Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM ANATOMI MORFOLOGI TUMBUHAN

PERBEDAAN ANATOMI DAN MORFOLOGI AKAR PADA


TUMBUHAN

OLEH :

NAMA : ZAIN ALMAS MAZIN HERDIKARYANTO

NIM : 19308141030

KELOMPOK : 4/BUNGA

LABORATORIUM BOTANI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
A. TUJUAN
Untuk mengetahui struktur dan morfologi akar pada tumbuhan.
B. DASAR TEORI
1. Anatomi akar

Akar merupakan bagian organ tumbuhan yang terdapat di


dalam tanah. Akar tumbuh dan berkembang di bawah permukaan
tanah. Bentuk dan ukuran akar sangat bervariasi, disesuaikan
dengan fungsinya masing-masing. Berdasarkan asalnya, akar
dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu akar primer dan akar adventif.
Akar primer adalah akar yang berasal dari calon akar (radikula)
embrio. Akar primer akan membentuk akar tunggang yang mampu
mengadakan pertumbuhan sekunder dengan
percabangannya, sedang akar adventif tidak mengadakan
pertumbuhan sekunder. Jaringan penyusun akar adalah: epidermis
merupakan lapisan terluar, korteks dan silinder pusat. Jangan
penyusun akar tumbuhan yang mengadakan pertumbuhan
sekunder berbeda dengan akar yang tidak mengadakan pertumbuhan
sekunder. Akar yang mengadakan pertumbuhan sekunder
karena aktifitas kambium, menyebabkan terbentuknya jaringan-
jaringan sekunder sehingga terjadi perubahan struktur di bagian stele.

2. Struktur Akar pada Pertumbuhan Primer


Berdasarkan irisan memanjang dari ujung akar, maka ada 4 daerah
pertumbuhan pada ujung akar, yaitu:
1. Tudung akar
2. Daerah pembelahan sel
3. Daerah pembentangan
4. Daerah diferensiasi atau pemasakan sel daerah
pertumbuhan ini strukturnya bervariasi tergantung jenis tumbuhan
dan lingkungannya yaitu tanah dan iklim. Daerah ini tersusun oleh
jaringan-jaringan: 1). Epidermis, 2). Korteks dan 3). Stele.
Gambar 1. Bagian-bagian akar

a. Tudung akar

Tudung akar terdapat pada ujung akar, berfungsi melindungi


meristem akar dari keruakan dan membantu penetrasi akar ke dalam tanah.
Sel-sel tudung akar sering berisi amilum. Sel-sel ini tidak mempunyai
susunan yang khusus atau tersusun dalam deret random. Sel tersebut
adalah kolumela. Tudung akar mengatur geotropi akar.

Gambar 2. Struktur anatomi tudung akar


Gambar 3. Tipe-tipe perkembangan ujung akar
b. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar akar, sel-selnya tersusun rapat
tanpa ruang antar sel. Pada kebanyakan akar, epidermis berdinding tipis.
Rambut-rambut akar berkembang dan sel-sel epidermis yang khusus, dan
sel tesebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel epidermis,
dinamakan trikoblas. Trikoblas sendiri berasal dari pembelahan
protoderm. Epidermis akar yang berfungsi untuk penyerapan serta bulu-
bulu akar mempunyai kutikula yang tipis.
c. Korteks
Pada kebanyakan akar korteks terdiri atas sel-sel parenkimatis.
Selama perkembangannya, ukuran sel-sel korteks yang mengalami
diferensiasi bertambah, sebelum terjadi vakuolisasi dalam sel tersebut.
Pada beberapa akar beberapa tumbuhan air, sel-sel korteks tersusun
teratur. Banyak dijumpai ruang-ruang udara, dan parenkim ini disebut
aerenkim. Sel-sel korteks sering mengandung tepung, kadang-kadang
kristal. Dibawah epidermis sering terdapat selapis/dua lapis sel berdinding
tebal disebut hipodermis atau eksodermis.
d. Endodermis
Lapisan terdalam dari korteks akar terdiferensiasi menjadi
endodermis. Endodermis terdiri dan selapis sel. Pada sel endodermis yang
muda dijumpai adanya penebalan dinding suberin yang berbentuk pita,
mengelilingi dinding sel, disebut pita Caspary.
Gambar 4. Pita kaspari pada struktur anatomi akar
e. Stele (silinder berkas pengangkut)
Bagian ini dipisahkan dari koteks oleh endodermis. Lapisan terluar
yang berbatasan dengan korteks adalah perisikel. Perisikel berfungsi untuk
menghasilkan primordia akar lateral, dan sebagian dan kambium
pembuluh (yang menghasilkan floem dan xilem sekunder). Sel-sel
perisikel seperti halnya meristem apikal, bersifat diploid. Pensikel kadang-
kadang terdiri lebih dari satu lapis sel, berdinding tebal. Sistem pembuluh
akar terdiri atas unsur trakeal yang berlignin, dan diselingi oleh floem
yang berdinding tipis tersusun radial, di bagian tengah terdapat empulur
yang terdiri atas sel-sel parenkimatis atau sklerenkimatis, seperti pada akar
kebanyakan tumbuhan monokotil. Akar mungkin mempunyai jari-jari
xilem satu sampai banyak. Berdasarkan jari-jari ini maka akar dinamakan
bersifat: 1. monoarkh apabila mempunyai 1 jari-jari xilem; 2. diarkh,
apabila mempunyai dua jari-jari xilem; 3. Triarkh apabila mempunyai 3
kani-jani xilem. Apabila akar mempunyai lebih dari enam jari-jari xilem
maka disebut poliarkh. Xilem pada akar dapat terdapat dibagian luar atau
mengumpul di bagian tengah, membentuk bangunan seperti bintang pada
irisan melintang. Kalau xilem terdapat di bagian luar maka bagian tengah
terdapat empulur.
3. Struktur Akar Monokotil
Akar tumbuhan monokotil tidak mengalami pertumbuhan menebal
sekunder. Strukturnya seperti akar primer. Pada Allium, korteks tersusun
oleh sel-sel parenkim yang besar dan rapat tanpa ruang udara. Pada akar
tumbuhan air, seperti pada (Oryza sativa) banyak ruang-ruang udara.
Parenkim tidak kerkloroplas. Pada akar udara suku Orchidaceae tropik dan
suku Araceae yang hidup epifit, dan beberapa monokotil yang terestrial,
apidermis berkembang menjadi jaringan yang multiseriat berlapis-lapis,
dan disebut velamen. Velamen bersifat mati, dinding sekunder tebal,
berfungsi sebagai pelindung, mengurangi hilangnya air dan korteks.
Penebalan dinding velamen kadang-kadang berserabut. Disebelah dalam
velamen terdapat lapisan sel yang khusus, merupakan derivat periblem,
dan lapisan ini merupakan lapisan terluar korteks, disebut eksodermis.
Pada Zea mays, lapisan hipodermis berdinding tebal, berfungsi sebagai
penguat. Xilem terletak disebelah luar dan dibagian tengah terdapat
empulur.

Gambar 5. Struktur anatomi akar monokotil dan dikotil


4. Struktur Akar Dikotil pada Pertumbuhan Sekunder
Pada pertumbuhan primer struktur akar dikotil mempunyai
persamaan dengan akar monokotil. Tumbuhan dikotil yang berbentuk
perdu tidak mengalami pertumbuhan menebal sekunder. Pertumbuhan
sekunder pada akar disebabkan oleh aktifitas kambium pembuluh
(vaskuler). Kambium pembuluh berasal dari sel-sel parenkim yang berada
disebelah dalam berkas floem. Begitu kambium terbentuk, sel-sel perisikel
juga mengalami pembelahan. Kedua kelompok sel ini kemudian
membentuk kambium yang lengkap. Kambium membelah menghasilkan
xilem sekunder membungkus xilem primer. Pada saat yang bersamaan
floem sekunder juga terbentuk. Setelah itu terbentuk kambium gabus di
bagian korteks dan perisikel. Jaringan gabus terus tumbuh ke arah luar,
sehingga jaringan lama akan terkelupas. Perisikel juga berperan dalam
pembentukan jaringan gabus setelah kambium abus primer selesai
membentang.
Gambar 6. Struktur anatomi akar dikotil
5. Percabangan Akar
Pada Angiospermae, primordia cabang akar terbentuk dari sel-
sel perisikel (perikambium). Sel-sel tersebut mengadakan pembelahan
periklinal dan antiklinal. Selain perisikel, sel-sel parenkim pada stele
yang berdekatan dengan perisikel juga membelah, sehingga hasil
pertumbuhannya dapat menembus korteks akar induk. Pada beberapa
tumbuhan, endodermis akar induk ikut pula mengambil bagian dalam
pembentukan cabang akar. Bila primordia cabang akar telah mencapai
permukaan akar induk, jaringan yang berasal dari endodermis akan
mati dan terkelupas. Pada beberapa jenis tumbuhan yang termasuk
anggota suku Papiliuonaceae, Cucurbitaceae dan lain sebagainya,
lapisan sel-sel korteks juga turut berperan dalam pembentukan cabang
akar. Berkas pengangkut akar cabang dan akar induk dihubungkan
oleh sel-sel parenkim penghubung. Sel-sel penghubung berasal dari
perisikel, dan mampu berdiferensiasi menjadi xilem dan floem.
Gambar 7. Diagram pembentukan cabang akar
6. Morfologi Akar
Pada pembagian lima dunia makhluk, tumbuhan
dikelompokkan berdasarkan perilaku melekat di habitat, dapat
menggunakan alat pelekat (stipe) misalnya tumbuhan ganggang
(Algae), risoid (rhizoid) misalnya pada tumbuhan lumut (Bryophyta),
atau akar (radix) pada tuinbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan
berbiji (Spermatophyta). Alat pelekat pada tumbuhan ganggang
merupakan kumpulan masa sel yang berfiingsi untuk melekat dan
bukan untuk absorbsi air dan unsur hara, rizhoid merupakan
penonjolan sel-sel yang bersambungan menjadi bentuk benang yang
secara straktural dapat dipersamakan dengan rambut akar (pilus
radicalis) pada tumbuhan berbiji. Akar tumbuhan berbiji memiliki
sifat-sifat antara lain:
 merupakan struktur berbentuk silmdris (pipa) tidak memiliki buku
(node)
 dan ruas (internode),
 tidak memiliki zat warna hijau daun,
 pertumbuhan geotropis positif.
 Sistem Perakaran pada Tumbuhan
a. Sistem akar serabut (Radix adventicia)
Akar utama pada saat perkecambahan (akar primer)
berhenti tumbuh, dan digantikan dengan akar2 lain yang sama
ukurannya dan tumbuh hampir bersamaan. Akar ini umumnya
terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun kadang-kadang,
tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan
dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau
stek). Fungsi utamanya adalah untuk memperkokoh berdirinya
tumbuhan.
Gambar 8. Sistem perakaran serabut
Jenis akar pada sistem akar serabut, antara lain :
o Akar yang menyusun akar serabut kecil – kecil berbentuk benang.
Misalnya pada padi (Oryza sativa )

Gambar 9. Akar serabut kecil-kecil berbentuk benang


o Akar-akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang.
Misalnya pada pohon kelapa (Cocos nucifera).

Gambar 10. Akar serabut yang kaku, keras, dan besar


o Akar serabut besar-besar, hampir sebesar lengan, masing-masing
tidak banyak memperlihatkan percabangan. Misalnya pada
pandan (Pandanus tectorius ).
Gambar 11. Akar serabut yang besar dan tidak banyak cabang
b. Sistem akar tunggang (Radix primaria)
Pada waktu perkecambahan, radikula terus tumbuh menjadi akar
primer, dan akar primer ini terus tumbuh dan bercabang-cabang.
Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan. Sistem akar ini
biasa terdapat pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) dan
tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae). Sistem akar tunggang
hanya di temukan pada tanaman yang berkembang biak secara
generatif (melalui biji).

Gambar 12. Sistem perakaran tunggang


Klasifikasi akar tunggang berdasarkan percabangan dan
bentuk, antara lain:
1) Akar tunggang yang tidak bercabang
Sekalipun ada sedikit cabang, namun biasanya cabang ini
hanya berbentuk serabut-serabut yang halus. Akar tunggang ini
seringkali berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat
penimbunan cadangan makanan.
a. Berbentuk tombak (fusiformis)
Pangkalnya besar meruncing ke ujung dengan serabut akar
sebagai percabangan. Biasanya berfungsi sebagai tempat
penimbunan cadangan makanan. Misalnya akar lobak
(Raphanus sativus L.), dan wortel (Daucus carota I.).

Gambar 13. Akar tunggang berbentuk tombak


b. Berbentuk gasing (napiformis)
Pangkal akar berbentuk gasing berukuran besar dan
membulat. Cabang akar berupa serabut akar yang hanya terdapat
pada ujung akar yang sempit meruncing. Misalnya akar
bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.) dan bit (Beta vulgaris )

Gambar 14. Akar tunggang berbentuk gasing


c. Berbentuk benang (filiformis)
Suatu akar disebut berbentuk benang jika akarnya berupa
akar tunggang berukuran kecil dan panjang, seperti serabut akar
serta sedikit sekali bercabang. Misalnya pada kratok (Phaseolus
lunatus L.).
Gambar 15. Akar tunggang berbentuk benang
2) Akar tunggang yang bercabang (ramosus).
Akar tunggang ini tumbuh kurus ke bawah, bercabang
banyak, dan cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga daerah
perakaran menjadi luas. Bentuk perakaran seperti ini dapat
memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang, dan juga
daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat diserap air dan
zat-zat makanan yang lebih banyak. Susunan akar ini terdapat
pada pohon-pohon yang ditanam dari biji.
c. Sistem akar adventif
Sistem perakaran ini adalah sistem perakaran yanbukan
berasal dari akar primer. Contohnya akar dari batang cangkokan,
akar dari umbi batang, dan akar dari stek, bahkan ada akar yang
berasal dari daun.

Gambar 16. Akar serabut pada nodus Zea


7. Akar dengan Fungsi Khusus
Pada keadaan tertentu, beberapa jenis tumbuhan memiliki akar
dengan sifat dan fungsi khusus, misalnya :
a. Akar udara atau akar gantung (radix aereus).
Akar ini keluar dari bagian-bagian tanaman yang terdapat
di atas tanah, bergantung di udara. Selama masih menggantung,
akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara
dan seringkali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air
yang disebut velamen (misalnya akar anggrek kalajengking
(Arachnis flos-aeris).

Gambar 17. Akar udara atau akar gantung


Akan tetapi jika akar ini telah mencapai dan masuk ke
dalam tanah, bagian yang masuk tanah lalu berkelakuan seperti
akar biasa (menyerap air dari dalam tanah), bagian yang di atas
tanah seringkali berubah menjadi batang seperti yang terdapat pada
pohon beringin (Ficus benjamina L.)

28 Gambar 18. Akar udara yang berubah menjadi batang


b. Akar hisap atau akar penggerek (haustorium)
Akar yang terdapat pada tanaman yang hidup sebagai
parasit, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan dari pohon
inangnya seperti kita dapati pada benalu (Loranthus sp.).

Gambar 19. Akar hisap


c. Akar pelekat (radix adligans)
Akar yang keluar dari buku-buku tumbuhan memanjat dan
berguna untuk menempel pada penunjangnya saja, misalnya pada
lada (Piper nigrum L.), dan sirih (Piper betle L.)

Gambar 20. Akar pelekat


d. Akar pembelit (cirrhus radicalis)
Juga untuk memanjat, tetapi dengan membelit atau
memeluk penunjangnya, misalnya pada panili (Vanilla planifolia
Andr.).
Gambar 21. Akar pembelit
e. Akar nafas (pneumatophora)
Yaitu cabang-cabang akar yang tumbuh tegak lurus ke atas
sehingga muncul dari permukaan tanah atau air tempat tumbuhnya
tumbuhan. Pada akar ini terdapat banyak lubang atau celah
(pneumathoda) untuk jalan masuknya udara yang diperlukan dalam
pernafasan karena tumbuhan ini biasanya hidup di tempat yang di
dalam tanah sangat kekurangan oksigen, misalnya di hutan bakau
(mangroove) pada tanaman bogem (Sonneratia sp.) dan kayu api
(Avicennia sp.).31

Gambar 22. Akar nafas


f. Akar tunjang
Akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah
dan seolah-olah menunjang batang ini jangan sampai rebah. Sama
seperti akar nafas, bagian akar yang terdapat di atas permukaan
tanah pada akar ini banyak di temukan lubang atau celah untuk
kepentingan pernafasan. Misalnya pada pohon bakau (Rhizophora
conjugata L.) dan pohon pandan (Pandanus tectorius Sol.).
Gambar 23. Akar tunjang
g. Akar lutut
Bagian akar yang tumbuh ke atas lalu membengkok lagi
masuk ke dalam tanah. Akar ini berfungsi seperti halnya dengan
akar nafas yang terdapat pada tumbuhan di tepi pantai yang rendah
berlumpur. Misal pada pohon tanjang (Bruguiera parivolia W. Et
A.).

Gambar 24. Akar lutut


h. Akar banir atau akar papan (butrees)
Akar banir atau akar papan adalah perkembangan pangkal
akar lateral yang berfungsi untuk menegakkan berdirinya tajuk
(batang) tumbuhan. Metamorfosis akar ini terjadi pada pohon
penyusun hutan hujan tropis (basah) karena tajuk lebih besar
dibandingkan akar. Contoh: kenari (Canarium commune;
Burseriaceae) dan randu alas (Salmalia malabarica;
Bombacaceae).
Gambar 25. Akar banir atau akar papan
C. ALAT DAN BAHAN
1. Akar padi (Oryza sativa L.) 5. Akar kangkung darat
2. Akar sirih (Piper betle L.) (Ipomea reptans Poir)
3. Akar beringin (Ficus 6. Akar wortel (Daucus
benjamina L.) carota L.)
4. Akar kangkung air 7. Alat dokumentasi
(Ipomoea aquatica) 8. Alat tulis
D. CARA KERJA
1. Menuliskan masing-masing bahan dan familinya.
2. Menempelkan foto masing-masing bahan dan memberi keterangan.
3. Mengeidentifikasi sistem perakaran, bentuk akar, sifat akar, dan bentuk
modifikasi akar.
E. PEMBAHASAN
a. Anatomi
1. Dikotil

Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus


menjadi akar yang bercabang-cabang menjadi akar yang lebih kuat.
Akar pokok yang berasal dari lembaga di sebut akar tunggang
(radix primaria). Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat
pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji
telanjang (Gymnospermae) (Tjitrosoepomo, 2009)
Akar merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk
menyerap air dan unsur unsur hara serta untuk menopang tegaknya
tumbuhan. Akar merupakan bagian pertama yang tumbuh dari
suatu biji yang berkecambah, yang kemudian berkembang menjadi
akar ubin, selanjutnya tumbuh cabang yang kecil-kecil. System
perakaran ini di sebut akar tunggan dan merupakan salah satu ciri
kelas dikotil (Setiawan, 2010)
Pada akar dikotil terdapat cambium yang melakukan proses
berlangsungnya pertumbuhan sekunder. Empelur akar dikotil
sangat kecil bahkan tidak ada terlihat (Sumarjono, 1997)
Kambium akar terus membentuk lingkaran karena
pembentukan xylem di dekat floem terjadi lebih dahulu. Kambium
ini akan terus membentuk jaringan sekunder, sehingga xylem
primer akan menyebabkan mengklupasnya perisikle sehingga
akhirnya hanya tinggal lapisan gabus (Napitupulu, 1982)
Batas ujung akar pada akar tanaman dikotil tidak tampak jelas,
perisikel hanya terdiri atas satu lapis, empelur nya sempit, letak
xylem di dalam dan floem di luar (dengan kambium sebagai
pembatas) (Azhari, 1995)
2. Monokotil
Sistem akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan
selanjutnya mati akan kemudian disusul oleh sejumlah akar yang
kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.
Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli
dinamakan akar serabut (radix adventica) (Tjitroesoepomo, 2009)
Pada akar monokotil, terdapat xylem yang banyak, biasanya
bervariasi antara 10-20. Perisikel yang terdapat pada akar monokotil
hanya menghasilkan akar lateral, tidak memiliki kambium serta tidak
terjadi pertumbuhan sekunder. Empelur berkembang dan membesar
(Young and burns, 1993)
Penampang melintang melalui akar primer (yang belum
mengalami penebalan sekunder) akan menunjukkan dari luar ke dalam
epidermis, korteks, dan silinder pusat sel epidermis akar berdinding
tpis dan biasanya tanpa rotikula (Hidayat, 1995)
Pada monokotil untaian xylem tampak seperti bintang dan irisan
melintang, biasanya sedikit seperti pada akar dikotil, tetapi akar akar
lainnya terdapat banyak untaian pada palmea dan pondanaceae dapat
100 atau lebih (Fahri, 1982)
Pada sejumlah besar monokotil yang tidak melepaskan
korteksnya semasa akar masih hidup banyak sklerenkim yang di
bentuk, ruang antar sel yang di bentuk lisigen atau sizogen sering
terdapat pada tumbuhan darat yang terendam air seperti padi. Parenkim
tersebut di anggap berperan dalam pengangkutan gas dan sebagai
modal oksigen yang di perlukan dalam respirasi jaringan (lakitan,
1995)
b. Morfologi
1. Akar Padi
a. Bagian Akar

Berdasarkan literatur Aak (1992) akar adalah bagian


tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan dari
dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar
tanaman padi dapat dibedakan atas :
i. Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah.
Pada benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan
batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah
sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang
akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
ii. Akar serabut (akar adventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar
tunggang, akar serabut akan tumbuh.
iii. Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar
tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada
kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam
pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut
biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya
sama dengan akar serabut.
iv. Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas
batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan
letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan
akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah
rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang.
b. Modifikasi Akar
Tidak terdapat modifikasi akar pada tanaman padi.
c. Bentuk Akar
Akar pada padi adalah akar serabut. Akar serabut ini
berbentuk benang karena akar-akar serabutnya yang kecil dan
panjang. Berdasarkan pengamatan, tanaman padi merupakan
tumbuhan yang memiliki akar serabut, dimana cabang akarnya
sangat banyak dan kecil-kecil. Bentuk akarnya seperti benang
yang berguna untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk
memperkuat berdirinya batang.Tanaman padi merupakan
tumbuhan yang memiliki akar serabut, dimana cabang akarnya
sangat banyak dan kecil-kecil. Bentuk akarnya seperti benang
yang berguna untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk
memperkuat berdirinya batang.
d. Literatur Anatomi Akar

Leher akar

Serabut akar

Ujung akar

e. Sifat Akar
Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah
mengalami perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan
akar yang baru atau bagian akar yang masih muda berwarna
putih. Akarnya hanya terdiri atas cabang akar dan untuk serabut
akarnya sangat sulit dilihat.
f. Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi menurut Steenis. 2002:
 Kingdom : Plantae.
 Divisio : Magnoliophyta.
 Classis : Liliopsida.
 Sub Classis : Commulinidae.
 Ordo : Cyperales.
 Familia : Poaceae.
 Genus : Oryza.
 Species : Oryza sativa L.
g. Foto Akar
3. Akar sirih
a. Bagian Akar
Berdasarkan pengamatan, tanaman sirih merupakan tanaman yang
memiliki sistem perakaran serabut, yaitu akar yang semuanya keluar
dari pangkal batang. Akar tanaman sirih terdiri dari batang akar, cabang
akar dan serabut akar. Akar-akar serabut ini mempunyai bentuk seperti
benang (filiformis).
b. Modifikasi Akar
Akar pada tanaman sirih merupakan suatu modifikasi untuk
memenuhi fungsinya dari akar yang disebut akar pelekat yaitu akar-akar
yang keluar pada buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna
untuk melekatkan diri pada penunjangnya.
c. Bentuk Akar
Dari hasil pengamatan diketahui bahwa tanaman sirih (Piper
betle L.) memiliki sistem perakaran serabut berbentuk benang.
d. Literatur anatomi akar

Leher akar

Cabang akar

Ujung akar

e. Sifat Akar
Jika dihubungkan dengan cara hidup yang disesuaikan dengan
keadaan-keadaan tertentu, pada tanaman sirih terdapat akar yang
mempunyai sifat dan tugas khusus berupa akar pelekat. Akar pelekat
tersebut mempunyai tekstur keras dan berukuran kecil.
f. Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi menurut Steenis. 2002:
 Kingdom : Plantae.
 Divisio : Magnoliophyta.
 Classis : Magnoliopsida.
 Sub classis : Magnoliidae.
 Ordo : Piperales.
 Familia : Piperaceae.
 Genus : Piper.
 Species : Piper betle L.
g. Foto Akar

4. Akar beringin
a. Bagian Akar
Bagian akar beringin hanya terdiri dari batang akar.
b. Modifikasi Akar
Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menolong
menyerap air dan zat gas dari udara, tetapi setelah mencapai tanah,
bagian yang masuk tanah lalu berkelakuan seperti akar biasa. Bagian
yang ada di atas tanah seringkali berubah menjadi batang, seperti pada
tumbuhan beringin ini.
c. Bentuk Akar
Akar beringin memiliki bentuk akar udara atau akar gantung
(radix aereus). Akar ini keluar dari bagian-bagian di atas tanah,
menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah.
d. Literatur Anatomi Akar

Batang Akar

e. Sifat Akar
Beringin memiliki akar gantung yang keras, kaku, panjang, dan
besar.
f. Klasifikasi Tumbuhan
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae (suku nangka-nangkaan)
Genus : Ficus
Spesies : Ficus benjamina L.
g. Foto Akar
5. Akar kangkung darat
a. Bagian Akar
Bagian dari akar kangkung darat terdiri dari leher akar, batang
akar, dan serabut akar.
b. Modifikasi Akar
Tidak terdapat modifikasi akar pada akar tanaman kangkung air.
c. Bentuk Akar
Kangkung darat memiliki bentuk akar tunggang dengan satu akar
pokok dan cabang-cabang akar yang lebih kecil.
d. Literatur Anatomi Akar

Leher Akar

Batang Akar

Serabut Akar

e. Sifat Akar
Dilihat dari hasil pengamatan, sifat akar tunggang pada tanaman
kangkung air adalah lunak dan mudah patah.
f. Klasifikasi Tumbuhan
Kingdom : Plantea ( tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( berpembuluh )
Superdivisio : Spermatophyta ( menghasilkan biji )
Divisio : Magnoliophyta ( berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( berkeping dua / dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Familia : Convolvulaceae ( suku kankung – kangkungan )
Genus : Ipomea
Spesies : Ipomea reptans Poir
g. Foto Akar

h. Akar kangkung air


a. Bagian Akar
Pada struktur akar kangkung masih terdapat empulur. Seperti
struktur akar tumbuhan yang lain, akar kangkung juga memiliki
epidermis, endodermis, korteks, serta pembuluh pengangkut (xylem dan
floem). Tipe berkas pengangkut radial, tipe tetra arch dengan rongga-
rongga udara pada daerah korteks.
b. Modifikasi Akar
Tidak terdapat modifikasi akar pada akar tanaman kangkung air.
c. Bentuk Akar
Tanaman kangkung air memiliki sistem perakaran tunggang dan
cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah
sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada
radius 150 cm atau lebih.
d. Literatur Anatomi Akar

Leher akar
Batang akar

Serabut akar
e. Sifat Akar
Kangkung air memiliki sifat akar yang kaku dan keras.
f. Klasifikasi Tumbuhan
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Convolvulales
Famili : Convolvulacae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea aquatica
g. Foto Akar

h. Akar wortel
a. Bagian Akar
Akar wortel terdiri dari leher akar, batang akar, dan serabut akar.
b. Modifikasi Akar
Akar wortel merupakan modifikasi dari umbi akar yang merupakan
tempat penimbunan cadangan makanan. Akar wortel mengalami
modifikasi menjadi umbi akar yang merupakan tempat penimbunan
cadangan makanan yang dapat dikonsumsi hewan dan manusia.
c. Bentuk Akar
Wortel memiliki akar berbentuk tombak yang pangkal akarnya
membesar runcing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai
percabangan dan merupakan tipe akar tunggang yang tidak
bercabang. Berbentuk seperti tombak atau Fusiformis karena
pangkalnya yang besar dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut
akar sebagai percabangan yang biasanya menjadi tempan penimbunan
makanan.
d. Literatur Anatomi Akar

Leher akar

Batang akar

Serabut akar

e. Sifat Akar
Seperti tombak atau Fusiformis karena pangkalnya yang besar
dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai
percabangan yang biasanya menjadi tempan penimbunan makanan.

f. Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi menurut Steenis. 2002:
 Kingdom : Plantae.
 Divisio : Magnoliophyta.
 Classis : Magnoliopsida.
 Sub Classis : Rosidae.
 Ordo : Apiales.
 Familia : Apiaceae.
 Genus : Daucus.
 Species : Daucus carota L.
g. Foto Akar

F. KESIMPULAN
1. Ada 2 macam sistem perakaran yaitu sistem akar tunggang (Radix
primaria) dan sistem serabut (Radix adventiaca).
2. Sistem akar tunggang yaitu jika akar lembaga tumbuh terus menjadi
akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.
Contohnya yaitu pada akar beringin, akar kangkung darat, akar
kangkung air, dan akar wortel.
3. Sistem akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan
selanjutnya mati dan kemudian disusul oleh sejumlah akar yang sama
besar yang keluar dari pangkal batang. Contohnya yaitu pada akar padi
dan akar sirih.
4. Akar bisa bermodifikasi untuk melakukan fungsi khusus, diantaranya
yaitu akar pelekat pada sirih dan akar gantung pada tumbuhan beringin.
5. Akar tunggang yang becabang sedikit bisa berbentuk tombak, yaitu
contohnya wortel.
6. Akar padi, akar kangkung air, dan akar kangkung darat tidak
mengalami modifikasi.
G. DAFTAR PUSTAKA
Tcitrosoepomo, Gembong. 1985. Morofologi Tumbuhan. Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada.
Ripani, Maedy. 2013, Laporan Praktikum Viii Morfologi Tumbuhan
(AKKC 224) Akar dan Modifikasinya. Banjarmasin : Program
Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung
Mangkurat.
Ningsih, Indah Yulia. 2015. Anatomi dan Morfologi Akar. Jember :
Bagian Biologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Jember

Anonim.2014.https://islamiardela.wordpress.com/2014/04/30/praktikum-
akar-dan-modifikasinya/. Diakses : 20 September 2019

Anonim.https://www.quipper.com/id/blog/sbmptn/biologi-sbmptn/11-
contoh-laporan-morfologi-tumbuhan-dari-modifikasi-akar-biologi/.
Diakses : 20 Sepetember 2019

Anonim. http://saswinblog11.blogspot.com/p/botani-tanaman-padi.html.
Diakses : 20 Sepetember 2019

Anonim. 2013. http://eprints.ung.ac.id/934/6/2013-2-54411-611310012-


bab2-09012014010908.pdf. Diakses : 21 Sepetember 2019

Anonim.2012.http://biologitumbuhanlahanbasah.blogspot.com/2012/10/k
angkung-air-ipomoea-aquatica.html. Diakses : 21 Sepetember 2019

Anda mungkin juga menyukai