Anda di halaman 1dari 4

6.

Dalam pelaksanaan audit, auditor tidak diperbolehkan klien untuk mengirim


konfirmasi kepada 5 pelanggan yang saldo piutangnya material. Namun dari
pemeriksaan subsequent collection ternyata kelima pelanggan tersebut sudah melunasi
piutang tersebut di periode sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca). Dalam
hal ini auditor harus memberikan qualified opinion karena adanya pembatasan ruang
lingkup pemeriksaan.

JAWABANNYA : BENAR
Karena auditor dapat memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau qualified
opinion pada saat auditor meyakini kondisi yang material tapi lingkup audit sang
auditor dibatasi baik oleh klien maupun oleh kondisi yang ada, yang mencegah auditor
untuk melaksanakan proses audit secara lengkap.

7. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan


dalam laporan audit bentuk baku, merupakan jenis unqualified opinion, dan diberikan
jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambah paragraf
penjelasan dalam laporan audit.

JAWABANNYA :SALAH
Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion with explanatory language)
merupakan jenis pendapat yang berbeda dengan unqualified opinion karena kondisi
yang dihadapi berbeda.

8. Keadaan tersebut di No. 7 meliputi, antara lain :


 Laporan keuangan dipengaruhi oleh ketidakpastian peristiwa masa yang akan
datang, yang hasilnya belum dapat diperkirakan pada tanggal laporan audit.
 Di antara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam
penggunaan standar akuntansi atau dalam metde penerapannya.

JAWABANNYA : BENAR
Karena pada pendapat wajar tanpa pengecualian, terdapat kondisi di antara dua
periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan standar
akuntansi atau dalam metde penerapannya. Sehingga harus menggunakan bahasa
penjelasan yang ditambahkan.

9. Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan bilamana auditor yakin, atas dasar
auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari SAK/ETAP/IFRS, yang
dampaknya tidak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat
tidak wajar.

JAWABANNYA : SALAH
Karena auditor harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian ketika:
 Auditor, setelah memperoleh bukti audit cukup tepat, menyimpulkan bahwa
kesalahan penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi, adalah
material, tetapi tidak pervasif, terhadap laporan keuangan; atau
 Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari
opini, tetapi auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan
penyajian yang tidak terdektesi terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat
material, tetapi tidak pervasif.
(Halaman 116)

10. Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan
secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan sesuai dengan
SAK/ETAP/IFRS

JAWABANNYA : BENAR
Karena auditor harus menyatakan suatu opini tidak wajar ketika auditor, setelah
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, menyimpulkan bahwa kesalahan
penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi, adalah material dan pervasif
terhadap laporan keuangan
(Halaman 116)
11. Apabila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, ia tidak perlu menjelaskan dalam
paragraf terpisah, semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar.

JAWABANNYA : BENAR
Karena apabila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, ia harus menjelaskan dalam
paragraph terpisah sebelum paragraph pendapat dalam laporannya semua alasan yang
mendukung pendapat tidak wajar tersebut dan dampak utama hal yang menyebabkan
pemberian pendapat tidak wajar terhadap posisi keuangan, hasil usaha, perubahan
ekuitas dan arus kas, jika secara praktis untuk dilaksanakan. Jika dampak tersebut
tidak dapat ditentukan secara beralasan, laporan audit harus menyatakan hal itu.
(Halaman 116 )

12. Pernyataan tidak memberikan pendapat cocok diberikan jika auditor, karena adanya
pembatasan terhadap lingkup auditnya, tidak dapat melaksanakan audit yang cukup
untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan.

JAWABANNYA : BENAR
Karena pernyataan tidak memberikan pendapat cocok diberikan jika auditor tidak
melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan
pendapat atas laporan keuangan, maka auditor harus menunjukkan dalam paragraph
terpisah semua alasan substantive yang mendukung pernyataannya tersebut. Ia harus
menyatakan bahwa lingkup auditnya tidak memadai untuk menyatakan pendapat atas
laporankeuangan.
(Halaman 116 )

13. Jika auditor yakin, berdasarkan auditnya, terdapat penyimpangan material dari
SAK/ETAP/IFRS, ia dapat memberikan disclaimer opinion.

JAWABANNYA : SALAH
Karenaauditor tidak boleh menyatakan pendapat ketika auditor tidak dapat
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang mendasari opini, dan auditor
menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak kesalahan penyajian yang tidak
terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat material dan pervasif.
(Halaman 116)
14. Untuk menandatangani laporan audit, bisa saja auditor menggunakan stempel tanda
tangan.

JAWABANNYA : SALAH
Karena auditor harusnya menggunakan tanda tangan aslinya dalam menandatangani
laporan audit.
(Halaman 111)

15. Walaupun laporan keuangan yang diaudit adalah tanggung jawab manajemen, namun
dalam audit report,yang terdiri atas pendapat akuntan dan laporan keuangan,
semuanya harus diketik di dalam kop surat kantor akuntan publik.

JAWABANNYA : SALAH
Karena bagian dari laporan auditor ini menjelaskan tanggung jawab pihak-pihak dalam
organisasi yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan. Laporan
auditor tidak perlu merujuk secara khusus pada “manajemen,’’ tetapi harus
menggunakan istilah yang tepat dalam konteks kerangka hukum dalam yurisdiksi
tertentu. Dalam beberapa yurisdiksi, pengacuan yang tepat dapat menggunakan “pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola”
(Halaman 110)