Anda di halaman 1dari 5

PEMASANGAN KATETER MENETAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


054/SPO.KEP/IX/2017 0 1/5

Ditetapkan,
Tanggal Terbit
Standar
Prosedur
Operasional dr. Imelda tandiyo, FASE, MM
09 Mei 2017
Direktur

Langkah - langkah perawat/bidan dalam pemasangan kateter


Pengertian
menetap kepada pasien

Sebagai acuan bagi perawat/bidan dalam melakukan pemasangan


kateter menetap kepada pasien untuk membantu mengeluarkan
Tujuan
urine dari dalam kandung kemih menggunakan slang kateter melalui
uretra.

Peraturan Direktur RS Nomor 27 / PER / 2017 tentang Pemberlakuan


Kebijakan
Standar Asuhan Keperawatan (SAK)

1. Persiapan Alat :
a. Kateter sesuai ukuran
b. Urine bag
c. Jelly dengan campuran obat anestesi lokal dalam kemasan
siap pakai
d. Bengkok
Prosedur
e. Sarung tangan
f. Aquadestilata
g. Spuit disposable 10 ml
h. Pengalas
i. Kasa steril
j. Cairan antiseptik
PEMASANGAN KATETER MENETAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


054/SPO.KEP/IX/2017 0 2/5

Ditetapkan,
Tanggal Terbit
Standar
Prosedur
Operasional dr. Imelda tandiyo, FASE, MM
09 Mei 2017
Direktur

k. Plester dan gunting


l. Gantungan urine bag
2. Pelaksanaan
a. Pasien Wanita
1) Tutup pintu dan jendela / gordyn / pasang sketsel untuk
menjaga privasi pasien
2) Cuci tangan
3) Bawa peralatan ke dekat pasien
4) Jelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan
Prosedur
5) Lakukan identifikasi pasien dengan cara pasien diminta
menyebut nama dan tanggal lahir
6) Atur posisi tidur pasien dorsal recumbent
7) Pasang pengalas dibawah bokong pasien
8) Letakkan bengkok diantara kedua paha pasien
9) Buka pakaian pasien bagian bawah
10) Buka kemasan kateter dengan teknik steril, kemudian
sambung dengan slang urine bag, sebelumnya klem pada
slang urine bag ditutup
PEMASANGAN KATETER MENETAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


054/SPO.KEP/IX/2017 0 3/5

Ditetapkan,
Tanggal Terbit
Standar
Prosedur
Operasional dr. Imelda tandiyo, FASE, MM
09 Mei 2017
Direktur

11) Kenakan sarung tangan steril


12) Buka labia mayora menggunakan ibu jari dan jari telunjuk,
pastikan privasi pasien terjaga
13) Bersihkan daerah vulva ke arah anus dengan satu kali
usapan menggunakan kassa dan cairan antiseptik
14) Olesi ujung kateter dengan jelly, kemudian masukkan
kateter ke dalam lubang uretra, dorong perlahan - lahan,
anjurkan pasien untuk tarik napas dalam, pastikan hingga
tampak keluar urine.
15) Isi balon kateter menggunakan aquadestilata dengan
Prosedur volume sesuai dengan yang tertulis pada pangkal kateter
16) Fiksasi kateter ke arah paha menggunakan plester
17) Gantungkan urine bag lebih rendah dari tubuh pasien
18) Observasi respon pasien setelah pemasangan kateter
19) Atur posisi tidur pasien kemudian rapikan alat – alat
20) Cuci tangan dan dokumentasikan tindakan pada RM
pasien
PEMASANGAN KATETER MENETAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


054/SPO.KEP/IX/2017 0 4/5

Ditetapkan,
Tanggal Terbit
Standar
Prosedur
Operasional dr. Imelda tandiyo, FASE, MM
09 Mei 2017
Direktur

b. Pasien Pria
1) Tutup pintu dan jendela/gordeyn/pasang sketsel untuk
menjaga privasi pasien
2) Cuci tangan
3) Bawa peralatan ke dekat pasien
4) Jelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan Lakukan identifikasi pasien dengan cara pasien
diminta menyebut nama dan tanggal lahir
5) Atur posisi tidur pasien terlentang
Prosedur 6) Pasang pengalas dibawah bokong pasien
7) Letakkan bengkok diantara kedua paha pasien
8) Buka pakaian pasien bagian bawah
9) Buka kemasan kateter dengan teknik steril, kemudian
sambung dengan slang urine bag, sebelumnya klem pada
slang urine bag ditutup
10) Kenakan sarung tangan steril
11) Pegang penis pasien dengan posisi 900
12) Masukkan jely dengan campuran obat anestesi lokal yang
sudah tersedia dalam kemasan, ke dalam lubang uretra
PEMASANGAN KATETER MENETAP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


054/SPO.KEP/IX/2017 0 5/5

Ditetapkan,
Tanggal Terbit
Standar
Prosedur
Operasional dr. Imelda tandiyo, FASE, MM
09 Mei 2017
Direktur

13) Olesi ujung kateter dengan jelly, kemudian masukkan kateter


ke dalam lubang uretra, dorong perlahan – lahan sampai
terasa ada hambatan kemudian posisikan penis + 300,
anjurkan pasien untuk tarik napas dalam, pastikan hingga
tampak keluar urine.
14) Isi balon kateter menggunakan aquadestilata dengan volume
Prosedur sesuai dengan yang tertulis pada pangkal kateter
15) Fiksasi kateter ke arah perut menggunakan plester
16) Gantungkan urine bag lebih rendah dari tubuh pasien
17) Observasi respon pasien setelah pemasangan kateter
18) Atur posisi tidur pasien kemudian rapikan alat – alat
19) Cuci tangan dan dokumentasikan tindakan pada RM pasien

Unit Terkait Rawat jalan