Anda di halaman 1dari 10

PELAYANAN

KUNJUNGAN RUMAH PASIEN JIWA


No.
:
Dokumen
No. Revisi :
SOP Tanggal
:
Terbit
Halaman : 1-2
UPTD
dr. Henry Mulyono
Puskesmas NIP.19750509 200212 1 012
Poned Balowerti

1. Pengertian Pelayanan kunjungan rumah gangguan jiwa adalah salah satu


teknik pengumpulan data dengan jalan mengunjungi rumah pasien
untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi dan untuk
melengkapi data yang sudah ada.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan


pelayanan kunjungan rumah pasien jiwa di UPTD Puskesmas
Poned Balowerti.

3. Kebijakan 1. SK Kepala UPTD Puskesmas Poned Balowerti No.__ Tahun


2017 Tentang Penetapan Jenis Pelayanan di UPTD Puskesmas
Poned Balowerti
2. SK Kepala UPTD Puskesmas Poned Balowerti No.__ Tahun
2017 Tentang Penaetapan Penanggung Jawab UKM

4. Referensi Kesehatan jiwa masyarakat dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur

5. Prosedur / 1. Petugas melakukan kunjungan rumah pasien jiwa yaitu:


Langkah- a. Penderita baru yang tidak bisa dibawa ke Puskesmas
langkah b. Penderita lama khususnya yang tidak berkunjung atau
berobat
2. Petugas menjelaskan kepada keluarga pasien dan pasien apa
yang akan dilakukan dan meminta persetujuan tindakan
3. Petugas mencuci tangan dengan teknik mencuci tangan 7
langkah
4. Petugas melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik bila perlu
5. Untuk penderita baru, kegiatan yang dilakukan adalah petugas
menentukan diagnosa awal dan terapi, sedang penderita lama
petugas memantau penderita yang pulang dari rumah sakit jiwa
dan memantau penderita yang agresif (kambuhan), menolak
minum obat, dan lain-lain serta bisa direncanakan rujukan bila
perlu
6. Petugas melakukan konseling dan penyuluhan kepada pasien
serta keluarga
7. Petugas merencanakan untuk pasien agar melakukan kontrol
ke puskesmas sesuai jadwal yang telah ditentukan
8. Petugas membereskan peralatan dan mencuci tangan
9. Petugas melakukan pencatatan.
6. Diagram Alir
(Jika
dibutuhkan)

7. Unit Terkait 1. Penanggung Jawab UKM Jiwa


2. Puskesmas Pembantu
3. Ponkeskel
PELAYANAN KUNJUNGAN RUMAH PASIEN
GANGGUAN JIWA
No. Dokumen : SOP/UKM/PKM-ST2
/ 2019
SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
UPT.PUSKESMAS H. YusdieShopiani, SKM
SUNGAI TABUK 2 NIP.196802261989021003
KABUPATEN BANJAR

1. Pengertian Pelayanan kunjungan rumah gangguan jiwa adalah salah satu teknik
pengumpulan data dengan jalan mengunjungi rumah pasien untuk membantu
menyelesaikan masalah yang dihadapi dan untuk melengkapi data yang sudah
ada.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan pelayanan


kunjungan rumah pasien jiwa di UPT.Puskesmas Sungai Tabuk

3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT. Puskesmas Sungai Tabuk 2 nomor 039 /SK/PKM-ST
2/2019 Tentang standar layanan klinis di UPT. Puskesmas Sungai Tabuk 2
4. Referensi Kesehatan jiwa masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

5. Prosedur 1. Petugas melakukan kunjungan rumah pasien jiwa yaitu:


a. Penderita baru yang tidak bisa dibawa ke Puskesmas
b. Penderita lama khususnya yang tidak berkunjung atau berobat
2. Petugas menjelaskan kepada keluarga pasien dan pasien apa yang akan
dilakukan dan meminta persetujuan tindakan
3. Petugas mencuci tangan dengan teknik mencuci tangan 7 langkah
4. Petugas melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik bila perlu
5. Untuk penderita baru, kegiatan yang dilakukan adalah petugas menentukan
diagnosa awal dan terapi, sedang penderita lama petugas memantau
penderita yang pulang dari rumah sakit jiwa dan memantau penderita yang
agresif (kambuhan), menolak minum obat, dan lain-lain serta bisa
direncanakan rujukan bila perlu
6. Petugas melakukan konseling dan penyuluhan kepada pasien serta keluarga
7. Petugas merencanakan untuk pasien agar melakukan kontrol ke puskesmas
sesuai jadwal yang telah ditentukan
8. Petugas membereskan peralatan dan mencuci tangan
9. Petugas melakukan pencatatan

6. Bagan alir -

7. Unit terkait 1. Pengelola Program Jiwa


2. Bidan Desa
Rekaman Historis

N Tanggalmulaidiberlak
Yang diubah Isi perubahan
o ukan
PROGRAM SCRENING KESEHATAN JIWA

No. Dokumen : SOP/UKM/PKM-ST2


/ 2019
SOP
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/4
UPT.PUSKESMAS H. YusdieShopiani, SKM
SUNGAI TABUK 2 NIP.196802261989021003
KABUPATEN BANJAR

1. Pengertian Deteksi dini gangguan kesehatan jiwa adalah upaya penemuan kasus
gangguan jiwa secara dini oleh tenaga kesehatan yang dilaksanakan secara
terintegrasi dengan pelayanan dasar lainnya di puskesmas maupun jaringannya
2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas kesehatan di puskesmas agar mampu mendeteksi
dini menemukan kasus dan melakukan diagnose kasus-kasus gangguan jiwa
secara dini sesuai batas kewenangan yang dimiliki
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT. Puskesmas Sungai Tabuk 2 nomor 039 /SK/PKM-ST
2/2019 Tentang standar layanan klinis di UPT. Puskesmas Sungai Tabuk 2
4. Referensi 1. UU no. 29 tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. UU no. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika

3. UU no. 22 tahun 1997 Tentang Narkotika


5. Prosedur 1. Sapa dan salam
2. Persiapan pasien
3. Beritahukan maksud dan tujuan pemeriksaan deteksi dini tentang
gangguan jiwa
4. Pasien dengan keluhan utama dibedakan menjadi 3 kelompok Keluhan
fisik (F), Psikosometri (PS) atau Mental Emosional (ME)
5. Pasien dikelompokan berdasarkan gejala (keluhan) yang dirasakan
penderita yang membuat penderita datang berobat ke Puskesmas
a. Bila penderita merasakan keluhan fisik saja, masuk dalam (Fl),
penderita yang merasakan keluhan fisik dengan keluhan mental
emosional (co-morbid) dimasukan dalam kelompok gangguan fisik
ganda (F2)
b. Bila penderita datang ke Puskesmas dengan keluhan fisik yang diduga
berhubungan dengan masalah kejiwaan seperti keluhan padajantung,
perut, pernafasan, kulit, otot, endokrin, urogenital dan cerebrovas kular
dimasukan dalam kelompok gangguan Psikosomatis (PS)
c. Bila penderita datang kepuskesmas dengan keluhanan berhubungan
dengan perasaan, pikiran dan perilaku seperti gangguan tidur,
gangguan perilaku, gangguan emosi dan gangguan pikiran dimasukan
dalam kelompok gangguan Mental Emosional (ME)
6. Penderita dengan keluhan fisik murni (Fl) di diagnosa sebagai gangguan
fisik, Penderita dengan gangguan fisik ganda (F2), penderita gangguan
Psikosomatis (PS), penderita gangguan Mental Emosional (ME)
dilanjutkan dengan pertanyaan :
a. Apakah keluhan sudah dirasakan penderita> 3 bIn, lebihdari 1 kali
dalam sebulan
b. Apakah ada peristiwa pemicu keluhan timbul
(sepertibanyakpikiran,dll)
c. Apakah keluhan disertai penurunan semangat kerja, fungsi akademik
atau aktifitas seksual
d. Apakah ada gejala mental emosional yang lain seperticemas, sedih dan
mudah tersinggung
e. Khusus anak-anaka pakah ada gangguan perkembangan, masih
mengompol, terlalu nakal/aktif, gangguan makan, kesulitan belajar,
tidak mau sekolah, sering melahirkan diri dan menentang
7. Bila penderita gangguan fisik ganda (F2) menjawab semua pertanyaan
diatas dengan TIDAK, kemudian tanyakan dan periksalaha pakah ada
kelainan organic yang menyertai
Bila penderita menjawab TIDAK maka penderita di diagnosa sebagai
gangguan fisik
Bila penderita gangguan fisik ganda (F2) menjawab salah satu pertanyaan
diatas dengan YA, cekapakah disertai kelainan organic, maka
kemungkinan penderita didiagnosa menderita dimensia, delirium,
gangguan psikosomatik, gangguan penggunaan zat, retardasi mental atau
epilepsy
8. Bila penderita gangguan psikosomatis (PS) menjawab salah satu
pertanyaan no 6c diatas dengan TIDAK, dan penderita tidak disertai
kelainan organic maka kemungkinan di diagnosa gangguan psikotik,
gangguan depresi, gangguan cemas, gangguan kesehatan jiwa anak dan
remaja atau gangguan kepribadian
10 Bila penderita menjawab salahsatu pertanyaan no 6c dengan YA dan
disertai kelainan organic kemungkinan penderita di diagnosa sebagai
dimensia, delirium, gangguan psikosomatik, gangguan penggunaan zat,
gangguan retar dasi mental atau gangguan epilepsy

8. Bagan alir -

9. Unit terkait 1. Pengelola Program Jiwa


2. Bidan Desa
Rekaman Historis

N Tanggalmulaidiberlak
Yang diubah Isi perubahan
o ukan