Anda di halaman 1dari 32

STANDAR BIAYA MASUKAN

TAHUN ANGGARAN 2020


PMK No. 78/PMK.02/2019
Kebijakan Standar Biaya

2
PMK No.71/PMK.02/2013 jo.
PMK No. 51/PMK.02/2014
yang mengatur tentang
Pedoman Standar Biaya,
PP No. 90 Tahun 2010 Standar Struktur Biaya &
tentang Penyusunan RKA-K/L Indeksasi dalam Penyusunan
• Pasal 5 Ayat (3), Penyusunan RKA-KL.
anggaran RKA-K/L menggunakan
UU No.17 Tahun 2003 instrumen indikator kinerja, standar
tentang Keuangan Negara biaya, dan evaluasi kinerja.
• Pasal 5 Ayat (5), Ketentuan standar
biaya sebagaimana diatur dengan
Peraturan Menteri Keuangan setelah
berkoordinasi dengan
Kementerian/Lembaga.

3
Pendekatan Penyusunan RKA-K/L

Anggaran
Penganggaran Berbasis Kinerja KPJM
Terpadu

Indikator Evaluasi
Standar Biaya
Kinerja Kinerja

Standar Standar Standar


Biaya Biaya Struktur
Masukan Keluaran Biaya
(SBM) (SBK) (SSB)

4
Jenis Standar Biaya

Standar Biaya
• SBM yang diatur melalui PMK Keluaran (SBK) • Batasan komposisi biaya
• SBM yang diatur melalui tertentu atas suatu keluaran/
Surat Persetujuan Menteri • SBKU  SBK Umum berlaku kegiatan/program tertentu
Keuangan  SBML (Satuan untuk Semua
Biaya Masukan Lainnya Kementerian/Lembaga
• SBKK  SBK Khusus berlaku
untuk Satu atau Beberapa
Kementerian/Lembaga
Standar Biaya Standar Struktur
Masukan (SBM) Biaya (SSB)

5
Kerangka Pengaturan SB

PENGATURAN
STANDAR BIAYA

Regelling Beschikking
• Bersifat jangka panjang • Bersifat tahunan
• Pengaturan penerapan • Penetapan satuan2 biaya baik SBM
standar biaya maupun SBK termasuk struktur biaya

PMK 71/PMK.02/2013 Jo. PMK 51/PMK.02/2014

1. Panduan penerapan SBM 1. PMK & Surat Menkeu ttg SBM


2. Panduan penerapan SBK, 2. PMK SBK
3. Panduan penerapan Standar 3. PMK Standar Struktur Biaya
Struktur Biaya & Indeksasi 4. Surat Menkeu tentang Indeksasi 6

5
Standar Biaya dalam RKA-K/L

SBK
SSB

SBM

Indeks

7
Standar Biaya Masukan 2020
(SBM 2020)

8
 Definisi: Satuan biaya berupa harga satuan, tarif, dan indeks yang ditetapkan
untuk menghasilkan biaya komponen keluaran.

 Pemberlakuan  berlaku untuk satu Kementerian Negara/Lembaga, atau


 beberapa/seluruh Kementerian Negara/Lembaga

 Penetapan Melalui PMK / Surat persetujuan Menkeu


 Kriteria SBM  Tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik tertentu
dengan  Adanya kekhususan satuan biaya yang dimiliki oleh
persetujuan Kementerian Negara/Lembaga.
Menkeu  Daerah terpencil, daerah perbatasan, pulau terluar, dan /atau
 Penyelenggaraan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri

9
 Fungsi Dalam Perencanaan:
 Batas tertinggi untuk menghasilkan biaya komponen output,
dan
 Alat reviu angka dasar (baseline)
Dalam Pelaksanaan:
 Batas tertinggi, atau
 Estimasi (utk SB yg harganya tersedia di pasar)
 Penggunaan K/L wajib menggunakan SBM dalam penyusunan RKA-K/L
 Tanggung • Kesesuaian dan kebenaran atas penggunaan SBM sepenuhnya
Jawab menjadi tanggung jawab PA/KPA
Penggunaan • APIP wajib melakukan pengawasan dan melaporkan kepada
menteri/pimpinan lembaga dengan tembusan kepada menteri
keuangan secara berkala
 Pengawasan Pengawasan atas penggunaan SBM dilakukan oleh aparat pengawas
fungsional K/L

10
CAKUPAN
Total Pagu

SBM

PMK SBM TA 2020 SBM Lainnya


(SBML)
Lampiran 1 Lampiran 2 Satuan
Biaya
Dengan Surat
Lainnya
39 20 Persetujuan
Menteri
ITEM ITEM Keuangan

11
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Narasumber/ Pembahas

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
11.1 Catatan: Catatan: • Unit organisasi eselon I
1. Satuan jam yang digunakan dalam pemberian 1. Satuan jam yang digunakan dalam pemberian yang dimaksud adalah
honorarium narasumber/pembahas adalah 60 honorarium narasumber/pembahas adalah 60 Unit organisasi eselon I
(enam puluh) menit baik dilakukan secara panel (enam puluh) menit baik dilakukan secara panel struktural yang ditetapkan
maupun individual. maupun individual. oleh MENPAN
2. Honorarium narasumber/pembahas dapat 2. Honorarium narasumber/pembahas dapat
diberikan dengan ketentuan: diberikan dengan ketentuan:
a. narasumber/pembahas berasal dari luar unit a. narasumber/pembahas berasal dari luar unit
organisasi eselon I penyelenggara; dan/atau organisasi eselon I penyelenggara; dan/atau
b. narasumber/pembahas berasal dari dalam unit b. narasumber/pembahas berasal dari dalam
organisasi eselon I penyelenggara sepanjang unit organisasi eselon I penyelenggara
peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan sepanjang peserta yang menjadi sasaran
berasal dari luar unit organisasi eselon I utama kegiatan berasal dari luar unit
penyelenggara/masyarakat. organisasi eselon I
penyelenggara/masyarakat.
Dalam hal narasumber/pembahas tersebut
berasal dari dalam unit organisasi eselon I
penyelenggara, maka diberikan honorarium
sebesar 50% (lima puluh persen) dari besaran
honorarium narasumber/pembahas

12
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Penyelenggaraan Kegiatan Pendidikan Pada Lingkup Pendidikan Tinggi

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

13 Khusus untuk Honorarium Penyusunan Rancangan Khusus untuk Honorarium Penyusunan Rancangan
Mata Kuliah dan Bahan Ajar pada poin 13.3.p.1) dan Mata Kuliah dan Bahan Ajar pada poin 13.3.p.1) dan
13.3.p.2) di atas diperuntukkan bagi penyusunan 13.3.p.2) di atas diperuntukkan bagi penyusunan
rancangan mata kuliah baru atau penyempurnaan rancangan mata kuliah baru atau penyempurnaan
rancangan mata kuliah lama dengan persentase rancangan mata kuliah lama dengan persentase
penyempurnaan substansi paling sedikit 20% (dua penyempurnaan substansi paling sedikit 50% (lima
puluh persen). puluh persen).

13
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Rohaniwan

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

16 16. Honorarium Rohaniwan 16. Honorarium Rohaniwan


Honorarium yang diberikan kepada seseorang Honorarium yang diberikan kepada seseorang
yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang
sebagai rohaniwan dalam pengambilan sumpah sebagai rohaniwan dalam pengambilan sumpah
jabatan. jabatan. Honorarium tersebut dapat
diberikan sepanjang merupakan tugas
tambahan.

14
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Penyelenggara Ujian dan Vakasi

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
20 20. Honorarium Penyelenggara Ujian dan Vakasi 20. Honorarium Penyelenggara Ujian dan Vakasi
Honorarium Penyelenggara Ujian dan Vakasi Honorarium Penyelenggara Ujian dan Vakasi
merupakan imbalan bagi penyusun/pembuat merupakan imbalan bagi penyusun/pembuat
bahan ujian, pengawas ujian, penguji atau bahan ujian, pengawas ujian, penguji atau
pemeriksa hasil ujian pada pendidikan tingkat pemeriksa hasil ujian pada pendidikan tingkat
dasar, menengah, dan tinggi. Satuan biaya dasar, menengah, dan tinggi. Satuan biaya
pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. pengawas ujian sudah termasuk uang transpor.
Pemberian honorarium penyusun/pembuat Pemberian honorarium penyusun/pembuat
bahan ujian, penguji atau pemeriksa hasil ujian bahan ujian, penguji atau pemeriksa hasil ujian
kepada guru/dosen diberikan atas kelebihan kepada guru/dosen diberikan atas kelebihan
beban kerja guru/dosen dalam beban kerja guru/dosen dalam
penyusunan/pembuatan bahan ujian, pengujian penyusunan/pembuatan bahan ujian, pengujian
atau pemeriksaan hasil ujian yang ditetapkan atau pemeriksaan hasil ujian yang ditetapkan
sesuai dengan peraturan yang berlaku. sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pemberian honorarium pemeriksa hasil
ujian dikecualikan untuk ujian yang
diperiksa menggunakan mesin pemeriksa
ujian.

15
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Penceramah

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
22.1 Honorarium penceramah dapat diberikan kepada Pejabat Honorarium penceramah dapat diberikan kepada Pejabat
Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI
yang memberikan wawasan pengetahuan dan/atau yang memberikan wawasan pengetahuan dan/atau
sharing experience sesuai dengan keahliannya kepada sharing experience sesuai dengan keahliannya kepada
peserta diklat pada kegiatan pendidikan dan pelatihan peserta diklat pada kegiatan pendidikan dan pelatihan
dengan ketentuan sebagai berikut: dengan ketentuan sebagai berikut:
a. berasal dari luar unit organisasi eselon I a. berasal dari luar unit organisasi eselon I
penyelenggara; penyelenggara;
b. berasal dari dalam organisasi eselon I b. berasal dari dalam organisasi eselon I penyelenggara
penyelenggara sepanjang peserta diklat yang sepanjang peserta diklat yang menjadi sasaran
menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar utama kegiatan berasal dari luar unit organisasi
unit organisasi eselon I penyelenggara/masyarakat; eselon I penyelenggara/masyarakat; dan
dan c. khusus untuk Pegawai Aparatur Sipil
c. khusus untuk Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI, honorarium tersebut
Negara/Anggota Polri/TNI, honorarium tersebut digunakan untuk kegiatan pengajaran diklat yang
digunakan untuk kegiatan pengajaran diklat yang materi diklatnya diampu oleh Pejabat Eselon II ke
materi diklatnya diampu oleh Pejabat Eselon II ke atas/setara.
atas/setara. d. Dalam hal penceramah tersebut berasal dari
dalam organisasi eselon I penyelenggara,
maka diberikan honorarium sebesar 50%
(lima puluh persen) dari besaran honorarium
penceramah.

16
Kebijakan Efisiensi

Honorarium Penyusunan Modul Diklat

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

22.4 Satuan biaya ini diperuntukkan bagi penyusunan Satuan biaya ini diperuntukkan bagi penyusunan
modul diklat baru atau penyempurnaan modul diklat modul diklat baru atau penyempurnaan modul diklat
lama dengan persentase penyempurnaan substansi lama dengan persentase penyempurnaan substansi
modul diklat paling sedikit 20% (dua puluh persen). modul diklat paling sedikit 50% (lima puluh
persen).

17
Kebijakan Efisiensi

Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor

No di PMK Semula Menjadi Keterangan


26
No Uraian Satuan Besaran (Rp) No Uraian Satuan Besaran (Rp)

1 Golongan I dan II Orang/Kali 300.000 1 Golongan I dan II Orang/Kali 200.000

2 Golongan III Orang/Kali 350.000 2 Golongan III Orang/Kali 250.000

3 Golongan IV Orang/Kali 400.000 3 Golongan IV Orang/Kali 300.000

18
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Honorarium Pengadaan Barang/Jasa

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

3 .................................................................... .....................................................................  Perubahan nomenklatur


b. Honorarium Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan b. Honorarium Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan sesuai Peraturan
Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Kelompok Kerja Unit Kerja Pengadaan Barang Presiden Nomor 16
(ULP) dan Jasa (UKPBJ) Tahun 2018
 Unit Layanan
Honorarium diberikan kepada seseorang yang Honorarium diberikan kepada seseorang yang
Pengadaan (ULP)
diangkat oleh PA/KPA menjadi Panitia Pengadaan diangkat oleh PA/KPA menjadi Panitia Pengadaan
menjadi Unit Kerja
Barang/Jasa atau Kelompok Kerja ULP untuk Barang/Jasa atau Kelompok Kerja UKPBJ untuk
Pengadaan Barang
melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan Jasa (UKPBJ)
................................................................ ................................................................
Catatan: Catatan:
Dalam hal Pejabat Pengadaan Barang/Jasa atau Dalam hal Pejabat Pengadaan Barang/Jasa atau
anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan
Kelompok Kerja ULP telah menerima tunjangan Kelompok Kerja UKPBJ telah menerima
fungsional pengelola pengadaan barang/jasa, tunjangan fungsional pengelola pengadaan
maka tidak diberikan honorarium dimaksud. barang/jasa, maka tidak diberikan honorarium
dimaksud.

19
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Honorarium Perangkat Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ)

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

4 4. Honorarium Perangkat Unit Layanan 4. Honorarium Unit Kerja Pengadaan Barang dan  Perubahan nomenklatur
Pengadaan (ULP) Jasa (UKPBJ) sesuai Peraturan
Presiden Nomor 16
Honorarium diberikan kepada Pegawai Aparatur Honorarium diberikan kepada Pegawai Aparatur Tahun 2018
Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang berdasarkan Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang berdasarkan  Unit Layanan
surat keputusan pejabat yang berwenang diberi surat keputusan pejabat yang berwenang diberi Pengadaan (ULP)
tugas tambahan sebagai perangkat pada ULP. tugas tambahan sebagai perangkat pada UKPBJ. menjadi Unit Kerja
Yang dimaksud dengan ULP adalah unit yang Yang dimaksud dengan UKPBJ adalah unit yang Pengadaan Barang
struktur organisasinya dilekatkan pada unit struktur organisasinya dilekatkan pada unit
organisasi yang sudah ada. dan Jasa (UKPBJ)
organisasi yang sudah ada.
Dalam hal ULP sudah merupakan struktur Dalam hal UKPBJ sudah merupakan struktur
organisasi tersendiri dan perangkat ULP telah organisasi tersendiri dan perangkat ULP telah
diberikan remunerasi sesuai ketentuan yang diberikan remunerasi sesuai ketentuan yang
berlaku, maka perangkat ULP tidak diberikan berlaku, maka perangkat UKPBJ tidak diberikan
honorarium. honorarium.

20
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
17 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan • Tambahan norma : semua
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang syarat harus terpenuhi
berdasarkan Surat Keputusan Presiden/Menteri/Pejabat berdasarkan Surat Keputusan Presiden/Menteri/Pejabat
Setingkat Menteri/ Pejabat Eselon I/KPA diangkat dalam Setingkat Menteri/ Pejabat Eselon I/KPA diangkat dalam
suatu tim pelaksana kegiatan untuk melaksanakan suatu suatu tim pelaksana kegiatan untuk melaksanakan suatu
tugas tertentu. tugas tertentu.
Ketentuan pembentukan tim yang dapat diberikan Ketentuan pembentukan tim yang dapat diberikan
honorarium adalah sebagai berikut: honorarium setelah memenuhi seluruh ketentuan
sebagai berikut:

Klasifikasi • Penyempurnaan klasifikasi


Klasifikasi
No Jabatan
I II III No Jabatan
I II III
jabatan honorarium tim
1 Pejabat 1 Pejabat Negara,
Negara, Eselon Eselon I, Eselon II, dan
I, dan Eselon II 2 3 4 2 3 4
Pejabat Fungsional
Utama/yang setara
2 Pejabat Eselon 2 Pejabat Eselon III,
III, Pejabat Pejabat Eselon IV,
Eselon IV, pelaksana, dan
3 4 5 3 4 5
pelaksana, dan pejabat fungsional
pejabat lainnya
fungsional

21
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Satuan Biaya Uang Makan Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

23 23. Satuan Biaya Uang Makan Bagi Pegawai 23. Satuan Biaya Uang Makan Bagi Pegawai Aparatur Sipil
Aparatur Sipil Negara Negara dan Uang Lauk Pauk Anggota Polri/TNI
Satuan biaya uang makan bagi Pegawai a. Satuan Biaya Uang Makan Bagi Pegawai Aparatur Sipil
Aparatur Sipil Negara merupakan satuan Negara
biaya yang digunakan untuk perencanaan Satuan biaya uang makan bagi Pegawai Aparatur Sipil
kebutuhan uang makan pegawai yang Negara merupakan satuan biaya yang digunakan untuk
dihitung berdasarkan jumlah hari kerja. perencanaan kebutuhan uang makan pegawai yang
dihitung berdasarkan jumlah hari kerja.

b. Uang Lauk Pauk Anggota Polri/TNI


Uang Lauk Pauk Anggota Polri/TNI merupakan satuan
biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan
uang makan pegawai yang dihitung berdasarkan jumlah
hari kalender dalam bulan berkenaan.
Catatan:
Dalam hal kesepakatan terbaru antara pemerintah dan
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berbeda dengan
ketentuan Satuan Biaya Uang Makan Bagi Pegawai
Aparatur Sipil Negara dan Uang Lauk Pauk Anggota dalam
Peraturan Menteri ini, maka satuan biaya ini mengacu
kepada hasil kesepakatan tersebut.

22
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Honorarium Satpam, Pengemudi, Petugas Kebersihan, dan Pramubakti

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

29 .................................................................... ................................................................... • Tambahan alokasi


1. untuk satpam, pengemudi, petugas kebersihan, 1. untuk satpam, pengemudi, petugas kebersihan, honorarium untuk satpam,
dan pramubakti dengan melalui jasa pihak dan pramubakti dengan melalui jasa pihak pengemudi, petugas
ketiga/diborongkan alokasi honorarium dapat ketiga/diborongkan alokasi honorarium dapat kebersihan, dan pramubakti
ditambah paling banyak sebesar 15% (lima ditambah paling banyak sebesar 25% (dua yang melalui jasa pihak
belas persen) dari satuan biaya, besaran puluh lima persen) dari satuan biaya, besaran ketiga/diborongkan
tersebut tidak termasuk seragam dan tersebut tidak termasuk seragam dan • Penyesuaian 15% menjadi
perlengkapan. perlengkapan. 25% untuk memberikan
margin keuntungan bagi
perusahaan outsourcing
karena harus bayar PPN
sebesar 10%, PPh sebesar
2,5%, serta iuran/premi
jaminan sosial baik jaminan
kesehatan maupun jaminan
kecelakaan kerja.

23
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri dan Uang Representasi

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
30 .............................................................................. .............................................................................. Penyempurnaan norma
Uang harian diklat diberikan kepada Pejabat Uang harian diklat diberikan kepada Pejabat bahwa pihak lain dapat
Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Negara/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota mengikuti diklat
Polri/TNI yang diberikan tugas untuk mengikuti Polri/TNI/Pihak Lain yang diberikan tugas untuk
kegiatan pendidikan dan pelatihan yang mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan yang
diselenggarakan di dalam kota yang melebihi 8 diselenggarakan di dalam kota yang melebihi 8
(delapan) jam atau diselenggarakan di luar kota. (delapan) jam atau diselenggarakan di luar kota.

24
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Sewa Kendaraan Operasional Pejabat/Operasional Kantor dan/atau Lapangan

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

37 Catatan: Catatan: Penyempurnaan norma


1. Penggunaan satuan biaya sewa kendaraan 1. Penggunaan satuan biaya sewa kendaraan bahwa spesifikasi kendaraan
operasional pejabat/operasional kantor dan/atau operasional pejabat/operasional kantor dan/atau operasional kantor yang
lapangan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk lapangan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk berasal dari sewa harus
melakukan langkah-langkah efektifitas melakukan langkah-langkah efektivitas sesuai dengan ketentuan
penggunaan anggaran, sehingga fungsinya penggunaan anggaran, sehingga fungsinya
sebagai pengganti atas pengadaan kendaraan sebagai pengganti atas pengadaan kendaraan
melalui pembelian, dengan tetap menjadi bagian melalui pembelian, dengan tetap menjadi bagian
dari rencana kebutuhan untuk penyediaan dari rencana kebutuhan yang mengacu pada
pengadaan kendaraan pejabat/operasional standar barang dan standar kebutuhan
kantor. untuk penyediaan pengadaan kendaraan
pejabat/operasional kantor dan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

25
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
4 Satuan biaya pemeliharaan sarana kantor Satuan biaya pemeliharaan sarana kantor Penyempurnaan norma
merupakan satuan biaya pemeliharaan yang merupakan indeks satuan biaya yang bahwa Satuan Biaya
digunakan untuk perencanaan kebutuhan digunakan untuk perencanaan kebutuhan Pemeliharaan Sarana Kantor
dalam rangka mempertahankan barang dalam rangka mempertahankan barang merupakan indeks
inventaris kantor (yang digunakan langsung inventaris kantor (yang digunakan langsung
oleh pegawai, khususnya meja dan kursi), oleh pegawai, khususnya meja dan kursi),
personal computer/notebook, printer, AC split, personal computer/notebook, printer, AC split,
dan genset agar berada dalam kondisi normal dan genset agar berada dalam kondisi normal
(beroperasi dengan baik). Untuk biaya (beroperasi dengan baik). Untuk biaya
pemeliharaan genset belum termasuk pemeliharaan genset belum termasuk
kebutuhan bahan bakar minyak. kebutuhan bahan bakar minyak.

26
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Pengadaan Bahan Makanan Untuk Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS),


Petugas Pengamatan Laut, Anak Buah Kapal (ABK) Cadangan pada Kapal Negara, ABK
Aktif pada Kapal Negara, dan Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic
Information Service (VTIS)

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

9.4 ...................................................................... ...................................................................... Penyempurnaan norma


c. ABK Cadangan pada Kapal Negara adalah awak c. ABK Cadangan pada Kapal Negara adalah awak bahwa yang dapat diberikan
kapal negara kenavigasian yang siaga untuk kapal negara yang siaga untuk ditempatkan pada pengadaan bahan makanan
ditempatkan pada kapal negara kenavigasian kapal negara pada saat sandar dan bertolak bukan hanya ABK Cadangan
pada saat sandar dan bertolak serta bongkar serta bongkar muat. dan ABK Aktif pada Kapal
muat. d. ABK Aktif pada Kapal Negara adalah awak kapal Negara yang berada di kapal
d. ABK Aktif pada Kapal Negara adalah awak kapal negara yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian
negara kenavigasian yang ditempatkan dan negara pada posisi tertentu pada saat berlayar.
bekerja di kapal negara kenavigasian pada
posisi tertentu pada saat berlayar.

27
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Satuan Biaya Konsumsi Rapat

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
11 Satuan biaya konsumsi rapat merupakan satuan biaya Satuan biaya konsumsi rapat merupakan satuan biaya Penyempurnaan norma dengan
yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penambahan satker lainnya
pengadaan makan dan kudapan termasuk minuman untuk pengadaan makan dan kudapan termasuk minuman untuk
rapat/pertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat rapat/pertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat
menteri/eselon I/setara maupun untuk rapat biasa yang menteri/eselon I/setara maupun untuk rapat biasa yang
pesertanya melibatkan eselon II lainnya/eselon I lainnya/ pesertanya melibatkan satker lainnya/eselon II
kementerian negara/lembaga lainnya/Instansi Pemerintah/ lainnya/eselon I lainnya/ kementerian negara/lembaga
masyarakat dan dilaksanakan minimal selama 2 (dua) jam. lainnya/Instansi Pemerintah/ masyarakat dan dilaksanakan
minimal selama 2 (dua) jam.
Catatan :
Yang dimaksud satker lainnya adalah kantor
vertikal berdasarkan struktur organisasi.

28
Penyempurnaan Pengaturan SBM

Satuan Biaya Tiket Pesawat Perjalanan Dinas Luar Negeri Pergi Pulang (PP)

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
19 Satuan biaya tiket pesawat perjalanan dinas luar Satuan biaya tiket pesawat perjalanan dinas luar Disesuaikan dengan norma
negeri pergi pulang (PP) merupakan satuan biaya negeri pergi pulang (PP) merupakan satuan biaya yang terdapat dalam PMK
yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya Nomor 164/PMK.05/2015
pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta tentang Tata Cara
ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pergi ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pergi Pelaksanaan Perjalanan
pulang (PP). Satuan biaya tiket termasuk biaya pulang (PP). Satuan biaya tiket termasuk biaya Dinas Luar Negeri
asuransi, tidak termasuk airport tax dan biaya asuransi, tidak termasuk airport tax dan biaya
retribusi lainnya. retribusi lainnya.
Perjalanan dinas luar negeri dengan lama perjalanan Perjalanan dinas luar negeri dengan lama perjalanan
melebihi 8 (delapan) jam penerbangan (tidak melebihi 8 (delapan) jam penerbangan (tidak
termasuk waktu transit), bagi pejabat Eselon III termasuk waktu transit) dapat menggunakan kelas
ke atas/fungsional yang setara dapat bisnis.
menggunakan kelas bisnis. Dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya tiket
Dalam pelaksanaan anggaran, satuan biaya tiket perjalanan dinas luar negeri menggunakan metode at
perjalanan dinas luar negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran).
cost (sesuai pengeluaran).

29
Penghapusan Satuan Biaya

Honorarium Penerima Hasil Pekerjaan

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK

4. Honorarium Penerima Hasil Pekerjaan HAPUS


Honorarium diberikan kepada panitia/pejabat  (Penyesuaian
yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas nomenklatur sesuai
memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018)
 Penerima Hasil
Pekerjaan sudah tidak
ada, diganti dengan
Pemeriksa Hasil
Pekerjaan dengan
tugas dan fungsi yang
berbeda

30
Penghapusan Satuan Biaya

Satuan Biaya Uang Saku Pemeriksa Dalam Lokasi Perkantoran Yang Sama

No di
Semula Menjadi Keterangan
PMK
Satuan biaya uang saku pemeriksa dalam lokasi
perkantoran yang sama merupakan satuan biaya
yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya
kompensasi kepada aparat fungsional pemeriksa
(auditor) berdasarkan surat perintah pejabat yang
berwenang yang diberi tugas untuk melakukan
pengawasan internal dalam lokasi perkantoran yang
sama dan dilaksanakan lebih dari 8 (delapan) jam.
Terhadap aparat fungsional pemeriksa (auditor)
tersebut tidak diberikan uang makan, uang lembur,
dan uang makan lembur.

31
32

Anda mungkin juga menyukai