Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS MANDIRI BAGIAN PENYAKIT DALAM DAN PATOLOGI KLINIK

GINGIVITIS PADA KUCING BERNAMA KONENG

Disusun oleh:

Kelompok B PPDH Gelombang III Tahun 2019/2020 Periode 11 Agustus 7 September 2019

Muflih Muhammad Rasyid, SKH

B94184330

Dosen pembimbing:

Drh. Retno Wulansari, M.S, Ph.D

B94184330 Dosen pembimbing: Drh. Retno Wulansari, M.S, Ph.D PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN HEWAN FAKULTAS

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN HEWAN FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

2019

1

Anamnesa Seekor kucing domestic short hair betina yang bernama koneng berumur enam tahun, terlihat lidah menjulur keluar dan terdapat hipersalivasi, Koneng juga memberikan respon sakit saat daerah bagian mulut disentuh.

memberikan respon sakit saat daerah bagian mulut disentuh. Gambar 1 Kucing bernama Koneng Pemeriksaan Fisik 1.

Gambar 1 Kucing bernama Koneng

Pemeriksaan Fisik

1. Signalmen hewan

Nama Jenis hewan Ras Warna bulu dan kulit Jenis kelamin

: Koneng : Kucing : Domestic short hair : Jingga-putih : Betina

-

Umur

: ± Enam tahun

Berat badan

: 4 kg

Tanda khusus

:

2. Status present

2.1 Keadaan umum

-Perawatan -Habitus -Tingkah laku -Gizi -Pertumbuhan badan -Sikap berdiri -Suhu tubuh -Frekuensi nadi -Frekuensi nafas

: Baik (badan bersih) : Tulang punggung lurus : Jinak : Cukup (BCS=2.5) : Baik : Bertumpu pada keempat kaki : 37.7 o C : 152 kali/menit : 48 kali/menit

2

2.3 Kepala dan leher Inspeksi -Ekspresi wajah -Pertulangan kepala -Posisi tegak telinga -Posisi kepala

: Tenang dan reaktif terhadap lingkungan : Konformasi tegas dan jelas : Tegak keduanya ke atas : Tegak, lebih tinggi dari tulang punggung

Palpasi

-Turgor kulit

: >3 detik

-Kondisi kulit

: Baik

Mata dan orbita kiri -Palpebrae

: Tidak ada bengkak, bisa membuka dan menutup

-Cillia -Conjunctiva -Membrana nictitans

sempurna : Keluar dengan sempurna : Rose, licin, mengkilat : Tidak terlihat

Bola mata kiri -Sclera -Kornea -Iris -Limbus -Pupil -Reflex pupil -Vasa injectio

: Putih : Bening : Tidak ada perlekatan : Datar : Tidak ada kelainan : Positif (Ada) : Negatif (Tidak ada)

Mata dan orbita kanan -Palpebrae

: Tidak ada bengkak, bisa membuka dan menutup

-Cillia -Conjunctiva -Membrana nictitans

sempurna : Keluar dengan sempurna : Rose, licin, mengkilat : Tidak terlihat

Bola mata kanan -Sclera -Kornea -Iris -Limbus -Pupil -Reflex pupil -Vasa injectio

: Putih : Bening : Tidak ada perlekatan : Datar : Tidak ada kelainan : Positif (Ada) : Negatif (Tidak ada)

Hidung dan sinus-sinus

: Simetris dan aliran udara lancar

3

Mulut dan rongga mulut Rusak/luka bibir Mukosa Gigi geligi Lidah

: Ada perlukaan : Rose, ada perlukaan di gusi : Tidak lengkap, tidak ada karang gigi : Rose

Telinga -Posisi -Bau -Permukaan daun telinga -Krepitasi -Reflek panggilan

: Tegak keduanya : Khas cerumen : Licin dan halus : Tidak ada : Ada

Leher

-Perototan

: Simetris, tidak ada respon sakit

-Trachea

: Tidak ada respon batuk

-Esofagus

: Tidak ada sisa makanan

-Ln. Retropharyngealis/

: Teraba, ukuran membesar, konsistensi kenyal, lobulasi jelas, tidak ada perlekatan, panas sama dengan suhu kulit, simetris kanan dan kiri

2.4 Thoraks

2.4.1 Sistem pernafasan

Inspeksi -Bentuk rongga thoraks

-Tipe pernafasan -Ritme -Intensitas -Frekuensi

Palpasi -Penekanan rongga thoraks

-Penekanan intercostal

Perkusi -Lapangan paru-paru -Gema perkusi

Auskultasi -Suara pernafasan -Suara ikutan antara inspirasi dan ekspirasi

: Simetris : Costal : Teratur : Dangkal : 48 kali/menit

: Tidak ada reaksi batuk, tidak ada sesak napas, dan tidak ada reaksi sakit : Tidak ada reaksi batuk, tidak ada sesak napas, dan tidak ada reaksi sakit

: Tidak ada respon sakit : Nyaring

: Vesikular inspirasi jelas

: Tidak ada

4

Inspeksi -Ictus cordis Perkusi -Lapangan jantung Auskultasi -Frekuensi -Intensitas -Ritme -Suara sistolik dan diastolik -Ekstrasistolik -Lapangan jantung -Sinkronisasi pulsus dan Jantung

: Tidak ada

: Tidak ada perluasan

: 160 kali/menit : Kuat : Teratur : Tidak jelas : Terdapat ikutan : Tidak ada kelainan

: Sinkron

2.5 Abdomen dan organ pencernaan yang berkaitan

Inspeksi -Besarnya -Bentuknya -Legok lapar -Suara peristaltik lambung

: Proporsional : Simetris :

-

: Tidak terdengar

Auskultasi

-Peristaltik usus

: Terdengar

Palpasi -Epigastrikus -Mesogastrikus -Hipogastrikus -Isi usus halus -Isi usus besar

: Tidak ada respon sakit : Tidak ada respon sakit : Tidak ada respon sakit : Tidak teraba : Teraba

Anus -Sekitar anus -Refleks spincter ani -Pembesaran kolon -Kebersihan daerah perineal

: Bersih : Ada : Tidak ada : Bersih

Alat perkemihan dan kelamin (urogenital) (Betina) -Lakukan ispeksi dan palpasi

-Mukosa vagina -Perhatikan kelenjar mamae -Besar -Letak -Kesimetrisan -Bentuk

: Rose, tidak ada discharge

: Tidak ada pembesaran : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan

-Konsistensi kelenjar : Kenyal

5

2.6 Alat gerak

Inspeksi -Perototan kaki depan -Perototan kaki belakang -Spasmus otot -Tremor -Sudut persendian -Cara bergerak-berjalan -Cara bergerak-berlari

: Simetris : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Koordinatif : Koordinatif

Palpasi -Struktur pertulangan -Kaki kiri depan

: Simetris

-Kaki kanan depan

: Simetris

-Kaki kiri belakang

: Simetris

-Kaki kanan belakang : Simetris

-Konsistensi pertulangan -Reaksi saat palpasi -Letak reaksi sakit -Panjang kaki depan ka/ki

: Simetris

-Panjang kaki belakang ka/ki : Simetris -Lymphonodus popliteus

-Ukuran -Konsistensi -Lobulasi -Perlekatan -Panas -Kesimetrisan ka/ki -Kestabilan pelvis -Konformasi

: Keras, kokoh : Tidak ada reaksi sakit :

-

: Tidak ada perubahan : Kenyal : Jelas : Tidak ada : Sama dengan suhu kulit : Simetris

: Tegas

-Kesimetrisan -Tuber ischii -Tuber coxae -Identifikasi kondisi derma- Tologi ekstremitas bawah -Uji angkat kaki

: Simetris : Teraba, tidak ada kelainan : Teraba, tidak ada kelainan

: Kaki kotor, tidak ada perlukaan : Kaki belakang lebih mudah diangkat

Pemeriksaan lanjutan

Diagnosa

Differensial diagnosa

Prognosa

Terapi

: Pewarnaan gram

: Gingivitis

:

: Fausta

: Albothyl (Lignocaine 2,5 %, Triamcinolone Acetonide 0,1 %), dan Amoxicilin

-

6

PEMBAHASAN

Hasil pemeriksaan fisik kucing bernama Koneng menunjukan kelainan pada mukosa mulut. Kelainan yang nampak yaitu terdapat peradangan pada gusi, yang ditunjukan dengan adanya bengkak, kemerahan, yang disertai luka. Peradangan yang terjadi menyebabkan kesakitan pada Koneng, sehingga kesulitan untuk makan. Palpasi pada daerah leher terasa adanya pembengkakan pada limphonodus retropharyngealis.

adanya pembengkakan pada limphonodus retropharyngealis. Gambar 2 Peradangan gusi pada koneng Hasil pemeriksaan fisik

Gambar 2 Peradangan gusi pada koneng

Hasil pemeriksaan fisik mengindikasikan Koneng mengalami gingivitis. Gingivitis merupakan peradangan pada wilayah gusi, penyakit ini dapat disebabkan oleh gangguan immune, bakteri, virus, jamur maupun trauma fisik ( Williams dan Aller 1992). Menurut Williams dan Aller (1992), kausa penyebab gingivitis yang paling umum adalah infeksi bakteri. Setelah dilakukan pemeriksaan pewarnaan gram dari hasil swap mukosa mulut dari Koneng didapatkan hasil terdapat bakteri gram negatif. Bakteri yang paling umum menjadi penyebab gingivitis adalah bakteri dengan gram negatif (Love et al. 1989).

penyebab gingivitis adalah bakteri dengan gram negatif (Love et al. 1989). Gambar 3 Pewarnaan Gram dari

Gambar 3 Pewarnaan Gram dari swap gusi Koneng

7

Dilakukan terapi dengan melakukan pemberian Albothyl yang diencerkan dengan perbandingan 15 tetes/200 mL aquades dengan cara disemprotkan dan antibiotik berupa amoxicillin satu kali setiap hari sebanyak 1,6 mL. Albothyl mengandung sediaan aktif berupa lignocaine 2,5 % dan triamcinolone acetonide 0,1 %. Lignocaine berfungsi sebagai obat bius yang berkerja secara lokal yang dapat mengurangi respon sakit dari peradangan (Weinberg et al. 2015). Triamcinolone acetonide merupakan sediaan kortikosteroid yang berfungsi sebagai sediaan anti- inflamasi (Anonim 2018). Amoxicillin merupakan salah satu antibiotik dari golongan beta-laktam yang dapat membunuh bakteri dalam spektrum luas (Murtini et al. 2013). Hasil terapi selama 5 hari tidak meunjukkan adanya perubahan pada kondisi gusi dari koneng. Nafsu makan Koneng sedikit membaik dikarenakan efek dari pemberian albothyl yang mengurangi rasa sakit saat makan. Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan status kebershasilan terapi.

SIMPULAN

Kucing bernama Koneng didiagnosa mengalami gingivitis berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, yakni terdapat peradangan pada bagian gusi disertai hipersalivasi. Terapi berupa pemberian albothyl dan amoxicilin belum memberikan hasil yang nyata sampai akhir periode pengamatan.

8

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2018. Triamcinolone topical [Internet]. Dikutip berkala https:// medlineplus.gov/ druginfo/meds/a601124.html. Kamis 5 September 2019 Love ON, Johnson JL, Moore LVH: 1989. Bacteroides species from the oral cavity and oralassociated diseases of cats. Vet Micro. 19:275-281 Murtini S, Roni A, Wardani AK. 2013. Evaluation of antibacterial activity and determination amoxicillin. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 5(3):15. Weinberg L, Peake B, Tan C, Nikfarjam M. 2015. Pharmacokinetics and pharmacodynamics of lignocaine: A review. World J Anesthesiol. 4(2): 17-

29

Williams CA, Aller MS. Gingivitis/stomatitis in cats. Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice. 22(6): 1361-1378