Anda di halaman 1dari 16

Nama Peserta : dr.

Zakirunallah Karunia
Nama Wahana : RSUD Syekh Yusuf Gowa
Topik : DBD Grade II
Tanggal (kasus) : 28 November 2018
Presenter : dr. Zakirunallah Karunia
Tanggal Presentasi : 26 November 2018 Pendamping : dr. Adriana Galla/ dr.
Adhy Krisna
Tempat Presentasi : RSUD Syekh Yusuf Gowa
Obyektif Presentasi :
◊ Keilmuan ◊ Ketrampilan ◊ Penyegaran ◊ Tinjauan Pustaka
◊ Diagnostik ◊ Manajemen ◊ Masalah ◊ Istimewa
◊ Neonatus ◊ Bayi ◊ Anak ◊ Remaja ◊ Dewasa ◊ Lansia ◊ Bumil
◊ Deskripsi : Pasien anak laki-laki umur 4 tahun masuk ke UGD rumah sakit dengan keluhan
demam dialami sejak 3 hari yang lalu, turun dengan obat penurun panas, mual (+), muntah
(+) sekitar 2 kali isi makanan, riwayat keluar darah dari hidung (+). Pemeriksaan
tourniquet(+) BAB & BAK dalam batas normal.
◊ Tujuan : Mengetahui gejala DBD grade II dan penatalaksanaannya
Bahan Bahasan : ◊ Tinjauan Pustaka ◊ Riset ◊ Kasus ◊ Audit
Cara Membahas : ◊ Diskusi ◊ Presentasi & Diskusi ◊ E-mail ◊ Pos
Data Pasien : ◊ Nama : An. F ◊ No.RM : 518294
Nama Klinik : RSUD Telp. : - Terdaftar sejak :
Syekh Yusuf Gowa
Data Utama Untuk Bahasan Diskusi :
1. Diagnosis/Gambaran Klinis :
Anak laki-laki, 4 tahun 10 bulan, datang dengan keluhan demam sejak 3 hari sebelum
masuk rumah sakit. Demam turun dengan obat penurun panas namun kembali naik
setelahnya. Pasien juga merasa nyeri kepala dideskripsikan seperti rasa tertusuk-
tusuk. Sebelumnya, pasien mengalami perdarahan dari hidung dan berhenti setelah
dikompres oleh keluarga. Mual dan muntah dirasakan sejak 1 hari yang lalu, 2x isi
makanan. Pasien dinilai mengalami penurunan nafsu makan. BAB dan BAK dalam
batas normal
2. Riwayat pengobatan :
Dirujuk dari puskesmas dengan pemberian Paracetamol 3 x 250 mg
3. Riwayat kesehatan/penyakit :
Trauma (-) Infeksi (-)
4. Riwayat keluarga :
Riwayat keluhan sama dalam keluarga disangkal
5. Riwayat pekerjaan :
Pelajar
6. Lain-lain :
-
Daftar Pustaka :
1. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue Haemorrhagic
Fever. World Health Organization. 2014
2. Hadinegoro,Sri Rezeki H. Soegianto, Soegeng. Suroso, Thomas. Waryadi, Suharyono.
Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Depkes & Kesejahteraan Sosial
Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan Hidup 2001.
3. Harikushartono, Hidayah N, Darmowandowo W, Soegijanto S. Demam Berdarah
Dengue: Ilmu Penyakit Anak, Diagnosa dan Penatalaksanaan. Jakarta: Salemba
Medika; 2002.
4. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia. Jakarta: 2012.
P26-9.
5. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. 5h ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 2009.
P2773-79.

Hasil Pembelajaran :
1. Diagnosis DBD Grade II
2. Klasifikasi DBD
3. Penatalaksanaan DBD Grade II
4. Modalitas diagnostik dalam penegakan diagnosis dan evaluasi DBD Grade II
5. Konsultasi yang diperlukan untuk kasus hemoroid

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio :


1. Subyektif
Pasien anak laki-laki umur 4 tahun 10 bulan masuk ke UGD rumah sakit dengan keluhan demam
dialami sejak 3 hari yang lalu, turun dengan obat penurun panas, mual (+), muntah (+) sekitar 2 kali
isi makanan, riwayat keluar darah dari hidung (+). BAB & BAK dalam batas normal.

BAB dan BAK biasa.


Riwayat perdarahan (+)
Riwayat kesadaran menurun (-)
Riwayat pengobatan (+) di PKM 1 hari dan diberikan obat penurun panas
Riwayat penyakit dahulu (-)
Riwayat penyakit keluarga dan lingkungan (-)
Riwayat alergi (-)
2. Objektif
Pemeriksaan Fisik
Vital Sign:

TD: 100/palpasi mmHg Nadi: 95x/menit T: 37˚ C Pernapasan: 24x/menit

KU: Sakit sedang Kesadaran: compos mentis GCS: E4-V5-M6

Status Generalis:

Pemeriksaan Fisik Umum


1. Kepala-Leher

Kepala : normocephali

Mata : anemis -/-, icterus -/-

THT : dalam batas normal

Leher : pembesaran KGB (-)

2. Thorax-Cardiovaskular

Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris

Palpasi : fremitus vokal normal

Perkusi : pulmo: sonor pada kedua lapang paru

Cor : perkusi pekak, batas:

. Kanan : ICS 2 Parasternal line dextra

Kiri : ICS 4 pada midclavicula line sinistra

Atas : ICS 2 dekstra sinistra

Auskultasi : Pulmo : vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki -/-

Cor : S1 dan S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)

3. Abdomen

Inspeksi : Datar, ikut gerak napas

Auskultasi : BU (+) kesan normal

Palpasi : defans muscular (-), nyeri tekan (-)

Perkusi : timpani (+)

4. Ekstremitas: Tourniquet test (+), akral dingin (-), CRT <2 detik

Pemeriksaan laboratorium:
28-11-2018

Hasil Nilai Rujukan Satuan


WBC 5.7 4.00-10.0 103/uL

RBC 5,38 4.00-6.00 106/uL

HGB 11,7 12.0-16.0 g/dL

HCT 29.3 37.0-48.0 %

PLT 85 150-400 103/uL

-
1. Subjektif
Anak laki-laki, 4 tahun 10 bulan, datang dengan keluhan demam sejak 3 hari sebelum
masuk rumah sakit. Demam turun dengan obat penurun panas namun kembali naik
setelahnya. Pasien juga merasa nyeri kepala dideskripsikan seperti rasa tertusuk-tusuk.
Sebelumnya, pasien mengalami perdarahan dari hidung dan berhenti setelah dikompres
oleh keluarga. Mual dan muntah dirasakan sejak 1 hari yang lalu, 2x isi makanan.
Pasien dinilai mengalami penurunan nafsu makan. BAB dan BAK dalam batas normal
2. Objektif
Pemeriksaan Fisik
Vital Sign:

TD: 100/palpasi mmHg Nadi: 95x/menit T: 37˚ C Pernapasan: 24x/menit

KU: Sakit sedang Kesadaran: compos mentis GCS: E4-V5-M6

Status Generalis:

Pemeriksaan Fisik Umum

5. Kepala-Leher

Kepala : normocephali

Mata : anemis -/-, icterus -/-

THT : dalam batas normal

Leher : pembesaran KGB (-)

6. Thorax-Cardiovaskular

Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris

Palpasi : fremitus vokal normal


Perkusi : pulmo: sonor pada kedua lapang paru

Cor : perkusi pekak, batas:

. Kanan : ICS 2 Parasternal line dextra

Kiri : ICS 4 pada midclavicula line sinistra

Atas : ICS 2 dekstra sinistra

Auskultasi : Pulmo : vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki -/-

Cor : S1 dan S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)

7. Abdomen

Inspeksi : Datar, ikut gerak napas

Auskultasi : BU (+) kesan normal

Palpasi : defans muscular (-), nyeri tekan (-)

Perkusi : timpani (+)

8. Ekstremitas: Tourniquet test (+), akral dingin (-), CRT <2 detik

Pemeriksaan laboratorium:
28-11-2018

Hasil Nilai Rujukan Satuan

WBC 5.7 4.00-10.0 103/uL

RBC 5,38 4.00-6.00 106/uL

HGB 11,7 12.0-16.0 g/dL

HCT 29.3 37.0-48.0 %

PLT 85 150-400 103/uL

3. Assessment
Definisi

Demam dengue (Dengue Fever/DF) dan demam berdarah dengue/DBD (Dengue


Haemorrhagic Fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue
yang ditularkan kepada manusia terutama melalui gigitan nyamuk. Aedes (Stegomyia)
aegypti (Ae. Aegypti) dan Aedes (Stegomyia) albopictus (Ae. Albopictus) adalah dua
vektor yang paling penting dari virus dengue.

Etiologi

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam
genus Flavivirus, keluarga Flaviviradae. Flavirus merupakan virus dengan diameter 30nm
terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan berat molekul 4x106. Terdapat 4
serotip virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4 yang semuanya dapat menyebabkan
demam berdarah dengue.

Patogenesis

Virus dengue dibawa oleh nyamuk Aedes aegepti dan Aedes albopicnus sebagai
vektor ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Virus akan bereplikasi di nodus
limfatikus regional dan menyebar ke jaringan lain, terutama ke sistem retikuloendotelial
dan kulit secara bronkogen maupun hematogen. Tubuh akan membentuk kompleks virus
antibody dalam sirkulasi darah sehingga akan mengaktivasi sistem komplemen yang
berakibat dilepaskannya anafilatoksin C3a dan C5a permeabilitas dinding pembuluh darah
meningkat

WHO pada tahun 2009 mengeluarkan Guidelines for diagnosis, treatment, prevention and
control. Dalam panduan tersebut WHO membagi hari-hari sakit demam dengue menjadi 3
fase : 1. Fase Demam, 2.Fase Kritis, 3.Fase Recovery.
Klasifikasi:

Mengingat derajat beratnya penyakit Demam Berdarah Dengue bervariasi dan sangat erat
kaitanya dengan pengelolaan dan prognosis. WHO (2011) membagi DBD dalam 4 derajat,
yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Sementara berdasarkan klasifikasi WHO 2009, maka Infeksi Dengue diklasifikasikan


menjadi:
Manifestasi Klinis

Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal dibawah ini
dipenuhi :
1. Demam atau riwayat demam, 2-7 hari dan biasanya bifasik.
2. Trombositopenia (jumlah trombosit < 100.000/μl).
3. Terdapat minimal satu dari manifestasi dari pendarahan sebagai berikut : Uji
tourniquest positif, patekei, ekimosis atau purpura, pendarahan mukosa,
hematemesis atau melena.
4. Terdapat minimal satu tanda- tanda kebocoran plasma sebagai berikut :
1. 1) Peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai umur dan jenis
kelamin.
2. 2) Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya.
3. 3) Tanda kebocoran plasma seperti: efusi pleura, asites, hipoproteinemia,
hyponatremia
Diagnosis

Dalam menegakkan diagnosis diperlukan anamnesis terpimpin, pemeriksaan fisik yang


mendukung dan pemeriksaan penunjang yang menandakan adanya kebocoran plasma.

Parameter nilai laboratorium yang dapat diperiksa antara lain:


1. Trombosit: Umumnya terdapat trombositopenia pada hari ke 3-8 (jumlah trombosit <
100.000/μl).
2. Hematokrit: Kebocoran plasma dibuktikan dengan ditemukannya penumpukan
hematokrit > 20% dari hematokrit awal.
3. Hemostasis: Dilakukan pemeriksaan PTM, APTT, Fibrinogen, D-Dimer, atau FDP pada
keadaan yang dicurigai terjadi pendarahan atau kelainan pembekuan darah.
4. Imunoserologis dan NS-1: Penanda adanya virus Dengue
5. Golongan darah: Bila akan diberikan transfusi darah atau komponen darah.
6. Elektrolit: Sebagai parameter pemantauan pemberian cairan.

Diagnosa Banding:
Demam juga dapat terjadi pada :

- Demam Tifoid

- Malaria

- ISPA

- dll

Komplikasi
Penatalaksanaan

Dasar penatalaksanaan penderita DBD adalah pengganti cairan yang hilang sebagai
akibat dari kerusakan dinding kapiler yang menimbulkan peninggian permeabilitas
sehingga mengakibatkan kebocoran plasma. Selain itu, perlu juga diberikan obat penurun
panas
Plan :
Pada pasien ini terapi yang diberikan adalah:
1. IVFD RL 1 line  16 tpm/kolf
2. Paracetamol 250 mg/8 jam/drips
3. Ranitidin 1 amp/12j/iv
4. Minum semampunya
5. Edukasi keluarga atas penyakit pasien
Pendidikan : Menjelaskan prognosis dari pasien, serta komplikasi yang mungkin terjadi
Konsultasi : Konsultasi dengan spesialisanak untuk perawatan dan penanganan lebih lanjut
Rujukan : Tidak diperlukan untuk kasus ini, karena masih dapat ditangani dengan sarana dan
prasarana rumah sakit.

Kontrol : -

Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan


Penanganan Saat masuk Konsul ke dokter ahli anak
Nasihat Saat masuk dan selama Pasien mendapat edukasi
perawatan tentang penyakit dan
penanganan sesuai indikasi.

Gowa, 28 November 2018

Peserta Pendamping Pendamping

dr. Zakirunallah Karunia dr. Adhy Krisna dr. Adriana K. Galla