Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara


disebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN) terdiri dari Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau
diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangundangan, memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas, serta mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Selama proses pelatihan dasar berlangsung, CPNS akan dihadapkan pada nilai-nilai
dasar ANEKA yang nantinya diharapkan dapat diterapkan pada kegiatan sehari-hari di
Instansi tempat kerja. Untuk dapat mempermudah dalam proses aktualisasi nilai-nilai dasar
ANEKA tersebut maka diakhir pelatihan dasar nantinya para peserta akan dibimbing untuk
menyusun rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA.Dalam penyelenggaraannya setiap
pegawai ASN dituntut untuk mengenal, memahami nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)
serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN tersebut. Sebagai seorang
yang baru saja bergabung dalam lingkup pemerintahan, dan berstatus sebagai CPNS, adalah
menjadi kewajiban untuk mengikuti Pelatihan Dasar sebagai salah satu syarat agar dapat
diangkat sebagai PNS. Di dalam kegiatan Pelatihan Dasar ini pula, maka CPNS kemudian
diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar profesi ASN.

Proses pengenalan ini kemudian dilanjutkan dengan pengaktualisasian nilai-nilai


dasar profesi ASN, dimana aktualisasi nilai dasar ini menjadi penting sebagai bukti bahwa
CPNS mengerti serta dapat menghayati nilai-nilai dasar profesi yang telah diberikan. Selain
itu proses ini dapat digunakan sebagai media untuk menyebarkan nilai-nilai ANEKA kepada
para PNS yang berada di lokasi aktualisasi. Adapun isu yang akan di angkat dalam habituasi
nanti terkait dengan isu yang ada di Rutan Kelas II B Buntok yakni permasalahan belum
optimalnya kebersihan dan penerangan lingkungan Dapur Rutan Kelas II B Buntok.
Permasalahan isu ini perlu diangkat dikarenakan penyediaan seluruh makanan WBP di Rutan
Kelas II B Buntok menjadi bagian tugas dari dapur Rutan Kelas II B Buntok. Dalam Undang-
undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan menyebutkan
bahwa salah satu hak-hak dari narapidana adalah mendapatkan makanan yang layak.
Makanan yang memenuhi syarat kesehatan atau makanan sehat adalah makanan higienis,
bergizi dan berkecukupan. Makanan yang higienis adalah makanan yang tidak mengandung
kuman penyakit atau zat yang dapat membahayakan kesehatan. Makanan yang bergizi adalah
makanan yang cukup mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dalam
jumlah yang seimbang sesuai dengan kebutuhan. Makanan yang berkecukupan adalah
makanan yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh pada usia dan kondisi tertentu. Selain
memenuhi persyaratan pokok tersebut, perlu diperhatikan juga cara memasak makanan, suhu
makanan pada saat disajikan, dan bahan makanan yang mudah dicerna. Untuk mendapatkan
makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan, maka perlu diadakan pengawasan
terhadap higiene dan sanitasi makanan dan minuman.

Berdasarkan uraian diatas kami tertarik mengkaji hal tersebut ke dalam bentuk
rancangan aktualisasi habituasi di Rutan Kelas II B Buntok dengan Judul “OPTIMALISASI
KEBERSIHAN DAN PENERANGAN LINGKUNGAN DAPUR UNTUK
MENINGKATKAN KEBERSIHAN MAKANAN WARGA BINAAN “.

B. TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah untuk menginternalisasikan


nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi
(ANEKA) serta peran dan kedudukan ASN dalam NKRI yaitu Manajemen ASN, Whole Of
Goverment (WOG), serta Pelayan Publik sehingga diharapkan dapat membentuk ASN yang
professional yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional dan
mewujudkan cita-cita bangsa.

C. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup laporan aktualisasi ini peserta diharapkan mampu mengidentifikasi,


menyusun dan menetapkan isu atau permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan,
mendeskripsikan keterkaitan antara isu dan kegiatan yang diusulkan dengan substansi mata
pelatihan manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of Government, baik secara
langsung ataupun tidak langsung, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi Pegawai
Negeri Sipil, yang terdiri dari lima nilai dasar, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di
instansi masing-masing. Ruang lingkup pembahasan rancangan aktualisasi ini yaitu Rutan
Kelas IIB Buntok dalam hal Optimalisasi kebersihan dapur untuk menjaga kehigienisan
makanan Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Buntok
BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Profil Rutan Kelas II B Buntok

1. Wilayah Kerja
Rumah Tahanan Negara Kelas II B Buntok merupakan salah satu Unit
Pelaksana Teknis (UPT) dari Kantor Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan
Tengah. Rumah Tahanan Negara Kelas II B Buntok atau yang lebih dikenal
dengan Rutan Buntok berdiri pada tahun 1983 yang sebelumnya merupakan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II pada tahun 1980. Dibangun diatas tanah
seluas 20.000 M2 dan memiliki luas bangunan 950 M2 yang berlokasi di Jalan
Pahlawan Km. 5, Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan
Tengah.

Gambar 2. 1 Kantor Rutan Kelas II B Buntok

Adapun perincian bangunan yang ada di Rutan Kelas II B Buntok adalah sebagai
berikut :
 Ruang Kantor
 Aula Dalam dan Luar
 Bengkel Kerja (Pencucian Mobil dan Motor)
 Ruang Ibadah (Masjid dan Gereja)
 Ruang Perpustakaan
 Ruang Dapur dan Gedung
 Ruang Poliklinik
 Ruang Kunjungan
 Kolam Ikan
 Kolam Penampungan Air

 4 Blok Hunian yang terdiri dari :


1. Blok A untuk Narapidana khusus Narkotika
2. Blok B untuk Narapidana Umum
3. Blok C untuk Narapidana Wanita
4. Blok D untuk Narapidana Asimilasi dan Tahanan Pendamping
Terdapat 6 unit pos jaga bawah, pos jaga atas 4 unit, Menara air ada 1
unit. Rumah Tahanan Negara Kelas II B Buntok mempunyai daya tampung
sebanyak 150 orang. Dimana setiap Blok terdiri dari 9 (Sembilan) kamar sampai
dengan 13 (tiga belas) kamar yaitu sebagai berikut :
1. Blok A yang berkapasitas 35 (tiga puluh lima) orang sebanyak 9 kamar.
2. Blok B yang berkapasitas 55 (lima puluh lima) orang sebanyak 12 kamar.
3. Blok C yang berkapasitas 25 (dua puluh lima) orang sebanyak 9 kamar.
4. Blok D yang berkapasitas 35 (tiga puluh lima) orang sebanyak 13 kamar.

2. Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas II B Buntok

Petugas Rutan Buntok sebagai ujung tombak dalam pembinaan warga


binaan pemasyarakatan haruslah memiliki pembagian tugas untuk menjalankan
proses pembinaan secara maksimal. Maka dari itu dalam kesehariannya Rutan
Kelas II B Buntok memiliki struktur jabatan untuk membagi tugasnya masing-
masing. organisasi yang ada di Rutan Kelas II B Buntok adalah sebagai berikut
:Adapun struktur

Mastur A. Md. IP., S. H., M. M.


KEPALA

M. Nur, S. H. Ahmad, S. H. Saiful, S. H.


Ka. KPR Kasubsi Pelayanan Tahanan Kabsubsi Pengelolaan

Regu Pengamanan I Staf Staf

Regu Pengamanan II

Regu Pengamanan III

Regu Pengamanan IV

P2U

Staf

Gambar 2. 2. Struktur Organisasi Rutan Kelas IIB Buntok


organisasi yang ada di Rutan Kelas II B Buntok adalah sebagai berikut :
Tugas dari masing-masing Subsi dari Rutan Kelas II B Buntok adalah sebagai berikut
A. Kesatuan Pengamanan Rutan
Mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban Rutan.

B. Subsi Pelayanan Tahanan


Mempunyai tugas melakukan pengadministrasian dan perawatan,
mempersiapkan pemberian bantuan hokum dan penyuluhan bagi WBP.

C. Subsi Pengelolaan
Mempunyai tugas melakukan pengurusan keuangan, perlengkapan, rumah
tangga, dan kepegawaian di lingkungan Rutan.

3. Pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

Rutan Kelas II B Buntok rutin memberikan pembinaan kerohanian untuk para


WBP. Untuk yang beragama Islam rutin dilakukan kegiatan pengajian dengan
metode pembelajaran Iqra’ dan Al Qur’an serta ceramah agama setiap Kamis.
Setiap Jumat dilakukan sholat Jumat secara berjamaah dan pihak Rutan melakukan
pendataan bagi para WBP. Pihak Rutan juga memberikan pembinaan yang lebih
intensif untuk WBP yang jarang melaksanakan kegiatan kerohanian Islam. Pada
Bulan Ramadhan Pihak Rutan senantiasa mengakomodir warga binaan
pemasyarakatan untuk melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah di Masjid At-
Taubah Rutan Buntok. Selama Bulan Ramadhan pun pihak Rutan mengadakan
pesantren kilat baik untuk WBP. Kegiatan keagamaan lainnya juga rutin diadakan
di Rutan Buntok seperti Peringatan Maulid Nabi, Isra’ miraj, Hari Raya Idul Fitri,
Hari Raya Idul Adha, dan lain-lain.

Untuk warga binaan pemasyarakatan yang beragama Kristen, pihak Rutan


Kelas II B Buntok juga telah menyediakan gereja untuk melaksanakan ibadah.
Pihak Rutan rutin melaksanakan melaksanakan kegiatan kebaktian tiap hari Senin
dan Kamis yang dipimpin langsung oleh pendeta dari gereja-gereja yang ada di
Kabupaten Barito Selatan. Selain itu pihak Rutan juga rutin melaksanakan
kegiatan-kegiatan lain seperti Perayaan Natal dan Paskah di Gereja Oikumene
Rutan Kelas II B Buntok.

Sebagai bekal para warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas II B Buntok


menyediakan sarana pembekalan keterampilan. Seperti keterampilan memasak,
berkebun, dan budidaya ikan. Pada akhirnya nanti, kesemua kegiatan pembinaan
tersebut akan bermuara kepada warga binaan pemasyarakatan itu sendiri dalam
menjalani kehidupan setelah bebas nanti.

3. Sarana Kesehatan di Rumah Tahanan Negara


Dalam penunjang kondisi kesehatan tubuh warga binaan pemasyarakatan
pihak Rutan menyediakan klinik kesehatan. Klinik kesehatan Rutan Buntok
menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk para warga
binaan pemasyarakatan. Hal penting lainnya adalah berolah raga, Rutan Buntok
juga melaksanakan kegiatan futsal, volly ball, tenis meja, dan badminton di
lapangan tengah Rutan Buntok. Tak lupa setiap hari Sabtu dilaksanakan kegiatan
senam pagi dengan mendatangkan instruktur senam lokal.

Petugas Rutan Kelas II B Buntok sebagai pembina warga binaan


pemasyarakatan harus menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas yang
harus diembannya untuk menjadi suri tauladan bagi warga binaan pemsyarakatan.
Rutan Kelas II B Buntok akan senantiasa meningkatkan kualitas pembinaan untuk
warga binaan pemasyarakatan agar dapat menjadi insan yang bermanfaat untuk
masyarakat bangsa dan negara setelah bebas nanti.

B. Visi dan Misi

Adapun Visi dan Misi Rutan Kelas II B Buntok adalah :

a. Visi

Memulihkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan warga


binaan pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan
Yang Maha Esa.

b. Misi

Meningkatkan :
1. Kualitas Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kualitas Intelektual.
3. Kualitas Sikap dan Perilaku.
4. Kualitas Profesonalisme/ Keterampilan.
5. Kualitas Kesehatan Jasmani dan Rohani.
c. Nilai Organisasi
Untuk membentuk dan merubah perilaku dan pola pikir perlu adanya nilai-
nilai yang menjadi budaya kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi suatu
organisasi, adapun nilai Organisasi yang dimiliki oleh Kemenkumham yaitu
“PASTI” yang mempunyai makna :
1. Profesional : Aparat kementerian hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja
keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya,
menjunjung tinggi etika dan integritas profesional.
2. Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dapat
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau
peraturan yang berlaku.
3. Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama
yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat
dan berkualitas.
4. Transparan : Kementrian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan
dari setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan
pelaksanaanya, serta hasil-hasil yang dicapai.
5. Inovatif : Kementrian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.
C. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

Penulis sebagai petugas satuan pengamanan Rutan Kelas II B Buntok, saat ini
ditugaskan sebagai Petugas Pintu Utama (P2U). Memiliki Sasaran Kinerja Pegawai
(SKP) sebagai berikut :

1. Memeriksa dan menggeledah pegawai yang masuk ataupun keluar.


2. Memeriksa dan menggeledah tahanan atau WBP.
3. Memeriksa dan menggeledah keluarga tahanan yang berkunjung.
4. Meletakkan barang bawaan serta memastikansemua tahap berjalan.

D. Kegiatan Atas Inisiatif Sendiri

Selama masa aktualisasi kegiatan atas inisiatif sendiri yang akan saya lakukan
yaitu :
1. Membuat Baner / Spanduk bertemakan kebersihan
2. Membuat jadwal piket kebersihan dapur
3. Membuat Usulan Penyediaan dan peningkatan peralatan penunjang kebersihan
4. Membuat usulan penyediaan apron untuk memasak bagi juru masak di dapur
5. Sosialisasi dan internalisasi budaya kebersihan kepada para juru masak di
dapur.
6. Melaksanakan kontrol dan pengawasan kegiatan piket kebersihan lingkungan
dapur, serta pengwasan dan seleksi bahan makanan yang akan di masak
7. Mengurangi Produksi sampah dengan mendaur ulang barang bekas di dapur
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teori
1. Nilai – nilai dasar
Untuk menjadi seorang pelayan publik yang professional diperlukan
pembekalan kepada PNS dengan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dikenal dengan
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi).

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai baik oleh individu, kelompok maupun organisasi sesuai amanah
masing-masing. Nilai-nilai dasar akuntabilitas yaitu :

a. Tanggung Jawab (responsibilitas)

b. Integritas

c. Keadilan

d. Kejelasan Laporan

e. Konsistensi

f. Kejujuran

g. Netralitas

h. Menghindari praktek kecurangan dan perilaku korup

i. Penggunaan sumber daya milik Negara

j. Penyimpanan dan penggunaan data serta informasi pemerintah

k. Mengatasi konflik kepentingan


2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.


Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu
terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat
nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, setiap
penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.

Nilai-nilai nasionalisme yaitu :

a. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,

b. Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.

c. Nilai persatuan Indonesia.

d. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat

e. Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

f. Kerja keras.

g. Disiplin.

h. Tidak diskriminatif.

i. Cinta tanah air.

j. Rela berkorban

3. Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Nilai-nilai dasar etika publik yaitu :

a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara pancasila.


b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
c. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak. d. Membuat
keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
d. Menciptakan lingkungan kerja yang tidak diskriminatif.
e. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika publik.
f. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya pada publik.
g. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
h. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat akurat
berdaya guna berhasil guna dan santun.
i. Mengutamakan kepemimpinan yang berkualitas tinggi.
j. Menghargai komunikasi konsultasi dan kerja sama.
k. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
l. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
4. Komitmen Mutu
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama
mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi ada beberapa nilai yang
harus ada pada komitmen mutu seperti :

a. Tepat waktu
b. Sesuai SOP
c. Akurasi
d. Kerjasama
e. Cepat dan tepat
f. Tanggap
g. Evaluasi
h. Cermat
i. Melakukan yang terbaik
j. Profesional
k. Menerima pembaharuan
l. Tidak mempersulit

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari Bahasa latin corruptio dan corruptus yang berarti
kerusakan atau kebobrokan.Korupsi atau dikenal juga dengan kata rasuah,
mengandung arti tindakan penjabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri,
serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan ilegal
menyalah gunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk
mendapatkan keuntungan sepihak.
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar
anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti korupsi sebagai berikut:
a. jujur, g. sederhana
b. peduli, h. berani
c. mandiri, i. adil
d. disiplin,
e. tanggung jawab,
f. kerja keras,

B. ANALISIS ISU
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis
ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu yang paling layak dan paling tinggi
tingkat kepentingan dari isu tersebut. Disamping itu juga tidak semua isu bisa
dikategorikan menjadi isu aktual, sehingga perlu dilakukan analisis kriteria isu.
Adapun metode analisis kriteria isu yang digunakan yaitu dengan metode AKPK
(Aktual, Kekhalayakan, Problematika, Kelayakan), sedangkan menentukan kualitas
isu dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
AKPK ( Kriteria Isu)
1. Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan di
masyarakat.
2. Kekhalayakan : Isu menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu
dicarikan solusinya sesegera mungkin.
4. Kelayakan : Masuk akal, realisitis, relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.
Pembobotan dan analisis AKPK
Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

Tabel 3. 1 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

ANALISIS KRITERIA ISU DENGAN ALAT ANALISIS AKPK

A K P K
No ISU Total Peringkat
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
Belum optimalnya

1. kebersihan lingkungan 5 4 4 5 18 1
Dapur
Belum optimalnya

2. penggeledahan keluar 3 2 3 4 12 5
masuknya barang
Belum optimalnya

3 peenyediaan Alat 3 4 4 3 14 4
Kesehatan di Klinik
Belum Optimalnya

4. Pembinaan WBP di 3 5 4 3 15 3
Bidang Kerohanian
Belum optimalnya
5. 4 4 4 4 16 2
pelayanan kunjungan

Tabel 3.2 Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

Analisis Kriteria Isu dengan alat analisis AKPK tersebut kemudian diambil tiga nilai tertinggi
yaitu:
1. Belum optimalnya kebersihan lingkungan Dapur
2. Belum optimalnya pelayanan kunjungan
3. Belum Optimalnya Pembinaan WBP di Bidang Kerohanian
kriteria isu yang mendapat ranking tiga besar tersebut kemudian dilkaukan analisis lanjutan
yaitu analisis kualitas isu dengan alat analisis USG.
USG ( Kualitas Isu).
1. Urgency: seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness: seberapas serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan.
3. Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani
sebagaimana mestinya.
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai dengan rentang nilai 1 sampai
dengan 5. Semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat
serius untuk segera ditangani.

ANALISIS KUALIATAS ISU DENGAN MENGGUNAKAN ALAT ANALISIS USG.

N Penilaian Kreteria
JLH PERINGKAT
O Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
Kurang optimalnya
1 kebersihan lingkungan
5 4 4 13 1
. Dapur

Kurang Optimalnya
2
4 4 4 12 2
. pelayanan kunjungan
Kurang optimalnya
3
pelayanan kesehatan bagi 3 4 3 10 3
.
WBP
Tabel 3.3 Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

Berdasarkan penentuan kualitas Isu dengan alat analisis USG maka tergambar ranking
tertinggi yang merupakan isu final yang perlu dicarikan pemecahan masalahnya yaitu :
Kurang optimalnya kebersihan dan penerangan di lingkungan Dapur.

C. Matriks Rancangan

Unit Kerja Rutan Kelas IIB Buntok


Identifikasi Isu 1. Belum optimalnya penggeledahan keluar masuknya barang

2. Belum Optimalnya Sarana Pelaksanaan Prosedur Pelayanan


Kunjungan
3. Belum Optimalnya Kebersihan Lingkungan Dapur

4. Belum Optimalnya Pembinaan WBP di Bidang Kebersihan


5. Belum Optimalnya Penyediaan Alat Kesehatan di Klinik

Isu yang Diangkat Belum Optimalnya Kebersihan Lingkungan Dapur

Gagasan Mengoptimalkan Kebersihan Lingkungan Dapur Untuk


Pemecahan Isu Meningkatkan Kehigienisan Makanan WBP

Tabel 3. 4 . Identifikasi Isu


PENGUATAN
KONSTRIBUSI
KETERKAITAN NILAI
TAHAPAN VISI DAN MISI
NO KEGIATAN OUTPUT HASIL SUBSTANSI MATA ORGANISASI
KEGIATAN DAN
PELAJARAN
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan 1.Menghubungi atasan 1. Lembar Akuntabilitas Melakukan Kegiatan ini
koordinasi menanyakan Persetujuan Transparansi konsultasi dengan memberikan
dengan atasan ketersediaan atasan atasan Menyampaikan latar atasan adalah penguatan dalam
terkait kegiatan 2. Mengatur jadwal belakang dan ide bentuk nilai organisasi
aktualisasi pertemuan dengan 2. Foto pembuatan rancangan perwujudan dari Kemenkumham
atasan kepada atasan secara misi Rutan Kelas PASTI yaitu :
3. Menyampaikan terbuka sesuai data II B Buntok yang
rancangan kegiatan yang ada ketiga yaitu Professional
kepada atasan kualitas Sikap dan Dalam bertindak di
4. Melakukan konsultasi Nasionalisme Perilaku dunia kerja harus
dengan atasan terkait Musyawarah Mufakat melalui prosedur
kegiatan yang akan Proses konsultasi yang suda ada,
dilakukan dengan atasan terkait rancangan
5. Menerima arahan dilakukan dengan aktualisasi ini
yang diberikan oleh mengakomodir ide, sebelum melakukan
atasan saran dan masukan kegiatan harus
atasan agar meminta izin dan
terciptanya kesamaan berkonsultasi kepada
framing dalam proses atasan merupakan
pelaksanaan salah satu sikap
rancangan professional yang
dimiliki ASN.
Persatuan Indonesia
Sinergitas
Proses konsultasi ini Pada tahapan ini
melibatkan atasan terdapat sinergi atau
dan bawahan, kerjasama antara
meskipun terdapat bawahan dan atasan
perbedaan status
jabatan tetapi tetap Transparan
saling menghargai Koordinasi dengan
satu dengan yang atasan merupakan
lainnya salah sikap terbuka
kepada atasan terkait
Etika Publik kegiatan yang akan
Menghargai dilakukan
komunikasi,
konsultasi, dan
kerjasama.
Dalam berkonsultasi
kedua belah pihak
ASN mengedepankan
komunikasi yang baik
dan saling
menghargai pendapat
satu sama lain.

Komitmen Mutu
Efektif
Konsultasi yang
dilakukan efektif
untuk menciptakan
kegiatan yang
berkualitas.

Anti Korupsi
Berani
Dalam proses
konsultasi dapat
menunjukkan sikap
ASN yang berani
menyampaikan ide
dan gagasan secara
terbuka untuk
mencapai tujuan
bersama
2. Membuat 1. Meminta saran dan 1. Daftar inventaris Akuntabilitas: Membuat Kegiatan ini
Spanduk/ Banner pendapat serta spanduk yang Tanggung jawab dan Spanduk/ Banner memberikan
bertemakan berkonsultasi akan dibuat. Transparan bertemakan penguatan dalam
kebersihan kepada Staf bagian 2. Foto Spanduk / Pengajuan isu kebersihan nilai organisasi
dapur untuk Baner kegiatan rancangan perwujudan dari Kemenkumham
menyampaikan 3. Foto kegiatan aktualisasi habituasi misi Rutan Kelas PASTI yaitu :
gagasan ide pemasangan dan yang diangkat kepada IIB Buntok yaitu
pembuatan penataan spanduk Staf dapur Kualitas Profesional dalam
spanduk/baner. dan banner dilaksanakan secara Profesonalisme/ kegiatan karena
transparansi serta Keterampilan. sesuai dengan
2. Menyampaikan Bertanggung jawab bidang tugas
rencana kegiatan dalam implementasi Akuntabel yaitu
Aktualisasi pembuatan dan dengan tanggung
Habituasi kepada penataan jawab membuat
Juru masak dapur spanduk/banner laporan kegiatan.
Sinergitas langsung
3. Merancang dan Nasionalisme: dengan pimpinan.
mencetak Cinta Tanah Air
baner/spanduk yang Pemasangan banner Sinergi
bertemakan tentang dilakukan untuk Kegiatan sosialisasi
kebersihan meningkat kebersihan dan internalisasi
dapur dalam rangka budaya bersih dari
4. Memasang menjamin isi spanduk adalah
spanduk/baner di kehigienisan salah satu bentuk
dapur makaanan WBP perwujudan nilai
meruapakan wujud antara petugas
cinta tanah air dengan WBP. Hal
ini sesuai dengan
Etika Publik : nilai organisasi yaitu
Mengemukakan ide dan Sinergi, dalam
dan gagasan secara nilai PASTI
profesional, santun,
hormat, sopan, jujur
Spanduk dan baner
yang bertemakan
kebersihan, nilai
positif kebersihan,
pentingnya budaya
kebersihan serta isi
spanduk yang sopan
dan santun merupakan
wujud dari nilai etika
publik.

Komitmen mutu:
Efektif dan efisien
Pemasangan
banner/spanduk salah
satu cara efektif dan
efisien untuk
menghimbau para
juru dapur untuk
mejaga kebersihan di
lingkungan dapur

Anti Korupsi:
Peduli, kerja keras,
mandiri
Pemasangan
banner/spanduk
tentang kebersihan
merupakan wujud
kepedulian terhadap
kebersihan lingkungan
dapur dilakukan
dengan kerja keras
dan mandiri

3 Menyusun 1. Berkoordinasi 1. Dokumen Jadwal Akuntabilitas: Menyusun Kegiatan ini


jadwal piket dengan pihak staf piket kebersihan Integritas , tanggung jadwal piket memberikan
kebersihan Dapur dapur mengenai dapur jawab ,transparansi kebersihan Dapur penguatan
penyusunan jadwal 2. Dokumen Bukti Jadwal piket disusun merupakan dalaerupakan m nilai
piket kerbersihan ceklist dengan bertanggung prwujudan misi organisasi
dapur pelaksanaan jawab dan menjunjung Rutan Kelas IIB Kemenkumham
2. Menyusun dan tugas piket nilai integritas serta Buntok yaitu PASTI yaitu :
membuat jadwal kersihan jadwalnya diumumkan Kualitas
piket kebersihan 3. Foto kegiatan secara transparansi Profesonalisme/ Profesional,
dapur Keterampilan. penyusunan jadwal
3. Menyusun dan Nasionalisme: piket dilakukan
membuat uraian Bermusyawarah dengan profesional
tugas kegiatan Penyusunan jadwal adil serta
piket kebersihan piket dilakukan Transparan, dalam
tersebut. dengan musyawarah mengumumkan hasil
4. Memasang jadwal untuk menghasilkan penyusunan jadwal
piket di dapur keputusan bersama piket membersihkan
5. Sosialisasi jadwal yang lingkungan dapur,
piket kepada WBP bertanggungjawab serta pihak yang
yang menjadi juru yang merupakan slaah terkait berSinergi
masak di dapur satu pengamalan sila dalam menyusun
pelaksana piket ke 4 Pancasila jadwal piket
6. Membuat daftar
ceklist pelaksanaan Etika Publik:
piket. Cermat, Tidak
memihak,
Komunikatif, Sopan,
Profesional
Penyusunan jadwal
piket dilakukan
dengan profesional
dan cermat serta adil
Tidak memihak
beberapa pihak serta
penyampaian jadwal
dilakukan dengan
komukatif yang baik
dan sopan

Komitmen mutu:
Efektif dan Efisien
Penyusun jadwal piket
kebersihan efektif dan
efisien dalam menjaga
kebersihan lingkungan
dapur yang secara
sama rata melibatkan
juru dapur
membersihkan
lingkungan dapur
setiap harinya
Anti korupsi:
Jujur, mandiri, kerja
keras,peduli
Penyusunan jadwal
piket dilakukan
dengan jujur dan
mandiri serta kerja
keras yang di dasarkan
kepedulian terhadap
kebersihan lingkungan
dapur

4. Menyediakan 1. Membuat Daftar in 1. Rekapan Akuntabilitas: Mengusulkan Kegiatan penyediaan


peralatan 2. ventarisir peralatan peralatan Tanggung jawab Penyediaan dan dan peningkatan
penunjang kebersihan dapur kebersihan Bertanggung jawab peningkatan peralatan penunjang
kebersihan yang akan di beli dapur yang akan dalam penyediaan peralatan kebersihan berkaitan
seperti : ember, di beli. peralatan penunjang penunjang dengan nilai PASTI,
sapu, Kain Pel, 2. Tersedia kebersihan kebersihan yakni:
Pembersih lantai, peralatan merupakan Profesional dalam
sabun pencuci kebersihan : Nasionalisme: perwujudan dari pengadaan peralatan
tangan, sabun  Sapu Cinta tanah air misi Rutan Kelas kebersihan,
pencuci piring, dll  Kain pel Salah satu bentuk IIB Buntok yaitu akuntabel dalam
3. Penataan peralatan  Ember Cinta tanah air dengan Kualitas Sikap meletakkan dan
kebersihan dapur  Sabun cuci rela berkorban materi dan Perilaku. menata peraaltan
4. Pemeliharaan tangan dan waktu untuk kebersihan, sinergis
peralatan kebersihan  Sabun cuci pemenuhan kebutuhan dengan WBP dalam
yg sudah ada. piring instansi kerja rangka
 Pembersih pemeliharaan,
lantai Etika publik: Transparan dalam
3. Foto / Sopan, Profesional, pengadaan dan
dokumentasi cermat penggunaan dana
Dalam kegiatan dan inovatif dalam
penyedian alat penyediaan alat
kebersihan ini terkait kebersihan yang
nilai etika public akan di beli.
yakni Sopan dalam
mengusulkan
penyediaan alat
kebersihan serta
profesional dan
cermat dalam menata,
dan memelihara alat
kebersihan yang sudah
ada

Komitmen mutu:
Efektif dan Efisien
Penyediaan alat
kebersihan efektif dan
efisien untuk
meningkatkan
kebersihan lingkungan
dapur

Anti korupsi:
Jujur, Mandiri
Jujur dalam pelaporan
penggunaan
keuangan,
Mandiri dalam
kegiatan penyediaan
perlengkapan
kebersihan serta cepat
dan tepat dalam
penyediaan peralatan
kebersihan.
5. Menyediakan 1. Merencanakan dan Akuntabilitas: Mengusulkan dan Kegiatan ini
apron untuk menginventarisir Tanggung jawab dan menyediakan memberikan
memasak bagi jumlah dan item Bertanggung jawab penggunaan apron penguatan
juru masak di penyedian pakaian melakukan untuk memasak dalaerupakan m nilai
dapur untuk memasak penyediaan apron bagi juru masak organisasi
yang akan di ajukan. khusus untuk di dapur Kemenkumham
2. penyediaan pakaian memasak, memimpin merupakan PASTI yaitu :
khusus untuk pembagian pakaian perwujudan dari Kegiatan ini
memasak kepada juru masak misi organisasi mencakup beberapa
3. Menerapkan budaya secara adil. yaitu Kualitas nilai organisasi
memakai pakaian Sikap dan diantaranya
khusus memasak yg Nasionalisme: Perilaku. Akuntabel dan
telah ada setiap Nilai sila ke-5 bertanggung jawab
kegiatan memasak. Keadilan dalam pelayanan
Adil dalam pembagian sarana apron
apron kepada juru memasak , serta
masak di dapur inovatif ,mempunyai
merupakan wujud inisiatif untuk
nilai nasionalisme. penyediaan apron
khusus untuk
Etika Publik: memasak agar
Cermat pemenuhan makanan
Melaksanakan yang sehat, bersih
pengawasan dan layak dapat
pembagian apron tercapai.
dengan disiplin dan
cermat serta tanpa
tekanan.

Komitmen mutu:
Efektif dan efisien ,
orientasi mutu
Efektif dan efisien
dana dalam
penyediaan apron
khusus untuk
memasak, pemilihan
bahan apron yang
berkualitas,
merupakan wujud dari
nilai komitmen mutu.

Anti korupsi:
Transparan
Transparan dalam
penyediaan apron
khusus untuk
memasak, baik dari
segi harga, jumlah
maupun kualitas.

6 Membuat Rak 1. Membuat desain rak 1. Foto desain Rak Akuntabilitas: Membuat Rak Kegiatan ini
penyimpanan yang akan dibuat 2. Foto proses Tanggung Jawab penyimpanan memberikan
bumbu-bumbu 2. Menyiapkan alat dan pembuatan Bertanggung jawab bumbu-bumbu penguatan
dapur bahan 3. Foto rak yang Membuat Rak dapur merupakan dalaerupakan m nilai
3. Membuat rak telah dibuat penyimpanan bumbu- perwujudan dari organisasi
penyimpanan bumbu- bumbu dapur selesai misi organisasi Kemenkumham
bumbu dapur merupakan wujud meingkatan PASTI yaitu :
akuntabilitas terhadap Kualitas
kegiatan. Profesonalisme/ Profesional
Keterampilan pembuatan rak
Nasionalisme: dilakukan dengan
Rela Berkorban profesional dan
Rela bekorban materi, cermat
tenaga, pikiran dan Akuntabel
waktu untuk membuat Bertanggung jawab
rak penyimpanan dalam pembuatan
bumbu-bumbu dapur rak
demi kemajuan Inovatif
organisasi merupakan Pembuatan rak
perwujudan dari nilai untuk penyimpanan
nasionalisme. bumbu merupakan
Salah satu bentuk
Etika Publik: tindakan inovatif
Disiplin,Sopan,Cerm
at
Melaksanakan
pembuatan rak bumbu
dengan disiplin, sopan
santun dan cermat
serta tanpa tekanan
merupakan wujud
nilai etika publik.

Komitmen mutu:
Efektif dan Efisien
Pembuatan rak
penyimpanan bumbu
efektif dan efisien
dalam meningkatkan
kebersihan dapur

Anti korupsi:
Transparan dalam
pembuatan dan
Membuat Rak
penyimpanan bumbu-
bumbu dapur dari
segi harga, jumlah
maupun kualitas
adalah bentuk nilai
anti korupsi.
7. Mengurangi 1. Melakukan 1. Foto kumpulan Akuntabilitas Mengurangi Kegiatan ini
Produksi sampah koordinasi dengan barang bekas Tanggung jawab Produksi sampah memberikan
dengan mendaur juru dapur mengenai 2. Foto proses Membuat daur ulang dengan mendaur penguatan
ulang barang kegiatan daur ulang pendaur ulangan serta membimbing ulang barang dalaerupakan m nilai
bekas di dapur barang bekas di dapur barang bekas para juru dapur dalam bekas di dapur organisasi
2. Mengumpulkan 3. Foto hasil daur proses pembuatannya merupakan Kemenkumham
barang bekas yang ulang barang merupakan bentuk perwujudan misi PASTI yaitu :
bisa di daur ulang bekas tanggung jawab dalam Rutan Kelas IIB , yakni:
3. Menyipkan alat yang mengurangi sampah di Buntok yaitu Pembimbingan
diperlukan dapur meningkatkan pembuatan
4. Membimbing para kuslitas pembuatan daur
juru dapur dalam Nasionalisme profesionalisme/k ulang dilakukan
proses daur ulang Cinta tanah air eterampilan dengan Profesional
barang bekas didapur Barang bekas didaur dan bertanggung
ulang untuk jawab selama
mengurangi produksi kegiatan berlangsung
sampah merupakan yang berSinergi
wujud dari cinta tanah dengan juru dapur
air dalam pembuatan
daur ulang untuk
Etika Publik mengurangi produksi
Cermat sampah
Pendaur ulangan
sampah dilakukan
dengan cermat
sehingga proses daur
ulang dapat lebih
efiesien untuk
mengurangi sampah

Komitmen mutu
Efektif, Efisien
Membuat daur ulang
barang bekas dinilai
efektif dan efisien
mengurangi sampah
sehingga kebersihan
tetap terjaga

Anti Korupsi
Peduli,Mandiri
Prosed daur ulang
dilakukan karna
kepedulian dalam
mengurangi produksi
sampah dan
dilaksanakan dengan
mandiri

8. Sosialisasi dan 1. Mempersiapkan 1. Print out Materi Akuntabilitas: Sosialisasi dan Kegiatan ini
internalisasi tempat untuk sosialisasi Tanggung jawab dan internalisasi memberikan
budaya melaksanakan tentang Integritas budaya penguatan
kebersihan sosialisasi dengan kebersihan Bertanggung jawab kebersihan dalaerupakan m nilai
kepada para juru tepat waktu dan dan berintegritas kepada para juru organisasi
masak di dapur. bertanggung jawab 2. Foto kegiatan tinggi dalam masak di dapur Kemenkumham
2. Melakukan penyampaian dan merupakan PASTI yaitu :
sosialisasi dan 3. Daftar hadir penerimaan materi perwujudan dari
internalisasi tentang peserta sosialisasi merupakan Kualitas Kegiatan ini
kebersihan secara wujud nilai Profesonalisme/ berkontribusi
umum kepada juru 4. Video kebersihan akuntabilitas. Keterampilan. langsung dengan
masak dapur Lapas Profesional dalam
terbaik Nasionalisme: menyampaikan
Nilai sila ke-2 sosialisasi kepada
Kemanusiaan pihak pihak dapur
Sosialisasi dan Transparan,
internalisasi budaya Sosialisasi dilakukan
kebersihan kepada secara terbuka dan
para juru masak di bertanggung jawab
dapur merupakan
wujud kepedulian
terhadap kebersihan
dapur guna
meningkatkan
kehigienisan makanan
WBP

Etika Publik:
Sopan, Profesional
penyampaian materi
sosialisasi dan
internalisasi budaya
kebersihan kepada
juru masak di dapur
dilakukan dengan
sopan ,satun dan
profesional
Merupakan wujud
nilai etika publik.
Komitmen Mutu
Efektif, Efisien
Kegiatan sosialisasi
kebersihan di
lingkungan dapur
efektif dan efisien
untuk di phami oleh
setiap juru dapur

Anti korupsi:
Tanggung Jawab,
Peduli, Mandiri
bertanggung jawab
dan mandiri dalam
melaksanakan
kegiatan sosialisasi
merupakn wujud
kepedulian terhadap
kebersihan lingkungan
dapur untuk
menunjang
kehigienisan makanan
WBP
9 Melaksanakan 1. Pelaksanaan 1. Foto / Melaksanakan
kontrol dan pengwasan piket dokumentasi Akuntabilitas: kontrol dan Kegiatan ini
pengawasan kebersihan dapur kegiatan. Tanggung jawab, pengawasan memberikan
kegiatan piket 2. Pelaksanaan Integritas kegiatan piket penguatan
kebersihan pengawasan dan Bertanggung jawab kebersihan dalaerupakan m nilai
lingkungan seleksi bahan dan berintegritas lingkungan dapur, organisasi
dapur, serta makanan yang akan tinggi merupakan serta pengawasan Kemenkumham
pengawasan dan di masak, baik dari wujud dari nilai dan seleksi bahan PASTI yaitu :
seleksi bahan kualitas, jenis, akuntabilitas dan makanan yang
makanan yang kuatntitas dll. tanggung jawab akan di masak Kegiatan ini
akan di masak terhadap Pengawasan merupakan berkontribusi
kegiatan piket perwujudan dari langsung dengan
kebersihan lingkungan misi Kualitas Profesional dalam
dapur, serta Sikap dan pengawasan
pengawasan dan Perilaku. kebersihan serta
seleksi bahan pengawasan bahan
makanan yang akan di makanan yang akan
masak di masak lingkungan
dapur pada
Nasionalisme: khususnya dan
Nilai Sila kedua lingkungan Rutan
Kemanusiaan
Adanya rasa
kepedulian terhadap
kebersihan lingkungan
dapur, nilai rela
bekorban demi
memajukan
kesejahteraan WBP
terkait penyediaan
makanan yang bersih
dan sehat merupakan
Implementasi dari
nilai sila kedua
pancasila
kemanusiaan

Etika Publik:
Sopan, Profesional,
Integritas
Pengawasan dilakukan
dengan profesional
dan menjunjung tinggi
integritas serta sopan
dalam bersikap.
Komitmen Mutu:
Efektif dan efisien
Melakukan
pengawasan secara
langsung efektif dan
efisien dalam
meningatkan
kebersihan dapur
sehingga dengan
pengawasan mampu
meningkatkan
kedisiplinan juru
masak dalam
melaksanankan piket
hariannya.

Anti korupsi:
Bertanggung jawab,
Jujur,Disiplin
Pengawasan dilakukan
secara bertanggung
jawab dan jujur sesuai
dengan keadaan yang
sebenarnya dan
disiplin dalam
melakukan
pengawasan
D. Jadwal Kegiatan Aktualisasi (Habituasi)

01 Oktober – 27 Oktober 2019

Kegiatan Minggu Ke

1 2 3 4

1 Melakukan koordinasi dengan


KaKPR dan Karutan
mengenai pengarsipan
distribusi obat dari
pengunjung kepada warga
binaan pemasyarakatan.
2 Melakukan koordinasi dengan
perawat di Rumah Tahanan
Buntok mengenai pengarsipan
distribusi obat - obatan dari
pengunjung kepada warga
binaan.
3 Mencari tahu jenis penyakit
apa yang sering dialami oleh
warga binaan di Rumah
Tahanan Buntok
4 Berkoordinasi dengan
Apoteker atau orang yang ahli
dibidang obat - obatan untuk
menambah pengetahuan jenis
dan fungsi obat yang sering
digunakan oleh warga binaan
pemasyarakatan Rumah
Tahanan Buntok.
5 Membuat rancangan buku
isian distribusi obat obatan
dari pengunjung kepada warga
binaan pemasyarakatan di
Rumah Tahanan Buntok.
6 Membuat banner tentang
bahaya memberikan obat
sembarangan tanpa tahu
fungsi dan manfaatnya di
Rumah Tahanan Buntok.
7 Mensosialisasikan kepada
Petugas Penjaga Pintu Utama,
pentingnya pengunjung
mengisi buku distribusi obat -
obatan.
8 Mengevaluasi kegiatan yang
telah dilakukan.