Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam pelaksanaan operasi produksi dari suatu perusahaan, biaya produksi merupakan salah satu
variabel yang tidak boleh terlupakan. Terkendalinya biaya produksi ini menjadi salah satu kunci
keberhasilan dari pengendalian produksi secara keseluruhan. Di dalam pelaksanaan proses produksi
meskipun seluruh aspek pelaksanaan produksi dapat dikendalikan cukup baik, namun apabila masalah
biaya produksi terlupakan, maka pengendalian produksi yang dilaksanakan belum dapat mencapai
sasaran dari pengendalian produksi di dalam perusahaan tersebut.

Hal ini disebabkan karena biaya produksi belum dapat ditekan serendah mungkin sehingga
perusahaan menetapkan harga pokok penjualan yang tinggi. Dalam keadaan demikian, perusahaan
akan mengaami kesulitan di dalam melaksanakan pemasaran dari produk yang diproduksinya. Kondisi
seperti ini akan mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

Untuk dapat melaksanakan pengendalian produksi dengan baik, maka manajemen pada umumnya
akan menggunakan anggaran sebagai alat untuk pengendalian produksi tersebut. Pada dasarnya,
anggaran yang dipergunakan di dalam perusahaan-perusahaan pada umumnya akan dipergunakan
untuk melakukan pengendalian terhadap seluruh kegiatan yang ada di dalam perusahaan. Berikut
akan dijelaskan beberapa bentuk anggaran yang terkait dengan biaya produksi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapatlah diinventarisir mengenai permasalahan-


permasalahan dalam pokok pembahasan mengenai Anggaran Produksi dalam Anggaran Perusahaan,
diantaranya adalah :

1. Apakah pengertian dari Anggaran Produk ?


2. Apa saja kegunaan dari Anggaran Produk ?
3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Anggaran Produk ?
4. Bagaimana sesungguhnya penyusunan Anggaran Produk ?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian dari anggaran produk


2. Mengetahui kegunaan dari anggaran produk
3. Memahami faktor yang mempengaruhi anggaran produk
4. Memahami penyusunan anggaran produk

1
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Anggaran Produksi

Anggaran produksi adalah suat perencanaan secara terperinci mengenai jumlah unit produk yang
akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang di dalamnya mencakup rencana
mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan. Anggaran
produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk.
Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan (Ellen Christina, 2001: 60 )

Dalam pengertian sempit anggaran produksi adalah merupakan jumlah yang harus diproduksi.
Jumlah barang yang akan dijual akan mencerminkan pendekatan yang berbeda yaitu
kebijaksanaan tingkat produksi yang menekankan pada stabilitas produksi persediaan yang
mengambang, dan jika kebijaksanaan ditekankan pada tingkat penjualan maka pengendalian
tingkat persediaan yang mengambang. Kombinasi keduanya akan memunculkan produksi dan
persediaan akan berubah dalam batas waktu tertentu.

Anggaran produksi disusun dengan memperhatikan semua kegiatan produksi yang yang
diperlukan untuk menunjang anggaran penjualan yang telah disusun. Rencana produksi meliput
penentuan produk yang harus diproduksi untuk memenuhi penjualan yang direncanakan dan
memepertahankan tingkat persediaan barang jadi yang diinginkan.

Anggaran produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-


orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk
memproduksi barang pada suatu priode tertentu dimasa depan sesuai dengan apa yang
dibutuhkan atau diramalkan (Adi Saputro, 1995: 35 ).

2. KEGUNAAN ANGGARAN PRODUKSI

Kegunaan dari penyusunan anggaran produksi adalah :

1. Menunjang kegiatan penjualan, sehingga produk dapat disediakan sesuai dengan


waktu yang telah direncanakan.
2. Menjaga tingkat persediaan yang memadai dengan cara mengusahakan persediaan
yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
3. Mengatur produksi agar biaya- biaya produksi dapat ditekan seminal mungkin.

Secara umum anggaran produksi berguna sebagai pedoman kerja , pengkoordinasian kerja dan
pengawasan kerja. Sedangkan secara khusus anggaran produksi dapat berguna sebagai (Apandi
Nasehatun,1999 :27 ) :

Menunjang kegiatan penjualan, sehingga produk dapat disediakan sesuai dengan waktu yang
telah direncanakan. Menjaga tingkat persediaan yang memadai dengan cara mengusahakan

2
persediaan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mengatur produksi agar biaya produksi
dapat ditekan seminimal mungkin.

Adapun tujuan dari anggaran produksi adalah sebagai berikut :


 Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang diproduksi
supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase tertentu dari
 keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.
 Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap mempunyai
market share tertentu.
 Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien
tertentu.
 Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja
yang sudah ada dapat sernakin berkembang.

3. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGGARAN PRODUKSI

Aggaran produksi seperti dihitung berdasarkan anggaran penjualan menentukan


anggaran penggunaan bahan, anggaran pembelian bahan, anggaran biaya upah buruh
atau anggaran biaya tenaga kerja langsung, dan anggaran biaya ovehead pabrik.
Perencanaan dan penjadwalan produksi adalah tugas pabrik yang menyangkut
penentuan jumlah barang yang diproduksi dan penentuan waktu produksi. Oleh sebab
itu faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran produksi antara lain adalah
:

1. Rencana penjualan yang tertuang dalam anggaran penjualan.


2. Kapasitas pabrik dan peralatan pabrik yang tersedia termasuk teknologi yang
digunakan.
3. Tenaga buruh termasuk rekruitmen, pelatihan, penempatan, pengarahan, dan
pemutusan hubungan kerja.
4. Bahan baku termasuk teknik transportasi dan pergudangan, dan
5. Modal kerja untuk menjalankan proses produksi

3.1 FAKTOR - FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENYUSUNAN BUDGET


PRODUKSI
a) Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berada dalam perusahaan yang mempunyai
pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan :
 Penjualan tahun lalu bisajadi patokan
 Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual
 Syarat pembayaran barang yang dijual

3
 Pemilihan saluran distribusi
 Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan (Quantitatif atau Qualitatif)
 Modal kerja yang dimiliki perusahaan (Current asset -Current liabilities)
 Fasilitas yang dimiliki perusahaan
 Kebijaksanaan perusahaan yang dimiliki perusahaan dibidang-bidang lain
b) Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal/ faktor luar perusahaan, tapi memiliki pengaruh terhadap
perusahaan:
 Persaingan
 Tingkat pertumbuhan penduduk
 Tingkat penghasilan masyarakat
 Tingkat pendidikan masyarakat
 Tingkat penyebaran masyarakat
 Agama, adat istiadat dan kebijaksanaan masyarakat
 Kebijaksanaan pemerintah
 Keadaaan perekonomian internasional maupun nasional dan kemajuan tehnologi.

4. PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI


Dalam penyusunan anggaran produksi yang mengutamakan stabilitas produksi
ditentukan terlebih dahulu kebutuhan selama 1 tahun, kemudian diperkirakan kebutuhan
setiap bulannya. Akhirnya tingkat persediaan disesuaikan dengan kebutuhan, agar
produksi tetap stabil.
Penyusunan anggaran produksi tergantung pada anggaran penjualan. Dalam kondisi
pasar persaingan sempurna, anggaran penjualan merupakan acuan utama untuk
menyusun anggaran produksi, anggaran biaya pemasaran, anggaran biaya administrasi
dan anggaran laba operasi. Manajer produksi sebelum melaksanakan kegiatan menyusun
anggaran produksi dalam unit dan anggaran persediaan barang jadi dalam unit.
Suatu produksi dapat berjalan dengan lancar apabila interaksi antara faktor¬faktor
produksi yang digunakan. Apabila hal tersebut dilakukan dengan sempurna maka akan
menghasilkan output yang baik. Dengan adanya pengaturan dalam faktor-faktor produksi
tersebut dapat diperbaiki tingkat efektifitas dan efisiensi proses produksi yang akhirnya
tujuan manajemen produksi akan dapat dicapai dengan baik.
Pengolahan faktor-faktor produksi yang ada sebaiknya dilakukan berdasarkan
kesempatan yang dimiliki selanjutnya dipilih kesempatan yang mana dapat dicapai,
sebenarnya sangat banyak kesempatan terbuka untuk dilaksanakan, tetapi karena adanya
keterbatasan dalam faktor-faktor produksi, maka harus dilakukan suatu prosedur sesuai
dengan jenis usaha dan kegiatan yang dilakukan. “Secara formal dapat dinyatakan bahwa
prosedur merupakan bagian dari urutan kronologis dan cara yang ditetapkan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan. Urutan kronologis merupakan ciri khas dari setiap
prosedur, sebuah prosedur menunjukkan bagaimana masing-masing tugas akan
dilaksanakan dan siapa yang akan melaksanakannya.

4
Untuk itu peranan prosedur perencanaan produksi dalam setiap perusahaan sangat
besar, karena seluruh tugas yang dilakukan dalam proses produksi harus ditetapkan dalam
rencana. Dalam menetapkan prosedur perencanaan maka pimpinan harus
memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut:

 Menetapkan tujuan maupun serangkaian tujuan


 Merumuskan keadaan saat ini
 Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan
 Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

Secara garis besar anggaran produksi disusun dengan menggunakan rumus umum sebagai
berikut :

Tingkat penjualan (dari anggaran penjualan).........................XX

Tingkat persediaan akhir ......................................................XX +

Jumlah…………………………………………..................... XX

Tingkat persediaan awal ........................................................XX -

Tingkat produksi ...................................................................XX

4.1 LANGKAH PRAKTIS MENYUSUN ANGGARAN PRODUKSI


A. Langkah-langkah umum penyusunan anggaran produksi:
 Menentukan periode waktu yang akan dipakai sebagai dasar dalam penyusunan
anggaran produksi yang selaras dengan periode yang digunakan dalam
penyusunan anggaran penjualan.
 Menentukan satuan fisik dari barang yang akan dihasilkan
 Menentukan standar penggunaan sumber daya (bahan baku, tenaga kerja
langsung dan penggunaan fasilitas.
 Menentukan kebijakan pola produksi dan kebijakan persediaan.
 Menyajikan Anggaran produksi dalam sebuah tabel. Penyajian dalam bentuk
sederhana setidaknya memuat informasi tentang waktu dan jumlah produksi.
Jumlah produksi dihitung dengan mempertimbangkan persediaan awal dan
persediaan akhir barang jadi. Produksi = Penjualan+ peersediaan akhir –
persediaan awal.
 Untuk kasus-kasus yang lebih kompleks penyajian dapat disesuaikan dengan
prinsip jelas dan informatif.
B. Langkah-Langkah Pelaksanaan Anggaran Produksi

5
Di samping itu dapat pula disusun langkah-langkah utama yang dilakukan dalam
rangka menyusun anggaran produksi pelaksanaanya:
a) Tahap perencanaan
 Menentukan periode waktu yang akan dipake sebagai dasar dalam penyusunan
bagian produksi.
 Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus dihasilkan.

b) Tahap pelaksanaan
 Menentukan kapan barang diproduksi.
 Menentukan dimana barang akan diproduksi
 Menentukan urut-urutan proses produksi
 Menetukan standar penggunaan fasilitas-fasilitas produksi untuk mencapai
efisiensi
 Menyusun progam tentang penggunaan bahan mentah ,buruh, service dan
peralatan.
 Menyusun standar produksi
 Membuat perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan.

Dalam tahap perencanaan diatas, dikatakan bahwa penentuan jumlah satuan fisik
barang yang harus diprodusir disesuaikan dengan rencana penjualan. Pada umumnya rencana
penjualan disajikan dalam unit fisik, sehingga menghitung jumlah barang yang harus
diproduksi adalah mudah.

Contoh:

Diharapkan bahwa 1500unit barang A akan berada ditangan perrusahaan pada awal periode
nanti. Penjualan selama satu periode direncanakan 1500 unit. Sedangkan persediaan akhir
diperkirakan 900 unit.

Sehingga perusahaan harus memproduksi barang A sebanyak 400 unit, dengan perhitungan
sebagai berikut :

Penjualan 1500 unit


Persediaan akhir 900 unit +

Kebutuhan 2400 unit


Persediaan awal 1000 unit –

Produksi 400 unit

6
Kemudian, pada tahap pelaksanaan terdapat langkah yang menentukan kapan barang
akan diproduksi oleh perusahaan. Dalam menentukan kapan suatu barang akan
diproduksi , terlebih diperkirakan:

 Lamanya proses produksi,yakni jangka waktu yang diperlukan untuk memproses barang
mentah menjadi barang jadi.
 Jumlah barang yang akan dihasilkan selama satu periode,dengan melihat kembali
anggaran penjualan.

Bagi perusahaan yang telah berkali-kali menghasilkan barang yang sama,lamanya


proes produksi dapat diketahui dengan mengingat pengalaman-pengalaman di masa lalu.
Sedangkan bagi perusahaan yang belum pernah menghasilkan barang tertentu sehingga
tidak mempunyai data historis tentang barang tersebut, dapat melakukan penelitian
dengan cara sederhana berupa pembuatan proto type Barang yang akan dihasilkan.

Dalam menentukan atau memperkirakan jangka waktu produksi dan jumlah barang
yang akan dihasilkan,beberapa faktor harus dipertimbangkan. Faktor –faktor tersebut
berupa :

a) Fasilitas Pabrik
Progam-progam produksi harus selalu dikaitkan dengan fasilitas tersedia dalam pabrik
serta selalu selalu mempertimbangkan efisiensi penggunaan fasilitas tersebut.
b) Fasilitas Pergudangan
Beberapa jenis barang membutuhkan system penyimpanan secara khusus karna sifat-
sifatnya yang khusus pula. Produksi yang terlalu jauh melebihi kemampuan gudang untuk
menyimpannya akan mengakibatkan resiko-resiko,yang tentu saja menimbulkan biaya
bagi perusahaan.
c) Stabilitas Tenaga Kerja
Beberapa jenis barang mempunyai sifat permintaan yang musiman. Dengan berdasarkan
pada anggaran penjualan,pada bulan-bulan tertentu dimana volume penjualan
diperkirakan tinggi mungkin perusahaan harus memaksakan diri dalam berproduksi.
Dalam hal ini perusahaan dapat menambah buruhnya atau menambah jam kerja buruh
setiap harinya. Apabila buruh yang diperlukan sebagai tambahan mudah didapat maka
tidak ada masalah yang dapat mempengaruhi kelancaran prose produksi. Tetapi bila
buruh tidak mudah di dapat, berarti stabilitas kerja diperusahaan itu terganggu. Ini dapat
dihindarkan dengan membuat perencanaan produksi secara hati-hati dan membuat
kebijaksanaan dalam hal persediaan dengan lebih teratur.

d) Stabilitas bahan mentah


Apabila bahan mentah yang dipakai tidak selalu tersedia dipasar hal itu dapat
membahayakan kelancaran proses produksi. Karna itu kebijaksanaan dalam pembelian
barang mentah sangat perlu diperhatikan.

7
e) Model yang digunakan
Besar kecilnya modal kerja yang tersedia akan mempunyai pengaruh terhadap besar
kecilnya volume produksi dan kebijaksanaan persediaan. Dengan kata lain kebijaksanaan
produksi harus diseimbangkan dengan kemampuan financial.

4.2 METODE PENYUSUNAN ANGGGARAN PRODUKSI


Dalam praktek umumnya, terdapat kebijakan tertentu mengenai tingkat produksidan
tingkat persediaan barang. Setiap kebijakan yang diambil tentu mempunyai
implementasi yang berbeda.
Apakah manajemen akan melakukan pendekatan kebijakan terhadap produksi
dengan mengutamakan stabilitas produksi atau akan mengutamakan stabilitas
persediaan da bisa juga manajemen mengkombinasi dari dua kebijakan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas maka pendekatan atau kebijakan dalam menyusun
anggaran dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
4.2.1 Mengutamakan Stabilitas Produk

Perusahaan yang mengutamakan stabilitas produk dalam penyusunan anggaran


produk maka tingkat sediaan dibiarkan berfluktuasi dengan syarat sediaan awal dan akhir
sesuai rencana semula dan disisi lain pola produk harus konsisten.
Namun. apabila dalam satu periode jumlah keseluruhan produk dibagi sama dalam
masing-masing periode yang lebih pendek tidak menghasilkan bilangan bulat. maka
hanya beberapa periode produknya yang konstan. Berikut ini ilustrasi dari proses
penyusunan anggaran mengutamakan stabilitas produksi.
Langkah-langkah penyusunan anggaran produksi dengan stabilitas produksi. antara lain :
· Membagi volume produksi yang direncanakan dengan banyaknya periode produksi.
Apabila menghasilkan angka desimal maka dilakukan pembulatan dan kekurangannya
ditambahkan pada periode yang dianggap tinggi penjualannya.
· Menentukan volume persediaan akhir dengan rumus:
Persediaan akhir = (Volume Produksi + Persediaan Awal) – Volume Penjualan.

Persediaan akhir = persediaan awal bulan berikutnya

8
Contoh 1 Kasus :
Diketahui rencana penjualan PT. APPLE selama 1 tahun (2017) adalah :
BULAN RENCANA PENJUALAN (UNIT)
Januari 1.500
Februari 1.400
Maret 1.600
April 1.700
Mei 1.600
Juni 1.500
Juli 1.800
Agustus 1.700
September 1.800
Oktober 1.600
Nopember 1.800
Desember 1.500
TOTAL 19.500

Sedangkan diketahui kebijakan tingkat persediaan adalah :


 Persediaan awal tahun = 3.000 Unit
 Persediaan akhir tahun = 1.500 Unit
Berikut langkah-langkah membuat Anggaran Produksi yang mengutamakan Stabilitas
Produksi adalah sebagai berikut:
Langkah 1. : Menghitung Tingkat Produksi satu tahun untuk tahun 2017
Penjualan 1 tahun = 19.500 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun = 21.000 unit
Persediaan awal tahun = 3.000 unit –
Jumlah yang harus diproduksi = 18.000 unit
Langkah 2 : Melakukan Alokasi produksi ke satuan waktu yang diinginkan
(Dalam kasus ini satuan waktunya adalah bulanan)
Pengalokasian tingkat produksi setiap bulan dapat dilakukan dengan salah satu cara dari dua
cara berikut:
1. Membagi tingkat produksi per tahun dengan jumlah satuan waktu (bulanan =12, mingguan
54, triwulan=4, catur wulan =3), dimana hasil bagi tersebut langsung dipakai sebagai tingkat
produksi per satuan waktu :
Produksi selama 1 tahun = 18.000 unit
Produksi rata-rata selama 1 bulan = 18.000/12 = 1.500 unit
Kelemahan cara pertama ini adalah sering diperoleh angka produksi rata-rata yang tidak bulat
sehingga sukar diiplementasikan. Oleh karena itu, langkah 2 berikut ini menjadi alternatif
untuk mengatasi kesulitan yang timbul sehubungan dengan penggunaan cara pertama
2. Membagi tingkat produksi per tahun sedemikian rupa sehingga dihasilkan bilangan-
bilangan bulat dan mudah untuk dilaksanakan secara tepat. Kelebihan hasil pembagian
dialokasikan ke bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tinggi.

9
Langkah 3. : Menyajikan Anggaran Produksi dalam format Tabel

Bulan Rencana Persediaan Jumlah Persediaan Tingkat


Penjualan Akhir Barang Yg Awal Produksi
Tersedia

1 1.500 3.000 4.500 3.000 1.500


2 1.400 3.100 4.500 3.000 1.500
3 1.600 3.000 4.600 3.100 1.500
4 1.700 2.800 4.500 3.000 1.500
5 1.600 2.700 4.300 2.800 1.500
6 1.500 2.700 4.200 2.700 1.500
7 1.800 2.400 4.200 2.700 1.500
8 1.700 2.200 3.900 2.400 1.500
9 1.800 1.900 3.700 2.200 1.500
10 1.600 1.800 3.400 1.900 1.500
11 1.800 1.500 3.300 1.800 1.500
12 1.500 1.500 3.000 1.500 1.500
TOTAL 19.500 1.500 21.000 3.000 18.000

4.2.2 Mengutamakan Stabilitas Persediaan

Dengan cara mengutamakan sediaan seharusnya rencana sediaan konstan, astinya


sediaan awal sama dengan sediaan akhir dan tingkat produk dibiarkan berfluktuasi. Apabila
sediaan awal dengan rencana sediaan akhir tidak sama, maka hanya beberapa periode
sediaan yang sama.
Jika selisihnhya negatif, maka untuk memperoleh persediaan akhirnya ditambahkan
sebesar selisihnya dan jika selisihnya positif maka untuk memperoleh persediaan akhirnya
dikurangi sebesar selisihnya.

Adapun langkah-langkah dalam menyusun anggaran dengan metode stabilitas


persediaan adalah sebagai berikut:
Langkah 1 : Menentukan tingkat produksi setahun untuk tahun 2017
Penjualan 1 tahun = 19.500 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun = 21.000 unit
Persediaan awal tahun = 3.000 unit –
Jumlah yang harus diproduksi = 18.000 unit

10
Langkah 2 : Menentukan perkiraan besarnya persediaan awal dan akhir tahu
Menghitung selisih Lebih/Kurang Persediaan Awal dan Persediaan Akhir dan membaginya
dengan jumlah satuan waktu yang digunakan.
Selisih = 3.000 – 1.500 = 1.500 unit
Langkah 3 : Mengalokasikan tingkat persediaan dari waktu ke waktu. Ada dua cara yang
sama seperti pada Stabilitas Produksi yakni:
1. Membagi selisih persediaan awal dan akhir dengan jumlah satuan waktu yang dipakai
2. Membagi selisih persediaan awal dan akhir dengan suatu bilangan tertentu sehingga
diperoleh bilangan yang bulat.
Dengan menggunakan cara pertama diperoleh : Selisih 1.500/12 = 125
Selisih tersebut dialokasikan ke bulan Januari s/d Desember
Langkah 4. : Menyajikan Anggaran Produksi dalam Format Tabel

Tingkat Produksi = (Rencana Penjualan + Persediaan Akhir) – Persediaan Awal


Persediaan awal = Tingkat Persediaan akhir bulan sebelumnya

Bulan Rencana Persediaan Jumlah Persediaan Tingkat


Penjualan Akhir Barang Awal Produksi
Yang
Tersedia
1 1.500 2.875 4.375 3.000 1.375
2 1.400 2.750 4.150 2.875 1.275
3 1.600 2.625 4.225 2.750 1.475
4 1.700 2.500 4.200 2.625 1.575
5 1.600 2.375 3.975 2.500 1.475
6 1.500 2.250 3.750 2.375 1.375
7 1.800 2.125 3.925 2.250 1.675
8 1.700 2.000 3.700 2.125 1.575
9 1.800 1.875 3.675 2.000 1.675
10 1.600 1.750 3.350 1.875 1.475
11 1.800 1.625 3.425 1.750 1.675
12 1.500 1.500 3.000 1.625 1.375
TOTAL 19.500 1.500 21.000 3.000 18.000

11
4.2.3 Gabungan antara Stabilitas Produk dan Stabilitas Persediaan
Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia tahun 2018 mengalami penurunan hal ini
mengakibatkan penurunan penjualan beberapa perusahaan sehingga PT. APPLE
merencanakan penjualan untuk tahun 2018 sebagai berikut :

URAIAN RENCANA PENJUALAN


Triwulan I 4.000
Triwulan II 4.300
Triwulan III 2.000
Triwulan IV 3.500
Jumlah 13.800

Perkiraan tingkat persediaan awal 3.000 unit dan akhir 2.000 unit. Tingkat produksi tidak
mengalami fluktuasi. Tingkat persediaan triwulan I dan II ber-fluktuasi 500 unit sedangkan
triwulan III dan IV berfluktuasi 300 unit. Berdasarkan data diatas, susunan anggaran produksi
produksi berdasarkan asumsi yang digunakan.
Jawab:
Asumsi yang digunakan adalah:
 Triwulan I fluktuasi persediaan 500.
Diketehui persediaan awal 3.000 unit, maka persedian akhir triwulan I adalah 2.500 unit
(3.000 – 500)
 Triwulan II fluktuasi persediaan 500
Persediaan awal 2.500 maka persediaan akhir triwulan II 2.000
 Triwulan III fluktuasi persediaan 300 unit.
Diketahui persediaan awal triwulan III 2.000 maka persediaan akhir triwulan III adalah 1.700
unit (2.000-300 unit)
 Triwulan IV fluktuasi persediaan 300 unit.
Diketahui persediaan awal triwulan IV 1.700 unit (sama dengan persediaan akhir triwulan III),
maka persediaan akhir triwulan IV adalah 1.400 unit (1.700-300 unit)

Dari hasil perhitungan diatas maka anggaran produksi dengan metode kombinasi adalah
sebagai berikut:

Uraian Tri I Tri II Tri III Tri IV Jumlah

Rencana Penjualan 4.000 4.300 2.000 3.500 13.800


Persediaan Akhir 2.500 2.000 1.700 1.400 2.000
Jml brg yg tersedia 6.500 6.300 3.700 4.900 21.400
Persediaan Awal 3.000 2.500 2.000 1.700 3.000
Rencana Produksi 3.500 3.800 1.700 3.200 18.400

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Induk anggaran adalaha sebuah anggaran komprehensif yang menyatakan keseluruhan


rencana bisnis bagi keseluruhan perusahaan untuk suatu periode yang mencakup satu tahun
atau kurang.

Proses penganggaran bermula dari prakiraan penjualan,yang menetapkan taksiran


penjualan dan harga jual per unit. Prakiraan penjualan, yang disusun oleh manajer penjualan
didasarkan pada analisis kondisi ekonomi secara umum, tren industry, dan prospek
perusahaan. Dari sinilah anggaran penjualan disusun. Berikutnya, anggaran produksi disusun
berdasarkan prospek penjualan dan tingkat persediaan yang dikehendaki. Anggaran produksi
dan anggaran penjualan menjadi landasan yang dipakai untuk menyusun anggaran-anggaran
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead pabrikasi, persediaan akhir barang
jadi,dan overhead pabrikasi. Hasil-hasil yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan usaha
dirangkum dalam laporan laba rugi dianggarkan. Akhirnya, hasil financial dari kegiatan-
kegiatan usaha dirangkum dalam anggaran kas dan neraca dianggarkan.

B. Saran

Dari uraian pembahasan di atas penulis menyarankan kepada pembaca sekalian agar
manfaat dari pembahasan mengenai anggaran dapat memberikan wawasan positif. Dimana
sisi positif dari uraian tersebut bisa dijadikan sebagai bahan untuk menambah pengetahuan
tentang anggaran tersebut.

13
DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, Gunawan dan Marwan Asri. 1995. Anggaran Perusahaan 1. Edisi 3, Cetakan kedelapan.
Yogyakarta : BPFE UGM.

Apandi Nasehatun. 1999. Budget & Control : Sistem Perencanaan dan Pengendalian Terpadu.
Konsep dan Penerapan. Edisi 1. Jakarta : Penerbit Grasindo.

Ellen Christina dkk.2002.Anggaran Perusahaan.Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama

https://purnamiap.blogspot.com/2017/01/pendekatan-dalam-penyusunan-anggaran.html?m=1
10.30 tgl 23 september 2019

14