Anda di halaman 1dari 4

SECOND OPINION

No. Dokumen No. Revisi Halaman


011/SPO/KME/VI/2017 0 1/4

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
05 Juni 2017

Pengertian 1. Second opinion adalah suatu proses dalam mendukung hak


pasien untuk mencarikan pendapat kedua dari dokter lain untuk
mengkonfirmasi diagnosis dan rencana pengobatan / tindakan,
untuk perbandingan diagnosis alternative atau pendekatan
pengobatan.
2. Second opinion adalah proses mencari evaluasi oleh dokter lain
untuk mengkonfirmasi rencana diagnosis dan pengobatan
Second opinion juga bisa dikatakan sebagai pendapat kedua
yaitu pendapat dari dokter selain yang pertama kali yang
memeriksa pasien yang bertujuan untuk mendapatkan perspektif
yang berbeda
Tujuan 1. Pasien dan keluarga terbantu dalam membuat keputusan
tentang pelayanan / asuhan
2. Agar pasien dan keluarga tidak menimbulkan rasa takut untuk
mencari second opinion dan kompromi dalam pelayanan
mereka baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit
Kebijakan Dalam Peraturan Direktur No. 26/PER/2017 tentang hak pasien
dan keluarga

Prosedur 1. 1. Persiapan
1 a. Form Edukasi Pasien
b. Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
c. Form Permohonan Mendapatkan Secon Opinion
2. Pelaksanaan
SECOND OPINION

No. Dokumen No. Revisi Halaman


011/SPO/KME/VI/2017 0 2/4

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
05 Juni 2017

a. Pasien ajukan keinginan untuk second opinion secara lisan


kepada dokter atau perawat yang merawat
b. Beri informasi pada pasien dan atau keluarga sebelum
mengajukan second opinion antara lain:
1) Beritahu pasien dan keluarga tentang kondisi medis dan
diagnosa pasien ataupun tindakan yang akan dilakukan
terhadap pasien dengan Bahasa yang dapat dimengerti
2) Informasikan kepada dokter jika pasien belum mengerti
atau belum merasa puas dengan penjelasan dokter dan
minta dokter untuk menjelaskan kembali, atau pasien
minta untuk pendapat kedua / second opinion
3. Ajukan permohonan second opinion dengan membuat
pernyataan second opinion secara tertulis dan ditandatangani
oleh pasien/ keluarga dan petugas
4. Dokumentasikan pada lembar terintegrasi rawat inap/ CPPT
dan Form Edukasi Pasien serta ditandatangani oleh pasien /
keluarga dan pemberi informasi tentang second opinion
5. Carikan alternatif dokter lain yang diinginkan pasien jika
pasien/keluarga tidak menunjuk dokter
6. Minta nomor telphone yang bisa dihubungi dokter yang dipilih /
direkomendasikan oleh pasien / keluarga
7. Hubungi dokter tersebut dan utarakan maksud dan tujuan dari
second opinion.
SECOND OPINION

No. Dokumen No. Revisi Halaman


011/SPO/KME/VI/2017 0 3/4

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
05 Juni 2017

8. Dokumentasikan hasil pemeriksaan second opinion pada CPPT


( Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi )
9. Jelaskan hasil temuan dari dokter kedua ke pasien dan
keluarga dan tanyakan kepada pasien/ kelurga apakah tetap
dengan dokter awal / pindah dokter , jika tetap informasikan
kepada DPJP bahwa pasien masih mau tetap dengan dokter
awal dan informasikan hasil second opinion ke DPJP
10. Jika Pasien ingin pindah DPJP, maka berikan surat persetujuan
pindah dokter pada pasien dan informasikan kepada DPJP
tentang keputusan pasien
11. Second opinion yang diajukan dari dokter adalah :
a. Informasikan kepada pasien rencana second opinion dan
dokumentasikan pada Form Edukasi Pasien
b. Buat permohonan second opinion secara tertulis
c. Hubungi dokter yang dituju sesuai dengan keinginan dokter
DPJP
d. Antarkan dokter kedua ke ruang perawatan untuk
memeriksa pasien
e. Jelaskan hasil temuan dari dokter kedua ke keluarga pasien
f. Informasikan hasil pemeriksaan dokter kedua ke DPJP

Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap


2. Instalasi Rawat Intensif
3. Bagian Kasir ranap
SECOND OPINION

No. Dokumen No. Revisi Halaman


011/SPO/KME/VI/2017 0 4/4

Tanggal Terbit

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
05 Juni 2017