Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA

SEKRETARIAT DAERAH
Jl. Kartini No. 1 Telp. ( 0291 ) 591492 ( 10 saluran ) Fax. 591037 Tlx. 227764
J E P A R A 59411

Jepara, 16 September 2019


Kepada

Yth. .......................................................

.......................................................

di-
JEPARA

SURAT EDARAN

NOMOR: 431/9799

Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor


065/0016031/2019 tentang Penggunaan Pakaian Adat/Tradisional Jawa
Tengah, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pada tanggal 10 setiap bulan kepada seluruh Pegawai di Lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara agar memakai Pakaian Adat
sebagai pakaian dinas.
2. Jika pada tanggal 10 merupakan hari libur nasional maka penggunaan
pakaian adat tidak diganti dengan hari lain.
3. Pakaian adat yang digunakan adalah pakaian adat Kabupaten Jepara
sesuai yang tertuang dalam perbup nomor 430/311 Tahun 2001 tentang
Busana Tradisional Kabupaten Jepara dengan gambar sebagaimana
terlampir.
4. Penggunaan pakaian adat dilingkungan Rumah Sakit hanya untuk petugas
administrasi, sedangkan untuk tenaga pelayanan kesehatan tetap
menggunakan pakaian dinas khusus operasional rumah sakit.
5. Kain yang digunakan sebagai pakaian adat adalah Kain Tenun Troso
dengan motif “Hujan Gerimis”.
6. Pada saat jadwal penggunaan pakaian adat/tradisional Kabupaten Jepara
bersamaan dengan pelaksanaan tugas kedinasan luar, maka
menggunakan PDH Batik/Tenun.
7. Ketentuan ini berlaku berlaku mulai 1 Oktober 2019

Demikian untuk menjadikan perhatian dan terimakasih.

a.n. BUPATI JEPARA


SEKRETARIS DAERAH

EDY SUJATMIKO, S.Sos, MM, MH


Pembina Utama Muda
NIP. 19690717 198803 1 001
I. Model Pakaian Adat
A. Pakaian Adat Pria

Pakaian adat Pria terdiri dari :


1. Beskap dengan bentuk krah berdiri dibuat
dari bhan Tenun “Hujan Gerimis”. Di ujung
leher bagian depan diberikan variasi
sebuah kancing warna emas.
2. Rompi warna putih dengan krah berdiri.
3. Celana panjang warna hitam
4. Sarung dililitkan sebatas paha dengan
lipatan menggantung di bagian muka
menggunakan tenun ikat ragam hias
jepara.
5. “Sabuk Gadok” bahan kulit
6. Cumbrik menyerupai “alif” dari kayu ukir
motif daun dan bungan disematkan di
pinggang bagian kanan.
7. Selop Warna Hitam
8. Kalung ulur sebagai bros, disematkan di
pangkal leher sebelah kanan dan
terhubung ke saku sebelah kiri
9. Ikat Kepala gaya pesisiran.

B. Pakaian Adat Wanita

Pakaian Adat Wanita terdiri dari :


1. Kebaya Kartini sebatas lutut, dibuat dengan
Tenun motif “Hujan Gerimis”. Variasi :
bentuk melingkar di ujung kebaya serta
kutubaru berbentuk segitiga
2. Renda emas yang dipasang di kanan kiri
krah kebaya hinga melingkar di leher
bagian belakang serta di ujung lengan.
3. Kemben warna hitam sebagai kamisol
4. Kain/sarung bahan Tenun dengan motif
Ragam Hias Jepara dililitkan sebagai
bawahan tanpa wiron.
5. Selendang warna dengan motif sepadan
dengan kain sarung.
6. Bagi yang tidak berjilbab rambut ditata
sedemikian rupa agar terlihat rapi (tidak
terurai).
7. Klompen/Sandal jinjit
II. Contoh Kain Tenun Ikat Jepara motif “Hujan Gerimis”