Anda di halaman 1dari 3

1) Etiologi

Secara umum penyebab bronkitis dibagi berdasarkan faktor lingkungan dan faktor

host/penderita. Penyebab bronkitis berdasarkan faktor lingkungan meliputi polusi udara,

merokok dan infeksi. Infeksi sendiri terbagi menjadi infeksi bakteri (Staphylococcus, Pertusis,

Tuberculosis, mikroplasma), infeksi virus (RSV, Parainfluenza, Influenza, Adeno) dan infeksi

fungi (monilia). Faktor polusi udara meliputi polusi asap rokok atau uap/gas yang memicu

terjadinya bronkitis. Sedangkan faktor penderita meliputi usia, jenis kelamin, kondisi alergi dan

riwayat penyakit paru yang sudah ada.

Gejala yang paling jelas dari bronkitis akut adalah batuk kering dengan jangka pendek,

yang dapat menjadi batuk produktif yang menghasilkan dahak putih atau kuning. Gejala lainnya

dapat menimbulkan mengi dan sesak napas. Seperti setiap infeksi, dapat juga dikaitkan dengan

demam, sakit tenggorokan, menggigil, sakit dan nyeri, serta merasa kelelahan. Anak-anak

berusia kurang dari lima tahun jarang mengalami batuk produktif, sputumnya biasanya terlihat

pada muntahan yang dihasilkan, dan orang tua akan sering mendengar suara berdebar-debar di

dada.

Gejala yang paling umum dari bronkitis kronis adalah batuk berulang atau batuk

produktif secara terus-menerus, mengi, dan secara bertahap dapat memburuk dan menimbulkan

sesak napas. Gejala lain termasuk kelelahan, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan sakit

kepala. Batuk yang parah dapat menyebabkan nyeri dada dan sianosis, yang merupakan /

pewarnaan abu-abu biru pada kulit. Infeksi berulang dari saluran udara juga merupakan tanda

bronkitis kronis.

1. Asma

1) Defini Asma
Asma adalah radang kronis pada jalan nafas yang berkaitan dengan obstruksi

reversible dari spasme, edema, dan produksi mucus dan respon yang berlebihan terhadap stimuli.

(Varney, Helen. 2003)

Asma adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkhus

terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan

derajatnya dapat berubah-ubah secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan (Soeparman,

1990).

Asma merupakan suatu keadaan gangguan / kerusakan bronkus yang ditandai dengan

spasme bronkus yang reversibel (spasme dan kontriksi yang lama pada jalan nafas) (Joyce M.

Black,1996).

Secara umum, dapat disimpulkan bahwa asma adalah terganggunya sistem pernapasan

karena adanya jalur nafas obstruktif intermiten atau adanya penyempitan jalan nafas yang

disebabkan karena hipersensitivitas cabang-cabang trakeobronkhial terhadap stimuli tertentu.


Gambar 2... Sumber: http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/asthma

2) Etiologi Asma

Sebagian besar penyempitan pada saluran nafas disebabkan oleh semacam reaksi alergi.

Alergi adalah reaksi tubuh normal terhadap allergen, yakni zat-zat yang tidak berbahaya bagi

kebanyakan orang yang peka. Alergen menyebabkan alergi pada orang-orang yang peka.

Alergen menyebabkan otot saluran nafas menjadi mengkerut dan selaput lendir menjadi

menebal. Selain produksi lendir yang meningkat, dinding saluran nafas juga menjadi

membengkak. Saluran nafas pun menyempit, sehingga nafas terasa sesak. Alergi yang diderita

pada penderita asma biasanya sudah ada sejak kecil. Asma dapat kambuh apabila penderita

mengalami stres dan hamil merupakan salah satu stress secara psikis dan fisik, sehingga daya

tahan tubuh selama hamil cenderung menurun, daya tahan tubuh yang menurun akan

memperbesar kemungkinan tersebar infeksi dan pada keadaan ini asma dapat kambuh.

nnn