Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ny.

E Faktor ekstrinsik:
No. MR : 213208 Alergen: debu, spora, bulu binatang
Umur : 32 Tahun Iritan: bahan kimia, polusi udara
Diagnosa Medis : Asma Obat-obatan
Keluhan Utama : Sesak napas
Riwayat Kesehatan Sekarang : Pasien masuk
ke IGD pada tanggal 23 September 2019
dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak
yang sulit dikeluarkan sejak 4 hari yang lalu
Hasil dari pengkajian didapatkan hasil
Kesadaran Komposmentis dengan GCS =
E:4 V:5 M:6, TD : 157/125 mmHg, HR : 96
x/menit, RR : 30 x/menit, Wheezing (+) S :
36 ˚C.

Permeabilitas kapiler meningkat

Difusi gas di alveoli terganggu

Pertukaran O2 dan CO2 terganggu

- Pasien sesak napas


- Pernapasan cepat dan MK : Hambatan Pertukaran Gas
dangkal (Domain 3 Kelas 4 Kode Diagnosis 00030)
- Retraksi dinding dada
- RR : 30 x/menit
NOC :
Status Pernafasan : Pertukaran Gas (0402)
Status Pernafasan : ventilasi (0403)
Status Tanda-Tanda VItal (0802)
Pasien diberikan O2 melalui Setelah dilakukan tindakan keperawatan
nasal kanul dengan aliran selama 1 x 6 jam pasien tidak terjadi
oksigen 3 L/menit hambatan pertukaran gas, dengan kriteria hasil
:
- Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi
dan oksigenasi yang adekuat
- Memelihara kebersihan paru-paru dan bebas
dari tanda-tanda distress pernafasan
- Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara
nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan
dyspneu (mampu mengeluarkan sputum,
mampu bernafas dengan mudah, tidak ada
pursed lips)
- Tanda-tanda vital dalam rentang normal
NIC :
Terapi Oksigen (3320)
- Pertahankan kepatenan jalan napas
- Berikan oksigen sesuai terapi
- Monitor aliran dan posisi alat pemberian
oksigen

Nama : Dina Auliya


NIM : P1337420919017
Program Studi Profesi Ners
Poltekkes Kemenkes Semarang
Faktor intrinsik: 1. Airway : Terdapat sekret
- Stress/emosi nafas
- Infeksi saluran napas atas Aktivitas yang berlebihan 2. Breathing : Pasien meng
napas, RR : 30 x/menit, Wh
3. Circulation : Tekanan da
157/125 mmHg, HR : 96 x/
Reaksi antigen-antibody 36 oC .
Pengkajian Primer 4. Disability : Kesadaran kl
Produksi substansi vasoaktif composmentis dengan GCS
(histamin, bradikinin, anafilaktosin) ukuran pupil ki/ka: 2/2 refl
positif.
5. Eksposure
ASMA Tidak terdapat jejas pada tu

Sekresi mukosa meningkat

Produksi mukus meningkat

Penyempitan saluran napas

Wheezing , batuk tak efektif, ketidakmampuan


untuk mengeluarkan sekresi jalan napas
- Pasien sesak napas
- Pasien tampak gelisah
MK : Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas - Batuk
(Domain 11 Kelas 2 Kode Diagnosis 00081) - Wheezing (+)
- Terdapat sekret pada
jalan nafas
NOC :
Status Pernafasan : Kepatenan Jalan Nafas
(0410) :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan Pasien dinebul dengan
selama 1 x 6 jam tidak terjadi gangguan menggunakan obat Ventolin
ketidakefektifan bersihan jalan napas dengan dan Flixotide
kriteria hasil :
- Frekuensi pernafasan dalam rentang normal
- Tidak ada suara nafas tambahan
- Mampu mengeluarkan sekret
- Tidak dipnea saat istirahat/beraktifitas
- Batuk berkurang
NIC :
Manajemen Jalan Nafas (3140)
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan
ventilasi
- Kelola pemberian bronkodilator
- Monitor status pernafasan dan oksigenasi

Sumber :
Bulechek, M.G dkk.(2013). Nursing Interventions Classification (NIC), 6th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
Moorhead Sue, dkk. (2013). Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition. Indonesia: Mocomedia.
NANDA. (2018). NANDA International nursing diagnoses :definitions and classification 2018-2020. Ed.11. Jakarta : EGC
1. Airway : Terdapat sekret pada jalan
nafas
2. Breathing : Pasien mengeluh sesak
napas, RR : 30 x/menit, Wheezing (+)
3. Circulation : Tekanan darah klien :
157/125 mmHg, HR : 96 x/menit, S :
36 oC .
4. Disability : Kesadaran klien
composmentis dengan GCS E4V5M6,
ukuran pupil ki/ka: 2/2 reflek cahaya
positif.
5. Eksposure
Tidak terdapat jejas pada tubuh pasien

n sesak napas
n tampak gelisah
k
ezing (+)
pat sekret pada
afas

en dinebul dengan
unakan obat Ventolin
dan Flixotide