Anda di halaman 1dari 11

2.2.

1 Pengertian Radiasi

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel, atau gelombang elektromagnetik (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber
radiasi, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, microwave, komputer, dan lain-lain. Radiasi
dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga foton adalah jenis radiasi yang tidak
mempunyai massa dan muatan listrik. Contoh radiasi elektromagnetik adalah gamma, sinar X,
sinar matahari, radar, dan handphone.

Radiasi dapat didefinisikan sebagai proses dimana energi dilepaskan oleh atom-atom.
Radiasi ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu radiasi korpuskuler (copuscular
radiation) dan radiasi elektromagnetik.

1. Radiasi Korpuskuler

Radiasi ini adalah suatu pancaran atau aliran dari atom-atom dan atau partikel-partikel sub-
atom yang mempunyai kemampuan untuk memindahkan energi geraknya atau kinetiknya ke
bahan-bahan yang mereka tumbuk.

2. Radiasi Elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik adalah suatu pancaran gelombang (gangguan medan elektrik dan
magnetik) yang bisa menyebabkan perubahan struktur atom dari bahan-bahan yang dilaluinya
(medium).

Berdasarkan sumbernya, radiasi dapat dibedakan menjadi :

1. Radiasi Alam

Radiasi alam berasal dari sinar kosmos, sinar gamma dari kulit bumi, peluruhan radom dan
thorium di udara, serta radionuklida yang ada di dalam bahan makanan. Berikut adalah sumber-
sumber radiasi alam :

a) Radiasi Benda-Benda Langit

Medan magnet bumi mempengaruhi radiasi sehingga orang di kutub menerima


lebih banyak daripada yang ada di katulistiwa. Selain itu, orang yang berada di lokasi tinggi
akan menerima radiasi yang lebih besar karena lapisan udara yang bertindak sebagai
penahan radiasi semakin tipis.

b) Radiasi dari Kerak Bumi

Bahan yang ada di dalam kerak bumi adalah Kalium-40, Rubidium-87, turunan dari
Uranium-238, dan turunan dari Thorium-232. Besarnya radiasi dari kerak bumi berbeda-
beda karena konsentrasi unsur-unsur di tiap lokasi berbeda, tetapi tidak terlalu berbeda
jauh. Penelitian di Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat menunjukkan
bahwa kira-kira 95 persen populasi manusia tinggal di daerah dengan tingkat radiasi rerata
dari bumi antara 0.3-0.6 miliSievert (mSv) per tahun. Sekitar 3 persen populasi di dunia
menerima dosis 1 mSv per tahun atau lebih.

2. Radiasi Buatan

Radiasi buatan adalah radiasi yang timbul karena aktivitas manusia, seperti penyinaran
dengan sinar X di bidang medis (radiodiagnostik dan radioterapi), radiasi dari pembangkit tenaga
nuklir, radiasi di bidang industri, dan lain-lain. Berikut sumber-sumber radiasi buatan :

a) Radiasi dari Tindakan Medis\

Dalam bidang kedokteran, radiasi digunakan sebagai alat pemeriksaan (diagnosis)


maupun penyembuhan (terapi). Pemindai sinar X atau rontgen merupakan alat diagnosis
yang paling banyak dikenal dan dosis radiasi yang diterima merupakan dosis tunggal
sekaligus yang terbesar. Tindakan medis ini menyumbang 96 persen paparan rata-rata
radiasi buatan pada manusia sehingga jumlah dan jenis-jenis sinar X yang diterima harus
dibatasi. Mesin pemindai sinar X, mammografi, dan CT (Computerized Axial
Tomography) Scanner dapat meningkatkan doses radiasi ini.

b) Radiasi dari Reaktor Nuklir

Banyak orang beranggapan bahwa tinggal di sekitar pembangkit listrik tenaga


nuklir akan menyebabkan terpapar radiasi yang tinggi. Meskipun di dalam reaktor terdapat
banyak sekali unsur radioaktif, sistem keselamatan reaktor yang memadai dapat membuat
jumlah lepasan radiasi ke lingkungan sangat kecil. Dalam kondisi normal, seseorang yang
tinggal di radius 1-6 km dari reaktor akan menerima radiasi tambahan tak lebih dari 0.005
miliSievert per tahun. Nilai ini jauh lebih kecil daripada radiasi dari alam (1:400 nilai
radiasi dari alam).

2.2.2 Jenis Radiasi

Radiasi terdiri dari beberapa jenis dimana setiap jenis memiliki panjang gelombang yang
berbeda-beda. Ditinjau dari massanya, radiasi dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi
partikel. Radiasi elektromagnetik tidak memiliki massa, contohnya gelombang radio, mikro, infra
merah, sinar X, sinar gamma, dan sinar kosmik. Sedangkan radiasi partikel memiliki massa,
contohnya radiasi alfa, beta, dan neutron.

Bila ditinjau dari muatan listriknya, radiasi dibagi menjadi radiasi ion dan non-ion. Secara
garis besar, radiasi digolongkan menjadi :

1. Radiasi Ion

Beberapa jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara
umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang terlempar dari cangkang atom elektron yang akan
menimbulkan muatan positif. Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi dan dapat
menyebabkan mutasi serta kanker.

Tiga jenis utama radiasi ditemukan oleh Ernest Rutherford. Radiasi alfa, beta, dan gamma
ditemukan melalui percobaan sederhana. Rutherford menggunakan sumber radioaktif dan
menemukan bahwa sinar menghasilkan tiga daerah yang berbeda. Salah satu dari mereka menjadi
positif, negatif, dan netral. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan bahwa radiasi terdiri dari
tiga sinar. Tiga sinar tersebut adalah alfa, beta, dan gamma.

Radiasi ion menurut jenisnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

a) Radiasi Eksternal

Radiasi ini adalah adalah sumber radiasi yang terletak di luar tubuh pasien. Radiasi
ini dimanfaatkan untuk keperluan diagnosis sumber radiasi sinar X dan terapi yang
menggunakan sinar gamma dari radioisotop Cobalt dan Cessium.

b) Radiasi Internal
Radiasi ini adalah sumber radiasi yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Radiasi
ini biasanya digunakan untuk keperluan diagnosis.

2. Radiasi Non-Ion

Radiasi non-ion mengacu pada jenis radiasi yang tidak membawa energi foton untuk
mengisolasi atom atau molekul. Radiasi ini mengacu pada bentuk energi yang lebih rendah dari
radiasi elektromagnetik. Radiasi non-ion dibagi menjadi empat, yaitu :

a) Radiasi Neutron

Radiasi ini adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. Neutron
mudah bereaksi dengan inti atom dari berbagai elemen. Neutron ini membuat isotop tidak
stabil dan mendorong radioaktivitas dalam materi yang sebelumnya non-radioaktif. Proses
ini dikenal sebagai aktivasi neutron.

b) Radiasi Elektromagnetik

Radiasi ini berbentuk gelombang yang menyebar dalam udara kosong atau dalam
materi. Radiasi ini memiliki komponen medan listrik dan magnetik yang berosilasi pada
fase saling tegak lurus ke arah propagasi energi. Radiasi elektromagnetik menurut
frekuensi gelombangnya dibagi menjadi delapan, yaitu gelombang radio, mikro, radiasi
terahertz, infra merah, cahaya yang terlihat, sinar UV, sinar X, dan sinar gamma.
Gelombang radio memiliki panjang gelombang terpanjang sedangkan sinar gamma
memiliki panjang gelombang terpendek. Radiasi elektromagnetik membawa energi dan
momentum yang disampaikan ketika berinteraksi dengan suatu materi.

c) Cahaya

Cahaya adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang dapat


dilihat oleh mata manusia (sekitar 400-700 nm). Fisikawan menganggap cahaya sebagai
radiasi elektromagnetik, baik yang panjang gelombangnya terlihat maupun tidak.

d) Radiasi Termal

Radiasi termal adalah proses dimana permukaan benda memancarkan energi panas
dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Contoh radiasi termal adalah radiasi infra
merah dari radiator rumah tangga atau pemanas listrik dan cahaya yang dikeluarkan oleh
lampu pijar.

Radiasi termal dihasilkan ketika panas dari pergerakan partikel bermuatan dalam
atom diubah menjadi radiasi elektromagnetik. Gelombang frekuensi yang dipancarkan dari
radiasi termal tergantung pada suhu.

2.2.3 Radiasi Black, Gray, dan White Body

Pertukaran kalor secara radiasi dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Black Body (Benda Hitam)

Benda hitam adalah benda yang buram dan tidak memantulkan cahaya. Tidak
memantulkan cahay artinya bisa jadi benda tersebut justru akan menyerap cahaya. Radiasi benda
hitam adalah sebuah radiasi elektromagnetik termal yang terjadi di dalam atau di sekitar benda
dalam keadaan kesetimbangan termodinamika dengan lingkungannya. Istilah lain yang mudah
dipahami mengenai radiasi benda hitam adalah ketika benda tersebut menyerap dan menahan
cahaya kemudian memancarkan radiasi ke sekitarnya sehingga kita bisa merasakannya melalui
suhu ataupun perubahan ke warna-warna tertentu.

Radiasi yang muncul dari benda hitam mungkin berbeda dengan radiasi cahaya. Radiasi
benda hitam memiliki sifat tertentu. Sifat- sifat dari radiasi benda hitam ini berasal dari sifat benda
hitam itu sendiri. Sifat dari radiasi benda hitam sebenarnya adalah sifat dari spektrum cahaya benda
hitam yang sifatnya ideal. Beberapa sifat dari spektrum cahaya benda hitam yang ideal antara lain:

a) Benda hitam yang lebih panas akan memancarakan yang lebih banyak yang
memenuhi seluruh panjang gelombang. Hal ini berarti apabila kita membandingkan
dua benda hitam tanpa melihat panjang gelombangnya, benda hitam yang lebih
panas akan mengeluarkan lebih banyak cahaya daripada benda hitam yang lebih
dingin.
b) Spektrum benda hitam bersifat tetap dan memiliki puncak pada panjang gelombang
tertentu. Puncak kurva benda hitam pada sebuah spektrum bergerak ke panjang
gelombang yang lebih pendek untuk benda yang lebih panas. Benda hitam yang
lebih panas, panjang gelombangnya akan lebih biru daripada pancaran puncaknya.
2. Gray Body (Benda Abu-Abu)

Benda abu-abu adalah benda hitam yang tidak sempurna, yaitu objek fisik yang menyerap
sebagian radiasi elektromagnetik. Rasio radiasi termal benda abu-abu terhadap radiasi termal
benda hitam pada suhu yang sama disebut emisivitas benda abu-abu. Emisivitas benda hitam
bernilai satu, sedangkan benda abu-abu lebih besar dari nol dan lebih kecil dari satu. Emisivitas
adalah fungsi dari geometri permukaan radiasi, sifat fisiknya, dan panjang gelombang.

3. White Body (Benda Tak Hitam)

Benda tak hitam adalah salah satu benda dengan permukaan kasar yang mencerminkan
semua sinar datang ke segala arah. Benda hitam adalah objek dengan emisivitas bernilai satu yang
menyerap sekaligus memancarkan sinar radiasi. Pada benda tak hitam, emisivitasnya bernilai nol
yang menandakan bahwa semua sinar atau energi yang datang akan ditolak dan dpancarkan ke
segala arah.

2.2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Radiasi

Perpindahan kalor secara radiasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Tetapan Stefan Boltzmann


2. Luas Permukaan, semakin besar luas permukaan suatu benda yang terkena radiasi maka
semakin cepat laju perpindahan kalornya.
3. Suhu, semakin besar suhu operasi maka semakin cepat perpindahan kalornya.
4. Emisivitas

Emisivitas adalah ukuran dari seberapa banyak radiasi termal yang dipancarkan suatu
benda ke lingkungannya. Emisivitas adalah rasio radiasi yang dipancarkan dari permukaan suatu
benda ke emisi teoretis dari benda hitam ideal dengan ukuran dan bentuk yang sama. Parameter
ini mendefinisikan perpindahan panas secara radiasi dari objek yang diberikan. Emisivitas juga
merupakan fungsi dari panjang gelombang. Suatu benda hitam ideal memiliki emisivitas bernilai
satu. Untuk benda abu-abu, emisivitasnya bernilai lebih dari nol dan kurang dari 1. Sedangkan
untuk benda tak hitam, emisivitasnya bernilai nol.

2.2.5 Sifat-Sifat Radiasi


Sinar atau energi radiasi yang mengenai suatu benda akan mengalami tiga peristiwa, yaitu
pemantulan (refleksi), penyerapan (aborpsi), dan transmisi.

1. Refleksi (Pemantulan)

Refleksi adalah peristiwa terpantulnya cahaya bila mengenai suatu permukaan. Refleksi
cahaya terjadi karena adanya bidang yang memantulkan cahaya masuk ke bidang tersebut. Faktor
refleksi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap pemberian warna bidang tersebut (Chairul,
2006). Jumlah cahaya yang direfleksikan permukaan ditunjukkan dengan besaran faktor refleksi
(p), yaitu perbandingan fluks cahaya yang dipantulkan dengan fluks cahaya yang diterima
permukaan (Ryani, 2014).

Reflectivity atau reflektivitas adalah kemampuan suatu bahan dalam memantulkan


gelombang elektromagnetik yang terpapar ke permukaannya. Dalam perhitungannya, sering
digunakan istilah koefisien reflektansi yang dapat diekspresikan sebagai bilangan kompleks
melalui persamaan Fresnel. Nilai reflektivitas selalu positif. Reflektivitas dapat dikatakan sebagai
sifat dari suatu bahan, sementara reflektansi adalah fraksi energi gelombang elektromagnetik yang
dipantulkan oleh bahan tersebut.

2. Absorpsi (Penyerapan)
Absorpsi cahaya adalah peristiwa penyerapan cahaya oleh suatu bahan yang dilewati oleh
cahaya tersebut. Secara kualitatif, absorpsi cahaya dapat diperoleh dengan pertimbangan absorpsi
cahaya pada daerah yang tampak. Besarnya nilai transmisi dan absorpsi cahaya pada suatu benda
tergantung pada tebal dan warna dari bahan. Suatu bahan dikatakan sebagai benda yang opaque,
yaitu benda yang menyerap cahaya.

Absorpsi merupakan peristiwa terserapnya cahaya oleh suatu bahan. Absorpsi cahaya
merupakan bentuk interaksi antara cahaya dengan atom absorpsi saat cahaya masuk bertumbukan
langsung dengan atom-atom pada suatu material. Absorptivity atau absorptivitas adalah banyaknya
cahaya yang diserap oleh bahan dari total cahaya yang melewati bahan tersebut.

3. Transmisi

Transmisi adalah peristiwa perjalanan cahaya yang melewati suatu medium ke medium
yang lain. Cahaya akan mengalami pembiasan bila melewati medium yang mempunyai indeks bias
yang berbeda. Cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal bila memasuki medium dengan
indeks bias yang lebih tinggi dan akan menjauhi garis normal bila memasuki medium dengan
indeks bias lebih rendah (Ryani, 2014).

Transmisi merupakan salah satu sifat cahaya dimana cahaya dapat dihantarkan atau
didistribusikan melalui suatu material tembus cahaya seperti kaca. Transmisivity atau
transmisivitas adalah banyaknya energi radiasi yang dapat melewati suatu objek.

2.2.6 Formula Perpindahan Panas Secara Radiasi

Persamaan umum untuk laju kalor radiasi adalah :

𝑄
𝐻= = 𝑒 𝜎 𝐴 𝑇4
𝑡

Keterangan :

 H = Laju aliran kalor tiap satuan waktu (J/s atau Watt)


 Q = Kalor yang dialirkan (J)
 t = Waktu (sekon)
 A = Luas (m2)
 T = Temperatur (K)
 e = Emisivitas benda
 𝜎 = Tetapan Stefan Boltzmann (5.67 x 10-8 W/m2K4)

2.2.7 Studi Kasus Radiasi

Billy sedang mengamati sebuah 3 inci pipa besi teroksidasi pada suhu 200 oF dimana pipa
tersebut melewati sebuah ruangan yang memiliki suhu 76 oF.

1. Gambar Kondisi Operasi

2. Heat Loss
 Tentukan heat loss dari pipa jika emisivitas pipa bernilai 0.8!
𝟓
 𝑻𝒑𝒊𝒑𝒆 = (𝟐𝟎𝟎 − 𝟑𝟐) 𝒙 = 𝟗𝟑. 𝟑 ℃ + 𝟐𝟕𝟑. 𝟏𝟓 = 𝟑𝟔𝟔. 𝟒𝟖𝟑 𝑲
𝟗
𝟓
 𝑻𝒓𝒐𝒐𝒎 = (𝟕𝟔 − 𝟑𝟐) 𝒙 = 𝟐𝟒. 𝟒 ℃ + 𝟐𝟕𝟑. 𝟏𝟓 = 𝟐𝟗𝟕. 𝟓𝟗𝟒 𝑲
𝟗
𝒎
𝟑 𝒊𝒏𝒄𝒉 𝒙 𝟎.𝟎𝟐𝟓𝟒
 𝒓= 𝒊𝒏𝒄𝒉
= 𝟎. 𝟎𝟑𝟖𝟏 𝒎
𝟐

𝒒 = 𝒆 𝝈 (𝑻𝒑𝒊𝒑𝒆𝟒 − 𝑻𝒓𝒐𝒐𝒎𝟒 )𝑨𝒉


𝑊 22
𝑞 = 0.8 𝑥 (5.6703 𝑥 10−8 2 4
) 𝑥 ((366.483 𝐾)4 − (297.594 𝐾)4 ) 𝑥 ( 𝑥 (0.0381 𝑚)2 )
𝑚 𝐾 7

𝑊
𝑞 = 4.53624 𝑥 10−8 𝑥 ((366.483 𝐾)4 − (297.594 𝐾)4 ) 𝑥 (0.0045622029 𝑚2 )
𝑚2 𝐾 4

𝒒 = 𝟐. 𝟏𝟏 𝑾
 Tentukan heat loss jika Billy mengecat pipa dengan cat dinding yang emisivitasnya 0.3!
Apa yang akan terjadi pada heat loss radiasinya?

𝒒 = 𝒆 𝝈 (𝑻𝒑𝒊𝒑𝒆𝟒 − 𝑻𝒓𝒐𝒐𝒎𝟒 )𝑨𝒉

𝑊 22
𝑞 = 0.3 𝑥 (5.6703 𝑥 10−8 2 4
) 𝑥 ((366.483 𝐾)4 − (297.594 𝐾)4 ) 𝑥 ( 𝑥 (0.0381 𝑚)2 )
𝑚 𝐾 7

𝑊
𝑞 = 1.70109 𝑥 10−8 𝑥 ((366.483 𝐾)4 − (297.594 𝐾)4 ) 𝑥 (0.0045622029 𝑚2 )
𝑚2 𝐾 4

𝒒 = 𝟎. 𝟕𝟗𝟏 𝑾
Setelah pipa dicat menggunakan cat yang emisivitasnya kecil, heat loss menjadi
berkurang.
3. Metode Lain Untuk Mengurangi Heat Loss Radiasi

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi kehilangan panas radiasi, antara lain :

 Mengecat pipa dengan warna yang memiliki emisivitas mendekati nol.


 Mengisolasi pipa dengan isolator sehingga dapat mencegah terjadinya heat loss.
Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-radiasi/

https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/radiasi-benda-hitam

https://www.comsol.com/blogs/understanding-classical-gray-body-radiation-theory/

https://www.quora.com/What-is-the-white-body-radiation

http://repositori.uinalauddin.ac.id/12875/1/SRI%20CAHYA%20KURNIAWATY%20AWING%
20.pdf

https://materion.com/-/media/files/alloy/newsletters/technical-tidbits/issue-no-114-thermal-
emissivity-and-radiative-heat-transfer.pdf

http://tikatiwiberbagitentangfisika.blogspot.com/2013/06/perpindahan-kalor-secara-radiasi.html