Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perencanaan merupakan suatu hal yang sangat penting terutama pada
perusahaan dalam bidang manufaktur. Perencanaan yang baik dapat meningkatkan
kualitas dari suatu produk itu sendiri serta dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan dari konsumen. Hal ini tentunya akan meningkatkan keuntungan yang
didapatkan oleh perusahaan. Perencanaan setiap perusahaan dalam membuat suatu
produk tidak selalu berjalan dengan baik. Penyebab dari masalah tersebut
diantaranya belum mengetahui data dari produk refrensi, tidak mengetahui
kebutuhan langsung konsumen, belum bisa mengolah data yang masih acak untuk
dapat dijadikan acuan, produk yang dibuat tidak sesuai dengan prinsip perancangan
dan dimensi yang digunakan sehingga produk yang dibuat tidak sesuai dengan
keinginan pelanggan, belum mengetahui spesifikasi produk yang akan dibuat,
belum mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk pesaing agar produk yang
dibuat lebih unggul dari produk pesaing, belum bisa menerjemahkan kebutuhan
konsumen menjadi karakteristik teknis.
Solusi dari permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan tahapan yang
meliputi identifikasi kebutuhan pelanggan, penentuan karakteristik teknis,
spesifikasi produk, matriks hubungan, benchmarking, pembuatan House Of
Quality, penyusunan dan penurunan konsep, pemilihan konsep dan desain produk.
Identifikasi kebutuhan pelanggan merupakan bagian penting dari fase
pengembangan konsep yang merupakan salah satu fase pada proses pengembangan
produk. Daftar kebutuhan pelanggan yang dihasilkan digunakan untuk menuntun
anggota team dalam menetapkan spesifikasi produk, membuat konsep produk dan
menseleksi konsep produk untuk pengembangan selanjutnya. Karakteristik teknis
tersebut digunakan sebagai dasar untuk membuat atau mengembangkan suatu
produk. Dengan memaparkan hubungan secara sistematis antara keinginan
customer dengan karakteristik teknis suatu produk, Karakteristik teknis adalah
deskripsi yang terukur mengenai suatu produk. Spesifikasi produk digunakan untuk
tahap perencanaan produk dalam menjabarkan keinginan dan kebutuhan konsumen
yang akan diterapkan pada suatu produk, benchmarking digunakan untuk
membandingkan produk pesaing yang paling unggul dan mengimplementasikan
hasil dari pembadingan produk kedalam produk yang akan dibuat, dan HOQ (House
Of Quality) digunakan untuk tahap perencanaan produk dalam menerjemahkan
kebutuhan konsumen yang didapat dari kuesioner kedalam bahasa teknis dari
perusahaan untuk menyusun desain produk.

Perencanaan ini akan diterapkan untuk membuat perencanaan produk


inovatif yaitu phone case airbag. Harapan dibuat perencanaan produk inovatif ini
adalah untuk meningkatkan kualitas produk dan dapat merancang produk sesuai
dengan kebutuhan konsumen.

1.2. Perumusan Masalah


1. Bagaimana untuk mengetahui identifikasi kebutuhan pelanggan?
2. Bagaimana untuk mengetahui penentuan karakteristik teknis?
3. Bagaimana cara untuk mengetahui dan menghasilkan sebuah spesifikasi
produk yang sesuai?
4. Bagaimana cara mengetahui matriks hubungan pada perencanaan
produk?
5. Bagaimana mengetahui skor tertinggi dari penilaian bobot keunggulan
kebutuhan pelanggan dan karakteristik teknis untuk sebuah perencanaan
produk?
6. Bagaimana mengetahui tingkat prioritas karakteristik teknis dan
karakteristik dominan dalam perencanaan sebuah produk?
7. Bagaimana mengetahui pemilihan konsep yang sesuai dengan
perencanaan sebuah produk?
8. Bagaimana cara untuk mendesain produk yang sesuai dengan kebutuhan
pelanggan dan karakteristik teknis?
1.3. Pembatasan Masalah
1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

2. Penentuan Karakteristik Teknis

3. Spesifikasi Produk

4. Matriks Hubungan

5. Benchamrking

6. Pembuatan HOQ

7. Penyusunan dan Penurunan Konsep

8. Pemilihan Konsep
9. Desain Produk

1.3. Tujuan Penulisan


1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Tujuan dan Strategi (Visi dan Misi)


Setiap perusahaan memiliki visi dan misi yang berbeda, semua tergantung
tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Visi dan misi perusahaan menjadi
landasan dasar bagi sebuah perusahaan. Visi dan misi perusahaan menjadi
landasan dasar bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itu tak perlu ditanyakan lagi,
bahwa peranan visi dan misi perusahaan sangatlah penting. PT. INDOCRAFT
memiliki visi dan misi sebagai berikut.
Visi :
Terus tumbuh dan berkembang menjadikan perusahaan yang professional dengan
mengutamakan kecepatan, ketepatan waktu tanpa mengurangi kualitas produk serta
memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
Misi :
Tidak pernah berhenti untuk mencapai perkembangan dengan selalu melakukan
kreasi dan inovasi produk yang diinginkan oleh konsumen.

2.2. Kebijakan Perusahaan


1. Karyawan bertanggung jawab untuk memberikan jasa dan bantuan
kepada sesama karyawan berdasarkan cara yang profesional.
2. Karyawan agar berpakaian yang baik dan sopan. Penampilan serta
dandanan yang rapih dan sikap yang ceria merupakan aset yang penting
bagi anda maupun Perusahaan.
3. Perbedaan pendapat dan pemikiran perlu dibicarakan secara sopan dan
profesional, tanpa adanya kekerasan fisik, gangguan atau ancaman
terhadap sesama karyawan dan atasan.
4. Karyawan menaati instruksi atasan yang berhubungan dengan posisi dan
tanggung jawabnya, etika kerja dan peraturan. Perusahaan tidak memberi
toleransi atas pembangkangan perintah. Pembicaraan mengenai adanya
ketidaksesuaian dalam perintah atasan dapat dilakukan dalam keadaan
luar biasa.
5. Karyawan dilarang untuk mengeluarkan informasi atau dokumen
perusahaan tanpa persetujuan yang diperlukan dari atasan dan departemen
terkait.
6. Perusahaan telah menunjuk divisi khusus untuk berkomunikasi dan
mengeluarkan informasi perusahaan maupun karyawan khusus untuk
bertindak sebagai juru bicara Perusahaan. Karyawan diminta untuk
melakukan klarifikasi dan konfirmasi sebelum mengeluarkan informasi
apapun, karena masyarakat, media ataupun pihak lain dapat menganggap
opini pribadi karyawan adalah sebagai sikap Perusahaan.

2.3. Produk Referensi


Produk Referensi adalah kegiatan mengidentifikasi produk referensi
phone case airbag yang akan direncanakan sebagai acuan untuk
perencanaan produk oleh perusahaan. Penggunaan Handphone sekarang
ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Tidak dapat
dipungkiri para pengguna handphone pasti ada yang menggunakan phone
case. Phone case merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melindungi
handphone pada saat terjatuh,
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan