Anda di halaman 1dari 3

PERBEDAAN SISTEM

HUKUM EROPA CONTINENTAL DAN ANGLO SAXON


Padlah Riyadi., CA

Sistem hukum merupakan sebuah sistem aturan yang berlaku di suatu negara yang terdiri atas
unsur-unsur hukum. Sistem memiliki arti yaitu perangkat unsur yang teratur dan saling berkaitan
guna mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, sistem hukum memiliki definisi yaitu susunan
hukum yang diatur secara teratur yang memiliki bagian-bagian saling berkaitan satu sama lain
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Dalam dunia hukum, kita mengenal dua jenis sistem hukum yang berbeda yaitu sistem hukum
Eropa Kontinental dan sistem hukum Anglo-Saxon. Selain kedua macam tersebut, juga ada
sistem hukum yang lain seperti sistem hukum Islam dan hukum Adat. Namun saya hanya akan
membahas sesuai dengan judul pada artikel tersebut. Nah, untuk itu mari kita pahami perbedaan
antara keduanya.

Sistem Hukum Eropa Kontinental


Sistem hukum Eropa Kontinental merupakan sistem hukum yang digunakan di Indonesia dan
juga sebagian besar negara-negara di Eropa seperti Belanda, Perancis, dan Amerika Latin.
Sistem hukum ini juga dikenal dengan istilah Civil law system. Perancis merupakan negara
pertama yang mengembangkan sistem hukum tersebut. Kemudian seiring penjajahan yang
dilakukan Perancis, Sistem hukum ini berkembang ke negara-negara Eropa lainnya seperti
Belanda, Jerman, Italia, dan juga Indonesia yang menjadi jajahan Belanda yang sebelumnya
Belanda dijajah oleh Perancis.
Dalam sistem hukum ini, sumber hukum yang diutamakan adalah hukum tertulis yakni segala
peraturan perundang-undangan/hukum yang dibuat oleh manusia. Sistem hukum Eropa
Kontinental juga disebut sistem hukum yang terkodifikasi. Sistem hukum ini sebenarnya berasal
dari kodifikasi hukum di Romawi pada masa pemerintahan Kaisar Justianus pada abad VI
Sebelum Masehi. Peraturan-peraturannya merupakan rangkuman dari berbagai kaidah hukum
yang telah ada sebelum masa Justianus yang kemudian dikenal dengan Corpus Juris Civilis.

Sistem hukum tersebut menjamin kepastian hukum karena segala peraturan diatur dengan
peraturan-peraturan tertulis. Hal ini berarti bahwa sistem hukum tersebut menganut suatu paham
yakni paham legisme yang dimana paham ini mengatakan bahwa sumber hukum adalah undang-
undang, diluar dari itu maka bukanlah sumber hukum.

Sistem Hukum Anglo-Saxon


Sistem hukum Anglo-Saxon dianut oleh negara Inggris, Kanada, Amerika serikat, dan negara-
negara persemakmuran Inggris, dikenal juga dengan istilah Common law system. Sistem hukum
Anglo-Saxon berkembang pertama kali di Inggris pada abad XI dan menyebar ke negara-negara
seperti Amerika serikat, dan lain sebagainya. Sistem ini sering disebut sistem hukum berdasarkan
kasus (Case law system) karena berkembang dari kasus-kasus yang melahirkan berbagai kaidah
dan asas hukum. Tonggak utama sistem ini adalah Yurisprudensi.

Sumber hukum Anglo-Saxon adalah putusan hakim/pengadilan. Putusan-putusan hakim ini


mewujudkan kepastian hukum. Selain putusan hakim, kebiasaan dan peraturan tertulis lainnya
juga diakui sebagai sumber hukum. Sumber-sumber hukum ini tidak tersusun secara sistematis
atau tidak terkodifikasi. Dalam sistem hukum tersebut seorang hakim menjalankan tugas di
pengadilan dengan bebas dalam arti membuat hukum sendiri namun dengan melihat pada kasus-
kasus sebelumnya.

Sistem hukum Anglo-Saxon menganut doktrin yaitu The doktrine of presedent/Stare Decitis.
Doktrin ini memiliki arti bahwa dalam memutus suatu perkara, hakim harus memutus dengan
dasar hukum dari prinsip hukum yang telah ada dalam putusan hakim lain dari perkara sejenis
sebelumnya (preseden). Jika putusan hakim lain dianggap tidak lagi sesuai dengan
perkembangan zaman, hakim dapat menetapkan putusan yang baru dengan berlandaskan nilai-
nilai keadilan, kebenaran, dan juga akal sehat yang dimilikinya.

Perbedaan Hukum Civil law & Common law


Sistem hukum Eropa Kontinental (Civil law system) memiliki beberapa perbedaan dengan
sistem hukum Anglo-Saxon (Common law system) yaitu :
1. Pada Civil law system Asas legalitas diutamakan. Asas legalitas berarti tidak
ada satu pun perbuatan dapat dipidana jika tidak diatur dalam Undang-
undang/Peraturan tertulis. Asas legalitas ini tidak ada pada Common law
system karena sumber hukum mereka berada pada putusan-putusan hakim.
2. Pada Civil law system hukumnya terkodifikasi, Sedangkan Common law system hukumnya
tidak terkodifikasi.

Perbedaan berdasarkan sistem peradilannya yaitu :

1. Pada Common law system pengaturan hukumnya didominasi oleh hukum kebiasaan yaitu
melalui putusan hakim. Sedangkan Civil law system didominasi hukum tertulis
2. Pada sistem peradilannya, Common law system menggunakan juri untuk memeriksa
kasusnya, hakim hanya menerapkan hukum dan menjatuhkan putusan. Sedangkan pada Civil
law system tidak menggunakan juri, melainkan hakim yang bertanggung jawab dalam
pemeriksaan kasusnya, menentukan kesalahan, dan menjatuhkan putusan
3. Pada Civil law system hakim tidak terikat pada putusan hakim sebelumnya. Sedangkan pada
Common law system kebalikannya.

Referensi :

Muhamad Sadi Is, S.H.I., M.H. 2015. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta : Prenadamedia Group