Anda di halaman 1dari 8

PROJECT PROPOSAL

USAHA ITIK PETELOR

I. PENDAHULUAN

Desa perkampungan yang didominasi dengan pesawahan,


merupakan tempat yang tidak asing dengan gembalaan itik.
Kultur masyarakat yang telah terbiasa dengan beternak itik dengan
cara tradisional ( digembala di sawah bekas panen
II. TUJUAN
Tujuan dari jasa penggemukan sapi ini adalah :
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dibidang pertanian
dan peternakan secara terpadu dan terintegrasi sehingga dapat
memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
2. Memberikan media usaha bagi pengusaha ataupun pemilik
modal yang ingin berusaha di bidang agrobisnis khususnya
peternakan namun mempunyai kelangkaan waktu dan
pemikiran.
3. Memberikan contoh bagi masyarakat, khususnya petani dan
peternak sehingga mencapai hasil yang maksimal dengan
beternak ataupun bertani secara efisien dan terpadu
4. Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar
lingkungan usaha

III. PELAKSANA
Pelaksana dari kegiatan usaha jasa penggemukan sapi adalah …….
Yang mempunyai peran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas
kondisi dan kualitas ternak dari waktu pertama kali penitipan sampai
panen, pemilik modal ialah pihak yang mempunyai hak penuh atas
sapi dan masyarakat sebagi pelaksana harian atau tenaga kerja.

IV. METODE PENGGEMUKAN


A. SISTEM PENGGEMUKAN
Sistem penggemukan yang digunakan adalah sistem dry lot
fattening. Dry lot fattening merupakan sistem penggemukan dengan
pemberian ransum atau pakan yang mengutamakan zat-zat yang
mengandung protein tinggi, seperti jagung ataupun berbagai jenis
bahan konsentrat.
Bahan-bahan yang digunakan dapat terdiri dari jagung giling,
bungkil kelapa, dedak padi, polard, ampas tahu dan sebagainya.
Dengan penambahan mineral dan garam dapur serta penambahan
bakteri-bakteri yang biasanya kita sebut dengan teknologi
mikroorganisme dengan bahan M-BIO, bahan-bahan tersebut
diformulasikan menjadi bentuk pakan jadi yang disebut konsentrat
plus. Sapi membutuhkan serat kasar yang antara lain bersumber pada
hijauan untuk memperlancar dan mengoptimalkan proses
pencernaannya dan untuk mendekati proses pencernaan yang
maksimal pada ternak perlu diberikan suatu bakteri yang
menguntungkan pada proses pencernaan yaitu bakteri lactobacillus sp.
Lactobacillus merupakan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat
dan berguna meningkatkan dekomposisi atau pemecahan bahan
organik seperti lignin dan selulosa. Bakteri tersebut bisa didapatkan
dari M-BIO
Untuk penggemukan sapi dibutuhan hijauan sekitar  10% bahan
kering dari bobot sapi yang digemukkan. Untuk memenuhi standar
kebutuhan pakan tersebut peternak harus memiliki lahan yang luas,
namun dalam kenyataannya hal tersebut tidak sesuai dengan yang
diharapkan, karena lahan yang dimiliki petani atau peternak di Pulau
Jawa adalah relatif sempit, sehingga kemampuan usaha ternak sapi
selama ini selalu menyesuaikan dengan lahan yang dimiliki petani
atau peternak, akibatnya populasi sapi rendah karena petani tidak
mau menanggung resiko kekurangan pakan.
Apabila penggemukan sapi dilakukan dalam waktu yang relatif
singkat maka diperlukan pemberian konsentrat yang banyak dalam
komponen ransumnya. Namun perlu diketahui bahwa pemberian
konsentrat yang lebih dari 60% dalam komponen ransumnya sudah
tidak ekonomis lagi walaupun harganya murah.
Sapi yang digemukan dengan sistem dry lot fattening berada terus
menerus dalam kandang dan tidak digembalakan. Sapi bakalan yang
digemukan pada umumnya yang telah berumur lebih dari satu tahun
dengan lama penggemukan sekitar 4-6 bulan.

B. PELAKSANAAN PENGGEMUKAN
Pelaksanaan penggemukan mengikuti kriteria sebagai berikut :
1. Kelompok sapi umur kurang dari 1 tahun penggemukan 8-9
bulan
2. Kelompok sapi umur 1-2 tahun lama penggemukan 6-7
bulan
3. Kelompok sapi 2-2,5 tahun lama penggemukan 4-6 bulan

C. PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan penguat bagi sapi penggemukan adalah secara
penuh sebanyak 1 kg per 45 kg berat hidup per hari ditambah 15 – 2%
vitamin, mineral, M-BIO yang berfungsi untuk menciptakan efisiensi
penyerapan pakan sehingga menghindari nutrition lost atau sisa
makanan yang terbuang bersama kotoran ternak dan juga berfungsi
untuk menekan bau pada kotoran dan urine ternak.
Pemberian ransum pakan penguat atau konsentrat adalah dua kali
dalam sehari yaitu pada waktu pagi dan sore. Pakan penguat diberikan
dalam bentuk kering sedang air disediakan dalam jumlah yang cukup
dengan 3-6 liter air per 1 kg pakan kering. Sedang pakan hijauan bisa
terdiri dari bahan-bahan yang telah difermentasi dengan M-BIO
misalnya jerami padi, tebon jagung, pucuk tebu, alang-alang dalam
jumlah terbatas  8 kg sampai dengan 10 kg per ekor per hari.

D. SISTEM KANDANG
Penggemukan dengan sistem dry lot fattening merupakan
penggemukan yang sistem kandisasinya sangat sederhana dan murah
dengan ukuran kandang 3 x 10m = 30 m2 untuk 8 sampai 10 ekor sapi.
Bagian bawah kandang diplester dengan sistem bak sehingga dapat
menampung kotoran dan urine sapi dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas pupuk organik. Lantai kandang diberi serbuk
gergaji atau berambut padi dengan tujuan untuk mengurangi tingkat
kebasahan atau kebecekan kandang.

E. JENIS KELAMIN
Jenis kelamin sapi yang dipilih untuk penggemukan adalah sapi
jantan yang sudah dikebiri, karena sapi jantan mempunyai
pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan betina apalagi
kalau sudah dikebiri mutu dagingnya bagus.

F. PENCEGAHAN PENYAKIT
Pencegahan atau pengendalian penyakit terhadap ternak dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Yang terpenting dalam usaha
pencegahan tersebut adalah :
Pertama, menciptakan kekebalan ternak dengan cara di vaksin
Kedua, mengadakan program testing terhadap penyakit tertentu
seperti TBC dan lain-lain
Ketiga, sanitasi atau kebersihan kandang selalu terjaga dengan cara
melakukan penyemprotan larutan M-BIO yang sudah dicampur
dengan konsentrasi 5 ml per 5 liter air

G. PENGOBATAN CACING
Cacing merupakan salah satu dari parasit dalam tubuh yang
sangat merugikan, baik parasit yang bersarang dalam usus maupun
hati (cacing hati). Oleh karena itu agar sapi selalu terhindar dari parasit
cacing, harus dilakukan pemberantasan cacing secara rutin, yaitu 4
bulan sekali atau menurut petunjuk.
V. METODE PAKAN
A. TEKNIK FERMENTASI PAKAN
Fermentasi merupakan proses perombakan dari struktur keras
menjadi struktur lunak (hanya struktur fisiknya) dan penambahan
unsur N saja. Proses tersebut mengolah limbah pertanian (jerami,
pucuk tebu, alang-alang, rendeng kacang tanah dll) menjadi bahan
makanan ternak yang lebih bermanfaat dan lebih efisien dicerna oleh
ternak.

Cara Fermentasi Jerami


Bahan :
1. Jerami padi sebanyak 1 ton kering panen
2. M-BIO ½ liter
3. Dedak padi 25 kg
4. Tetes atau gula ¼ liter
5. Air secukupnya

Proses pembuatan :
Siapkan larutan yang teridir dari air, M-BIO dan tetes, diamkan selama
 1 jam. Sambil menunggu larutan tersebut, siapkan bahan bakunya.
Jerami ditumpuk kira-kira setinggi 50 cm kemudian campurkan dedak
secukupnya. Setelah campuran antara jerami dan dedak merata
siramkan larutan (air, M-BIO, dan tetes) secara merata pada jerami.
Ulangi proses tersebut di atasnya sampai ketinggian 1,5 meter. Bahan
yang telah diproses diamkan selama 7 hari tanpa pembalikan. Pada
hari ke-7 proses fermentasi selesai kemudian jemur (keringkan)
kemudian jerami fermentasi siap diberikan pada ternak.

Perhintungan Biaya Prosesing Jerami Fermentasi :


1. Biaya pengadaan bahan baku (jerami) 1 ton Rp. 80.000
2. M-BIO 1 liter Rp. 20.000
3. Dedak padi 25 kg Rp. 10.000
4. Tetes atau gula ¼ Rp. 500
5. Tenaga kerja Rp. 20.000
Jumlah Rp.125.500
Sehingga harga jerami fermentasi per kg = Rp 125.500: 1.000 Kg = Rp
125,5 atau
Rp 130

Manfaat pemakaian M-BIO sebagai campuran pakan atau minuman


ternak :
1) Dapat menurunkan crude protein sampai 2% tanpa menurunkan
produksi dan dapat menurunkan FCR
2) Menghilangkan bau feces
3) Memberikan nilai efisiensi dalam pencernaan makanan
4) Dapat menyerap zat nutrisi lebih banyak dan efisien
5) Membantu menguraikan struktur jaringan pakan yang sulit
terurai

B. NUTRISI SAPI
Pemberian ransum perlu mempertimbangkan terlebih dulu zat-zat gizi
yang dibutuhkan oleh sapi, pertambahan bobot badan yang ingin atau
dapat dicapai oleh sapi itu dan jumlah zat-zat gizi yang dibutuhkan
untuk mencapai pertambahan bobot badan tersebut, barulah
ditentukan jenis bahan-bahan pakan yang tersedia atau yang dapat
disediakan dan komposisi zat-zat gizi dari bahan-bahan pakan yang
tersedia itu. Hal tersebut dapat dilihat pada contoh sebagai berikut :
Seekor sapi jantan mempunyai berat 350 kg dan mampu mencapai
pertumbhan bobot badan 1,00 kg per hari.

Kebutuhan Zat Gizi Sapi Jantan


Untuk Pertumbuhan dan Penggemukan
No Zat Gizi Jumlah
1 Protein Kasar (g) 874
2 Energi/ TDN (kg) 5,6
3 Ca (g) 30
4 P (g) 21
5 Vitamin A ( 1.000 UI ) 18

Berat sapi 350 kg akan digemukan dengan penambahan berat 1,0 kg


per hari.
Bahan pakan yang tersedia untuk diformulasi :
1. Dedak padi halus dengan kandungan bahan kering 87,5%.
Protein kasar 15,9% dan Energi/TDN 67% dari bahan kering.
2. Rumput lapangan dengan kandungan bahan kering 21,8%,
protein kasar 6,7% dan energi/TDN 56,2% dari bahan kering
3. Mineral yang terdiri dari garam dapur, tepung tulang dan kapur
( CaCO3 ) dengan pemberian masing-masing sebanyak 100gr, 50
gr dan 100 gr per hari

Formulasi :
Rumput lapangan termasuk hijauan berkualitas sedang, sehingga
komponennya dalam ransum adalah 60%.
a. Kemampuan sapi untuk mengkonsumsi bahan kering adalah 350
x 2,8/100 x 1 kg – 9,8 kg/hari
b. Komposisi hijauan dalam ransum adalah 60/100 x 9,8 kg = 5,88
kg
c. Komposisi dedak padi dalam ransum adalah 40/100 x 9,8 kg =
3,92 kg
d. Rumput lapangan dalam ransum adalah 5,88 kg bahan kering
atau 100/21,8 x 5,88 = 26,97 kg dalam bentuk kasar
e. Dedak padi halus dalam ransum adalah 100/87,5 x 3,92 kg =
4,48 kg dalam bentuk berat kering.

Dengan demikian formula ransum yang dibutuhkan sapi tersebut


adalah :
1. Rumput lapanagan 28,97 kg
2. Dedak padi 4,48 kg
3. Garam dapur 100 gr diaduk sehomogen
mungkin
4. Tepung tulang 50 gr sebelum diberikan

5. Kapur (CaCO3) 100 gr

Protein kasar dalam rumput lapangan = 5,88 x 6,7/100 = 0,394 kg


Protein kasar dalam dedak padi halus = 3,92 x 15,9/100 =
0,623 kg
Jumlah = 1,017 kg

Energi/TDN dalam rumput lapangan = 5,88 x 56,2/100 =


3,304 kg
Energi/TDN dalam dedak padi halus = 3,92 x 67/100 = 2,630
kg
Jumlah = 5,930 kg

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa formula di atas bukan


saja telah memenuhi kebutuhan zat gizi sapi yang akan digemukkan
itu, tetapi malah sudah berlebihan.

VI. SISTEMATIKA USAHA


A. DESKRIPSI USAHA
Usaha jasa penggemukan sapi merupakan usaha dalam bidang
ternak khususnya sapi, yaitu dengan cara menerapkan teknologi dan
manajemen pemeliharaan yang baik, khusunya dalam bidang pakan.
Usaha ini merupakan usaha yang memerikan media usaha di bidang
agrobisnis bagi para pemilik modal. Dalam usaha ini pemilik modal
menyerahkan pemeliharaan ternak (sapi) kepad pengelola dalam
periode pemeliharaan yang telah disesuaikan dengan tujuan
pemeliharaan dengan menanggung biaya tertentu selama waktu
pemeliharaan.
B. SISTEM USAHA
Sistem atau tata cara usaha merupakan sistem yang akan menjadi
pedoman bagi pemilik modal dan pengelola dalam melaksanakan
usaha jasa penggemukan ternak sapi. Sistem tersebut adalah :
1. Pemilik modal menyelenggarakan pengadaan sapi dengan
atau tidak dengan bantuan pengelola
2. Sapi yang sudah ada kemudioan disrahkan kepada
pengelola dengan perjanjian dan kesepakatan yang sudah
ada,
3. Sebelum perjanjian ditandatangani sapi diperiksa oleh
dr.hewan atau mantri yang disediakan oleh pengelola,
setelah dinyatakan dalam keadaan sehat perjanjian yang
sudah ada ditandatangani.
4. Setelah perjanjian disetujui tanggung jawab pemeliharaan
diserahkan kepada pengelola,
5. Pemilik modal mempunyai hak untuk intervensi dalam hal
pemeliharaan sapi yang ia miliki,
6. Setelah waktu pemeliharaan yang ditentukan selesai dan
tujuan yang diharapkan pemilik modal tercapai berarti hak
dan kewajiban pengelola telah selesai dan kemudian
menjadi hak dan kewajiban pemilik modal.

VII. PERHITUNGAN STUDI KELAYAKAN USAHA JASA


PENGGEMUKAN SAPI POTONG PER 10 EKOR SELAMA 4 BULAN
DENGAN BERAT AWAL  300 KG JENIS SAPI LOKAL (PERANAKAN
ONGGOL)

Harga 10 ekor sapi x 300 kg x Rp 20.000 Rp. 60.000.000,-

Biaya Pemeliharaan
Biaya per ekor per hari
1. Biaya Pakan
Konsentrat 5 kg x Rp 850 = Rp 4.250
Jerami fermentasi 8 kg x Rp 130 = Rp 1.040
Pakan tambahan 3 kg x Rp 300 = Rp 500
2. Mineral, vitamin Rp 250
M-BIO 10ml xRp 18 = Rp 180
Obat-obatan Rp 300
3. Biaya tenaga kerja Rp 800
4. Biaya jasa dan administrasi Rp 1.000
Biaya pemeliharaan per ekor per hari Rp. 8.320
Biaya pemeliharaan 10 ekor untuk 4 bulan Rp.
9.984.000,-

Total Biaya Rp. 69.984.000,-


Penjualan sapi setelah penggemukan
Harga jual sapi 300 kg + (1,00 x 0,9 x 130) = 417 x 10 x 21.000

Rp. 87.570.000,-

Laba kotor Rp. 17.586.000,-

VIII. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat untuk menjadikan bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan kerjasama di bidang
agrobisnis khususnya untuk penggemukan ternak sapi. Adanya
kejasama yang baik dari pemilik modal, pengelola dan masyarakat
usaha jasa penggemukan sapi ini dapat berjalan dengan baik dan
semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan Rahmat, hidayah, rizki
dan karunia-Nya kepada kita atas usaha ini. Amiin.