Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN

GASTROENTRITIS

Disusun Oleh :

Kelompok 1 / 1A

1. Eksan Khoirul Bahruroji (16612797)


2. Erni Ayu Dwi S (16612812)
3. Siti Maria Ulfa (16612817)
4. Rani Rama Hestiyana (16612813)
5. Anggi Novianita ( 16612790)
6. Shofwatul Ummu Nur W ( 16612822)
7. Iftita Nuryulianti (16612800)
8. Zellawati Tia L (16612788)
9. Evis Trianasari (16612919)

PRODI DIII KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

2016/2017
FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI DIII KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Jl. Budi Utomo No.10 Tlp. (0351)481124-487662

FORMAT PENGKAJIAN

Nama Mahasiswa :
NIM :
Tgl. Pengkajian :

I. IDENTITAS KLIEN
Nama / inisial : Tn. K
Umur : 35 th
No. register : 0127320
Agama : islam
Alamat : Magetan
Pendidikan : SD
Pekerjaan : petani
Tanggal MRS : 22 Maret 2017
Diagnosa Medis : Gastroenteritis

II. KELUHAN UTAMA


Saat MRS : pasien mengatakan diare sudah 2 hari.
Saat Pengkajian :pasien mengatakan dare sudah 2 hari konsisten cair.

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Klien mengatakan mulai pada tanggal 20 maret 2017 mengalami diare dengan
konsistensi cair. Awal mula diare adalah klien selesai makan makanan yang pedas.
Saat itu pasien minum obat yang dibelinya di warung dekat rumahnya, dan minum
jamu untuk menyembuhkan diarenya. Tetapi sampai sekarang tidak ada perubahan
sama sekali. Oleh itu pada tanggal 22 Maret 2017, pukul 09:00 WIB klien dibawa ke
IGD RS Aisyiyah Ponorogo oleh anak dan istrinya. Saat masuk rumah sakit klien
mengatakan diare sudah dua hari dengan konsistensi BAB cair.
IV. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
Klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis dan menular.

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Keluarga klien tidak mempunyai riwayat yang menular dan kronis, seperti DM,
hipertensi, TBC.

VI. RIWAYAT PSIKOSOSIAL


a. Persepsi dan Harapan Klien Terhadap Masalahnya
Klien mengatakan semoga penyakitnya yang dideritanya cepat sembuh.

b. Persepsi dan harapan Keluarga Terhadap Masalah Klien


Keluarga pasien berharap penyakit yang dialami cepat sembuh.

c. Pola Interaksi dan Komunikasi


Pasien berkomunikasi dengan kooperatif dengan keluarga, perawat, dokter, dan
tenaga medis laiinya.

d. Pola Pertahanan
Klien berbicara dengan lembut, kontak mata dengan perawat baik, ekspresi
wajah sedikit tenang.

e. Pola Nilai dan Kepercayaan


Saat dirumah sakit klien kadang-kadang sholat dan terus berdoa.

f. Pengkajian Konsep Diri


Klien ingin sekali cepat sembuh dan tidak kambuh lagi penyakitnya.
g. genogram

VII. PEMERIKSAAN FISIK


a. Keadaan umum klien
Keadaan umum cukup, sejak 1 bulan yang lalu karena masih merasa ada benjolan
pada panggul kiri belakang yang terasa nyeri disekitarnya dan terpincang-pincang
saat berjalan. Hal ini kemudian membawa pasien datang ke RS .tampak sakit
sedang. TD: 120/70 mmHg , Nadi: 80x/mnt, RR: 20x/mnt, Suhu: 36.8
b. Pemeriksaan kepala dan muka

2. Pemeriksaan Jantung
Inspeksi : icterus cordi berada pada ICS V pada linea midclavicula kiri selebar
1cm.
Perkusi : normal ( pekak )
Askultasi : suara normal , lub.. dup..lub..dup..
VIII. Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : warna kulit sama dengan seluruh tubuh, tidak ada lesi.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan.
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus meningkat 38x/m

IX. Pemeriksaan Integumen


Inspeksi : warna kulit sawo matang, kulit kering
Palpasi :turgor kulit menurun

X. Pemeriksaan Anggota Gerak (ekstremitasa )


Nilai 5 (100%) seluruh gerakan dapat dilakukan otot tersebut dengan tahanan
maksimal dari pemeriksa tanpa adanya kelelahan.

XI. Pemeriksaan Genetalia dan Sekitar Anus


Tidak terkaji.

XII. Pemeriksaan Status Neurologis


Tidak ada kaku kuduk, GCS : 4,5,6
4 : klien dapat membuka mata secara spontan
5: klien mempunyai orientasi baik terhadap orang, tempat , dan waktu
6 : klien dapat mengikuti perintah dengan baik.
XIII. POLA KESEHATAN SEHARI-HARI
POLA-POLA SEBELUM SAKIT SAAT SAKIT
a. Nutrisi Makan nasi 3x sehari. Makan 3x sehari dengan
Porsi makan 1 piring lauk pauk yang
dengan lauk sayur, tahu, disediakan oleh rumah
temped an buah. Minum sakit. Porsi makan tidak
air putih 1500cc perhari. habis. Minum air putih
Pasien minum kopi sehari 900cc perhari.
2x pagi dan malam.

b. Eliminasi BAB/ Pasien BAK 5-6 x sehari, BAK 2-3x sehari. Warna
BAK warna kuning , bau khas kuning, bau obat.
urine. Pasien BAB 5x sehari,
Pasien BAB 1-2 x sehari konsistensi cair, warna
warna khas BAB, bau kuning, bau khas khas
khas fases, dan BAB.
konsistensi lembek.

c. Istirahat Klien tidur sehari sekitar Pasien tidur sehari


kurang lebih 7-8 jam, kurang 5 jam karena
mulai jam 21.00-05.00, sering bangun untuk
pasien jarang tidur siang. BAB.

d. Personal Hygine Pasien mandi 2-3x sehari, Pasien mandi 1x sehari,


gosok gigi ketika mandi, disibini, gosok gigi 1x,
ganti baju 2x sehari. ganti baju 1x.

e. Aktifitas Sebelum sakit pasien Pasien tidur saja kalau


dapat melakukan BAB dan BAK.
aktifitasnya sendiri dan
bekerja keras setiap hari
pergi kesawah.
XIV. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan tinja
a. Makroskopis d an mikroskopis
b. Ph dan resistensi gula dalam tinja
2. Analisa gas darah apabila didaptkan tanda-tamda gangguan keseimbangan asam
basa.
3. Pemeriksaan kadar ureum dan keratin untuk mengetahui faal ginjal.

XV. PENATALAKSANAAN
Infus RL 20 tpm
Inj. Navalgin 3x1 amp
Inj. Cefptaxime 3x1 amp
ANALISA DATA

Nama : Tn. K
Umur : 35 th
Reg : 0157320

Tanggal Kelompok Data Masalah Penyebab


23 maret 2017 Ds : pasien mengatakan diare Proses Infeksi Diare
1 hari 5x.

Do : lemas
-turgor kulit menurun
-TD : 120/80 mmHg
-S : 37’5 C
-N : 89 x/m
-R : 23 x/m

23 maret 2017 Ds : pasien mengatakan Kehilangan Kekurangan


kurang minum air putih. cairan aktif volume

Do : mata cekung
Turgor kulit menurun
Mukosa bibir kering
DAFTAR MASALAH

Nama : Tn. K
Umur : 35 th
Reg : 0157320

No Tgl Muncul Masalah Keperawatan tgl teratasi ttd


1 23 maret 2017 Proses infeksi b/d diare

Kekurangan volume
2 23 maret 2017 cairan b/d kehilangan
cairan aktif
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama : Tn. K

Umur : 35 th

Reg : 0157320

No DIAGNOSA TUJUAN / KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL


KEPEERAWATAN
1 Diare b/d proses infeksi Tujuan : setelah dilakukan tindakan - Ajarkan pasien -Untuk
keperawatan 2x 24 jam BAB cair menggunakan obat anti mengurangi atau
berkurang. diare . mengobati diare

KH : - evaluasi intake -mengetahui


- Fases berbentuk BAB sehari 3x makanan yang masuk. berapa jumlah
- Menjaga daerah sekitar rectal masuk makanan
dari iritasi dan banyaknya
- Tidak mengalami diare makanan yang
keluar

- observasi TTV -memantau


keadaan klien

-kolaborasi dengan -menurunkan


dokter pemberian anti resiko diare
diare.

-mengetahui
apakah BB
Tujuan : setelah dilakukan - timbang BB pasien normal tidak
2 Kekurangan volume cairan b/d tindakan keperawatan 2x 24 jam
kehilangan cairan kebutuhan cairan terpenuhi. -mengetahui
intake dan output
KH : -timbang intake dan cairan seimbang
- mempertahankan urine output cairan
output -untuk memenuhi
- TTV dalam batas normal kebutuhan cairan
- tidak ada tanda tanda -pemberian rehidrasi
dehidrasi -apakah nutrisi
sudah tercukupi
-monitor status nutrisi
-untuk memenuhi
kebutuhan cairan
-kolaborasi dengan
dokter pemberian infus
CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama : Tn. K

Umur : 35th

Reg : 0157320

No Tgl/Jam Tindakan Keperawatan Ttd


1 23 maret 2017 -mengajarkan pasien menggunakan obat anti diare .

- mengevaluasi intake makanan yang masuk.

-mengobservasi TTV

-kolaborasi dengan dokter pemberian anti diare.

2 23 maret 2017 -mentimbang BB pasien

-mentimbang intake dan output cairan

-memberian rehidrasi

-memonitor status nutrisi

-berkolaborasi dengan dokter pemberian infus


CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn. K

Umur : 35 th

Reg : 0157320

No Tgl/jam Perkembangan Ttd


1 23 maret 2017 S : pasien mengatakan diare, BAB 1 hari 5x
konsistensi cair

O : -lemas
-TD : 120/80 mmHg
- Rr : 20x/m
- N : 89 x/m
-S : 37’5 C
- bising usus meningkat 38 x/m

A : masalah belum teratasi

P: lanjut intervensi 1-4

2 23 maret 2017 S : pasien mengatakan minum air putih


berkurang

O : - turgor kulit menurun


- mukosa bibir kering
- mata cekung

A : masalah belum teratasi

P : lanjut intervensi 1-5


LAPORAN PENDAHULUAN

GASTROENTRITIS

Disusun Oleh :

Kelompok 1 / 1A

1. Eksan Khoirul Bahruroji (16612797)


2. Erni Ayu Dwi S (16612812)
3. Siti Maria Ulfa (16612817)
4. Rani Rama Hestiyana (16612813)
5. Anggi Novianita ( 16612790)
6. Shofwatul Ummu Nur W ( 16612822)
7. Iftita Nuryulianti (16612800)
8. Zellawati Tia L (16612788)
9. Evis Trianasari (16612919)

PRODI DIII KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

2016/2017
A. Definisi

Diare akut buang air besar ( defekasi ) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (
setengah padat ) , kandungan air tinja lebih banyak dari pada biasanya lebih dari 200
gram atau 200 ml /24 jam . Definisi lain memakai frekuensi , yaitu buang air besar
encer lebih dari dari 3 kali perhari. Buang air besar tersebut dapat / tanpa disertai
lendir dan darah .

Penularan diare karena infeksi melalui transmisi fekal oral langsung dari penderita
diare atau melalui makan / minuman yang terkontaminasi bakteri patogen yang berasal
dari tinja manusia / hewan atau bahan muntahan penderita dan juga dapat melalui
udara atau melalui aktivitas seksual kontak oral-genital oral-anal .

( Sudoyo Aru, dkk 2009 )

Diare dapat diklasifikasikan berdasarkan : ( Sudoyo Aru, dkk 2009 )

a. Lama waktu diare


- Akut : berlangsung kurang dari 2 minggu
- Kronik : berlangsung lebih dari 2 minggu
b. Mekanisme patofisiologis : osmotik atau sekretorik dll
c. Berat ringan diare : kecil atau besar
d. Penyebab infeksi atau tidak : infeksi atau non infeksi
e. Penyebab organik atau tidak : organik atau fungsional

Kebutuhan rehidrasi oral ( CRO ) menurut usia untuk 4 jam pertama pada anak .

(Djuanda Adhi )

Kebutuhan Cairan Rehidrasi Oral Selama 4 Jam Pertama Menurut Usia


Usia S/d 4-12 12 Bulan s/d 2-5 Tahun
4Bulan Bulan 2Th
BB 6 kg 6-12 kg 10-12 kg 12-19 kg
Jumlah 200-400 400-700ml 700-900 ml 900-1400ml
Cairan ml
Rehidrasi
Oral
B. Etiologi
1. Diare akut
Virus : Rotavirus ,Adenovirus , Norwalk virus .
Parasit .Protozoa : Giardia lambdia , Entamoeba hystolitica , Tricomonas hominis ,
Isospora sp , Cacing ( A lumbricoides , Aduodenale, N. Americanus , T. trichiura , O.
vermicularis , S.strecolaris , T. saginata , T. sollium ).
Bakteri : yang memproduksi enterotoksin ( S aureus , C perfringens , E.coli, V.cholera
, C. Difficile) dan yang menimbulkan inflamasi mukosa usus ( Shingella , Salmonella
sp , Yersina).
2. Diare kronik
Umumnya diare kronik dapat dikelompokkan dalam 6 kategori patogenesis terjadinya
.
- Diare osmotik
- Diare sekretorik
- Diare karena gangguan motilitas
- Diare inflamatorik
- Malabsorbsi
- Infeksi kronik
C. Manifestasi Klinis
1. Diare akut
- Akan hilang dalam waktu 72 jam dari onset
- Onset yang takterduga dari buang air besar encer, gas-gas dalam perut , rasa tidak
enak , nyeri perut.
- Nyeri pada kuadran kanan bawah disertai kram dan bunyi pada perut
- Demam
2. Diare kronik
- Serangan lebih sering selama 2-3 periode yang lebih panjang
- Penurunan BB dan nafsu makan
- Demam indikasi terjadi infeksi
- Dehidrasi tanda-tandanya hipotensi takikardia , denyut lemah .

( Yuliana elin , 2009)


Bentuk klinis diare :

Diagnosa Didasarkan pada keadaan


Diare cair akut - Diare lebih dari 3 kali sehari
berlangsung kurang dari 14 hari
- Tidak mengandung darah
Kolera - Diare air cucian beras yang sering ada
banyak dan cepat menimbulkan
dehidrasi berat atau
- Diare dengan dehidrasi berat selama
terjadi KLB kolera atau
- Diare dengan hasil kultur tinja positif
untuk V. cholera 01 atau 0139
Disentri - Diare berdarah ( terlihat atau
dilaporkan )
Diare persisten - Diare berlangsung selama 14 hari atau
lebih
Diare dengan gizi buruk - Diare apapun yang disertai gizi buruk
Diare terkait antibiotika - Mendapat pengobatan antibiotik oral
specrum luas
Invaginasi - Dominan darah dan lendir dalam tinja
- Massa intra abdominal ( abdominal
mass )
- Tangisan keras dan kepucatan pada
bayi
Klasifikasi tingkat dehidrasi anak dengan diare :

Klasifikasi Tanda-tanda atau gejala Pengobatan


Terdapat dua atau lebih Beri cairan untuk diare
Dehidrasi tanda : dengan dehidrasi berat ( lihat
berat - Letargis / tidak rencana terapi c untuk diare
sadar di rumah sakit di bab
- Mata cekung dehidrasi )
- Tidak bisa minum
atau malas minum
- Cubitan perut
kembali sangat
lambat (2 detik )

Dehidrasi Terdapat 2 atau lebih tanda - Beri anak cairan


Ringan - Rewel, gelisah dengan makanan
atau - Mata cekung untuk dehidrasi ringan
Sedang - Minum dengan ( lihat rencana terapi
lahap , haus B di bab dehidrasi )
- Cubitan kulit - Setelah dehidrasi ,
kembali dengan nasihati ibu untuk
lambat penanganan di rumah
dan kapan kembali
segera .
Tanpa Tidak terdapat cukup tanda - Beri cairan dan
Dehidrasi untuk diklasifikasikan makanan untuk
sebagai dehidrasi ringan menangani diare di
atau berat rumah ( lihat rencana
terapi A )
- Nasihati ibu kapan
kembali segera
- Kunjungan ulang
dalam waktu 5 hari
jika tidak membaik .
Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan tinja
- Makroskopis atau mikroskopis
- PH dan kadar gula dalam tinja
- Biakan dan resistensi feses ( colok dubur )
2. Analisa gas darah apabila didapatkan tanda-tanda gangguan keseimbangan asam basa
( pernapasan Kusmaul )
3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal
4. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na , K, Kalsium dan Posfat.

D. Masalah yang Lazim Muncul

1. Gangguan pertukaran gas b.d perubahan membran alveolar – kapiler


2. Diare b.d proses infeksi , inflamasi di usus
3. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif
4. Kerusakan integritas kulit b.d ekskresi / BAB sering
5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan intake
makanan
6. Resiko syok ( hipovolemi ) b.d kehilangan cairan dan elektrolit
7. Ansietas b.d perubahan status kesehatan

E. Discharge Planning
1. Ajarkan pada orang tua mengenai perawatan anak , pemberian makanan dan minuman
( misal oralit )
2. Ajarkan mengenai tanda-tanda dehidrasi ( ubun-ubun dan mata cekung , turgor kulit
tidak elastis , membran mukosa kering ) dan segera dibawa ke dokter
3. Jelaskan obat-obatan yang diberikan , efek samping dan kegunaannya
4. Asupan nutrisi harus diteruskan untuk mencegah atau meminimalkan gangguan gizi
yang terjadi .
5. Banyak minum air
6. Hindari konsumsi minuman bersoda / minuman ringan yanga banyak mengandung
glukosa karena glukosa dapat menyebabkan air terserap ke usus sehingga
memperberat kondisi diare
7. Biasakan cuci tangan seluruh baguian dengan sabun dan air tiap kali sesudah buang air
besar atau kecil dan sebelum menyiapkan makanan untuk mencegah penularan diare .
8. Hindari produk susu dan makanan berlemak , tinggi serat atau sangat manis hingga
gejala membaik .

Rencana terapi A

Penanganan diare di rumah


JELASKAN KEPADA IBU TENTANG 4 ATURAN PERAWATAN DI
RUMAH : BERI CAIRAN TAMBAHAN , BERI TABLET ZINC ,
LANJUTKAN PEMBERIAN MAKAN , KAPAN HARUS KEMBALI

1. BERI CAIRAN TAMBAHAN ( sebanyak anak mau )


JELASKAN KEPADA IBU :
- Pada bayi muda , pemberian ASI merupakan pemberian
cairan tambahan yang utama . Beri ASI lebih sering dan
lebih lama pada setiap kali pemberian .
- Jika anak memperoleh ASI eksklusif , beri oralit atau air
matang sebagai tambahan
- Jika anak tidak memperoleh ASI eksklusif , beri satu atau
lebih cairan berikut ini : oralit , cairan makanan ,atau air
matang .
Anak harus diberi larutan oralit di rumah jika :
- Anak telah diobati dengan rencana terapi B atau C dalam
unjungan ini
- Anak tidak dapat kembali ke klinik jika diarenya
bertambah parah
AJARI IBU CARA MENCAMPUR DAN MEMBERIKAN ORALIT
.BERI IBU 6 BUNGKUS ORALIT ( 200 ml) UNTUK DIGUNAKAN
DIRUMAH .

TUNJUKKAN KEPADA IBU BERAPA BANYAK CAIRAN


TERMASUK ORALIT YANG HARUS DIBERIKAN SEBAGAI
TAMBAHAN BAGI KEBUTUHAN CAIRANNYA SEHARI-HARI :

2 tahun : 50 sampai 100 ml setiap kali BAB


2 tahun : 100 sampai 200 ml setiap kali BAB

Katakan kepada ibu :


- Agar meminumkan sedikit-sedikit tetapi sering dari mangkuk
/cangkir/gelas .
- Jika anak muntah , tunggu 10 menit .Kemudian lanjutkan lagi
dengan lebih lambat
- Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare berhenti .

2. BERI TABLET ZINC


Pada anak berumur 2 bulan ke atas , beri tablet zinc selama 10 hari
dengan dosis :
- Umur 6 bulan : ½ tablet ( 10 mg ) per hari .
- Umur 6 bulan : 1 tablet ( 20 mg ) per hari
3. LANJUTKAN PEMBERIAN MAKAN /ASI
4. KAPAN HARUS KEMBALI
PERTANYAAN

1. Winda Pratama
Kelompok 2
Pertanyaan : Gambarkanlah pohon masalah Gastroentritis ?
Jawab :

Berkembang di usus Toksis tak dapat diserap Ansietas

Hipersekresi air & elektrolit


Malabsorbsi
Hiperperistaltik
KH,Lemak,
Isi usus Protein
Penyerapan makanan
diusus menurun Mening tekanan
osmotik

Pergeseran air &


elektrolit ke usus

Diare

Frekuensi BAB meningkat Distensi Abdomen

Hilang cairan & elektrolit Kerusakan integritas Mual muntah


berlebihan kulit perianal
Nafsu makan
menurun
Gangguan keseimbangan Asidosik Metabolik
cairan & elektrolit

Dehidrasi Sesak Ketidakseimbangan


nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Gangguan pertukaran
gas

Kekurangan voleme cairan Resiko syok (hipovolemik)


2. Ety Diah
Kelompok 3
Pertanyaan :jelaskan yang dimaksud genogram pada pasien gastroentritis ?
Jawab : Dalam penyakit gastroentritis tidak ada penyakit menular ataupun menurun.
Tetapi, dalam pembuatan Askep gastroentritis terdapat genogram agar memberikan
pengetahuan kepada teman-teman pembuatan genogram. Genogram adalah untuk
mengetahui apakah penyakit itu gen, kecenderungan, atau menular. Menurut stanhope
and Lancaster (1998) petunjuk pembuatan genogram adalah sebagai berikut :
a. Diagram ditulis pada bagian tengah halaman kertas
b. Laki-laki diletakkan pada sebelah kiri dengan tanda kotak dan perempuan
diletakkan pada sebelah kanan dengan tanda lingkaran.
c. Berikan tanda
d. Gunakan garis horizontal antara kontak dan lingkaran untuk perkawinan
e. Gubakan garis vertikal ke bawah untuk menggambarkan garis keturunan dimulai
dengan anak yang paling tua disebelah kiri
f. Gunakan symbol penomoran romawi dengan generasi yang paling atas
g. Meliputi tiga generasi : kakek, orang tua, keturunan, saudara kandung, tante,
paman dan saudara sepupu yang pertama
h. Meliputi nama-nama tiap-tiap orang, umur, masalah kesehatan, dan penyebab
kematian
i. Tanggal pembuatan genogram.

3. Tutut Trijayanti
Kelompok 4
Pertanyaan : Berikan contoh pemeriksaan penunjang pada pasien gastroentritis ?
Jawab :
a. Pemeriksaan tinja
1. Makroskopik dan mikroskopik
2. Ph dan kadar gula dalam tinja
3. Biakan dan resistensi fases ( colok dubur)
b. Analisa gas darah apabila didapatkan tanda-tanda gangguan keseimbangan asam
basa (ernapasan kusmaul)
c. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal
d. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na,K,Kalsium dan Posfat
4. Selvi Putri
Kelompok 5
Pertanyaan : Kenapa gastroentritis bisa menyebabkan masalah nutrisi ?
patofisiologinya ?
Jawab :
Karena kalau diare itu banyak mengeluarkan banyak cairan sehingga kebutuhan nutrisi
cairan berkurang. Patofisiologinya : terjadi infeksi karena bakteri kemudian
berkembang diusus sehingga hipersekresi air dan elektrolit dan menyebabkan diare,
frekuensi diare meningkat sehingga menyebabkan BAB berkonsistensi cair.
LAMPIRAN

Eksan khoirul B : Membuat cover dan mengisi format daftar masalah


Erni Ayu Dwi S : Mengisi format riwayat kesehatan dahulu sampai
pola interaksi dan komunikasi dan membuat
genogram
Siti Maria Ulfa : Mengisi format tentang identitas klien sampai
riwayat penyakit sekarang dan pemeriksaan fisik
Rani Rama H : Mengisi format data subjektif dan data objektif
Shofwatul Ummu N.W : Mengetik dan mengedit dan mengeprint
Anggi Novianita : Mengisi format rencana asuhan keperawatan dan
membuat lampiran
Iftita Nuryulianti : Mengisi format rencana asuhan keperawatan
Zellawati Tia Lestari : Mengisi format pola asuhan sehari-hari
Evis Trianasari : Mangisi format analisis data