Anda di halaman 1dari 2

Otot rangka yaitu jenis jaringan otot lurik.

Jaringan ini berada di bawah sistem saraf somatik jadi


dikendalikan oleh tindakan sadar. Kontraksi otot rangka dan relaksasi menyebabkan banyak gerakan
tubuh. Gerakan-gerakan tsb selerti berjalan, memegang, memiringkan leher, berkedip mata dan banyak
lagi yang karena pergerakan jaringan otot rangka.

Fungsi :

1. Gerakan rangka : Kontraksi otot rangka membantu dalam menarik tendon pada tulang yang
menyebabkan gerakan. Gerakan-gerakan ini meliputi perpanjangan tangan Anda, pernapasan,
bersepeda, mengetik, menulis, dll Diafragma, otot penting bagi pernapasan membantu seseorang tidak
hanya untuk menarik dan menghembuskan napas, tetapi juga tertawa, bersin dan batuk.

2. Postur Tubuh dan Keseimbangan : Otot rangka membantu seseorang mempertahankan postur tubuh
mereka.

3. Dukungan jaringan otot polos : Jaringan ini tidak hanya mendukung berat organ internal, tetapi juga
membantu melindungi mereka dari kemungkinan cedera

4. Bantuan Dukungan Masuk dan Keluar Tempat Tubuh : Berbagai pembukaan tubuh, seperti mulut,
anus, saluran kemih, dll

5. Suhu Tubuh : Otot rangka membantu dalam mempertahankan suhu tubuh karena kontraksi mereka
bulu energi menjadi panas. Dengan demikian, setelah melakukan aktivitas berat yang sering terasa
sangat panas karena tubuh melepaskan panas karena aksi sistem otot rangka.

Perbedaan antara kontraksi isometric dan isotonik :

-Pada kontraksi isotonik, ketegangan konstan sedangkan panjang otot bervariasi. Dalam kontraksi
isometrik, panjang otot tetap konstan sementara ketegangan bervariasi.

-kedutan isotonik memiliki waktu yang lebih singkat, periode kontraksi pendek, dan jangka waktu
relaksasi lebih lama. Sebaliknya, kedutan isotonik memiliki periode yang lebih lama, periode
kontraksi juga, dan periode relaksasi pendek.

-Kenaikan suhu menurunkan ketegangan isometrik sedangkan meningkatkan kedutan isotonik saat
memendek.

-kurang melepaskan panas kontraksi isometrik dan, oleh karena itu, kontraksi isometrik lebih
hemat energi, sedangkan kontraksi isotonik lebih dan, karena itu, kurang hemat energi.

-Selama kontraksi isometrik, tidak ada pemendekan terjadi dan, oleh karena itu, tidak ada
pekerjaan eksternal yang dilakukan, namun selama kontraksi isotonik, pemendekan terjadi dan
kerja eksternal dilakukan.

-kontraksi isotonik terjadi di tengah-tengah kontraksi sementara kontraksi isometrik terjadi pada
awal dan akhir dari semua kontraksi.
-Selama kontraksi otot, fase isometrik meningkat ketika beban meningkat sedangkan fase isotonik
menurun ketika beban meningkat.

 Filamen tipis tersusun atas tiga protein yaitu aktin, tropomiosin dan troponin. Aktin merupakan
protein struktural utam penyusun filamen tipus yang terdiri dari dua untai helix (spiral). Molekul
aktin memiliki tempat aktif untuk berikatan dengan jembatan silang miosin. Tropomiosin
merupakan protein berbentuk seperti benang yang terletak di sepanjang untai heliks aktin dan
menutupi tempat-tempat aktif aktin yang berikatan dengan jembatan silang. Troponin merupakan
kompleks protein yang terdiri atas tiga protein yaitu troponin I (mengikat aktin), troponin T
(mengikat tropomiosin) dan troponin C mengikat ion kalsium (Ca2+)

 Filamen tebal terdiri dari benang-benang protein miosin. Setiap filamen miosin membentuk
sebuah kepala yang menonjol di salah satu ujung. Satu susunan filamen miosin memiliki memiliki
kepala-kepala yang menonjol di berbagai tempat di kedua ujung. Kepala-kepala molekul miosin
membentuk jembatan silang. Setiap setiap jembatan silang memiliki memiliki dua tempat penting
yaitu tempat mengikat aktin dan temat enzim ATPase miosin.

Tempat interaksi ( crossbrigdes) : berfungsi sebagai penghubung antara aktin dan miosin
Miosin : adalah portein filamen yang lebih tebal dengan penonjolan yang dikenal dengan kepala
miosin.
Troponin : adalah protein kompleks yang melekat pada Tropomiosin.
Tropomiosin : adalah sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot.
Sarcomer : merupakan lapisan yang terletak dibagian atas miofibril.
Z lines : berfungsi sebagai pemisah atau pembatas antara sarcomer satu dan sarcomer yang lainnya
Neuromuscular juction : cabang terminal akson yang dinamakan juga telodendris akson yang
merupakan tempat penyimpanan transmitter sinapsis yang disekresi oleh saraf.
Tranverse tubules : adalah perpanjangan dari sarcolemma yang bersentuhan langsung dengan
miofibril.
Retikulum sarkoplasma : berfungsi untuk menutupi sarcomer yang ada