Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH AUDIT TENURE, PERGANTIAN AUDITOR, FINANCIAL

DISTRESS, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS PADA


AUDIT DELAY
(Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2013-2015)

1)Dewi Fitri Listyaningsih (dewifitrilistya@gmail.com)


2)Yuli
Tri Cahyono (ytc115@ums.ac.id)
1,2 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas
Muhammadiyah Surakarta

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of audit tenure, the change of
auditor, financial distress, size of company and the profitability toward audit
delay in manufacture company that registered on Bursa Efek Indonesia in year
2013-2015. This research uses quntitative approach. The amount of samples that
used in this research are 155 company. The method of this research is purposive
sampling method. The technique of analyzing data is doubled Linear Regression.
The result show that the size of company has significant influence toward audit
delay, while the audit tenure, the change of auditor, financial distress and the
profitability has not influence toward audit delay.

Keyword: audit tenure, the change of auditor, financial distress, size of company,
profitability, audit delay.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh audit tenure, pergantian


auditor, financial distress, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap audit
delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
2013-2015. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 155 Perusahaan. Penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan
adalah Regresi Linear Berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan audit tenure,
pergantian auditor, financial distress dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap
audit delay.

Kata kunci: audit tenure, pergantian auditor, financial distress, ukuran


perusahaan, profitabilitas dan audit delay.

1
PENDAHULUAN

Perkembangan aktifitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berkembang

pesat. Banyak perusahaan yang mengedarkan dan menjual saham di BEI. Salah

satunya berdampak pada peningkatan permintaan akan audit delay laporan

keuangan secara efektif dan efisien. Dengan semakin banyaknya perusahaan baru

yang masuk dalam perusahaan go public, sehingga setiap perusahaan go public

diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai SAK

yang telah diaudit oleh akuntan publik terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal

(BAPEPAM).

Menurut Rachmawati (2008:5), audit delay adalah rentang waktu

penyelesaian laporan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan

lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor

independen atas audit laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku

perusahaan, yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan

auditor independen.

Pergantian auditor merupakan perpindahan auditor atau Kantor Akuntan

Publik (KAP) yang dilakukan oleh perusahaan klien. Pergantian auditor pada

suatu perusahaan dilakukan dengan tujuan untuk menjaga independensi dari

auditor agar tetap bersikap objektif dalam melakukan tugasnya sebagai auditor.

Pergantian akuntan publik juga dilakukan karena telah berakhirnya kontrak kerja

yang disepakati antara KAP dengan pemberi tugas dan telah memutuskan untuk

tidak memperpanjang dengan penugasan baru.

2
Audit tenure adalah jangka waktu suatu perusahaan menjadi klien KAP

atau auditor yang sama untuk beberapa tahun berturut-turut. Proses audit akan

menjadi efisien seiring dengan bertambahnya audit tenure, karena auditor akan

mengerti operasi, risiko bisnis, serta sistem akuntansi perusahaan dengan lebih

baik.

Menurut Brigham (2012:2-3), financial distress adalah kondisi perusahaan

yang mana kesulitan dana baik dalam arti dana didalam pengertian kas atau dalam

pengertian modal kerja. Financial distress merupakan tahap perurunan kondisi

keuangan perusahaan dan apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan

menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan.

Menurut Brigham & Houston (2010:4), ukuran perusahaan merupakan ukuran

besar/kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total aset,

total penjualan, jumlah laba, beban pajak, dan lain-lain.

Menurut Harahap (2009:309), profitabilitas, yaitu kemampuan perusahaan

untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan perusahaan dan sumber yang

ada seperti kegiatan penjualan, kas, ekuitas, jumlah karyawan, dan sebagainya.

Tingkat profitabilitas perusahaan yang lebih rendah memacu adanya penundaan

publikasi laporan keuangan yang disebabkan karena perusahaan memiliki sinyal

buruk untuk para investor, sehingga manajemen perusahaan akan menunda

publikasi untuk memperbaiki tingkat laba perusahaan yang akhirnya akan

mempengaruhi lamanya waktu penyelesaian audit laporan keuangannya.

3
Dari beberapa hal tersebut, penulis ingin mencari pengaruh antara variabel

audit tenure, pergantian auditor, financial distress, ukuran perusahaan dan

profitabilitas terhadap audit delay.

METODE

Riset ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu

menjelaskan gambaran obyek penelitian melalui data sekunder berupa laporan

keuangan. Sampel yang dipilih adalah 155 perusahaan manufaktur yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2013-2015. Pengambilan sampel

menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria: (1) Perusahaan

manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara berturut-turut

selama periode 2013-2015, (2) Perusahaan manufaktur yang menyajikan laporan

keuangannya dalam mata uang rupiah, (3) Perusahaan manufaktur yang memiliki

tahun buku yang berakhir pada 31 Desember, (4) Perusahaan manufaktur yang

mendapatkan profit selama periode 2013-2015 . Data yang diteliti adalah data

sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh melalui akses internet

pada website www.idx.co.id dan www.sahamok.com.

Teknik pengumpulan data dalam riset ini menggunakan metode dokumentasi,

sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Adapun data

terhimpun dalam enam variabel ini.

Variabel Dependen

Menurut Sugiyono (2010:59) variabel dependen adalah variabel yang

dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen.

4
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit delay. Menurut Dyer &

Mchugh (1997:206) audit delay adalah interval waktu antara tahun tutup buku

laporan keuangan hingga opini pada laporan keuangan audit ditandatangani.

Variabel ini diukur secara kuantitatif dalam jumlah hari atau dengan rumus:

Audit Delay = Tanggal Laporan Audit–Tanggal Laporan Keuangan

Variabel Independen

Menurut Sugiyono (2010:59) variabel independen adalah variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel

dependen. Adapun variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini

adalah:

Audit tenure

Audit tenure adalah jangka waktu suatu perusahaan menjadi klien KAP atau

auditor yang sama untuk beberapa tahun berturut–turut. Pemerintah mengeluarkan

peraturan untuk mengatur audit tenure sehingga independensi auditor tetap terjaga

dalam bertugas. Audit tenure diukur dengan melakukan perhitungan jumlah tahun

di mana auditor yang sama dari suatu KAP melakukan audit terhadap perusahaan,

tahun pertama berarti diberikan angka 1 dan ditambah 1 untuk tahun-tahun

berikutnya.

Pergantian Auditor

Pergantian auditor merupakan perpindahan auditor atau KAP yang

dilakukan oleh perusahaan klien. Pergantian auditor pada suatu perusahaan

dilakukan dengan tujuan untuk menjaga independensi dari auditor agar tetap

bersikap objektif dalam melakukan tugasnya sebagai auditor. Pergantian auditor

5
diukur dengan variabel dummy. Perusahaan yang melakukan pergantian auditor

selama periode penelitian diberi kode 1 dan perusahaan yang tidak melakukan

pergantian auditor diberi kode 0.

Financial Distress

Menurut Brigham (2012:2-3) financial distress adalah kondisi perusahaan

yang mana kesulitan dana baik dalam arti dana di dalam pengertian kas atau

dalam pengertian modal kerja. Dalam penelitian ini variabel financial distress

diproksikan rasio Debt to Total Assets Ratio (DAR). Adapun cara menghitungnya

adalah:

Total Utang
𝐷𝐴𝑅 = x 100%
Total Aset

Ukuran Perusahaan

Menurut Brigham & Houston (2010:4) ukuran perusahaan merupakan

ukuran besar/kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total

aset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak, dan lain-lain. Total aset yang

dimaksud adalah jumlah aset yang dimiliki perusahaan klien yang tercantum pada

laporan keuangan perusahaan pada akhir periode yang telah diaudit. Secara

matematis variabel ukuran perusahaan dirumuskan sebagai berikut:

UP = Logarithm natural (Ln) Total Aset

Profitabilitas

Meurut Harahap (2006:304) profitabilitas menggambarkan kemampuan

perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada

seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya.

6
Variabel ini di proksi kan dengan Return On Asset (ROA) adalah salah satu rasio

profitabiltas. Untuk menghitung ROA menggunakan rumus:

Laba Bersih Setelah Pajak


𝑅𝑂𝐴 = x 100%
Total Aset

Metode Analisis Data

Dalam analisis ini berfungsi untuk menguji pengaruh hubungan antara satu

variabel dengan variabel lainnya.Pengolahan data dalam penelitian ini

menggunakan bantuan SPSS, sehingga didapat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = β0 + 𝑏1 𝑥1 + 𝑏2 𝑥2 + 𝑏3 𝑥3 + 𝑏4 𝑥4 + 𝑏5 𝑥5 e

Dimana Y merupakan Audit Delay, β0 adalah konstanta 𝑏1 - 𝑏5 adalah koefisien

regresi χ1 adalah audit tenure, 𝑥2 adalah pergantian auditor, 𝑥3 adalah financial

distress, 𝑥4 adalah ukuran perusahaan, χ5 adalah profitabilitas, dan e adalah error.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

Hasil pengujian normalitas menggunakan kolmogorov smirnov

menunjukkan bahwa nilai signifikansi 1,282 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti

bahwa persamaan regresi untuk model dalam penelitian ini memiliki sebaran data

yang normal, sehingga model penelitian dinyatakan telah memenuhi asumsi

normalitas.

7
Uji Multikolinieritas

Hasil uji multikolinieritas menunjukkan nilai tolerance dari seluruh

variabel lebih besar dari 0,10 serta nilai VIF lebih kecil daripada 10, sehingga

semua variabel-variabel pada penelitian ini tidak terjadi multikoliniearitas.

Uji Heteroskedastisitas

Uji Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model

regresi residual mengalami ketidaksamaan variance dari satu pengamatan ke

pengamatan lain. Untuk mendeteksi apakah terjadi heterokedastisitas

menggunakan uji Rank spearman. Pengujian heteroskedastisitas dengan uji Rank

spearman menghasilkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai

signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Autokorelasi

Hasil uji autokorelasi yang menggunakan Durbin-Watson menunjukkan

bahwa asymp. sig. (2-tailed) memiliki nilai sebesar 1,837 lebih besar dari 0,05,

yang berarti tidak terjadi masalah autokorelasi.

Ke-empat hasil uji asumsi klasik tersebut mengindikasikan bahwa data

yang diperoleh memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan model regresi

linier.

Uji Korelasi

Regresi Linier Berganda

Pengolahan data melalui analisis regresi liner berganda menghasilkan

informasi sebagaimana terlihat pada tabel 1.

8
Tabel 1. Hasil Regresi Linier Berganda

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 121,652 13,165 9,240 0,000
Audit Tenure (AT) 0,036 1,016 0,003 0,035 0,972
Pergantian Auditor (PA) 1,476 2,281 0,054 0,647 0,518
Financial Distress (FD) 0,015 0,018 0,067 0,818 0,415
Ukuran Perusahaan (UP) -1,610 0,467 -0,281 -3,449 0,001
Profitabilitas (PB) -0,023 0,066 -0,029 -0,345 0,731
Sumber: data sekunder diolah penulis, 2018.

Berdasarkan tabel tersebut dapat disusun model/rumus persamaan regresi

linier sebagai berikut:

AD = 121,652 + 0,036AT + 1,476PA + 0,051FD - 1,610UP - 0,023PB + e

Dari model/rumus regresi tersebut terlihat bahwa audit tenure, pergantian auditor,

financial distress dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay,

sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay.

Uji F (Uji Ketetapan Model)

Berdasarkan Uji F dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 3,105 dan

p-value = 0,011 (<α = 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel audit tenure,

pergantian auditor, financial distress, ukuran perusahaan dan profitabilitas

berpengaruh secara bersama-sama terhadap audit delay. Hal ini juga berarti bahwa

model regresi yang digunakan fit of goodness.

Uji t

Hasil pengujian variabel independen secara parsial menggunakan uji t

dapat dilihat pada tabel 2.

9
Variabel Thitung Ttabel Sig. Keterangan
Audit Tenure (AT) 0,035 1,976 0,972 Tidak signifikan
Pergantian Auditor (PA) 0,647 1,976 0,518 Tidak signifikan
Financial Distress (FD) 0,818 1,976 0,415 Tidak signifikan
Ukuran Perusahaan (UP) -3,449 1,976 0,001 Signifikan
Profitabilitas (PB) -0,345 1,976 0,731 Tidak signifikan
Sumber: data sekunder diolah penulis, 2018.

Pada tabel tersebut terlihat bahwa ukuran perusahaan memiliki nilai thitung

yang lebih besar dari ttabel (1,976) dan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05,

sehingga variabel ini berpengaruh (secara statistik signifikan) terhadap audit

delay. Sebaliknya untuk variabel audit tenure, pergantian auditor, financial

distress dan profitabilitas memiliki nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel (1,976)

serta tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga variabel ini tidak

berpengaruh (secara statistik tidak signifikan) terhadap audit delay.

Uji Adjusted R2

Berdasarkan pengujian tersebut menghasilkan angka adjusted R2 sebesar

0,087 yang berarti bahwa 8,7% variabel independen pada riset ini dapat

menjelaskan audit delay, sedangkan sisanya sebesar 91,3% dijelaskan oleh

variabel bebas lain di luar yang diteliti.

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil pengujian dari .jiupenelitian ini, sebagaimana diperlihatkan pada tabel 2

menunjukkan bahwa variabel ukuran perusasahaan berpengaruh (secara statistik

signifikan) terhadap audit delay, sedangkan variabel audit tenure, pergantian

auditor, financial distress dan profitabilitas tidak berpengaruh (secara statistik

tidak signifikan).

Audit tenure tidak berpengaruh (secara statistik tidak signifikan) terhadap

audit delay. Beberapa hal yang menyebabkan lamanya waktu penugasan (audit

10
tenure) tidak berpengaruh pada audit delay seorang auditor yang memiliki

penugasan cukup lama dengan perusahaan klien belum tentu dapat mendorong

terciptanya pengetahuan bisnis yang baik. Penugasan auditor dalam waktu yang

cukup lama justru dapat menyebabkan auditor kurang independen dan profesional

dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini tentunya menyebabkan auditor tidak bisa

menyelesaikan kewajibannya secara tepat waktu sehingga mengurangi

ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan auditan. Hasil penelitian ini

mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Praptika dan Rasmini (2016),

dan Rustiarini dan Sugiarti (2013), namun tidak mendukung hasil penelitian yang

dilakukan oleh Kristiantini dan Sujana (2017).

Pergantian auditor tidak berpengaruh (secara statistik tidak signifikan)

terhadap audit delay. Perusahaan yang melakukan pergantian auditor tidak akan

mempengaruhi lamanya waktu penyelesaian audit. Auditor yang baru dalam

menerima klien melibatkan elemen-elemen penting mengenai pemahaman bisnis

dan industri, materialitas, resiko audit, dan pertimbangan jasa bernilai tambah.

Setelah menerima klien dan merencanakan audit, maka auditor yang baru akan

melaksanakan pengujian audit dan melaporkan temuan yang dimulai dari akhir

tahun fiskal klien. Oleh sebab itu pergantian auditor tidak akan mempengaruhi

audit delay, sebab penerimaan klien dan perencanaan audit dilakukan sebelum

tahun fiskal klien berakhir. Adanya pergantian auditor dalam perusahaan tidak

akan berpengaruh terhadap lamanya waktu penyelesaian audit. Hasil penelitian ini

mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunan (2014) yang

menunjukkan bahwa pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay.

11
Financial distress tidak berpengaruh (secara statistik tidak signifikan)

terhadap audit delay. Financial distress merupakan salah satu berita buruk dalam

laporan keuangan. Financial distress merupakan tahap perurunan kondisi

keuangan perusahaan dan apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan

menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan. Kondisi financial distress

yang terjadi pada perusahaan dapat meningkatkan risiko audit pada auditor

independen, khususnya risiko pengendalian dan risiko deteksi. Hasil penelitian ini

mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Julien (2013), namun tidak

mendukung Praptika dan Rasmini (2016) yang menunjukkan bahwa financial

distress tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Ukuran perusahaan berpengaruh positif (secara statistik signifikan) terhadap

audit delay. Manajemen perusahaan berskala besar umumnya memiliki sistem

pengendalian internal yang baik dan dimonitor secara ketat oleh investor,

pengawas permodalan, dan pemerintah yang dapat mengurangi kesalahan dalam

penyajian laporan keuangan serta memudahkan auditor dalam melakukan proses

audit. Oleh karena itu, perusahaan yang berskala besar cenderung mengalami

tekanan eksternal yang lebih tinggi untuk mengumumkan laporan audit lebih

awal. Hal ini dikarenakan jumlah sampel yang diambil semakin besar dan

semakin banyak prosedur audit yang dilakukan. Hasil ini mendukung hasil

penelitian oleh Ningsih dan Widhiyani (2015) serta Fiatmoko dan Anisyikurillah

(2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit

delay.

12
Profitabilitas tidak berpengaruh (secara statistik tidak signifikan) terhadap

audit delay. Perusahaan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba

berdasarkan aktiva yang dimiliki ternyata belum tentu menerbitkan laporan

keuangan secara tepat waktu. Banyak perusahaan yang mengalami kenaikan tetapi

tidak begitu besar, selain itu mungkin ada tuntutan dari pihak yang

berkepentingan juga tidak begitu besar, sehingga tidak memacu perusahaan untuk

mengkomunikasi laporan keuangan yang diaudit lebih cepat. Hasil penelitian ini

sesuai dengan penelitian oleh Cahyanti t al (2016) yang menyatakan bahwa

profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.

PENUTUP

Simpulan

Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan

berpengaruh (secara statistik signifikan) terhadap audit delay. Sementara itu

variabel audit tenure, pergantian auditor, financial distress dan profitabilitas tidak

berpengaruh (secara statistik tidak signifikan) terhadap audit delay.

Keterbatasan penelitian

Penelitian yang dilakukan ini memiliki keterbatasan, sehingga perlu

diperhatikan bagi peneliti-peneliti selanjutnya. Adapun keterbatasan penelitian

yang ada adalah sebagai berikut: (1) Sampel yang digunakan hanya sebatas

perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, sehingga eksternal validitas sampel

masih rendah, (2) Tahun pengamatan hanya dari tahun 2013-2015, sehingga

belum memberikan gambaran hasil yang maksimal, (3) Penelitian ini terbatas

13
pada variabel yang dipergunakan yaitu hanya audit tenure ,pergantian auditor,

financial distress, ukuran perusahaan dan profitabilitas dalam mempengaruhi

audit delay, sehingga faktor-faktor lain yang diduga mempengaruhi audit delay

tidak diteliti dalam penelitian ini.

Saran

Beberapa saran yang dapat diajukan untuk penelitian selanjutnya, yaitu:

(1) Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah sektor perusahaan yang tedaftar

di BEI, (2) Bagi peneliti selanjutnya agar menambah tahun pengamatan tidak

hanya tiga tahun, sehingga dapat memberikan gambaran hasil penelitian yang

maksimal, (3) Peneliti selanjutnya sebaiknya menambah faktor lain yang dapat

mempengaruhi audit delay, selain faktor yang telah ada dalam penelitian ini,

misalnya opini audit, keberadaan komite audit, reputasi auditor, dan ukuran KAP.

DAFTAR PUSTAKA

Angruningrum & Wirakusuma. 2013. “Pengaruh Profitabilitas, Leverage,


Kompleksitas Operasi, Reputasi Kap Dan Komite Audit pada Audit Delay
“. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 5.2 (2013): 251-270. ISSN:
2302-8556.
BAPEPAM. 1997. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep.
11/PM/1997. Tentang Kriteria Perusahaan Kecil dan Menengah.
BAPEPAM. 2004. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep
No. IX.C.7. Tentang Ukuran Perusahaan.
BAPEPAM. 2007. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor: Kep-40/BL/2007. Tentang Jangka Waktu Penyampaian
Laporan Keuangan Berkala dan Laporan Tahunan bagi Emiten atau
Perusahaan Publik yang Efeknya Tercatat di Bursa Efek Indonesia atau
Negara Lain.

14
BAPEPAM. 2011. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor:X.K.2/BL/2011. Tentang Penyampaian Laporan
Keuangan.
Brigham & Houston. 2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Buku 1. Jakarta:
Salemba Empat.
Brigham & Houston. 2012. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Edisi V. Jakarta:
Salemba Empat.
Cahyanti, Dyna Nuzul., Sudjana dan Azizah, Devi Farah. 2016. “Pengaruh
Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas Terhadap Audit Delay
(Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 Sub-Sektor Bank Property dan Real
Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2014)”.
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Volume 38 Nomor 1, September Tahun
2016.
Dyer, J. C. and McHugh, A.L. 1997. The Timeliness of the Australian Annual
Report. Journal of Accounting Researc.13(3): 206.
Fiatmoko, Arizal Latif dan Anisyukurillah, Indah. “Faktor-Faktor Yang
Berpengaruh Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Perbankan”.
Accounting Analysis Journal (AAJ) Universitas Negeri Semarang. Volume 4
Nomor 1, Tahun 2015. ISSN 2252-6775.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS19. Semarang: BPFE Universitas Diponogoro.
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS21 Up Date PLS Regresi. Edisi ke 7. Semarang: Badan Penerbit
UniversitasDiponegoro.
Hanafi, M. M. dan A. Halim. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat.
Cetakan Kedua. Sekolah Tinggi Ilmu Menegemen YKPN. Yogyakarta.
Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.
Harahap, Sofyan Syafri. 2009. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2011. “Standar Akuntansi Keuangan”. Jakarta:
Salemba Empat.
Ikhsan, A. dan H. B. Suprapto. 2008. Teori Akuntansi dan Riset Multiparadigma.
Edisi Pertama.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Islahuzzaman. 2012. Istilah-Istilah Akuntansi dan Auditing. Edisi 1. Bumi Aksara.
Jakarta.
Julien, Ricco Francois. 2013. “Pengaruh Tingkat Profitabilitas, Financial Distress,
Dan Pelaporan Rugi Bersih Klien Terhadap Audit Report Lag Perusahaan
Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
Machan, Tibor. 2009. Stekeholder&Shareholder Theoryof The Ethics of
Corporate Management. Economics and Business Research. Vol 1 No.1.
Ningsih, I Gusti Ayu Puspita Sari dan Widhiyani, Ni Luh Sari. 2015. “Pengaruh
Ukuran Perusahaan, Laba Operasi, Solvabilitas, Dan Komite Audit Pada

15
Audit Delay”. Ejurnal Akuntansi Universitas Udayana. Volume 12 Nomor
3 Tahun 2015, Halaman 481-495. ISSN: 2302-8556.
Praptika & Rasmini. 2016. “Pengaruh Audit Tenure, Pergantian Auditor,
Financial Distress Pada Audit Delay Pada Perusahaan Consumer Good”. E-
Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. ISSN: 2302-8556.
Rachmawati, S. 2008. “Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan
Terhadap Audit Delay dan Timeliness”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan
10(1): 1-10. Jakarta.
Rachmawati, Sistya. 2008. “Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan
terhadap Audit Delay dan Timeliness”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan.
Vol.10, No. 1, Mei 2013, Hal: 347-356.
Rustiarini, Ni Wayan dan Ni Wayan Mita Sugiarti. 2013. “Pengaruh Karakteristik
Auditor, Opini Audit, Audit Tenure, Pergantian Auditor pada Audit Delay”.
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika JINAH Vol. 2 No. 2, ISSN
20893310. Singaraja.
Tambunan, Pinta Uli. 2014. “Pengaruh Opini Audit, Pergantian Auditor Dan
Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Audit Report Lag”. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Negeri Padang. Vol. 3, No. 1.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. ALFABETA. Bandung.
Verawati & Wirakusuma. 2016. “Pengaruh Pergantian Auditor, Reputasi KAP,
Opini Audit, Komite Audit Pada Audit Delay”. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana. Vol.17.2. November (2016): 1083-1111. ISSN: 2302-
8556.
Widyantari, AA Ayu Putri. 2011. “Opini Audit Going Concern dan Faktor- faktor
yang Mempengaruhi: Studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
Indonesia”. Tesis S-2, Program Studi Akuntansi, Universitas
Udayana,Denpasar.
Widyastuti & Astika. 2017. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kompleksitas Operasi
Perusahaan dan Jenis Industri Pada Audit Delay”. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana. Vol.18.2. Februari (2017): 1082-1111. ISSN: 2302-
8556.

16