Anda di halaman 1dari 20

KAJIAN PENOLAKAN TERHADAP Patrimonialism menjelaskan mengenai tidak adanya pemisahan antara apa yang

PELEMAHAN UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA merupakan milik umum dan milik pribadi penguasa telah menyebabkan korupsi. Para
Kementerian Kebijakan Nasional penguasa ini cenderung mengabaikan hukum formal dan melanjutkan praktik yang mereka
Kemenkoan Sosial Politik yakini sebagai hak mereka. Ini terutama merupakan masalah utama di negara-negara
Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung berkembang yang diharapkan untuk mencapai status negara maju melalui pembangunan
aturan dan infrastruktur hukum yang kuat, tetapi pada saat yang sama memiliki sistem
politik tradisional (otoritas penguasa didasarkan pada klaim turun temurun berdasarkan
Salam Ganesha!
tradisi dan penguasa cenderung memiliki kekuatan absolut). Dalam hal ini, hukum formal
Hidup Mahasiswa!
menjadi tidak relevan dan praktik menggunakan jabatan publik untuk keuntungan pribadi
Hidup Rakyat Indonesia!
dapat menjadi luas bahkan ketika hukum formal melarangnya.

Sudut Pandang Teoritis dalam Melihat Korupsi


Kleptocratic State Theory menyatakan bahwa korupsi berada pada di rezim yang
Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk keuntungan pribadi.
diperintah oleh kepala negara yang tujuan / kepentingannya adalah untuk memaksimalkan
Dalam menjelaskan penyebab terjadinya korupsi, kita dapat melihat dari tiga sudut
pendapatan mereka sendiri. Seorang kleptokrat didefinisikan sebagai seseorang yang
pandang teoritis yaitu Mainstream Economic Analysis of Corruption, Patrimonialism, dan
tujuan utamanya adalah memperkaya diri pribadi dan memiliki kekuasaan untuk
Kleptocratic State Theory1. Mainstream Economic Analysis of Corruption menjelaskan
melanjutkan tujuan ini sambil memegang jabatan publik. Sistem politik dibuat untuk
bahwa korupsi seringkali muncul pada negara-negara yang memiliki kriteria sebagai
memaksimalkan kepentingan ekonomi elit pemerintah yang bertindak seperti perusahaan
berikut:
monopoli swasta. Hukum dan peraturan lainnya (seperti pajak, subsidi, bahkan privatisasi)
1. Sektor publik (dikuasai oleh negara) memainkan peran utama dalam perekonomian
dibuat bukan karena kebutuhan mereka, tetapi memaksimalkan manfaat dari menjadi
dan sektor swasta memainkan peran minimal dalam perekonomian.
pihak elit.
2. Negara memproduksi banyak barang yang dikonsumsi oleh publik dan hanya ada
sedikit persaingan dari sektor swasta.
Korupsi: Sejarah dan Dampak bagi Indonesia
3. Ada terlalu banyak peraturan yang mengatur perekonomian negara.
Melalui penjelasan Alexander Arifianto dalam Corruption in Indonesia: Causes, History,
4. Pejabat publik memiliki banyak keleluasaan dalam implementasi peraturan ini.
Impacts, and Possible Cures, korupsi telah ada di Indonesia sejak zaman kuno. Sebelum
5. Tidak ada sistem akuntabilitas dan transparansi yang mencegah terjadinya tindakan
penjajahan Eropa, pedagang yang datang ke Indonesia untuk berdagang (terutama di
korupsi, tidak ada aturan yang menentukan bagaimana pasar harus bekerja.
Jawa) harus membayar upeti kepada penguasa lokal yang mereka kunjungi sebagai
Dalam keadaan seperti itu, negara sering bertindak sebagai monopoli yang
jaminan bahwa pedagang tersebut akan dilindungi oleh penguasa lokal setempat. Selama
mengendalikan sebagian besar kegiatan ekonomi negara. Hampir mustahil bagi swasta
masa kolonial Belanda, korupsi diperburuk oleh tindakan para pejabat Belanda yang
untuk beroperasi tanpa campur tangan dari pemerintah, mereka harus memberi imbalan
terdorong untuk menjadi korup disebabkan oleh gaji mereka yang rendah. Pemerintah
kepada pejabat pemerintah sehingga mereka dapat memperoleh bantuan dari pejabat
Belanda juga menggunakan praktik menarik upeti kepada penguasa pribumi, melakukan
pemerintah dan agar dapat diizinkan beroperasi dengan sedikit intervensi dari negara.
perilaku korup yang sama seperti dilakukan oleh penguasa lokal.

1
Alexander Arifianto. Corruption in Indonesia: Causes, History, Impacts, and Possible Cures.
http://people.brandeis.edu/~cerbil/AlexCorruption.pdf. Diakses pada 4 September 2019.
Setelah kemerdekaan pada tahun 1945, korupsi menurun untuk waktu yang singkat untuk melindungi pengusaha dari kemungkinan gangguan dan juga memberikan akses ke
disebabkan semangat nasionalistik dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia insentif pemerintah kepada pengusaha (misalnya, kredit berbunga rendah, keringanan
untuk menciptakan birokrasi profesional, mekanisme check and balance, dan sistem pajak, dll.).
hukum. Namun, setelah tahun 1955 korupsi meningkat lagi disebabkan meningkatnya
kebutuhan partai politik untuk mencari “uang saku” dan imbalan atas dukungan yang Orang Indonesia pribumi yang menerima manfaat ekonomi dari Soeharto selama tahun-
diberikan, serta disebabkan adanya penghapusan pemerintahan demokratis oleh Presiden tahun awalnya sebagian besar perwira tentara Indonesia yang bersekutu dengan Soeharto
Soekarno pada tahun 1959 sehingga mengakhiri semua mekanisme check and balance selama masa jabatannya di Angkatan Darat Indonesia. Soeharto menunjuk banyak pejabat
pada eksekutif dan membuat eksekutif tidak bertanggung jawab kepada siapa pun (hal ini sebagai menteri kabinet, birokrat berpangkat tinggi, dan direktur perusahaan milik
tersebut masuk dalam perspektif Mainstream Economic Analysis of Corruption). negara, dan mereka memiliki banyak kesempatan untuk memperkaya diri mereka sendiri
Nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda selama periode ini juga berkontribusi ketika mereka menduduki posisi-posisi ini. Menghargai para perwira ini dengan bantuan
pada meningkatnya korupsi karena pejabat pemerintah yang ditugasi untuk mengelola ekonomi juga menguntungkan Soeharto sebab mereka tidak akan memberontak
perusahaan-perusahaan ini sama sekali tidak memiliki keterampilan manajerial dan mereka terhadapnya setelah mereka menerima bantuan darinya. Selama tahun-tahun terakhirnya,
memperlakukan perusahaan mereka seperti wilayah kekuasaan mereka sendiri yang dapat Soeharto mulai mengubah penerima manfaat dari kebijakannya dari pengusaha Cina
dieksploitasi atas dasar kebijaksanaan mereka. Selama tahun-tahun terakhir pemerintahan Indonesia ke keluarganya sendiri (hal ini masuk dalam perspektif Kleptocratic State
Soekarno, inflasi meningkat di luar kendali dan ketika pejabat pemerintah tidak mampu Theory). Semua anak dan saudara Soeharto merupakan konglomerat bisnis besar,
hidup dengan layak disebabkan gaji rendah dan tingkat inflasi yang tinggi mengakibatkan seringkali mereka memiliki hak monopoli atas sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi.
korupsi di bawah Soekarno mencapai titik nadir. Baik perusahaan domestik dan asing tidak punya pilihan selain menerima keluarga
Soeharto sebagai mitra bisnis mereka, apalagi mereka terancam kehilangan dukungan dari
Korupsi semakin memburuk setelah Soeharto mengambil alih kekuasaan dari Soekarno pemerintah apabila menolak. Ketika keluarga Soeharto menjadi lebih dominan dalam
pada tahun 1966. Meskipun terdapat upaya-upaya di awal pemerintahan Soeharto yang ekonomi, kritik dan oposisi terhadap pemerintahan Soeharto meningkat. Telah menjadi
dilakukan untuk mengurangi korupsi, korupsi sebagian besar masih terjadi tanpa diikuti pengetahuan umum bagi masyarakat Indonesia bahwa terdapat banyak contoh kondisi
pengawasan semestinya. Perlu menjadi perhatian bahwa Soeharto terbukti merupakan ketika kebijakan dan peraturan pemerintah dibuat untuk memberi manfaat bagi keluarga
seseorang yang ahli dalam mendistribusikan sumber daya negara untuk anggota keluarga Soeharto. Hal tersebut pada akhirnya memicu kritik dan ketidakpuasan terhadap
dan kroni lainnya, seperti penguasa Jawa kuno (hal tersebut masuk dalam perspektif pemerintahannya.
Patrimonialism). Pemerintahan Soeharto dapat dibagi menjadi dua periode. Tahun-tahun
awal adalah dari tahun 1966 hingga pertengahan 1980-an, ini adalah periode di mana Kritik-kritik yang menuju Soeharto mencapai titik didih selama Krisis Ekonomi Asia. Ketika
ekonomi Indonesia didasarkan pada kebijakan substitusi impor dan pemerintah menguasai ekonomi negara mengalami depresi yang mendalam, kemampuan Soeharto untuk
sebagian besar perusahaan besar dalam negeri. Periode baru korupsi Soeharto dimulai mempertahankan kekuasaan dan perlindungan terhadap dirinya menurun secara
dari pertengahan 1980-an hingga 1998 dimana Indonesia mengikuti rekomendasi Bank signifikan. Akhirnya, Soeharto digulingkan melalui gerakan rakyat pada Mei 1998 atau
Dunia untuk memprivatisasi ekonominya dan memberi perusahaan swasta peran yang yang biasa kita sebut Reformasi 1998. Warisan Soeharto tentang korupsi kleptokratis
lebih besar dalam pembangunan nasional. Selama tahun-tahun awalnya, kroni Soeharto sangat mahal bagi negara dan rakyatnya. Hampir semua aspek layanan publik, dari aplikasi
adalah beberapa pengusaha etnis Tionghoa yang memiliki hubungan cukong dengannya. lisensi bisnis hingga aplikasi pribadi untuk SIM, KTP, dan bahkan akta kelahiran dan nikah
Cukong adalah hubungan antara pengusaha etnis Tionghoa dan perwira sipil dan militer memerlukan pembayaran suap kepada petugas agar permohonan tersebut setidaknya
asli Indonesia, dimana sebagai imbalan atas suap yang diberikan, para pejabat berjanji dipertimbangkan. Mencari keadilan melalui pengadilan adalah hal yang mustahil bagi
kebanyakan orang Indonesia disebabkan polisi, jaksa, dan hakim menjual keadilan kepada Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU TPK). Adapun Pasal 3 ayat (1), (2), dan (3) TAP
para penawar tertinggi, membuat orang miskin Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk MPR XI/ 1998 secara lengkap berbunyi demikian:
meminta bantuan ketika hak-hak mereka dilecehkan oleh pemerintah atau kepentingan
pribadi yang kuat. Pasal 3
a. Untuk menghindarkan praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, seseorang yang
Konsekuensi dari korupsi yang lazim di Indonesia tampaknya akan tetap menjadi masalah dipercaya menjabat suatu jabatan dalam penyelenggaraan negara harus bersumpah
besar di negara ini sebab berdampak pada perekonomian, sosial budaya, dan masa depan sesuai dengan agamanya, harus mengumumkan dan bersedia diperiksa harta
Indonesia. Konsekuensi pertama, korupsi memberlakukan beban besar dalam transaksi kekayaannya sebelum dan setelah menjabat.
bisnis, karena hampir semua transaksi dengan birokrat pemerintah membutuhkan b. Pemeriksaan atas harta kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas
pembayaran gelap yang besar. Konsekuensi kedua, sudah menjadi norma sekarang bahwa dilakukan oleh sebuah lembaga yang dibentuk oleh Kepala Negara yang
setiap transaksi antara warga negara dan pejabat pemerintah harus ditutup dengan keanggotaannya terdiri dari pemerintah dan masyarakat.
pembayaran suap. Ketiga, korupsi telah menghancurkan kepercayaan warga negara c. Upaya pemberantasan korupsi dilakukan secara tegas dengan melakukan secara
terhadap pejabat pemerintah dan birokrat sehingga mengurangi otoritas mereka di antara konsisten undang-undang tindak pidana korupsi.
warga negara.
Untuk itu lah pada 19 Mei 1999, melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Pembentukan KPK Sebagai Bentuk Konkret Upaya Pemberantasan Korupsi2 Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (UU
Pasca Reformasi pada 1998, rakyat memandatkan sejumlah agenda reformasi kepada para Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN), Komisi Pemeriksa Kekayaan
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa itu. Mandat-mandat tersebut Penyelenggara Negara (KPKPN) dibentuk. Secara lebih spesifik, pembentukan, tugas, dan
diakomodasi dan dituangkan dalam TAP MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang kewenangan KPKPN diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 1999 tentang
Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (TAP MPR Pembentukan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara dan Sekretariat
XI/1998). Salah satu mandat dalam TAP MPR XI/1998 adalah penanganan perkara korupsi Jenderal Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (Keppres KPKPN). Lembaga
secara menyeluruh yang melibatkan para penyelenggara negara, pejabat publik, pihak tersebut kemudian melebur menjadi bagian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
swasta, maupun kroni-kroninya. TAP MPR XI/1998 bahkan secara spesifik menyebut pasca pengesahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan
penyelesaian perkara korupsi yang diduga dilakukan oleh Mantan Presiden Soeharto. Tindak Pidana Korupsi (UU KPK). Meskipun peleburan ini sempat menuai kontroversi
Selain mandat soal penanganan perkara korupsi yang diduga dilakukan oleh Rezim Orde dengan dilakukannya Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Para Komisioner
Baru, TAP MPR XI/1998 juga secara implisit memandatkan pembentukan sebuah badan KPKPN, namun MK menolak permohonan pemohon dan menyatakan fungsi KPKPN
baru yang salah satu kewenangan atau tugasnya adalah memeriksa harta kekayaan pejabat dilebur menjadi bagian pencegahan KPK. Menguatkan putusan MK tersebut, Presiden
publik atau penyelenggara negara. Hal tersebut disebutkan dalam Pasal 3 ayat (1), (2), dan Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2004
(3) TAP MPR XI/1998. Bagian ini pula yang menjadi salah satu dasar pembentukan Undang- tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi, dan Finansial Sekretariat Jenderal Komisi
Undang Nomor 31 Tahun 1999 j.o. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Tindak Pidana

2
Dijelaskan sebagai “Sejarah KPK”. Prof. Denny Indrayana dkk. 2016. Pengujian oleh Publik (Public Review) https://www.antikorupsi.org/sites/default/files/files/Kajian/Public%20Review%20RUU%20KPK_FINAL_FULL
Terhadap Rancangan Undang-Undang Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. SET.pdf. Diakses pada 4 September 2019.
Korupsi (Keppres Pengalihan KPKPN). Keputusan presiden tersebut pada intinya “Peningkatan terbesar dikontribusikan oleh Global Insight Ratings dengan peningkatan
menyebutkan bahwa organisasi, administrasi, dan finansial pada KPKPN dialihkan ke KPK. sebesar 12 poin dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh lahirnya sejumlah paket
kemudahan berusaha dan sektor perizinan yang ramah investasi. Sedangkan penurunan
Sejak saat itu, KPK berdiri sebagai lembaga independen yang menjadi garda terdepan terbesar dikontribusikan pada IMD World Competitiveness dengan penurunan sebesar 3
upaya pemberantasan korupsi. KPK menerima mandat dari UU KPK untuk melaksanakan poin. Penurunan skor ini dipicu oleh makin maraknya praktik korupsi dalam sistem politik
tugas-tugas seperti melakukan koordinasi dan supervisi dengan instansi terkait, melakukan di Indonesia”, disampaikan oleh Wawan Suyatmiko, Peneliti Transparency International
penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, melakukan Indonesia.
pencegahan korupsi, dan memonitor penyelenggaraan pemerintahan. Kerja-kerja KPK
tersebut memicu percepatan reformasi birokrasi pada kementerian/lembaga serta Tren Korupsi Selama 4 Tahun Kebelakang (2015-2018)4
penanganan perkara korupsi. Pada masa-masa awal pembentukannya, KPK masih berfokus Berikut merupakan tren kondisi korupsi di Indonesia dalam rentang empat tahun
pada pembangunan sistem internal organisasi, namun KPK tetap melakukan kerja kebelakang, periode 2015-2018.
penindakan. Hal tersebut dibuktikan dengan penanganan perkara atas nama Mulyana W. Grafik 1.
Kusuma (Mantan Anggota KPU), Abdullah Puteh (Mantan Gubernur Aceh) serta Teuku Tren Penindakan Kasus Korupsi Selama Tiga Tahun dalam Semester yang Sama
Syarifuddin (Kuasa Hukum Abdullah Puteh). 1400 1290 7000
1124 6500
1200 1101 1087 6000
Kerangka Kondisi Korupsi dan Tantangan Pemberantasan Korupsi di Indonesia 5645
1000 5000
Corruption Perception Index3
800 4000
CPI (Corruption Perception Index) 2018 mengacu pada 13 survei dan penilaian ahli untuk
5503107 576
mengukur korupsi sektor publik di 180 negara dan teritori. Penilaian CPI didasarkan pada 600 482 3000
skor. Skor dari 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih. Hasil CPI Indonesia pada 4 400 2000
1450
tahun terakhir cenderung stagnan. Skor CPI Indonesia dari tahun 2015-2018 berturut-turut 200 54 1000
adalah 36, 37, 37 dan 38. Lebih dari 2/3 negara yang disurvei berada di bawah skor 50 0 0
dengan skor rata-rata global 43. Sejak 2015, rerata skor CPI secara global mengalami 2015 2016 2017 2018
stagnasi di angka 43. Terdapat dua sumber data yang menyumbang kenaikan CPI Jumlah Kasus Jumlah Tersangka Nilai Kerugian Negara
Indonesia di tahun 2018. Yakni Global Insight Country Risk Ratings dan Political and
Economy Risk Consultancy. Sementara itu, lima dari sembilan indeks mengalami stagnasi, Sumber: ICW, 2018
yakni World Economic Forum, Political Risk Service, Bertelsmann Foundation
Transformation Index, Economist Intelligence Unit Country Ratings, World Justice Project- Dapat dilihat bahwa tren kinerja penindakan kasus korupsi dua tahun kebelakang menurun
Rule of Law Index. Sedangkan dua mengalami penurunan yakni IMD World baik dari segi kasus maupun jumlah aktor yang ditetapkan sebagai tersangka. Lain hal
Competitiveness Yearbook dan Varieties of Democracy. dengan kerugian negara yang ditimbulkan dalam dua tahun terakhir sangat besar
dibandingkan tahun 2015 dan 2016. Meskipun demikian, ada penurunan yang terjadi dari
tahun 2017 ke 2018 terkait kerugian negara. Rata-rata kasus dugaan korupsi yang

3
Transparency International Indonesia. 2018. Corruption Perception Index 2018. https://ti.or.id › corruption- 4
Indonesia Corruption Watch. 2018. Laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi Tahun 2018. Diakses 4
perception-index-2018. Diakses pada 4 September 2019. September 2019.
ditangani oleh penegak hukum selama empat tahun sebanyak 392 kasus per tahun, rata- Rp 3,4 miliar. Kepolisian menangani sekitar 36 persen atau sebanyak 162 kasus korupsi
rata aktor yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi sebanyak 1.153 orang dan rata-rata yang terjadi selama tahun 2018 yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 425 miliar.
kerugian negara yang ditimbulkan akibat korupsi sebesar Rp 4,17 triliun. Selain itu masih 30 kasus diantaranya dilakukan dengan cara OTT. Jumlah orang yang ditetapkan sebagai
terdapat 16 tunggakan perkara kasus korupsi besar yang belum selesai hingga saat ini tersangka oleh Kepolisian sebanyak 337 orang dengan menyita uang suap sebesar Rp 906
(2019)5. juta dan pungutan liar sebesar Rp 3,3 miliar. KPK menangani kasus korupsi sekitar 13
persen atau sebanyak 57 kasus yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 385 miliar.
Pemetaan Penindakan Kasus Korupsi Berdasarkan Penegak Hukum 6
KPK pada tahun 2018 lebih banyak menggunakan cara OTT dalam mengungkap sebuah
Berikut merupakan pemetaan penindakan kasus korupsi berdasarkan penegak hukum kasus. Ada sekitar 54 persen atau 31 kasus korupsi yang ditangani dilakukan dengan cara
untuk menunjukkan capaian setiap penegak hukum pada tahun 2018. OTT. Pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebanyak 261 orang dengan
menyita uang suap senilai Rp 132 miliar. Adapun kasus yang disidik oleh KPK berdimensi
Grafik 2. pencucian yang nilainya sebesar Rp 91 miliar.
Pemetaan Penindakan Korupsi Berdasarkan Penegak Hukum

600 6000 Pemetaan Penindakan Kasus Korupsi Oleh KPK7


489 Berikut merupakan pemetaan penindakan kasus korupsi yang dilakukan oleh KPK pada
500 5000
tahun 2018.
400 4834 337 4000
Grafik 3.
261
300 235 3000 Pemetaan Penindakan Kasus Korupsi Oleh KPK
200 162 2000 300 800
261
100 57 1000 723 700
250
0 0 600
425 385 200
Kejaksaan Kepolisian KPK 500
150 128 385 400
Jumlah Kasus Jumlah Tersangka Nilai Kerugian Negara 103
300
100 62 210 57 200
Sumber: ICW, 2018 35 164 44
50 30
100
0 0
Selama tahun 2018 Kejaksaan paling banyak melakukan penindakan kasus korupsi, yakni
2015 2016 2017 2018
sekitar 52 persen atau sebanyak 235 kasus dengan menetapkan tersangka sebanyak 489
orang. Delapan kasus diantaranya dilakukan dengan cara OTT. Nilai kerugian negara yang Jumlah Kasus Jumlah Tersangka Nilai Kerugian Negara
muncul sebesar Rp 4,8 triliun dan nilai suap yang ditemukan sebesar Rp 732 juta. Selain
Sumber: ICW, 2019
itu, Kejaksaan juga melakukan penindakan terhadap pungutan liar yang nilainya mencapai

5
Indonesia Corruption Watch. 2019. Catatan Masyarakat Sipil Terhadap Kinerja Komisi Pemberantasan 7
Indonesia Corruption Watch. 2018. Laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi Tahun 2018. Diakses 4
Korupsi 2015-2019. https://antikorupsi.org › evaluasi_kpk_2015-2019_icw_t. Diakses 4 September 2019. September 2019.
6
Indonesia Corruption Watch. 2018. Laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi Tahun 2018. Diakses 4
September 2019.
Penindakan kasus korupsi yang dilakukan oleh KPK dari tahun 2015 hingga tahun 2018 2) Untuk melancarkan pemilihan dan penentuan calon Pimpinan Komisi
mengalami peningkatan. Peningkatan cukup signifikan terlihat pada aktor yang ditetapkan Pemberantasan Korupsi, Pemerintah membentuk panitia seleksi yang bertugas
sebagai tersangka oleh KPK. Dari total kasus yang ditangani oleh KPK pada tahun 2018, melaksanakan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
31 kasus diantaranya dilakukan dengan cara OTT. Rata-rata kasus yang ditangani oleh KPK 3) Keanggotaan panitia seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas
per bulan sebanyak 4 kasus. Setiap kasus korupsi yang ditangani oleh KPK nilai kerugian unsur pemerintah dan unsur masyarakat.
negaranya sekitar Rp 6,7 miliar dan tersangka yang ditetapkan sebanyak empat orang. 4) Setelah terbentuk, panitia seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
mengumumkan penerimaan calon.
Usaha Pelemahan KPK: Pelaksaanan Kinerja dan Serangan Jalur Legislasi8 5) Pendaftaran calon dilakukan dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja secara terus
Tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia tidak hanya dalam jalur pemberantasan menerus.
tindak pidana korupsi, namun juga terkait mempertahankan KPK dari usaha pelemahan. 6) Panitia seleksi mengumumkan kepada masyarakat untuk mendapatkan
Usaha pelemahan terhadap KPK dirangkum sebagai berikut. tanggapan terhadap nama calon sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
a. Kriminalisasi Pimpinan, Pegawai dan Penyidik KPK 7) Tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disampaikan kepada panitia
Pada 2009, dua pimpinan KPK yakni Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, seleksi paling lambat 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal diumumkan.
dituding telah menyalahgunakan wewenang. Beruntung, upaya kriminalisasi itu tidak 8) Panitia seleksi menentukan nama calon Pimpinan yang akan disampaikan kepada
berhasil setelah rekaman berdurasi 4,5 jam yang berisi permintaan bantuan Anggodo Presiden Republik Indonesia.
Widjojo ke kejaksaan terungkap. Selain itu hingga saat ini tercatat setidaknya 9) Paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya
sebanyak 19 kasus kriminalisasi belum terselesaikan. daftar nama calon dari panitia seleksi, Presiden Republik Indonesia
b. Serangan melalui Jalur Legislasi menyampaikan nama calon sebagaimana dimaksud pada ayat (8) sebanyak 2
Pertama adalah uji materi UU KPK untuk memperlemah KPK agar tidak bisa lagi (dua) kali jumlah jabatan yang dibutuhkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat
menyelidiki penyelewengan di lembaga-lembaga yang sebelum penerapan UU itu Republik Indonesia.
tidak pernah tersentuh hukum penegakan pemberantasan korupsi. Kedua, upaya 10) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia wajib memilih dan menetapkan 5
menggunakan hak angket DPR kepada KPK pada tahun 2018. Hak angket ini muncul (lima) calon yang dibutuhkan sebagaimana dimaksud pada ayat (9), dalam waktu
tak lama setelah KPK mengusut kasus e-KTP yang menyeret nama Ketua DPR-RI kala paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya usul dari Presiden
itu, Setya Novanto. Republik Indonesia.
11) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia wajib memilih dan menetapkan di
Proses Pemilihan Calon Pimpinan KPK: Kondisi Terkini antara calon sebagaimana dimaksud pada ayat (10), seorang Ketua sedangkan 4
Pasal 30 UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Bab V (empat) calon anggota lainnya dengan sendirinya menjadi Wakil Ketua.
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, menyebutkan bahwa: 12) Calon terpilih disampaikan oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia kepada Presiden Republik Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja
1) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 terhitung sejak tanggal berakhirnya pemilihan untuk disahkan oleh Presiden
ayat (1) huruf a dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Republik Indonesia selaku Kepala Negara.
berdasarkan calon anggota yang diusulkan oleh Presiden Republik Indonesia.

8
Rimbawana. 2019. ”Sejarah Upaya Pelemahan KPK: Dari Cicak vs Buaya Hingga Teror",
https://tirto.id/eho9. Diakses pada tanggal 4 September 2019.
13) Presiden Republik Indonesia wajib menetapkan calon terpilih paling lambat 30
Nama Panitia Seleksi Catatan9
(tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya surat pimpinan Dewan Calon Pimpinan KPK
Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

3. Guru Besar Universitas Universitas Krisnadwipayana.


Berdasarkan tinjauan tersebut perlu dibentuk panitia seleksi calon pimpinan KPK untuk
4. Penasihat KPK terkait keabsahan panitia angket KPK di DPR
mendapatkan calon pimpinan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 30 serta demi saat pengusutan kasus korupsi e-KTP.
menemukan calon pimpinan KPK yang memiliki visi, kapasitas, serta solusi terkait agenda 5. Kuasa hukum bagi Abdullah Puteh, mantan Gubernur Aceh,
pemberantasan korupsi di Indonesia. Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK dalam kasus pengadaan Helikopter Mi-2, dengan kerugian
dilakukan oleh Pemerintah sebagaimana tertuang pada UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi negara Rp 13,6 miliar.
6. Pengacara Presiden RI kedua Soeharto dalam gugatan
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 30 ayat 2. Penetapan Panitia Seleksi Calon
terhadap majalah Time Asia edisi 24 Mei 1999.
Pimpinan KPK ini kemudian dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia 7. Pernah mewakili putra bungsu Soeharto, Tommy Soeharto
Nomor 54/P Tahun 2019 tertanggal 17 Mei 2019 tentang Pembentukan Panitia Seleksi dalam kasus kepemilikan senjata api dan bahan peledak,
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023 yang pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita, dan
ketika menjadi buron.
ditandatangani Presiden Joko Widodo. Panitia seleksi calon pimpinan KPK ini terdiri dari:
8. Pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Tabel 1. Nama Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Prof. Dr. Harkristuti 1. Guru besar tetap ilmu hukum pidana Fakultas Hukum
Harkrisnowo; Universitas Indonesia.
Nama Panitia Seleksi Catatan 9

2. Pernah menjadi anggota Komisi Hukum Nasional.


Calon Pimpinan KPK
3. Pernah menjabat Direktur Administrasi Hukum Umum
(AHU) di Kementerian Hukum dan HAM.
Dr. Yenti Garnasih, S.H., 1. Pengajar di fakultas hukum Universitas Trisakti. 4. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
M.H. 2. Ahli hukum pertama soal tindak pidana pencucian uang dari Kementerian Hukum dan HAM.
Indonesia. 5. Anggota tim revisi Rancangan Kitab Undang-Undang
3. Sering menjadi saksi ahli persidangan, misalnya dalam kasus Hukum Pidana (RKUHP).
mafia pajak Gayus Tambunan dan kasus TPPU kes pegawai
Direktorat Jenderal Pajak, Bahasyim Assyifie. Prof. Dr. Marcus Priyo 1. Dosen tetap dan Guru Besar di Universitas Gadjah Mada
4. Anggota tim revisi Rancangan Kitab Undang-Undang Gunarto S.H., M.Hum. Yogyakarta. Mengambil disertasi topik hukum pajak dan
Hukum Pidana (RKUHP). retribusi.
5. Tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian 2. Anggota tim revisi RKUHP.
Bareskrim Polri, BNN, dan Kementerian Hukum dan HAM. 3. Saksi ahli persidangan, salah satunya dalam sidang
praperadilan kasus mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Prof. Dr. Indriyanto Seno 1. Plt KPK pada tahun 2015.
Adji, S.H., M.H. 2. Tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK untuk periode Prof. Dr. Hamdi Moeloek 1. Guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan ahli
2015-2019. psikologi politik.

9
M Rosseno Aji dan Tulus Wijanarko. 2019. Profil 9 Anggota Pansel Pilihan Jokowi.
https://nasional.tempo.co/read/1206640/profil-9-anggota-pansel-kpk-pilihan-jokowi/full&view=ok. Diakses
4 September 2019.
Nama Panitia Seleksi Catatan9 Nama Panitia Seleksi Catatan9
Calon Pimpinan KPK Calon Pimpinan KPK

2. Pernah menjadi Ketua Program Doktor Fakultas Psikologi masyarakat yang bergerak di bidang HAM, isu
Universitas Indonesia. keberagaman dan toleransi.
3. Sering menjadi saksi ahli persidangan, contoh kasus rusuh
di Monas yang pernah menjerat pimpinan Front Pembela Al Araf, S.H., M.T. 1. Direktur Imparsial, LSM yang berfokus pada isu HAM dan
Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai terdakwa pada 2008 dan reformasi TNI-Polri.
ahli persidangan kasus untuk terdakwa hoaks Ratna 2. Pernah menjadi pengajar di Universitas Pertahanan.
Sarumpaet.
Sumber: Nasional Tempo, 2019
4. Sering menjadi narasumber psikologi politik untuk
pemberitaan seputar Pemilu 2019.
Pembukaan pendaftaran seleksi calon pimpinan KPK diselenggarakan mulai tanggal 17
Dr. Diana Sadia Wati, S.H., 1. Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK untuk periode Juni sampai dengan 4 Juli 2019 sesuai dengan Pengumuman Pendaftaran Nomor:
LL.M. 2015-2019.
01/PANSEL-KPK/V/2019. Mekanisme selanjutnya diatur sesuai dengan kerangka waktu
2. Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
Bidang Hubungan Kelembagaan. dan proses yang tertera UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
3. Pernah menjadi anggota Lembaga Sertifikasi Profesi KPK Korupsi pada pasal 30 - pasal 31. Didapat rangkaian proses pemilihan calon pimpinan KPK
yang memberikan masukan kepada pegawai internal KPK. sebagai berikut.
1. Pendaftaran calon pimpinan KPK 17 Juni - 4 Juli 2019.
Dr. Mualimin Abdi, S.H., 1. Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum
2. Proses seleksi administrasi pada tanggal 5 Juli 2019.
M.H. dan HAM.
2. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian 3. Pengumuman hasil seleksi administrasi 11 Juli 2019.
Hukum dan HAM. 4. Proses uji kompetensi 18 Juli 2019.
3. Pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Penyiapan 5. Pengumuman hasil seleksi uji kompetensi 25 Juli 2019.
dan Pembelaan Persidangan Kementerian Hukum dan
6. Tes psikotes dan profile assessment 8-9 Agustus 2019.
HAM.
4. Plt Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan 7. Proses uji publik, tahap wawancara 27-29 Agustus 2019.
Kementerian Hukum dan HAM. 8. Penyerahan 10 nama calon pimpinan KPK kepada Presiden Joko Widodo 1
September 2019.
Hendardi 1. Pernah menjabat Kepala Hubungan Masyarakat YLBHI pada
2004.
Berikut rangkuman dari keberjalanan seleksi calon pimpinan KPK yang telah berlangsung.
2. Penasihat ahli kapolri sejak masa kepemimpinan Jenderal
Badrodin Haiti. Tahap Seleksi Administrasi
3. Penasihat Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di bidang Pada seleksi administrasi, dari 376 pendaftar, ada 192 nama yang lolos. Berdasarkan
Hak Asasi Manusia. kategori profesi, ada 40 akademisi/dosen, 39 advokat/konsultan hukum, 17 orang dari
4. Anggota pakar tim gabungan kasus penyiraman air keras
korporasi, 18 jaksa/hakim, 13 anggota Polri, 9 auditor, 13 komisioner/pegawai KPK.
penyidik KPK Novel Baswedan sejak awal 2019 yang gagal
dalam menemukan pelaku penyiraman. Sisanya, 43 orang berstatus sebagai PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, dan pejabat
5. Pendiri sekaligus Ketua Setara Institute, lembaga swadaya negara. Pada tahapan ini, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK membuka wadah aspirasi
guna menjaring rekam jejak calon pimpinan KPK. Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK mulai jejak bermasalah lolos, berarti agenda pemberantasan korupsi di Indonesia ke depan
menerima masukan dari masyarakat mulai 11 Juli sampai 30 Agustus. 10
menghadapi permasalahan yang serius.

Tahap Uji Kompetensi Tahap Uji Publik dan Wawancara


Uji kompetensi ini bertujuan untuk menguji pengetahuan calon pimpinan KPK terkait Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaian tes
dengan perundang-undangan yang menyangkut KPK hingga visi-misi yang dituliskan di wawancara dan uji publik di Gedung Sekretariat Negara, Selasa (27/8). Tahap ini
makalah. Dari 192 orang, hanya 104 yang lolos dari uji kompetensi dan penulisan makalah. berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (29/8). Uji publik dan wawancara diikuti 20
Dari 192 orang yang lolos seleksi administrasi, ada 187 orang yang hadir mengikuti uji calon pimpinan KPK. Per harinya, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK melakukan
kompetensi. Terdapat 83 peserta yang gugur karena tidak memenuhi passing grade yang wawancara pada 7 orang secara bergantian dengan durasi satu jam. Catatan negatif yang
telah ditentukan.11 diajukan oleh masyarakat sudah dikonfirmasi dalam uji publik melalui pertanyaan yang
diajukan oleh panelis, namun konfirmasi tersebut hanya berupa pertanyaan terhadap calon
Tahap Psikotes dan Profile Assessment. berupa jawaban ya atau tidak mengakui atas catatan negatif yang disematkan pada calon
Tahap Psikotes bertujuan untuk menguji kemampuan calon pimpinan dalam berbagai soal, tanpa membuka dan membahas bukti dugaan terkait catatan negatif terkait calon.
seperti tes Pauli yang biasa diujikan pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil dan
sebagainya. Dari tahap psikotes tersebut, 40 orang dinyatakan lolos. 40 calon pimpinan Hal menarik lainnya yang patut diperhatikan pada tahap ini adalah ketika KPK
KPK tersebut kemudian menghadapi profile assessment yang bertujuan untuk lebih mengundang Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK untuk melihat bukti-bukti dan data
menggali kompetensi calon pimpinan KPK, rekam jejak, dan sebagainya. Panitia Seleksi terkait rekam jejak para kandidat yang kini menjalani tes wawancara dan uji publik.
Calon Pimpinan KPK mengumumkan 20 nama yang lolos dalam proses seleksi profile Undangan dalam bentuk softcopy surat ke sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK
assessment atau penilaian profil di lobby Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta ini dilayangkan KPK untuk meyakinkan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK bahwa
Pusat, pada hari ini, Jumat siang (23/8/2019). Dari 20 nama itu, ada beberapa yang penelusuran rekam jejak yang hasilnya disampaikan komisi antirasuah didukung data dan
mendapat rekam jejak negatif. "Data rekam jejak itu kami olah berdasarkan informasi yang fakta. "Untuk mendukung fakta dan data pendukung maka KPK mengundang Pansel pada
diterima dari masyarakat, kemudian kami cek ke lapangan, data penanganan perkara di hari Jumat, 30 Agustus 2019, Pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai," kata Jubir KPK,
KPK, hingga pelaporan LHKPN dan Gratifikasi," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Febri Diansyah, Selasa (28/8). 13
Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-
Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/8/2019). Pihak KPK menyatakan menemukan 2023 ini, Yenti Garnasih kemudian menyatakan tidak dapat menghadiri undangan KPK
beberapa dugaan pelanggaran, seperti ketidakpatuhan dalam pelaporan LHKPN (Laporan untuk mendalami rekam jejak para calon pimpinan KPK yang rencananya digelar Jumat
Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), dugaan penerimaan gratifikasi, dugaan (30/8/2019). "Pansel tidak bisa datang karena pansel telah ada agenda yang telah diatur
perbuatan lain yang pernah menghambat kerja KPK, hingga dugaan pelanggaran etik saat dan waktunya mepet," ujar Yenti di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta
bekerja di KPK. 12
Hal yang patut dicatat adalah ketika calon pimpinan KPK dengan rekam Pusat, Kamis (29/5/2019). Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK pun sudah memberikan
konfirmasi ketidakhadiran kepada KPK. "Di sana (undangan) disebutkan mohon konfirmasi

10
Christoforus Ristianto dan Icha Rastika. 2019. Pergulatan pansel capim KPK yang sarat Kontroversi. 12
Tribunnews. 2019. Berikut Dugaan Pelanggaran 20 Calon Pimpinan KPK yang Diloloskan Pansel Menurut
https://nasional.kompas.com/read/2019/09/02/10273301/pergulatan-pansel-capim-kpk-yang-sarat- Jubir KPK. https://www.tribunnews.com/nasional/2019/08/24/berikut-dugaan-pelanggaran-20-calon-
kontroversi?page=all. Diakses tanggal 4 September 2019. pimpinan-kpk-yang-diloloskan-pansel-menurut-jubir-kpk?page=all. Diakses 4 September 2019.
11
Ibid. 13
CNN Indonesia. 2019. KPK undang Pansel Lihat Bukti Rekam Jejak 20 Capim KPK.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190829105121-12-425646/kpk-undang-pansel-lihat-bukti-
rekam-jejak-20-capim-kpk. Diakses 4 September 2019.
tentang kehadirannya atau berhalangan hubungi nama-nama ini. Kami sudah lakukan itu Tabel 2. 10 Calon Hasil Seleksi Calon Pimpinan KPK
(mengonfirmasi) dan kami sedang fokus konsentrasi," lanjut dia. Hal yang patut
Nama Karier Nilai LHKPN Catatan
disayangkan dalam kejadian ini adalah catatan permasalahan calon pimpinan KPK yang
diajukan oleh KPK seperti tidak menjadi bahasan yang serius diperhatikan. 14
Alexander Wakil Ketua Rp 2,7 miliar
Marwata Komisi (2016)
Selain hal tersebut, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Ketua
Pemberantasan
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, dan Koordinator Korupsi periode
Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo dilaporkan ke Polda Metro Jaya 2015-2019
terkait dugaan penyebaran berita bohong. Hal tersebut dikonfirmasi melalui laporan polisi
nomor: LP/5360/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 28 Agustus 2019 yang diterima
Firli Bahuri Kepala Rp 18,22 miliar 1. Tidak melaporkan LHKPN 2002-
oleh CNN. Ketiganya dilaporkan Agung Zulianto terkait penyebaran berita yang Kepolisian (Maret 2019) 2016.
dianggapnya bohong (pernyataan terkait rekam jejak negatif calon pimpinan KPK). "Itu Daerah 2. Diduga melakukan pelanggaran
kan menyoroti tentang pansel KPK, kita kan ingin kedepannya itu siapapun yg terpilih itu, Sumatera berat, yaitu mengadakan kontak
Selatan, Deputi langsung atau tidak langsung
yang dipilih oleh pansel KPK itu adalah putra putri terbaik bangsa karena pekerjaan KPK
dengan pihak lain yang ada
ke depan kan enggak mudah apalagi tentang pemberantasan korupsi," tutur Agung. Penindakan KPK
hubungan tindak pidana korupsi
Menurut Agung, seharusnya jangan ada pembentukan opini di masyarakat terkait proses yang perkaranya sedang ditangani
pemilihan capim KPK yang dilakukan oleh pansel. "Jangan membangun opini yang KPK, yakni Gubernur Nusa
menyesatkan masyarakat, garapan kami sebagai pemuda ini, ayolah bareng-bareng kita Tenggara Barat periode 2008-
2013 dan 2013-2018, Muhammad
kawal pansel ini sampai pada tahap siapapun pemimpinnya," ujarnya.15 Dapat dilihat
Zainul Majdi atau Tuan Guru
bahwa terdapat upaya untuk melemahkan posisi dari catatan rekam jejak negatif KPK agar Bajang pada tahun 2019.
dapat digunakan sebagai filter calon pimpinan KPK serta upaya kriminalisasi terhadap 3. Pada Maret 2019, pegawai
aktivis atau penggiat antikorupsi. membuat petisi kepada pemimpin
terkait dengan indikasi Firli tidak
menjalankan prosedur
10 Calon Hasil Seleksi Calon Pimpinan KPK
penanganan kasus di KPK dan
Pada tanggal 2 September 2019, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK menyerahkan 10 dugaan atas kebocoran informasi.
nama kepada Presiden Joko Widodo, berikut adalah nama-nama yang lolos sebagai 4. Diduga pernah membuka rekening
kandidat calon pimpinan KPK yang nantinya akan diserahkan kepada Komisi III DPR untuk bank dengan profil swasta.
5. Dituding menerima gratifikasi
menjalani fit and proper test untuk dipilih sebagai pimpinan KPK. Terdapat catatan khusus
menginap di hotel dua bulan.
yang perlu diperhatikan terkait 10 calon pimpinan KPK yang diserahkan kepada presiden
Joko Widodo. I Nyoman Auditor Utama Rp 1,67 miliar
Investigatif (Desember

14
Christoforus Ristianto dan Fabian Januarius Kuwado. 2019. Sibuk, Pansel Tak Bisa Temui KPK Bahas Rekam 15
CNN Indonesia. 2019. Jubir KPK Ketua YLBHI dan Koordinator ICW dipolisikan.
Jejak Capim. https://nasional.kompas.com/read/2019/08/29/16514011/sibuk-pansel-tak-bisa-temui-kpk- ttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20190829091711-12-425610/jubir-kpk-ketua-ylbhi-dan-
bahas-rekam-jejak-capim. Diakses 4 September 2019. koordinator-icw-dipolisikan. Diakses 4 September 2019.
Nama Karier Nilai LHKPN Catatan Nama Karier Nilai LHKPN Catatan

Wara Badan 2018) Nurul Dekan Fakultas Rp 1,8 miliar 1. Diduga menggunakan fasilitas
pemeriksa Ghufron Hukum dinas untuk kepentingan pribadi
Keuangan Universitas 2. Jarang melaporkan LHKPN dan
Jember, praktisi surat pemberitahuan tahunan
di salah satu pajak.
Johanis Direktur Tata Rp 8.3 miliar Dua kali tidak menyetorkan LHKPN 3. Pernah mendapat diagnosis
firma hukum,
Tanak Usaha Negara (Juni 2019) vertigo level II.
anggota staf ahli
Kejaksaan
Komisi XI Dewan
Agung
Perwakilan
Rakyat, calon
Lili Pintauli Wakil Ketua Rp 70 Juta (31 - Rektor
Siregar Lembaga Desember Universitas
Perlindungan 2017 ) Negeri Jember
Saksi dan
Korban periode
Roby Arya Asisten Deputi Rp 1,83 miliar -
2008-2013 dan
Brata Bidang Ekonomi (2018)
2013-2018
Makro,
Penanaman
Luthfi Jayadi Pendiri Malang Tidak ada - Modal, dan
Kurniawan Corruption informasi Badan Usaha
Watch dan LHKPN (bukan pada
dosen ilmu penyelenggara Kedeputian
kesejahteraan negara) Bidang
sosial di Perekonomian
Universitas Sekretaris
Muhammadiyah Kabinet, dosen
Malang di Universitas
Indonesia

Nawawi Hakim Rp 1,8 miliar 1. Memvonis bekas hakim Mahkamah


Pamolango Pengadilan (Desember Konstitusi, Patrialis Akbar, delapan Sigit Danang Kepala Sub- Rp 2,96 miliar Saat bekerja di Unit Kerja Presiden
Tinggi Denpasar 2018) tahun penjara dalam kasus uji Joyo Direktorat (Desember Bidang Pengawasan dan
materi Undang-Undang Bantuan Hukum 2018) Pengendalian Pembangunan banyak
Peternakan dan Kesehatan Hewan. Direktorat ikut memecahkan masalah di
2. Ketua majelis hakim kasus korupsi Jenderal Pajak
kuota impor daging sapi.
5 Pimpinan KPK Terpilih: Sarat Kontroversi
Nama Karier Nilai LHKPN Catatan
Pada Jumat dini hari, 13 September 2019, lima pimpinan KPK telah terpilih melalui
mekanisme pemungutan suara setelah sebelumnya dilakukan fit and proper test. Sebanyak
Kementerian kementerian.
56 anggota komisi III DPR yang mewakili seluruh fraksi memilih 5 dari 10 calon pimpinan
Keuangan
KPK. Dalam proses voting tersebut, lima pemimpin yang terpilih yakni:

Sumber: Majalah Tempo Edisi 2-8 September 2019.


1. Irjen Firli Bahuri : 56 Suara
2. Alexander Marwata : 53 Suara
Berdasarkan Pasal 29 UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
3. Nurul Ghufron : 51 Suara
Korupsi menyebutkan bahwa
4. Nawawi Pomolango : 50 Suara
5. Lili Pintauli Siregar : 44 Suara
Untuk dapat diangkat sebagai Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
Dari lima pimpinan KPK yang terpilih, komisi III DPR RI menetapkan Irjen Firli Bahuri
1. Warga negara Republik Indonesia;
sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023. “Berdasarkan diskusi,
2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
musyawarah dari seluruh perwakilan fraksi yang hadir menyepakati unruk menjabat ketua
3. Sehat jasmani dan rohani;
KPK masa bakti 2019-2023 sebagai ketua adalah saudara Firli Bahuri” Ketua Komisi III DPR
4. Berijazah sarjana hukum atau sarjana lain yang memiliki keahlian dan pengalaman
Aziz Syamsuddin16. Apabila kita memperhatikan prosedur berdasarkan fakta, penetapan
sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun dalam bidang hukum, ekonomi, keuangan,
pimpinan KPK akhirnya diambil melalui voting, bukan musyawarah. Seperti yang telah
atau perbankan.
dijabarkan pada tabel diatas, bahwa masih terdapat catatan negatif dari pimpinan KPK
5. Berumur sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) tahun dan setinggi-tingginya 65
yang telah dipilih DPR saat ini dan tetap dilakukan pengabaian atas temuan tersebut
(enam puluh lima) tahun pada proses pemilihan.
hingga terpilihnya ketua per 13 September 2019.
6. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela.
7. Cakap, jujur, memiliki integritas moral yang tinggi, dan memiliki reputasi yang baik.
Pengabaian atas temuan pihak KPK yang menyatakan menemukan beberapa dugaan
8. Tidak menjadi pengurus salah satu partai politik.
pelanggaran, seperti ketidakpatuhan dalam pelaporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan
9. Melepaskan jabatan struktural dan atau jabatan lainnya selama menjadi anggota
Penyelenggara Negara), dugaan penerimaan gratifikasi, dugaan perbuatan lain yang
Komisi Pemberantasan Korupsi.
pernah menghambat kerja KPK, hingga dugaan pelanggaran etik saat bekerja di KPK
10. Tidak menjalankan profesinya selama menjadi anggota Komisi Pemberantasan
apabila benar terbukti maka hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap pasal 29 UU
Korupsi.
30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi utamanya
11. Mengumumkan kekayaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
persyaratan nomor 6 dan 7 serta melanggar Pasal 31 UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi
berlaku.
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang menyebutkan bahwa:

16
2019. Irjen Firli Bahuri Terpilih sebagai Ketua KPK Periode 2019-2013. Nasional Kompas, dilansir melalui
https://nasional.kompas.com/read/2019/09/13/01273431/irjen-firli-bahuri-terpilih-sebagai-ketua-kpk-
periode-2019-2023?page=all
Proses pencalonan dan pemilihan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan
dimaksud dalam Pasal 30 dilakukan secara transparan. (sebab tidak ada transparansi Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(P3K) dan Pegawai Negeri Sipil
terhadap rasionalisasi pengambilan keputusan untuk mengabaikan temuan KPK).
(PNS).

Dengan terpilihnya lima pimpinan KPK baru dan masih ada pengabaian sampai saat ini, Merujuk pada UU ASN dan draft UU
dapat berakibat ketidakpercayaan publik terhadap hasil kinerja Panitia Seleksi Calon Perubahan KPK, Pegawai Tetap KPK
Pimpinan KPK dan kinerja KPK nantinya. Ketidakpercayaan publik ini dapat berakibat tidak non PNS akan masuk dalam kategori
dari Pegawai Pemerintah dengan
mempannya upaya pemerintah untuk memobilisasi masyarakat dalam membantu
Perjanjian Kerja (PPPK). Sedangkan
memerangi korupsi dan membuat masyarakat meremehkan janji pemerintah untuk Pegawai Negeri Yang Dipekerjakan
memerangi korupsi17. Hal tersebut tentu berakibat buruk terhadap usaha pemberantasan (PNYD) akan berstatus ASN yang
korupsi di Indonesia. Pegawai Negeri Sipil. Hal tersebut
akan menghilangkan independensi
Pegawai KPK dalam penanganan
Revisi Undang-Undang KPK: KPK Berada di Ujung Tanduk
perkara dalam instansi pemerintahan
Tidak usai dengan polemik calon pimpinan KPK yang memiliki catatan negatif, upaya tersebut, karena perihal kenaikan
pelemahan terhadap lembaga anti-rasuah ini semakin diperparah dengan adanya wacana pangkat dan pengawasan hingga
Revisi Undang-Undang yang sudah di teken pada tanggal 11 September 2019 untuk mutasi akan berkoordinasi dan
dilakukan oleh Kementerian terkait.
dibahas lebih lanjut oleh DPR. Sebelumnya, DPR telah menyetujui draf rancangan
Hal tersebut tidak sesuai dengan
perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK pada 3 September 2019
prinsip independensi KPK yang
lalu dan rancangan tersebut langsung disetujui oleh seluruh fraksi DPR dalam Rapat dibangun pasca reformasi.
Paripurna. Nyatanya, langkah DPR mengusulkan revisi tersebut mendapatkan berbagai
penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil hingga lembaga Wadah Pegawai akan digantikan
oleh KORPRI karena seluruh ASN
antirasuah itu sendiri, KPK. “Dengan segala kejadian dan agenda yang terjadi dalam kurun
harus tergabung dalam Wadah
waktu belakangan ini, kami harus menyatakan kondisi saat ini bahwa KPK berada di ujung tunggal KORPRI sehingga tidak
tanduk,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo. Terdapat 10 poin krusial yang telah beredar dan akan ada lembaga yang mewakili
menjadi polemik dalam RUU KPK dan berpotensi untuk melemahkan KPK sebagai instansi kepentingan Pegawai KPK.
yang independen. Adapun 10 poin yang tersebut adalah sebagai berikut: Ketentuan ini amat berbeda dengan
ketentuan Pasal 24 ayat (3) UU No.
30/2002 yang menentukan bahwa
Tabel 3. 10 Poin Krusial pada RUU KPK KPK mengatur sistem
No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan kepegawaiannya sendiri sebagai
1. Independensi KPK Pasal 1 angka 7 Pada pasal 1 angka 7 dalam draft perwujudan independensi dalam hal
terancam Pasal 24 ayat 2 menyatakan bahwa seluruh Pegawai personalia.
dan 3 KPK menjadi Pegawai Aparatur Sipil Pasal 1 angka 3 Dalam draft diatur bahwa KPK
Negara yang terdiri dari Pegawai merupakan lembaga Pemerintah

17
Morris dan Klesner. 2010. Corruption and Trust: Theoretical Considerations and Evidence From Mexico.
https://www.vanderbilt.edu/lapop/news/092410a.pdf. Diakses 4 September 2019.
No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan
Pusat dan ketentuan tersebut kasus korupsi, proses penyelidikan
bertentangan dengan Putusan MK akan membutuhkan waktu yang
No. 012-016-019/PUU-IV/2006 yang lama.
menyatakan bahwa KPK adalah
lembaga negara yang berhubungan Proses penggeledahan yang selama
dengan kekuasaan kehakiman. ini dapat dilakukan melalui
mekanisme izin pengadilan
Ketentuan ini juga bertentangan tergantikan oleh Dewan Pengawas.
dengan Pasal 38 UU No.48/2009 Proses penyitaan yang telah
tentang Kekuasaan Kehakiman yang diberikan kewenangan secara
menentukan bahwa fungsi yang istimewa dengan tidak izin
berkaitan dengan kekuasaan pengadilan dalam UU KPK diubah
kehakiman meliputi fungsi melalui perizinan Dewan Pengawas.
penyelidikan, penyidikan, dan Artinya Penyelidik dan Penyidik
penuntutan. Dengan demikian, melakukan fungsinya sangat
tidaklah tepat menggolongkan KPK bergantung dan dibatasi dari
sebagai lembaga pemerintah / kewenangan Dewan Pengawas yang
eksekutif. dipilih oleh DPR RI dan Presiden RI
2. Penyadapan dipersulit Pasal 12 B Proses penyadapan yang selama ini sehingga menambah panjang
dan dibatasi Pasal 12 C dilakukan KPK didasarkan pada birokrasi penanganan perkara.
Pasal 47 standar lawful interception sesuai 3. Pembentukan Dewan Pasal 21 (1) Pimpinan dan Anggota Dewan
standar Eropa dengan mekanisme Pengawas oleh DPR Pasal 37 Pengawas dipilih oleh DPR atas
yang telah disepakati dengan KPK. usulan oleh Presiden. Selain itu,
unsur “Penasihat KPK” dihapus
Namun, dalam draft ini, proses dengan keberadaan Dewan
penyadapan perlu dilakukan Pengawas, hal ini dapat
dengan adanya permohonan izin memperbesar kekuasaan DPR.
kepada Dewan Pengawas. Dewan
Pengawas yang dibentuk oleh DPR Draft mengatur bahwa KPK adalah
dari usulan Presiden berpotensi lembaga pemerintah pusat,
memiliki conflict of interest dalam sementara Dewan Pengawas yang
melakukan kontrol sehingga merupakan bagian dari merupakan
bepotensi bocor. Padahal lembaga non-struktural. Hal ini
penyadapan mempunyai fungsi justru menjadi ketidakjelasan
penting dalam melakukan operasi nomenklatur struktur kelembagaan
tangkap tangan serta fungsi dari KPK dan Dewan Pengawas.
penegakan hukum lainnya. Terlebih, Sehingga jelas terlihat bahwa
penyadapan hanya bisa dilakukan Dewan Pengawas menjadi badan
maksimal dalam kurun waktu 3 (tiga) yang memiliki otoritas besar
bulan, padahal dalam menangani
No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan
terhadap keberjalanan KPK, mengelola PPNS yang bekerja sama
dibanding KPK itu sendiri. dengan KPK, sehingga KPK tidak
4. Sumber penyelidik dan Pasal 43 Penyelidik KPK hanya berasal dari memiliki independensi dalam
penyidik dibatasi Pasal 43A Polri, sedangkan penyidik KPK pengelolaan personalianya. Hal ini
Pasal 45 berasal dari Kejaksaan Agung, Polri juga bertentangan dengan Putusan
dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil MK No. 109/PUU-XIII/2015 yang
yang diberi wewenang khusus oleh memperkuat dasar hukum bahwa
Undang-Undang. Padahal, KPK dapat mengangkat penyelidik
penyelidik maupun penyidik dan penyidik secara independen.
mempunyai fungsi penting dalam 5. Penuntutan perkara Pasal 12 Penjelasan Pasal 12A mengatur
rangka menemukan kasus sebelum korupsi harus koordinasi bahwa koordinasi pelaksanaan
penetapan seseorang menjadi dengan Kejaksaan Agung tugas penuntutan dilakukan karena
tersangka. Kejaksaan Agung RI merupakan
lembaga tunggal yang berwenang
Selama ini penyelidikan dan melakukan penuntutan, sehingga
penyidikan KPK terjadi secara artinya KPK tidak dianggap sebagai
independen karena penyelidik dan lembaga penegak hukum yang
penyidik KPK merupakan pegawai- berwenang melakukan penuntutan,
pegawai yang direkrut secara dan hal tersebut berisiko mereduksi
independen sebagai pegawai tetap independensi KPK karena
dari berbagai keahlian. Penyelidik banyaknya prosedur yang akan
dan penyidik independen tentunya memperlambat penangan perkara.
bertujuan selaras dengan tujuan 6. Perkara yang mendapat Pasal 11 Dalam melaksanakan tugas, KPK
hadirnya KPK sehingga dibutuhkan perhatian masyarakat berwenang melakukan
penyelidik dan penyidik yang tidak tidak lagi menjadi kriteria penyelidikan, penyidikan, dan
memiliki konflik kepentingan penuntutan tindak pidana korupsi
dengan instansi manapun. yang melibatkan aparat penegak
Ditambah, dengan adanya hukum, penyelenggara negara, dan
pembatasan penyelidikan hanya orang lain yang ada kaitannya
dari kepolisian, maka kapasitas dengan tindak pidana korupsi yang
penyelidik akan seragam dan opsi dilakukan oleh aparat penegak
yang ada akan terbatas, sedangkan hukum atau penyelenggara negara
setiap kasus memiliki tingkat dan menyangkut kerugian negara
kerumitannya dan keberagamannya paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00
masing-masing. (satu milyar rupiah).

Dalam draft juga diatur bahwa Adapun tindakan pidana korupsi


perekrutan penyelidik dan penyidik yang mendapat perhatian publik
diselenggarakan Kepolisian, dan meresahkan tidak menjadi
Kejaksaan dan instansi yang kriteria dan tidak akan dilakukan
No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan
penyelidikan, penyidikan maupun terdakwa kepada instansi yang
penuntutan. Padahal, sudah jelas terkait
bahwa tindak pemberantasan (6) Menghentikan sementara
korupsi dilakukan karena korupsi transaksi keuangan, transaksi
merugikan dan meresahkan perdagangan, dan perjanjian
masyarakat. lainnya atau pencabutan
7. Kewenangan Pasal 10A Pengambil-alihan perkara hanya sementara perizinan, lisensi
pengambilalihan perkara bisa dilakukan untuk proses serta konsesi yang dilakukan
di penuntutan dipangkas penyelidikan sedangkan pada tahap atau dimiliki oleh tersangka
penyidikan dan penuntutan KPK (7) Meminta bantuan Interpol
tidak bisa mengambil alih perkara, Indonesia atau instansi penegak
dalam pasal 10 disebutkan bahwa hukum negara lain untuk
KPK dalam mengambil-alih melakukan pencarian,
penyidikan memberitahukan kepada penangkapan, dan penyitaan
penyidik atau penuntut umum yang barang bukti di luar negeri;
menangani tindak korupsi. (8) Meminta bantuan Kepolisian
8. Kewenangan strategis Pasal 12 (2) Kewenangan strategis pada KPK Negara Republik Indonesia atau
pada proses penuntutan terkait penuntutan dihapuskan instansi lain yang terkait untuk
dihilangkan yakni: melakukan penangkapan,
(1) Pelarangan ke luar negeri penahanan, penggeledahan,
(2) Meminta keterangan kepada dan penyitaan dalam perkara.
bank atau lainnya tentang Hal tersebut dengan jelas akan
keadaan keuangan tersangka melemahkan fungsi KPK dalam
atau terdakwa yang sedang di menindaktegas perkara korupsi.
periksa 9. KPK harus menghentikan Pasal 40 KPK diharuskan menerbitkan Surat
(3) Memerintahkan kepada bank penyidikan dan Perintah Penghentian Penyidikan
atau lembaga keuangan lainnya penuntutan (SP3) berwenang dan menghentikan
untuk memblokir rekening yang penyidikan dan penuntutan
diduga hasil dari korupsi milik terhadap perkara apabila perkara
tersangka, terdakwa, atau pihak tidak selesai dalam jangka waktu
lain yang terkait dengan paling lama 1 (satu) tahun.
menyertakan penjelasan secara Penghentian penyidikan dan
detail penuntutan harus dilaporkan
(4) Memerintahkan kepada kepada Dewan Pengawas paling
pimpinan atau atasan tersangka lambat 1 (satu) minggu terhitung
untuk memberhentikan sejak dikeluarkannya surat perintah
sementara tersangka dari penghentian penyidikan dan
jabatannya penuntutan. Padahal korupsi
(5) Meminta data kekayaan dan memiliki ragam kompleksitasnya
data perpajakan tersangka atau masing-masing. Dan selama ini,
No Isu Pasal Perubahan Implikasi terhadap Perubahan Apabila kita lihat 4 poin yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo, terdapat catatan kritis
tidak pernah ada aturan dalam yaitu:
sistem hukum acara pidana nasional
yang mengatur bahwa penyidikan 1. Poin pertama, keberadaan Dewan Pengawas untuk memberikan izin penyadapan
akan diberhentikan jika selama tidak dihilangkan.
jangka waktu tertentu prosesnya
2. Poin kedua, permasalahan independensi KPK tidak diselesaikan dengan
belum selesai.
10. Kewenangan KPK untuk Pasal 7 ayat (1) Posisi KPK direduksi hanya menyebutkan opsi bahwa penyelidik dan penyidik KPK juga bisa berasal dari unsur
mengelola pelaporan dan huruf a melakukan koordinasi dan supervisi aparatur sipil negara (ASN).
pemeriksaan dipangkas sedangkan pelaporan LHKPN 3. Poin ketiga, sudah tepat untuk melakukan penolakan terhadap kewajiban KPK untuk
dilakukan di masing-masing instansi, berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk melakukan penuntutan.
kementerian atau lembaga yang
4. Poin keempat, sudah tepat untuk menolak pengalihan pengelolaan Laporan Harta
justru mempersulit pengecekan
data kepatuhan pelaporan dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari KPK kepada kementerian atau
pewajaran kekayaan lembaga lain.
Penyelenggaraan Negara.
Dari 10 poin pelemahan KPK, Presiden Joko Widodo hanya bisa mengambil ketegasan
Berdasarkan penjabaran diatas, indikasi-indikasi yang diperlihatkan dari adanya perubahan pada dua poin saja. Tentu kita perlu melihat secara komprehensif bahwa pelemahan KPK
atau revisi Undang-Undang KPK semakin menunjukkan upaya untuk melemahkan Komisi melalui revisi Undang-Undang KPK tidak hanya bisa diselesaikan melalui pernyataan pada
Pemberantasan Korupsi. Presiden Joko Widodo telah memberikan pernyataan terkait 2 poin saja, namun harus diselesaikan dengan menghapuskan 10 poin pelemahan KPK ini.
revisi Undang-Undang KPK18 yaitu:
1. Joko Widodo menyatakan tak setuju jika KPK harus mendapatkan izin pihak luar Penolakan serta polemik yang begitu kuat dari berbagai masyarakat sipil dan aktivis lainnya
ketika ingin melakukan penyadapan. Menurutnya, KPK cukup memperoleh izin ternyata tidak didengar oleh DPR dan Pemerintah. Pada Selasa, 16 September 2019,
internal dari Dewan Pengawas untuk menjaga kerahasiaan. Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun
2. Joko Widodo tidak setuju penyelidik dan penyidik KPK hanya berasal dari kepolisian 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK). Pembahasan revisi
dan kejaksaan. Ia menyatakan bahwa penyelidik dan penyidik KPK bisa juga berasal UU KPK hanya berselang 13 hari sejak resmi menjadi usul inisiatif DPR hingga disahkan
dari unsur aparatur sipil negara (ASN). dalam Rapat Paripurna ini.
3. Joko Widodo mengatakan tak setuju KPK wajib berkoordinasi dengan Kejaksaan
Dalam pengesahan RUU KPK, terdapat beberapa poin yang sudah tepat diselesaikan,
Agung dalam melakukan penuntutan.
yakni: (1) Penuntutan perkara korupsi tidak harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung
4. Joko Widodo menyatakan tidak setuju pengalihan pengelolaan Laporan Harta
(tabel poin 5), (2) KPK berwenang mengambilalih penyidikan dan/atau penuntutan (tabel
Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari lembaga anti-rasuah kepada
poin 7), (3) Pengelolaan LHKPN tetap pada KPK (tabel poin 10). Namun masih terdapat
kementerian atau lembaga lainnya.
poin yang menjadi pertentangan. Adapun poin-poin adalah sebagai berikut:

2019. Jokowi Tolak Empat Poin Revisi UU KPK Usulan DPR. CNN Indonesia,
18
Untuk pernyataan sikap KM ITB, dapat diakses melalui bit.ly/KPKDiujungTanduk
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190913110114-12-430162/jokowi-tolak-empat-poin-revisi-uu-
kpk-usulan-dpr
1. Kedudukan pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara (tabel pada poin 1) akan 5. Perkara yang mendapat perhatian masyarakat (tabel pada poin 6) tidak lagi menjadi
menyebabkan hilangnya independensi Pegawai KPK dalam penanganan perkara kriteria dan dihapus pada revisi UU KPK, dan hal tersebut jelas tidak sesuai karena
dalam instansi pemerintahan. Selain itu, kedudukan KPK sebagai lembaga penegak sudah jelas bahwa tindak pemberantasan korupsi dilakukan karena korupsi
hukum berada pada rumpun eksekutif (tabel pada poin 1) yang dalam pelaksanaanya merugikan dan meresahkan masyarakat.
wewenang dan tugasnya tetap independen tidaklah tepat karena tidak sesuai dengan 6. Kewenangan strategis pada proses penuntutan dihilangkan (tabel pada poin 8) jelas
fungsi KPK dan melanggar Putusan MK No. 012-016-019/PUU-IV/2006 yang memperlemah tugas KPK dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
menyatakan bahwa KPK adalah lembaga negara yang berhubungan dengan 7. Mekanisme penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada Dewan
kekuasaan kehakiman. Pengawas terhadap perkara tindak pidana korupsi (tabel pada poin 9) dalam jangka
2. Pelaksanaan fungsi penyadapan (tabel pada poin 2) yang dibatasi dengan adanya waktu paling lama 2 (dua) tahun. Hal ini tidak sejalan karena melihat kompleksitas
mekanisme pelaporan terhadap Dewan Pengawas, dengan batasan waktu 6 bulan setiap perkara yang berbeda dan tidak pernah ada aturan dalam sistem hukum acara
dan dapat diperpanjang satu kali dalam jangka waktu yang sama, hal tersebut akan pidana nasional yang mengatur bahwa penyidikan akan diberhentikan jika selama
menambah panjang birokrasi penanganan perkara dan juga membatasi proses jangka waktu tertentu prosesnya belum selesai.
penyelidikan yang sebenarnya memiliki kurun waktu relatif lama. Selain itu,
mekanisme penggeledahan dan penyitaan perlu mendapatkan izin tertulis dari Dari seluruh poin yang menjadi polemik dan kemudian disahkan, masih terdapat 7 poin
Dewan Pengawas. Mekanisme keduanya merupakan bagian dari penyidikan maupun yang nyatanya masih bermasalah. Sehingga, adanya pengesahan terhadap Revisi UU KPK
penyelidikan. Pelaporan ini juga akan menambah panjang birokrasi. saat ini dengan poin-poin yang telah disepakati adalah hal yang tidak tepat dan semakin
3. Pembentukan Dewan Pengawas KPK (tabel pada poin 3) bersamaan dengan memperlihatkan adanya posisi untuk melemahkan KPK.
penghapusan Tim Penasihat pada UU KPK sebelumnya. Dewan Pengawas ditunjuk
Opsi Pembatalan Perundang-Undangan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
dan diangkat oleh Presiden RI dengan tugas mengawasi pelaksanaan tugas dan
Undang
wewenang KPK, memberikan izin atau tidak memberikan izin Penyadapan,
penggeledahan, dan/atau penyitaan, menyusun dan menetapkan kode etik pimpinan Keputusan DPR untuk mengesahkan Revisi UU KPK telah mengabaikan proses legislasi.
dan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi, hingga melakukan evaluasi kinerja Pada pasal 5 huruf g Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
pimpinan dan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi secara berkala, dalam hal ini Peraturan Perundang-Undangan dalam penjelasan menyebutkan bahwa dalam
maka otoritas Dewan Pengawas akan lebih besar dibandingkan KPK itu sendiri Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan mulai dari perencanaan, penyusunan,
sebagai lembaga yang independen. pembahasan, pengesahan ataupun penetapan dan pengundangan bersifat transparan dan
4. Koordinasi kelembagaan KPK dengan penegak hukum sesuai dengan hukum acara terbuka. Dengan demikian, seluruh lapiran masyarakat mempunyai kesempatan yang
pidana, kepolisian, kejaksaan dan kementerian atau lembaga lainnya dalam seluas-luasnya untuk memberikan masukan dalam Pembentukan Peraturan Perundang-
pelaksanaan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan perkara (tabel pada poin 4). Undangan. Tidak hanya itu, dalam pasal 96 ayat (1) dan (2) pada UU yang sama disebutkan
Hal ini dimaksudkan bahwa sumber penyidikan, maupun penyelidikan dan bahwa masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan dan/atau tertulis dalam
penuntutan berasal dari kepolisian, kejaksaan dan pejabat pegawai negeri sipil (untuk Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Masukan yang diberikan oleh lapisan
penyidikan), instansi pemerintah lainnya (untuk penyelidikan), dan internal KPK yang masyarakat dapat dilakukan melalui rapat dengar pendapat umum, kunjungan kerja,
diangkat dan diberhentikan oleh Pimpinan KPK. Hal ini masih menimbulkan sosialisasi, seminar, lokakarya dan/atau diskusi. Oleh sebab itu dengan terhitungnya 13
permasalahan karena meskipun begitu, independensi KPK untuk mengambil penyidik hari sejak dimulainya usul Revisi UU KPK hingga pengesahan Revisi UU KPK telah
dan penyelidik dari lembaga lain dibatasi. mengabaikan proses legislasi, terutama pada asas keterbukaan.
Seperti yang kita ketahui, prolegnas merupakan pedoman dan pengendali penyusunan Sesuai dengan pasal 1 ayat (4) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
peraturan perundang-undangan tingkat pusat yang mengikat lembaga yang berwenang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
membentuk peraturan perundang-undangan19. Dengan kata lain, prolegnas merupakan undangan adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden dalam
suatu instrumen atau suatu mekanisme perencanaan program pembentukan undang- hal ihwal kegentingan yang memaksa. Adapun penyusunan Rancangan Peraturan
undang. Namun nyatanya, meskipun RUU KPK ini menjadi salah satu bagian dari prolegnas Pemerintah Pengganti Undang-Undang sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87
menengah yakni pada tahun 2015-2019, tetap saja revisi UU KPK tidak termasuk dalam 55 Tahun 2014 tentan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
rancangan undang-undang dalam prolegnas prioritas pada tahun 2019. Demikian pula Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan adalah sebagai berikut:
disampaikan pada Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
1. Presiden menugaskan penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti
Peraturan Perundang-undangan yang menyatakan bahwa Rancangan Undang-Undang,
Undang-Undang kepada menteri yang tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan
baik yang berasal dari DPR maupun Presiden serta Rancangan Undang-Undang yang
materi yang akan diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
diajukan DPD kepada DPR disusun berdasarkan Prolegnas. Kemudian, pada pasal 7 ayat
tersebut sebagai Pemrakarsa.
(1) dalam Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyusunan Program
2. Dalam penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang,
Legislasi Nasional, semakin mempertegas bahwa:
menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkoordinasi dengan Menteri dan
“Prolegnas prioritas tahunan merupakan pelaksanaan prolgenas jangka menengah yang menteri/pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian dan/atau pimpinan lembaga
dilakukan setiap tahun.” terkait.
3. Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang yang telah selesai
Dengan demikian, sudah jelas bahwa RUU KPK tidak memiliki kekuatan dengan urgensi
disusun disampaikan oleh menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1)
lebih untuk dibahas maupun disahkan pada tahun ini.
kepada Presiden untuk ditetapkan. Pemrakarsa menyusun Rancangan Undang-Undang
Jika memang draf RUU KPK tetap dilakukan diluar proses proglenas, terdapat syarat yang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Menjadi
harus dipenuhi oleh Presiden dan DPR. Pada pasal 23 ayat (1) dalam UU yang sama bahwa Undang-Undang setelah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ditetapkan
dalam keadaan tertentu, DPR atau Presiden dapat mengajukan Rancangan Undang- oleh Presiden.
Undang diluar prolegnas, maka perlu ada dua hal yakni: (a) untuk mengatasi keadaan luar 4. Pemrakarsa menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Penetapan Peraturan
biasa, keadaan konflik, atau bencana alam dan (b) keadaan tertentu lainnya yang Pemerintah Pengganti Undang-Undang Menjadi Undang-Undang setelah Peraturan
memastikan adanya urgansi nasional atas suatu Rancangan Undang-Undang yang dapat Pemerintah Pengganti Undang-Undang ditetapkan oleh Presiden.
disetujui bersama oleh alat kelengkapan DPR yang khusus menangani bidang legislasi dan
menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum. Oleh sebab itu, Penyusunan Perppu dilakukan apabila memiliki beberapa syarat. Berdasarkan Keputusan
proses pembahasan tentang revisi UU KPK dan proses pengesahan UU KPK tidak Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009 bahwa Perppu diperlukan apabila:
memenuhi unsur-unsur yang telah disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun
1. Adanya keadaan yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum
2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
secara cepat berdasarkan Undang-Undang

Putra, Andi Irman. 2008. Peran Prolegnas Dalam Perencanaan Pembentukan Hukum Nasional Berdasarkan
19

UUD 1945 (Pasca Amandemen). Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia
2. Undang-Undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosangan
hukum, atau ada Undang-Undang tetapi tidak memadai
3. Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat Undang-
Undang secara prosedur biasa karena akan memerlukan waktu yang cukup lama
sedangkan keadan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan

Proses pengusulan RUU KPK yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat di Internal
Badan Legislatif DPR RI, tidak adanya partisipasi publik terhadap proses revisi Undang-
Undang KPK hingga jalannya proses revisi UU KPK diluar prioritas prolegnas 2019
berakibat pada pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, sehingga
perlu dilakukan pembatalan terhadap revisi UU KPK ini melalui opsi penetapan Perppu
oleh Presiden.