Anda di halaman 1dari 9

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Fast Food dan

Junk Food
1. Definisi junk food dan fast food

Jadi sebenarnya junk food bukan sinonim dari fast food, Guys! Junk food merupakan
sekelompok makanan rendah gizi alias minim nutrisi, meliputi vitamin, protein, dan mineral.
Sedangkan, fast food cenderung pada cara penyajiannya, yakni istilah untuk makanan yang
dihidangkan dengan cepat.

Baik makanan bergizi maupun tidak, kalau bisa didapat dalam waktu singkat berarti masuk
dalam kategori fast food. Hal ini juga dijelaskan oleh ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor,
Ali Khomsan.

"Banyak yang beranggapan semua makanan yang tersedia di McDonal's itu junk food. Kalau
fast food, iya, tapi belum tentu seluruhnya junk food," tutur Ali saat dihubungi IDN Times,
Jumat, (04/05).

Dia mencontohkan burger. Meski memang tinggi sodium, gizinya cukup seimbang. Ada
karbohidrat dari roti, protein dan lemak dari daging, serta vitamin dan mineral dari sayur.

Beda lagi kalau burger hanya terdiri daging, bacon, saus tomat, mayonais, dan keju. Dimakan
bersama kentang goreng dan soft drik pula! Manfaatnya bakal tak sebanding dengan
kandungan negatifnya. Untuk itu, Ali menyarankan agar konsumsinya dibatasi atau membeli
produk homemade sebagai alternatif

2. Perbedaan dari segi gizi

Perbedaan lainnya yang mencolok adalah soal kandungan nutrisi. Junk food sudah pasti
bukan makanan sehat karena rendah gizi. Selain itu, biasanya junk food tinggi lemak,
kolesterol, garam, hingga bahan pengawet.

Sebaliknya, tidak semua fast food buruk bagi kesehatan. Meski ada sejumlah makanan fast
food yang juga masuk kategori junk food.

Sebagai contoh, cilok termasuk fast food dan juga junk food karena cara penyajiannya cepat
tapi rendah gizi. Contoh lainnya, buah potong adalah fast food atau makanan cepat saji
yang bukan junk food. Nah, sudah paham perbedaannya?

3. Cara mengolahnya juga tak sama

Biasanya fast food alias makanan cepat saji sudah mengalami proses masak tahap pertama
agar mudah dan lebih cepat disajikan. Misalnya ayam tepung atau kentang beku yang tinggal
goreng. Makanan tradisional seperti nasi pecel juga bisa disebut makanan cepat saji, karena
tak perlu waktu lama penyajiannya.

Nah, sudah gak bingung, kan? Jangan sampai salah sebut lagi, ya!
JawaPos.com - Banyak orang menilai makanan kategori cepat saji (Fast Food) sama dengan
Junk Food. Padahal ternyata, ada juga makanan cepat saji yang menyehatkan.

Ahli Gizi dari Wendy's, Leona Victoria menjelaskan Junk Food tidak mengandung nutrisi
yang baik bagi tubuh. Sementara Fast Food adalah makanan yang siap disantap.

"Fast Food berbeda dengan Junk Food. Junk Food adalah makanan yang tinggi kalori namun
miskin nutrisi. Sementara Fast Food adalah makanan yang siap disantap. Bedanya dari teknik
memasaknya," katanya saat peresmian gerai Wendy's terbaru di Neo Soho, Jakarta Barat,
Selasa (9/5).

Segala kebaikan gizi dari bahan-bahan yang digunakan dapat dibuktikan dengan varietas
target konsumen yang dituju. Mulai dari anak-anak sampai dengan ibu hamil dapat
menikmati berbagai sajian. Victoria menyebutkan berbagai makanan yang dijual di Warung
Tegal (Warteg) atau Rumah Makan Padang adalah tergolong makaman fast food Indonesia.

"Fast Food cara penyajian cepat saji atau sudah direncanakan. Jangan anggap fast food hanya
burger ya. Sebab makanan Padang, Warteg, itu juga tinggal tunjuk. Cepat dihidangkan,
enggak dimasak lagi sudah sedia," paparnya.

Victoria menegaskan selama masyarakat pintar memilih menu dan makaman sehat serta
mengandung serat, maka asupan nutrisi akan terpenuhi. Berbagai menu makanan cepat saji
yang lebih sehat di antaranya berbagai menu yang dipanggang bukan digoreng.

"Pilh fast food yang mengandung serat. Karena tubuh juga butuh karbohidrat asal enggak
berlebih. Misalnya kentang dibaked atau panggang bukan digoreng itu juga sehat lalu
sayurannya ditambah salad atau brokoli yang banyak seratnya. Kemudian kacang-kacangan
juga sumber protein," katanya.

Wendy's juga memiliki menu fast food kaya serat yaitu Baked Potato Broccoli 'n Cheese.
Menu ini terbuat dari kentang yang dipanggang dengan topping sayuran brokoli dan lelegan
keju mozarella.

Kentang kaya akan vitamin dan mineral yang berfungsi mengurangi kadar kolesterol,
mencegah kanker, dan baik untuk kesehatan jantung. Brokoli kaya dengan antioksidan alami
dan juga mengandung vitamin A untuk kesehatan mata.

Tak hanya itu ada juga menu Beef Chili Soup dan Dave Single Beef Burger yang kaya nutrisi
dengan protein. "Kami menawarkan fast food bukan junk food karena kualitas menu yang
kami hidangkan kaya nutrisi dan menyehatkan bagi semua kalangan dan usia," tegas General
Manager Marketing Trans F&B Edho Alhabasya
Fast Food dan Junk Food, Apa Sih Bedanya?
Gaya hidup serba instan kini membuat masyarakat lebih menyukai makanan yang
penyajiannya cepat, sederhana dan nikmat walaupun memiliki kandungan yang nggak sehat.
Semakin menjamurnya restoran dan kedai yang menyajikan makanan cepat saji namun nggak
memiliki kandungan gizi yang seimbang menjadi pertanda bahwa junk food menjadi
kegemaran masyarakat.

Kamu pasti pernah dengar istilah junk food dan fast food kan, Bela? Menurutmu artinya sama
atau nggak? Mungkin keduanya terdengar sama tetapi artinya berbeda lho. Ingin tahu lebih
lanjut? baca selengkapnya di sini yah

1. Proses pengolahan makanan yang beda

Junk food atau yang berarti makanan rendah-gizi adalah istilah untuk makanan yang nggak sehat atau
memiliki sedikit kandungan nutrisi. Junk food juga bisa disebut sebagai makanan nirnutrisi.
Sedangkan fastfood adalah makanan cepat saji yang sebelumnya sudah dilakukan proses pengolahan
tahap awal sehingga saat ada pesanan hanya melanjutkan proses pengolahan lanjutan yang
waktunya relatif lebih cepat.

2. Junk Food; makanan tanpa nutrisi

Seperti yang disampaikan oleh Healthy Food Specialist, Steby Rafael secara eksklusif kepada
Popbela, "Junk food bisa dikatakan sebagai makanan yang menyenangkan tetapi tanpa
nutrisi, beda dengan fast food ya. Kalau junk food kata orang Indonesia makanan sampah, ya
memang begitu kenyataannya. Dimakan tapi tidak ada gizi yang bisa diambil," tutur Chef
Steby dalam acara kampanye kesehatan #YakinSehat di Almond Zucchini Cooking Studio.

3. Konsumsi dengan bijak

Chef Steby menambahkan bahwa ketika ingin memulai pola hidup sehat, kita harus
memikirkan gizi apa saja yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi dalam satu
piring. Lemak tidak jahat seperti yang selama ini diasumsikan. Justru lemak diperlukan untuk
menunjang kesehatan tubuh kita namun jika terlalu banyak memang akan menimbulkan
penyakit.

4. Junk food lebih berbahaya dibandingkan fast food

Junk food dianggap berbahaya karena memilik kadar lemak dan garam yang sangat tinggi
karena biasanya sudah digoreng atau dipanaskan berkali-kali. Contoh junk food ialah mie
instan, hamburger, pizza, hot dog dan kentang goreng. Lalu, tidak semua makanan yang
tergolong fast food itu tidak sehat. Contoh fast food yang baik dikonsumsi misalnya adalah
buah potong segar. Asupan ini juga termasuk cepat saji, namun nggak membahayakan
kesehatan
Fakta Menarik tentang Bahaya Junk Food
1. Memiliki Kadar Gula Tinggi
Junk food dikenal memiliki kadar gula tinggi.
Misalnya, minuman soda di mana setiap kaleng minuman bersoda setidaknya mengandung
hingga 10 sendok teh gula.
Maka dari itu, Anda yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya berpikir ulang sebelum
minum minuman bersoda.
Makanan lain yang mengandung jumlah gula tinggi, termasuk cokelat, kue, biskuit, dan lain-
lain
2. Gula yang Tidak Digunakan Tubuh Diubah menjadi Lemak
Fakta ini membuat orang yang mengkonsumsi junk food secara teratur berisiko mengalami
kelebihan berat badan.
3. Kandungan Oxycholesterol dalam Junk Food Menimbulkan Serangan Jantung
Oxycholesterol adalah jenis kolesterol yang dalam asupan tinggi dapat meningkatkan
kemungkinan serangan jantung.
4. Pewarna dalam Junk Food Menyebabkan Ruam
Pewarna dan perasa yang ada dalam junk food bisa menyebabkan ruam, asma, dan masalah
lain , seperti hiperaktif.
5. Makanan Mengandung Lemak Trans Berakibat Negatif bagi Tubuh
Berbagai makanan, di antaranya keripik, kue, permen, muffin, dan makanan yang digoreng
mengandung jumlah tinggi minyak terhidrogenasi dan lemak.
Lemak trans atau minyak terhidrogenasi tidak memiliki fungsi apapun dalam tubuh dan
bahwkan bisa berakibat negatif untuk kesehatan.
6. Jumlah Garam Berlebih pada Junk Food Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Jumlah garam berlebih yang hadir dalam junk food menyebabkan presentase natrium
meningkat dalam tubuh.
Jumlah tinggi natrium dalam tubuh akan menyebabkan peningkatan tekanan darah.
7. Konsumsi Junk Food dapat Merusak Gigi hingga Kanker
Mengkonsumsi junk food dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Di antaranya kerusakan gigi, penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, hingga
berbagai jenis kanker
Fast Food, Junk Food, dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Junk Food secara bahasa diartikan sebagai makanan sampah, Junk Food merupakan makanan
yang memiliki nilai nutrisi, vitamin, dan serat yang rendah namun memiliki kandungan gula,
garam, kalori, lemak dan zat aditif yang tinggi. Berbeda dengan Fast Food yang merupakan
makanan yang pengolahannya cepat dan siap saji, namun masih memiliki nilai nutrisi yang
mencukupi. Junk Food selain penyajiannya cepat, makanan ini hanya memiliki kandungan
karbohidrat dan lemak.
Selama ini ada salah pengertian soal Fast Food. Ternyata tidak semua Fast Food buruk bagi
tubuh kita. Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS.,
pengertian fast food adalah segala makanan dan minuman yang bisa kita makan dalam waktu
cepat dan singkat (Hidayah 2012).
Menurutnya, Fast Food dapat dibagi dalam tiga kategori. Pertama, yang memiliki dampak
buruk karena banyak kandungan garam, lemak, dan gula yang tinggi. Kedua, yang tidak
memiliki dampak baik ataupun buruk. Ketiga, kategori yang baik dikonsumsi sebagai sumber
energi dan kesehatan tubuh.
Jenis makanan cepat saji yang menyehatkan bagi tubuh menurut Hardinsyah diantaranya
adalah pecel atau gado-gado. Makanan tradisional tersebut termasuk jenis fast food karena
penyajiannya yang cepat dan sangat bagus dikonsumsi karena mengandung sayur-sayuran.
Oleh karenanya, tidak semua Fast Food buruk bagi kesehatan.
Sedangkan Junk Food yang termasuk Fast Food kategori pertama banyak mengandung
minyak, lemak (terutama lemak jenuh dan minyak trans), memiliki rasanya asin karena
banyak garam, dan terlalu manis karena banyak gula, jelas merupakan makanan yang tidak
sehat jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Makanan yang
mengandung garam berlebih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi.
Demikian juga makanan yang mengandung gula berlebih menjadi salah satu faktor penyebab
obesitas. Dan makanan yang mengandung lemak berlebih menjadi faktor menyebabkan
kegemukan dan kadar kolesterol jahat (LDL) meningkat.
Gorengan
Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak atau minyak dan
oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, penyakit
jantung koroner. Dalam proses menggoreng banyak terbentuk zat karsiogenik, dimana telah
dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengonsumsi makanan gorengan jauh
lebih tinggi dari yang tidak atau sedikit mengonsumsi makanan gorengan.

Makanan kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak
dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya dirusak. Kandungan proteinnya
telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh
berkurang. Makanan kalengan lainnya juga banyak mengandung garam nitrit yang dapat
menyebabkan kanker juga mengandung pengawet atau pewarna yang memberatkan beban
hati.
Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair
sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula
darah meningkat, memberatkan beban pankreas. bersamaan dengan tingginya kalori dapat
menyebabkan obesitas.
Makanan ringan asin
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, yang dapat
mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban
ginjal. Bagi pengonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dapat terjadi. Terlebih
pada proses pengasiann sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan
bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir
lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengonsumsi makanan asin
kemungkinan dapat terkena radang lambung dan usus.
Makanan dari daging berlemak dan jeroan
Meski mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tapi dalam daging berlemak dan
jeroan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang sudah divonis sebagai pencetus
penyakit jantung. Makan jeroan bintang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat
menyebabkan penyakit jantung koroner, dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker
payudara dan lainnya.
Minuman soda (Soft Drink)
Minuman bersoda mengandung kada natrium yang tinggi dan gula sederhana yang juga
tinggi. Mengkonsumsi minuman ini dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu berbagai
penyakit seperti, gagal ginjal, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Banyak faktor yang membuat para remaja lebih memilih mengkonsumsi Fast Food (kategori
Junk Food) antara lain kesibukan orang tua khususnya ibu yang tidak sempat menyiapkan
makanan di rumah sehingga remaja lebih memilih pembeli makanan diluar. Lingkungan
sosial dan kondisi ekonomi juga berpengaruh dalam perilaku konsumsi remaja di Indonesia.
Selain itu, penyajian Fast Food yang cepat dan praktis tidak membutuhkan waktu lama,
rasanya enak, sesuai selera dan seringnya mengkonsumsi Fast Food dapat menaikkan status
sosial remaja, menaikkan gengsi dan tidak ketinggalan zaman.
Melihat perilaku konsumsi yang terjadi, masyarakat perlu mengetahui dampak yang
diakibatkan oleh pola konsumsi yang terlalu berlebihan terhadap Junk Food. Semenjak
maraknya gerai Fast Food di Indonesia, tingkat prevalensi obesitas berdasarkan Survei
Kesehatan Nasional (Surkesnas) setiap tahun semakin meningkat.
Hasil survei nasional yang dilakukan pada tahun 1996/1997 di ibukota seluruh provinsi di
Indonesia menunjukkan bahwa pada kelompok umur 18 tahun ke atas, mengalami
overweight sebesar 8,1% pada laki-laki dan 10,5% pada perempuan sedang yang menderita
obes pada laki-laki 6,8% dan perempuan 13,5%. Menurut Depkes tahun 2001, melaporkan
bahwa pada kelompok umur 40-49 tahun yang mengalami overweight dan obesitas pada laki-
laki berturut-turut adalah 24,4% dan 23% sedang pada perempuan berturut-turut sebesar
30,4% dan 43,0%. Semakin tahun nilai prevelensi obesitas di Indoensia semakin meningkat
(Sihombing M 2010). (RAP)

pa sih Makanan Junk Food – Kita sering sekali mendengar Istilah Junk Food, ketika makan
di tempat-tempat seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) , Mc Donald’s , Pizza Hut dan lain-
lain. Tetapi sebenarnya Apa sih Makanan Junk Food itu ? Menurut Wikipedia adalah istilah
yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi.
Makanan nutrisi mengandung jumlah lemak yang besar
Apa sih Makanan Junk Food
Makanan cepat saji seperti contoh diatas sering disebut sebagai makanan Junk Food. Junk
Food sendiri apabila diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti makanan Sampah. Yang
utama dari makanan ini adalah kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya.
Tidak semua makanan siap saji memiliki komposisi nutrisi yang buruk, ada juga yang baik.
Maka dari itu istilah Junk Food ini diperuntukan bagi makanan yang memiliki kadar nutrisi
buruk. Disini kami akan mencoba membahas lebih lanjut mengenai Apa sih Makanan Junk
Food serta yang termasuk kedalamnya
Sebagai contoh, misalnya sebuah apel dan makanan junk food yang sama-sama
mengandung kalori sebesar 50 kalori. Meski sama-sama mempunyai kandungan 50 kalori,
sebutir apel juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan sebagainya. Sementara makanan
junk food yang sama-sama mengandung 50 kalori, tidak mempunyai kandungan gizi lain .
Contoh lain yaitu gula. Satu sendok gula mempunyai kandungan kalori yang sama dengan
satu buah apel. Tetapi, gula hanya mengandung kalori, tidak mengandung yang lain-lain, ini
tentu tidak sehat
Contoh Yang kedua, dalam Apa sih Makanan Junk Food, yaitu makanan yang sebetulnya
mempunyai kandungan nutrisi, tetapi apabila dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka
waktu lama akan menjadi tidak sehat. Contohnya makanan burger , french fries (kentang
goreng) dan sebagainya. Di dalam makanan-makanan tersebut terkandung karbohidrat,
protein, lemak, dan sebagainya, tetapi kalau setiap hari kita konsumsi, jadinya tidak sehat.
Misalnya, karena mengandung lemak tidak baik atau lemak jenuh (saturated fat ),
mengandung terlalu banyak garam, atau selalu disertai banyak gula. Atau dari minuman
dalam bentuk soft drink , teh botol, dan sebagainya. Yang juga termasuk makanan junk food
adalah makanan olah siap saji, seperti chicken nugget (sumber). Kemudian selain itu disebut
junk food juga karena cara pengolahannya. Cara pengolahan tentu berpengaruh. Junk food
biasanya diolah dengan cara digoreng, terutama cara menggoreng deep fried.
Sebagai informasi tambahan Apa sih Makanan Junk Food, Untuk menghindarkan anak-anak
dari junk food , ketika kecil sebaiknya anak-anak dikenalkan dengan makanan sehat.
Misalnya, membiasakan anak makan sayur dan buah. Yang pasti makanan yang sehat adalah
makanan dengan gizi seimbang, seperti yang terdapat dalam piramida makanan. Di dalamnya
tercakup antara lain karbohidrat, bisa dari nasi, kentang, ubi, mi, dan sebagainya
Nah untuk lebih memahami Apa sih Makanan Junk Food, Menurut World Health
Organization (WHO), badan kesehatan internasional dibawah naungan PBB mengkategorikan
10 golongan yang disebut makanan Junk Food. Apa saja sih yang termasuk kategori
makanan Junk Food ? berikut ini kategori dan golongannya :
1. Makanan gorengan
Golongan makanan ini pada umunya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak
dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan,
mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering
terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka
yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit
mengkonsumsi makanan gorengan.
2. Makanan kalengan
Apa sih Makanan Junk Food ? Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan,
kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya
mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu
kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat.
Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan
diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu
singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas.
Bersamaan dengan tingginya kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.
3. Makanan asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat
mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.
Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada
proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan
bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir
pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin
dapat menyebabkan radang lambung dan usus.
4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)
Apa sih Makanan Junk Food? Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit
dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan
beban hati / lever. Dalam ham dsb kadar natriumnya tinggi, mengkonsumsi dalam jumlah
besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.
5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan
Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi
dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah
divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak
dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus
besar), kanker payudara dll.
6. Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula
drah meninggu. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan.
Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan
perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.
7. Mi Instant
Apa sih Makanan Junk Food ? Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin,
mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan
darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.
8. Makanan yang dipanggang/dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.
9. Sajian manis beku.
Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena
mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi
mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.
10. Manisan kering
Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat
karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain,
mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja
ginjal.
Setidaknya kita dapat menganalisa makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar
makanan diatas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya. So, paling tidak pola hidup
sehat juga didukung oleh pola makanan sehat.
Tetapi bukan berarti kita tidak boleh memakan makanan Junk Food. Ada beberapa cara
mengkonsumsi makanan Junk Food secara aman yag didapat dari salah satu blog, yaitu :
1. Memilih Menu Nasi untuk makanan Pokok
Ketika teman-teman datang ke restoran siap saji (fast food), cobalah pilih nasi jangan kentang
goreng. Karena dalam kentang goreng lebih banyak lemak dan natrium.

2. Kurangi porsi
Ketika membeli di tempat siap saji, belilah porsi makanan yang secukupnya, hal ini agar
mengurangi asupan gizi yang berlebih khususnya lemak yang dapat menimbulkan
kegemukan bagi anda.

3. Minumlah Air Putih atau Jus Buah


Ketika memilih minuman, pilihlah Air putih atau Jus Buah dibandingkan minuman Soft
Drink. hal ini dikarenakan air putih dan jus buah memiliki kandungan vitamin yang lebih
dibanding Soft Drink

4. Jangan mengkomsumsi kulit ayam


Ketika kita memakan Ayam di restoran siap saji, kulit ayam pasti merupakan salah satu
makanan favorit kita. Karena rasa dan bumbunya yang sedap. Tetapi ternyata dibalik itu
kulit ayam adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol.

5. Mintalah salad sebagai tambahan asupan sayuran


Salad dapat berfungsi sebagai pengganti sayuran yang memilik banyak vitamin dan serat.

6. Kurangi kadar saus dan mayonnaise


Makan makanan Junk Food / Fast Food akan lebih nikmat apabila kita menggunakan saus,
sambal dan mayonnaise. Tetapi ternyata saus banyak mengandung natrium dan pengawet,
sedangkan untuk mayonnaise sendiri memiliki lemak yang tinggi.

7. Kurangi frekuensi makan junk food


Ini yang penting, cobalah untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi restoran junk food ini.
Kurangi frekuensi minimal 3-4 kali dalam sebulan.