Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

COPD (CHRONIC PULMONARY CHRONIC DISEASE)

DI RUANG 23 INFEKSI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

2019
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


COPD (CHRONIC PULMONARY CHRONIC DISEASE)
di RUANG 23 INFEKSI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh:

MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES MALANG


PRODI D4 KEPERAWATAN MALANG

Mengetahui,

Pembimbing Lahan

( )
COPD (CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE)

Pokok Bahasan : COPD/Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Sasaran : Keluarga Pasien

Hari / tanggal : Kamis, 19 September 2019

Tempat :

Waktu : 30 menit

I. Tujuan Institusional
Meningkatkan derajat kesehatan klien.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga pasien di Ruang 23i
mampu memelihara kesehatan dan menghindari penyakit paru obstruktif kronis.
III. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran mampu :

1. Keluarga pasien dapat menyebutkan kembali mengenai pengertian COPD


2. Keluargapasien dapat menyebutkan penyebab dari COPD.
3. Keluarga pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala COPD.
4. Setelah dilakukan penyuluhan keluarga klien mampu memahami bagaimana cara
mencegah agar tidak terjadi COPD
5.
IV. Karakteristik Sasaran
Sasaran dalam penyuluhan ini adalah keluarga pasien di Ruang 23I RS dr. Saiful
Anwar Malang.

V. Manfaat
1. Manfaat bagi audiens/keluarga pasien
- Mengetahui pengertian COPD
- Mengetahui penyebab penyakit COPD
- Mengetahui mengenai tanda dan gejala COPD
2. Manfaat bagi mahasiswa
- Memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, serta pencegahan COPD
- Meningkatkan public speaking.
VI. Pokok Bahasan
a.

VII. MATERI PENGAJARAN


Terlampir.

VIII. ALOKASI WAKTU


Pembukaan : 5 menit
Penjelasan/uraian materi : 15 menit
Evaluasi : 7 menit
Rangkuman/penutup : 3 menit
Total : 30 menit

IX. STRATEGI PEMBELAJARAN


1. Menjelaskan materi-materi penyuluhan.
2. Menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah pemahaman sasaran.
3. Memberikan kesempatan bertanya pada sasaran.
4. Mengadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman.

X. SETTING TEMPAT

LCD

M P
OP
KP KP KP L
N P
KP KP
F P F
OB
OB
KETERANGAN :
L : LEADER
M : MODERATOR
P : PEMATERI
OP : OPERATOR
OB : OBSERVER
N : NOTULEN
F : FASILITATOR
KP : KELUARGA PASIEN

XI. KEGIATAN PENYULUHAN


Tahap KegiatanPendidik KegiatanPeserta Metode Waktu

Pra  Menyiapkan perlengkapan.


 Menyiapkan sasaran.
Kegiatan  Salam. Memperhatikan Ceramah 5 menit
Pembuka  Perkenalan.
 Presepsi kegiatan
peyuluhan. Memperhatikan Ceramah

 Penjelasan tujuan adanya


kegiatan.
 Kontrak waktu
Uraian Penjelasan isi materi : Memperhatikan Ceramah dan 15menit
materi  dan Demostrasi
memperagakan

Penutup  Tanya jawab. Menjawab Tanya jawab 10 menit


 Menarik kesimpulan. pertanyaan
 Salam penutup.
Memperhatikan
Ceramah
Membalas salam

XII. MEDIA PENGAJARAN


Leaflet dan PPT

XIII. METODE PENGAJARAN


1. Ceramah
2. Tanya jawab
XIV. EVALUASI
a. Evaluasi proses
- Diharapkan 90% keluarga pasien dating untuk mengikuti kegiatan penyuluhan
- Peserta penyuluhan antusias dan tertarik terhadap materi penyuluhan
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum penyuluhan selesai.
b. Evaluasi Hasil
LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian COPD

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)/ Cronic Obstruction Pulmonary Disease (COPD)
merupakan istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru yang berlangsung
lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran
patofisiologi utamanya (Price, Sylvia Anderson: 2008). PPOK adalah penyakit paru kronik
dengan karakteristik adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif
nonreversibel atau reversibel parsial, serta adanya respons inflamasi paru terhadap partikel
atau gas yang berbahaya (GOLD, 2009).PPOK merupakan salah satu dari kelompok penyakit
tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan
oleh meningkatnya usia harapan hidup dan semakin tingginya pajanan faktor resiko, seperti
banyaknya jumlah perokok, serta pencemaran udara didalam ruangan maupun diluar ruangan
(Persatuan Dokter Paru Indonesia, 2011). PPOK adalah klasifikasi luas dari gangguan, yang
mencangkup bronchitis kronis, bronkiektasis, emfisima dan asma. PPOK merupakan kondisi
ireversibel yang berkaitan dengan dyspnea saat beraktivitas dan penurunan aliran masuk dan
keluar udara paru-paru (Smaltzer & Bare, 2007).

2. Etiologi

Etiologi penyakit ini belum diketahui, Menurut Muttaqin Arif (2008), penyebab dari PPOK
adalah:

a. Kebiasaan merokok, merupakan penyebab utama pada bronchitis dan emfisema.

b. Adanya infeksi: Haemophilus influenza dan streptococcus pneumonia.

c. Polusi oleh zat-zat pereduksi.

d. Faktor keturunan.

e. Faktor sosial-ekonomi: keadaan lingkungan dan ekonomi yang memburuk.Pengaruh dari


masing – masing faktor risiko terhadap terjadinya PPOK adalah saling memperkuat dan
faktor merokok dianggap yang paling dominan.
3. Tanda dan Gejala
Batuk merupakan keluhan pertama yang biasanya terjadi pada pasien PPOK. Batuk bersifat
produktif yang pada awalnya hilang timbul lalu kemudian berlangsung lama dan sepanjang
hari. Batuk disertai dengan produksi sputum yang pada awalnya sedikit dan mukoid kemudian
berubah menjadi banyak dan purulent seiring dengan semakin bertambah parahnya batuk
penderita.
Penderita PPOK juga akan mengeluhkan sesak yang berlangsung lama sepanjang hari, tidak
hanya pada malam hari, dan tidak pernah hilang sama sekali. Hal ini menunjukkan adanya
obstruksi jalan nafas yang menetap. Keluhan sesak inilah biasanya membawa penderita PPOK
berobat ke Rumah Sakit. Sesak dirasakan memberat saat melakukan aktifitas dan pada saat
mengalami eksaserbasi akut.
Gejala-gejala PPOK eksaserbasi akut meliputi :
a. Batuk bertambah berat
b. Produksi sputum bertambah
c. Sputum berubah warna
d. Sesak nafas bertambah berat
e. Bertambahnya keterbatasan aktifitas
f. Terdapat gagal nafas akut pada gagal nafas kronis
g. Penurunan kesadaran
4. Pencegahan COPD
5. Penatalaksanaan Medis

Penatalaksanaan medis dari Penyakit Paru Obstruksi Kronik adalah:

 Berhenti merokok harus menjadi prioritas.


 Bronkodilator (β-agonis atau antikolinergik) bermanfaatpada 20-40% kasus.
 Pemberian terapi oksigen jangka panjang selama>16jam memperpanjang usia pasien
dengan gagal nafas kronis (yaitu pasiendengan PaO2sebesar 7,3 kPa dan FEV 1
sebesar 1,5 d.Rehabilitasi paru (khususnya latihan olahraga) memberikan manfaat
simtomatik yang signifikan pada pasien dengan pnyakit sedang-berat.
 Operasi penurunan volume paru juga bisa memberikan perbaikan dengan
meningkatkan elastic recoil sehingga mempertahankan patensi jalan nafas. (Davey,
2002)

6. Perawatan PPOK di rumah:


- Melakukan aktivitas perawatan diri
- Meningkatkan immunitas
- Menjaga lingkungan agar bebas dari polusi
- Tidak merokok
- Pengeluaran sekresi bronchial dengan cara: postural drainage, clapping, vibrasi dan
latihan batuk efektif.
 Postural drainage
Pengeluaran secret dengan prinsip gravitasi bumi
Caranya : Posisikan klien sesuai bagian paru yang mengandung banyak secret (untuk
membersihkan paru kanan maka klien miring kiri dan begitu juga sebaliknya), lanjutkan
dengan prosedur clapping dan vibrasi, lakukan 10-15 menit
 Clapping dan vibrasi
Caranya : Atur posisi klien, duduk atau miring. Menepuk punggung dengan kedua tangan
masing-masing sisi 30x tepukan, sampai ada rangsangan batuk. Vibrasi dilakukan dengan
cara melakukan getaran-getaran lembut disamping depan cekungan iga saat klien menarik
napas dalam.
 Batuk Efektif
Caranya : Anjurkan klien menarik napas dalam, tahan selama 3 detik dan batukkan. Sekret
ditampung dalam sputum pot
Postural drainase, clapping, vibrasi dan batuk efektif dilakukan secara berurutan sebagai
suatu paket manajemen pengeluaran sekret
7.