Anda di halaman 1dari 4

2. Mira datang ke Puskesmas dengan keluhan mudah lelah.

Mira juga merasa pandangan


berkunang-kunang. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 minggu lalu dan sekarang
bertammbah berat. Selain itu, Mira juga mengeluh sering sakit kepala dan nafas
terengah-engah saat mencuci pakaian atau melakukan pekerjaan berat lainnya.
a. Apa penyebab mudah lelah pada kasus tersebut? Nafrah,nanda
Karena gizi yang yang ia konsumsi tidak sesuai dengan pekerjaan yang ia
lakukan. Dari asupan yang ia makan, tidak terdapat kebutuhan gizi zat besi yang
cukup. Simpanan zat besi yang terbatas menyebabkan proses eritropoesis yang
terganggu. Hingga akhirnya simpanan Fe kosong, penyediaan besi untuk eritropoesis
terganggu, tapi belum mencapai anemia. Lama-kelamaan, gejala anemia akan
muncul yaitu anemia mikrositik hipokrom. Dengan adanya gangguan eritropoesis
menyebabkan pengangkutan O2 menurun sehingga rerjadi nya hipoksi jaringan dan
mengganggu metabolisme. Aerob akan menurun sehingga pemasokan ATP juga akan
menurun. Hingga Hanya sedikit energi yang terbentuk dan pasien menjadi mudah
lelah.
b. Bagaimana hubungan lamanya keluhan dengan bertambah beratnya keluhan?
Pada kasus ini, si pasien memiliki keluhan pertama kali ialah nyeri ulu hati,
mual, dan perut kemabung sehingga ia meminum promaag. Promaag termasuk
golongan obat antasida, dimana antasida dapat menghambat proses absorpsi Fe.
Dengan berkurangnya absorpsi Fe terus menerus, menyebabkan gangguan
eritropoesis sehingga menyebabkan anemia mikrositik hipokrom.

5. Pemeriksaan Penunjang:
Laboratorium:
Hemoglobin (Hb): 7,6 g/dL, Hematokrit (Ht): 22 vol%, Red Blood Cell (RBC):
3,055.000/mm3, white blood cell (WBC): 7.400/mm3, MCV: 72 besi serum 20/L, total
iron binding capacity (TIBC) 560/DL, Ferritin 5ng/mL.
a. Bagaimana Interpretasi pemeriksaan penunjang pada kasus ini?
b.
c. Bagaimana mekanisme abnormal pada pemeriksaan penunjang Ht?
Hematokrit Ialah presentase volume seluruh eritrosit yang ada di dalam darah
yang diambil dalam volume eritrosit yang dipisahkan dari plasma dengan cara
memutarnya dalam tabung khusus dalam waktu dan kecepatan tertentu. Hb dalam
kasus ini menurun dikarenakan adanya gangguan eritropoesis yang berhubungan
dengan defisiensi Fe. Hb menurun berbanding lurus dengan hematokrit, sehingga
hematokrit juga menurun.
f. Bagaimana mekanisme abnormal pada pemeriksaan penunjang Trombosit?
Pada kasus ini, eritropoetin mengalami penurunan dikarenakan defisiensi Fe.
Tubuh menganggap bahwa eritropoetin mirip dengan trombopoetin, sehingga agar
sel darah tetap padat maka hati akan memproduksi trombosit. Trombosit juga
dihasilkan dikarenakan terdapat peningkatan IL-6 (sitokin prekursor proinflamasi)
sebagai kompensasi dari inflamasi yang ia derita. Maka dari itu, trombosit akan
meningkat berbanding lurus dengan prekursor proinflamasi.
6. Gambaran apusan darah tepi:
Eritrosit: mikrositik hipokrom, anisopoikilositosis, ditemukan cigar-chaped cell dan
pencil cell
Leukosit: jumlah cukup, morfologi normal.
Trombosit: jumlah meningkat, penyebaran merata, morfologi normal
Feces:
Tes darah samar (+)
Kesan: Anemia Mikrositik hipokrom suspek defisiensi besi disertai trombositosis
reaktif
a. Apa penyebab dari Anemia mikrositik hipokrom?
Adanya defek pada pembentukan hemoglobin

b. Bagaimana tatacara pemeriksaan tes darah samar?


Cara dengan Benzidine Basa
1. Buatlah emulsi tinja dengan air atau dengan larutan garam kira-kira 10 ml
dan panasilah hingga mendidih.
2. Saringlah emulsi yang masih panas itu dan biarkan filtrate sampai menjadi
dingin kembali.
3. Ke dalam tabung reaksi lain dimasukkan benzidine basa sebanyak sepucuk
pisau.
4. Tambahkan 3ml asam acetat glacial, kcoklah sampai benzidine itu larut
dengan meninggalkan beberapa Kristal.
5. Bubuhilah 2ml filtrate emulsi tinja, campur.
6. Berilah 1ml larutan hydrogen peroksida 3 %, campur.
7. Hasil dibaca dalam waktu 5 menit ( jangan lebih lama ).

Catatan :
Hasil dinilai dengan cara :
Negative - tidak ada perubahan warna atau samar-samar hijau
Positif + hijau
Positif 2 + biru bercampur hijau
Positif 3 + biru
Positif 4 + biru tua

c. Bagaimana hubungan antara trombositosis dengan anemia mikrositik hipokrom?


Pada kasus ini, eritropoetin mengalami penurunan dikarenakan defisiensi Fe.
Tubuh menganggap bahwa eritropoetin mirip dengan trombopoetin, sehingga agar
sel darah tetap padat maka hati akan memproduksi trombosit. Trombosit juga
dihasilkan dikarenakan terdapat defisiensi Fe yang menyebabkan inflamasi sehingga
IL-6 (sitokin prekursor proinflamasi) akan mengalami peningkatan sebagai
kompensasi dari inflamasi yang ia derita. Maka dari itu, trombosit akan meningkat
berbanding lurus dengan IL-6. Trombosit juga akan meningkat karena faktor
sekunder yaitu inflamasi.