Anda di halaman 1dari 8

Quarry Procedure

STANDART OPERATING PROCEDURE (SOP)


MENGOPERASIKAN UNIT EXCAVATOR
DAFTAR ISI

1.0 Tujuan

2.0 Definisi

3.0 Tanggungjawab dan Wewenang

4.0 Alat Pelindung Diri (APD)

5.0 Pencegahan kebakaran dan saat terjadi kebakaran

6.0 Prosedur dan Proses Kerja

7.0 Dokumen Pendukung

8.0 Pengesahan

Dokumen ini adalah merupakan properti intelektual dari PT Batu Sarana


Persada dan oleh karenanya merupakan milik berharga bagi perusahaan.
Dokumen ini tidak dapat diterbitkan atau dikeluarkan dalam bentuk apapun,
secara keseluruhan ataupun sebagian, tanpa persetujuan tertulis dari PT Batu
Sarana Persada. PT Batu Sarana Persada tidak bertanggung jawab terhadap
penyalah gunaan yang terjadi terhadap pengunaan dokumen ini oleh pihak
ketiga. Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal
dari PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi.

STATUS

Terbitan/Rev Tanggal Penjelasan Diajukan Mengetahui Menyetujui


Perubahan
Terbitan Asli MD

PT Batu Sarana Persada Halaman 1 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

1.0 Tujuan
Prosedur ini digunakan untuk menetapkan standart pengoperasian Unit Excvator di sekitar
lingkungan tambang. Selain itu tujuannya adalah untuk menghindari kerugian pada
manusia harta benda dan lingkungan dan terutama sebagai pedoman bagi operator dalam
mengoperasikan unit excavator.

2.0 Definisi
Excavator adalah alat berat yang biasa digunakan dalam industri pertambangan,
konstruksi, pertanian atau perhutanan. Mempunyai alat seperti belalai yang terdiri dari dua
tungkai; yang terdekat dengan body disebut dengan boom dan yang mempunyai bucket
(ember keruk) disebut dipper.
aian
3.0 Tanggung jawab dan wewenang
Untuk dapat mengemudikan unit excavator adalah merupakan kewenangan dari Operator
yang telah memiliki simper. Adapun syarat untuk dapat mengemudikan DT adalah sebagai
berikut:
- Memiliki Surat Izin Mengemudi dari Kepolisian Republik Indonesia dengan golongan
B II.
- Lulus induksi K 3 LH yang diselenggarakanoleh PT. Batu Sarana Persada.
- Lulus ujian tertulis dan test pengoperasian yang dilakukan oleh PT. Batu Sarana
Persada.
- Dilarang mengoperasikan unit dibawah pengaruh alkohol dan narkoba, serta obat-
obatan yang menyebabkan mengantuk.
- Operator harus melakukan pemeriksaan awal (Pre-start check) sebelum
mengoperasikan excavator
- Apabila menemukan sesuatu yang tidak normal saat melakukan Pre-start check atau
saat mengoperasikan unit segera laporkan hal tersebut kepada mekanik atau pengawas
yang bertugas.
- Bersihkan unit setelah pengoperasian.
- Jangan menggunakan air / uap untuk membersihkan sistem kelistrikan dan sensor unit.

4.0 Alat Pelindung Diri (APD)


1. Selalu menggunakan helm, sepatu safety, rompi reflector / seragam kerja dengan
reflector, kacamata safety, masker, aer plug dan sarung tangan.
2. Selalu menggunakan sabuk pengaman sebelum mengoperasikan unit.
3. Pastikan tabung pemadam kebakaran pada unit dalam kondisi baik.
4. Pastikan kotak P3K ada pada unit.
5. Pastikan radio pada unit berfungsi dengan baik.

5.1 Pencegahan kebakaran dan saat terjadi kebakaran


Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah timbulnnya kebakaran antara lain:
1. Jangan merokok saat pengisian bahan bakar.
2. Matikan mesin saat menambah / mengisi bahan bakar.
3. Pastikan penutup tangki bahan bakar dan oli terpasang dengan benar dan kencang.
4. Simpan bahan bakar cadangan dan oli cadangan pada tempat tertentu, dan berilah label
PT Batu Sarana Persada Halaman 2 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

pada tempat penyimpanan.


5. Buanglah sisa lap ber-oli / solar pada tempat yang ditentukan, dan jangan biarkan
berada didalam unit.
6. Pastikan semua clamp pada hose hidrolik terpasang dengan kuat.

Sedangkan untuk tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran yaitu:
1. Putar starting switch / kunci ke posisi off untuk mematikan mesin / tekan emergency
stop.
2. Turunlah dari unit dengan menggunakan hand rail dan step (pijakan tempat naik dan
turun unit).
3. Berusaha padamkan kebakaran dengan tabung pemadam kebakaran jika
memungkinkan.
4. Laporkan kejadian kepada foreman dan safety.
5. Pintu darurat ada pada kaca jendela belakang unit, pahami cara penggunaannya.

6.1 Prosedur dan Proses Kerja


6.2 Menghidupkan dan Mengoperasikan Unit Excavator
6.2.1 Sebelum menghidupkan mesin
Sebelum menghidupkan mesin ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara
lain:
a. Bersihkan semua kotoran yang ada pada jendela kaca untuk menjamin jarak
pandang operator lebih leluasa
b. Lakukan pre-start check dan isilah daftar pre-start check sesuai kondisi yang
ditemukan
c. Apabila menemukan suatu yang tidak normal saat melakukan pre-start
check atau saat mengoperasikan unit segera laporkan hal tersebut kepada
mekanik atau pengawas yang bertugas
d. Atur posisi tempat duduk sesuai dengan postur operator senyaman mungkin
e. Gunakan sabuk pengaman
f. Periksa semua panel instrumen dan pastikan semua berfungsi dengan baik
g. Setel semua posisi lampu penerangan dan lampu kerja sesuai sudut
penerangan yang aman menurut operator
h. Pastikan semua kontrol level pada posisi netral
i. Pastikan kondisi sekitar unit aman, tidak ada orang serta benda-benda
lainnya
j. Pastikan safety level ada pada posisi lock

6.2.2 Saat menghidupkan mesin


a. Bunyikan klakson sebagai tanda peringatan bahwa mesin akan dihidupkan
b. Jangan menghidupkan mesin dengan jamper, tindakan ini dapat
mengakibatkan cidera/ kebakaran
c. Mesin hanya boleh dihidupkan setelah operator duduk pada kursi operator
d. Selain operator tidak boleh ada orang lain yang menaiki unit

PT Batu Sarana Persada Halaman 3 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

6.2.3 Menghidupkan mesin pada cuaca dingin


Lakukan pemanasan mesin dengan sempurna, apabila pemanasan dilakukan
tidak sempurna mengakibatkan reaksi mesin menjadi lambat dan ini dapat
mengakibatkan kecelakaan yang serius.

6.2.4 Menjalankan unit


a. Pastikan sprocket ada dibelakang kabin unit, apabila ada didepan maka
mesin akan bergerak kebalikan daripada gerakan kontrol lever
b. Sebelum menjalankan unit pastikan tidak ada orang atau benda-benda lain
yang menghalang disekitar unit
c. Kunci pintu dan jendela kabin operator
d. Apabila ada benda dibagian belakang unit yang tidak terlihat, gunakan
spotter dan pastikan spotter berada diluar daerah swing baket
e. Ketika menjalankan unit dijalan datar angkat posisi baket sekitar 40-50 cm
f. Apabila unit dijalankan dipermukaan tanah yang kasar, jalankan mesin
secara perlahan, jangan menggunakan kemudi secara mendadak sehingga
unit hilang keseimbangan dan terjungkal
g. Saat melintasi jembatan pastikan struktur jembatan mampu menahan bobot
unit
h. Saat menjalankan unit ditanjakan, posisikan baket pada 20-30 cm dari
permukaan tanah, serta kabin operator menghadap ke depan / ke atas
tanjakan
i. Saat menjalankan unit di turunan, posisikan baket pada 20-30 cm dari
permukaan tanah, serta kabin operator menghadap ke depan / ke bawah
tanjakan
j. Saat menjalankan unit di turunan, posisikan traver lever pada posisi netral,
hal ini akan memebuat brake dipakai secara otomatis
k. Menjalankan unit secara menyerong atau menyilang adalah hal yang sangat
berbahaya
l. Jangan membelokkan unit ditanjakan dan turunan, manuverlah ditempat
yang datar
m. Saat mengoperasikan unit pada pinggiran tebing atau lerang buatlah tempat
unit yang stabil serta bekerjalah dengan hati-hati
n. Saat mengoperasikan unit pada pinggiran tebing atau lereng, jangan
menggali terlalu dalam didekat unit, menggali terlalu dalam didekat unit
dapat mengakibatkan tanah di pinggiran tebing atau lereng ambruk sehingga
membahayakan unit dan operator
o. Agar mudah menyingkir apabila timbul masalah, tempatkan unit tegak lurus
menghadap bahu jalan atau tepi jurang dan autr sprocket berada dibelakang
unit
p. Baket tidak boleh digerakkan melewati kepala pekerja lain atau kabin
kendaraan pengangkut.

PT Batu Sarana Persada Halaman 4 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

6.3 Melakukan Pekerjaan


6.3.1 Pekerjaan loading / memuat
Loading / memuat meliputi pekerjaan ;
a. Stabilisasi unit excavator pada posisi yang datar dan aman
b. Tempatkan unit excavator pada sudut swing yang kecil.
c. Tempatkan unit exvator di posisi stock/dudukan setinggi vessel dumptruck
untuk mengurangi waktu cycle time pegangkatan boom
d. Tempatkan unit pengangkut pada tempat yang mudah terlihat oleh operator
e. Lakukan isyarat klason
f. Isilah unit pengangkut mulai dari bagian depan ke arah belakang bak unit
pengangkut

6.3.2 Jenis-jenis loading / pemuatan


a. Double Bench Loading
Adalah saat memuat unit DT berada dibawah bench loading serta bagian
belakang excavator terdapat bench, pemuatan dilakukan dengan sudut
kurang dari 900
b. Top Loading
Sama dengan Double Bench Loading tetapi dibelakang excavator yang tidak
ada bench
c. Low Level Loading
Pemuatan yang dilakukan dimana posisi DT & Excavator berada pada posisi
yang sejajar. Adapaun saat melakukan low level loading ada beberapa hal
yang harus dilakukan, an:
- Buat safety bump belakang excavator untuk menghindari benturan
antara unit DT dan Excavator
- Buat safety bump dibagian depan untuk menghindari excavator terguling
dari dari bibir tebing
- Pengambilan material dari arah belakang
- Lakukan penyetokan kalau ada waktu
- Sudut putaran saat loading antara 0-1800

6.3.3 Menggali Parit


a. Atur posisi track sejajar dengan garis parit yang akan digali
b. Gali bagian samping dulu, kemudian buang bagian tengahnya

6.3.4 Pekerjaan
Adalah pekerjaan menggali area yang lebih rendah dari unit

6.3.5 Pekerjaan memindahkan Boulder


Ukuran boulder yang diperbolehkan untuk dipindahkan dengan excavator yang
tersedia adalah 1,5 m x 1,5 m. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
a. Pemindahan boulder dilakukan untuk mengumpulkan boulder tersebut pada
suatu area untuk memudahkan alat breaker beroperasi.
b. Excavator dilarang berjalan ketika bucket terisi oleh batuan boulder untuk
PT Batu Sarana Persada Halaman 5 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

menghindari batu boulder tersebut jatuh.


c. Pemindahan boulder dilakukan dengan swing bucket tanpa ada pergerakan
pada track alat.

6.3.6 Pekerjaan menurunkan batuan di area bench


Hal-hal yang harus diperhatikan kerika melakukan pekerjaan menurunkan batu
di area tebing adalah :
1. Luas area kerja yang yang membuat posisi alat leluasa dalam melakukan
swing untuk memundahkan melakukan penurunan batu.
2. Tidak diperkenankan excavator beroperasi untuk menurunkan batu di area
yang sempit dan susah melakukan swing bucket.
3. Sebelum operasi, pastikan oleh pengawas bahwa dibawah tebing tempat
jatuhnya material tidak terdapat manusia, hewan, dan alat yang sedang
beroperasi.
4. Sebelumnya dimulainya pekerjaan, operator membunyikan klakson 1x
secara panjang untuk memberikan aba-aba di sekitar agar tidak mendekakti
tebing.
5. Lakukan pekerjaan menurunkan batu.

6.2.7 Bekerja diarea kabel listrik


a. Laporkan pekerjaan kepada operator listrik
b. Pastikan listrik padam saat memulai pekerjaan
c. Tugaskan seseorang untuk memberi aba-aba
d. Untuk antisipasi terkena tegangan listrik gunakanlah sepatu dan sarung
tangan karet
e. Hamparkan lembaran karet pada kursi operator
f. Apabila arus listrik tidak dimatikan, jaga jarak aman antara unit dan kabel
listrik seperti pada tabel berikut :

Voltase Kabel Jarak Aman


100-200 V 2 meter atau lebih
6.600 V 2 meter atau lebih
22.00 V 3 meter atau lebih
66.000 V 4 meter atau lebih
154.000 5 meter atau lebih
187.000 V 6 meter atau lebih
275.000 V 7 meter atau lebih
500.000 V 11 meter atau lebih

g. Seandainya tersentuh kabel listrik operator jangan meninggalkan sampai


dipastikan arus listrik sudah dimatikan, jangan biarkan seorang pun
mendekati unit.

PT Batu Sarana Persada Halaman 6 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

6.4 Memakir Unit


1. Pakirlah unit pada tempat yang aman serta tanah
2. Jaga jarak parkir sekitar 4 meter dari samping kiri dan kanan unit lainnya
3. Tempatkan travel lever kiri dan kanan pada posisi netral
4. Putar kontrol bahan bakar untuk menurunkan kecepatan mesin menjadi low idling
dan biarkan sekitar 5 menit
5. Turunkan baket secara horizontal sampai dasar baket menyentuh tanah
6. Setel safety lock lever pada posisi lock
7. Putar kunci pada posisi off untuk mematikan mesin
8. Periksalah sekeliling unit, apabila ditemukan hal-hal yang tidak normal segera
hubungi mekanik
9. Isi tangki bahan bakar
10. Bersihkan semua kotoran yang menempel pada undercarriage

6.5 Isyarat Klakson


Tanda klakson berfungsi menginformasikan kepada orang-orang dan kerdaraan lain
disekitar unit Bulldozer bahwa akan segera bergerak. Isyarat klakson seperti
tercantum dibawah ini :
- 1 X adalah tanda unit akan start engine / menghidupkan mesin
- 2 X adalah tanda unit akan bergerak maju
- 3 X adalah unit akan bergerak mundur
- 1 X klakson panjang adalah tanda darurat / emergency
- Harus ada jeda 2 – 3 detik antara isyarat klakson dengan pergerakan kendaraan

Isyarat klakson excavator saat memuat material ke unit DT:


- 1 X DT bergerak mundur untuk memuat
- 2 X DT bergerak maju
- 3 X DT kurang mundur
- 4 X DT manuver ulang
- 1 X klakson panjang tanda keadaan darurat

7.0 Dokumen Pendukung


- Surat Permintaan Pembelian Barang
- Surat Pemesanan Pembelian (PO)
- Invoince
- DO
- Nota penyerahan barang

8.0 Pengesahan
Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kesalahan dalam kebijakan ini, maka akan
dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

PT Batu Sarana Persada Halaman 7 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi
Quarry Procedure

Kebijakan ini berlaku terhitung mulai tanggal Agustus 2018

Diajukan oleh, Mengetahui, Disetujui oleh,

Muhamad Darwis Achmad Shakir Juffry Naufal Ali


Ka. Teknik Tambang Direktur Operasional Direktur Utama

PT Batu Sarana Persada Halaman 8 dari 8

Mengopi atau memperbanyak dokumen ini untuk kepentingan internal PT Batu Sarana Persada “Policy System” tidak dibatasi

Anda mungkin juga menyukai