Anda di halaman 1dari 7

Tugas Kelompok ke-1

(Minggu 3 /Sesi 4)

Kelompok 1

Riyan Nurrahman_2001668754

Giovanni Surya_2001664730

Indra Wisudya Satria_2001669353

Siwi Widi Purwanti_2001657580

Mira Widi Purwanti _

Awal tahun 2013, pemerintah dan Bank Indonesia melakukan kampanye cashless society atau
disebut gerakan transaksi non tunai. Kampanye ini seiring dengan perkembangan teknologi yang
berhasil mengubah gaya hidup masyarakat dalam hal bertransaksi. Saat ini banyak perusahaan
yang telah menyediakan layanan sistem pembayaran dengan teknologi QR Code (Quick Response
Code) atau QR payment. Mulai dari perusahaan start-up, operator selular hingga perbankan.
Tujuannya adalah untuk memberi kemudahan bagi konsumen untuk bertransaksi tanpa
menggunakan uang tunai.

Berdasarkan deskripsi di atas, jawablah pertanyaan dibawah ini dan sertakan referensi jawaban
Ada.

1. Dibalik kemudahan bertransaksi dengan menggunakan QR Code, jelaskan apa saja


ancaman keamanan dibalik kemudahan QR Code (Point 25)

Jawab
QR Code merupakan bentuk evaluasi dari barcode yang biasanya kita lihat pada
sebuah produk. Kode Qr berbentuk jajaran persegi berwarna hitam berbentuk seperti
barcode tetapi dengan tampilan lebih ringkas. Sistem pembayaran dengan QR Code dapat
diartikan sebagai suatu sistem di mana segala transaksi tidak lagi menggunakan uang
tunai/fisik, tapi melalui media elektronik seperti kartu debit dan dompet virtual.

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0


Walau sistem ini mulai digerakkan dengan harapan membawa manfaat,nyatanya
terdapat hal yang merugikan juga. Berikut sejumlah kekurangan dari sistem QR Code :

a. Cenderung Lebih Boros

Dengan menggunakan metode QR Code, tentu tidak menggunakan uang dalam


bentuk fisik. Hal ini lama kelamaan dapat mengubah kebiasaan belanja. Ketika
membayar dengan uang tunai, tentunya mengeluarkan sejumlah uang secara fisik
secara sadar. Sedangkan ketika anda menggunakan metode QR Code, walau tahu
sudah mengeluarkan uang, tetapi transaksi tersebut tidak terjadi secara fisik. Hal ini
mengakibatkan berkurangnya kesadaran sehingga akan muncul kecenderungan untuk
terus menghabiskan uang dan akhirnya berujung pada pemborosan. Untuk
mencegahnya, perlu melihat saldo yang masih dimiliki tiap kali melakukan transaksi.
Hal ini untuk memberikan kesadaran terhadap jumlah uang yang masih dimiliki dan
mengurangi risiko pemborosan.

b. Perlu Pemahaman Teknologi

Karena metode QR Code berbasis pada sistem elektronik, pengguna perlu memiliki
pemahaman yang cukup mengenai teknologi dan pemakaiannya. Sistem QR Code
menuntut penggunanya untuk dapat berinteraksi dan menggunaan perangkat
elektronik baik berupa mesin ATM, mesin EDC, maupun smartphone. Hal ini dapat
menjadi kendala bagi sebagian orang yang belum terbiasa menggunakan teknologi,
seperti kaum lansia dan baby boomer yang masih banyak jumlahnya di Indonesia. Ini
salah satu penyebab utama transaksi QR Code di Indonesia masih berpusat di
Ibukota. Selain itu kemungkinan mereka akan lebih sulit untuk mempercayai sistem
QR Code sehingga akan lebih sulit mengubah perilaku transaksi mereka. Pengguna
diharuskan melek teknologi dan memberikan edukasi secara merata tidak dapat
dilakukan dalam waktu singkat.

c. Jika Kartu Hilang Akan Sangat Merugikan

Salah satu risiko dari sistem QR Code adalah jika kartu hilang. Bayangkan saja jika
baru saja melakukan top up dengan nominal tertentu, lalu kartu tersebut tidak sengaja
hilang. Beberapa kartu tidak memfasilitasi untuk melakukan back up dana ke kartu
yang baru, sehingga uang tersebut akan hilang begitu saja. Maka dari itu, pastikan
untuk menyimpan kartu dengan baik, tidak ada salahnya untuk mengalungkan kartu
di leher atau menempelkan kartu pada casing handphone.
ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0
Tidak ketinggalan, jangan melakukan top up dana yang terlalu banyak, karena selain
berbahaya tentu saja untuk menghindari kejadian buruk seperti ini.
Selain itu, transaksi QR Code juga dapat membuat penggunanya menjadi konsumtif.
Pasalnya, transaksi QR Code memudahkan akses kepada konsumsi. Terlebih dengan
adanya berbagai promosi. Disinilah pentingnya edukasi penggunaan transaksi QR
Code bagi masyarakat.

Sumber :

Detik Finance (Agustus 2019), Untung-Rugi Dompet Digital. (Online). www.


finance.detik.com. Diakses tanggal 18 September 2019.

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0


2. Jelaskan manfaat bagi perusahaan star-up, operator selular dan perbankan dalam
menggunakan QR Code!

Jawab
Berikut manfaat bagi perusahaan star-up, operator selular dan perbankan dalam
menggunakan QR Code :
a. Akurasi
Saat teknologi QR Code belum ramai digunakan, banyak sekali bisnis bergantung
pada sistem manual dalam kegiatan menginputkan informasi tentang produk mereka.
Produk yang masuk dan keluar ditulis secara manual, sehingga besar kemungkinan
terjadi kesalahan dalam penginputan informasi tersebut, kesalahan tersebut dapat saja
terjadi karena human error. Berbeda dengan teknologi barcode, teknologi ini
menawarkan cara yang sangat realistis untuk keakuratan informasi yang
dibaca.Teknologi ini mampu mengurangi berbagai kesalahan yang mungkin
dilakukan saat penginputan informasi dengan sistem manual.
b. Kecepatan
Penginputan data secara manual mampu menghabiskan waktu yang cukup lama
dalam proses penyelesaiannya. Dan hal ini menjadi suatu permasalahan tersendiri
bagi para pelaku bisnis. Berbeda saat mulai menggunakan QR Code, proses registrasi
produk dapat diselesaikan dengan cepat. Banyak produk dapat diregistrasi dalam
hitungan menit. Teknologi QR Code dapat menghemat waktu anda dalam
menyelesaikan pekerjaan, suatu hal yang baik bukan? Mengingat ada ungkapan
“Time is money”.
c. Inventory Control
Karena setiap produk memiliki label QR Code, maka hal ini juga dapat dimanfaatkan
dalam Software Inventory untuk pengelolaan ketersedian barang. Contohnya untuk
kegiatan digudang, semua produk yang masuk dan keluar dapat discan QR Code
sehingga dapat terdata dengan benar. Inventory dapat dianggap sebagai nyawa dalam

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0


sebuah bisnis sehingga data inventory harus benar-benar terdata dengan benar tanpa
kesalahan apapun, pilihan untuk menggunakan QR Code dalam proses mendata
barang-barang yang masuk dan keluar adalah pilihan terbaik untu saat ini, tak perlu
difikir dua kali.
d. User friendly
Saat mulai mengimplementasikan sebuah teknologi baru, hal yang perlu diperhatikan
apakah anda atau pekerja anda dapat mengoperasikan teknologi tersebut atau tidak?
Teknologi QR Code sangat mudah untuk dioperasikan, sehingga tidak perlu
membuang biaya untuk training pekerja. Karena penggunaan dari teknologi ini
sangat mudah. Biaya yang plotkan untuk training pekerja dapat anda alihkan pada
hal lain untuk meningkat pelayanan terhadap pelanggan.
e. Biaya
Teknologi ini mengurangi kekhawatiran anda soal biaya, sebab untuk dapat
menggunakan teknologi QR Code ini tidak perlu menghabiskan dana yang cukup
besar. Teknologi QR Code sangat ramah dikantong, sehingga sangat mungkin untuk
digunakan dalam bisnis anda. Bahkan bisnis skala kecil juga mampu menggunakan
teknologi ini.
f. Mampu Meningkatkan Pelayanan
Pemanfaatan teknologi QR Code lazim ditemukan pada kasir di swalayan, dengan
memanfaatkan teknologi ini proses penghitungan jumlah yang harus dibayarkan oleh
pelanggan anda akan lebih cepat dan akurat dibandingkan jika harus melakukan
secara manual, hal ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan
perhitungan. Selain itu juga akan mengurangi antrian pelanggan di meja kasir,
sebagian pelanggan sangat merasa tidak nyaman jika harus mengantri terlalu lama di
kasir. Kesimpulannya dengan mulai menggunakan sistem kasir berbasis QR Code
scan akan mampu meningkatkan pelayanan anda terhadap pelanggan.

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0


Lalu apakah QR Code dapat menjadikan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang
menerapkannya? (Point 50)

Jawab
Ya, QR Code dapat menjadikan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang
menerapkannya karena dengan Teknologi QR Code sudah mulai menyebar ke khalayak ramai,
sudah cukup ramai tempat usaha yang sudah menerima keberadaan teknologi ini serta sudah
mulai mengaplikasikannya dalam menunjang usaha mereka. Hanya dengan perangkat sederhana
seperti sistem QR Code, teknologi ini mampu meningkatkan keakuratan, kecepatan, dan
efesiensi tanpa pengeluaran yang signifikan dalam sebuah perusahaan.

Sumber :
 Turboly (Desember 2016), Keuntungan menggunakan teknologi barcode.
(Online). www. turboly.com. Diakses tanggal 18 September 2019.
 Jurnal Id (September 2019), Strategi bisnis yang efektif untuk menang dalam
persaingan. (Online). www.jurnal.id. Diakses tanggal 18 September 2019.
 Dana Bijak (Desember 2016), keuntungan menggunakan qr payment. (Online).
blog.danabijak.com. Diakses tanggal 18 September 2019.

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0


Fenomena online delivery
Perdagangan di pasar online bisa dikatakan unik karena beberapa pemain seperti Go-Jek, Grab
yang awalnya fokus pada jasa ojek online, kini merambah ke jasa delivery (barang dan makanan).
Kondisi ini berdampak pada perusahaan yang hanya fokus pada satu layanan seperti FoodPanda.
Setelah 4 tahun beroperasi, FoodPanda menutup operasinya di tahun 2016. Tidak hanya
FoodPanda, kini Go-Jek kasih sinyal kepada starup HappyFresh dengan menu baru Go-Mart.

Berdasarkan deskripsi di atas, uraikan secara detail apa saja yang menjadi keunggulan
kompetitif Go-Jek dalam persaingan online delivery? (Point 25)

Jawab

Model bisnis awal Go-Jek terbilang sangat sederhana, yakni berusaha menjawab
persoalan yang dialami pelanggan untuk transportasi orang secara cepat dan murah. Dalam
perkembangannya Go-Jek, dengan ransportasi sebagai tulang punggung bisnis berkembang ke
berbagai layanan lainnya dan menjelma menjadi layanan aplikasi satu pintu. Aplikasi Go-Jek
membantu para pengemudi untuk mendapat akses kepada lebih banyak pelanggan.
Perkembangan mau pun inovasi model bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi
perusahaan, yang menjadi penentu langkah sukses atau tidaknya suatu perusahaan dalam
persaingan bisnis yang saat ini menjadi semakin ketat untuk dapat tumbuh dan lestari. Model
bisnis yang baru muncul mendesak model bisnis lama untuk berubah untuk mengikuti
perkembangan jaman atau tergerus jaman. transformasi model bisnis Go-jek memberikan nilai
yang tinggi bagi pelanggan, di mana pelanggan merasakan manfaat dari aktivitas-aktivitas Go-
jek. Peningkatan nilai pelanggan Go-jek ini meningkatkan nilai tambah Go-jek. Hal ini yang
pada akhirnya melestarikan keunggulan-kompetitif Go-jek.

Competitive advantage Gojek adalah mereka memiliki ekosistem pengguna yang sangat
besar: 25 juta lebih dan tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu kemampuan memberi insentif
dan layanan lain yang terintegrasi, khususnya Gopay. Dengan 25 juta user dan terus berkembang,
Gojek dengan relatif leluasa memperkenalkan lini produk baru on-demand berbasis transportasi.
Inilah mengapa Gojek menyebut aplikasinya sebagai ‘Satu Aplikasi untuk Segala Kebutuhan.’
Mereka punya misi untuk menjadi enabler bagi semua kebutuhan on-demand.

Sumber :
 Arkademi (Juli 2019), Mengapa anda takkan menang melawan gojek. (Online).
www.arkademi.com. Diakses tanggal 18 September 2019.
 Kontan (November 2019), Keunggulan gojek dengan pesaingnya. (Online).
www.industri.kontan.co.id. Diakses tanggal 18 September 2019.

ISYS6426- E-Corporate Strategy and Management-R0