Anda di halaman 1dari 18

Presentasi Kasus

FIBROADENOMA MAMMAE
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Kepaniteraan Klinik di Bagian Ilmu Bedah
RSUD Panembahan Senopati Bantul

Disusun Oleh :

Shabrina Ari Rahmaniar

20070310027

Dosen Pembimbing :
Dr. Gunawan Siswadi, Sp.B

BAGIAN ILMU BEDAH


RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2012
LEMBAR PENGESAHAN

PRESENTASI KASUS

FIBROADENOMA MAMMAE

Disusun Oleh :

Shabrina Ari Rahmaniar 20070310027

Telah disetujui dan dipresentasikan

Pembimbing

dr.Gunawan Siswadi ,Sp.B


BAB I
LAPORAN KASUS

I IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. NW
Umur : 14 tahun
Alamat : Tamanan Wetan, Bangun Tapan
Status Perkawinan : Belum menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Tanggal MRS : 21 Juni 2012
No CM : 130804

II ANAMNESIS
Keluhan Utama : Benjolan di payudara kiri
Sejak 3 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit, pasien menyadari
ada sebuah benjolan yang tidak terasa nyeri pada payudara kiri sebesar
kelerang yang semakin lama semakin bertambah besar sehingga sekarang
sebesar telur puyuh. Benjolan terasa kenyal dan dapat di gerakan. Kulit diatas
benjolan tidak ditemukan adanya kemerahan, tidak ada kulit yang melekuk
ke dalam, tidak ada puting yang tertanam ke dalam ataupun borok. Riwayat
keluar cairan, darah dari puting susu tidak ada maupun adanya benjolan di
tempat lain tidak ada. Pada ketiak tidak dirasakan sakit, tidak ada benjolan.
Keluhan tidak disertai dengan demam, batuk, sesak, sakit kepala hebat, rasa
penuh di ulu hati, nyeri pada tulang punggung maupun paha. Keluhan
benjolan tidak disertai dengan bengkak pada lengan.
Penderita haid pertama pada usia 13 tahun, siklus 28 hari, teratur.
Napsu makan baik, berat badan tidak menurun. Riwayat benjolan maupun
operasi di payudara sebelumnya tidak ada. Riwayat benjolan payudara pada
keluarga tidak. Riwayat radiasi pada daerah dinding dada tidak ada.
III PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum : Tidak tampak sakit
Kesadaran : Kompos mentis
Gizi : Cukup
Tanda vital : TD = 120/80 mmHg R = 20 x/menit

N = 84 x/menit S = 36,50C

Kepala : CA -/-, SI -/-


Leher : JVP tak meningkat
Kulit : Turgor baik
Thoraks : Bentuk dan gerak simetris
Pulmo : Sonor, vesikuler kiri = kanan
Cor : Bunyi jantung S1-S2 reguler
Abdomen : Datar, lembut
Hepar dan lien tidak teraba
Bising usus (+) Normal
Ekstremitas : Edema -/-

Status Lokalis
mammae sinistra :
- Inspeksi : Payudara simetris, retraksi puting susu (-), edema (-), ulserasi
(-), discharge (-), kulit hiperemis (-).
- Palpasi :
Kuadran medial bawah sinistra (di bawah nipple) teraba 1 buah massa
berukuran 3 x 2 x 1 cm, permukaan rata, batas tegas, kenyal, mobile,
nyeri tekan (-).
IV PEMERIKSAAN LABORATORIUM
- Darah Lengkap
Hb : 14,7 gr%
AL : 6,5 ribu/ul
AE : 5,35 juta/ul
AT : 267 ribu/ul
HMT : 42,2 %
- Hitung Jenis Leukosit
Eosinofil : 6%
Basofil : 1%
Batang : 2%
Segmen : 55%
Limfosit : 33 %
Monosit : 3%
- Golongan darah :O
- PPT : 12,8 detik
- APTT : 33,2 detik
Control PPT : 14,0 detik
Control APTT : 31,6 detik
- GDS : 80 gr/dl
- Ureum : 17 mg/dl
- Kreatinin : 0, 47 mg/dl
- Elektrolit
Natrium : 136,6 mmol/l
Kalium : 3,80 mmol/l
Klorida : 108,8 mmol/l
- HbsAg : negatif
- Ro thorax : cor dan pulmo dalam batas normal

V DIAGNOSIS KERJA
Suspek Fibroadenoma mammae sinistra
VI DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor Jinak Mammae Sinistra
a. Kelainan Fibrokistik (mammary displasia)
b. Fibrosis
c. Kista
d. Galaktokel
e. Hiperplasi Epitelial
f. Adenosis
g. Fibroadenoma
h. Tumor Filoides (Sistosarkoma filoides)
i. Papilloma Intraduktal
j. Tumor Sel Granular
k. Ektasia Duktus
l. Nekrosis Lemak
m. Mastitis

2. Tumor Ganas Mammae Sinistra

VII USUL PEMERIKSAAN


- USG mammae sinistra
- Biopsi eksisi  lumpektomi
- Laboratorium : Hb, jumlah leukosit, trombosit, hematokrit
- Foto Thorax PA

VIII INSTRUKSI PASCA OPERASI


- Awasi KU dan Vital Sign
- Bila peristaltik (+)  boleh coba minum
- Infus RL:D5%  1 : 2 20 tpm
- Injeksi Zibac 2x1 gram
- Injeksi teranol 2x1 ampul
- Injeksi Ranitidin 2x1 ampul
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Anatomi Payudara
Payudara pada wanita menonjol mulai dari iga ke II/III sampai ke
VI/VII dan dari dekat pinggir sternum sampai garis axilla anterior. Tetapi
jaringan payudara sebenarnya bisa lebih luas lagi sampai ke klavikula sebagai
suatu lapisan jaringan tipis dan ke medial sampai ke garis median, ke lateral
sampai pinggir otot latissimus dorsi. Ada suatu bagian dari payudara yang
disebut buntut dari payudara atau “axillary projection of the breast”.
Payudara merupakan kelenjar keringat yang mengalami modifikasi dan
berkembang lebih kompleks pada wanita dan rudimenter pada pria. Proses
perkembangan dimulai pada janin berumur 6 minggu dimana terjadi penebalan
lapisan epidermis pada bagian ventral, superfisial dari fasia pektoralis serta
otot-otot pektoralis mayor dan minor. Penebalan yang terjadi pada
venteromedial dari region aksila sampai ke regio inguinal menjadi ‘milk lines’
dan selanjutnya pada bagian superior berkembang menjadi puting susu dan
bagian lain menjadi atrofi. Setiap payudara terdiri dari 12 sampai 20 lobulus
kelenjar tubuloalveolar yang masing-masing mempunyai saluran ke puting
susu yang disebut duktus laktiferus. Diantara kelenjar susu dan fasia pektoralis
serta diantara kulit dan kelenjar payudara terdapat jaringan lemak. Diantara
lobulus terdapat ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara.
Setiap lobulus terdiri dari sel-sel asini yang terdiri dari sel epitel kubus dan
mioepitel yang mengelilingi lumen. Sel epitel mengarah ke lumen, sedangkan
sel mioepitel terletak diantara sel epitel dan membran basalis.
Batas batas payudara diantaranya :
- Superior : vena aksilaris
- Posterior : nervus thorakalis
- Medial : muskulus pektoralis minor
- Lateral : muskulus latisimus dorsi

2. Vaskularisasi
Perdarahan payudara terutama dari cabang arteri perforantes anterior dari
arteri mammaria interna, arteri torakalis lateralis yang bercabang dari arteri
aksilaris, dan beberapa arteri interkostalis.

3. Drainase limfatik
- Kelenjar getah bening pectoralis (anterior), berlokasi di lipatan aksila
anterior (di antara batas bawah M. Pectoralis mayor).
- Kelenjar getah bening Subscapular (posterior), berlokasi di lipatan aksila
posterior (daerah batas lateral scapula). Drainasenya dari dinding belakang
dada dan sebagain lengan.
- Kelenjar getah bening lateral, berlokasi di daerah humerus atas.
Drainasenya dari lengan.
- Drainase dari KGB pusat di aksila, kemudian ke KGB infraclavicular dan
supraclavicular.
- Sebagian drainase dari payudara ada yang langsung berhubungan dengan
KGB infraclavicular.

Persarafan payudara juga harus diperhatikan dalam proses pembedahan


payudara, apabila ada kerusakan akibat proses pembedahan maka dapat terjadi
deficit fungsional pada saraf yang terkena, sebagai contoh :
Massa teraba saat palpasi

4. FIROADENOMA MAMMAE (FAM)


a. Definisi
Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah suatu kelainan struktur anatomis
yang disebabkan oleh tumbuhnya jaringan, atau neoplasma jinak yang terutama
pada wanita muda. FAM adalah suatu tumor yang terdapat pada payudara
dengan konsistensi padat, kenyal, dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya,
yang mempunyai bentuk bulat atau lonjong, dan berbatas tegas. FAM adalah
tumor jinak yang sering terjadi di payudara. Benjolan berasal dari jaringan
fibrosa (masenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara
sehingga tumor ini disebut tumor campur. FAM adalah tumor jinak dan
berbatas tegas dengan konsistensi padat dan kenyal, penanganannya dengan
pengangkatan tumor kemudian specimen diperiksa untuk mengetahui adanya
keganasan. Tumor adalah massa padat, besar, meninggi dan berukuran lebih
dari 2 cm. Tumor berasal dari bahasa latin tumere, yang berarti bengkak,
merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun istilah ini
sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis
yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat digolongkan menjadi dua yaitu
tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna). Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa Fibroadenoma Mammae adalah tumor jinak yang
menyerang wanita muda dimana tumor tersebut berbentuk bulat, berbatas
tegas, kenyal, mudah digerakkan yang berasal dari jaringan fibrosa dan
jaringan glandular yang terdapat di payudara. Penanganannya dengan
pengangkatan tumor kemudian specimen diperiksa untuk mengetahui adanya
keganasan.
Suatu tumor yang berbatas tegas, tidak berkapsul, tapi tampaknya seperti
berkapsul. Secara mikroskopik terdiri dari 2 komponen, yaitu : komponen
stroma jaringan lunak yang berploriferasi dan komponen ”acini” dari duktus
yang berkembang secara atipik. Fibroadenoma diturunkan dari lobulus
payudara dengan elemen yang menyusunnya berupa jaringan epitel dan
jaringan ikat.
Dari gejala klinik akan didapatkan sebagian besar merupakan benjolan
yang tidak nyeri. Benjolan ini dapat dirasakan membesar saat rangsangan
estrogen meninggi seperti pada masa kehamilan, laktasi atau menjelang
menopause dan dirasakan mengecil pada saat rangsang estrogen menurun
seperti saat menstruasi. Pada perabaan bulat atau lonjong, licin, mudah
digerakkan dari jaringan sekitarnya. FAM ini biasanya didapatkan pada usia
muda dibawah 30 tahun. Risiko lebih besar didapatkan pada wanita kulit hitam
dibandingkan kulit putih. FAM merupakan lesi massa yang terbanyak pada
usia kurang dari 25 tahun, biasanya akan tumbuh secara gradual dan dapat
disertai dengan rasa nyeri yang bersifat siklik. Apabila massanya teraba,
membesar maupun terdapat gangguan fisiologis maka perlu dipertimbangkan
biopsi insisi. Manajemen secara konservatif dapat dilaksanakan apabila massa
tidak teraba maupun telah dapat dipastikan sebagai FAM dengan pemeriksaan
USG, mammografi maupun biopsi, akan tetapi follow up selanjutnya
merupakan hal yang esensial.
b. Etologi

Penyebab FAM belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa yang
mempengaruhi timbulnya tumor ini antara lain:
1) Konstitusi genetika : Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu yang
menderita kanker. Pada kembar monozigot terdapat kanker yang sama. Terdapat
kesamaan lateralis kanker payudara keluarga dekat dari penderita kanker payudara.
2) Pengaruh hormone : FAM umumnya pada wanita, biasanya ukuran akan
meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormone
estrogen meningkat. Pada laki-laki kemungkinannya sangat rendah. Pengobatan
hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker.
3) Makanan : Makanan yang banyak mengandung lemak dan zat kimia.
4) Radiasi daerah dada : Radiasi dapat menyebabkan mutasi gen.

c. Patofisiologi
Fibroadenoma mamae bukan merupakan satu-satunya penyakit pada
payudara, namun insiden kasus tersebut tinggi, tergantung pada jaringan
payudara yang terkena, estrogen dan usia permulaan. Tumor dapat terjadi
karena mutasi dalam DNA sel. Penimbunan mutasi merupakan pemicu
munculnya tumor. Penimbunan mutasi di jaringan fibrosa dan jaringan epitel
dapat menyebabkan proliferasi sel yang abnormal sehingga akan tampak tumor
yang membentuk lobus- lobus hal ini dikarenakan terjadi gangguan pada
nukleus sel yang menyebabkan sel kehilangan fungsi deferensiasi yang disebut
anaplasia. Dengan rangsangan estrogen fibroadenoma mamae ukurannya akan
lebih meningkat hal ini terlihat saat menstruasi dan hamil. Nyeri pada payudara
disebabkan karena ukuran dan tempat pertumbuhan fibroadenoma mamae.
Karena fibroadenoma mamae tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan
adalah dengan mengangkat tumor tersebut, untuk mengetahui apakah tumor itu
ganas atau tidak tumor yang sudah di ambil akan di bawa ke laboratorium
patologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

d. Manifestasi klinik
Tanda gejala fibrosis mamae khas berupa daerah yang nyeri, lunak
(terutama menjelang menstruasi), biasanya berbatas tegas dengan konsistensi
yang meningkat. Sering kepadatan dan ketegangan berkurang setelah
menstruasi, tidak terdapat tanda- tanda bahwa kelainan ini merupakan
predisposisi kanker. Melalui pemeriksaan mikroskopi fibroadenoma mammae
akan terlihat : Tampak jaringan tumor yang berasal dari masenkim (jaringan
ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (kelenjar epitel) yang berbentuk lobus-
lobus. Lobuli terdiri dari jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang
berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler) Saluran
tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform.

e. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah :
1) Mamografi
Pemeriksaan mammografy terutama berperan pada payudara yang
mempunyai jaringan lemak yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang
relatif sedikit. Pada mammografy, keganasan dapat memberi tanda-tanda
primer dan skunder. Tanda primer berupa fibrosis reaktif, comet sign (Stelata),
adanya perbedaan yang nyata anatara ukuran klinis dan radiologis, adanya
mikroklasifikasi, adanya spikulae, dan distensi pada struktur arsitektur
payudara. Tanda skunder berupa retraksi, penebalan kulit, bertambahnya
vaskularisasi, perubahan posisi papila dan areola, adanya bridge of tumor,
keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular tidak teratur, infiltrasi dalam
jaringan lunak di belakang mamma, dan adanya metastasis ke kelenjar
(gambaran ini tidak khas). Mammografi di gunakan untuk mendiagnosis
wanita dengan usia tua sekitar 60 tahun atau 70 tahun.
2) Ultrasonografi Payudara (USG)
Untuk mendeteksi luka- luka pada daerah-daerah padat pada payudara
usia muda karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak
terlihat dengan baik jika menggunakan mammografi.
Pemeriksaan ini hanya membedakan antara lesi atau tumor yang solid dan
kistik. Pemeriksaan gabungan antara USG dan mammografi memberikan
ketepatan diagnostik yang lebih tinggi.
3) Aspirasi
Mengambil kandungan breast yang menggunakan Fine Needle
Aspiration Cytologi (FNAC). Pada FNAC akan diambil sel dari fibroadenoma
mammae dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang
dimasukkan pada suntikan. Dari alat tersebut akan diperoleh sel yang terdapat
pada fibroadenoma dan hasil pengambilan akan di kirim ke laboratorium
patologi untuk diperiksa dibawah mikroskop.

4) Xeroradiography
Sama dengan mammography kecuali adanya suatu plat aluminium
dengan suatu pelapis selenium bermuatan listrik digunakan pada tempat
dimana tempatkan film hitam putih sinar X mammography.
5) Thermography
Merupakan teknik mengukur dan mencatat emisi panas yang berasal
dari payudara dengan menggunakan sinar infra merah.
6) Biopsi Payudara
Merupakan suatu cara untuk meyakinkan apakah tumor jinak atau
tidak, berbahaya atau tidak berbahaya dengan mengambil jaringan dari
penderita secara bedah untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik.

BAB III
KESIMPULAN

Dari keterangan umum didapatkan pasien berusia 14 tahun. Dari


anamnesa khusus didapatkan adanya keluhan benjolan sejak 3 bulan yang lalu
sebelum masuk rumah sakit, pasien menyadari ada sebuah benjolan yang
tidak terasa nyeri pada payudara kiri sebesar kelerang yang semakin lama
semakin bertambah besar sehingga sekarang sebesar telur puyuh. Benjolan
terasa kenyal dan dapat di gerakan. Kulit diatas benjolan tidak ditemukan
adanya kemerahan, tidak ada kulit yang melekuk ke dalam, tidak ada puting
yang tertanam ke dalam ataupun borok. Riwayat keluar cairan, darah dari
puting susu tidak ada maupun adanya benjolan di tempat lain tidak ada. Pada
ketiak tidak dirasakan sakit, tidak ada benjolan. Keluhan tidak disertai dengan
demam, batuk, sesak, sakit kepala hebat, rasa penuh di ulu hati, nyeri pada
tulang punggung maupun paha. Keluhan benjolan tidak disertai dengan
bengkak pada lengan.
Penderita haid pertama pada usia 13 tahun, siklus 28 hari, teratur.
Napsu makan baik, berat badan tidak menurun. Riwayat benjolan maupun
operasi di payudara sebelumnya tidak ada. Riwayat benjolan payudara pada
keluarga tidak. Riwayat radiasi pada daerah dinding dada tidak ada.
Dari keluhan utama dan anamnesa ini dapat ditarik beberapa
kemungkinan diagnosis yaitu :
1. Fibroadenoma mammae
2. Kistosarkoma Phylloides.
Kemungkinan diagnosis tersebut didapatkan berdasarkan sifat benjolan
yang tidak terasa nyeri, berukuran ± 3 cm (seukuran telur puyuh) yang asalnya
sebesar kelereng dalam waktu 3 bulan. Sifat-sifat tersebut menunjukkan adanya
progresivitas yang khas untuk suatu tumor. Beberapa diagnosis banding
benjolan pada payudara lain seperti perubahan fibrokistik, mastitis, abses
payudara, kanker payudara, penyakit Mondor telah dapat disingkirkan dengan
tidak adanya beberapa gejala seperti tidak adanya tanda-tanda inflamasi pada
mastitis dan abses payudara, atau tanda-tanda keganasan pada
kanker.Fibroadenoma Mammae adalah tumor jinak yang menyerang wanita
muda dimana tumor tersebut berbentuk bulat, berbatas tegas, kenyal, mudah
digerakkan yang berasal dari jaringan fibrosa dan jaringan glandular yang
terdapat di payudara. Penanganannya dengan pengangkatan tumor kemudian
specimen diperiksa untuk mengetahui adanya keganasan.
Suatu tumor yang berbatas tegas, tidak berkapsul, tapi tampaknya
seperti berkapsel. Secara mikroskopik terdiri dari 2 komponen, yaitu :
komponen stroma jaringan lunak yang berploriferasi dan komponen ”acini”
dari duktus yang berkembang secara atipik. Fibroadenoma diturunkan dari
lobulus payudara dengan elemen yang menyusunnya berupa jaringan epitel dan
jaringan ikat.

DAFTAR PUSTAKA
- Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. 2003. Penerbit Buku Kedokteran
EGC: Jakarta
- Brandon J, Bankowski et al. 2002.The John Hopkins Manual of Ginekology
and Obstetrics, 2 nd edition. New York : Lippincott and Wilkins Publishers.
- Catherine A Johnson, Anand N, Kaufman S Matthew,et al. 2003. First Aid for
the Surgery Clerkship. New York : Mc Graw Hill.
- Jarrell E Bruce, Carabasy R Anthony. 1996. National Medical Series for
Independent Study-Surgery, 3 rd Edition. Philadelphia : Williams &
Wilkins.