Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH TEKNIK PENYEDIAAN AIR INDUSTRI

“PENGOLAHAN AIR SUMUR ARTESIS MENJADI AIR PENGISI BOILER”

disusun oleh:

Anisa Ninda Tatyana (40040117060061)

Farhan Faturrijal (40040117060062)

Angie Aletta Atiq (40040117060063)

Deanda Mahfita (40040117060064)

Indah Rachmawati (40040117060066)

Syadila Lutfi Munawaroh (40040117060067)

Kelas: 2017 A (Kelompok 8)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI SEKOLAH VOKASI

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah TPAI tentang
“ Pengolahan Air Sumur Artesis Menjadi Air Pengisi Boiler” ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita .Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun dan dapat
berguna bagi saya maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik
dan saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan makalah ini di waktu
yang akan datang.

Semarang ,21 September 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................2
1.3 Tujuan ..............................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3
2.1 Air Pengisi Boiler .............................................................................................3
2.2 Pengertian Air Sumur Artesis ..........................................................................4
2.3 Standar Baku Mutu Air Pengisi Boiler ............................................................5
2.4 Metode Pengolahan Air Sumur Artesis Yang Diambil (Sumur Artesis) .........6
BAB III PENUTUP .............................................................................................10
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................10
DAFTAR PSUTAKA ..........................................................................................11

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan penting dalam proses produksi dan kegiatan lain dalam
suatu industri. Penggunaan air industri dapat memanfaatkan air permukaan. Penggunaan
air permukaan dan air tanah mengharuskan untuk mengolah air. Air merupakan
kebutuhan penting dalam proses produksi dan kegiatan lain dalam suatu industri.
Untuk itu diperlukan penyediaan air bersih yang secara kualitas memenuhi standar
yang berlaku dan secara kuantitas dan kontinuitas harus memenuhi kebutuhan industri
sehingga proses produksi tersebut dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya standar
baku mutu untuk air bersih industri, setiap industri memiliki pengolahan air sendiri-
sendiri sesuai dengan kebutuhan industri (Hardayanti, 2006).
Air pengisi boiler adalah air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam.
Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis untuk boiler
sesuai dengan kebutuhan steam. Ada dua sumber air umpan, yaitu: · Kondensat : steam
yang telah berubah fasa menjadi air (mengembun) · Air make up : air baku yang sudah
diolah. (Haryanto, 2014) https://www.slideshare.net/haryanto_dian/air-umpan-
adalahairyangdisuplaikeboileruntukdirubahmenjadisteam
Air sumur artetis atau air tanah dalam terdapat setelah lapis air yang pertama.
Pengambilan air sumur artesis atau air tanah dalam harus menggunakan bor dan
memasukan pipa dengan kedalamanya, sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara
100 - 300 m) akan didapatkan suatu lapis air (Totok Sutrisno dan Eni Suciastuti, 1996:18).
https://lib.unnes.ac.id/1119/1/1998.pdf

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana karakteristik dari air sumur artesis ...?
2. Bagaimanakah tahapan pengolahan dari air sumur artesis ... menjadi air pengisi
boiler?
3. Bagaimanakah baku mutu dari air pengisi boiler?

1
1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahu karakteristik dari air sumur artesis ... ?
2. Mengetahui tahapan pengolahan dari air sumur artesis ... menjadi air pengisi boiler
3. Mengetahui baku mutu dari air pengisi boiler

2
BAB II
ISI

2.1 Air Pengisi Boiler


Air umpan boiler adalah air yang disuplai ke boiler untuk dirubah
menjadi steam.Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis
untuk boiler sesuai dengan kebutuhan steam. Ada dua sumber air umpan, yaitu:

-Kondensat : steam yang telah berubah fasa menjadi air (mengembun)

-Air make up : air baku yang sudah diolah

Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air


sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan
tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air
adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses.
Dalam suatu proses produksi dalam industri, boiler merupakan suatu pembangkit
panas yang penting. Sesuai dengan namanya maka fungsi dari boiler ini adalah
memanaskan kembali. Dalam suatu proses industri boiler harus dijaga agar effisiensinya
cukup tinggi. Oleh sebab itu adalah penting untuk menjaga kualitas air yang diumpankan
untuk boiler, karena akan berhubungan dengan effisiensi dari boiler tersebut. Memproduksi
steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang benar untuk
mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler merupakan bagian
dari sistem boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari sistem di depannya. Kinerja
boiler, efisiensi dan umur layanan merupakan hasil langsung dari pemilihan dan
pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler.Jika air umpan masuk
boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen air memiliki sifat yang
berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan dalam keadaan terlarut. Walau
demikian dibawah kondisi panas dan tekanan hampir seluruh komponen terlarut keluar
dari larutan sebagai padatan partikuat, kadang-kadang dalam bentuk kristal dan pada
waktu yang lain dalam bentuk amorph. Jika kelarutan komponen spesifik dalam air
terlewati, maka akan terjadi pembentukan kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas

3
dari pembentukan endapan padat supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien
dan harus tidak korosif terhadap logam boiler.

2.1.1 Persyaratan Air Umpan Boiler


Secara umum air yang akan digunakan sebagai air umpan boiler adalah air yang
tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang
dapat membentuk kerak pada boiler, air yang tidak mengandung unsur yang dapat
menyebabkan korosi terhadap boiler dan sistem penunjangnya dan juga tidak
mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya pembusaan terhadap air
boiler. Oleh karena itu untuk dapat digunakan sebagai air umpan boiler maka
air baku dari sumber air harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu,
karena harus memenuhi persyaratan tertentu seperti yang diuraikan dibawah ini:
 Air tidak boleh membentuk kerak / endapan yang membahayakan
 Air bebas dari zat-zat yang dapat menyebabkan korosi
 Air tidak boleh mengakibatkan terjadinya carry over

Air umpan boiler harus memenuhi persyaratan tertentu seperti yang diuraikan dalam
tabel di bawah ini :
Tabel 2.1.1 Persyaratan Air Umpan Boiler

Parameter Satuan Pengendalian Batas

pH Unit 10,5 – 11,5

Conductivity µmhos/cm 5000, max

TDS Ppm 3500, max

P Alkalinity Ppm -

M Alkalinity Ppm 800, max

O Alkalinity Ppm 2,5 x SiO2, min

T Hardness Ppm -

Silica Ppm 150, max

4
Besi Ppm 2, max

Phosphat Residual Ppm 20 – 50

Sulfit Residual Ppm 20 – 50

pH condenser Unit 8,0 – 9,0

Sumber : PT.Nalco Indonesia

(Astri, 2016) https://docplayer.info/56202337-Makalah-sistem-utilitas-air-umpan-boiler.html

2.2 Pengertian Air Artesis

Sumur adalah sumber air buatan yang berbentuk saluran/lubang yang dibuat jauh ke
dalam tanah untuk mengambil air yang berada di dalam tanah dengan kedalaman dibawah
water table dan proses pengambilannya dengan menggunakan alat tertentu. Air sumur
artesis adalah air yang letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada diantara dua lapisan
kedap air. Pengambilan air sumur artesis atau air tanah dalam harus menggunakan bor dan
memasukan pipa dengan kedalamanya, sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara
100 - 300 m) akan didapatkan suatu lapis air (Totok Sutrisno dan Eni Suciastuti, 1996).

Gambar. Letak Sumur Artesis

Secara umum kualitas air sumur artesis mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan air
sumur dangkal. Air tanah pada umumnya jernih, namun sering mengandung mineral-mineral atau
garam-garam yang cukup tinggi, sebagai akibat dari pengaruh batuan di bawah tanah yang dilalui

5
oleh air tanah. Pada air sumur dangkal, kualitas dan kuantitasnya dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan di permukaan, dalam hal kuantitas sangat dipengaruhi oleh curah hujan, sedangkan
kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi disekitarnya.

 Karakteristik Air Sumur Artesis yang diambil (Kelurahan Sukorejo, Kecamatan


Gunung Pati, Semarang)
Tabel. Kualitas Air Sumur Artesis secara Fisika

(Sumber : Hasil pemeriksaan Air Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2010)
Tabel. Kualitas Air Sumur Artesis secara Kimia

(Sumber : Hasil pemeriksaan Air Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2010)

6
Tabel. Kualitas Air Sumur Artesis secara Biologi

(Sumber : Hasil pemeriksaan Air Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2010)

(Purnawan, 2012) https://www.scribd.com/doc/118227987/sumur-artesis

2.3 Metode Pengolahan Air Sungai Yang Diambil (Sungai Citarum)

Di PT. Bayer Indonesia ada 2 plant pengolahan air, yaitu Potable Water Plant dan Purified
Water Plant.

1. Potable Water Plant


Proses pengolahan potable water ini sebagian besar dilakukan secara fisika dan sebagian kecil
secara kimia. Air baku yang digunakan bersumber dari air PAM dan air artesis. Berikut adalah data
kualitas Potable Water di PT. Bayer Indonesia.

Test Specification Potable Water

Material Liquid Liquid

Clarity Clear Clear

Colour colourless colourless

Odour odourless odourless

Taste tasteless tasteless

pH value 6.5 - 8.5 7.1

Chloride max. 250 ppm 10 ppm

Copper max. 1.0 ppm < 0.1 ppm

Iron max. 0.3 ppm 0.2 ppm

Lead max. 0.05 ppm < 0.01 ppm

Mangan max. 0.1 ppm < 0.1 ppm

7
Nitrate max. 10 ppm < 5 ppm

Nitrite max. 1.0 ppm < 0.1 ppm

Organic Substances (KMnO4) max. 10 ppm 4 ppm

Sulphate max. 400 ppm 300 ppm

Total Hardness (CaCO3) max. 500 ppm 86 ppm

TDS max. 1000 ppm 118 ppm

8
Dalam industri farmasi, penggunaan potable water meliputi berbagai aspek dalam suatu pabrik
seperti diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Sebagai kebutuhan rumah tangga perusahaan.


b. Sebagai air pendingin pada cooling tower.
Air yang dipakai dalam cooling tower harus memiliki kadar kesadahan, silika dan minyak yang
kecil. Hal tersebut dikarenakan dalam proses pendinginan terjadi penyerapan panas pada air
sehingga temperature air meningkat. Bila saat itu kadar kesadahan, silika dan minyak dalam air
tinggi maka akan terbentuk kerak dan endapan minyak sehingga dapat mengurangi cooling
capacity pada system. Selain itu kadar besi dalam air harus memiliki kadar yang rendah agar
meminimalisir kemungkinan timbulnya korosi.

c. Sebagai air baku pada Purified Water Plant.


Digunakannya potable water pada pembuatan purified water adalah karena potable water
memiliki kadar suspensi dan zat pengotor yang lebih sedikit dibandingkan air baku sebelum
dilakukan pengolahan sehingga meringankan kerja alat pada proses pembuatan purified water.

Proses pengolahan pada potable water plant meliputi proses secara fisika dan kimia. Berikut
skema gambar dan tahapan proses potable water plant.

POTABLE WATER PLANT


Kaporit
P-11

P-8 P-7
Well Water

E-4 E-8
P-12
Storage Tank
P-3 Potable Water
E-7
P-2 Dosing
P-5 P-4
Sand Catridge Carbon Zeolite P-14
City Water Pump
Filter filter Filter Filter
V-1
E-2 P-9 P-19 P-20 P-10 P-18

E-5 E-11 E-6 E-12


E-9

Storage Tank

E-1

Keterangan :

9
a. Storage Tank
Tahap ini dilakukan agar selama proses pengolahan potable water dapat dikendalikan alirannya.

b. Sand Filter
Filter ini terdiri dari pasir silika. Dapat menyaring suspensi berukuran partikel 250-500 nm.
Contonya adalah pasir dan endapan kasar yang tersuspensi.

10
c. Catridge Filter
Terbuat dari kain yang mempunyai pori-pori berukuran 10 µm. Dapat menyaring suspensi
berukuran partikel 100-250 nm. Contohnya adalah endapan-endapan halus.

d. Carbon Filter
Filter ini terdiri dari karbon aktif. Dapat menyaring koloid yg berukuran 1-100 nm dan
juga dapat menyerap minyak, bau, warna dan zat-zat organik lainnya. Memiliki
kapasitas perubahan kation yaitu dapat menyerap sebagian kation seperti besi dan
mangan.

11
e. Zeolite Filter
Filter ini terdiri dari zeolite yang memiliki kapasitas perubahan kation lebih baik
daripada karbon aktif. Dapat menyerap logam berat, bau, kopi, darah, cat, sampah
radioaktif, arsenik dan bahan-bahan beracun lain yang dapat ditemukan dalam air. Dapat
membuat air yang berada dalam kondisi pH asam menjadi lebih netral berdasarkan
kapasitas perubahan kationnya yang besar. Zeolite dapat berfungsi juga sebagai perisai
penyaringan fisik untuk bakteri pathogen.

f. Chlorinasi
Chlorinasi adalah proses penambahan senyawa yang mengandung Khlor dengan tujuan
sebagai zat desinfektan. Ditambahkan ke dalam air hingga kadar Khlor 10-30 ppm.

12
2. Purified Water Plant
Proses purified water plant sebagian besar dilakukan pengolahan secara kimia. Sumber air yang
digunakan pada proses ini adalah potable water. Berikut data kualitas purified water di PT. Bayer
Indonesia.

Test Specification Purified Water

Material Liquid Liquid

Clarity Clear Clear

Colour colourless colourless

Odour odourless Odourless

Taste Tasteless Tasteless

Nitrate max. 0.2 ppm < 0.2 ppm

Heavy metal max. 0.1 ppm < 0.1 ppm

pH value 5.0 - 7.0 6.0

Total Organic Carbon max. 500 ppb 35 ppb

Conductivity max. 1.1 µS 0.7 uS

Temperature min. 75 ⁰ C 82 ⁰ C

Total count action level :max.100 cfu/ml 0 cfu/ml

alert level :10 cfu/ml

Eschericia coli not detectable/100 ml not detectable

Coliforms not detectable/100 ml not detectable

Pseudomonas aerugenosa not detectable/100 ml not detectable

Dalam proses pembuatan obat diperlukan air yang higienis, steril, dan murni sehingga proses
dan penetapan standar kualitas air dilakukan secara ketat dan serius karena menyangkut kesehatan
manusia. Penggunaan purified water pada industri farmasi adalah sebagai berikut.

a. Sebagai pencuci alat proses produksi

13
Alat proses yang telah dipakai harus dibersihkan dari sisa-sisa produk dan disterilkan. Jadi, alat
proses dicuci dengan menggunakan cairan pembersih, dibilas dengan potable water, lalu alat
proses dibilas dengan purified water beberapa kali hingga bersih. Kebersihannya pun selalu di
kontrol dengan melakukan uji konduktivitas dan pH pada air bilasan terakhir. Dengan
kemurnian yang tinggi dan temperature lebih dari 70⁰C diharapkan purified water dapat
membersihkan alat proses dari sisa residu dan mikroba yang dapat mengurangi kualitas produk.

b. Sebagai bahan baku untuk produk


Dalam pembuatan obat yang berbentuk padatan maupun cairan, diperlukan air sebagai pelarut
sehingga kualitas purified water harus selalu dijaga.

c. Sebagai air umpan ketel pada boiler


Air umpan ketel harus terhindar dari zat-zat yang dapat menyebabkan korosi, foaming dan
kerak. Zat-zat penyebab korosi yang harus dihilangkan dari dalam air diantaranya adalah besi,
karbonat, dan ammonia. Zat yang dapat menimbulkan foaming biasanya berasal dari minyak.
Zat yang dapat menyebabkan kerak yaitu silika, magnesium, kalsium, dan garam-garam
karbonat.

Proses pengolahan pada purified water plant sebagian besar dilakukan pengolahan secara kimia
karena sumber airnya yaitu potable water yang sebelumnya sudah dilakukan proses pengolahan
secara fisik, sehingga hanya kandungan mineral dan ion saja yang harus dihilangkan agar air
menjadi murni. Berikut skema gambar dan tahapan proses purified water plant.

14
Keterangan :

a. Catridge Filter (fiber)


Terbuat dari serat fiber yang mempunyai pori-pori berukuran 5 µm. Dapat menyaring partikel
dan mikroorganisme yang ada dalam aliran air.

b. Ultraviolet lamp
Berfungsi untuk mensterilkan air dari mikroba yang masih terkandung dalam purified water dan
menjaga proses setelahnya yaitu daya operasi dari reverse osmosis karena terhindar dari
tumbuhnya mikroba yang dapat merusak jaringan membran semipermeable.

15
c. Reverse osmosis
Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah
sebuah fenomena alam dalam sel hidup dimana molekul pelarut (biasanya air) akan mengalir
dari daerah konsentrasi rendah ke daerah konsentrasi yang lebih tinggi melalui sebuah membran
semipermeable. Membran semipermeable ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun
yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel tersebut. Gerakan dari pelarut
berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.

Reverse osmosis itu sendiri adalah sebuah proses pemaksaan sebuah pelarut dari sebuah daerah
larutan konsentrasi tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah larutan konsentrasi rendah
dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah,
reverse osmosis adalah mendorong sebuah larutan melalui filter yang menangkap larutan dari
satu sisi dan mendapatkan larutan murni di sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk
mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an.

16
17
Dengan prinsip filtrasi dan osmosis, air akan di saring dan dipisahkan dari segala ion pengotor
yang terkandung di dalamnya. Kondisi operasinya dilakukan pada tekanan tinggi sekitar 7 bar.
Berikut gambar sistem alat reverse osmosis.

Berikut data kualitas air yang dihasilkan reverse osmosis.

Reverse Osmosis
Test Specification
Water

Appearance colourless, odourless colourless, odourless

pH value 5.0 – 8.0 6.9

Chloride max. 250 ppm 3 ppm

Copper max. 1.0 ppm < 1.0 ppm

Iron max. 0.3 ppm < 0.1 ppm

Lead max. 0.05 ppm < 0.01 ppm

Mangan max. 0.1 ppm < 0.1 ppm

Nitrate max. 10 ppm < 5 ppm

Nitrite max. 1.0 ppm < 1.0 ppm

Organic Substances (KMnO4) max. 10 ppm 6 ppm

Sulphate max. 400 ppm 80 ppm

Total Hardness (CaCO3) max. 0.1 º dH < 0.1 º dH

18
TDS max. 1000 ppm 15 ppm

Conductivity < 80 uS 30 uS

Silicate informative 0.02 ppm

19
d. Resin Ion Exchanger
Resin ini dapat menghilangkan garam-garam atau ion-ion terlarut dan Total Disolved Solid
dalam air sehingga menghasilkan Demin water. Air demin tersebut kemudian dapat digunakan
sebagai air pencuci alat-alat proses sehingga saat proses pembuatan produk tetap terjaga
kebersihannya serta steril dari mineral-mineral yang dapat mempengaruhi kualitas produk.
Ion exchanger terdiri dari resin kation dan resin anion yang akan menukar kation-anion pada
air yang dilewatkannya. Resin kation yang sifatnya akan mengikat ion yang kurang
elektronegatif ditukar dengan ion H+, karena adanya kation-kation yang lebih kecil ke
elektronegatifitasnya dalam air, maka ion H+ akan tertukar, resin kation akan mengikat kation-
kation dalam air. Sebaliknya untuk resin anion yang sifatnya lebih mengikat ion-ion yang lebih
elektronegatif, yang awalnya mengikat OH- akan mengikat anion-anion yang lebih
elektronegatif.
Resin kation :
R-H + K +, Na +, Mg 2+, Ca 2+, dll R-K , R-Na, R-Mg, R-Ca + H +
Resin anion :
R-OH + Cl-, SO4 2- , NO2 -, SiO2 -, dll R-Cl, R-SO4, R-NO2,R-SiO2 + OH –
Sehingga hasil reaksi dari kedua resin tersebut adalah :
H + + OH – H2O

e. Heat Exchager

20
Alat ini dapat mensterilkan air dari mikroba yang ada di dalam air dan membersihkan alat proses
dari sisa-sisa kotoran yang menempel pada alat dengan menaikkan temperaturnya sampai
kurang lebih 80⁰C.

(Handoyo,2011)

21
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Air merupakan suatu bahan utilitas yang sangat penting keberadaannya pada suatu industri . Air
baku yang digunakan oleh PT. Bayer Indonesia berasal dari dua sumber yaitu air PAM dan air
artesis. Air baku tersebut diolah secara fisika dan kimia sehingga dihasilkan potable water dan
purified water yang memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Air
industri harus selalu dijaga kualitasnya baik secara fisik, kimia maupun biologis agar semua proses
yang berlangsung pada industri tersebut dapat berjalan dengan baik.

Sumur adalah sumber air buatan yang berbentuk saluran/lubang yang dibuat jauh ke
dalam tanah untuk mengambil air yang berada di dalam tanah dengan kedalaman dibawah
water table dan proses pengambilannya dengan menggunakan alat tertentu.

22
DAFTAR PUSTAKA

Hardayanti. 2006. Air. Graha Ilmu. Yogyakarta Graha Ilmu. Yogyakarta

Lestari. 2006. Cooling Water. Debut Press, Yogyakarta.

Handoyo, Ekadewi. 1999. Pengaruh Temperatur Air Pendingin Terhadap Konsumsi


Bahan Bakar Motor Diesel Stasioner di Sebuah Huller. Surabaya:
Universitas Eka Petra

Nufutomo, dkk. 2017. Cryptosporidium sebagai Indikator Biologi dan Indeks Nsf-Wqi
untuk Mengevaluasi Kualitas Air (Studi Kasus : Hulu Sungai
Citarum, Kabupaten Bandung). Bandung. Jurnal Presipitasi

KEP-49/MENLH/11/2010

Setiadi, Tjandra. 2007. Pengolahan dan Penyediaan Air. Bandung:ITB.

Handoyo,2011.Proses Pengolahan Air Industri Farmasi. Jakarta: Universitas Jayabaya

23

Anda mungkin juga menyukai