Anda di halaman 1dari 17

Home Sipil Arsitektur Download Tutorial Artikel Translate

Info Teknik Sipil

Search here ...

Beranda » Tanpa Label » Metode Pelaksanaan Jalan

METODE PELAKSANAAN JALAN


TRANSLATE
Add Comment Friday, 14 April 2017

Ø DIVISI 1. UMUM
v Mobilisasi & Demobilisasi
Translate Widget by Google

Sebelum memulai pekerjaan, atas persetujuan direksi terlebih dahulu dilakukan mobilisasi alat yang digunakan dalam
pekerjaan seper : Galian tanah berbatu dengan alat berat excavator. Untuk demobilisasi atau pemulangan alat
excavator ke besecamp. Selain itu pada pekerjaan persiapan awal ini yang paling pen ng adalah mempelajari situasi Live Traffic Feed
lapangan dan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan dalam bestek, untuk pertama pemasangan plang A visitor from Bandung, Jawa
proyek selanjutnya memulai pengukuran pada lokasi pekerjaan, yaitu berupa situasi, potongan memanjang, Barat viewed "Metode
potongan melintang, yang dituangkan dalam gambar, termasuk gambar konstruksi, yang disesuaikan Pelaksanaan Jalan ~ Info Teknik
dengan lapangan, dan disertai dengan foto dokumentasi, juga gambar-gambar kerja (shop Drawing). Pada Sipil"
A visitor 2 mins
fromago Indonesia viewed
bagian-bagian konstruksi yang kurang jelas harus diperjelas.
"Metode Pelaksanaan Jalan ~
Kemudian perlu diadakan koordinasi dengan pihak proyek beserta masyarakat setempat (pemuka masyarkat Info Teknik Sipil" 6 hrs 5 mins
setempat), guna dapat membicarakan masalah-masalah yang mungkin mbul apabila pekerjaan ini dimulai, A
agovisitor from Indonesia viewed
baik menyangkut teknis maupun non teknis. "Metode Pelaksanaan Jalan ~
Info Teknik Sipil" 9 hrs 30 mins
v Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas A
agovisitor from Indonesia viewed
Dalam melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan se ap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari "Metode Pelaksanaan Jalan ~
awal. Pelaksanaan Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di lapangan diusahakan dak mengganggu arus Info Teknik Sipil" 10 hrs 17
lalu lintas. Ak fitas arus lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna A
minsvisitor
ago from Jakarta, Jakarta
jalan raya. Raya viewed "Metode
§ Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai ketentuan. Pelaksanaan Jalan ~ Info Teknik
Sipil"
A visitor 10 from
hrs 41Manokwari,
mins ago Irian
§ Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan dengan
seluruh personil yang terkait. Jaya Barat viewed "Metode
Pelaksanaan Jalan ~ Info Teknik
§ Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan se ap jenis pekerjaan di lapangan.
Sipil"
A visitor 13 from
hrs 38Jakarta,
mins ago
Jakarta
§ Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat dan benar. Raya viewed "Metode
§ Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas. Pelaksanaan Jalan ~ Info Teknik
Sipil"
A visitor 13 from
hrs 39Indonesia
mins agoviewed
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas
§ Rambu penghalang lalu lintas jenis plas k "Metode Pelaksanaan Jalan ~
Info Teknik Sipil" 19 hrs 26
§ Rambu peringatan A
minsvisitor
ago from Palembang,
Sumatera Selatan viewed
§ Peralatan komunikasi dan lainnya
"Metode Pelaksanaan Jalan ~
Tenaga yang terdiri dari: Info
A Teknik
visitor from Sipil" 19 hrs viewed
Indonesia 44
§ Pekerja mins
"Metode ago Pelaksanaan Jalan ~
§ Koordinator Info Teknik Sipil" 1 day 4 hours
Real-time view · Get Feedjit

§ Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya agar lalu lintas
dak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah
mempunyai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.

v Relokasi ang Telefon dan U litas


ENTRI POPULER
Relokasi u litas dan pelayanan pengaturan terhadap fasilitas-fasilitas masyarakat sekitar daerah proyek jalan
tersebut. Sehingga dak terjadinya gangguan atau ke daknyamanan terhadap warga sekitar. Kontraktor juga 01
Cara Membuat cover CD/DVD dengan
melaporkan pekerjaan kepada Telkom. Agar dak terjadi kerusakan pada fasilitas-fasilitas perusahaan tersebut yang Microsoft Publisher
juga dapat merugikan warga daerah sekitar. Mungkin anda memiliki CD/DVD di rumah
Asumsi: anda, pernah melihat gambar atau tulisan
1. Pekerjaan dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan alat bantu yang melekat pada cover CD/DVD kaset
2. Lokasi pekerjaan: material/bahan yang dipindah/direlokasi. tersebut, sebenarnya and...
Uraian:
02
1. Koordinasi dengan pihak pemilik u litas Makalah Metode Diskusi
2. Penentuan material yang akan direlokasi
3. Untuk rencana lokasi pekerjaan yang diperkirakan terdapat u litas kabel, dilaksanakan test pit di lokasi BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Strategi
yang ditentukan Pembelajaran Kompetensi Supervisi Akademik
4. Pekerjaan penyediaan tempat lokasi relokasi (galian dsb.) merupakan salah satu kompetensi yang harus
5. Pembongkaran material dari tempat lokasi exis ng dengan menggunakan tenaga manusia dan alat dimiliki ol...
bantu
03
6. Material diangkut dan ditempatkan langsung dipasang di tempat relokasi /pada lokasi penampungan KUAT TEKAN BEBAS
sementara yang disediakan. Selama disimpan, material dijaga agar dak rusak dari kegiatan proyek yang
Abstrak Kuat tekan bebas adalah tekanan aksial
sedang berlangsung.
7. Pemasangan material pada tempat/lokasi baru yang telah ditentukan dalam gambar rencana dan telah benda uji pada saat mengalami keruntuhan atau
disetujui oleh direksi. Pemasangan ini mengiku schedule pelaksanaan pekerjan yang ada. pada saat regangan aksial mencapai 20% Untuk
me...
8. Pelaksanaan pemasangan material seper pekerjaan pemasangan pada material baru, tapi material
yang dipakai adalah material yang telah ada. 04
Metode Pelaksanaan Jalan
v Relokasi ang listrik yang ada, Tegangan Rendah Ø   DIVISI 1. UMUM v   Mobilisasi & Demobilisasi
Relokasi u litas dan pelayanan pengaturan terhadap fasilitas-fasilitas masyarakat sekitar daerah proyek jalan Sebelum memulai pekerjaan, atas persetujuan
direksi terlebih dahulu dilakukan m...
tersebut. Sehingga dak terjadinya gangguan atau ke daknyamanan terhadap warga sekitar. Kontraktor harus
melaporkan pekerjaan kepada PLN. Agar dak terjadi kerusakan pada fasilitas-fasilitas perusahaan tersebut yang juga 05
PENGENALAN ALAT UKUR TANAH
dapat merugikan warga daerah sekitar. 1.PATOK Patok adalah alat yang digunakan
Asumsi: untuk menandai suatu titik pada berbagai
1. Pekerjaan dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan alat bantu jenis pengukuran.Patok biasanya erukuran
2. Lokasi pekerjaan: material/bahan yang dipindah/direlokasi. 15 samapi 20 cm...
Uraian:
1. Koordinasi dengan pihak pemilik u litas
2. Penentuan material yang akan direlokasi
3. Untuk rencana lokasi pekerjaan yang diperkirakan terdapat u litas kabel, dilaksanakan test pit di lokasi
yang ditentukan VISITOR
4. Pekerjaan penyediaan tempat lokasi relokasi (galian dsb.)
5. Pembongkaran material dari tempat lokasi exis ng dengan menggunakan tenaga manusia dan alat
bantu
6. Material diangkut dan ditempatkan langsung dipasang di tempat relokasi /pada lokasi penampungan
sementara yang disediakan. Selama disimpan, material dijaga agar dak rusak dari kegiatan proyek yang
sedang berlangsung.
7. Pemasangan material pada tempat/lokasi baru yang telah ditentukan dalam gambar rencana dan telah
disetujui oleh direksi. Pemasangan ini mengiku schedule pelaksanaan pekerjan yang ada.
8. Pelaksanaan pemasangan material seper pekerjaan pemasangan pada material baru, tapi material
yang dipakai adalah material yang telah ada.

Ø DIVISI 2. DRAINASE
v Galian Untuk Selokan Drainase Dan Saluran Air / Cu ngan
Pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai gambar rencana menggunakan alat mekanis, Excavator, dump truck. Pekerjaan Galian
ini dilaksanakan setelah hasil pengukuran dan rekayasa lapangan selesai dilaksanakan dan sesuai dengan shop
drawing. Hasil galian diangkut keluar lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck ke lokasi yang telah
ditentukan
Penggalian, penimbunan tanah (dengan dak memakai alat maupun memakai alat) untuk konstruksi drainase dibentuk
sedemikian rupa baik bentuk, ukuran dan dimensi dari saluran baru maupun saluran lama yang disesuaikan dengan
gambar kerja dengan memenuhi kelandaian air mengalir bebas tanpa tergenang. Tanah hasil galian dibuang dan
diratakan ditempat yang ditunjuk oleh direksi untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

v Pasangan Batu dengan Mortar


Pasangan batu dengan mortar mencakup pelapisan sisi kanan dan kiri saluran serta dasar saluran, baik bentuk, ukuran,
garis ke nggian dan dimensi mengacu kepada gambar kerja dan cara kerja mengacu kepada RKS dari pekerjaan ini.
Pada sisi saluran dibuat pengaliran air dari pipa dengan membubuhi ijuk pada bagian sisi dalam pipa. Pemasangan
dengan manual dan menggunakan alat bantu secukupnya. Sedangkan untuk pengadukan mortal dengan
menggunakan alat Concrete Mixer. Pemasangan batu harus dimulai dari dasar saluran menuju keatas permukaan
sampai rata dengan ke nggian dak melebihi permukaan bahu jalan agar drainase lancar dan bahu dak tergerus
oleh aliran air. Batu dipasang satu persatu dengan ketebalan spesi ± 3 cm dengan tetap mempertahankan tegak lurus
terhadap diding saluran. Sedangkan untuk lantai saluran agar dak terjadi sendimen / air tergenang tetap
mempertahankan kelandaian air bebas mengalir.
Bahan – bahan yang dibutuhkan.
§ Batu : Batu yang digunakan terdiri dari batu alam yang dak bulat, keras, awet, padat, tahan terhadap
udara dan air (Mutu dan ukurannya dengan persetujuan Direksi).
§ Pasir : Pasir yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat Spesifikasi.
Pasir yang dipakai dapat berupa pasir alam, atau pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah
batu. Pasir harus terdiri dari bu r-bu r yang tajam dan mempunyai gradasi yang baik, dak porous
cukup syarat kekerasannya. Pasir dak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% ditentukan terhadap
berat kering.
§ Semen : Portland sement yang digunakan adalah jenis-jenis yang memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
N1-1 atau menurut standart Portland semen yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia. Semen
yang digunakan harus berkualitas baik dan pada saat digunakan harus dalam keadaan fresh (belum
mulai mengeras), Untuk menjaga mutu semen,cara penyimpanan harus mengiku syarat-syarat
penyimpangan bahan tersebut, dengan membuat gudang khusus dan memakai lantai papan di bagian
bawah.
§ Air : Yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat Spesifikasi pekerjaan ini, Air tawar yang dipakai harus
bersih, dak mengandung minyak, asam alkali bahan-bahan organis dan bahan-bahan lain yang dapat
menurunkan mutu beton/ mortar
v Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 95-105 cm
Gorong-gorong adalah bangunan pelengkap dari suatu sistem drainase yang dibuat akibat adanya persimpangan
antara saluran drainase dengan jalan.
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Gorong-gorong adalah sebagai berikut:
1. Pada lokasi rencana penempatan gorong-gorong yang tertutup perkerasan aspal diperlukan
Pemotongan permukaan aspal dengan menggunakan Asphalt Cu er.
2. Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat Excavator dan secara manual oleh pekerja dengan
menggunakan peralatan seper ; cangkul, sekop, ganco ,linggis dan peralatan lainnya yang diperlukan.
3. Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.
4. Pada lokasi penggalian perlu dipasang rambu peringatan agar dak membahayakan pengguna jalan.
5. Pembuatan lantai kerja dari beton mutu rendah.
6. Ketebalan lantai kerja sesuai dengan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.
7. Setelah satu atau dua hari gorong-gorong pipa dipasang dan disambung dengan cincin penyambung
dari beton.
8. Pembuatan dinding sayap dan tembok kepala dari pasangan batu atau beton bertulang seper yang
ditunjukkan gambar rencana atau sesuai petunjuk direksi pekerjaan.
9. Timbunan dilakukan dengan material hasil galian atau dengan material lain yang disetujui direksi
pekerjaan dan kemudian dipadatkan dengan alat Combina on Vibratory Roller.
Pelaksanaan pekerjaan gorong – gorong dikerjakan dak langsung secara keseluruhan melainkan bertahap
dari satu sisi, setelah selesai baru dilanjutkan sisi lainnya. Hal ini dimaksudkan agar ruas jalan masih bisa
dilewa , dak ditutup secara total.

v Saluran Berbentuk U Type DS 3


A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum melakukan pemasangan saluran berbentuk U pe DS 3 perlu dilaksanakan pekerjaan persiapan terdiri dari :
1. Survey lokasi dan pengukuran awal.
2. Koordinasi dengan pihak terkait.
3. Pembuatan direksi keet, barak pekerja dan gudang.
4. Pembuatan rambu lalu-lintas.
5. Pengaturan akses masuk lokasi pekerjaan.
6. Pengaturan tata letak material dan peralatan.
7. Mobilisasi peralatan.
8. Pembuatan shop drawing
B. FABRIKASI BETON
Segera setelah mendapatkan kontrak kerja, kontraktor berkoordinasi dengan direksi kemudian melakukan pengukuran
awal di lapangan, dan selanjutnya kontraktor mengajukan shop drawing kepada direksi. Dengan disetujuinya shop
drawing tersebut menjadi acuan untuk fabrikasi beton saluran berbentuk U pe DS 3. Pada umur minimal 7 hari,
beton pracetak bisa dimobilisasi ke lapangan.

v Bahan Porous untuk Bahan Penyaring (filter)


Bahan porous untuk penimbunan kembali atau bahan penyaring (filter) haruslah keras, awet dan bersih. Bahan tersebut
harus bebas dari bahan organik, gumpalan lempung, dan bahan lain yang dak dikehendaki. Bahan padas lapuk atau
bekas bongkaran beton dak boleh digunakan.
Gradasi par kel bahan yang disyaratkan tergantung dari fungsi masing-masing keperluan dalam pekerjaan dan tergantung
dari karakteris k bahan untuk sisi hulu atau sisi hilir dari air yang akan melewa nya, dan juga tergantung dari
tersedianya bahan. Gradasi yang disyaratkan untuk masing-masing keperluan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan,
dimana penentuannya harus dapat menjamin bahwa "piping" (hanyutnya bu r-bu r halus) dari bahan arah "hulu"
(sebelum bahan porous) ke bahan porous, atau dari bahan porous ke bahan arah "hilir" (setelah bahan porous), dak
akan terjadi
Bilamana bahan arah “hilir” (setelah bahan porous) dari bahan porous yang di mbun kembali bukan bahan berbu r,
tetapi digunakan lubang sulingan atau pipa berlubang banyak (perforated pipe) maka pemilihan dan persetujuan atas
bahan porous untuk penimbunan kembali harus didasarkan atas kriteria berikut ini :
a). D85 (bahan untuk penimbunan kembali) > 0,2 D (lubang) dan
b). D50 (bahan untuk penimbunan kembali) > 0,04 D (lubang)

Dimana D85 dan D50 didefinisikan dalam Pasal ini pada (c) dan D (lubang) adalah diameter dalam dari lubang sulingan
atau pipa berlubang banyak (perforated pipe)
Se ap ukuran bahan porous untuk penimbunan kembali dapat digunakan untuk arah “hilir” (setelah bahan porous) dari
suatu anyaman penyaring (filter) plas k. Sebagai contoh, untuk drainase bawah permukaan perkerasan, dapat
digunakan bahan porous untuk penimbunan kembali yang terdiri dari kerikil kasar berbu r seragam, bilamana bahan
porous tersebut dibungkus anyaman penyaring (filter) plas k yang cocok, akan tetapi umumnya haruslah terdiri dari
pasir halus yang dipilih sesuai dengan alinea di atas. Dalam segala hal, ijuk dak boleh digunakan sebagai penggan
anyaman penyaring (filter) plas c.

v Pipa Berlubang Banyak untuk Pekerjaan Drainase Bawah Permukaan


Pipa berlubang banyak (perforated pipe) untuk drainase bawah tanah harus merupakan pipa beton yang berlubang
banyak atau PVC yang berlubang banyak atau jenis saluran polyethelyne bergelombang yang berlubang banyak
dengan diameter bagian dalam sekitar 10 cm dan memenuhi ketentuan yang disyaratkan AASHTO M176M/ M17607,
M252-07, M278-02 atau spesifikasi lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Pipa yang dipasang sebagai lubang sulingan melewa beton atau tembok pasangan batu atau pasangan batu sebagai
pelapisan (lining) harus berdiameter dalam 50 mm dan haruslah PVC atau bahan yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan, yang cukup kuat untuk menahan perubahan bentuk selama pelaksanaan dan pengerasan adukan atau
beton.
Pipa berlubang banyak (perforated pipe) harus dipasang pada landasan yang disiapkan dan harus diletakkan dengan
cermat sesuai dengan alinyemen dan kelandaiannya. Pipa harus disambung tanpa lidah dan alur dengan celah di
antaranya 1 - 5 mm. Sambungan harus dibungkus dengan anyaman penyaring (filter) yang disetujui dimana bahan
penyaring (filter) ini akan melewatkan air tetapi menahan bahan porous untuk penimbunan kembali. Setengah
lingkaran atas se ap sambungan selanjutnya harus dilindungi dengan pita kertas aspal atau bahan penutup tahan
lapuk lainnya. Se ap sambungan harus terkunci di tempat, tetapi dak direkat, dengan menggunakan sedikit adukan
semen yang dipasang pada kedua tepinya.
Setelah pipa telah dipasang, diperiksa dan disetujui, bahan porous harus dipasang dan dipadatkan

Ø DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH


v Galian Biasa
Melipu pekerjaan galian yang mana setelah dilakukan bouplank tanah digali sesuai dengan gambar kerja. Untuk
pekerjaan galian tanah menggunakan excavator dan tanah hasil galian di buang atau ditempatkan dengan alat angkut
berupa dump truk dan ditempatkan di tempat yang dak mengganggu jalanya lalu lintas dan proses kegiatan proyek.
Area penggalian sebelumnya dipetakan terlebih dahulu sesuai dengan perhitungan rekayasa lapangan dan diberi
tanda agar dak terjadi kesalahan area pada saat melaksanakan pekerjaan.
a. Setelah hasil pengukuran dan hasil pengujian tanah serta usulan shop drawings termasuk di dalamnya
sistem pengendalian lalu lintas disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka pekerjaan tanah untuk pondasi
pelebaran jalan dapat dimulai dengan terlebih dahulu melakukan pekerjaan pembersihan dan
pengupasan top soils.
b. Tanah digali dengan excavator dengan ukuran dan kedalaman sesuai gambar kerja yang disetujui.
c. Material hasil galian tanah termasuk hasil pembersihan dan pengupasan top soils ini akan dibuang ke
lokasi pembuangan yang telah disiapkan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
d. Setelah dimensi dan elevasi galian pada pelebaran jalan tercapai sesuai dimensi dan elevasi rencana,
makaakan dilakukan penyiapan dan pemadatan badan jalan (subgrade) pada lokasi galian tersebut.

v Galian Struktur dengan Kedalaman 0 – 2 meter


Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan kedalaman galian.Tanah yang
digali oleh Excavator langsung dimuat ke Dump Truck, kemudian diangkut keluar lokasi proyek

v Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Machine


Daerah lapisan perkerasan yang telah mengalami kerusakan akan ditandai kemudian Lapisan perkerasan
dibongkar dengan Cold Milling Machine. Hasil bongkaran di muat kedalam dump truk.
§ Dump truk membuang hasil galian keluar lokasi.
§ Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pemberian tanda pada permukaan aspal yang akan di gali,
penggalian dengan menggunakan mesin cold milling dan membuangan hasil galian perkerasan dengan
menggunakan dump truck ke luar lokasi.
§ Se ap lubang pada permukaan dasar galian harus diisi dengan material yang cocok lalu dipadatkan dengan
merata sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan
§ Pada pekerjaan galian pada perkerasan aspal yang ada, material yang terdapat pada permukaan dasar
galian, menurut petunjuk Direksi Pekerjaan, adalah material yang lepas, lunak atau tergumpal atau hal-
hal lain yang dak memenuhi syarat, maka material tersebut harus dipadatkan dengan merata atau
dibuang seluruhnya dan digan dengan material yang cocok sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.

Analisa Alat yang digunakan :


§ Mesin Cold Milling
§ Dump Truck
§ Pilox/ Cat Warna Pu h

§ Alat

v Timbunan Biasa dari Sumber Galian


Untuk mendapatkan hasil Pekerjaan Timbunan dari sumber galian yang baik yang memenuhi syarat standar mutu sebagai
berikut :
a. Permukaan bidang mbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan nilai kepadatan yang sudah ditentukan
(sesuai spesifikasi)
b. Bahan Timbunan (hasil galian) memenuhi syarat (misalnya bebas dari material organis kotoran, akar,
rumput top soil)
c. Bahan Timbunan yang dipergunakan telah disetujui (Approval) oleh Klien ataupun project manager
d. Dilakukan test kepadatan dari bahan mbunan di laboratorium mekanika tanah untuk diadakan acuan
test kepadatan di lapangan.
e. Dilakukan trial embankment, sehingga didapatkan hasil dengan peralatan yang dipergunakan nilai
kepadatan dari mbunan tersebut (misalnya jumlah lintasan untuk pemadatan dengan compactor yang
dipergunakan).
PERALATAN
§ Bulldozer
§ Compactor
§ Excavator
§ Dump Truck
§ Water Tank
§ Theodolith
§ Waterpass
§ Alat Bantu (cangkul, linggis dan lain-lain)

URAIAN PROSEDUR
Persiapan:
§ Meyiapkan peralatan berat (Excavator, Bulldozer, Compactor, Dump Truck) yang cukup, dan dalam
kondisi baik.
§ Meyiapkan peralatan pembantu (Linggis, Cangkul, dll) yang cukup
§ Meyiapkan lokasi pekerjaan yang akan di mbun dengan urutan sebagai berikut:
- Mengupas/stripping permukaan tanah yang akan di mbun dengan ketebalan sesuai spesifikasi (±
20 cm)
- Memadatkan tanah sesudah dikupas/stripping sehingga diperoleh permukaan dengan kepadatan
sesuai spesifikasi.
Pelaksanaan Pekerjaan:
§ Pekerjaan Pengukuran
- Mengukur elevasi permukaan tanah sebelum dilakukan pekerjaan kupasan (kondisi 0%)
- Mengukur elevasi permukaan tanah setelah dilakukan kupasan.
- Mengukur elevasi top permukaan tanah setelah pekerjaan mbunan selesai kondisi 100%
- Melakukan monitoring pekerjaan mbunan layer demi layer (Max 30 cm)
§ Melaksanaan Pekerjaan Timbunan
§ Bahan mbunan dihampar dengan Bulldozer sesuai dengan patok pembatas / koridor rencana
kontruksi bangunan (misalnya tanggul badan jalan dan lain-lain) sesuai
dengan Design Drawing(Gambar Desain).
§ Maximum tebalnya hamparan sesuai dengan ketentuan (misalnya tebal mbunan per layer = 30 cm /
kondisi loose)
§ Memadatkan hamparan mbunan yang sudah rata dengan compactor (apabila diperlukan permukaan
tanah disiram dengan air)
§ Apabila diperlukan selama hamparan, dilakukan pembersihan kotoran (misalnya akar dan lain-lain),
dari bahan mbunan dengan tenaga kerja khusus.
§ Mengadakan test kepadatan mbunan di lapangan dengan acuan data dari test kepadatan
laboratorium
§ Melakukan penimbunan kembali (setelah tes kepadatan memenuhi syarat) layer demi layer, sampai
didapat top elevasi permukaan tanah yang ditentukan.
§ Hasil Trial Embankment merupakan ketentuan untuk patokan pelaksanaan pekerjaan mbunan
tersebut
§ Kombinasi dan spesifikasi peralatan yang dipakai (Bulldozer, Excavator, Dump Truck, Compactor)
berpengaruh pada kecepatan penyelesaian pekerjaan tersebut. Pengecekan/Pengukuran selama
pelaksanaan pekerjaan mutlak diperlukan.

v Timbunan Pilihan dari Sumber Galian


Timbunan yang diklasifikasikan sebagai mbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi semua
ketentuan di atas level mbunan biasadan sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari
maksud penggunaannya, seper diperintahkan atau distujui oleh Direksi pekerjaan.Dalam segala hal, seluruh
mbunan pilihan harus, bila di uji sesuai dan memiliki CBR paling sedikit 10% setelah 4 hari perendaman bila
dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum.
Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Urugan pilihan kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya
dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan
pada saat penghamparan agar dak terjadi kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material
ditempat lain.
2. Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam tahap penghamparan ini
harus diperha kan hal-hal berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat se ap sec on yang didapatkan sesuai dengan kondisi lapangan. Lebar
penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan
spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk dan
persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c. Material yang dak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan
3. Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah.Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dengan
dibantu alat water tank untuk membasahi material mbunan pilihan dan diselingi dengan pemadatan
dengan menggunakan Vibro Roller.imbunan pilihan dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak
menuju ke arah sumbu jalan sedemikian rupa yang sama. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat
konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu
lintas tersebut.

v Penyiapan Badan Jalan


Penyiapan badan jalan pada pekerjaan pelebaran jalan melipu pekerjaan pembersihan, pembentukan tanah dasar agar
elevasinya sesuai dengan yang ditunjukkan gambar rencana atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan,
dan termasuk pekerjaan pemadatan tanah dasar.
Tahapan pekerjaan penyiapan badan jalan yaitu:
• Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat menggangu pekerjaan seper semak-semak, pepohonan, batu
besar, dan material lainnya.
• Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat maupun dengan cara manual untuk membentuk
tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan
• Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibrator roller atau menggunakan Combina on Vibrator
Roller pada daerah pelebaran yg dak terlalu luas atau dak memungkinkan pengunaan vibrator roller.

Pemadatan Tanah Dasar


Hal hal yang perlu diperha kan dalam pelaksanaan pemadatan adalah:
§ Pemadatan dilakukan segera setelah dilakukan penggalian.
§ Apabila diperlukan lakukan penyiraman terhadap material tanah dasar Untuk mencapai kadar air op mum
sehingga didapatkan kepadatan yang sesuai dengan spesifikasi.
Kecepatan alat harus diperha kan agar dak membahayakan pengguna jalan eksis ng.

v Pemotongan Pohon Pilihan Diameter 15-30 cm


A. Peralatan yang digunakan
Alat Tenaga Kerja

Excavator 80-140 HP Pekerja


Dump truk Tukang
Can soe / Mesin Pemotong Kayu Mandor
Alat bantu lainya Operator

B. Metode pelaksanaan
§ Menentukan pohon yang akan di potong, kemudian dilakukan kordinasi dengan pihak terkait seper Dinas
Pertamanan dan instansi terkait lainnya..
§ Penebangan pohon dilaksanakan dengan menggunakan mesin pemotong kayu, untuk membersihkan akar-
akar pohon digunakan excavator sehingga akar pohon dak ter nggal didalam permukaan tanah.
§ Kayu hasil pemotongan diangkut keluar lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck
§ Pengangkutan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak pengawas.
§ Pekerjaan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan galian.

Ø DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH


v Lapis Pondasi Agregat kelas S
Bahan Material Kelas S terdiri dari fraksi Agregat Kasar (tertahan saringan No. 4), dan Faraksi Agregat Halus (lolos
saringan No. 4) dengan rentang komposisi dan syarat spesifikasi bahan yang diatur dalam Spesifikasi Teknik.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Wheel loader memuat material Agregat yang telah dicampur dari base camp /stock file ke dalam dump
truck untuk selanjutnya dibawa kelokasi pekerjaan. Material dihampar di lokasi keja dengan
menggunakan Vibrator roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan pada yang disyaratkan dalam
gambar. Untuk menjaga kadar air bahan yang disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum
pemadatan dapat dilakukan penyiraman material hamparan dari segregasi sebelum pemadatan dengan
menggunakan alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Whell Loader, Dumptruck, Vibrator Roller, Water Tank dan Alat bantu.

Ø DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR


v Lapis pondasi Agregat kelas A
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebegai berikut:
1. Wheel Loader memuat material agregat yang telah dicampur dari base camp/stock file kedalam Dump
Truck untuk selanjutnya dibawa ke lokasi pekerjaan. Material dihampar dilokasi kerja dengan
menggunakan Motor Grader, yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup
kemudian dipadatkan dengan menggunakan Vibrator Roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan
padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air bahan yang disyratkan dalam rentang
Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat melakukan penyiraman material hamparan dengan
menggunakan Water Tank. Sekelompok pekerja akan merapihkan hamparan dari agregasi sebelum
pemadatan dengan menggunakan alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Wheel Loader, Dump Truck, Vibrator Roller, Water Tank dan Alat
Bantu.
v Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Lapis Pondasi Kelas B adalah Mutu lapis pondasi bawah untuk lapisan di bawah lapis pondasi Kelas A. Pekerjaan
dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebegai berikut:
1. Wheel Loader memuat material agregat yang telah dicampur dari base camp/stock file kedalam Dump
Truck untuk selanjutnya dibawa ke lokasi pekerjaan. Material dihampar dilokasi kerja dengan
menggunakan Motor Grader, yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup
kemudian dipadatkan dengan menggunakan Vibrator Roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan
padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air bahan yang disyratkan dalam rentang
Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat melakukan penyiraman material hamparan dengan
menggunakan Water Tank. Sekelompok pekerja akan merapihkan hamparan dari agregasi sebelum
pemadatan dengan menggunakan alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Wheel Loader, Dump Truck, Vibrator Roller, Water Tank dan Alat
Bantu
Ø DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
v Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair
Pekerjaan lapis perekat terdiri dari pekerjaan penyiapan permukaan dan penghamparan bahan aspal yang dihampar diatas
permukaan bahan pengikat semen atau Asphalt (Sper semen Tanah, RCC, CTB, Perkerasan Beton / Lantai Jembatan
Beton, Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll.) dengan komposisi seper disyaratkan dalam Spesifikasi untuk
se ap Jenis Bahan Asphalt dan kondisi permukaan yang sesuai.
Pekerjaan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkanlalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan
yang sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal bagi lalu lintas. Bangunan dan benda-
benda lain disamping tempat kerja (struktur, kerb lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar dak menjadi kotor
karena percikan aspal. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah aspal semen pen 60/70 atau 80/100
(memenuhi standar AASHTO M20) yang diencerkan dengan minyak Tanah (kerosene), dengan membandingkan
pemakaian minyak tanah pada rentang 25 - 30 bagian minyak per 100 bagian aspal (25 pph 30 pph).
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Menyiapkan permukaan yang akan dihampar dengan menggunakan mesin kompresor yang dibantu
dengan alat manual seper : sikap dan sapu lidi. Menyiapkan material yang digunakan dengan
mencampur Aspal dan Korosene sesuai komposisi yang ditentukan, dan kemudian dipasnaskan
sehingga menjadi aspal cair. Penghamparan diolakukan dengan menggunakan aspal Sprayer secara
seksama, dengan mengacu pada rentang suhu yang disyaratkan dalam Spesifikasi. Perapihan dilakukan
setelah penyemprotan selesai dilakukan.
2. Peralatan yang digunakan adalah : compressor, asphalt Sprayer yang di gandeng Dump Truck dan alat
bantu.

v Lapis Perekat – Aspal Cair


Pekerjaan Lapis Perekat-Aspal cair menggunakan peralatan : Asphalt distributor / Asphalt Sprayer, Compressor
dan alat bantu lain yang dibutuhkan.

Urutan kerja :
1. Di tempat pencampuran Asphalt & kerosine dicampur dengan perbandingan (Asphal 80 % : Kerosine 20 % )
atau sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk Direksi Teknik,
2. Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam Asphalt distributor / Asphalt Sprayer,
3. Pada permukaan Perkerasan aspal lama disemprotkan Lapis perekat aspal cair dengan ketebalan/berat sesuai
dengan petunjuk Spesifikasi / Direksi Teknik.
v Laston Lapis Aus (AC – WC)
Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lapis Aus (AC-WC AsbP) adalah campuran panas antara Agregat
dengan bahan pengikat asphalt keras pen 60 yang campurannya menggunakan asboton bu r dengankelas
penetrasi 15 (0,1 mm) dan kadar abutmen 20 %, yang dicampur diunit pencampuran Asphalt (UPA),
dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu, dengan ketebalan padat 4 cm.
Sebelum melakukan pekerjaan, penyedia jasa terlebih dahulu menunjukan semua usulan agregat dan campuran
yang memadai berdasarkan hasil pengujuian material dan campuran di Laboratorium dan hasil percobaan
penghamparan dan pemadatan campuran (Trial Mix) yang dibuat diinstansi pencampuran aspal, yang
tertuang secara berurutan sesuai dalam Spesifikasi Teknik, mulai dari pengusulan DMF hingga persetujuan
JMF.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Wheel Loader memuat dari Stock File ke Hot Bin, kemudian bersama-sama dengan Asphalt Asbuton
bu r di campur diunit pencampuran asphalt dengan komposisi yang telah disetujui dump truck
membawa campuran asphalt panas kelokasi pekerjaan. Campuran dihampar dengan menggunakan
Asphalt Finisher, kemudian pemadatan awal oleh Tandem Roller, pemadatan utama oleh Type Roller dan
pemadatan akhir kembali dengan Tandem Roller . lintasan pemadatan dilakukan sesuai jumlah lintasan
yang telah disetujui. Semua rentang suhu yang disyaratkan selama proses ini harus tetap dijaga untuk
mendapatkan kepadatan yang op mum. Selama penghamparan, sekelompok pekerja akan merapihkan
tepid an sambungan hamparan secara manual, sebagian lagi bertugas mengatur lalu lintas yang lewat.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Wheel Loader, Asphalt Mixing Plant + Genset, Asphalt Finisher,
Tandem Roller, Pneuma c Type Roller, Dump Truck, dan alat bantu.
v Laston Lapis Antara (AC – BC)
Khusus Pekerjaan Hotmix, ada 5 Item yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan pada saat
pelaksanaan Pencampuran yaitu :
1. Laston lapis Pondasi (HRS-Base) - (Gradasi halus/kasar)
2. Aspal Keras
3. Bahan an pengelupasan
4. Bahan Pengisi (Filler) Tambahan (Semen)
Empat komponen bahan yang dicampur pada Unit Pencampur Aspal (AMP) adalah Agregat Gradasi
Halus/Gradasi Kasar, Aspal, Bahan an pengelupasan, dan bahan Pengisi (Filler) tambahan berupa
semen.
Material/bahan untuk Hot mix (AC - BC) , dicampur di AMP dengan menggunakan rujukan DMF hasil dari
Pemeriksaan laboratorium, kemudian disesuaikan dengan JMF yang diperoleh dari Gradasi Cold Bin &
Hot Bin AMP.
Material/bahan untuk Hot mix (AC - BC) , dicampur di AMP dengan menggunakan rujukan DMF hasil dari
Pemeriksaan laboratorium, kemudian disesuaikan dengan JMF yang diperoleh dari Gradasi Cold Bin &
Hot Bin AMP.
Urutan Pekerjaan untuk Campuran HRS - Base :
1. Permukaan Exsis ng yang akan diberi campuran AC - BC dibersihkan dgn Compressor dan dilapisi dengan
Lapis Prekat-Aspal cair, klecuali permukaan Lapis HRS - Base (L), nggal diberi Lapis Perrekat Aspal
Cair.
2. Campuran dihampar/digelar dengan Asphalt Finisher dengan ketebalan 4 cm.
3. Dilakukan Penggilasan awal (Break down) dengan Tandem Roller.
4. Penggilasan berikut dengan Tyre Roller sesuai dengan jumlah lintasan yang ditentuikan oleh Spek,
5. Penggilsan Terakhir dgn Tandem Roller.
Untuk faktor Keselamatan Kerja baik Pekerja maupun Pengguna lalu lintas, maka se ap pekerjaan
berlangsung harus ada petugas K3 dan rambu-rambu yang dibutuhkan dari 2 arah jalan yang
berlawanan.

v Laston Lapis Pondasi (AC-Base)


Setelah pekerjaan lapis resap pengikat dilaksanakan maka dilanjutkan dengan penghamparan Laston Lapis Pondasi
(AC-Base) setebal 6 cm atau sesuai gambar dan petunjuk direksi. Lapisan ini digunakan sebagai lapisan penutup
permukaan pada struktur lapis pondasi agregat. Untuk bahan perekatannya dengan lapis pondasi agregat dengan
menggunakan Lapis Resap Pengikat.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
§ Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki untuk disetujui.
§ Menyerahkan hasil pengujian m aterial (Job Mix design) material hot mix laston –Lapis Pondasi (AC-Base) yang akan
digunakan dan komposisi harus sesuai Spesifikasi teknik yang disyaratkan.
§ Sebelum pelaksanaan pekerjaan AC-Base dilakukan trial agar bisa diketahui ketebalan dan densitynya.
§ Pencampuran mare al hotmix AC-Base di olah menggunakan AMP.
§ Material hot mix AC-Base dimuat langsung kedalam dump truck dan diangkut ke lokasi pekerjaan.
§ Material AC-Base dihampar dengan alat asphalt finisher dan dipadatkan dengan alat tandem roller dengan lintasan
minimum sesuai spesifikasi teknik, kemudian dipadatkan kembali dengan menggunakan alat pneuma c re roller
dengan lintasan sesuai hasil trial dan dipadatkan finishing dengan alat tandem roller.
§ Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dengan menggunakan alat bantu.
Setelah penghamparan dan pemadatan selesai dilaksanakan pengambilan sample dengan core driil untuk ditest dilab agar
diketahui ketebalan dan densitynya
v Laston Lapis Pondasi Perata AC-Base (L)
Pekerjaan ini melipu Penyiapan bahan di base camp AMP, pencampuran bahan agregat dengan aspal, pengiriman sampai
lokasi pekerjaan, penghamparan dan pemadatan. AC-Base dibuat di Base Camp AMP sesuai dengan spesifikasi
kemudian dituangkan diatas dumptruck lalu hasil penuangan ditutup dengan terpal untuk menahan suhu AC-base
tetap stabil lalu dikirim ke lokasi pekerjaan yang telah siap peralatan mekanik seper finisher alat penghampar dan
alat-alat pemadat. Bahan dituang ke bak finisher dari dump truck, finisher mengampar campuran aspal panas ke
permukaan Lapis Pondasi pada ketebalan diatas rata-rata ketebalan padat dan hasil penggelaran didiamkan pada
suhu yang telah ditetapkan kemudian dipadatkan dengan mesin gilas roda besi, penggilasan sedemikian rupa hingga
mendapatkan kerataan dan kepadatan yang ditetapkan dan akhir pemadatan menggunakan mesin gilas roda karet
demikian seterusnya pekerjaan dilakukan atas arahan dari Direksi pekerjaan serta tentunya telah mengajukan hasil
pengujian bahan Campuran Aspal Panas serta ijin kerja kepada konsultan pengawas dan Direksi lapangan.
v Bahan An Pengelupasan
Adi f kelekatan dan an penglupasan di tambahkan kedalam bahan aspal yang ukurannya disetujui Direksi. Jenis adi f
haruslah jenis yang disetujui Direksi termasuk persentase adi f yang diperlukan harus dicampurkan kedalam bahan
aspal sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya, dan Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan campuran yang
homogen harus sesuai petunjuk. Waktu yang digunakan sesuai schedule pelaksanaan terlampir.

Ø DIVISI 7. STRUKTUR
v Beton Mutu Sedang fc’30 Mpa untuk Box Cuilvert
Beton mutu sedang (30 MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural. Dalam kegiatan ini beton mutu
sedang diperuntukkan untuk Box Cuilvert. Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekis ng
untuk acuan pengecoran.
Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu ditunjukkan semen usulan agregat dan campuran yang memadai
berdasarkan hasil pengujian material dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28
hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam
spesifikasi teknik.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis utama, yaitu kelecakan
(Workability), kekuatan (Straigth), dan keawetan (Durability). Penyedia jasa akan membuat gambar de l untuk
seluruh perancah yang akan digunakan, dan memperoleh persetujuan direksi pekerjaan sebelum se ap pekerjaan
perancah dimulai.
A. Tahap pelaksanaan:
-          Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
-          Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan concerete pan mixer.
-                  Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekis ng. Pembesian, bekis ng dan
benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam beton harus diikat kuat sehingga dak bergeser
pada saat pengecoran.
-          Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
-          Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
-                  Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan dilanjutkan
menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
-          Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.
-          Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekis ng dibongkar.
B. Tenaga:
-          Pekerja Biasa
-          Tukang
-          Mandor
C. Bahan:
-          Semen
-          Pasir Beton
-          Agregat Kasar
-          Bekis ng
-          Paku
D. Peralatan:
-          Batching Plant
-          Truck Mixer
-          Conc. Vibrator
-          Water Tanker
-          Alat Bantu

v Beton Mutu Sedang fc’20 Mpa


Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu ditunjukkan semen usulan agregat dan campuran yang memadai
berdasarkan hasil pengujian material dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28
hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam
spesifikasi teknik.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis utama, yaitu kelecakan
(Workability), kekuatan (Straigth), dan keawetan (Durability). Penyedia jasa akan membuat gambar de l untuk
seluruh perancah yang akan digunakan, dan memperoleh persetujuan direksi pekerjaan sebelum se ap pekerjaan
perancah dimulai.
A. Tahap pelaksanaan:
-          Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
-          Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan concerete pan mixer.
-                  Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekis ng. Pembesian, bekis ng dan
benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam beton harus diikat kuat sehingga dak bergeser
pada saat pengecoran.
-          Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
-          Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
-                  Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan dilanjutkan
menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
-          Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.
-          Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekis ng dibongkar.
B. Tenaga:
-          Pekerja Biasa
-          Tukang
-          Mandor
C. Bahan:
-          Semen
-          Pasir Beton
-          Agregat Kasar
-          Bekis ng
-          Paku
D. Peralatan:
-          Batching Plant
-          Truck Mixer
-          Conc. Vibrator
-          Water Tanker
-          Alat Bantu

v Beton Mutu rendah fc’10 Mpa


A. Tahap pelaksanaan:
-          Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
-          Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan concerete pan mixer.
-                  Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekis ng. Pembesian, bekis ng dan
benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan ke dalam beton harus diikat kuat sehingga dak bergeser
pada saat pengecoran.
-          Adukan beton menggunakan concerete mixer dan dituang ke dalam cetakan.
-          Padatkan adukan beton secara merata menggunakan Concerete Vibrator.
-                  Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan dilanjutkan
menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
-          Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung basah.
-          Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekis ng dibongkar.
B. Tenaga:
-          Pekerja Biasa
-          Tukang
-          Mandor
C. Bahan:
-          Semen
-          Pasir Beton
-          Agregat Kasar (Kerikil)
-          Katu Perancah
-          Paku
D. Peralatan:
-          Conc. Mixer
-          Conc. Vibrator
-          Water Tanker
-          Alat Bantu

v Baja Tulangan U 24 Polos


Pemakaian Tenaga Kerja : Pekerja, Tukang, Mandor
Pemakaian Bahan : Baja Tulangan, Kawat Beton
Pemakaian Alat : Alat Bantu
Prosedur Pelaksanaan

Pembengkokan :
§ Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, seluruh baja tulangan dibengkokkan secara dingin dan
sesuai dengan prosedur ACI 315, menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari
lekukan-lekukan, bengkokanbengkokan atau kerusakan. Bila pembengkokan secara panas di lapangan
disetujui oleh Direksi Pekerjaan, ndakan pengamanan harus diambil untuk menjamin bahwa sifat-sifat
fisik baja dak terlalu berubah banyak.
§ Batang tulangan dengan diameter 2 cm dan yang lebih besar harus dibengkokkan dengan mesin
pembengkok.

Penempatan dan Pengikatan :


§ Tulangan ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebutuhan selimut beton minimum yang
disyaratkan atau seper yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
§ Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat sehingga dak tergeser pada
saat pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi atau pengikat (s rrup) terhadap tulangan baja tarik
utama dak diperkenankan.

Spesifikasi Teknis :
a) Baja tulangan harus baja polos atau berulir dengan mutu yang sesuai dengan Gambar
b) Bila anyaman baja tulangan diperlukan, seper untuk tulangan pelat, anyaman tulangan yang di las
yang memenuhi AASHTO M55 dapat digunakan.

v Pasangan Batu
Pemakaian Tenaga Kerja : Pekerja, Tukang, Mandor
Pemakaian Bahan : Batu Belah, Semen, Pasir
Pemakaian Alat : Concrete Mixer, Water Tanker, Alat Bantu

Prosedur Pelaksanaan :
§ Sebelum pemasangan, batu dibersihkan dan dibasahi sampai merata dan dalam waktu yang cukup
untuk memungkinkan penyerapan air mendeka k jenuh. Landasan yang akan menerima se ap
batu juga harus dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu yang
bersebelahan dengan batu yang akan dipasang.
§ Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya dipasang pada pondasi yang disiapkan sesaat
sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan digunakan
untuk lapis dasar dan pada sudut-sudut. Perha an harus diberikan untuk menghindarkan
pengelompokkan batu yang berukuran sama.
§ Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang
sejajar dengan muka dinding dari batu yang terpasang.
§ Batu harus ditangani sedemikian hingga dak menggeser atau memindahkan batu yang telah
terpasang. Peralatan yang cocok harus disediakan untuk memasang batu yang lebih besar dari
ukuran yang dapat ditangani oleh dua orang.

§ Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekejaan yang baru dipasang dak
diperkenankan.
Spesifikasi Teknis:
1) Batu
a) Batu harus bersih, keras, tanpa bagian yang pis atau retak dan harus dari jenis yang diketahui awet. Bila
perlu, batu harus dibentuk untuk menghilangkan bagian yang pis atau lemah.
b) Batu harus rata, lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang
bersama-sama.
c) Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan, batu harus memiliki ketebalan yang dak kurang dari
15 cm, lebar dak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang yang dak kurang dari satu
setengah kali lebarnya.
2) Adukan
Adukan haruslah adukan semen yang memenuhi kebutuhan dari dari Spesifikasi.
3) Drainase Porous
Bahan untuk membentuk landasan, lubang sulingan atau kantung penyaring untuk pekerjaan pasangan
batu harus memenuhi kebutuhan dari Spesifikasi.
v Pembongkaran Pasangan Batu
Pekerjaan pembongkaran beton merupakan pekerjaan pembongkaran dengan menggunkan Excavator + Rock
Breaker menghancurkan beton. Dump Truck mengangkut material hasil pembongkarankeluar dari lokasi
yang aman jauh dari gangguan lalu lintas.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Beton yang sudah rusak akan dibongkar/dihancurkan.
2. Peralatan yang digunakan adalah Excavator + Rockbreker, Dump Truck dan alat bantu
Ø DIVISI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
v Lapis Pondasi Agregat Kelas A untuk Pekerjaan Minor
Setelah pekerjaan lapis pondasi agregat kelas B untuk pekerjaan minor selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan
dengan pekerjaa lapis pondasi agregat kelas A untuk pekerjaan minor. Lapisan pondasi ini merupakan
lapisan pondasi atas dari lapis pondasi pada perkerasan jalan.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
§ Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki untuk disetujui
§ Material agregat kelas A dihampar dengan tenaga manusia dan dengan ketebalan bervariasi.
§ Hamparan pondasi agregat disiram air dengan menggunakan Water Tank Truck (sebelum pemadatan) dan
di padatkan dengan menggunakan stamper.

§ Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapihkan tepi tepi hamparan dan level permukaan
dengan menggunakan alat bantu.

v Lapis Pondasi Agregat Kelas B untuk Pekerjaan Minor


Pekerjaan ini terdiri dari pengembalian kondisi dari perkerasan aspal dan pondasi yang telah rusak. Ukuran dari
pekerjaan minor ini adalah kurang dari 40 x 40 cm dan dengan total volume setelah penggalian kurang dari
10 m3 per kilometer. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk perbaikan lapis pondasi pada perkerasan jalan
sebelum pekerjaan perkerasan jalan hotmix dilaksanakan. Lapis pondasi agregat kelas B merupakan lapisan
pondasi bawah dari lapis pondasi pada perkerasan jalan.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
§ Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki untuk disetujui
§ Lokasi perbaikan pondasi dibentuk dan di gali sesuai dengan ukuran rencana perbaikan pondasi.
§ Material agregat kelas B dihampar dengan tenaga manusia dan dengan ketebalan bervariasi.
§ Hamparan pondasi agregat disiram air dengan menggunakan Water Tank Truck (sebelum pemadatan) dan
di padatkan dengan menggunakan stamper.
§ Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dan level permukaan dengan
menggunakan alat bantu.

v Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor


Setelah pekerjaan perbaikan pondasi untuk pekerjaan minor selesai dilaksanakan maka lapisan pondasi ditutup
dengan menggunakan material hotmix campuran aspal panas.
Metode kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
§ Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki untuk disetujui
§ Material campuran aspal panas dihampar dengan tenaga manusia dan dipadatkan dengan Tendem Roller.
§ Selama pemadatan, pekerja akan merapihkan tepi hamparan dengan menggunakan alat bantu.

v Stabilisasi dengan Tanaman


Penanaman Pohon
1. Tanaman pohon dibeli dari sumber, dan didatangkan ke lokasi pekerjaan.
2. Lubang tanaman disiapkan dengan ukuran sesuai dengan gambar, lalu setelah selesai tanaman pohon
dimasukkan ke lobang yang sudah disiapkan

v Marka Jalan Termoplas k


1. Umum
a. Uraian
- Yang dimaksud dengan Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan yang
melipu peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang,garis serong serta
lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarah arus lalu lintas dan membatasi daerah kepen ngan
lalu lintas
- Pekerjaan ini melipu pengecatan marka jalan baik pada permukaan perkerasan lama maupun yang
selesai di-overlay, pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan
oleh Direksi Pekerjaan.
b. Penerbitan Gambar Penempatan dan De l Pelaksanaan
- Gambar penempatan yang menunjukkan lokasi marka jalan dan de l pelaksanaan semua bentuk
marka jalan yang dak terdapat di dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelangan akan disediakan
oleh Direksi Pekerjaan setelah Penyedia Jasa menyelesaikan laporan hasil survei lapangan.
c. Persyaratan Bahan
- Cat untuk Marka Jalan Pada pasal ini kata “cat” sering dikonotasikan sebagai bahan marka jalan jenis
termoplas k sebagai cat. Cat haruslah bewarna pu h atau kuning seper yang ditunjukkan dalam
Gambar dan memenuhi Spesifikasi berikut ini :
- Marka Jalan Termoplas k : SNI 06-4826-1998 (jenis padat, bukan serbuk)
- Bu ran Kaca, Bu ran Kaca haruslah memenuhi Spesifikasi sesuai SNI 15-4839-1998
2. Persyaratan
a. Persyaratan Kerja
Pengajuan Kesiapan Kerja Satu liter contoh cat untuk se ap warna dan jenis cat bersama dengan data
pendukung untuk se ap jenis cat berikut ini harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan :
§ Komposisi (analisa dengan berat)
§ Jenis penerapan (panas atau dingin)
§ Jenis dan jumlah maksimum bahan pengencer.
§ Waktu pengeringan (untuk pengecatan ulang)
§ Pelapisan yang disarankan
§ Ketahanan terhadap panas
§ De l cat dasar atau lapis perekat yang diperlukan
§ Umur kemasan (umur dari produk)
§ Batas waktu kadaluarsa
b. Jadwal Pekerjaan
- Marka jalan harus dilaksanakan pada permukaan jalan lama sedini mungkin dalam Periode
Pelaksanaan.
- Untuk pengecatan marka pada permukaan perkerasan lama, Direksi Pekerjaan akan menerbitkan
de l dan lokasi.
- Untuk ruas-ruas perkerasan lama yang dirancang untuk di-overlay (pelapisan ulang) tetapi telah
diberi marka jalan maka marka jalan tersebut harus diulang setelah pekerjaan pelapisan ulang selesai
dikerjakan dalam batas waktu yang disyaratkan.
3. Pelaksanaan
a. Penyiapan Permukaan Perkerasan.
-                  Sebelum penandaan marka jalan atau pengecatan dilaksanakan, Penyedia Jasa harus menjamin
bahwa permukaan perkerasan jalan yang akan diberi marka jalan harus bersih, kering dan bebas dari
bahan yang bergemuk dan debu. Penyedia Jasa harus menghilangkan dengan grit blas ng (pengausan
dengan bahan berbu r halus) se ap marka jalan lama baik termoplas s maupun bukan, yang akan
menghalangi kelekatan lapisan cat baru
b. Pelaksanaan Pengecatan Marka Jalan
-          Semua bahan cat yang digunakan tanpa pemanasan (bukan termoplas k) harus dicampur terlebih
dahulu menurut petunjuk pabrik pembuatnya sebelum digunakan agar suspense pigmen merata di
dalam cat
-          Pengecatan dak boleh dilaksanakan pada suatu permukaan yang baru diaspal kurang dari 3 bulan
setelah pelaksanaan lapis permukaan, kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan Selama masa
tunggu yang disebutkan di atas, pengecatan marka jalan sementara (pre-marking) pada permukaan
beraspal harus dilaksanakan segera setelah pelapisan
-          Penyedia Jasa harus mengatur dan menandai semua marka jalan pada permukaan perkerasan dengan
dimensi dan penempatan yang presisi sebelum pelaksanaan pengecatan marka jalan
-          Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur, garis tepi dan zebra cross dengan
bantuan sebuah mesin mekanis yang disetujui, bergerak dengan mesin sendiri, jenis penyemprotan
atau penghamparan otoma s dengan katup mekanis yang mampu membuat garis putus-putus dalam
pengoperasian yang menerus (tanpa berhen dan mulai berjalan lagi) dengan hasil yang dapat
diterima Direksi Pekerjaan. Mesin yang digunakan tersebut harus menghasilkan suatu lapisan yang
rata dan seragam dengan tebal basah minimum 0,38 milimeter untuk “cat bukan termoplas k” dan
tebal minimum 1,50 mm untuk “cat termoplas k” belum termasuk bu ran kaca yang juga ditaburkan
secara mekanis, dengan garis tepi yang bersih ( dak bergerigi) pada lebar ran-cangan yang sesuai.
Bilamana dak disyaratkan oleh pabrik pembuatnya, maka cat termoplas k harus dilaksanakan pada
temperatur 204°C - 218°C.
-                  Bila mana penggunaan mesin tak memungkinkan, maka dapat meminta izin Direksi Pekerjaan
pengecatan marka jalan dengan cara manual, dikuas, disemprot dan dicetak dengan sesuai dengan
konfigurasi marka jalan dan jenis cat yang disetujui untuk penggunaannya
-          Bu ran kaca harus ditaburkan di atas permukaan cat segera setelah pelaksanaan penyemprotan atau
penghamparan cat. Bu ran kaca harus ditaburkan dengan kadar 450 gram/m2 untuk semua jenis cat,
baik untuk “bukan termoplas k” maupun “termoplas k”
-          Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan ini dapat dilalui oleh lalu lintas
tanpa adanya bin k-bin k atau bekas jejak roda serta kerusakannya lainnya
-          Semua marka jalan yang dak menampilkan hasil yang merata dan memenuhi ketentuan baik siang
maupun malam hari harus diperbaiki oleh Penyedia Jasa atas biayanya sendiri
-                  Ketentuan dari Seksi 1.3 Pengaturan Lalu Lintas harus diiku sedemikian sehingga menjamin
keamanan umum ke ka pengecatan marka jalan sedang dilaksanakan
-          Semua pemakaian cat secara dingin harus diaduk di lapangan menurut ketentuan pabrik pembuat
sesaat sebelum dipakai agar menjaga bahan pewarna tercampur merata di dalam suspense

v Rambu Jalan Tunggal dengan Permukaan Pemantul Engineer Grade


Pekerjaan ini merupakan bagian pekerjaan pelengkap jalan dan pengatur lalu lintas berupa pemasangan rambu
jalan tunggal baru atau penggan an rambu jalan tunggal lama dengan yang baru menggunakan plat rambu
dengan lembaran pemantul/cotchlite jenis engineering grade.
Pekerjaan pemasangan dilakukan secara manual / peralatan dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Perakitan, pemasangan plat dan pipa untuk rambu dilakukan di base camp, selanjutnya proses
pengecoran kaki rambu pada posisi yang disyaratkan dilakukan pada lokasi pekerjaan. Perapihan
dilakukan sekelompok pekerja dengan alat bantu
2. Peralatan yang digunakan adalah : Dump Truck dan alat bantu

v Patok Pengarah
Pekerjaan patok pengarah patok yang terbuat dari beton bertulang pracetak dengan mutu K175 (15 MPa) yang
diberi cat sedemikian rupa mengiku Spesifikasi dan sesuai gambar dengan nggi total sesuai ditunjukkan
dalam gambar.
Pekerjaan ini dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Patok beton dicetak dilokasi pembuatan, kemudian patok-patok beton dimuat dari lokasi pembuatan
dengan Dump Truck menuju lokasi pemasangan. Patok dipasang dilokasi yang telah digali yang
ditentukan dengan jarak-jarak antara patok mengacu pada gambar rencana.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Dump Truck dan alat bantu

v Patok Kilometer
Patok Kilometer dipasang pada k yang sudah ditentukan dan harus terlihat jelas oleh pengguna jalan.
Alat yang dikerahkan:
1. Dump Truck
2. Alat bantu
Material:
1. Beton K-125
2. Baja Tulangan
3. Cat dan material lainnya

v Rel pengaman
Spesifikasi.
Spesifikasi teknisnya mengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 3 Tahun 1993 Tentang Alat
Pengendalian dan Pengaman Pemakai Jalan dan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor
AJ.409/1/1/DRJD/2007 tanggal 15 Januari 2007 perihal petunjuk penyelenggaraan perlengkapan jalan di jalan
Nasional.
1. Ukuran Pagar Pengaman
Lempengan Besi (Beam) adalah merupakan suatu plat besi yang bergelombang dan memanjang, dimana pada
ujungnya disambungkan dengan lempengan besi yang melengkun yang bisa disebut terminal end.
2. Panjang Lempengan dengan ukuran minimal :
 Panjang total lempengan : 4.000-4.330 mm
 Panjang efek f lempengan : 3.800-4.000 mm
3. Tiang penyangga (Post) adalah merupakan suatu ang berbentuk “le er U” yang kokoh dengan ketebalan penampang
plat minimal 4,5 mm dan berfungsi untuk menegakkan dan memperkokoh berdirinya lempengan besi.
4. Besi Pengikat (Blocking) adalah profil baja berbentuk “le er U” dengan ketebalan penampang plat minimal 4,5 mm,
panjang 300 mm lebar 180 mm dan ketebalan blocking 4,5 mm yang berfungsi sebagai pengikat antar ang
penyangga dengan lempengan besi (Beam).
Bahan Pagar Pengaman Jalan
1. Lempengan besi
-          Terbuat dari besi propile design galvanis dengan ketebalan minimal 381 gram/m2
-                  Sifat mekanis tegangan leleh dak kurang dari 35,2 kg/mm2 atau 50.000 psi, tegangan tarik dak
kurang dari 49,2 kg/mm2 atau 70.000 psi serta perpanjangan 50 mm dari kurang dari 1,2 %.
-          Lengan lempengan besi (Sleeve Beam) memilki bahan yang sama dengan lempengan besi (Beam)
5. Post (Tiang Penyangga)
-          Terbuat dari besi atau pipa St. 32 yang digulvanis minimal 381 gram/m2
-          Sifat mekanis tegangan leleh dak kurang dari 35 kg/mm2 atau tegangan tarik dak kurang dari 41
kg/mm2 dan panjang dak kurang dari 1,2%
6. Besi pengikat (Bracket) adalah berupa baut dan mur diameter 12 mm untuk beam, 14 mm untuk blocking dan 16 mm
untuk ang serta besi pengikat yang berfungsi untuk menyambung dab melekatkan lempengan besi ke ang
penyangga dengan mempunyai bahan yang sama dengan lempengan besi.
7. Semua bahan agar pengaman Jalan terbuat dari besi baja galvanis standar ISO 9002
Warna Pagar Pengaman Jalan:
-          Pagar pengaman Jalan (Post, Blocking Post, Beam) tetap menggunakan warna asli.
-                  Pada se ap lempengan / bahan pagar dipakukan bahan yang sifatnya memantulkan cahaya
ketentuan:
§ Sebelah kanan arah lalu lintas berwarna merah
§ Sebelah kiri arah lalu lintas berwarna kuning.
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaannya sebagai berikut :
1. Survey
-                  Tahap pertama yang harus dilakukan adalah survey lapangan berdasarkan gambar apakah lokasi
tersebut perlu untuk dipasang pagar pengaman atau dak apabila lokasi tersebut dk perlu dipasang
pagar pengaman maka perlu dilaporkan pengawas untuk dibuatkan gambar baru khususnya lokasi
pemasangannya.
-          Dan hasil survey tersebut maka kita dapat menghitung berapa jumlah masing-masing material seper
: Post beam, blocking piece, baut, T end, reflector. Untuk se ap lokasinya dan untuk menentukan base
camp tempat menaruh material guardrail.
2. Pengukuran
Untuk pengukuran harus disesuaikan dengan gambar rencana seper jarak post, bentuk lengkungan apabila lokasi
atau jalan berbelok dan ke nggian pagar pengaman dari permukaan jalan.
3. Persiapan Material
Menghitung kembali jumlah material yang diperlukan untuk masing-masing lokasi seper sebagai berikut:
-          Beam
-          Post
-          Blocking Piece
-          Reflektor
-          T. end
-          Mur baut dan Ring
-          Material Cor

4. Persiapan Peralatan
Sebelum pemasangan dilakukan kita perlu mempersiapkan peralatan agar dalam pelaksanaan dak ada kenadla yang
berar . Adapun peralatan yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut :
-    Palu seberat kurang lebih 25 kg.
-    Linggis besar
-    Linggis kecil
-    Blincong
-    Benang / tali
-    Meteran
-    Palu berat 5 kg
-    Peralatan cor
-    Kunci-kunci baut
-    Mesin las
5. Pelaksanaan Pekerjaan
Setelah dilakukan survey, pengukuran dan persiapan barng selanjutnya dilakukan pemasangan dengan cara, yaitu
melakukan penggalian tanah untuk pemasangan ang post yang tentunya sudah diukur terlebih dahulu baik itu
luasnya maupun kedalamannya serta kelurusannya dengan memakai benang sponengan.
Apabila pengalian sudah selesai langkah selanjutnya memasang post dengan cara memukul bagian kedalaman kurang
lebih 20 cm agar posisi post tegak lurus dan dibagian yang ditanam diberi angkur 4 (empat) buah dengan cara dilas
sebelum dilakukan pengecoran.
Setelah post-post itu terpasang kemudian dilakukan penyetelan / pemasangan beam dengan cara memasang baut-baut
kemudian kita chek kelurusan dan ke nggiannya sesuai gambar setelah itu baru kita cor sesuai tahapannya sebagai
berikut:
-          Dasar pondasi diurug pasir
-          Memasang bekits ng pada bagian atasnya
-          Menyiram lubang dengan air.
-          Mengecor dengan adukan 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil
-          Finishing pondasi.
Apabila sudah selesai pengecoran baru kita pasang perlengkapannya seper reflector, t end kemudian mengelas
baut-bautnya untuk menghindari pencurian.
v Mata Kucing
Berikut cara memasang paku marka Mata Kucing
1. Ruas jalan yang akan dipasang paku jalan dibor terlebih dahulu dengan alat bor khusus dengan
kedalaman sesuai dengan ukuran paku jalan yang akan digunakan.
2. Setelah dibor lalu paku dimasukkan dengan melumurkan lem perekat khusus pada bagian bawah paku
dan bagian bawah badan paku.
3. Selanjutnya paku yang telah dimasukkan didiamkan selama + 15 menit untuk proses pengerasan agar
daya lekat lebih bersenyawa pada permukaan jalan.
4. Jarak pengulanggan pemasangan paku jalan yang dipasang pada marka membujur putus-putus adalah
pada k awal dan akhir marka dengan panjang 3-5 m, sedangkan jarak pengulangan untuk paku marka
jalan yang dipasang pada marka utuh adalah se ap 3m.

v Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable)


1. Lokasi yang akan dipasang kerb digali dan dirapikan space semen pasir diletakan diatas tanah dan
atasnya diletakan kerb. Setelah kering sambungan antara kerb diisi dengan adukan semen setelah
selesai dan kering belakang kerb di mbun dengan tanah supaya dak roboh.
2. Kerb harus dipasang dengan teli sesuai dengan detail, garis dan elevasi yang ditunjukan dalam gambar
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
3. Perkerasan Blok Beton Pada Trotoar dan Median
4. Perkerasan Blok beton harus dipasang sesuai dengan petunjuk direksi dan spesifikasi yang telah
disepaka dan disetujui, pada umumnya blok beton harus dipasang diatas landasan pasir.
5. Permukaan blok beton yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata tanpa adanya
blok beton yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan yang di tentukan direksi.

v Perkerasan Blok Beton pada Trotoar dan Median


1. Perkerasan Blok beton harus dipasang sesuai dengan petunjuk direksi dan spesifikasi yang telah
disepaka dan disetujui, pada umumnya blok beton harus dipasang diatas landasan pasir.
2. Permukaan blok beton yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang rata tanpa adanya
blok beton yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan yang di tentukan direksi.

Ø DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN


Uraian:
Pekerjaan ini mencakup operasi-operasi yang disetujui oleh Direksi pekerjaan yang semula dak diperkirakan
(atau disediakan dalam da ar kualitas dari Divisi 1 sampai Divisi 8) tetapi diperlukan selama pelaksanaan
pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang memenuhi ketentuan. Operasi-operasi yang dilaksanakan
menurut pekerjaan harian dapat terdiri dari pekerjaan jenis apapun sebagaimana yang ditunjukkan atau
diperintakan oleh direksi pekerjaan, dan dapat mencakup pekerjaan tambahan dari drainase, galian,
mbunan, stabilisasi, pengujian, pengembalian (res tu on) perkerasan lama ke bentuk semula, pelapisan
ulang, struktur atau pekerjaan lainnya.
1. Pelaksanaan pekerjaan harian
-    Perintah pekerjaan harian
a. Pekerjaan harian dapat diminta secara tertulis oleh direksi pekerjaan
b. Untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dimana harga satuan pekerjaan harian sudah dimasukkan
dalam da ar kuan tas dan harga, perintah ini akan menguraikan batas dan sifat dari pekerjaan yang
diperlukan dengan lampiran gambar dan dokumen kontrak yang telah direvisi untuk menentukan
detail pekerjaan, dan akan menentukan metode untuk menetapkan harga akhir dari pekerjaan yang
diperintahkan.
c. Untuk pekerjaan yang dilaksanakan dimana diperlukan persetujuan terlebih dahulu atas harga
satuan pekerjaan arian yang baru atau tambahan, maka perintah ini akan dirujuk silang ke, dan
akan disertai dengan variasi (Pekerjaan tambah/kurang) mencakup harga satuan baru atau
tambahan yang disetujui.
d. Direksi pekerjaan akan menandatangani dan memberikan tanggal perintah pekerja harian untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut.
2. Pengukuran dan pembayaran
Pengukuran pekerja untuk pembayaran menurut pekerjaan harian harus dilakukan menurut jam kerja aktual
dari penggunaan pekerja yang disahkan pada harga satuan untuk sebagai jenis pekerja yang dimasukkan
dalam da ar dan kuan tas dan Harga, dimana harga dan pembayaran itu haruslah merupakan
kompensasi untuk biaya-biaya berikut ini:
a. Upah pekerja, pajak, bonus, asuransi, tunjangan hari libur, akomodasi dan fasilitas kesejahteraan,
pengobatan, seluruh tunjangan serta biaya lainnya yang diuraikan dalam “Peraturan Tenaga Kerja
Indonesia”
b. Penggunaan dan pemeliharaan perkakas tangan
c. Biaya transportasi ked an dari lokasi pekerjaan yang dilaksanakan.
d. Seuruh biaya administrasi dan keuangan yang bersangkutan, pengawasan di luar mandor, dan biaya
pelengkap lainnya serta biaya umum (over head) yang diperlukan untuk memobilisasi pekerja ke
lokasi pekerjaan
e. Laba
Ø DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN
v Pemeliharaan Ru n Perkerasan
1. Perkerasan Berpenutup Aspal
Pengembalian kondisi terhadap lubang yang lebih besar dari 40 cm x 40 cm, tepi yang rusak, retak halus yang
mencakup lebih dari 10 % dari se ap 100 m panjang, retak-retak lebar yang memerlukan pengisian celah
retak satu per satu, retak buaya yang dianggap oleh Direksi Pekerjaan bersifat struktural sehingga perlu
digali dan ditambal, dan pekerjaan yang bertujuan untuk memperbaiki lereng melintang jalan, bentuk atau
kekuatan struktural perkerasan yang dak dipandang sebagai bagian dari pekerjaan pemeliharaan ru n dan
harus diukur dan dibayar menurut Seksi-seksi yang berkaitan dari Spesifikasi ini untuk bahan yang
digunakan, seper Campuran Aspal Panas, dan sebagainya.
2. Perkerasan Tanpa Penutup Aspal
Pekerjaan pemeliharaan ru n harus mencakup operasi seper pengisian lubang dan keri ng (corruga on), dan
perataan ringan dengan "grader" untuk mendistribusi kembali bahan yang lepas.
Pengembalian kondisi jalan tanpa penutup aspal yang beralur (ru ng) atau rusak berat dengan pengkerikilan
kembali selain perataan dengan "grader" dak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pemeliharaan ru n.
Pekerjaan perbaikan semacam ini harus diukur dan dibayar sesuai dengan bahan yang digunakan.
v Pemeliharaan Ru n Bahu Jalan
Pekerjaan pemeliharaan ru n harus mencakup operasi seper pengisian lubang dengan agregat bahu jalan, pembuangan
semak-semak, rumput-rumput dan penghalang lainnya yang mengganggu fungsi bahu jalan. Pekerjaan perbaikan
bahu jalan berskala besar yang mencakup pengisian agregat bahu jalan atau penggalian dan pengisian kembali
agregat bahu jalan atau pelaburan bahu jalan dak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pemeliharaan ru n.
Perbaikan bahu jalan semacam itu harus diukur dan dibayar menurut Seksi yang berkaitan untuk bahan-bahan yang
digunakan, seper Lapis Pondasi Agregat Kelas A, B atau S, Burtu, dan sebagainya.
v Pemeliharaan Ru n Selokan, Selokan Air, Galian dan Timbunan
Pemeliharaan ru n selokan dan saluran air sementara maupun permanen harus dijadwalkan sedemikian rupa sehingga
aliran air yang lancar dapat dijaga selama Periode Pelaksanaan. Selokan dan saluran air lama maupun yang baru
dibuat harus dijaga agar bebas dari semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan tanaman yang
dak dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air permukaan. Pemeliharaan semacam itu harus
dilaksanakan secara teratur berdasarkan ru nitas dan segera setelah aliran permukaan akibat hujan lebat telah
berhen mengalir.
Selama periode hujan lebat, Penyedia Jasa harus menyediakan regu pemeliharaan yang akan berpatroli di lapangan dan
mencatat se ap sistem drainase yang kurang berfungsi akibat penyumbatan atau karena hal lain. Se ap kelainan
pada drainase dicatat pada saat tersebut, seper luapan air, kekurangan kapasitas, erosi, alinyemen struktur drainase
yang kurang tepat atau rancangan lainnya yang kurang cocok, harus dilaporkan kepada Direksi Pekerjaan, dan Direksi
Pekerjaan akan mengeluarkan perintah yang sesuai dengan langkah yang harus diambil.
Pekerjaan pemeliharaan ru n untuk mbunan dan galian harus mencakup pemotongan rumput, semak-semak, dan
pohon-pohon kecil yang ngginya sudah lebih dari 5 cm dan/atau sudah berumur 2 minggu sejak pemotongan
terakhir, mana yang lebih dulu tercapai, untuk memperbaiki penampilan di dalam atau di samping jalan yang
dibangun atau memperbaiki jarak pandang atau kungan selama Periode Pelaksanaan fisik. Pekerjaan memotong
tersebut harus tersisakan dak lebih nggi dari 5 cm. Pekerjaan lain yang mencakup perbaikan lereng yang dak
stabil, pekerjaan pengembalian kondisi atau perbaikan drainase yang bersangkutan dan stabilitas dengan tanaman
harus dilaksanakan dan dibayar menurut ketentuan.
v Pemeliharaan Ru n Perlengkapan Jalan
Pekerjaan pemeliharaan harus mencakup operasi seper pembersihan dan perbaikan rambu jalan, patok pengaman dan
patok kilometer yang rusak, perbaikan rel pengaman dan pengecatan kembali huruf yang tak terbaca pada rambu
jalan. Tidak menimbulkan goresan atau garutan pada rambu jalan dalam proses pembersihan dan perbaikan rambu
jalan. Penyediaan rambu jalan, patok pengarah, patok kilometer atau rel pengaman yang baru, baik pada lokasi baru
atau menggan bagian-bagian yang rusak atau pengecatan marka jalan harus dianggap sebagai pekerjaan
perlengkapan jalan dan pengatur lalu lintas dan harus dibayar secara terpisah
v Pemeliharaan Ru n Jembatan
Pekerjaan pemeliharaan ru n harus mencakup operasi seper pemeriksaan secara teratur dan pelaporan semua
kondisi komponen utama dari struktur maupun pembersihan saluran dan lubang drainase, pembersihan
kotoran dan sampah pada sambungan ekspansi, perletakan dan komponen logam lain yang peka terhadap
karat dan pembuangan akumulasi sampah dan/atau tanah sedimen atau endapan yang diakibatkan oleh
banjir pada saluran air. Perbaikan, pengembalian kondisi dan penggan an beton, komponen baja atau kayu
yang rusak pada struktur jembatan, pengecatan kembali aja struktur atau baja lainnya atau struktur kayu,
penggan an bahan pada lantai struktur, dan perbaikan dan pengembalian kondisi se ap lapisan aspal di atas
lantai struktur yang rusak dak boleh dimasukkan ke dalam pekerjaan pemeliharaan ru n jembatan.
Pekerjaan pengembalian kondisi dan perbaikan seper itu harus dibayar menurut Seksi lain yang berkaitan
dari Spesifikasi.
Di daerah bangunan atas jembatan dan bangunan bawah jembatan, operasi pembersihan dan pembabatan yang
berikut harus dilaksanakan sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan;
Semua tanaman yang berjuntai harus dipotong secukupnya dan sampahnya dibuang dengan rapi;
1. Semua lubang sulingan yang disediakan pada abutment dan tembok sayap harus bebas dari sampah-
sampah yang menyumbatnya.
2. Semua dudukan jembatan dan kepala pier harus dijaga supaya bebas dari sampah, kotoran dan air.
3. Semua sambungan pada permukaan kayu harus dijaga agar bebas dari sampah dan kotoran sedemikian
hingga dak menyimpan air yang akan mempercepat proses pelapukan;
4. Semua permukaan baja harus dijaga agar bebas dari sampah dan kotoran sedemikian hingga dak
menyimpan air yang akan mempercepat proses korosi.
5. Semua lubang pembuangan air, pipa buangan air, saluran drainase dan lubang keluaran harus dijaga
bersih dari sampah supaya air dapat mengalir bebas, sehingga terhindar dari limpahan air pada
perletakan, dudukan perletakan dan rembesan melalui sambungan atau retak-retak.
6. Paku, baut jembatan atau pecahan kayu dak boleh menonjol di atas permukaan lantai jembatan
sehingga dapat menusuk ban kendaraan yang lewat.

Pekerjaan pemeliharaan ru n yang diuraikan dalam Pasal di atas harus dibayar dari harga lump sum dalam
Kontrak untuk Mata Pembayaran yang terda ar di bawah dan dalam Da ar Kuan tas, dimana harga
tersebut harus mencakup semua kompensasi Penyedia Jasa untuk penyediaan semua bahan, pekerja,
peralatan, perkakas dan keperluan lainnya yang perlu atau lazim.

SHARE ARTIKEL :
Facebook Twitter Google+ Lintaskan

ARTIKEL TERKAIT: Berlanggan


Contoh Denah Rumah Minimalis Type 60 Dengan Berlangganan posting: Daftarkan

Kamar 3 alamat email Anda untuk memperoleh


umpan posting terbaru langsung ke
Dapur Modern Dengan Warna Merah
kotak masuk pesan dari
Furniture Keren Untuk Rumah Minimalis ragamtekniksipil.

Desain Pintu Rumah Minimalis Modern


Enter your email.... BERLANGGANAN
Ranjang Tingkat Untuk Kamar Tidur Minimalis

0 KOMENTAR: Comments+
Enter your comment...

Comment as: Select profile.

Publish Preview

»
Template Design by ragamtekniksipil

Since 2010 ragamtekniksipil Diberdayakan Oleh Blogger