Anda di halaman 1dari 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Informed consent adalah lembar persetujuan yang diberikan pada saat
sebelum operasi dan ditanda tangani oleh pasien atau keluarga. Partisipan
berpendapat bahwa informed consent adalah lembar persetujuan yang diberikan
pada saat sebelum operasi dan ditanda tangani oleh pasien atau keluarga yang
merupakan pengesahan dari mereka untuk dilakukan tindakan medik
kepadanya. Hal ini sejalan dengan tinjauan teori yang mendefinisikan bahwa
Informed Consent adalah suatu izin (consent) atau pernyataan setuju dari pasien
yang diberikan dengan bebas dan rasional, sesudah mendapatkan informasi dari
dokter dan yang sudah dimengertinya. (J. Guwandi, 2004 )
Informed consent atau persetujuan tindakan adalah persetujuan
seseorang untuk memperoleh sesuatu yang terjadi (mis. Operasi transfuse
darah, prosedur invasig). (Potter & Perry, 2005)
Informed consent memungkinakan pasien dan keluarga membuat
keputusan berdasarkan informasi penuh tetang fakta. Persetujuan harus
diperoleh dari seseorang yang dapat memahami penjelasan supaya mereka
memahamu benar keputusan yang mereka buat. Perawat harus selalu
mengklalifikasi pemahaman pasien dan keluarga tetang informasi yang telah
diberitahukan kepada mereka untuk memastikan bahwa persetujuan diberikan
berdasarkan informasi kepada meraka untuk memastikan bahwa persetujuan
diberikan berdasarkan informasi yang sebenarnya. Pasien yang menolak
diberikan berdasarkan informasi yang sebenarnya. Pasien yang menolak suatu
tindakan perawatan atau tindakan medis lainnya harus diinformasikan tetang
apapun konsekuensi bahayanya. (Potter & Perry, 2005)

7
B. PERATURAN INFORMED CONSENT
Pelayanan medis di Indonesia mengenaI informed consent telah
tertuang dalam permenkes No. 585 Th. 1989 tentang persetujuan medik,
informed consent didefinisikan sebagai persetujuan yang diberikan oleh pasien
atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan
dilakukan terhadap pasien tersebut (Dahlan, 2002).
Informed consent melindungi pasien dari pembedahan yang lalai dan
melindungi ahli bedah terhadap tuntutan dari suatu lembaga hukum. Sebelum
pasien menandatangani lembar informed consent, dokter ahli bedah harus
memberikan penjelasan tentang pembedahan yang akan dijalani pasien, dalam
hal ini perawat bertanggung jawab untuk memastikan pasien telah mendapat
penjelasan dan bahwa informed consent telah didapat secara sukarela dari
pasien oleh dokter (Smeltzer & Bare, 2002).

C. PENANGGUNG JAWAB INFORMED CONSENT


Pemberian penjelasan kepada pasien sebelum penandatanganan
informed consent adalah tanggung jawab dokter dan hal ini tidak dapat
didelegasikan kepada perawat. Perawat tidak berwenang dalam memberikan
informasi karena memberikan informasi mengenai suatu tindakan medik
(operasi) termasuk medical care (bidang pengobatan) hanya dapat dilakukan
oleh dokternya sendiri. Perawat tidak diperbolehkan memberikan informasi
mengenai suatu tindakan medik meskipun pasien yang memintanya. Perawat
menjelaskan kepada pasien bahwa hal tersebut adalah wewenang dokter untuk
menjelaskan. (J. Guwandi, 2004)
Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana
diberikan oleh perawat dokter maupuan petugas medis lain yang diberikan
wewenang/ delegasi untuk melakukan tindakan medis maupun perawatan.
Pasien berhak bertanya apabila informasi yang diberikan dirasakan masih

8
belum jelas, pasien berhak meminta pendapat ataupun penjelasan dari semua
rencana tindakan yang akan dilakukan dan berhak menolak tindakan ataupun
yang akan dilakukan terhadap dirinya. (Rano, 2008)

D. SYARAT PASIEN MEMBERIKAN PERNYATAAN


Tidak semua pasien boleh memberikan pernyataan, baik setuju maupun tidak
setuju, syarat sesorang pasien berhak memberikan pernyataan, adalah : pasien
tersebut sudah dewasa. Dewasa yang dimaksudkan disini adalah :
1. Mereka yang telah dianggap bias membuat keputusan secara rasional, yaitu
usia lebih dari 21 tahun
2. Pasien dalam keadaan sadar ( pasien harus dapat diajak komunikasi secara
wajar dan lancer jadi tidak sedang pingsan, coma atau terganggu
kesadarannya karena pengaruh obat, tekanan jiwa dll)
3. Pasien dalam keadaan sehat akal ( keadaan sadar penuh tetang pikirannya
atau tidak gila)
(Potter & Perry, 2005)

Oleh karena itu, yang paling berhak dalam menentukan tindakan yang
akan dilakukan adalah pasien itu sendiri, apabila ia memenuhi tiga kriteria
diatas. Bila dikarenakan suatu hal makan persetujuan tindakan bisa diwakilkan
oleh wali keluarga atau wali hukumnya, bila pasien itu anak-anak makan orang
tuanya, atau paman/ bibinya, atau urutan wali lainnya yang sah. (Rano, 2008)

Proses pemberian onformasi dna permintaan persetujuan rencana


tindakan bisa saja dilakukan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam
kondisi gawat darurat. Dalam kondisi ini tindakan yang dilakukan adalah
tindakan untuk penyelamatan nyawa pasien. Semua tindakan yang dilakukan
tidak berarti kebal hukum karena bila tindakan itu tidak sesuai dengan standar
pelayanan atau prosedur yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung
tinggi maka pasien ataupun keluarga dapat mengajukan tututan hukum.

9
E. KETENTUAN INFORMED CONSENT
Menurut Rano (2008) pelaksanaan Informed consent dianggap benar bila
memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Persetujuan atau penolakan tindakan medis dan perawatan diberikan untuk
tindakan medis dan perawatan yang dinyatakan secara spesifik.
2. Persetujuan atau penolakan tindakan medis dan perwatan diberikan tanpa
paksaan
3. Persetujuan atau penolakan tindakan medis dan perawatan diberikan oleh
seseorang(pasien) yang sehat mental dan yang berhak memberikannya dari
segi hukum
4. Persetujaun atau penolakan tindakan medis dan perawatan diberikan setelah
diberikan cukup informasi dan pejelasan yang diperlukan. Jadi Informed
consent adalah suatu ijin atau pernyataan setuju dari pasien yang diberikan
dengan bebas dan rasional sesudah mendapatkan informasi dari dokter atau
perawat dan yang sudah dimengertinya.

F. MANFAAT PENJELASAN INFORMED CONCENT


Informed consent adalah supaya pasien tahu prosedur penanganan
penyakitnya bisa membahayakan atau tidak, serta mendapatkan informasi
tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum operasi. Hal ini agak berbeda
dengan tinjauan teori yang menjelaskan tujuan informed consent adalah untuk
memberikan perlindungan pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya
tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang
dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya dan juga untuk memberi
perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat
negatif, karena prosedur medik modern tidak tanpa resiko dan pada setiap
tindakan medik ada melekat suatu resiko (inherent risk). (J. Guwandi, 2004)

10
G. HAK-HAK PASIEN DALAM INFORMED CONSENT

Hak – hak pasien dalam informed consent adalah mendapat informasi,


menerima ganti rugi bila merasa dirugikan, menolak pengobatan.Partisipan lain
mengatakan bahwa hak – hak pasien dalam informed consent adalah menerima
maupun menolak persetujuan. Konsumen pelayanan kesehatan mempunyai hak
umum untuk menentukan jenis pelayanan kesehatan dan harus bersedia untuk
kebutuhan saat ini dan saat yang akan datang.
(http://klinikandalas.wordpress.com/2008/04/25/menentukan-kehamilan-
pasca-operasi-caesar-dan-informed-concent, 2008)

H. PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN INFORMED CONSENT


PADA PASIEN
1. PERAN SEBAGAI ADVOCATE
Peran advokasi dilakukan perawat dalam membantu pasien dan
keluarga dalam menginterpretasi berbagai informasi dari pemberi layanan
atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan
keperawatan yang diberikan terhadap pasien juga dapat berperan
mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak oleh
pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak
untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi
akibat kelalaian. (M. Dwidiyanti, 2007)

2. PERAN SEBAGAI COUNSELLOR

Counsellor adalah mengatasi tekanan psikologis dengan mencari


penyebab kecemasannya, memberikan keyakinan dalam mengurangi
kecemasan pasien. Konseling adalah proses membantu pasien untuk
menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial, untuk

11
membangun hubungan interpersonal yang baik, dan untuk meningkatkan
perkembangan seseorang dimana didalamnya diberikan dukungan
emosional dan intelektual. (Mubarak dan Nur Chayatin, 2009)

3. PERAN SEBAGAI CONSULTANT

Hak pasien dalam menentukan alternatif baginya dalam memilih


tindakan yang tepat dan terbaik serta memposisikan dirinya sebagai tempat
berkonsultasi untuk memecahkan suatu permasalahan Perawat berperan
sebagai tempat konsultasi bagi pasien terhadap masalah yang dialami atau
mendiskusikan tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
(Mubarak dan Nur Chayatin, 2009)

12
I. CONTOH LEMBAR INFORMED CONSENT

PERSETUJUA RUMAH SAKIT


“IBNU SINA”
YAYASAN WAKAF UMI
Jl. Urip Sumiharjo Km. 05 No. 264 Telp (0411) 5055103 -
452917 - 452958
Makassar 90231
TINDAKAN KEDOKTERAN
(BEDAH DAN INVASIF)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama
Tanggal Lahir
Jenis Kelamin
Alamat  Laki – laki 
Perempuan
Bukti Diri / KTP / SIM / Pasport
Telah mendapat penjelasan dari dokter tentang :
 Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran

 Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan

 Alternatif tindakan lain / perluasan daerah


operasi dan risikonya

 Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi

13
 Prognosis terhadap tindakan yang mungkin
Dilakukan

Di samping itu dokter juga telah menjelaskan


kepada saya bahwa :

 Tindakan pemberian obat – obatan dan transfusi darah kemungkinan di perlukan


dan semua tindakan ini mengandung resiko
 Operasi atau tindakan tambahan kemungkinan diperlukan jika dokter menemukan
sesuatu yang tak terduga
 Operasi / Tindakan ini kemungkinan tidak memberikan hasil yang sesuai harapan
walaupun sudah dilakukan sesuai standar prosedur yang berlaku

Saya sudah mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan saya sudah mengerti dan
puas dengan penjelasanyang diberikan sehubungan dengan pernyataan - pernyataan
saya, di samping itu jika terjadi kecelakaan seperti tertusuknya jarum atau alat tajam
pada petugas medis selama berlangsungnya tindakan, saya memberikan izin untuk
mengambil darah pasien untuk tes HIV dan penyakit lainnya yang menularnya
melalui darah.
Makassar, .......................... 20..........
Dokter yang memberi penjelasan Pasien /
Keluaraga

14
_________________________
_________________________
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya SETUJU untuk
dilakukan operasi atau tindakan medis yang sudah dijelaskan di atas berupa* :
Terhadap diri saya* / Anak* / Istri* / Suami* / Ayah* / Ibu* / Saya
.............................................., dengan :
Nama
Tanggal Lahir
Jenis Kelamin  Laki – laki  Perempuan
Alamat
Dirawat di Perawatan / Kelas /
Kamar
No. Rekam Medik
Demikian persetujuan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan

Makassar, .......................... 20..........


Dokter Yang membuat pernyataan

Tanda tangan & Nama lengkap Tanda tangan & Nama lengkap

Saksi I Saksi II
(Pihak Rumah Sakit) (Pihak Keluarga Pasien)

15
* Isi dengan jenis tindakan medis yang akan dilakukan
 Isi dengan tanda silang (X) atau rumput () jika telah dijelaskan
Bila pasien berusia di bawah 21 tahun atau tidak dapat memberikan persetujuan
karena alasan (*) tidak dapat menandatangani surat di atas, pihak rumak sakit
mengambil kebijaksanaan dengan memperoleh tandatangan dari orang tua,
pasangan, anggota keluarga terdekat atau wali dari pasien.

16