Anda di halaman 1dari 2

4.2.

1 KATUP DIAFRAGMA
Detail Katup Diafragma
Merk : WYCEO
Model : WY – D02GC
Bahan : Baja

Fungsi Katup Diafragma


Mengatur aliran dan dapat digunakan sebagai katup pengendali pneumatik, dimana
untuk membuka/menutup menggunakan udara tekan. Katup diafragma dapat
menangani material kasar, contoh fluida yang mengandung pasir, semen atau
lumpur, dan fluida yang bersifat korosif

Cara Kerja
Ketika katup mendapatkan udara tekan, maka difragma akan turun menekan pegas
sehingga valve stem akan medorong valve plug memenuhi seat ring maka aliran
fluida akan terhenti/menutup. Ketika tidak ada udara tekan maka pegas akan
mendorong diafragma ke atas sehingga valve stem dan valve plug akan terangkat
sehingga fluida akan mengalir.

Fungsi Komponen Katup Diagragma


1. Rain Cap. Fungsi : Tempat masuknya udara
2. Eye Bolt. Fungsi : Penyambung diaphragm case atas dan bawah
3. Spring. Fungsi : Sebagai kekuatan untuk actuator stem
4. Actuator Stem. Fungsi : Memasok tenaga untuk membuka atau menutup katup
5. Diaphragm. Fungsi : Mengubah tenaga udara yang masuk menjadi daya yang
diteruskan ke diaphragm sehingga dapat menggerakkan actuator stem
6. Diaphragm Case. Fungsi : melindungi bagian komponen di dalam control
valve
7. Yoke.Fungsi : Penyambung bagian actuator dan valve body
8. Stem Connector. Fungsi :Bagian penyambung antara bagian actuator stem dan
valve stem
9. Valve Stem. Fungsi : Bagian penyambung antara bagian stem connector dan
valve plug
10. Valve Plug. Fungsi : Bagian yang bergerak keatas dan kebawah.
11. Yoke Calming Nut
12. Gland Packing. Fungsi : Mencegah kebocoran pada hingga ke leher
13. Stud bolt and nut
14. Valve Body. Fungsi : Bagian control valve yang bersentuhan langsung dengan
fluida
15. Seat Ring. Fungsi : Menyediakan dudukan untuk Valve Plug

Perawatan Katup Diafragma


1. Membersihkan katup dengan metode pembersihan disesuaikan dengan jenis
katup
2. Melakukan pembongkaran untuk mengganti bagian – bagian yang telah
aus/rusak
3. Memasang kembali katup dengan teliti jangan sampai ada bagian yang
tetinggal atau terlewat serta baut – baut harus dikencangkan jangan sampai
longgar

Kerusakan yang dapat terjadi


1. Kontrol pneumatik tidak bekerja
2. Kontrol pneumatik katup lambat
3. Disk akan melompat keluar jika beban yang diberikan terlalu besar
4. Tidak dapat menerima sinyal