Anda di halaman 1dari 7

Otot Pernapasan

Ketidakmampuan batuk efektif


Kelemahan Otot-otot pernapasan

Klien susah untuk 01. Ketidakefektifan Pola napas


Bernapas 02. Ketidakefektifan bersihan jalan napas

Setelah dilakukan asuhan selama 2x24 jam,


Ketidakefektifan Pola napas teratasi, dengan KH :
NOC Frekuensi pernapasan : Irama pernapasan
Kedalaman inspirasi : Kapasitas vital Volume
tidal INTERVENSI : Bantuan Ventilasi (390)
- Monitor pernapasan dan oksigenasi
- Posisikan untuk memfasilitasi pencocokan
perfusi dengan tepat auskultasi suara napas, catat
area penurunan
- Kelola pemberian obat nyeri yang tepat untuk
mencegah HipoVentilasi
Nama : Dina Auliya
NIM : P1337420919017
Program Studi Profesi Ners
Poltekkes Kemenkes Semarang
Ny. S
27 Th Gangguan autonium yang merusak Leukosit 21,7
MYSTHENIA GRAVIS
Pengkajian : 02/09/2019
reseptor asetikolin
Pukul : 11.00

Jumlah reseptor asetilkolin berkurang pada


membran postsinaps

Kerusakan implus syaraf menuju sel-sel otot karena kehilangan kemampuan atau
hilangnya reseptor normal membrane postinaps pada sambungan neuromuskular

penurunan hubungan neuromuskular

Kelemahan
Otot

Otot Volunter MYSTHENIA GRAVIS Otot-otot okular

atuk efektif Kelemahan Otot - otot Gangguan otot levator palebra


t pernapasan Rangka
Ptosis dan Diplopia
n Pola napas Hambatan Mobilitas Fisik
sihan jalan napas Gangguan Citra Diri

ama 2x24 jam,


teratasi, dengan KH :
Irama pernapasan
sitas vital Volume
n Ventilasi (390)
sigenasi
asi pencocokan
asi suara napas, catat

ri yang tepat untuk


Leukosit 21,7
Hb 11,4 Penatalaksanaan Krisis Myst

Pengobatan Farmakologi :
kemampuan atau Obat-obatan Anticholinesteras
n neuromuskular Kortikosteroid
Azathioprine
Cyclosporine
Cyclophosphamide

Otot-otot okular Otot wajah, Laring, Faring

Gangguan otot levator palebra 11 Regurgitas makanan kehidung


pada saat menelan suara abnormal,
Ptosis dan Diplopia ketidakmampuan menutup rahang

Gangguan Citra Diri 01. Gangguan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
02. Gangguan Komunikasi Verbal

Setelah dilakukan asuhan selama 2x24 jam, Gangguan


Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh teratasi, dengan
KH :
NOC Status Nutrisi : Asupan Makanan dan Cairan
(1008) Asupan makana secara tube feeding Asupan
cairan intravena
INTERVENSI : Terapi Nutrisi (1120)
- Monitor intruksi diet yang sesuai untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi perhari, sesuai kebutuhan
- Berikan nutrisi yang dibutuhkan sesuai batas diet yang
dianjurkan
- Hentikan pemberian makan melalui selang makanan
begitu klien mampu mentoleransi asupan melalui oral
- Lengkapi pengkajian nutrisi, sesuai kebutuhan
- Ciptakan lingkungan yag membuat suasana
menyenangkan dan menenangkan
kebutuhan nutrisi perhari, sesuai kebutuhan
- Berikan nutrisi yang dibutuhkan sesuai batas diet yang
dianjurkan
- Hentikan pemberian makan melalui selang makanan
begitu klien mampu mentoleransi asupan melalui oral
- Lengkapi pengkajian nutrisi, sesuai kebutuhan
- Ciptakan lingkungan yag membuat suasana
menyenangkan dan menenangkan
- Monitor hasil laboratorium, yang sesuai.

Sumber :
Bulechek, M.G dkk.(2013). Nursing Interventions Classification (NIC), 6th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
Moorhead Sue, dkk. (2013). Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
NANDA. (2018). NANDA International nursing diagnoses :definitions and classification 2018-2020. Ed.11. Jakarta : EGC
Penatalaksanaan Krisis Mysthenia

Intubasi Klien Terpasang ETT, Ventilator mekanik

Pengobatan Farmakologi :
Obat-obatan Anticholinesterase Mestinon 1tab/3Jam
Kortikosteroid
Azathioprine
Cyclosporine
Cyclophosphamide

Klien Tidak Napsu makan


n. Indonesia: Mocomedia.
Indonesia: Mocomedia.
8-2020. Ed.11. Jakarta : EGC