Anda di halaman 1dari 12

1.

Salah satu dari tiga kompotensi dalam penulisan pembahasan setiap penelitian yang
harus di uraikan sehingga pada akhirnya guru mendapatkan hasil penelitian adalah...
A. Memaparkan jurnal untuk mendukung hasil penelitian
B. Menyajikan uraian perihal hasil analisis staistik
C. Menampilkan aspek – aspek dari variabel yang di analisis
D. Melakukan kajian terhadap teori yang digunakan
E. Membuat ringkasan hasil penelitian

2. Nilai yang digunakan guru jika ingin tau ketuntasan kompetensi peserta didik dalam
menyelesaikan tes sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal adalah,...
A. Nilai rata – rata
B. Nilai tertinggi
C. Nilai median
D. Nilai tes individu
E. Nilai total

Pembahasan :

 Penilaian, Pengukuran, dan Evaluasi


 Tes : Tes adalah salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan
seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap
stimulus atau pertanyaan. Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan
pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu
objek
 Pengkuran : kuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik atau
keadaan individu menurut aturan-aturan tertentu. Keadaan individu ini bisa
berupa kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor.
 Penilaian : proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik.(kegiatan menafsirkan data hasil
pengukuran)
 Evaluasi : penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan.
 Suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil
apabila TIK tersebut dapat tercapai. Untuk mengetahui tercapai tidaknya TIK,
guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu satuan bahasan
kepada siswa. Keberhasilan belajar mengajar dapat dilihat dari daya serap siswa
terhadap bahan pengajaran dan pencapaian perilaku yang digariskan dalam TIK.
Untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan belajar tersebut dapat
dilakukan melalui tes prestasi belajar berupa tes formatif, tes sub sumatif dan tes
sumatif. Penilaian hasil belajar bertujuan melihat kemajuan belajar peserta didik
dalam hal penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan
tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan proses mengajar itu dibagi atas
beberapa tingkatan atau taraf keberhasilan yaitu dengan kata “istimewa/maksimal,
baik sekali/optimal, baik/minimal, kurang”.

3. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD materi pembelajaran,


kegiatan pembelajaran indikator ketercapaian kompetensi, penilaian dan sumber
belajar, merupakan bagian dari pada
A. Komponen penyusunan RPP
B. Prinsip – prinsip penyusunan RPP
C. Persyaratan penyusunan RPP
D. Langkah – langka penyusunan RPP
E. Penilaian dan penyusunan RPP

Pembahasan :

 Komponen Penyusunan RPP (Lampiran Permendikbud No. 22 Tahun 2016)


 identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
 identitas mata pelajaran atau tema/subtema
 kelas/semester;
 materi pokok;
 alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
 tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
 kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
 materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi;
 metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
 media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
 sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan;
 langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti,
dan penutup; dan
 penilaian hasil pembelajaran.
 Prinsip Penyusunan RPP (Lampiran Permendikbud No. 22 Tahun 2016)
 Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat
intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya,
norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
 Partisipasi aktif peserta didik.
 Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
 Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
 Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program
pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
 Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
 Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
 Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,
dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
4. Suatu pandangan dari teori bandura yang mengatakan proses belajar ( perubahan
tingkah laku) merupakan hasil dari 3 aspek yaitu personal, lingkungan, dan prilaku
A. Cognitive theory
B. Sosial learning theory
C. Social activity theory
D. Sosial cognitive theory
E. Sosial theory

Pembahasan :

 Teori Belajar Behavioristik (Orton ; 1987)


 TB Thorndike (Law of Effect) : belajar akan lebih berhasil bila respon siswa
terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang atau kepuasan.
 TB Paflov (Klasik) : konsep pembiasaan (conditioning).
 TB Skinner : Ganjaran atau Penguatan memiliki peran yang amat penting
dalam pembelajaran.
 TB Bandura (Social Learning Theory) : belajar melalui meniru.
 Teori Belajar Vygotsky (Konstruktivisme) : individu akan menggunakan
pengetahuan siap dan pengalaman pribadi yang telah dimilikinya untuk membantu
memahami masalah atau materi baru.
 Teori Belajar Van Hiele (Geometri) : tahap-tahap perkembangan anak dalam
memahamio geometri (1) Pengenalan; (2) analisis; (3) pengurutan; (4) deduksi;
(5) akurasi.
 Teori Belajar Ausubel (Pembelajaran Bermakna) : pentingnya pengulangan
sebelum belajar dimulai.
 Teori Belajar Bruner (Kognitif) : pendidikan memberikan perhatian pada
pentingnya pengembangan berfikir.

5. Penilaian autentik sedapat mungkin dapat menggambarkan...


A. Sikap peserta didik
B. Pengetahuan peserta didik
C. Keterampilan peserta didik
D. Sikap dan pengetahuan peserta didik
E. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik

Pembahasan :
Penilaian autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik
menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari
pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya. Ciri khusus
penilaian autektik yaitu (1) melibatkan kegiatan yang mencerminkan dunia nyata yang
dilakukan untuk keperluan penilaian, (2) menggunakan data yang diperoleh dengan
berbagai teknik dan instrument.

6. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi , dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu, adalah.....
A. Silabus
B. Rencana dan program pembelajaran
C. Garis garis besar program pembelajaran
D. kurikulum
E. Perangkat pembelajaran

Pembahasan :

 Kurikulum : Kurikulum merupakan seperangkat rencana & sebuah pengaturan


berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar & cara yang digunakan sebagai pedoman
dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan
pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003)
 Silabus : merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang
mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar (Permendikbud No. 59
Tahun 2014)
 RPP : rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

7. Seorang guru ingin mengetahui kemampuan peserta didik dalam hal penguasaan
kompetensi yang harus di kuasai maka tes yang teapat di gunakan oleh guru tersebut...
A. Tes keterampilan
B. Tes pilihan ganda
C. Tes sikap
D. Tes kognitif
E. Tes uraian

Pembahasan :

 Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan
menengah meliputi aspek
 Sikap : merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh
informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik.
 Pengetahuan : kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan
pengetahuan peserta didik
 Keterampilan : kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta
didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.
 Prinsip Penilaian
 sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan
yang diukur;
 objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
 adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik
karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
 terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
 terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
 menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua
aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang
sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
 sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku;
 beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan; dan
 akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari
segimekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.
 Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan
urutan :
 menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
 menyusun kisi-kisi penilaian;
 membuat instrumen penilaian berikut pedoman penilaian;
 melakukan analisis kualitas instrumen;
 melakukan penilaian;
 mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan
 hasil penilaian;
 melaporkan hasil penilaian; dan
 memanfaatkan laporan hasil penilaian.
 Nb : penilaian satuan pendidikan diawali dengan penentuan KKM, penilaian
nasional diawali dengan menyusun kisi-kisi

8. Melakukan analisis butir soal pada suatu mata pelajaran untuk mengetahui butir soal
konsisten untuk mengukur kemampuan siswa adalah dengan melakukan analisis
mengenai ...
A. Kualitatif dan analisis
B. Bentuk dan jenis soal
C. Daya pembeda butir soal
D. Tingkat kehandalan soal
E. Klasifikasi dan kualitas butir soal

Pembahasan

 Analisis butir soal memberikan manfaat:


 menentukan soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi dengan baik,
 meningkatkan butir soal melalui tiga komponen analisis yaitu, tingkat
kesukaran, daya pembeda dan pengecoh soal,
 merevisi soal yang tidak relevan degan materi yang diajarkan, ditandai dengan
banyaknya anak yang tidak dapat menjawab butir soal tertentu.
 Karakteristik Butir Soal
 Tingkat Kesukaran (Difficulty level) : tingkat kesukaran butir soal adalah
proporsi peserta tes menjawab benar terhadap butir soal tersebut.
 Daya Beda : tingkat kesukaran butir soal adalah proporsi peserta tes
menjawab benar terhadap butir soal tersebut.
 Distribusi Jawaban (Distraktor) : pengecoh dikatakan berfungsi apabila
semakin rendah tingkat kemampuan peserta tes semakin banyak memilih
pengecoh, atau makin tinggi tingkat kemampuan peserta tes akan semakin
sedikit memilih pengecoh.
 Kriteria Kualitas Butir Soal : menurut pandangan teori tes klasik secara
empiris mutu butir soal ditentukan oleh statistik butir soal yang meliputi :
tingkat kesukaran, daya beda dan efektifitas distraktor.
 Reabilitas : kestabilan skor yang diperoleh peserta tes yang sama ketika diuji
ulang dengan tes yang sama pada situasi yang berbeda atau dari suatu
pengukuran ke pengukuran lainnya. Dengan kata lain reliabilitas merupakan
tingkat konsistensi atau kemantapan hasil terhadap hasil dua pengukuran hal
yang sama. Dapat juga diartikan sebagai tingkat kepercayaan dari suatu alat
ukur.

9. Pada umumnya guru menerapkan langkah observasi penelitian tindakan kelas yang
dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan....
A. Media informasi
B. Camera CCTV
C. Video rekaman
D. Teman sejawat
E. Pengamatan sendiri

10. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan
nasional. Kompetensi guru menurut UUguru dan dosen meliputi...
A. Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi
profesional dan kompetensi personal.
B. Kompetensi pembelajaran, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan
kompetensi profesional
C. Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan
kompetensi profesional
D. Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan
kompetensi personal
E. Kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi
kepribadian

Pembahasan :

 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasal 8 : Guru
wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.
 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasal 10 :
Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

11. Jika guru melakukan pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar secara berkelanjutan dalam pembelajaran, menurut
permendikbud No. 23 Th 2016 yang dilakukan guru adalah...
A. Mengadakan evaluasi
B. Mengadakan penilaian
C. Mengadakan ulangan
D. Mengadakan pengukuran
E. Mengadakan remedial
Pembahasan : (ada di nomor 2)
12. Guru merasa materi pelajaran telah disampaikan dengan jelas dan dapat diterima
dengan baik oleh siswa, namun setelah dites, hasil nilainya kurang memuaskan. Untuk
mengetahui permasalahan tersebut guru melakukan PTK dengan menggunakan pre
test dan post test. Adanya peningkatan atau tidakhasil belajar siswa diketahui dengan
jalan...
A. Menganalisis deskriptif hasil tes belajarnya
B. Menganalisis penguatan hasil tes belajarnya
C. Menganalisis hubungan antara variabel
D. Menganalisis kemampuan hasil tes siswa
E. Menganalisis kualitas soal tes hasil belajar

13. Menyusun perancanan penilain, mengembangkan instrumen penilain, melaksanakan


dan memanfaatkan hasil penilaian dan melaporkan hasilnya merupakan tahapan
penilaian aspek...
A. Sikap
B. Pengetahuan
C. Produk
D. Proses
E. Hasil

Pembahasan :
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 (Standar Penilain)
Prosedur penilaian
 Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan:
 mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran;
 mencatat perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar
observasi/pengamatan;
 menindaklanjuti hasil pengamatan; dan
 mendeskripsikan perilaku peserta didik.
 Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan:
 menyusun perencanaan penilaian;
 mengembangkan instrumen penilaian;
 melaksanakan penilaian;
 memanfaatkan hasil penilaian; dan
 melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan
deskripsi.
 Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan:
 menyusun perencanaan penilaian;
 mengembangkan instrumen penilaian;
 melaksanakan penilaian;
 memanfaatkan hasil penilaian; dan
 melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan
deskripsi.
14. Pendidik dalam menyusun komponen RPP maka harus memperhatikan prinsip-
prinsip penyusunan RPP, mengenai komponen yang penilaian, pengayaan dan
remedial hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan...
A. Partisipasi peserta didik
B. Pengembangan budaya belajar peserta didik
C. Penilaian hasil belajar peserta didik
D. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut
E. Peningkatan hasil belajar peserta didik

Pembahasan : (ada di nomor 3)

15. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan pengetahuan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,
kepribadian, kecardasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pernyataan tersebut dirumuskan dalam...
A. UU no.14 th 2005 tentang guru dan dosen
B. UU no. 20 th 2003 tentang sistem pendidikan nasional
C. Peraturan pemerintah no. 13 th 2015 tentang perubahan atas peraturan pemerintah
no. 19 tentang standar nasional pendidikan
D. Peraturan pemerintah no. 74th 2008 tentang guru
E. Instruksi presiden no. 12 th 2016 tentang gerakan revolusi mental

16. Guna mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
mencapai kompetensi dasar yang disesuiakan dengan karakteristik peserta didik maka
pendidik perlu menggunakan...
A. Model pembelajaran
B. Metode pembelajaran
C. Strategi pembelajaran
D. Sasaran pembelajaran
E. Perencanaan pembelajaran

Pembahasan : (ada di nomor 3)

17. Dalam penyusunan RPP pendidik menyiapkan bahan ajar berupa buku, media cetak,
elektronik, dan yang berasal dari alam sekitar, hal ini merupakan bagian dari
komponen RPP berupa....
A. Media pembelajaran
B. Sumber belajar
C. Materi belajar
D. Komponen pembelajaran
E. Kelengkapan pembelajaran

Pembahasan : (ada di nomor 3)

18. Pendekatan yang memandang bahwa siswa membangun pengetahuan melalui proses
interaksi sosial yang di implementasikan dalam pembelajaran menjadi pembelajaran
yang aktif dan menyenangkan adalah...
A. Cooperative learning
B. Learning obervation
C. Constructivisme
D. Inquiry learning
E. Problem based learning

Pembahasan :
Jenis-jenis Pendekatan Pembelajaran

 Pendekatan individual : merupakan pendekatan langsung dilakukan guru


terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut.
 Pendekatan kelompok : diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial
yang tinggi pada diri setiap anak didik.
 Pendekatan bervariasi : bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang
dihadapi oleh setiap anak didik dalam belajar bermacam-macam.
 Pendekatan Edukatif : Setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan guru harus
bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar agar
menghargai norma hukum, norma susila, norma sosial dan norma agama.
 Pendekatan Keagamaaan : Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti
prinsip korelasi dan sosialisasi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan
untuk semua mata pelajaran.
 Pendekatan kebermaknaan : pendekatan yang memasukkan unsur-unsur
terpenting yaitu pada bahasa dan makna.
 Pendekatan deduktif : ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-
istilah pada bagian awal pembelajaran.
 Pendekatan Induktif : Ciri uatama pendekatan induktif dalam pengolahan
informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk
memperoleh pengertian
 Student Centered Learning : keaktifan siswa telah dilibatkan sejak awal dalam
bentuk disain belajar yang memperhitungkan pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman belajar siswa yang telah didapatkan sebelumnya.
 Pembelajaran aktif : segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa
berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk
interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses pembelajaran
tersebut, sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan
sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki.
 Pendekatan konstruktivisme : pendekatan yang menekankan pentingnya siswa
membangaun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses
pembelajaran.
 Contextual Teaching and Learning : Merupakan suatu pendekatan yang
membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan
memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya
dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warganegara dan tenaga kerja.
 Cooperative Learning : Pendekatan yang bercirikan pada struktur tugas, struktur
tujuan dan penghargaan (reward). Dalam penerapan pembelajaran kooperatif ini
dua atau lebih individu bekerjasama, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman
untuk mencapai suatu tujuan.
 Pembelajaran kreatif : kemampuan untuk menciptakan, mengimajinasikan,
melakukan inovasi, dan melakukan hal-hal yang artistik lainnya.
 Inquiry dan Discovery : Inquiry adalah pendekatan yang pembelajarannya
mengarahkan anak didik untuk menemukan pengetahuan, ide, dan informasi
melalui usaha sendiri dengan menggunakan langkah-langkah metode ilmiah.
Sedangkan pendekatan discovery hampir sama dengan inquiry, tetapi anak
menemukan sendiri dari materi yang telah diberikan kepada mereka sebelumnya.
 Problem Solving : Merupakan pendekatan yang mengarahkan atau melatih anak
didik untuk mampu memecahkan masalah dalam bidang ilmu atau bidang studi
yang dipelajari.
 Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) : suatu pendekatan
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi
siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan
masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari
materi pelajaran.
 Project Based Learning : Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran
yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik
dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi,
membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang
mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan
kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan
menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan
eksperimen secara kolaboratif.

19. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dilakukan secara berkelnajutan dan
didasarkan atas kumpulan informasi perkembangan kemampuan peserta didik dalam
satu periode tertentu adalah penilaian keterampilan yang dapat dilakukan melalui..
A. Praktik
B. Proyek
C. Produk
D. Portofolio
E. Penugasan

Pembahasan :

 Jenis – Jenis Penilaian : Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai


mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian peserta didik yang dilakukan pada kurikulum 2013 mencakup:
 Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif
untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output)
pembelajaran.
 Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik
secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang
telah ditetapkan.
 Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk
menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan
perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya
pada sikap/perilaku dan keterampilan.
 Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran,
untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.
 Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
Dasar (KD) atau lebih.
 Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8
– 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi
seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
 Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua
KD pada semester tersebut.
 Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan
kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk
mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah
Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat
kompetensi tersebut.
 Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK
merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk
mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi
sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada
tingkat kompetensi tersebut.
 Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran
kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai
pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
 Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan
pendidikan.
 Penilaian Kompetensi Sikap
 Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah
indikator perilaku yang diamati.
 Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik
untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks
pencapaian kompetensi.Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
diri.Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap
perkembangan kepribadian seseorang.
 Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara
meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta
didik.
 Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik
yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian
peserta didik terhadap aspek tertentu secara kronologis.
 Penilaian Kompetensi Pengetahuan
 Tes tulis : adalah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda,
isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
 Tes Lisan : berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap
(oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga,
sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat
maupun faragraf yang diucapkan.
 Penugasan : adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa
pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan
karakteristik tugasnya.
 Penilaian Kompetensi Keterampilan
 Kinerja atau Performance : suatu penilaian yang meminta siswa untuk
melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
 Penilaian Projek : merupakan penilaian terhadap tugas yang mengandung
investigasi dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
 Penilaian Produk/Portofolio : penilaian yang dilakukan dengan cara menilai
kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat
reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau
kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat
berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik
terhadap lingkungannya.
20. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi dan teknik penilaian lain yang
relevan dan pelaporannya menjadi tanggung jawab...
A. Kepala sekolah
B. Wakasek bidang kesiswaan
C. Guru kelas atau wali kelas
D. Pengawas sekolah
E. Guru mata pelajaran

Pembahasan :

 Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pendidik:


 perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus;
 penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik
penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali
kelas atau guru kelas;
 penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan
penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
 penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio,
dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
 peserta didik yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus mengikuti
pembelajaran remedi; dan
 hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan peserta didik
disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.

 Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk:


 mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi Peserta Didik;
 memperbaiki proses pembelajaran; dan
 menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian, tengah semester, akhir
semester, akhir tahun. dan/atau kenaikan kelas.