Anda di halaman 1dari 17

PERCOBAAN 2

PENENTUAN RUMUS KIMIA

I. TUJUAN

Setelah percobaan selesai, anda diharapkan mampu menentukan dan


menghitung rumus kimia dari endapan endapan garam-garam yang terjadi
dengan mengamati jumlah endapan yang dihasilkan dari dua pereaksi yang
berbeda, dengan mencampurkannya dalamperbandingan molar yang
berbeda pula

II. PERINCIAN KERJA

- Membuat larutan K2CrO4 0,02 M


- Membuat larutan Pb(NO3)2 0,4 gram dan BaCl2.2H2O 0,3 gram dalam
masing masing 20 ml larutan
- Menentukan rumus kimia (komposisi) dari endapan kromat dengan
mereaksikan larutan K2CrO4 dan larutan Pb(NO3)2, kemudian
mereaksikan larutan K2CrO4 dan larutan BaCl2
III. ALAT DAN BAHAN
 Alat

- Gelas kimia 1000 ml 1 buah


- Gelas kimia 400 ml 1 buah
- Gelas kimia 250 ml 1 buah
- Gelas kimia 50 ml 2 buah
- Tabung reaksi 6 buah
- Rak tabung reaksi 1 buah
- Centrifuge 1 buah
- Tabung centrifuge 6 buah
- Pengaduk kaca 1 buah
- Spatula 1 buah
- Bola isap 1 buah
- Pipet ukur 25 ml 1 buah
- Pipet ukur 10 ml 1 buah
- Pipet ukur 5 ml 1 buah
- Hot plate 1 buah
- Tutup tabung reaksi 6 buah
- Labu semprot 1 buah
- Kamera 1 buah
 Bahan
- Air demineral (H2O)
- Larutan K2CrO4 0,02 M
- Timbal nitrat (Pb(NO3)2)
- Barium klorida dihidrat (BaCl2.2H2O)
IV. DASAR TEORI
Pada percobaan ini, terlebih dahulu kita mengenal koonsep-konsep
dasar yang berkaitan dengan penentuan rumus suatu senyawa seperti
konsep reaksi kimia, perhitungan dalam menentukan perbandingan
senyawa dan penentuan rumus suatu senyawa melalui peerbandingan mol
unsur penyusun suatu senyawa
Reaksi kimia (chemical reaction) merupakan suatu proses dimana
zat(atau senyawa) diubah menjadi suatu atau lebih senyawa baru. Untuk
berkomunikasi satu sama lain tentang reaksi kimia, para kimiawan
menggunakan cara standar untuk menggambarkan reaksi tersebut melalui
persamaan reaksi. Persamaan kimia (chemical equation) menggunakan
lambang kimia untuk menunjukkan apa yang terjadi saat reaksi kimia
berlangsung .
Bila suatu senyawa A bereaksi dengan senyawa lain B, untuk
membentuk senyawa ketiga C, persamaan kimianya dapat ditulis sebagai
berikut :
Aa + Bb Cc ……………………………….. 1

Zat A dab B bisa berupa atom, molekul ion di dalam larutan. Bilangan
bilangan a, b dan c merupakan bilangan bulat dan menunjukkan jumlah
partikel relatif yang terlibat di dalam reaksi. Bila mol sutu zat mengandung
jumlah partikel yang sama, baik berupa atom, molekul, atau ion, jumlah a,
b dan c menunjukkan jumlah molA dan B yang bereaksi membentuk C.
Adapun beberapa beberapa reaksi yang mengikuti persamaan (1)
termasuk contoh berikut :
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l) ……………(2)
3Ca2+ + 2PO42- Ca3(PO4)2(s) …………….(3)

Reaksi (3) akan terjadi apabila suatu larutan yang mengandung ion
Ca2+ dicampur dengan senyawa yang menggunakan ion-ion pospat (PO43+).
Bila reaksi tersebu benar-benar terjadi secara sempurna , biasanya dalam
campuran terseut akan terjadi kelebihan salah satu ion yang bereaksi, dan
yang satu lagi akan habis terpakai.
Contoh, misalnya suatu larutan yang mengandung ion fosfat (PO43-)
ditambahkan secara pelan pelan ke dalam larutan yang mengandung ion
Ca2+, maka akan segera ion fosfat tersebut akan bereaksi membentuk
Ca3(PO4)2, sehingga hanya sedikit PO43- yang tertinggal dan terjadilah
kelebihan ion Ca2+
Bila kita melanjutkan penambahan ion PO43-, akan terbentuk endapan
Ca3(PO4)2 dalam jumlah yang besar sampai akirnya semua ion Ca2+ yang
ada bereaksi. Setelah penambahan ion fosfat lebbih lanjut (sekarang
berlebihan) akan meneikkan konsentrasi ion fosfat tersebut, sementara
konsentrasi ion Ca2+ tetap nol.
Bila reaksi 3 terjadi mengikuti pola yang diterang kan di atas, kita
bisa menghentikan penambahan fosfat bila semua ion Ca2+ telah terkonversi
menjadi Ca3(PO4)2.

Kita dapat membuktikan rumus untuk Ca3(PO4)2 dengan mencatat


jumlah mil Ca2+ relatif yang mula mula ada di dalam larutan dan PO43-
yang ditambahkan. Dalam hal ini kita memerlukan 2 mol PO43- untuk setiap
3 mol Ca2+ dalam larutan asilnya. Ini menunjukkan bahwa rumus untuk
kalsium fosfat adalah adalah Ca3(PO4)2. Di dalam percobaan ini kita akan
menjumpai bahwa rumus kimia untuk garam yang tidak larut yang yang
mengandung kation logam dan anion kromat (CrO4) dengan menggunakan
pendekatan ini.
Di dalam prosedur ini, pertama kita menimbang sampel garam yang
larut dan mengandung suatu kation yang membentuk kromat tak larut,
contohnya adalah Pb(NO3)2. Garam ini berlaku sebagai sumber kation
logam. Dengan mengetahui massa dan rumus molekul suatu sampel, kita
dapat menghitung jumlah mol garam di dalam sampel dan jumlah mol
kation logam yang dikandungnya.
Misal, kita anggap ada Pb(NO3)2 di dalam sampel, dan beratnya 0,4518
gram, maka perhitungannya sebagai berikut :

Massa molar Pb(NO3)2 = (BA Pb + 2 x BA N + 6 X BA O) gram/mol

= (207,2 + 2 x 14,0067 + 6 x 15,9994) gram/mol

= 331,2 gram/mol

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Jumlah mol Pb(NO3)2 = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑚𝑜𝑙𝑎𝑟 Pb(NO3)2

0,4513 𝑔
= 𝑔
331,2
𝑚𝑜𝑙
= 1, 364 . 10 -3 mol

Jumlah mol Pb = 1, 364 . 10 -3 mol

Setelah menimbang sampel, larutkan kedalam air hingga volume


larutan 20 ml. Di dalam larutan, Pb(NO3)2 akan terurai secara sempurna
menjadi io-ion Pb2+ dan NO3-. Kita dapat menghitung jumlah mol Pb2+
yang terdapat dalam 1 ml larutan dengan mudah

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎𝑗 𝑚𝑜𝑙 Pb2+


Jumlah mol Pb2+ per ml larutan = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑙

1,364 .10 −3 mol


= 20 𝑚𝑙

= 6,5 x 10-5 mol / ml

Kita tambahkan dengan tepat 1 ml larutan yang telah disiapkan ,


masing-masing 1 pada 6 tabung reaksi kecil setelah dinomori dari 1 sampai
6. Tabung reaksi nomor 1 ditambahkan 1 ml larutan 0,02 M K2CrO4.
Larutan ini mengandung 0,02 mol K2CrO4 perliter dari garam ini, semua
garam ini , diionisasikan dalam larutan juga 0,02 mol CrO42- per liter atau
2,0 x 10-5 mol CrO42- per liter. Segera Pb2+ dan CrO42- membentuk endapan
kuning dari timbal kromat.
Tabung reaksi nomor 2 ditambah 2 ml larutan K2CrO4 0,02 M
Tabung reaksi nomor 3 ditambah 3 ml larutan K2CrO4 0,02 M
Dan seterusnya sampai tabung reaksi nomor 6 ditambahkan 6 ml larutan
K2CrO4 0,02 M
Dalam beberapa tabung reaksi ion Pb2+ berlebihan sehingga tidak
cukup ion CrO42- yang ditambahkan untuk mengendapkan semua kation.
Sedangkan dalam beberapa tabung lainnya ion-ion CrO42- yang berlebihan
sehingga tidak cukup ion Pb2+ yang ditambahkan untuk membentuk
endapan semuanya .
Kita dapat menentukan mana ion yang berlebihan dalam masing-
masing tabung dengan mencentrifuge untuk mengendapkan padatan ke
dasa tabung. Warna kuning yang kuat ion dari ion kromat jelas kelihatan
dalam tabung reaksi dimana CrO42- berlebihan. Bila Pb2+ yang berlebihan ,
pada dasarnya tidak bewarna

Jika dalam eksperimen ini dengan sampel Pb(NO3)2 yang digunakan


dalam contoh. Kita mendapatkan campuran nomor 1 sampai 3 tidak
berwarna dan campuran nomor 4 sampai 6 berwarna setelah dicentrifuge.
Boleh dikatan dalamcampuran nomor 3, Pb2+ berlebihan sementara dalam
campuran nomor 4, CrO42- yang berlebihan. Campuran dalam kedua
tabung dapat dihitung dan diselesaikan sebagai berikut :

Dalam campuran nomor 3 :


Jumlah mol Pb2+ = 6,82.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 3 ml x 2.10-5 mol/ml
= 6.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (6.10-5 mol) : (6,8.10-5 mol)
= 0,88 : 1
Dalam campuran nomor 4 :
Jumlah mol Pb2+ = 6,82.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 4 ml x 2.10-5 mol/ml
= 8.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (8.10-5 mol) : (6,8.10-5 mol)
= 1,20 : 1
Jika dalam campuran nomor 3 dan 4, kita perkirakan bahwa semua
Pb2+ dan CrO42- yang ada sebagai timbal kromat maka senyawanya
mempunyai rumus :
Pb(CrO4) 0,88 dalam campuran nomor 3 dan
Pb(CrO4) 1,20 dalam campuran nomor 4
Rumus yang benar harus berada antara bilangan-bilangan ini, anatara
campuran nomor 3 dengan Pb2+ yang berlebihan dan campuran nomor 4
dengan CrO42- yang berlebihan. Perbandingan mol Pb2+ dan CrO42-
diharapkan merupakan bilangan bulat dan sederhana. Maka diperkirakan
yang baik adalah 1 : 1 dan rumus yang diasosiasikan untuk timbal kromat
adalah PbCrO4.

V. PROSEDUR KERJA

1. Menyiapkan alat (dalam kondisi bersih dan kering) dan bahan yang akan
digunakan dalam praktikum
2. MenImbang menggunakan kertas timbang cuplikan + 0,4 gram Pb(NO3)2
3. Memindahkan cuplikan yang telah ditimbang ke dalam gelas beaker 100
ml dan menyiramkan aquades pada permukaan kertas timbang untuk
memastikan seluruh cuplikan dapat dipindahkan secara keseluruhan
4. Menambahkan aquadest ke dalam gelas kimia menggunakan pipet tetes
sampai volume larutan 20 ml, kemudian menghomogenkan larutan
dengan menggunakan batang pengaduk
5.Menuangkan sejumlah 0,02 M K2CrO4 kedalam gelas beaker 50 ml
sampai + 2/3 penuh. Kemudian gunakan larutan ini sebagai sumber dari
io kromat
6. Menyiapkan waterbath panas (dengan memakai gelas beaker 250 ml
yang diisi air keran sampai + 2/3 penuh). Dan panaskan air dengan hot
plate pada suhu 175°C sampai air mendidih
7. Menyiapkan masing-masing 6 tabung reaksi dan 6 tabung centrifuge
pada rak tabung reaksi dan menomori dengan penomoran 1 sampai 6
8. Memipet larutan Pb(NO3)2 masing-masing 1 ml ke dalam 6 tabung
reaksi menggunakan pipet ukur 5 ml
9. Menambahkan dengan pipet ukur 10 ml
 1 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 1 dan 5 ml air demineral
 2 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 2 dan 4 ml air demineral
 3 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 3 dan 3 ml air demineral
 4 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 4 dan 2 ml air demineral
 5 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 5 dan 1 ml air demineral
 6 ml 0,02 M K2CrO4 pada tabung 6 dan 0 ml air demineral

Sehingga komposisi zat dalam setiap tabung reaksi sesuai tabel berikut :

Campuran no. 1 2 3 4 5 6
Larutan Pb(NO3)2 (ml) 1 1 1 1 1 1
Larutan 0,02 M K2CrO4 (ml) 1 2 3 4 5 6
Cairan Aquadest (ml) 5 4 3 2 1 0

10. Menggoyang-goyangkan setiap tabung reaksi yang telah ditutup


menggunakan tutup tabung raksi reaksi selama + 5 menit. Kemudian
meletakkansemua tabung reaksi dalam waterbath yang telah mendidih
selama + 5 menit untuk melancarkan terbentuknya Kristal yang besar
dari endapan kromat. Jaga temperature waterbath pada temperature titik
didihnya
11. Memindahkan larutan dalam tabung reaksi ke dalam tabung centrifuge
dengan nomor yang saling bersesuaian sedikit demi sedikit, sambil
sesekali menggoyankan tabung reaksi
12. Memasukkan tabung centrifuge ke dalam centrifuge dengan susunan
yang seimbang dalam rak tabung centrifuge, kemudian mengatur
kecepatan centrifuge dengan kecepatan 100 rpm selama 10 menit
13. Memindahkan tabung centrifuge dari rak tabung centrifuge ke rak
tabung reaksi dengan susuna yang teratur (meningkat dari kiri ke
kanan), lalu mengamati dan mencatat larutan dalam tabung
14. Mengulangi langkah-langkah di atas menggunakan culikan 0,3 gram
BaCl2.2H2O untuk mengamati perbandingan mol Ba2+ dan CrO42-

VI. HASIL PENGAMATAN


Setelah keenam larutan dimasukkan dalam centrifuge, data yang
diperoleh sesuai dengan tabel berikut ini :
Larutan no. 1 2 3 4 5 6
Percobaan I Jernih Jernih Jernih Kuning Kuning Kuning
Percobaan II Jernih Jernih Jernih Kuning Kuning Kuning

VII. PEMBAHASAN
Berikut ini perhitungan komposisi mol anion dan kation pada masing-
masing tabung reaksi pada kedua percobaan.
 Diketahui :
 Massa Pb(NO3)2 = 0,4 g
 Mr Pb(NO3)2 = 331,2 g/mol
 Massa BaCl2.2H2O = 0,3 g
 Mr BaCl2.2H2O = 242,26 g/mol
 Mr BaCl2 = 208,23 g/mol
 Massa BaCl2.2H2O = 0,3 g
 Volume larutan Pb(NO3)2 = 20 ml
 Volume larutan BaCl2.2H2O = 20 ml
 [K2CrO4] = 0,02 M
 Ditanyakan :
1. Perbandingan mol Pb2+ dan CrO42- dalam setiap tabung reaksi ?
2. Perbandingan mol Ba2+ dan CrO42- dalam setiap tabung reaksi ?
 Penyelesaian :
1. Perbandingan mol Pb2+ dan CrO42- dalam setiap tabung reaksi.
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 Pb(NO3)2
Mol Pb(NO3)2 = 𝑚𝑟 Pb(NO3)2
0,4 𝑔
= 𝑔
331,2
𝑚𝑜𝑙

= 0,0012 mol = 1,2.10-3 mol


Mol Pb2+ = 1,2.10-3 mol
0,0012 𝑚𝑜𝑙
Mol Pb2+ tiap ml = = 6.10-5 mol/ml
20 𝑚𝑙

Mol K2CrO4 = 0,02 mol/l


Mol CrO42- = 0,02 mol/l
0,02 𝑚𝑜𝑙
Mol CrO42- tiap ml = 1.000 𝑚𝑙 = 2.10-5 mol/ml

A. Tabung 1
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 1 ml x 2.10-5 mol/ml
= 2.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (2.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 0,33 : 1
B. Tabung 2
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 2 ml x 2.10-5 mol/ml
= 4.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (4.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 0,67 : 1
C. Tabung 3
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 3 ml x 2.10-5 mol/ml
= 6.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (6.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 1:1
D. Tabung 4
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 4 ml x 2.10-5 mol/ml
= 8.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (8.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 1,33 : 1
E. Tabung 5
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 5 ml x 2.10-5 mol/ml
= 10.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (10.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 1,67 : 1
F. Tabung 6
Jumlah mol Pb2+ = 6.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 1 ml x 2.10-5 mol/ml
= 2.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (2.10-5 mol) : (6.10-5 mol)
= 2:1
2. Perbandingan mol Ba2+ dan CrO42- dalam setiap tabung reaksi
g
𝑀𝑟 BaCl2.2H2O 𝑥 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 BaCl2.2H2O 208,23 x 0,3
mol
Massa BaCl2 = 𝑀𝑟 BaCl2
= 244,26 g/mol
= 0,256 g
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 BaCl2
Mol BaCl2 = 𝑚𝑟 BaCl2
0,256 𝑔
= 𝑔
208,23
𝑚𝑜𝑙

= 1,23.10-3 mol
Mol Ba2+ = 1,23.10-3 mol
0,00123 𝑚𝑜𝑙
Mol Ba2+ tiap ml = = 6,15.10-5 mol/ml
20 𝑚𝑙

Mol K2CrO4 = 0,02 mol/l


Mol CrO42- = 0,02 mol/l
0,02 𝑚𝑜𝑙
Mol CrO42- tiap ml = 1.000 𝑚𝑙 = 2.10-5 mol/ml

A. Tabung 1
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 1 ml x 2.10-5 mol/ml
= 2.10-5 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (2.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 0,325 : 1
B. Tabung 2
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 2 ml x 2.10-5 mol/ml
= 4.10-5 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (4.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 0,65 : 1

C. Tabung 3
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 3 ml x 2.10-5 mol/ml
= 6.10-5 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (6.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 0,97 : 1
D. Tabung 4
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 4 ml x 2.10-5 mol/ml
= 8.10-5 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (8.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 1,3 : 1
E. Tabung 5
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 5 ml x 2.10-5 mol/ml
= 10.10-5 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (10.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 1,63 : 1
F. Tabung 6
Jumlah mol Ba2+ = 6,15.10-5 mol
Jumlah mol CrO42- = 6 ml x 2.10-5 mol/ml
= 12.10-2 mol
Perbandingan mol
CrO42- dengan Pb2+ = (12.10-5 mol) : (6,15.10-5 mol)
= 1,95 : 1

Setelah mengetahui perbandingan mol anion dan kation dalam


setiap tabung reaksi pada kedua percobaan, selanjutnya kita akan
menentukan rumus kimia kedua senyawa dengan membandingkan
perbandingan mol anion dan kation pada 2 tabung reaksi berurutan
yang masing masing menunjukkan larutan yang kelebihan kation atau
anion (tabung 3 dan 4 ) pada kedua percobaan
1. Percobaan 1
Jika dalam campuran nomor 3 dan 4, kita perkirakan bahwa semua
Pb2+ dan CrO42- yang ada sebagai timbal kromat maka senyawanya
mempunyai rumus
Pb(Cr04) 1 dalam campuran nomor 3 dan
Pb(Cr04) 1,33 dalam campuran nomor 4
Rumus yang benar harus baerada antara bilangan-bilangan ini,
antara campuran nomor 3 dengan Pb2+ yang berlebih dan campuran
nomor 4 dengan CrO42- yang berlebihan. Perbandingan mol Pb2+
dan CrO42- diharapkan merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Maka diperkirakan yang baik adalah 1 : 1 dan rumus yang
diasosiasikan untuk timbal kromat adalah PbCrO4.

2. Percobaan 2
Jika dalam campuran nomor 3 dan 4, kita perkirakan bahwa semua
Ba2+ dan CrO42- yang ada sebagai barium kromat maka senyawanya
mempunyai rumus
Ba(Cr04) 0,97 dalam campuran nomor 3 dan
Ba(Cr04) 1,3dalam campuran nomor 4
Rumus yang benar harus baerada antara bilangan-bilangan ini,
antara campuran nomor 3 dengan Ba2+ yang berlebih dan campuran
nomor 4 dengan CrO42- yang berlebihan. Perbandingan mol Ba2+
dan CrO42- diharapkan merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Maka diperkirakan yang baik adalah 1 : 1 dan rumus yang
diasosiasikan untuk barium kromat adalah BaCrO4.
VIII. KESIMPULAN
 Rumus kimia yang diasosiasikan untuk timbal kromat adalah PbCrO4
 Rumus kimia yang diasosiasikan untuk barium kromat adalah BaCrO4

IX. DAFTAR PUSTAKA


 Petrucci, RH. 2014. Kimia Dasar : Prinsip-prinsip dan Aplikasi
modern. Jilid 2. Edisi Kesembilan. Jakarta:Erlangga
 Emil J. Slowinski, Wayne Walsey, Williem L. Masterton, “Chemical
Prinsiples in the laboratory with Qualitatives Analysis” Holt –
Saunders Int, ed., Japan
 R.Day,A. Underwood, “Quantitative Analysis”, Hail of India
DOKUMENTASI PRAKTIKUM

1. Larutan PbCrO4

 Sebelum dimasukkan dalam centrifuge

 Setelah dimadukkan dalam centrifuge


2. Larutan BaCrO4

 Sebelum dimasukkan dalam centrifuge

 Setelah dimasukkan dalam centrifuge