Anda di halaman 1dari 15

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia


2.1.1 Definisi dan Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Para ahli Manajemen sumber daya manusia (MSDM), telah
memberikan berbagai macam definisi mengenai manajemen
sumber daya manusia. Adapun definisi-definisi yang disampaikan
adalah sebagai berikut:
Definisi George T. Milkovich & John W. Boudreeau, 1977 :
2 dalam buku Bahan Ajar Manajemen Sumber Daya Manusia,
Herman Sofyandi, S.E, & Aditya Wardhana, S.E, MSi, 2003,
Universitas Widyatama, Bandung yang berbunyi:
“ Human resource management (HRM ) is a series of
integrated decisions thatfrom the employment
relationship; their quality directly contributes to ability
of the organization and the employees to achieve their
objectives. “

Maksud definisi diatas berarti Manajemen sumber daya


manusia adalah sebuah rangkaian dari keputusan-keputusan
yang terintegrasi, dari kemampuan-kemampuan yang saling
berhubungan; yakni kualitas para pekerja yang memberikan
kontribusi langsung pada kemampuan berorganisasi dan
kemampuan menyelesaikan segala sasaran pekerjaannya.
Definisi Michael R. Carrel, Nobert F. Elbert, & Robert D.
Hatfied, 1995:8 dalam buku Bahan Ajar Manajemen Sumber
Dya Manusia, Herman Sofyandi, S.E, & Aditya Wardhana,
S.E, MSi, 2003, Universitas Widyatama, Bandung yang
berbunyi :
“ Human resource management is clearly toward to the
adoption of human resources approach, through with
organizations benefit in two significant ways : an
increase in organizational effectiveness and the

6
satisfaction of each employee’s needs. The human
resources approach is relatively new in the
management of people.”

Maksud definisi diatas berarti pendekatan melalui SDM ini


dalam manajemen pekerja adalah pendekatan yang dianggap
relative baru. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sesuatu
yang memperjelas terhadap adopsi pendekatan Sumber Daya
Manusia yang menyentuh keuntungan organisasi melalui dua
jalur, yakni: peningkatan efektivitas organisasi dan kepuasan
pegawai atas kebutuhan-kebutuhannya.
Definisi R Wayne Mondy & Robert M. Noe, dalam buku
personnel, the management of Human Resources (ed. 3,
1987;hlm 4)menulis bahwa :
“Human resource management(HRM) is the utilization
of a firm’s human resources to achieve organizational
objectives.”

Maksud dari definisi diatas berarti Manajemen Sumber Daya


Manusia adalah pendayagunaan aset-aset insani perusahaan
untuk mencapai tujuan-tujuan yang berhubungan dengan
organisasi.
Oleh karena itu, menurut Mondy dan Noe, Manajemen
Sumber Daya Manusia dalam arti pendayagunaan Sumber Daya
Manusia adalah tanggung jawab semua manager yang
mempunyai & harus memimpin bawahan.
Selain definisi diatas diketahui beberapa definisi lainnya,
antara lain;Wayne F. Casio, 1981:3 dalam buku Bahan Ajar
Manajemen Sumber Daya Manusia, Herman Sofyandi, S.E, &
Aditya Wardhana, 2003, Universitas Widyatama, Bandung
mengemukakan :
“ Human resource management is the attraction,
selection, retention, development, and utilization of

7
human resources in order to achieve both individual
and organizational objectives.”

Maksud definisi diatas berarti Manajemen Sumber Daya


Manusia adalah segala upaya, seleksi, resensi, pengembangan,
serta pemanfaatan sumber daya manusia pada pencapaian
sasaran (perusahaan/organisasi) baik secara individual maupun
organisasi.
Fisher,Schoenfldt & Shaw dikutip dari diktat Bahan Ajar
Manajemen Sumber Daya Manusia, Herman Sofyandi, S.E,
MSi,2003, mengemukakan bahwa : Manajemen Sumber Daya
Manusia mempraktikan semua keputusan organisasi
(perusahaan) yang secara langsung memberi rangsangan atau
mempengaruhi orang-orang atau para pekerja yang bekerja di
organisasi (perusahaan) tersebut.
Jadi, berdasarkan definisi-definisi tersebut diatas,dapat kita
tarik kesimpulan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia
(MSDM) memiliki peranan yang sangat penting bagi berdirinya
sebuah organisasi atau perusahaan, dimana didalam
pengelolaan sumber daya manusia tidak hanya menjadi
tanggung jawab departemen saja akan tetapi juga seluruh
manajer dan karyawan dalam bentuk kerjasama yaitu
kemitraan. Dengan demikian Manajemen SDM dapat
didefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-
fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading &
controlling, dalam setiap aktivitas /fungsi operasional SDM
mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan, dan
pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi, &
transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan
industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan
bagi peningkatan kontribusi produktif dari SDM organisasi

8
terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan
efisien.
Keberadaan suatu organisasi/perusahaan termasuk
departemen yang tidak dapat lepas dari tantangan faktor
lingkungan. Faktor lingkungan sangat mempengaruhi kinerja
para karyawan dalam sebuah organisasi, baik faktor lingkungan
eksternal maupun faktor lingkungan eksternal.
Faktor lingkungan internal merupakan faktor-faktor dari
dalam organisasi yang mempengaruhi organisasi dan
merupakan faktor yang dapat dikendalikan oleh
organisasi,faktor-faktor internal yang berpengaruh terhadap
kinerja SDM meliputi serikat kerja, system informasi, dan
konflik-konflik internal yang timbul. Sedangkan faktor
lingkungan eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari
luar organisasi yang mempengaruhi organisasi dan merupakan
faktor yang tidak dapat dikendalikan. Faktor-faktor eksternal
yang berpengaruh terhadap aspek-aspek organisasi meliputi
mengamati perubahan lingkungan, mengevaluasi dampak
perubahan lingkungan, dan mengambil langkah –langkah
proaktif.
Agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik maka
dibutuhkan sumber daya manusia yang memenuhi kriteria serta
syarat-syarat dalam suatu organisasi.
Karena perusahaan berharap dengan dibentuknya syarat-syarat
tersebut diharapkan dapat membentuk sumber daya manusia
yang produktif dan kreatif yang berguna dalam proses
pencapaian tujuan organisasi. Untuk mengatasi kebutuhan-
kebutuhan tersebut, maka diperlukan perencanaan sumber daya
manusia. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap
perusahaan yang mempunyai karyawan yang benar pada saat

9
yang tepat sesuai dengan harapan perusahaan yakni untuk
melaksanakan rencana organisasi.
Pengelolaan sumber daya manusia merupakan unsur yang
sangat penting dalam sebuah organisasi. Karena dari sekian
banyak aspek manajemen SDM akan menghasilkan kinerja
perusahaan yang memiliki nilai yang tinggi tanpa harus
mengesampingkan aspek-aspek yang lainnya. Oleh sebab itu
maka sumber daya manusia dalam sebuah organisasi harus
mampu memberikan perhatian terhadap kepedulian lingkungan
yang ada disekitarnya.
Bagi perusahaan yang beroperasi pada lingkungan global
harus peduli terhadap tantangan-tantangan internasional agar
tetap dapat memberikan kontribusi yang berarti pada
keseluruhan aspek keberhasilan strategi organisasi.

2.2 Maksud Dan Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) mempunyai
berbagai maksud dan tujuan yang menjelaskan pentingnya manajemen
sumber daya manusia dalam suatu organisasi yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:

2.2.1 Maksud dari Manajemen Sumber Daya Manusia


Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
yang produktif dari karyawan kepada organisasi melalui
tanggung jawab strategis, etis, dan social. Maksud ini menuntun
proses pembelajaran dan praktek manajemen sumber daya
manusia dalam organisasi. Pembelajaran manajemen sumber
daya manusia menggambarkan usaha-usaha yang berhubungan
dengan sumber daya manusia dari manajer pelaksana dan
menunjukkan bagaimana profesionalisme karyawan mendukung

10
usaha tersebut. Sumber daya manusia menentukan setiap
keberhasilan organisasi.
Peningkatan kontribusi karyawan merupakan hal yang
sangat penting termasuk bagi organisasi yang terkecil sekali pun
harus menciptakan karyawan atau departemen sumber daya
manusia yang memiliki keahlian khusus. Hal tersebut
merupakan suatu tuntutan yang mendesak dikarenakan
departemen sumber daya manusia tidak dapat mengendalikan
berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kontribusi karyawan
terhadap organisasi seperti modal, material,dan berbagai
prosedur.
Departemen sumber daya manusia pada intinya berada
dalam suatu organisasi untuk mendukung para manajer dan
karyawan dalam melaksanakan strategi-strategi organisasi.

2.2.2 Tujuan dari Manajemen SumberDaya Manusia


Tujuan dari manajemen sumber daya manusia tidak hanya
diperlukan untuk memberikan gambaran tujuan dari manajemen
puncak, tetapi juga merupakan penyeimbang tantangan-
tantangan yang dihadapi oleh organisasi yang meliputi fungsi-
fungsi manajemen sumber daya manusia, masyarakat dan
karyawan yang dipengaruhi oleh tantangan-tantangan tersebut.
Kegagalan dalam menetapkan tujuan dapat
membahayakan kinerja perusahaan, tingkat laba, dan bahkan
kelangsungan hidup organisasi.
Tujuan-tujuan manajemen sumber daya manusia menurut
R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe, dalam buku personnel the
management of Human Resources menulis bahwa tujuan
Sumber Daya Manusia adalah:
Tiap organisasi termasuk perusahaan, menetapkan tujuan-
tujuan tertentu yang ingin mereka capai dalam memanajemeni

11
setiap sumber dayanya termasuk Sumber Daya Manusia. Yang
diinginkan perusahaan atau organisasi dalam bidang Sumber
Daya Manusia tentunya agar setiap saat memiliki Sumber Daya
Manusia yang berkualitas dalam arti memenuhi persyaratan
kompetensi untuk didayagunakan dalam usaha merealisasi visi
& mencapai tujuan-tujuan jangka menengah & jangka pendek.
Sumber Daya Manusia seperti itu hanya akan diperoleh
dari karyawan atau anggota organisasi yang memenuhi ciri-ciri
atau karakteristik sebagai berikut :
• Memiliki pengetahuan penuh tentang tugas, tanggung jawab &
wewenangnya pelaksanaan
• Memiliki pengetahuan (Knowledges) yang diperlukan, terkait
dengan tugasnya secara penuh
• Mampu melaksanakan tugas-tugas yang harus dilakukannya
karena mempunyai keahlian/keterampilan (skills) yang
diperlukan
• Bersikap produktif, inovatif/kreatif , mau bekerjasama dengan
orang lain, dapat dipercaya, loyal, dan sebagainya.
Permasalahannya adalah bagaimana cara sebuah organisasi
untuk memiliki anggota atau cara sebuah perusahaan untuk
mendapatkan karyawan yang memiliki karakteristik seperti itu?
Caranya tiada lain adalah dengan menerapkan Manajemen
Sumber Daya Manusia yang tepat untuk organisasi/perusahaannya
secara tepat & efektif. Berdasarkan definisi yang ditawarkan
sebelumnya & sejalan dengan pernyataan Mondy & Noe yang
bagus & tepat, yaitu digunakannya istilah “Manajemen” dalam
Manajemen Sumber Daya Manusia, maka pemahaman dan
penggunaan konsep manajemen dalam bidang ini mutlak
diperlukan.
Dengan kata lain, semua fungsi/kegiatan yang biasa terjadi
dalam proses manajemen, yaitu fungsi-fungsi /kegiatan:

12
• Perencanaan (termasuk didalamnya penetapan sasran)
• Pengorganisasian
• Pengarahan dan penggerakan, serta
• Pengendalian dan pengawasan
Harus dilakukan dengan tepat dan baik dalam semua kegiatan
dan program dalam semua aspek manajemen sumber daya
manusia dari mulai kegiatan pencarian sampai pemberhentian
karyawan
Program dan kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya
manusia yang harus dimanajemeni itu,meliputi kegiatan-kegiatan
sebagai berikut:
1. Perencanaan sumber daya manusia. Sebuah organisasi
harus membuat rencana baik yang berskala jangka panjang
maupun jangka pendek dalam mengelola sumber daya
manusia. Dalam rencana tersebut harus tercakup pertama-
tama, sumber daya manusia dengan kompetensi seperti apa
yang dibutuhkan organisasi, berapa biayanya, kapan
dibutuhkan, dan apa yang harus dilakukan untuk
memperolehnya. Acuan dari perencanaan sumber deaya
manusiaadalah visi, misi, dan strategi bisnis perusahaan
tersebut.
2. Akuisisi. Istilah akuisisi dalam dalam bahasa inggris adalah
acquisition, berasal dari kata to acquire yang berarti
mendapatkan atau menguasai. Istilah ini digunakan oleh para
pakar manajemen SDM sejak tahun 1990 untuk
menggambarkan bahwa sumber daya manusia (yang
berkualitas unggul) harus diperoleh dengan usaha, tidak akan
dating sendiri!
3. Pengembangan. Pengembangan adalah pedang bermata
dua. Bagi perusahaan, ini adalah usaha untuk meningkatkan
kualitas mereka secara terus-menerus. Sebaliknya bagi

13
karyawan/pekerja, kegiatan pengembangan adalah peluan
untuk mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan
diri mereka sendiri dalam arah yang sejalan dengan tujuan
perusahaan
4. Pemberian Imbalan dan Ganjaran. Karyawan/pekerja
yang menjadi sumber daya berbentuk manusia harus diberi
imbalan untuk jasa-jasanya dan ganjaran untuk prestasinya
yang menonjol. Imbalan tersebut bisa berbentuk
imbalan”langsung” maupun “tidak langsung” . Pemberian
imbalan ini juga mempunyai peranan pemelihraan bagi
sumber daya manusia yang didayagunakan oleh organisasi.
5. Pengintegrasian. Pengintegrasian mencakup semua
kegiatan yang bertujuan menyinkronkan tujuan-tujuan
individu karyawan dengan tujuan perusahaan. Dalam ruang
lingkup pengintegrasian, termasuk didalamnyaprogram
retensi (mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas
tinggi).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang
bergerak dibidang jasa (siaran) seperti yang dilakukan oleh Radio
Republik Indonesia (RRI) cabang Madya Bandung,
memperkerjakan sejumlah SDM adalah untuk menciptakan kinerja
yang baik antara pimpinan dan bawahan.
Hubungan secara pribadi atau personel contact antara pimpinan
dengan yang di pimpin adalah usaha untuk memupuk kepercayaan.
Dengan demikian maka dalam suatu organisasi atau pewrusahaan
posisi SDM paling menentukan dibandingkan dengan mesin atau
perangkat apapun yang ada dalam perusahaan itu. Dapat kita
bayangkan apabila suatu perusahaan tanpa adanya SDM maka
perusahaan tersebut tidak dapat berjalan lancar dan bahkan akan
lumpuh dan tidak dapat berbuat apa-apa bila tidak ditunjang oleh
adanya SDM yang berkemampuan melakukan tugasnya. SDM nya

14
sendiri dapat kita pupuk untuk lebih mengeratkan hubungan antara
para karyawan, agar mereka lebih mengenal satu sama lainnya,
maka kegiatan-kegiatan olahraga, darmawisata, anjang sono dan
kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat dilakukan.
Untuk dapat menciptakan proses kinerja yang lancar dan baik
perlu dilakukan evaluasi kinerja karena dengan demikian merupakan
salah satu sarana untuk memperbaiki mereka (SDM)yang tidak
melakukan tugasnya dengan baik dalam perusahaan.
Banyak perusahaan yang berusaha untuk mencapai sasaran
suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya dibidangnya.
Oleh karena itu dalam hal ini Radio Republik Indonesia (RRI)
cabang Madya Bandng berusaha agar para pendengarnya tetap setia
mendengarkan Radio Republik Indonesia, karena yang terpenting
tugas Radio Republik Indonesi (RRI) adalah sebagai berikut :
1. Menyebarluaskan informasi kepada masyarakat yang
membutuhkan yang meliputi berbagai bidang sesuai kebutuhan
siaran pedesaan,keagamaan dan pendidikan
2. Memberikan pencerahan dan pencerdasan bagi
masyarakat/khalayak pendengar
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa SDM di Radio
Republik Indonesia (RRI) mencoba agar masyarakat luas khususnya
masyarakat pedesaan yang tidak tahu menjadi tahu dan masyarakat
yang tidak peduli menjadi peduli.

2.3Peranan Sumber Daya Manusia Dalam Menarik Relasi Periklanan


Terkait dengan perubahan peran sumber daya manusia maka perlu
kita melihat peranan sumber daya manusia pada paradigma tradisional.
Pada paradigma tradisional organisasi hanya menganggap sumber
daya manusia hanya sebagai divisi pelengkap saja. Sehingga peran
utama divisi SDM tidak lain hanya untuk mengurus administrasi
kepegawaian belaka (Cascio, 1995). Tentu saja tidak mengherankan

15
apabila orientasi divisi ini hanya menjalankan fungsi administrative
saja.
Dalam hal ini Cascio (1995) dikutif dari Budi W. Soetjipto,
menggarisbawahi beberapa peran sumber daya manusia pada
paradigma lama seperti :
1. Attraction yang meliputi: identifikasi persyaratan pekerjaan,
menentukan jumlah orang dan kombinasi keterampilan yang
dibutuhkan untuk suatu pekerjaan dan menyediakan
kesempatan yang sama bagi setiap kandidat terpilih.
2. Selection yang meliputi: memilih orang yang terbaik bagi
pekerjaan yang bersangkutan.
3. Retention yang meliputi: memberikan reward bagi oprang
yang bekerja efektif dan mempertahankan keamanan dan
kenyamanan lingkungan kerja.
4. Development yang meliputi: meningkatkan dan menyiapkan
kompetensi karyawan melalui peningkatan knowledge, skill
dan abilities dan pendekatan spesialis fungsi perusahaan
5. Assesment yang meliputi: pengamatan dan penilaian perilaku
dan sikap yang relevan dengan pekerjaan dan kinerja sumber
daya manusia
6. Adjustment yang meliputi: pemeliharaan pemenuhan
kebutuhan yang terkait dengan kebijakan sumber daya
manusia perusahaan.
Jika Cascio (1995) meninjau peranan sumber daya manusia
lebih bersifat periodic maka Schuller & Hauber (1993) mencoba
menjelaskan beberapa aspek pergeseran peran sumber daya
manusia hanya mendasarkan paradigma lama dan baru sumber
daya manusia.
Beberapa aspek yang diungkap seperti : sifat dasar fungsi
sumber daya manusia, penciptaan strategi dan kebijakan,
organisasi departemen sumber daya manusia dan profil sumber

16
daya manusia.Adanya pergeseran tersebut, menurut Schuller &
Hauber (1993) akan merubah status divisi personalia (full
administrative) menjadi divisi sumber daya manusia yang lebih
strategis.
Oleh karena itu organisasi perlu terus mengembangkan
sumber daya manusia karena bagaimanapun divisi sumber daya
manusia merupakan mitra divisi lain dalam pengembangan
kualitas sumber daya manusia. Paradigma sumber daya manusia
ternyata sudah lebih mengoptimalkan pada proses komunikasi
dua arah dan perencanaan dari bawah keatas (bottom-up) .Lebih
khusus perubahan yang terjadi juga menyangkut perubahan
peran sumber daya manusia.
Peranan periklanan dalam hal ini juga merupakan faktor
yang sangat penting, karena dengan adanya periklanan tentunya
masyarakat/khalayak luas akan lebih mengetahui informasi yang
sangat dibutuhkan saat ini, karena persaingan yang cukup ketat
dalam era globalisasi ini maka dalam upaya menarik relasi
periklanan Radio Republik Indonesi (RRI) Cabang Madya
Bandung mengadakan suatu promosi baik yang bersifat internal
maupun eksternal yang gunanya untuk menarik relasi agar mau
serta dapat bekerjasama dengan perusahaan Radio Republik
Indonesia (RRI).
Sebagai radio yang sifatnya lebih menitikberatkan pada
pelayanan terhadap masyarakat maka perusahaan berusaha
semaksimal mungkin agar para pendengar serta pecinta setia
tidak merasa kecewa dengan acara-acara yang diberikan maupun
informasi yang dibutuhkan.

17
2.4 Pengertian Periklanan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1988:322) definisi iklan
yaitu pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa
yang dijual, dipasang dimedia masa seperti surat kabar dan majalah;
Sedangkan kata periklanan berasal dari kata iklan yang diberi
imbuhan per-an, yang mengandung pengertian:
sesuatu yang berhubungan dengan iklan. Misal; “Kongres
periklanan Asia IX berlangsung di Jakarta”; (Kamus
Besar Bahasa Indonesia 1988:322)

Pada umumnya didalam suatu perusahaan baik perusahaan


swasta maupun pemerintah terdapat 2 kegiatan yang sangat
berpengaruh terhadap citra perusahaan.
Kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia yang berkaitan
dengan persoalan internal perusahaan yakni: personalia, jajaran
direksi, karyawan, keluarga karyawan dan pemegang saham.
Adapun kegiatan ini lebih berfungsi untuk dapat membina
hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan publik
internalnya. Apabila suatu perusahaan tidak dapat memberikan citra
yang baik bagi perusahaan tersebut maka masyarakat pun akan
memberikan pandangan yang negatif terhadap perusahaan tersebut.
Hal tersebut yang saat ini sedang dialami oleh Radio Republik
Indonesia (RRI) cabang madya Bandung, banyak masyarakat
menganggap bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) adalah radionya
orang tua, kuno dan sebagainya. Dari beberapa tanggapan negative
tersebut maka saat ini sedikit demi sedikit mulai terkikis.
Pada dasarnya Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki
konsep yang cukup berbeda dengan radio swasta lainnya, perbedaan
ini cukup terlihat yakni Radio Republik Indonesia (RRI) sifatnya lebih
mengayomi dan melayani masyarakat. Selain itu persaingan yang
semakin ketat membuat Radio Republik Indonesia (RRI) lebih
menekankan pada seberapa banyak dapat memperebutkan pendengar

18
melalui siaran-siaran yang sifatnya dapat memberikan berita yang
dibutuhkan oleh masyarakat saat ini seperti pendidikan , kesehatan,
hiburan dan lain-lain.
Oleh karena itu peranan periklanan dinilai sangat penting karena
dengan adanya periklanan masyarakat akan lebih tahu dan mengerti
mengenai informasi yang dibutuhkan.
Selain itu peranan periklanan di Radio Republik Indonesia (RRI)
meliputi promosi yaitu :
- On air promo
- Off air promo, berupa pertunjukkan antara lain<seperti;
• Calung
• Bintang Radio dan sebagainya
Selain informasi yang sifatnya formal seperti berita bencana,
kesehatan maupun politik, Radio Republik Indonesia (RRI) juga
memberikan informasi yang sifatnya informal seperti acara lagu-lagu
pop, dangdut dan sunda.Selain itu jika ada acara penting maka
didatangkan artis dari ibukota untuk lebih memeriahkan suasana serta
menarik keinginan masyarakat untuk dapat bergabung dalam acara
tersebut.
Hal ini dilakukan guna mempererat tali silahturahmi dengan
masyarakat luas khususnya bagi pendengar pecinta Radio Republik
Indonesia (RRI), bahwa semua kegiatan yang telah dilaksanakan
memiliki nilai-nilai yang positif yang dapat membangun citra yang
baik bagi perusahaan tersebut.

2.5Analisis Jaringan Komunikasi Yang Terjadi Di Radio Republik


Indonesia (RRI) Cabang Madya Bandung
Jaringan komunikasi adalah merupakan sebuah system yang
mampu menghubungkan dan menggabungkan beberapa titik
komunikasi menjadi satu kesatuan yang mampu berinteraksi antara
satu dengan yang lainnya.

19
Terdapat beberapa alasan mengapa jaringan dibentuk, antara
lain:
1. Sharing sumber daya secara bersamaan, seperti pemakaian line
printer, disk, database
2. Menambah manfaat dan memaksimalkan komputer(dapat
saling berkomunikasi dan tukar menukar data)
3. Berbagai jenis komputer dapat berkomunikasi
4. Pengembangan komputer lebih mudah dan fleksibel sehingga
tidak perlu disentralisasikan satu tempat

Pengendalian jaringan :
Adalah kegiatan untuk mengatur pembagian source,
sehingga mendapatkan hubungan komunikasi yang baik dan
lancar.
Teknologi informasi sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas
sioaran. Untuk itu, Radio Republik Indonesia (RRI) yang mana
merupakan salah satu media penyampai pesan berusaha untuk
memberikan pelayanan informasi melalui jaringan komunikasi
yang sekiranya dapat menunjang kinerja serta pelaksanaan
kegiatan intern Radio Republik Indonesia (RRI).
Sampai saat ini, jaringan komunikasi yang terdapat di Radio
Republik Indonesia (RRI) Cabang Madya Bandung yakni berupa
hubungan komunikasi antara senior dan manajer yang bersifat
formal serta hubungan komunikasi antara manajer dengan staf
yang mana bersifat informal. Jaringan komunikasi yang terjadi
seperti piramida terbalik, semakin ke bawah maka semakin bersifat
informal. Untuk membentuk hubungan tersebut, alat komunikasi
sangat berperan sangat penting. Dalam hal ini, Radio Republik
Indonesia (RRI) menggunakan telepon, komputer serta pemancar
sebagai alat jaringan komunikasi

20