Anda di halaman 1dari 8

Critical Journal Report

“Pengembangan Bahan Ajar Geografi”

Oleh:
Dian Tiurmaida Simanjuntak
NIM. 3172131013
Kelas A 2017

Dosen Pengampu: Dra. Marlinang Sitompul, M.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan yang maha pengasih lagi Maha penyayang, saya
panjatkan puji dan syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahakan rahmad dan hidayahnya
kepada kita semua, khusunya pada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang telah
diberikan kepada saya.
Tulisan ini telah saya susun dengan semaksimal mungkin dan mendapat bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan tulisan ini. Untuk itu saya
menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan
tulisan ini.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan terhadap tugas Critical
Journal Review (CJR) yang saya buat ini, oleh karena itu saya menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar saya dapat memperbaiki tulisan ini. Akhir kata saya berharap semoga tulisan
ini dapat memberikan banyak manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Medan , Mei 2019

Dian Tiurmaida Simanjuntak

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada mahasiswa dapat ditingkatkan salah satunya
dengan pengembangan bahan ajar yang dilakukan secara kontinu dan tersedianya sumber belajar
bagi mahasiswa tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan
ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP yang akan diterapkan di tahun
ajaran 2017/ 2018. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan atau Research and
Development (R&D) pada bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi. Pengembangan
bahan ajar ini melibatkan tim dosen, ahli materi, dan ahli media dengan melakukan FGD. Data
dikumpulkan dari kuesioner yang diisi oleh ahli materi, ahli media, dan mahasiswa. Kemudian
data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor yang dikonversi menjadi
beberapa kategori. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar mata kuliah Bahasa
Inggris telah sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dan standar yang ditetapkan
Universitas Negeri Medan.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah hasil dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan cara
pengembangan suatu bahan ajar?

1.3 TUJUAN
Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar mata kuliah Bahasa
Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP yang akan diterapkan di tahun ajaran 2017/ 2018.

1.4 Manfaat
Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pada mahasiswa yang dapat
ditingkatkan salah satunya dengan cara pengembangan bahan ajar yang dilakukan secara kontinu
dan tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa tersebut.

3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. INDENTITAS JURNAL
Identitas Jurnal Utama
Judul : Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pengembangan
Bahan Ajar Berbasis TOEFL ITP Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Geografi
Jurnal : Jurnal Geografi
Volume : 10 No. 1 – 2018
Halaman : 42-50
e- ISSN : 2549–7057
p- ISSN : 2085–8167
Penulis : Sugiharto, Fitra Delita, Muhammad Arif, Rohani
Reviewer : Inriyani Sitanggang
Tanggal : 28 Maret 2018

Indentitas Jurnal Pembanding


Judul : Pengembangan Modul Pembelajaran Geografi Berbasis Pendekatan Saintifik
Jurnal : Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek Dalam Bidang
Pendidikan dan Ilmu Georafi
Volume : Th. 22, No.1, Jan 2017
Halaman : 10-15
e- ISSN :-
p- ISSN :-
Penulis : Dwi Komala Dewi, Hadi Soekamto, Sudarno Herlambang
Reviewer : Inriyani Sitanggang
Tanggal : 28 Maret 2018

2.2 Ringkasan Jurnal

4
Ringkasan Jurnal Utama

Proses pengembangan kurikulum dilakukan dengan mendesain sebaran mata kuliah dan
merancang pembelajaran sesuai dengan Permenistekdikti No 44 Tahun 2015 Tentang Standar
Nasional Perguruan Tinggi. Kurikulum berbasis KKNI ini telah dilaksanakan pada tahun ajaran
2016/ 2017 di setiap jurusan termasuk Jurusan Pendidikan Geografi. Dalam sebaran mata kuliah
di Jurusan Pendidikan Geografi, Bahasa Inggris Geografi menjadi salah satu mata kuliah wajib.
Mata Kuliah ini disesuaikan dengan karakteristik jurusan dengan nama mata kuliah Bahasa
Inggris Geografi bobot 2 SKS. Selama ini, bahan ajar dan materi hanya terfokus pada
kemampuan membaca (reading) dan menterjemahkan (translating). Content ini masih tergolong
dangkal apalagi untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tes TOEFL seperti TOEFL
ITP. TOEFL ITP terdiri dari 3 section yaitu listening, grammar and written comprehension dan
reading. Selain itu pengembangan bahan ajar hendaknya juga dapat meningkatkan kemampuan
Bahasa Inggris mahasiswa dalam speaking. Untuk itu perlu dilakukan pembaharuan dalam
pembelajaran mata kuliah Bahasa Inggris Geografi dimulai dari pengembangan bahan ajar yang
memuat konten TOEFL ITP (listening, grammar and written comprehension dan reading) dan
meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berbahasa Inggris secara aktif. Penelitian ini
berbasis TOEFL ITP secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah:
(1) mendesain pengembangan bahan ajar berbasis TOEFL ITP dalam mata kuliah Bahasa
Inggris Geografi di Jurusan Pendidikan Geografi;
(2) menganalisis penerapan bahan ajar berbasis TOEFL ITP dalam mata kuliah Bahasa Inggris
Geografi di Jurusan Pendidikan Geografi

Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development).
Pengembangan model 4D pada penelitian ini terdiri dari empat tahap (Trianto, 2010) yaitu:
(1) Tahap Pendefinisian (Define): menentukan dan mendefinisikan kebutuhan dalam proses
pembelajaran yang akan berlangsung.
(2) Tahap Perancangan (Design): perancangan bahan ajar;

5
(3) Tahap Pengembangan (Develop): menghasilkan bahan ajar yang sudah direvisi
berdasarkan masukan pakar dan hasil uji penerapan ke mahasiswa;
(4) Tahap Pendiseminasian (Disseminate) atau tahap peyebarluasan dengan melakukan uji
coba, kemudian mempublikasikan hasil yang diperoleh.
Penerapan bahan ajar dilakukan pada kelas D Reguler angkatan 2016 sebanyak 25 orang.
Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik komunikasi tak langsung dengan
instrument berupa angket yang berisi seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang diisi
secara langsung oleh responden. Angket digunakan untuk mendapatkan data tentang
kelayakan bahan ajar Bahasa Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP hasil pengembangan
ditinjau dari aspek isi, aspek bahasa dan gambar, aspek penyajian, dan aspek kegrafisan dari
penilaian ahli materi dan ahli media serta keterbacaan modul oleh mahasiswa. Teknik analisis
data untuk kelayakan uji pakar dan keterbacaan siswa terhadap modul.

Hasil dan Pembahasan


Bahan ajar ini telah sesuai dengan standar kurikulum berorientasi KKNI dengan memuat
capaian pembelajaran (learning outcome/ LO) yang meliputi aspek afektif, kognitif dan
psikomotor, kegiatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student center learning) dan
sistem 6 tugas beserta rubrik penilaian secara rinci. Penilaian terhadap modul yang meliputi
aspek isi/ materi, penyajian, bahasa dan kegrafikan melibatkan tim dosen, ahli media, ahli materi
dan mahasiswa.

2.3 Kelebihan Jurnal


Menurut pendapat saya ,Kedua jurnal sudah bagus dan sangat membantu untuk dijadikan
referensi hanya saja terdapat beberapa hal yang membuat jurnal utama memiliki keunggulan
dibanding pada jurnal pembanding maupun sebaliknya. Beberapa kelebihannya tersebut antara
lain:
1. Jurnal utama memiliki identitas jurnal yang lebih lengkap bila dibandingkan pada jurnal
pembanding dimana dalam jurnal utama terdapat e-ISSN dan p-ISSN jurnal sedangkan
pada jurnal pembanding tidak tercantum ISSN jurnal.

6
2. Dilihat dari struktur penulisan kedua jurnal tersebut, yaitu dimana jurnal utama memiliki
penutup yang terdiri atas kesimpulan dan saran sedangkan jurnal pembanding tidak
menyertakan saran dalam jurnalnya tersebut.
3. Jurnal utama tidak menyertakan beberapa pendapat para ahli, sedangkan di jurnal
pembanding menyertakan beberapa pendapat para ahli dalam penjelasan teori nya
sehingga memperkuat argument teori yang digunakannya
4. Penggunaan bahasa pada jurnal utama lebih mudah karena walaupun dijurnal utama
menggunakan symbol pada hitungan tetapi didalam jurnal tersebut terdapat keterangan
dari simbol-simbol tersebut. Sedangkan pada jurnal pembanding hanya saja memakai
teori saja dibandingkan dengan jurnal utama.
5. Daftar pustaka yang digunakan pada buku utama jumlahnya lebih banyak jika
dibandingkan yang terdapat pada jurnal pembanding.
6. Hasil penelitian pada jurnal utama lebih lengkap bila dibandingkan pada jurnal
pembanding.

2.4 Kekurangan Jurnal


Menurut pendapat saya ,Kedua jurnal sudah bagus dan sangat membantu untuk dijadikan
referensi hanya saja terdapat beberapa hal yang membuat jurnal utama memiliki keunggulan
dibanding pada jurnal pembanding maupun sebaliknya. Beberapa kelemahannya tersebut
antara lain:
1. Identitas jurnal pembanding kurang lengkap bila dibandingkan pada jurnal utama dimana
tidak terdapat e-ISSN dan p-ISSN seperti yang terdapat pada jurnal utama.
2. Pada jurnal pembanding struktur penulisan bagian penutup kurang lengkap bila
dibandingkan pada jurnal utama sebab tidak mencantumkan saran.
3. Pendapat para ahli yang dimuat dalam teori jurnal pembanding lebih sedikit daripada
yang terdapat pada jurnal utama.
4. Daftar pustaka yang digunakan pada buku pembanding jumlahnya lebih sedikit jika
dibandingkan yang terdapat pada jurnal utama.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dalam jurnal utama diambilakn kesimpulan bahwa Bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris
Geografi yang disusun berupa RPS, kontrak kuliah sudah sesuai dengan Permenristekdikti No.
44 Tahun 2015 dan standar yang ditetapkan Universitas Negeri Medan. Kemudian pada
penilaian modul yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa pada aspek isi/
materi, penyajian, bahasa dan kegrafikan maka modul ini berada pada kategori “Baik” dan layak
untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Bahan ajar ini telah sesuai dengan standar
kurikulum berorientasi KKNI dengan memuat capaian pembelajaran (learning outcome/ LO)
yang meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor, kegiatan pembelajaran yang berpusat pada
mahasiswa (student center learning) dan sistem 6 tugas beserta rubrik penilaian secara rinci.
Sedangkan Dalam JurnaPembanding dapat disimpulkan bahwa Modul geografi SMA dengan
pendekatan saintifik pada pokok bahasan Atmosfer dapat digunakan dalam kegiatan
pembelajaran. Hal tersebut berdasarkan hasil uji coba yang menunjukkan bahwa kualitas modul
9,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Modul yang dikembangkan juga telah diperbaiki
berdasarkan saran dari validator ahli. Perbaikan yang dilakukan terletak pada aspek materi,
bahasa, dan desain.