Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI

Sejak dahulu orang sudah dipercaya akan adanya hari-hari subur dan tidak subur bagi wanita,
karena itu cara metode kalender mempunyai sejarah yang sudah tua pemakaiannya sebagai
kontrasepsi zaman dulu. Metode kalender hanya dapat memprediksi kapan masa subur dalam siklus
menstruasinya sehingga kemungkinan besar bisa hamil.

Metode kalender atau pantang berkala merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA)
yang paling tua. Pencetus KBA sistem kalender adalah dr. Knaus (ahli kebidanan dari Vienna) dan dr.
Ogino (ahli ginekologi dari Jepang). Metode kalender ini berdasarkan pada siklus haid/menstruasi
wanita. Knaus berpendapat bahwa ovulasi terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
Sedangkan Ogino berpendapat bahwa ovulasi tidak selalu terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi,
tetapi dapat terjadi antara 12 atau 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Hasil penelitian kedua
ahli ini menjadi dasar dari KBA sistem kalender.

Metode kalender atau pantang berkala adalah cara/metode kontrasepsi sederhana yang
dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksual pada
masa subur/ovulasi.

KB sistem kalender adalah usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan
badan selama masa subur seorang wanita. Sebab pembuahan memang hanya terjadi pada saat masa
subur, atau lebih tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur (sel telur dilepas). 12-24 jam ini
dari masa hidup sel telur rata-rata.

Metode ini efektif bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender
setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya. Berbeda dengan sistem
kontrasepsi lainnya, sistem kalender menjanjikan aneka kelebihan dan karena itu banyak yang lebih
menyukainya.

B. CARA KB KALENDER

Prinsip kerja metode kalender ini berpedoman kepada kenyataan bahwa wanita dalam siklus
haidnya mengalami ovulasi (subur) hanya satu kali sebulan, dan biasanya terjadi beberapa hari
sebelum atau sesudah hari ke-14 dari haid yang akan datang. Sel telur dapat hidup selama 6-24 jam,
sedangkan sel mani selama 48-72 jam, jadi suatu konsepsi mungkin akan terjadi kalau koitus
dilakukan 2 hari sebelum ovulasi. Hendaknya sebelum memakai cara para pemakai harus diberikan
penerangan medik yang jelas tentang cara ini.

Hal yang perlu diperhatikan pada siklus menstruasi wanita sehat ada tiga tahapan:

1. Pre ovulatory infertility phase (masa tidak subur sebelum ovulasi).


2. Fertility phase (masa subur).

3. Post ovulatory infertility phase (masa tidak subur setelah ovulasi).

Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari.
Pemantauan jumlah hari pada setiap siklus menstruasi dilakukan minimal enam kali siklus berturut-
turut. Kemudian hitung periode masa subur dengan melihat data yang telah dicatat.

Menghitung masa subur dengan siklus haid dan melakukan pantang berkala atau lebih dikenal
dengan sistem kalender merupakan salah satu cara atau metode kontrasepsi alami (Kb alami) dan
sederhana yang dapat dikerjakan sendiri oleh pasangan suami istri dengan cara tidak melakukan
sanggama pada masa subur.

Sebelum menggunakan metode ini, tentunya pasangan suami istri harus mengetahui masa subur.
Siklus masa subur pada tiap wanita tidak sama. Untuk itu perlu pengamatan minimal 6 kali siklus
menstruasi. Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur:

1. Bila siklus haid teratur (28 hari) :

a. Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1.

b. Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Contoh:

Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-
1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi
masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut
suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau
sanggama terputus (senggama dimana tidak mengeluarkan sperma didalam).

2. Bila siklus haid tidak teratur :

a. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai
dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya, catat panjang pendeknya.

b. Masukan dalam rumus; jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini
menentukan hari pertama masa subur.

c. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir
masa subur.

Contoh :

Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32
hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21
dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jila ingin bersanggama
harus memakai kondom atau sanggama terputus.
Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender dapat menghindari risiko kesehatan yang
berhubungan dengan kontrasepsi. Bagi keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi
sangat cocok untuk menggunakan metode kontrasepsi ini selain tidak memerlukan biaya juga tidak
perlu mencari tempat pelayanan kontrasepsi. Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang
baik antara suami istri karena metode ini perlu kemauan dan disiplin pasangan dalam
menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa
menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang. Tapi bukan masalah bila saja
pasangan membiasakan menggunakan kondom pada saat subur.

Hal yang dapat menyebabkan metode kalender menjadi tidak efektif adalah:

1) Penentuan masa tidak subur didasarkan pada kemampuan hidup sel sperma dalam saluran
reproduksi (sperma mampu bertahan selama 3 hari).

2) Anggapan bahwa perdarahan yang datang bersamaan dengan ovulasi, diinterpretasikan sebagai
menstruasi. Hal ini menyebabkan perhitungan masa tidak subur sebelum dan setelah ovulasi
menjadi tidak tepat.

3) Penentuan masa tidak subur tidak didasarkan pada siklus menstruasi sendiri.

4) Kurangnya pemahaman tentang hubungan masa subur/ovulasi dengan perubahan jenis


mukus/lendir serviks yang menyertainya.

5) Anggapan bahwa hari pertama menstruasi dihitung dari berakhirnya perdarahan menstruasi. Hal
ini menyebabkan penentuan masa tidak subur menjadi tidak tepat.

C. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KB KALENDER

1. Keuntungan

a. Ditinjau dari segi ekonomi : KB kalender dilakukan secara alami dan tanpa biaya sehingga tidak
perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat kontrasepsi.

b. Dari segi kesehatan : sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek
sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa
obat).

c. Dari segi psikologis : yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri
seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari
pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur.

2. Kerugian

Kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi. Ini terutama bila tidak dilakukan pengamatan
yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur, karena tidak ada yang bisa menjamin
ketepatan perhitungan sebab masa suburpun terjadi secara alami, selain itu kedua pasangan tidak
bisa menikmati hubungan suami istri secara bebas karena ada aturan yang ditetapkan dalam sistem
ini. Masa berpantang yang cukup lama dapat membuat pasangan tidak bisa menanti dan melakukan
hubungan pada waktu berpantang.

Kerugian lain dari KB kalender adalah bahwa waktu yang tepat dari ovulasi sulit untuk ditentukan,
ovulasi umumnya terjadi 14 ±2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang. Dengan demikian
pada wanita dengan haid yang tidak teratur, saat terjadi ovulasi, sulit atau sama sekali tidak dapat
diperhitungkan. Selain itu, ada kemungkinan bahwa pada wanita dengan haid teratur oleh salah satu
sebab (misalnya karena sakit) ovulasi tidak datang pada saat semestinya.

D. INDIKASI

Metode ini mudah dilaksanakan, tetapi dalam prakteknya sukar menentukan pada saat ovulasi
dengan tetap. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, lagi pula dapat terjadi
variasi, lebih-lebih setelah persalinan dan pada tahun-tahun menjelang menopaus.

E. EFEKTIVITAS

Bagi wanita dengan siklus haid teratur, efektifitasnya lebih tinggi dibandingkan wanita yang siklus
haidnya tidak teratur. Angka kegagalan berkisar antara 6 – 42. Metode kalender akan lebih efektif
bila dilakukan dengan baik dan benar. Sebelum menggunakan metode kalender ini, pasangan suami
istri harus mengetahui masa subur. Padahal, masa subur setiap wanita tidaklah sama. Oleh karena
itu, diperlukan pengamatan minimal enam kali siklus menstruasi. Selain itu, metode ini juga akan
lebih efektif bila digunakan bersama dengan metode kontrasepsi lain. Berdasarkan penelitian dr.
Johnson dan kawan-kawan di Sidney, metode kalender akan efektif tiga kali lipat bila dikombinasikan
dengan metode simptothermal. Angka kegagalan penggunaan metode kalender adalah 14 per 100
wanita per tahun.

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.

Notodiharjo, Riono. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana : Metode KB tanpa
bantuan obat-obatan dan peralatan.

Varney, Helen. 2006. Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.

Wikhjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Wikhjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
metode Kalender atau Pantang Berkala (Calendar Method Or Periodic Abstinence)

metode kalender atau pantang berkala adalah cara/metode kontrasepsi sederhana yang dilakukan
oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksual pada masa
subur/ovulasi.

Manfaat

Metode kalender atau pantang berkala dapat bermanfaat sebagai kontrasepsi maupun konsepsi.

Manfaat kontrasepsi

Sebagai alat pengendalian kelahiran atau mencegah kehamilan.

Manfaat konsepsi

Dapat digunakan oleh para pasangan untuk mengharapkan bayi dengan melakukan hubungan
seksual saat masa subur/ovulasi untuk meningkatkan kesempatan bisa hamil.

Keuntungan

Metode kalender atau pantang berkala mempunyai keuntungan sebagai berikut:

Metode kalender atau pantang berkala lebih sederhana.

Dapat digunakan oleh setiap wanita yang sehat.

Tidak membutuhkan alat atau pemeriksaan khusus dalam penerapannya.

Tidak mengganggu pada saat berhubungan seksual.

Kontrasepsi dengan menggunakan metode kalender dapat menghindari resiko kesehatan yang
berhubungan dengan kontrasepsi.

Tidak memerlukan biaya.

Tidak memerlukan tempat pelayanan kontrasepsi.

Keterbatasan

Sebagai metode sederhana dan alami, metode kalender atau pantang berkala ini juga memiliki
keterbatasan, antara lain:
Memerlukan kerjasama yang baik antara suami istri.

Harus ada motivasi dan disiplin pasangan dalam menjalankannya.

Pasangan suami istri tidak dapat melakukan hubungan seksual setiap saat.

Pasangan suami istri harus tahu masa subur dan masa tidak subur.

Harus mengamati sikus menstruasi minimal enam kali siklus.

Siklus menstruasi yang tidak teratur (menjadi penghambat).

Lebih efektif bila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.

Efektifitas

Metode kalender akan lebih efektif bila dilakukan dengan baik dan benar. Sebelum menggunakan
metode kalender ini, pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Padahal, masa subur setiap
wanita tidaklah sama. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan minimal enam kali siklus menstruasi.
Selain itu, metode ini juga akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan metode kontrasepsi
lain. Berdasarkan penelitian dr. Johnson dan kawan-kawan di Sidney, metode kalender akan efektif
tiga kali lipat bila dikombinasikan dengan metode simptothermal. Angka kegagalan penggunaan
metode kalender adalah 14 per 100 wanita per tahun.

Faktor Penyebab Metode Kalender Tidak Efektif

Hal yang dapat menyebabkan metode kalender menjadi tidak efektif adalah:

Penentuan masa tidak subur didasarkan pada kemampuan hidup sel sperma dalam saluran
reproduksi (sperma mampu bertahan selama 3 hari).

Anggapan bahwa perdarahan yang datang bersamaan dengan ovulasi, diinterpretasikan sebagai
menstruasi. Hal ini menyebabkan perhitungan masa tidak subur sebelum dan setelah ovulasi
menjadi tidak tepat.

Penentuan masa tidak subur tidak didasarkan pada siklus menstruasi sendiri.

Kurangnya pemahaman tentang hubungan masa subur/ovulasi dengan perubahan jenis


mukus/lendir serviks yang menyertainya.

Anggapan bahwa hari pertama menstruasi dihitung dari berakhirnya perdarahan menstruasi. Hal ini
menyebabkan penentuan masa tidak subur menjadi tidak tepat.

Penerapan

Hal yang perlu diperhatikan pada siklus menstruasi wanita sehat ada tiga tahapan:
Pre ovulatory infertility phase (masa tidak subur sebelum ovulasi).

Fertility phase (masa subur).

Post ovulatory infertility phase (masa tidak subur setelah ovulasi).

Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari.
Pemantauan jumlah hari pada setiap siklus menstruasi dilakukan minimal enam kali siklus berturut-
turut. Kemudian hitung periode masa subur dengan melihat data yang telah dicatat.

Bila haid teratur (28 hari)

Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga
hari ke- 16 dalam siklus haid.

Contoh:

Seorang wanita/istri mendapat haid mulai tanggal 9 Maret. Tanggal 9 Maret ini dihitung sebagai hari
ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 Maret dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Maret. Jadi
masa subur yaitu sejak tanggal 20 Maret hingga tanggal 24 Maret. Sehingga pada masa ini
merupakan masa pantang untuk melakukan senggama. Apabila ingin melakukan hubungan seksual
harus menggunakan kontrasepsi.

Bila haid tidak teratur

Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama
masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari
terakhir masa subur.

Rumus :

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh:

Seorang wanita/istri mendapat haid dengan siklus terpendek 25 hari dan siklus terpanjang 30 hari
(mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).

Langkah 1 : 25 – 18 = 7

Langkah 2 : 30 – 11 = 19
Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-7 sampai hari ke-19. Sehingga masa ini, suami istri tidak
boleh melakukan senggama. Apabila ingin melakukan senggama harus menggunakan kontrasepsi.

Referensi

asuh.wikia.com/wiki/Kalender diunduh 19 Maret 2010, 09:22 PM.

birthcontrolsolutions.com/types/natural/calendar-rhythm.htm diunduh 19 Maret 2010, 09:54 PM.

getting-pregnant-tips.com/calendar-method.html diunduh 23 Maret 2010, 03:55 PM.

Pandji, 2009. Kontrasepsi Sistem Kalender (KB Kalender).


pandjiwinoto.co.cc/2009/02/11/kontrasepsi-sistem-kalender-kb-kalender/ diunduh 24 Maret 2010,
05:00 PM.

2006. Sistim Kalender KB Alamiah, Aman dan Murah.

prov.bkkbn.go.id/gemapria/article-detail.php?artid=49 diunduh 19 Maret 2010, 08:54 PM.

2006. Sistem Kalender Metode Ber-KB Tanpa Biaya. prov.bkkbn.go.id/gemapria/article-


detail.php?artid=30 diunduh 19 Maret 2010, 09:07 PM.

Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
(Bagian Kedua MK 7- MK 14).