Anda di halaman 1dari 3

1.

KEPUTUSAN PENETAPAN HARGA JUAL UNTUK PESANAN


KHUSUS DENGAN MENERAPKAN COST PLUS PRICING
PADA PERUSAHAAN ROTI LEZZAT JOMBANG

2. PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK DENGAN METODE


JUDUL COST PLUS PRICING PADA PT.PERTANI (PERSERO)
CABANG SULAWESI UTARA

3. DETERMINATION OF PRODUCT SELL PRICES USING COST


PLUS PRICING METHOD AT UD. SINAR SAKTI

1. Agus Athori
2. Winny Gayatri
PENULIS
3. Christanti Natalia Soei, Harijanto Sabijono, dan Treesje Runtu

1. Metode yang digunakan metode kualitatif

METODE
2. Metode yang digunakan metode kuantitatif
PENELITIAN
3. Methods used quantitative descriptive Methods

1. Metode cost plus pricing yaitu metode penentuan harga jual dengan
cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya penuh masa
yang akan dating untuk memproduksi dan memasarkan produk.
(Mulyadi, 2001:349).

2. harga pokok produksi atau disebut harga pokok adalah pengorbanan


sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi
TEORI PENELITIAN
atau kemungkinan terjadi untuk memperoleh penghasilan (Mulyadi
2007:10)

3. Swastha (2010: 154) states that the method of determining selling


prices based on costs is in the simplest form, namely: a). Cost plus
pricing method b). Mark up pricing method c). Pricing by producers

1. Penetapan harga jual yang sangat rendah tidak akan memberikan


HIPOTESIS keuntungan atau laba bagi perusahaan, sedangkan penetapan harga
jual terlalu tinggi juga akan berdampak pada produk yang dihasilkan
kurang bersaing di pasar.

1. Berdasarkan jumlah perencanaan penjualan pada tahun 2015


tersebut maka dapat dilakukan perhitungan anggaran biaya
semivariabel untuk biaya listrik, biaya telepon dan biaya
pemeliharaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dengan
menggunakan variabel costing dalam perencanaan laba yang
dilakukan dapat disertai dengan penganggaran biaya secara tepat
karena perhitungan biaya berdasarkan jumlah rencana produksi.

2. Perbandingan Harga Jual Benih Padi Dengan Metode Cost Plus


Pricing Dengan Harga Jual Benih pada Perusahaan terlihat bahwa
terjadi perbedaan signifikan untuk beberapa varietas yaitu varietas
ciherang, mekongga, dan varietas inpari 13 karena perusahaan tidak
HASIL &
membebankan biaya tenaga kerja, biaya overhead variabel dan laba
PEMBAHASAN
secara proporsional, sehingga terjadi perbedaan harga jual yang
ditetapkan perusahaan dengan yang mengunakan metode cost plus
pricing. Sehingga perusahaaan tidak mendapat keuntungan yang
sesuai dengan yang diharapkan (persentase markup).

3. From the calculation results can be compared the selling price of


coconut wood lounge chairs company with the Cost Plus Pricing
method where the product selling price according to the company is
Rp. 2,820,000 while according to the Cost Plus Pricing method Rp
2,170,639. Comparison of product selling prices according to the
company with the Cost Plus Pricing method obtained a difference of
Rp. 649,361.

1. Berdasarkan perencanaan laba yang ditetapkan oleh pihak PT.


Sumber Rejo pada tahun 2015 adalah Rp. 1.400.000.000 maka
jumlah penjualan yang diperlukan untuk mencapai target laba
tersebut Rp. 11.183.564.933 atau 7.498 ton produk.

KESIMPULAN
2. Dengan menggunakan cost plus pricing maka harga jual dari
masing-masing varietas benih padi lebih bervariasi yaitu antara Rp
6.000 – Rp 12.000 . hal ini disebabkan pembebanan biaya tenaga
kerja, biaya overhead variabel dan laba dialokasikan secara
proporsional dengan jumlah produksi. Dengan variasi harga yang
didapatkan dari masing-masing varietas dapat meningkatkan laba
penjualan dari perusahaan.

3. Determination of selling prices set by UD. Sinar Sakti still uses the
selling price method set by the manufacturer or uses the relative
selling price method, where the selling price follows the market
price set by other similar trading businesses. The management of the
company does not take into account each component of production
costs so that the selling price set by the company is higher than the
selling price calculated based on the Cost Plus Pricing method.