-cedera, atau pembedahan
sebelumnya yang pada kesempatan ini akan digunakan sebagai petunjuk yang
berarti dalam pemberian imunisasi. Riwayat penyakit dahulu mencangkup :
1) Riwayat kelahiran (riwayat kehamilan, persalinan, dan perinatal).
2) Penyakit, cedera atau operasi sebelumnya
3) Alergi.
4) Pengobatan terbaru.
5) Imunisasi yang pernah didapatkan anak serta pengalaman/reaksi terhadap
imunisasi yang pernah didapat sebelumnya.
6) Pertumbuhan dan perkembangan anak (Sebelum melakukan imunisasi dapat
pula dikaji pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dapat
mengidentifikasikan indikasi imunisasi serta pendidikan kesehatan yang sesuai
dengan usia serta pola perilaku anak baik ditujukan secara langsung pada anak
ataupun keluarganya).
7) Kebiasaan anak yang dapat memengaruhi kesehatannya.
e. Riwayat pengobatan keluarga
Untuk mengidentifikasi adanya faktor genetika atau penyakit yang memiliki
kecenderungan terjadi dalam keluarga dan untuk mengkaji pajanan terhadap
penyakit menular pada anggota keluarga dan kebiasaan keluarga yang dapat
memengaruhi kesehatan anak, seperti merokok dan penggunaan bahan kimia lain,
serta tingkat kewaspadaan keluarga saat anak mengalami sakit.
f. Riwayat Psikososial
Untuk memperoleh informasi tentang konsep diri anak, terutama terfokus pada
riwayat imunisasi yang pernah ia dapatkan, apabila riwayat sebelumnya
menyisakan kerisauan pada anak maka akan lebih baik jika saat imunisasi
berikutnya hal ini diperbaiki untuk mengubah konsep anak terrhadap imunisasi,
menanamkan padanya bahwa hal ini penting untuk mencegah penyakit yang
mungkin mendatanginya, serta diperlukan keterlibatan keluarga yang dapat
memberikan dukungan mental pada anaknya sehingga anak tidak risau dalam
menghadapi imunisasi.

g. Riwayat Keluarga
Untuk mengembangkan pemahaman tentang anak sebagai individu dan sebagai
anggota keluarga dan komunitas. Pengkajian juga berfokus pada sejauh mana
keluarga memahami tentang imunisasi yang akan diberikan pada anak, meliputi
jenis imunisasi, alasan diimunisasi, manfaat imunisasi, dan efek sampingnya. Hal
ini akan sangat membantu jika keluarga telah memahami pentingnya imunisasi
sebagai langkah penting yang diperlukan untuk mencegah penyakit pada anaknya.
Untuk beberapa keluarga yang belum begitu memahami imunisasi, hal ini dapat
dijadikan patokan untuk memberikan pendidikan kesehatan dalam pemahaman
terhadap imunisasi.
h. Pengkajian Nutrisi
Untuk memperoleh informasi yang adekuat tentang asupan dan kebutuhan nutrisi
anak dalam kaitannya dengan kesehatan anak saat ini sebelum ia mendapatkan
imunisasi dan dapat dijadikan bahan untuk pendidikan kesehatan pasca imunisasi
anak. Pengkajian nutrisi meliputi pengkajian terhadap asupan diet dan
pemeriksaan klinis.
i. Pengkajian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pengkajianpertumbuhan dan perkembangan anak bertujuaan mengumpulkan data-
data yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak, sehingga dengan data yang
ada, dapat diketahui mengenai keadaan anak yang dapat membantu proses
imunisasi dan juga pendidikan kesehatan seputaran imunisasi anak. Dalam
melaksanakan pengkajian atas pertumbuhan dan perkembangan anak, hal penting
yang harus diperhatikan adalah bagaimana mempersiapkan anak agar pemeriksaan
berjalan lancar. Sebelum melakukan pengkajian, prinsip-prinsip yang perlu di
perhatikan dan dapat diterapkan di lapangan adalah:
1) Lingkungan/ruangan pemeriksaan tidak menakutkan, misalnya memberikan
warna dinding netral, cukup ventilasi, menjauhkan peralatan yang menakutkan
bagi anak, dan menyediakan makanan.
2) Sebelum pengkajian sebaiknya disediakan waktu untuk bermain agar anak
menjadi kooperatif. Dalam hal ini, bukan berarti mengabaikan tugas utama,
tetapi untuk pendekatan agar anak tidak takut sehingga memudahkan
pemeriksaan.
3) Pemeriksaan dapat dimulai dari bagian tubuh yang mudah dan tidak
menakutkan anak.
4) Jika ada beberapa anak, mulailah dengan anak yang kooperatif sehingga akan
mengurangi rasa takut dari anak yang lain.
5) Libatkan anak dalam proses pemeriksaan. Kita bisa menjelaskan pada anak
mengenai hal-hal yang perlu dilakukan pada dirinya. Apabila mungkin, beri
kesempatan anak untuk membantu proses pemeriksaan.
6) Buat posisi pemeriksaan senyaman mungkin. Anak dapat berbaring di
pangkuan orang tua.
7) Berikan pujian kepada anak yang kooperatif. Hal ini dapat merangsang anak
yang lain agar tidak takut untuk diperiksa.
8) Berikan pujian pada orang tua apabila anak maju dan ibunya mengetahui
nasehat petugas.
Prinsip-prinsip tersebut hendaknya dipahami oleh setiap perawat sehingga
memudahkannya dalam melaksanakan pemeriksaan dan meminimalkan kecemasan
pada anak. Setelah memahami prinsip-prinsip ini, berikutnya adalah melakukan
pengkajian pada anak. Hal-hal yang perlu dikaji adalah
a. Riwayat Pranatal
Perlu ditanyakan pada ibu apakah ada tanda-tanda resiko tinggi saat hamil, seperti
terinfeksi TORCH, berat badan tidak naik, preeksklamsi, dan lain-lain, serta
apakah ehamilannya dipantau berkala. Kehamilan risiko tinggi yamg tidak
ditangani dengan benar dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Dengan
mengetahui riwayat prenatal maka keadaan anaknya dapat diperkirakan.
b. Riwayat Kelahiran
Perlu ditanyakan pada ibu mengenai cara kelahiran anaknya, apakah secara
normal, dan bagaimana keadaan anak sewaktu lahir. Anak yang dalam kandungan
terdeteksi sehat, apabila kelahirannya mengalami gangguan (cara kelahiran
dengan tindakan seperti forceps, partuss lama, atau kasep), maka gangguan
tersebut dapat mempengaruhi keadaan tumbuh kembang anak.
c. Pertumbuhan Fisik
Untuk menentukan keadaan pertumbuhan fisik anak, perlu diperlakukan
pengukuran antropometri dan pemeriksaan fisik. Sebagaimana dalam pembahasan
sebelumnya, pengukuran antropometri yang sering digunakan di lapangan untuk
memantau tumbuh kembang anak adalah TB, BB, dan lingkar kepala. Sedangkan
lingkar lengan dan lingkar dada baru digunakan bila dicurigai adanya gangguan
pada anak. Apabila petugas akan mengkaji pertubuhan fisik anak, maka petugas
tersebut cukup mengukur BB, TB, dan lingkar kepala. Meskipun tidak semua
ukuran antropometri digunakan, berikut ini akan dijelaskan cara pengukuran dari
masing-masing ukuran antropometri:
1) Berat Badan (BB)
Untuk menentukan berat badan anak, hal yang perlu diperhatikan adalah
sebagai berikut:
- Pengukuran dilakukan dengan memakai alat timbangan yang telah ditera
(distandardisasi/dikalibrasi) secara berkala. Timbangan yang digunakan
dapat berupa dacin atau timbangan injak.
- Untuk menimbang anak yang berusia kurang 1 tahun, maka hal tersebut
dilakukan dengan posisi berbaring. Untuk anak yang berusia 1-2 tahun,
dilakukan dengan posisi duduk dengan menggunakan dacin. Untuk anak
yang berusia lebih dari 2 tahun, penimbangan berat badan dapat dilakukan
dengan posisi berdiri.
Sedangkan cara pengukuran berat badan anak adalah:
- Lepas pakaian yang tebal pada bayi dan anak saat pengukuran. Apabila
perlu, cukup pakaian dalam saja.
- Tidurkan bayi pada meja timbangan. Apabila menggunakan timbangan
dacin, masukkan anak dalam gendongan, lalu kaitkan gendongan ke
timbangan.
Sedangkan apabila dengan berdiri, ajak anak untuk berdiri di atas timbangan
injak tanpa dipegangi.
- Ketika menimbang berat badn bayi, tempatkan tangan petugas di atas
tubuh bayi (tidak menempel) untuk mencegah bayi jatuh saat ditimbang.
- Apabila anak tidak mau ditimbang, ibu disarankan untuk menimbang berat
badannya lebih dulu, kemudian anak digendong oleh ibu dan ditimbang.
Selisih antara berat badan ibu bersama anak dan berat badan ibu sendiri
menjadi berat badan anak. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat rumus
berikut.
BB anak = (BB ibu dan anak) – BB ibu
- Tentukan hasil timbangan sesuai dengan jarum penunjuk pada timbangan
- Selanjutnya, tentukan posisi berat badan anak sesuai dengan standar yang
berlaku, yaitu apakah status gizi anak normal, kurang, atau buruk. Untuk
menentukan berat badan ini juga dapat dilakukan dengan melihat pada
kurva KMS, apakah berat badan anak berada pada kurva berwarna hijau,
kuning, atau merah.
2) Tinggi Badan (TB)
Untuk menentukan tinggi badan, carapengukurannya dikelompokkan menjadi
untuk usia kurang dari 2 tahun dan usia 2 tahun atau lebih. Pengukuran tinggi
badan pada anak usia kurang dari 2 tahun adalah sebagai berikut:
- Siapkan papan atau meja pengukur. Tidak ada, dapat digunakan pita
pengukur (meteran).
- Baringkan anak terlentang tanpa bantal (supinasi), luruskan lutut sampai
menempel pada meja (posisi ekstensi).
- Luruskan bagian puncak kepala dan bagian bawah kaki (telapak kaki tegak
lurus dengan meja pengukur), lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera.
- Apabila tidak ada papan pengukur, hal ini dapat dilakukan dengan cara
memberi tanda pada tempat tidur (tempat tidur harus rata/datar) berupa
garis atau titik pada bagian puncak kepala dan bagian tumit kaki bayi. Lalu
ukur jarak antara kedua tanda tersebut dengan pita pengukur.
Sedangkan cara pengukuran tinggi badan pada anak usia 2 tahun atau lebih
adalah sebagai berikut:
- Tinggi badan diukur dengan posisi berdiri tegak, sehingga tumit rapat,
sedangkan bokong, punggung, dan bagian belakang kepala berada dalam
satu garis vertikal dan menempel pada alat pengukur.
- Tentukan bagian atas kepala dan bagian kaki menggunakan sebilah papan
dengan posisi horizontal dengan bagian kaki, lalu ukur sesuai dengan skala
yang tertera.
3) Lingkar Kepala
Ukuran kepala dinyatakan normal bila berada di antara batas tertinggi dan
terendah dari kurva lingkar kepala. Bila ukuran kepala berada di atas kurva
normal, berarti ukuran kepala besar (macrocephali), sedangkan bila ukuran
kepala di bawah kurva normal, berarti ukuran kepala kecil (microcephali).
Kurva lingkar kepala ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
Adapuncara pengukuran lingkar kepala:
- Siapkan pita pengukur (meteran)
- Lingkarkan pita pengukur pada daerah glabella (frontalis) atau supraorbita
bagian antrior menuju oksiput pada bagian posterior kemudian tentukan
hasilnya
- Cantumkan hasil pengukuran pada kurva lingkar kepala

4) Lingkar Lengan Atas (LILA)


Meskipun pengukuran lila jarang dilakukan, namun cara pengukurannya perlu
diketahui:
- Tentukan lokasi lengan yang akan diukur. Pengukuran dilakukan pada
lengan bagian kiri, yaitu pertengahan pangkal lengan dengan siku.
Pemilihan lengan kiri tersebut dengan pertimbangan bahwa aktivitas
lengan kiri lebih pasif dari pada lengan kanan, sehingga ukurannya lebih
stabil.
- Lingkarkan alat pengukur pada lengan bagian atas (dapat digunakan pita
pengukur). Hindari penekanan pada lengan yang diukur saat pengukuran.
- Tentukan besar lingkar lengan sesuai dengan angka yang tertera pada pita
pengukur.
- Catat hasil pengukuran pada Kartu Menuju Sehat (KMS) atau status anak.
5) Lingkar Dada
Sebagaimana lingkar lengan atas, pengukuran lingkar dada jarang dilakukan.
Pengukurannya dilakukan pada saat bernapas biasa (mid respirasi) pada tulang
Xifoidius (incisura subternalis). Pengukuran lingkar dada ini dilakukan dengan
posisi berdiri pada anak yang lebih besar, sedangkan pada bayi dengan posisi
berbaring. Cara pengukuran lingkar dada adalah sebagai berikut:
- Siapkan pita pengukur
- Lingkarkan pita pengukur pada daerah dada.
- Catat hasil pengukuran pada KMS anak atau kartu yang disediakan.
d. Pemeriksaan fisik
Meskipun pemeriksaan fisik tidak dilakukan apabila dilapangkan, namun petugas
perlu mengetahui bahwa pemeriksaan fisik perlu dilakukan agar keadaan anak
dapat diketahui secara keseluruhan. Pemeriksaan fisik dapat dimulai dari rambut,
kepala, leher, dada, perut, genetalia, ekstremitas. Selain itu, tanda-tanda vital dan
keadaan umum perlu dikaji. Pemeriksaan fisik pada pertumbuhan dan
perkembangan ini adalah sama seperti cara pemeriksaan fisik pada bayi dan anak.
Oleh karena itu, pemeriksaan fisik tidak dibahas secara khusus pada bagian ini.
e. Perkembangan anak
Untuk mengkaji keadaan perkembangan anak, dapat digunakan buku Pedoman
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Dari pedoman ini dapat diketahui
mengenai keadaan perkembangan anak saat ini, apakah anak berada dalam
keadaan normal, meragukan, atau memerlukan rujukan. Apabila anak memerlukan
pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dilakukan DDST.
f. Data lain
Yang termasuk data lain adalah pola makan, pola aktivitas anak, data penunjang
lainnya, seperti pemeriksaan laboratorium, serta data yang diperlukan terutama
apabila anak berada di klinik.
g. Data Kebutuhan Bio-Psiko-Sosio dalam sehari-hari
a. Bernafas
Pada pola ini, kaji anak mengenai :
1) Apakah anak mengalami kesulitan bernafas ?
Jika iya apa kesulitan yang dirasakan ?
2) Bagaimana suara napas anak ?
b. Makan dan Minum
Pada pola ini kaji anak mengenai :
Pada bayi :
1) Berapa kali sehari anak diberikan ASI ?
2) Sampai umur berapa anak diberikan ASI ?
3) Apakah ada makanan pendamping ASI ?
Jika ada makanan apa yang diberikan ?
4) Umur berapa mulai diberikan makanan cair (air buah/sari buah) ?
5) Umur berapa diberikan bubur susu ?
6) Umur berapa anak mulai diberi nasi tim saring ?
7) Umur berapa anak diberi nasi tim ?
8) Berapa kali sehari anak diberi makan ?
Pada anak-anak :
1) Bagaimana nafsu makan anak sehari-hari ?
2) Apa jenis makanan pokok, lauk, sayuran, dan jenis buah anak ?
3) Apakah anak memiliki kebiasaan jajan ?
c. Eliminasi (BAB/BAK)
Pada pola ini kaji anak mengenai :
1) Apakah anak bisa memberitahu jika ingin BAB/BAK ?
2) Apakah anak melakukan BAB/BAK sendiri/ditolong ?
3) Berapakali anak BAB/BAK dalam sehari ?
4) Bagaimana bau, warna, dan konsistensi feses dan urine anak ?

d. Aktifitas
Pada pola ini kaji anak mengenai :
1) Apakah anak suka bermain ?
2) Apa permainan yang disukai anak ?
3) Apakah anak memiliki teman bermain ?
4) Apa mainan yang dimiliki anak ?
e. Rekreasi
Pada pola ini kaji anak mengenai :
1) Apakah anak pernah/jarang/sering melakukan rekreasi ?
2) Jenis rekreasi apa yang disukai anak ?
f. Istirahat dan Tidur
Pada pola ini kaji anak mengenai :
1) Bagaimana kebiasaan istirahat anak ?
2) Bagaimana kebiasaan tidur anak (mencuci kaki sebelum tidur,
mengompol, mengorok, mengigau, sering terjaga atau kebiasaan tidur
lain)?
3) Jam berapa anak mulai tidur malam dan bangun pagi ?
4) Apakah anak tidur sendiri atau ditemani?
5) Apakah anak biasa tidur siang ? berapa jam ?
g. Kebersihan Diri
Pada pola ini kaji anak mengenai:
1) Apakah anak mandi sendiri atau dibantu ?
2) Dimana anak mandi ?
3) Dikeringkan dengan handuk atau tidak ?
4) Apakah anak gosok gigi sendiri atau ditolong ?
5) Kapan anak menggosok gigi ? apakah menggunakan pasta gigi ?
h. Pengaturan Suhu Tubuh
Pada pola ini kaji anak mengenai pengaturan suhu tubuhnya
i. Rasa Nyaman
Pada pola ini kaji anak apakah anak mengalami nyeri atau tidak
j. Rasa Aman
Pada pola ini kaji anak apakah anak mengalami ketakutan atau kecemasan
k. Belajar (anak dan orang tua)
Pada pola ini kaji anak dan orangtua mengenai pengetahuan tentang
mkanan, kesehatan lingkungan, personal hygiene, tumbuh kembang anak
l. Prestasi
Pada pola ini kaji anak mengenai apa kepandaiannya sekarang dan apa
prestasi yang dimiliki anak
m. Hubungan Sosial Anak
Pada pola ini kaji anak mengenai hubungan anak dengan inter keluarga
(hubungan paling dekat, orang yang dominan, orang yang disegani,
hubungan, komunikasi anak dan orang tua, serta anggota keluarga lain)
n. Melaksanakan Ibadah
Pada pola ini kaji anak mengenai bagaimana kebiasaan sembahyang anak
dan bantuan yang diperlukan Selama anak sakit

B. Diagnosis Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi ditandai dengan merasa
khawatir dan bingung dengan tumbuh kembang anak
2. Kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditandai dengan mengekspresikan
keinginan untuk meningkatkan peran menjadi orang tua, tampak adanya dukungan
emosi dan pengertian pada anak dan anggota keluarga.
3. Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan ditandai dengan mengekspresikan
keinginan untuk mengelola masalah kesehatan dan pencegahanannya.
C. Rencana Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
1 Ansietas (D.0080) berhubungan Setelah dilakukan asuhan keperawatan Reduksi ansietas (I. 09314)
dengan : selama…………... diharapkan Observasi
o Krisis situasional o Identifikasi saat tingkat ansietas berubah
o Kebutuhan tidak terpenuhi Tingkat ansietas (L.09093) menurun, dengan (mis. kondisi, waktu, stressor)
o Krisis maturasional kriteria hasil : o Identifikasi kemampuan mengambil
o Ancaman terhadap konsep diri o Verbalisasi kebingungan menurun keputusan
o Ancaman terhadap kematian o Verbalisasi khawatir akibat kondisi yang o Monitor tanda-tanda ansietas (verbal dan non
o Kekhawatiran mengalami
dihadapi menurun verbal
kegagalan o Prilaku gelisah menurun Terapeutik
o Disfungsi sistem keluarga o Prilaku tegang menurun o Ciptakan suasana terapiutik untuk
o Hubungan orang tua/anak tidak
menumbuhkan kepercayaan
memuaskan Tingkat pengetahuan (L.12111) meningkat, o Temani pasien untuk mengurangi kecemasan,
o Fakor keturunan (tempramen
dengan kriteria hasil : jika memungkinkan
mudah teragitasi sejak lahir) o Prilaku sesuai anjuran meningkat o Pahami situasi yang membuat ansietas
o Penyalahgunaan zat
o Verbalisasi minat dalam belajar meningkat o Dengarkan dengan penuh perhatian
o Terpaapr bahaya lingkungan
o Kemampuan menjelaskan pengetahuan o Gunakan pendekatan yang tenang dan
(misalnya, toksin, polutan, dan
tentang suatu topik meningkat meyakinkan
lain-lain) o Prilaku sesuai dengan pengetahuan o Tempatkan barang pribadi yang memberikan
o Kurang terpapar informasi
meningkat kenyamanan
Gejala dan tanda mayor
o Pertanyaan tentang nasalah yang dihadapi o Motivasi mengidentifiaksi sirtuasi yang
Subjektif:
o Merasa bingung menurun memicu kecemasan
o Merasa khawatir dengan akibat o Persepsi yang keliru terhadap masalah o Diskusikan perencanaan realistis tentang
dari kondisi yang dihadapi menurun peristiwa yang akan datang
o Sulit berkonsentrasi Edukasi
Objektif: o Jelaskan prosedur, termasuk sensasi yang
o Tampak gelisah mungkin dialami
o Tampak tegang o Informasikan secara factual mengenai
o Sulit tidur diagnosis, pengobatan, dan prognosis
Gejala dan tanda minor o Anjurkan keluarga untuk tetap bersama
Subjektif: pasien, jika perlu
o Mengeluh pusing o Anjurkan melakukan kegiatan yang tidak
o Anorexia kompetitif, sesuai kebutuhan
o Palpitasi o Anjurkan mengungkapkan perasaan dan
o Merasa tidak berdaya
persepsi
Objektif: o Latih kegiatan pengalihan untuk mengurangi
o Frekuensi nafas meningkat
ketegangan
o Frekuensi nadi meningkat
o Latih penggunaan mekanisme pertehanan diri
o Tekanan darah meningkat
o Diaphoresis yang tepat
o Latih teknik relaksasi
o Tremor
Kolaborasi
o Muka tampak pucat
o Kolaborasi pemberian obat anti ansietas, jika
o Suara bergetar
o Kontak mata buruk perlu
o Sering berkemih
o Berorientasi pada masa lalu Konseling (I.10334)
Kondisi klinis terkait Observasi
o Penyakit kronis progresif (missal, o Identifikasi kemampuan dan beri penguatan
o Identifikasi prilaku keluarga yang
kanker, penyakit autoimun)
o Penyakit akut mempengaruhi pasien
o Hospitalisasi Terapiutik
o Rencana operasi o Bina hubungan terapiutik berdasarkan rasa
o Kondisi diagnosis penyakit belum percaya dan penghargaan
jelas o Berikan empati, kehangatan, dan kejujuran
o Penyakit neurologis o Tetapkan tujuan dan lama hubungan
o Tahap tumbuh kembang konseling
o Berikan prifasi dan pertahankan kerahasiaan
o Berikan penguatan terhadap keterampilan
baru
o Fasilitasi untuk mengidentifikasi masalah’
Edukasi
o Anjurkan mengekspresikan perasaan
o Anjurkan membuat daftar alternative
penyelesaian masalah
o Anjurkan pengembangan keterampilan baru,
jika perlu
o Anjurkan menganti kebaisaan maladaptive
dengan ngan adaptif
o Anjurkan untuk menunda pengambilan
keputusan saat stres

2 Kesiapan peningkatan menjadi Setelah diberikan asuhan Promosi antisipasi keluarga (I.12466)
orang tua d.d gejala dan tanda keperawatan selama ............... Observasi :
Mayor : maka, o Identifikasi kemungkinan krisis situasi atau masalah
perkembangan serta dampaknya pada kehidupan
Subyektif Peran menjadi orang tua pasien dan keluarga
o Mengekspresikan keinginan (L.13120) membaik, kriteria o Identifikasi metoda pemecahan masalah yang sering
untuk meningkatkan peran hasil : digunkan keluarga
menjadi orang tua o Perilaku positif menjadi Terapiutik :
Obyektif orang tua meningkat o Fasilitasi dalam memutuskan strategi pemecahan
o Tampak adanya dukungan o Interaksi perawatan bayi masalah yang dihadapi keluarga
emosi dan pengertian pada meningkat o Libatkan seluruh anggota keluarga dalam upaya
anak atau anggota keluarga o Kebutuhan fisik anak antisipasi masalah kesehatan
Minor : terpenuhi meningkat o Lakukan kunjungan kepada keluarga secara berkala
Subyektif o Keinginan meningkatkan o Buat jadwal aktivitas bersama keluarga terkait masalah
o Anak atau anggota keluarga peran menjadi orang tua kesehatan yang dihadapi
meningkat Edukasi :
lainnya mengespresikan o jelaskan perkembangan dan prilaku normal pada kepa
kepuasan dengan lingkungan
Keamanan lingkungan keluarga
rumah
o Anak atau anggota keluarga rumah (L.14126) meningkat, Kolaborasi :
kriteria hasil : o Kerjasama dengan tenaga kesehatan terkait lainnya
mengungkapkan harapan yang
o Pemeliharaan rumah
realistis Promosi pengasuhan (I.13495)
Obyektif neningkat
Observasi :
o Kebersihan hunian
o Kebutuhan fisik dan emosi o Identifikasi keluarga risiko tinggi dalam keluarga
meningkat
anak atau anggota keluarga dalam program tindak lanjut
o Keamanan kunci pada
terpenuhi o Monitor status kesehatan anak dan status imunisasi
pintu meningkat
anak
o Keamanan kunci pada
Terapiutik :
jendela meningkat
o Keamanan area bermain o Dukung ibu menerima dan melakukan perawatan
anak meningkat prenatal secara teratur dan sedini mungkin
o Pemeliharaan peralatan o Lakukan kunjungan rumah sesuai dengan tingkat
rumah meningkat risiko
o Fasilitasi orang tua dalam memiliki harapan yang
Tingkat pengetahuan realistis sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan
(L.12111) meningkat, kriteria anak
hasil : o Fasilitasi orang tua dalam menerima transisi peran
o Prilaku sesuai anjuran o Berikan bimbingan antisipasi yang diperlukan sesuai
meningkat dengan tahapan usia perkembangan anak
o Kemampuan menjelaskan o Fasilitasi orang tua dalam mengidentifikasi tempramen
pengetahuan tentang suatu unik bayi
topik meningkat o Tingkatkan iteraksi orangtua-anak dan berikan contoh
o Kemampuan o Fasilitasi orang tua orang dalam mendapat dukungan
menggambarkan dan berpartisifasi dalam parent grup program
pengalaman sebelumnya o Fasilitasi orang tua dalam mengembangkan dan
yang sesuai dengan topik memelihara sistem dukungan sosial
meningkat o Sediakan media untuk menembangkan keterampilan
o Perilaku sesuai dengan pengasuhan
pengetahuan meningkat o Fasilitasi orang tua mengembangkan keterampilan
sosail dan koping
o Fasilitasi mengatur penitipan anak
Edukasi :
o Ajarkan orang tua untuk menanggapi isyarat bayi
3 Kesiapan peningkatan manajemen Setelah diberkan asuhan Bimbingan Antisipatif (I.12359)
kesehatan d.d gejala dan tanda keperawatan selama................ Observasi
Mayor : maka, o Identikasi kemungkinan perkemabnagn atau krisis situasional
Subyektif Manajemen kesehatan yang akan terjadi serta dampaknya pada individu dan kelaurga
o Mengespresikan keinginan untuk (L.12104) meningkat, kriteria Terapiutik
mengelola masalah kesehatan dan hasil : o Fasilitasi menyesuaikan diri dengan perubahan peran
pencegahannya o Melakukan tindakan o Jadwalkan kunjungan pada setiap tahap perkembangan atau
Obyektif untuk mengurangi faktir sesuai kebutuhan
o Pilihan hidup sehari hari tepat untuk risiko meningkat o Jadwalkan tindak lanjut untuk memantau atau memberi
memenuhi tujuan program kesehatan o Menerapkan program dukungan
Minor : perawatan meningkat o Berikan refernsi baik cetak ataupun elektroik seperti materi
Subyektif o Aktivitas hidup sehari pendidikan, pamphlet
o Mengespresikan tidak adanya hari efektif memenuhi Edukasi
hambatan yang berarti dalam tujuan kesehatan o Jelaskan perkembangan dan prilaku normal
mengintegrasikan program yang meningkat o Informasikan harapan yang realistis terkait prilaku pasien
ditetapkan untuk mengatasi masalah Kolaborasi
Pemeliharaan kesehatan o Rujuk ke lembaga pelayanan mesyarakat
kesehatan
(L.12106) meningkat, kriteria
o Menggambarkan berkurangnya faktor
hasil : Edukasi Kesehatan (I.12383)
risiko terjadinya masalah kesehatan
o Menunjukan prilaku
Obyektif Observasi
adaftif meningkat
o Tidak ditemukan adanya gejala o Menunjukan pemahaman o Identiviaksi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
masalah kesehatan atau penyakit yang o Identifiaksi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan
prilaku sehat meningkat
tidak terduga menurunkan motivasi prilaku hidup bersih dan sehat
o Kemampuan menjalankan
Terapiotik
prilaku sehat meningkat
o Menunjukan minat o Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
o Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
meningkatkan prilaku
o Berikan kesempatan untuk bertanya
sehat meningkat

Perilaku kesehatan Edukasi


(L.12107) membaik, kriteria o Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
o Ajarkan prilaku hidup bersihd dan sehat
hasil :
□ Penerimaan terhadap o Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
perubahan status prilaku hidup bersih dan sehat
kesehatan meningkat
□ Kemampuan melakukan Identifikasi Risiko (I.14502)
tindakan pencegahan Observasi
masalah kesehatan o Identifikasi risiko bilogis, lingkunagan dan prilaku
meningkat o Identifikasi risiko baru sesuai perencanaan yang telah
□ Kemampuan peningkatan ditetapkan
kesehatan meningkat Terapiotik
□ Pencapaian pengendalian o Tentukan metode pengelolaan risiko yang baik dan ekonomis
kesehatan meningkat o Lakukan pengelolaan risiko secara efektif
o Buat perencaaan tindakan yang memiliki timeline dan
Tingkat pengetahuan
penanggungjawab yang jelas
(L.12111) meningkat, kriteria o Dokumentasikan temuan risiko secara akurat
hasil :
o Prilaku sesuai anjuran Manajemen Prilaku (I.12463)
meningkat Observasi :
o Kemampuan menjelaskan
o Identifiaksi harapan untuk mengendalikan prilaku
pengetahuan tentang
Terapiutik :
suatu topik meningkat
o Diskusikan tanggungjawa terhadap prilaku
o Kemampuan
o Jadwalkan kegiatan terstruktur
menggambarkan
o Beri penguatan posotif terhadap keberhasilan mengenadalikan
pengalaman sebelumnya
prilaku
yang sesuai dengan topik o Cegah prilaku pasif dan agresif
meningkat o Lakukan pengekangan fisik sesuai indiaksi
o Perilaku sesuai dengan
Edukasi
pengetahuan meningkat
o Informasikan keluarga bahwa keluarga sebagai dasar
pembentukan kognitif
Penentuan tujuan bersama (I.12464)
Observasi
o Identifikasi tujuan-tujuan yang akan dicapai
o Identifikasi cara mencapai tujuan
Terapiotik
o Nyatakan tujuan dengan kalimat positif dan jelas
o Diskusikan pengembangan rencana untuk ememnuhi tujuan
o Priotitaskan oaktifitas yang dapat membantu mencapai tujuan
o Fasilitasiu dalam mengidentifikasi hasil yang diharapkan
untuk setiap tujuan
o Diskusikan indicator pengukuran untuk setiap tujuan
o Tetapkan evaluasi secara periodik untuk menilai kemajuan
sesuai tujuan
Edukasi
o Anjurkan mengembangkan harapan realistis
o Anjurkan mengidentifikasi nilai dan sistem kepercayaan saar
menetapkan tujuan
o Anjurkan mengidentifikasi tujuan realistis dan dapat dicapai
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 2012. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang


Balita. Jakarta: Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat.
Hidayat, A.Z. 2011. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan
Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Kusumo, Elvina Lim. 2015. Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun.
http://indonesiamontessori.com/tumbuh-kembang-milestones-anak-usia-0-5-
tahun/. Diakses pada 05 Desember 2016
Soetjiningsih. 2014. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Sulisnadewi, N.L.K. 2019. Modul Praktik Profesi Ners Mata Kuliah Keperawatan
Anak Mahasiswa Prodi ners Angkatan I. Denpasar : Politekknik Kesehatan
Denpasar Jurusan Keperawatan
Tribun News. 2013. Apa Sih Tumbuh Kembang Anak Itu.
http://www.tribunnews.com/kesehatan/2013/04/04/apa-sih-tumbuh-
kembang-anak-itu. Diakses pada 05 Desember 2016
Tumbuh Kembang. 2015. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).
https://tumbuhkembang.info/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-
kpsp/. Diakses pada 05 Desember 2016
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Sandar Diagnosis Keperawatan Indonesia
Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2017. Sandar Luaran Keperawatan Indonesia
Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2017. Sandar Intervensi Keperawatan Indonesia
Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI
Bangli, September 2019

Mengetahui, Mahasiswa

Clinical Instructure/ CI

(……………………………………) (Ni Wayan Linsa Mirawati Galuh)


NIP: NIM.P07120319079

Mengetahui
Clinical Teacher/CT

(…………………………….………………)
NIP:

Anda mungkin juga menyukai