Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL JOURNAL REVIEW

PENGARUH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP KEJADIAN


PENYAKIT DIARE DI SDN 003 KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2014 ● ISSN : 2302-1721
(Andi Jaya Negara, Sukriyadi, Yusuf)

NAMA : Salsabila Hirza

NIM : 4191131031

PRODI : Kimia Dik B 2019

DOSEN PENGAMPU : Widya Ningsih,S.Pd.,M.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantiasa memberkati dalam
menyelesaikan Critical Jurnal Review (CJR), adapun tugas ini dikerjakan untuk memenuhi
mata kuliah Biologi Umum. Saya telah menyusun CJR ini dengan sebaik-baiknya tetapi
mungkin masih ada kekurangan-kekurangan untuk mencapai kesempurnaan. Saya selaku
penulis menerima berbagai kritik yang sifatnya membangun agar CJR ini menjadi lebih baik
lagi.
Selanjutnya, saya berharap semoga CJR ini bisa memberikan manfaat serta menambah
wawasan bagi para pembaca. Semoga CJR ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kata-kata yang
kurang berkenan.

Medan, 18 September 2019

SALSABILA HIRZA
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

I. Latar belakang

Diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, hal
ini dikarenakan masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan kematian. Di
Indonesia pada tahun 2011 terdapat 12,963 penderita diare. Kejadian diare di Sulawesi Barat
pada tahun 2009-2011 sebanyak 626 orang. Di RSUD Polewali,kejadian diare setiap bulan
mengalami peningkatan dengan frekuensi 17 orang pada bulan Maret,dan 51 orang pada bulan
Desember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh prilaku hidup bersih dan sehat
terhadap kejadian diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif analitik dengan Rancangan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah 213 siswa dan siswi. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden
Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Data yang telah dikumpulkan, diolah dan dianalisa dengan
menggunkan komputer program statistik (SPSS) versi 16.0. Analisa data univariat dan bivariate
dengan uji chi-square (p<0,05). Hasil analisa bivariat data menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh antara mencuci tangan dengan kejadian diare (ρ=0,034), mengkomsumsi jajanan
sehat terhadap kejadian diare (ρ=0,043), menggunakan jamban sehat terhadap kejadian diare
(ρ=0,034) dan membuang sampah pada tempatnya terhadap kejadian diare (ρ=0,013).

II. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prilaku hidup bersih dan sehat terhadap
kejadian diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar.
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

III. Rumusan masalah


1. Apakah ada pengaruh perilaku mencuci tangan pakai sabun terhadap kejadian penyakit
diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar?
2. Adakah Pengaruh perilaku mengkomsumsi jajanan sehat terhadap kejadian penyakit
diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar?
3. Adakah Pengaruh perilaku menggunakan jamban sehat terhadap kejadian penyakit diare
di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar?
4. Pengaruh perilaku membuang sampah pada tempatnya terhadap kejadian penyakit diare
di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar?

IV. Ringkasan teori

Diare merupakan salah satu penyakit yang berulang ulang buang air besar yangsifatnya
encer. Ia sering pula disebut sebagai mencret,atau dalam bahasa Mandar “ titeres “.Istilah diare
berasal dari bahasa yunani “diarrea “ yang berarti mengalir melalui .Penyakit diare seperti ini
banyak di temukan di negara-negara yang kondisi hidup mereka masih miskin, sehingga
mereka terpaksa makan apa saja, dan tidak teratur dan jenisnya juga tidak memenuhi syarat.

Menurut data WHO sebagaimana dikatakan, diare adalah penyebab nomor satu kematian
balita di seluruh dunia. Di indonesi, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA
(infeksi saluran pernapasan akut). Sementara UNICEF memperkirakan bahwa setiap 30 detik
ada satu anak yang meninggal dunia karena diare. Di indonesia, setiap tahun 100.000 balita
meninggal karena diare.

Prilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat
menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan.
Penyebab utama terjadinya diare adalah minimnya prilaku hidup bersih dan sehat di
masyarakat. Salah satunya karena pemahaman mengenai cara mencuci tangan dengan
menggunakan sabun secara baik dan air mengalir yang bersih.
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman
penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga
merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Diare masih merupakan masalah
kesehatan di Indonesia, oleh karena angka kejadian cenderung meningkat dalam tahun ketahun.

V. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam mengetahui pengaruh hidup bersih dan sehat
terhadap penyakit diare ini adalah:
1. Anket (questionnaire)
2. Wawancara (interview)
3. Pengamatan (observation)
4. Ujian atau tes (test)
5. Dokumentasi (documentation)

VI. Hasil Penelitian


1. Analisis Univariat
Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Kelas di SDN 003 Kabupaten Polewali
Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden terdapat
kelas yang paling banyak adalah kelas 6 sebanyak 29 responden (42,6%), dan yang
paling sedikit adalah kelas 4 sebanyak 11 responden (16,2%).

Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di SDN 003 Kabupaten


Polewali Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden, terdapat yang
berjenis kelamin yang paling banyak yaitu Laki-laki sebanyak 41 responden (60,3%),
sedangkan Perempuan yaitu 27 responden (39,7%).

Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SDN 003 Kabupaten Polewali


Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden di dapatkan
yang berumur 12 dan 11 tahun yaitu 28 reponden (41,2%), dan yang berumur 10 tahun
yaitu 12 responden (17,6%).

Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Mencuci Tangan di SDN 003 Kabupaten


Polewali Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden didapatkan
persentase yang mencuci tangan sebanyak 31 responden (45,6%), dan yang tidak
mencuci tangan sebanyak 37 responden (54,4%).

Tabel 5 Distribusi Responden Berdasarkan Mengkonsumsi Jajanan Sehat di SDN 003


Kabupaten Polewali Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Table 5 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden didapatkan
yang jajan sehat sebanyak 29 responden (42,6%), dan yang jajan tidak sehat sebanyak
39 reponden (57,4%).

Tabel 6 Distribusi Responden Berdasarkan Menggunakan Jamban Sehat di SDN 003


Kabupaten Polewali Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Tabel 6 menunjukka bahwa dari 68 jumlah responden didapatkan
persentase menggunakan jamban yang sehat yaitu 31 responden (45,6%), dan yang
tidak menggunakan jamban sehat sebanyak 37 responden (54,4%).

Tabel 7 Distribusi Responden Berdasarkan Membuang Sampah pada Tempatnya di


SDN 003 Kabupaten Poleweli Mandar pada Bulan Juni 2013
Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden didapatkan
yang membuang sampah pada tempatnya sebanyak 29 responden (42,5%), dan yang
tidak membuang sampah pada tempatnya sebanyak 39 responden (57,4%).
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

2. Analisis Bivariat
Tabel 8 Distribusi Responden Berdasarkan Pengaruh Perilaku Mencuci Tangan
Terhadap Kejadian Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar pada Bulan Juni
2013
Berdasarkan pada tabel 8 dapat dilihat bahwa dari 68 responden yang terjadi diare
sebanyak 42 orang (61,8%) yang terjadi diare dimana 27 (39,7%) orang diantaranya
yang tidak mencuci tangan dan yang mencuci tangan sebanyak 15 orang (22,1%).
Sedangkan responden yang tidak terjadi diare sebanyak 26 orang (38,2%), dimana yang
tidak mencuci tangan sebanyak 10 orang (14,7%) dan yang mencuci tangan sebanyak
16 orang (23,5%).
Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai
ρ = 0,034 < α (0,05). Karena nilai p<α maka dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa
ada pengaruh prilaku mencuci tangan terhadap kejadian diare.

Table 9 Distribusi Responden Berdasarkan Pengaruh Perilaku Jajanan Yang Sehat


Terhadap Kejadian Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar pada Bulan Juni
2013
Berdasarkan pada table 9 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden yang
terjadi diare sebanyak 42 orang (61,8%) dimana 14 orang (20,6%) diantaranya yang
mengkonsumsi jajan sehat dan yang tidak mengkonsumsi jajan sehat terdapat sebanyak
28 orang (41,2%). Sedangkan responden yang tidak terjadi diare sebanyak 26 orang
(38,2%), dimana yang yang mengkonsumsi jajan sehat sebanyak 15 orang (22,1%) dan
yang mengkonsumsi jajan tidak sehat sebanyak 11 orang (16,2%).
Berdasarkan hasil analisis Chi- Square diperoleh nilai hitung ρ = 0,043 < α
(0,05) dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa ada pengaruh prilaku mengkomsumsi
jajanan sehat terhadap kejadian diare.
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

Tabel 10 Distribusi Responden Berdasarkan Pengaruh Perilaku Menggunakan Jamban


yang Sehat Terhadap Kejadian Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar pada
Bulan Juni 2013
Tabel 10 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden yang terjadi diare sebanyak
42 orang (61,8%) dimana 15 orang (22,1%) yang menggunakan jamban sehat dan yang
tidak menggunakan jamban sehat sebanyak 27 orang (39,7%). Sedangkan responden
yang tidak terjadi diare sebanyak 26 orang (38,2%), dimana yang menggunakan jamban
sehat 16 orang (23,5%) dan yang tidak menggunakan jamban sehat sebanyak 10 orang
(14,7%).
Berdasarkan hasil analisis Chi- Square diperoleh nilai hitung ρ = 0,034 < α (0,05)
dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa H1 di terima atau ada pengaruh prilaku
menggunakan jamban yang sehat terhadap kejadian diare.

Tabel 11 Distribusi Responden Berdasarkan Pengaruh Perilaku Membuang Sampah


pada Tempatnya Terhadap Kejadian Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
pada Bulan Juni 2013
Table 11 menunjukkan bahwa dari 68 jumlah responden yang terjadi diare sebanyak
42 orang (61,8%) dimana 13 orang (19,1%) yang membuang sampah pada tempatnya
dan yang tidak membuang sampah pada tempatnya sebanyak 29 orang (42,6%).
Sedangkan responden yang tidak terjadi diare sebanyak 26 orang (38,2%), dimana yang
membuang sampah pada tempatnya sebanyak 16 orang (23,5%) dan yang tidak
membuang sampah pada tempatnya sebanyak 10 orang (14,7%).
Berdasarkan hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai hitung ρ = 0,013 < α (0,05)
dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa H1 di terima atau ada pengaruh prilaku
membuang sampah pada tempatnya terhadap kejadian diare.
Judul Jurnal ;Pengaruh Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian Penyakit
Diare di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar
Tema Umum : Kesehatan Masyarakat

VII. Kesimpulan
1. Ada pengaruh antara mencuci tangan terhadap kejadian penyakit diare di SDN 003
Kabupaten Polewali Mandar.

2. Ada pengaruh antara mengkomsumsi jajanan sehat terhadap kejadian penyakit diare di SDN
003 Kabupaten Polewali Mandar

3. Ada pengaruh antara menggunakan jamban terhadap kejadian penyakit diare di SDN 003
Kabupaten Polewali Mandar.

4. Ada pengaruh antara membuang sampah pada tempatnya terhadap kejadian penyakit diare
di SDN 003 Kabupaten Polewali Mandar.