Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar (Poltekkes Kemenkes Makassar )
berdiri berdasarkan SK Menkes-Kessor RI No. 298/Menkes/SK/2001 tanggal 16 April
2001. Hingga tahun 2019, Poltekkes Kemenkes Makassar memiliki 17 program studi
(prodi) yaitu 9 prodi D.III dan 7 prodi D.IV dari 8 jurusan yaitu jurusan Keperawatan,
Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Farmasi, Fisioterapi, Keperawatan gigi dan
Analis Kesehatan.
Mengacu pada Visi Poltekkes Kemenkes Makassar yaitu “Menjadi Pusat
pendidikan tenaga kesehatan unggulan yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan
berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta berakhlak mulia”
serta menyikapi tuntutan keterpaduan intervensi dalam sistem kesehatan nasional,
maka perlu kiranya dipersiapkan para professional tenaga kesehatan yang bukan
hanya memiliki kemampuan akademik, keterampilan profesional, handal dan inovatif,
namun juga memiliki kompetensi untuk mampu beradaptasi, fleksibel, bekerjasama
secara efektif, bekerja dalam tim dan memiliki kemampuan interpersonal dan
professional yang tinggi.
Salah satu upaya yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah
dengan mengembangkan strategi pelaksanaan PKL Terpadu yaitu dari
intraprofesional menjadi interprofesional. Strategi PKL Terpadu yang bersifat
interprofesional ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari strategi
pendidikan interprofesional atau Interprofessional Education (IPE) yaitu suatu model
proses pendidikan yang melibatkan dua atau lebih jenis profesi. Pendidikan
interprofesi mengandung makna “learning about, from, with, each other” atau belajar
tentang, dari, dengan satu sama lain untuk menciptakan kolaborasi efektif sehingga
diharapkan dapat meningkatkan outcome kesehatan yang optimal.
Strategi model PKL Terpadu dengan pendekatan IPE-CP ini mengutamakan
praktek kolaborasi yang dilandasi oleh kompetensi interprofesi agar dapat belajar
mengenai profesi lain dan membangun kerjasama yang efektif dengan menerapkan
ilmu yang dipelajari sekaligus belajar berinteraksi dan berkolaborasi dengan profesi
kesehatan lain secara nyata di lapangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan
yang lebih optimal. Diharapkan dengan konsep IPE-CP maka dapat meningkatkan
kesadaran diri mahasiswa untuk lebih memahami dan menghargai peran masing-
masing profesi kesehatan agar tidak terjadi tumpang tindih ataupun tidakselarasan
dalam memberikan pelayanan kesehatan. Disisi lain kegiatan PKL Terpadu dengan
konsep IPE-CP ini diharapkan dapat mengacu motivasi mahasiswa untuk mengabdi
secara lebih berkualitas di seluruh pelosok atau daerah terpencil di Indonesia.
Melalui PKL Terpadu dengan konsep IPE-CP diharapkan dapat menunjang
pencapaian pembangunan bidang kesehatan, khususnya Program Indonesia Sehat
Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS) yang dilaksanakan di kabupaten enrekang. Tema yang diusung dalam
pelaksanaan PKL Terpadu dengan konsep IPE-CP tahun ajaran 2018/2019 adalah
“Meningkatkan Kolaborasi Interprofesional untuk Mewujudkan Keluarga Sehat di
Kbupaten enrekang”
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberi pengalaman praktek kolaborasi interprofesi secara langsung kepada
mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan di masyarakat dengan
pendekatan keluarga.
2. Tujuan Khusus
a. Memberi pengalaman praktek lapangan dalam penerapan nilai/etik
kolaborasi antar profesi dengan pendekatan keluarga pada pelayanan
kesehatan di masyarakat.
b. Memberikan pengalaman praktek lapangan dalam penerapan peran dan
tanggungjawab masing-masing profesi dengan pendekatan keluarga pada
pelayanan kesehatan di masyarakat.
c. Memberikan pengalaman praktek lapangan dalam penerapan komunikasi
antar profesi dengan pendekatan keluarga pada pelayanan kesehatan
masyarakat.
d. Memberikan pengalaman praktek lapangan dalam penerapan bekerja dalam
tim kesehatan dengan pendekatan keluarga pada pelayanan kesehatan di
masyarakat
C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. Memiliki pengalaman dalam menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dalam
kegiatan praktek lapangan kolaborasi interprofesional
b. Memiliki pengalaman belajar berkomunikasi dalam praktek lapangan
kolaborasi interprofesional
c. Memiliki pengalaman untuk memahami dan menghargai peran profesi
kesehatan lain dalam praktek lapangan kolaborasi interprofesional
d. Memiliki pengalaman untuk bekerjasama di dalam tim dan memecahkan
masalah kesehatan di masyarakat dalam praktek lapangan kolaborasi
interprofesional
e. Memiliki pengalaman untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berfokus
pada klien dalam praktek lapangan kolaborasi interprofesional
f. Memiliki pengalaman belajar tentang peran dan fungsi yang overlapping
antara satu profesi dengan profesi lainnya dan bagaimana menangani
overlapping itu dengan baik untuk mencapai pelayanan kesehatan yang aman,
efektif dan efisien dalam praktek lapangan kolaborasi interprofesional
2. Bagi Profesi atau Tenaga Kesehatan
a. Meningkatkan moral profesi
b. Menurunkan hambatan dalam berkomunikasi dengan profesi lain
c. Meningkatkan kecintaan akan profesi
d. Meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan bersama
profesi lain
e. Meningkatkan kepuasan kerja
3. Bagi Institusi Pendidikan
a. Memberi kesempatan kepada para dosen untuk bekerja bersama dalam praktek
lapangan kolaborasi interprofesional
b. Meningkatkan efisiensi penggunaan resources yang ada di institusi pendidikan
c. Meningkatkan kerja sama antar prodi dalam praktek lapangan kolaborasi
interprofesional
4. Bagi Pemerintah dan Instansi Pelayanan
a. Meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dengan menurunkan duplikasi
tindakan yang tidak diperlukan dari berbagai profesi dan duplikasi pencatatan
serta pelaporan
b. Meningkatkan keselamatan klien
c. Meningkatkan outcome kesehatan pasien
d. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
e. Meningkatkan solusi masalah kesehatan dalam merencanakan program
kesehatan dimasa yang akan datang
5. Bagi Masyarakat
a. Meminimalisir permasalahan kesehatan
b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan
c. Meningkatkan potensi masyarakat dalam mengenal masalah kesehatannya
sendiri dan merencanakan pemecahannya
d. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dan Praktek Kerja Laporan (PKL) Terpadu dengan pendekatan
IPE-CP ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung dilapangan dalam
rangka pemecahan masalah kesehatan dan meningkatkan status kesehatan masyarakat,
serta mampu memberikan pengalaman kerja secara tim dalam menganalisis keadaan,
identifikasi masalah, dan menetapkan alternatif solusi kepada masyarakat.