Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perkembangan adalah proses perubahan progresif yang bersifat kulitatif
fungsiolnal dan yang terjadi pada aspek fisika atau psikis. Mengkaji tentang
pendidikan yang diterima oleh individu, sangatlah terkait dengan keberadaan guru
sebagai staff pengajar dan sebagai salah satu faktor pendidikan yang sangat
berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar mengajar disekolah. Bagi para
pendidik dengan berbagai macam peran, harapannya dapat mengetahui dan
memahami perkembangan dan karakteristik peserta didik. Hal ini sangatlah
penting karena “transfer of learning”dalam proses belajar dapat tersampaikan dan
dapat diterima oleh peserta didik denngan baik. Selain itu, dengan memahami
perkembangan peserta didik tersebut, para pendidik dapat menggunakan teknik-
teknik yang tepat untuk mempelajari kemampuan, minat, dan tingkat persiapan
belajar peserta didik. Selain itu juga mampu mempertimbangkan bermacam-
macam prosedur mengajar, serta mampu menganalisis dan meneliti cara belajar,
kekuatan dan kelemahan belajar dari para peserta didiknya.
Perkembangan peserta didik merupakan bagian dari pengkajian dan
penerapan psikologi perkembangan. Dalam pengakajian mata kuliah
perkembangan peserta didik pada institusi pendidikan. Dalam setiap tahapan
perkembangan manusia mempunyai karakteristik yang khas dan tugas-tugas
perkembangan tersendiri yang bermanfaat sebagai petunjuk arah perkembangan
yang normal. Tugas-tugas perkembangan tersebut juga sangat berhubungan
dengan pendidikan yang diterimah oleh individu. Pendidikan menentukan tugas
apakah yang dapat dilaksanakan seseorang pada masa-masa tertentu. Konsep diri
dan harga diri akan turun apabila seseorang tidak melaksanakan tugas
perkembangannya dengan baik, kaerna individu tersebut akan mendapat celaan
dari masyarakat sekitarnya sehingga menimbulkan ketidakbahagiaan bagi
individu yang bersangkutan. Sebaliknya keberhasilan dalam melaksanakan tugas-
tugas perkembangan memberikan perasaan berhasil dan perasaan bahagia.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tugas-tugas perkembangan ?
2. Apa saja sumber tugas-tugas perkembangan ?
3. Apa saja tugas-tugas perkembangan pada setiap fase perkembangan ?
1.3 Tujuan
2. Untuk mengetahui maksud dari tugas-tugas perkembangan.
3. Untuk mengetahui sumber dari tugas-tugas perkembangan.
4. Untuk mengetahui tugas-tugas perkembangan pada setiap fase
perkembangan.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Tugas-Tugas Perkembangan
Menurut Havighurst (1984), tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang
harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan
apabilah berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila
mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan
perkembangan selanjutnya akan juga menagalami kesulitan.
Menurut Elizabeth B. Hurlock (2002) tugas perkembangan yaitu belajar
menyesuaikan diri terhadap pola - pola hidup baru, belajar untuk memiliki cita -
cita yang tinggi, mencari identitas diri dan pada usia kematangannya mulai belajar
memantapkan identitas diri.
Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode
tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil
dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan
tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan
ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan
masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya (Syamsu,2004).
2.2 Sumber faktor-faktor perkembangan diantaranya:
1. Kematangan fisik, misalnya;
a. Belajar berjalan karena kematangan otot-otot kak
b.Belajar bertingkah laku, bergaul dengan jenis kelamin yang bebeda pada
masa remaja karena kematangan organ-organ seksual.
2. Tuntutan masyarakat secara kultural, misalnya;
a. Belajar membaca
b.Belajar menulis
c. Belajar berhitung
d.Belajar berorganisasi.
3. Tuntutan dari dorongan dan cita-cita individu sendiri, misalnya;
a. Memilih pekerjaan
b.Memilih teman hidup.
4. Tuntutan norma-norma agama, misalnya;
a. Taat beribadah kepada Allah SWT
b.Barbuat baik kepada sesama manusia.
2.3 Tugas Perkembangan pada masa Anak-Anak
Havighurst membagi tugas-tugas perkembangan selama rentang kehidupan
manusia sebagai berikut:
Masa bayi dan awal masa kanak-kanak (0,0-6,0 tahun)
a. Belajar berjalan pada usia 9,00-15,00 bulan.
Belajar berjalan terjadi pada usia antara 9 sampai 15 bulan, pada usia ini
tulang kaki, otot dan susunan syarafnya telah matang untuk belajar berjalan.
b. Belajar memakan makanan padat.
Hal ini terjadi pada tahun kedua, sistem alat-alat pencernaan makanan dan
alat-alat pengunyah pada mulut telah matang untuk hal tersebut.
c. Belajar berbicara.
Mengeluarkan suara yang berarti dan menyampaikannya kepada orang lain
dengan perantaraan suara itu. Untuk itu, diperlukan kematangan otot-otot dan
syaraf dari alat-alat bicara.
d. Mencapai kestabilan jasmaniah.
Keadaan jasmani anak sangat labil apabila dibandingkan dengan orang
dewasa, anak cepat sekali merasakan perubahan suhu sehingga temperatur
badannya mudah berubah. Perbedaan variasi makanan yang diberikan dapat
mengubah kadar garam dan gula dalam darah dan air di dalam tubuh. Untuk
mencapai kestabilan jasmaniah, bagi anak diperlukan waktu sampai usia 5
tahun. Dalam proses mencapai kestabilan jasmaniah ini, orangtua perlu
memberikan perawatan yang intensif, baik menyangkut pemberian makanan
yang bergizi maupun pemeliharaan kebersihan.
e. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
Pada mulanya dunia ini bagi anak merupakan suatu keadaan yang
kompleks dan membingungkan. Lama kelamaan anak dapat mengamati
benda-benda atau orang-orang disekitarnya. Perkembangan lebih lanjut, anak
menemukan keteraturan dan dapat membentuk generalisasi (kesimpulan) dari
berbagai benda yang pada umumnya mempunyai ciri yang sama. Anak
belajar bahwa bayangan tertentu dengan suara tertentu yang nyaring
memenuhi kebutuhannya disebut “orang”,”ibu” dan ”ayah”. Anak belajar
bahwa benda-benda khusus dapat dikelompokkan dan diberi satu nama,
seperti kucing, ayam, kambing, dan burung dapat disebut binatang. Untuk
mencapai kemampuan tersebut (mengenal pengertian-pengertian) diperlukan
kematangan sistem syaraf, pengalaman dan bimbingan dari orang dewasa.
f. Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati
nurani.
Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti
mengembangkan kata hati. Anak kecil dikuasai oleh hedonisme naif, dimana
kenikmatan dianggapnya baik, sedangkan penderitaan dianggapnya buruk
(hedonisme adalah aliran yang menyatakan bahwa manusia dalam hidupnya
bertujuan mencari kenikmatan dan kebahagiaan). Apabila anak bertambah
besar ia harus belajar pengertian tentang baik dan buruk, benar dan salah,
sebab sebagai makhluk sosial (bermasyarakat), manusia tidak hanya
memperhatikan kepentingan/kenikmatan sendiri saja, tetapi juga harus
memperhatikan kepentingan/kenikmatan sendiri saja, tetapi juga harus
memperhatikan kepentingan orang lain. Anak mengenal pengertian baik dan
buruk, benar dan salah ini dipengaruhi oleh pendidikan yang diperolehnya.
Pada mulanya, anak belajar apa yang dilarang itu berarti buruk atau salah dan
apa yang diperbolehkan itu berarti baik dan benar. Pengalaman ini
merupakan permulaan pembentukkan kata hati anak. Perkembangan
selanjutnya terjadi melalui nasihat, bimbingan, buku-buku bacaan dan
analisis pikiran sendiri. Sesuatu yang penting dalam mengembangkan kata
hati anak adalah suri teladan dari orang tua dan bimbingannya. Hal ini lebih
baik daripada penggunaan hukuman dan ganjaran, meskipun dalam situasi
tertentu masih tetap diperlukan.
2.4 Tugas Perkembangan Pada Masa Remaja
a. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
Hakikat tugas, Tujuannya:
1. Belajar melihat kenyataan, anak wanita sebagai wanita, dan anak pria
sebagai pria.
2. Berkembang menjadi orang dewasa di antara orang dewasa lainnya.
3. Belajar bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
4. Belajar memimpin orang lain tanpa mendominasinya.
b. Mencapai peran sosial sebagai pria dan wanita.
Hakikat tugasnya, Remaja dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai
pria atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
c. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
Hakikat tugasnya, tugas ini bertujuan agak remaja merasa bangga, atau
bersikap toleran terhadap fisiknya, menggunakan dan meemlihara fisiknya
secara efektif, dan merasa puas dengan fisiknya tersebut.
d. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya.
Hakikat tugasnya,
1. Membebaskan diri dari sikap dan perilaku yang kekanak-kanakan atau
bergantung pada orangtua,
2. Mengembangkan afeksi (cinta kasih) kepada orangtua, dan
3. Mengembangkan sikap respek terhadap orang dewasa lainnya tanpa
bergantung kepadanya.
e. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
Hakikat tugasnya, tujuannya agar remaja merasa mampu menciptakan suatu
kehidupan (mata pencaharian). Penting buat remaja pria dan tidak terlalu
penting buat remaja wanita.
f. Memilih dan mempersiapkan karier (pekerjaan).
Hakikat tugasnya:
1. Memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya,
2. Mempersiapkan diri-memiliki pengetahuan dan keterampilan- untuk
memasuki pekerjaan tersebut.
g. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
Hakikat tugasnya.
1. Mengembangkan sikap positif terhadap pernikahan, hidup berkeluarga,
dan memiliki anak.
2. Memperoleh pengetahuan yaang tepat tentang pengelolaan keluarga dan
pemeliharaan anak.
h. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang
diperlukan bagi warga negara.
Hakikat tugasnya.
1. Mengembangkan konsep-konsep hukum, pemerintahan, ekonomi, politik,
geografi, hakikat manusia, dan lembaga-lembaga sosial yang cocok
dengan dunia modern,
2. Mengembangkan keterampilan berbahasa dan kemampuan nalar (berfikir)
yang penting bagi upaya memecahkan masalah-masalah secara efektif.
i. Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
Hakikat tugasnya.
1. Berpartisipasi sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab sebagai
masyarakat,
2. Memperhitungkan nilai-nilai sosial dalam tingkah laku dirinya.
j. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai
petunjuk/pembimbing dalam bertingkah laku.
Hakikat tugasnya.
1. Membentuk seperangkat nilai yang mungkin dapat direalisasikan,
2. Mengembangkan kesadaran untuk merealisasikan nilai-nilai,
3. Mengembangkan kesadaran akan hubungannya dengan sesama manusia
dan juga alam sebagai lingkungan tempat tinggalnya, dan
4. Memahami gambaran hidup dan nilai-nilai yang dimilikinya, sehingga
dapat hidup selaras (harmoni) dengan orang lain.
k. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mencapai kematangan sikap, kebiasaan dan pengembangan wawasan dalam
mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan dalam
kehidupan sehari-hari, baik pribadi maupun sosial.
Tugas perkembangan pada masa remaja menuntut perubahan besar
dalam sikap dan pola perilaku anak. Akibatnya hanya sedikit anak laki-laki
dan perempuan yang diharapkan untuk menguasai tugas-tugas tersebut
selama masa awal remaja, apalagi mereka yang matangnya terlambat. Tugas
perkembangan sifatnya tidak universal, namun sangat tegantung dari budaya
setempat, sehingga ada kemungkinan tugas perkembangan tersebut diatas
ada yang tidak berlaku untuk kultur bangsa Indonesia (Allo,2017)
2.5 Tugas Perkembangan pada Masa Dewasa Awal
Tugas perkembangan fase dewasa awal
a. Mampu menjalin hubungan lebih matang dengan sebaya dan jeniss kelamin
b. Mampu melakukan peran-peran social sebagai laki-laki dan wanita
c. Menerima kondisi jasmani dan dapat menggunakannya secara efektif
d. Memiliki ketidaksendirian emosional dari orang tua dan orang deawasa
Lainnya.
e. Memeiliki perasaan mampu berdiri sendiri dalam bidang ekonomi
f. Mampu memilih dan mempersiapkan diri dan untuk sesuatu pekerjaan.
g. Belajar mempersiapkan diri untuk perkawinan dan hidup bekeluarga
h. Mengembangkan konsep-kosep dan keterampilan intelektual untuk hidup
Bermasyarakat
i. Memiliki perilaku sosial seperti yang diharapkan masyarakat
j. Memiliki seperangkat nilai yang menjadi pedoman bagi pembuatannya.
2.6 Tugas Perkembangan pada Masa Dewasa Akhir
Tugas perkembangan dewasa akhir
a. Memiliki tanggung jawab sosial dan kenegaraan sebagai orang dewasa.
b. Mengembangkan dan memelihara standar kehidupan ekonomi.
c. Membimbing anak dan remaja agar menjadi orang dewasa yang
bertanggung jawab dan berbahagia.
d. Mengembangkan kegiatan-kegiatan waktu senggang sebagai orang dewasa.
e. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik
sebagaiorang setengah baya.
f. Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah
tua.
2.7 Tugas Perkembangan pada Masa Orang Tua (Usia Lanjut)
Tugas-tugas perkembangan pada masa usia lanjut
a. Menyesuaikan diri dengan kondisi fisik dan kesehatan yang semakin
menurun.
b. Menyesuikan diri dengan situasi pensiun dan penghaasilan yang semakin
berkurang
c. Menyesuaikan diri dengan kematian dari pasangan hidup
d. Membina hubungan dengan sesame usia lanjut
e. Memnuhi kewajiban-kewajiban social dan kesehatan
f. Kesiapan menghadapi kematian
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Tugas-tugas perkembangan yaitu tugas- tugas yang harus dilakukan atau di
kuasai oleh seseorang dalam masa-masa atau usia tertentu sesuai dengan norma-
norma dalam masyarakat dan kebudayaan tertentu agar dapat hidup bahagia dan
mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Tugas-tugas
tersebut terbagi dalam beberapa fase mulai dari tugas perkembangan masa anak-
anak, tugas perkembangan masa dewasa awal dan akhir, dan tugas perkembangan
usia lanjut. Tugas–tugas tersebut bertujuan agar individu dapat berkembang secara
baik.
3.2. Saran
Masa remaja adalah tindak lanjut dari masa kanak-kanak yang diawali
dengan masa perubahan yang sering disebut dengan masa pubertas. Di masa inilah
peserta didik itu mulai gencar mencari tahu sesuatu yang menurut mereka masih
asing dalam kehidupan mereka.Di masa ini pula sebaiknya pengekangan-
pengekangan yang diterapkan di masa kanak-kanak hendaknya dikurangi.
Karena biasanya anak-anak pada masa ini mulai mengerti mengapa di waktu
kecil mereka dilarang untuk melakukan sesuatu yang bisa disebut tidak
pantas.mereka akan mulai mengetehui masalah-masalah yang ada dalam
kehidupan. Disini orang tua berperan sebagai penasihat sekaligus pengawas
tingkah laku anak agar anak itu bisa mawas diri dan juga tidak ceroboh dalam
mengambil suatu keputusan.
DAFTAR PUSTAKA
Allo, Markus D.G.2017.Bahan Ajar Perkembangan Peserta Didik.Toraja: UKI Tora
(https://www.researchgate.net/profile/Markus_Girik_Allo/publication/323394053_PERKEMB
NGAN_PESERTA_DIDIK/links/5a97f28045851535bcdf4fe5/PERKEMBANGAN-PESERTA-DIDIK.pdf)
Havighurst, J.1984. Perkembangan manusia dan pendidikan.Bandung: Jemmars, Alih
Bahasa:Firmansyah.
Hurlock, E. B. 2002. Psikologi perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.
Surabaya : Erlangga
Syamsu, Yusuf.2004.Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja.Bandung:Remaja Rosdakarya