Anda di halaman 1dari 2

Analisis Masalah

1. Di tengah desa tersebut mengalir sungai yang dipakai sebagai sumber air rumah
tangga dan sebagai tempat (MCK). Di desa tersebut terdapat sampah di mana-mana
dikarenakan masyarakatnya mempunyai kebiasaan membuang sampah sembarangan.
a. Apa dampak sampah berserakan terhadap lingkungan desa?

2. Dalam 7 hari ini, ada 5 orang anak sekolah dasar yang didiagnosa demam berdarah
dengue yang dirujuk ke rumah sakit. Bulan September tahun lalu terdiagnosa DBD 15
orang. Dari evaluasi program terjadi peningkatan kasus DBD 2 kali dibandingkan
bulan yang sama pada tahun lalu.
a. Apa makna kalimat diatas?

3. Melihat permasalahan yang ada, dr.Desi berkoordinasi dengan pak Camat, segera
mengadakan pertemuan dengan kepala desa, pak RT, kepala sekolah, tokoh agama,
kader kesehatan, mengadakan survey mawas diri dan di lanjutkan dengan
musyawarah masyarakat desa serta diharapkan akan menurunkan penyakit demam
berdarah dengue dikecamatan “Mangga”.
a. Apa saja yang dilakukan pada musyawarah masyarakat desa (MMD)?
Pada Musyawarah masyarakat desa (MMD) dilakukan pembahasan mengenai hasil
Survei Mawas Diri (SMD) dan perencanaan penanggulangan masalah kesehatan yang
diperoleh dari Survei Mawas Diri (Depkes RI, 2007).
Pelaksanaan MMD
1. Pengenalan masalah kesehatan oleh masyarakat sendiri melalui curah pendapat
dengan menggunakan alat peraga, poster dan lain-lain dipimpin oleh petugas
Puskesmas atau bidan di desa.
2. Penyajian hasil SMD oleh tokoh masyarakat/kader/kelompok SMD.
3. Perumusan dan penentuan perioritas masalah kesehatan atas dasar pengenalan
masalah dan hasil SMD dilanjutkan dengan rekomendasi tehnis dari petugas
Puskesmas/bidan di Desa.
4. Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dalam rangkapenanggulangan
masalah kesehatan, dipimpin oleh kepala Desa/Kelurahan, dilanjutkan dengan
pembentukan forum Desa Siagadan penetapan Poskesdes sebagai koordinator
UKBM.
5. Penutup

4. Minggu yang lalu Puskesmas “Manggis” dikunjungi oleh staf Dinas Kesehatan
Kabupaten karena kegiatan surveilance DBD tidak jalan.
a. Apa kegunaan angka insidens dan prevalensi penyakit bagi puskesmas?
Manfaat Angka Insidensi:
1) Potret masalah suatu penyakit.
2) Angka insidensi dalam beberapa periode dapat digunakan untuk memperkirakan
kecenderungan dan fluktuasi penyakit.
3) Pemantauan evaluasi upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit.
4) Perbandingan angka insidensi antar wilayah dan antar waktu.

Interpretasi Angka Insidensi: Makin besar angka insidensi berarti makin besar masalah
suatu penyakit.

Manfaat Angka Prevalensi:

Untuk mengetahui tingkat keganasan, durasi berkembanganya suatu penyakit.

Interpretasi Angka Prevalensi :

1) Semakin tinggi prevalensi suatu penyakit, berarti penyakit tidak ganas.


2) Semakin rendah durasi penyakit semakin rendah angka prevalensi.

5. Dr. Desi ingin menurunkan kejadian DBD diwilayah Puskesmas “Manggis” dengan
membuat program-program kegiatan prevensi terhadap penyakit DBD.
a. Apa saja program yang dapat dilakukan untuk menurunkan kejadian DBD pada
kasus?