Anda di halaman 1dari 9

KONTRA MEMORI BANDING

Terhadap
Memori Banding yang diajukan PT PaninDhaiIchi-Life dahulu TERGUGAT d.R,
sekarang PEMBANDING atas
Putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 25 Juni 2019 Dalam Perkara Perdata No:
837/Pdt.G/2018/PN.Mdn

Kepada Yang Terhormat


Ketua Pengadilan Tinggi Medan
Cq Majelis Hakim dalam Perkara Aquo
Di
Medan

melalui :

Kepada Yang Terhormat,


Ketua Pengadilan Negeri Medan
Di
tempat

Dengan Hormat,
Perkenankan Kami,
ARFAN MARWAZI HASIBUAN, S.H ADAMSYAH,SH
Advokat, Konsultan Hukum, Penasehat Hukum, pada Law Office ARFAN MARWAZI
HASIBUAN & PARTNERS yang berdomisili di jalan Palawan, Gg Rykun, No 04, Medan
Sumatera Utara, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 5 Agustus 2019, bertindak
untuk dan atas nama Saudara JHONI HALIM yang beralamat di Villa Gading Mas Elok,
Blok C , No 2, Harjo sari II., Kec Medan Amplas, Medan
Selanjutnya disebut sebagai TERBANDING semula TERGUGAT d.K/PENGGUGAT d.R.
sebelumnya Terbanding menyampaikan bahwa Terbanding menerima “Relas
Pemberitahuan Pernyataan Banding” dan “Relas Pemberitahuan dan Penyerahan Memori
Banding” pada hari kamis tanggal 01 Agustus 2019.
TERBANDING dengan ini bermaksud menyampaikan Kontra Memori Banding atas Memori
Banding yang diajukan oleh PEMBANDING, dahulu PENGGUGAT d.K/TERGUGAT d.R,
yang permohonannya telah diajukan pada tanggal 08 Juli 2019
Selanjutnya adapun isi dari Kontra Memori Banding ini adalah :
1. Tentang Tanggapan atas Isi Memori Banding Pembanding.
2. Tentang Tidak Terbuktinya Dalil-Dalil Pembanding.
3. Tentang Tepatnya Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama

Ad. 1 Tentang tanggapan atas isi memori banding Pembanding


Majelis Hakim yang Mulia,
Sebelum menanggapi memori banding Pembanding, kami akan menegaskan kembali hal
berikut ini :
A. Bahwa Gugatan dalam Rekonfensi dan Konfensi PEMBANDING tidak
beralasan secara hukum
Bahwa putusan Pengadilan Negeri Medan telah benar dan sesuai hukum.
Dalam Memori Banding nya, PEMBANDING menyampaikan keberatan terhadap Putusan
PN Medan No: 837/Pdt.G/2018/PN.Mdn terkait Terpenuhinya Gugatan yang tidak
beralasan secara hukum. Dalam Kontra Memori Banding ini, Kami akan memaparkan
tanggapan kami terkait Memori Banding yang dibuat Pembanding :

A.1 TERPENUHINYA GUGATAN DALAM POKOK PERKARA YANG TIDAK


BERALASAN SECARA HUKUM YANG DIAJUKAN OLEH PEMBANDING SUDAH
TEPAT
Bahwa dalil Gugatan Rekonfensi dan Konfensi dalam pokok perkara yang diajukan oleh
PEMBANDING memang betul tidak tepat karena tidak berdasarkan oleh bukti – bukti yang
sah dan meyakinkan, Pembanding dalam Gugatan Rekonfensi dan Konfensinya membuat
sebuah alasan yang tidak pada pokok isi subtansial Gugatan Terbanding, Pembanding
tidak seutuhnya mencari dalil dalil kebenaran dalam membuat Perjanjian antara Para Para
Pihak, yang dalam Gugatan Dalam Pokok Perkara Terbanding, mengajukan Gugatan
dalam Pokok Perkara Terbanding, Terhadap Tergugat II, namun Tergugat dua tidak hadir
dari awal persidangan sampai Putusan Pengadilan Negeri Medan.
Bahwa dengan demikian Gugatan Rekonfensi dan Konfensi dalam pokok perkara
PEMBANDING tidak beralasan hukum, dan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri
Medan sudah tepat.
A.2 TERPENUHINYA GUGATAN YANG DIAJUKAN OLEH TERBANDING SUDAH
TEPAT dan MEMILIKI DASAR HUKUM (RECHTGROND) YANG JELAS
Dalil Gugatan yang diajukan oleh TERBANDING memang telah tepat dan dapat dibuktikan
berdasarkan bukti – bukti yang telah diajukan oleh TERBANDING,
Bahwa Gugatan Terbanding dalam Pokok Perkara sudah tepat, jelas, cermat, sesuai
dengan kronologis rangkaian mekanisme terjadinya perjanjian antara Para-Para Pihak.
Bahwa Gugatan Terbanding telah memiliki dasar hukum yang yang jelas. yakni
penggugat sebagai pemegang polis ansuransi jiwa atas anaknya rudy. Sebaimana
diketahui Antara Terbanding dan Pembanding telah terjadi kesepakatan
Ansuransi/Pertanggungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 246KUHD Jo Pasal 247
KUHD yang tertuang dalam polis no. 2015004895 dan pertanggungan tambahan
Santunan Meninggal yang mana kesepakatan itu telah memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan dalam pasal 1320 KUHperdata. Sehingga sebagaimana diatur dalam pasal
1338 KUPerdata Perjanjian Bagi Menjadi Undang-undang bagi para pihak yang
membuat perjanjian tersebut.
Bahwa Terbanding sebagai pemegang polis anaknya Rudy yang sudah meninggal dunia,
dimana sewaktu diajukan klaim Pembanding menolaknya sehingga Terbanding merasa
dirugikan dan mengajukan gugatan Aquo, hingga hubungan Hukum antara Terbanding
dan Pembanding telah jelas.
Bahwa Gugatan Terbanding sudah jelas dan sesuai dengan Gugatan yang diatur dalam
HIR/RBG dan telah melengkapi Syarat Formil dan Materil dalam Gugatan Perdata
sebagaimana sudah ada para Pihaknya dan Sudah diuraikan secara baik posita dan
petitum serta tujuan Gugatannya hal ini sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung RI
No. 547 K/ Sip/ 1971 Tanggal 15 Maret 1972 sehingga ada unsur dasar hukum (rechtelijke
grond) dan dasar Fakta (Feitelijke Grond) .
Bahwa dengan demikian Gugatan TERBANDING memiliki alasan Hukum, dan Putusan
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan sudah tepat.
A.2 MENGENAI DALIL PEMBANDING TENTANG GUGATAN TERBANDING SALAH
ALAMAT
Bahwa mengenai Gugatan terbanding yang dinyatakan Pembanding salah alamat sangat
tidak beralasan, dimana Pembanding menyatakan Alamat Pembanding (PT Panin Dai Ichi
Life) berkedudukan /berkantor digedung Panin Life Center lantai 6, Jl Letjen S. Parman
Kav, 91 Jakarta barat 11420. Namun Terbanding dalam gugatannya menyebutkan
Pembanding beralamat di Ground Floor Jalan Letjen Kav 91, Jakarta 11420 dan
disebutkan juga alamat cabang dimedan.
Bahwa Selama Proses Persidangan Relas Panggilan yang dikirim oleh juru sita
Pengandilan Negeri Medan melalui alamat perwakilan atau cabangnya, dan dan
Pembanding Hadir dalam Proses Persidangan dengan diwakili oleh kuasa hukumnya,
sehingga dengan kehadiran tersebut maka soal salah alamat yang disampaikan
Pembanding sangat tidak relevan lagi.
Bahwa dengan demikian Gugatan TERBANDING tentang Gugatan salah Alamat sudah
tidak relevan lagi, dan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan sudah tepat.

B. PUTUSAN PN MEDAN SUDAH TEPAT KARENA TERBANDING MEMILIKI HAK


DAN KEDUDUKAN HUKUM (LEGAL STANDING) UNTUK MENGAJUKAN
GUGATAN DALAM PERKARA A QUO

Bahwa Pembanding Mendalilkan bahwa Terbanding tidak memiliki Hak dan Kedudukan
Hukum (Legal standing) yang sempurna. Padahal sudah dijelaskan dalam proses
persidangan bahwa Terbanding hari ini adalah salah satu pemegang Polis dan penerima
manfaat dalam claim ansuransi tersebut. Sedangkan dua Pemegang Polis lainnya A.n
Juania Sedang Bekerja diluar Negeri dan mengetahui Gugutan Tersebut dan Pemegang
Polis Lainnya A.n Ryeson Junior Lim masih dibawah Umur dan belum cakap hukum.
Sehingga Pembanding hari ini Memiliki Hak dan Kedudukan (Legal Standing) dalam
membuat Gugatan.
Bahwa pada saat Gugatan ini Diajukan oleh Pembanding Pemegang Polis Lainnya a.N
Juania sedang bekerja diluar negeri dikarena menjadi pencari nafkah utama terhadap
kebutuhan anaknya yang masih dibawah umur. Adapun niat Terbanding mengajukan
gugatan ini untuk mendapatkan claim ansuransi anaknya yang meninggal supaya dapat
membantu kebutuhan Istri dan anak tertanggung.
Bahwa Gugutan ini Diajukan oleh Terbanding tidak ada Niat buruk untuk menguasai claim
ansuransinya, Gugutan A qua ini diajukan karena sejak awal Pembanding tidak ada niat
dan itikad baik untuk mencairkan ansuransi sehingga membuat Terbanding Mengajukan
Gugatan A qua Ke pengadilan Negeri Medan untuk meminta hak
Putusan PN medan sudah tepat karena pembanding memiliki hak dan kedudukan hukum
untuk mengajukan gugatan a quo.
C. PEMBANDING MENDALILKAN PUTUSAN PN MEDAN YANG MENGABULKAN
GUGATAN TERBANDING MERUPAKAN GUGATAN YANG SANGAT BURUK,
BERTENTANGAN DENGAN HUKUM DAN MENCIDERAI RASA KEADILAN
Bahwa pembanding mendalilkan Putusan PN medan yang mengabulkan Gugatan
Terbanding Merupakan Gugatan yang sangat buruk bertentangan dengan hukum dan
menciderai rasa keadilan dengan menyatakan bahwa data yang di isi oleh Terbanding
pada saat mengisi data awal polis asuransi tidak jujur adalah tidak tepat, terbanding
mengisi polis dengan benar dan jujur tanpa ada yang ditutupi.
Bahwa Terbanding ketika mengisi polis ansuransi telah mengisi semua data dengan
dengan benar termasuk penyakit yang diderita tertanggung yaitu bahwa Tertanggung
pernah dirawat dirumah sakit Columbia Asia pada tanggal 8 – 11 Februri 2015 karena
menderita penyakit Pneumonia
Bahwa Tertanggung atas nama Rudi diketahui menderita penyakit Tumor Otak setelah
dirawat inap di RS Columbia Asia medan tanggal 16 Agustus 2016, hal ini diketahui
setelah diterbitkannya polis ansuransi dan sudah masa pertanggungan dan
tertanggung meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia Medan tanggal 17 Oktober
2017 dimana jika dihitung sejak awal pertanggungan sampai tertanggung meninggal
dunia sudah melebihi dua (2) tahun sejak tanggal penerbitan polis ansuransi jiwa
perorangan berdasarkan ketentuan pasal 18 point 1a.
Bahwa sesuai dengan surat keterangan kematian yang dikeluarkan dr Angela
Christine Acharm penyebab kematian tertanggung adalah karna tumor otak, dalam
pasal 20 polis No. 2015004895 ditentukan bahwa “pertanggungan atas resiko
meninggalnya tertanggung berlaku dalam keadaan dan oleh sebab apapun kecuali :
a. Bunuh diri, dihukum mati oleh pengadilan, apabila peristiwa itu terjadi dalam
waktu 2 (dua) tahun sejak berlaku atau dipulihkannya perjanjian ansuransi ini.
b. Perbuatan kejahatan yang dilakukan dengan sengaja, oleh mereka yang
berkepentingan ansuransi
Bahwa karena penyebab kematian tertanggung tidak termasuk dalam hal-hal yang
dikecualikan dalam pertanggungan (pasal 20 tentang pengecualian polis
No.2015004895) maka pembanding wajib membayar pertanggungan atas resiko
meninggalnya tertanggung sebagai pemegang polis.
Bahwa Putusan PN medan yang mengabulkan Gugatan Terbanding Merupakan
Gugatan yang sangat baik dan mencerminkan rasa keadilan.
D. PEMBANDING MENDALILKAN PUTUSAN PN MEDAN SALAH KARENA
MENYATAKAN TATACARA BUKTI T-13 TELAH BERTENTANGAN DENGAN
KETENTUAN HUKUM YANG BERLAKU SEHINGGA TIDAK DAPAT DIJADIKAN
BUKTI DALAM PERSIDANGAN
Bahwa benar pembanding dalam memperoleh bukti T-13 telah bertentangan dengan
ketentuan hukum yang berlaku, hal ini karena investigasi tentang rekam medik
tertanggung yang dilakukan oleh pembanding telah menyalahi dan bertentangan
dengan UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 pada pasal 57 ayat (1) Jo kode etik
kedokteran indonesia pada pasal 12
Bahwa karena pembanding memperoleh informasi rekam medik tertanggung secara
ilegal maka sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi No 20/PUU.XII/2016 tanggal 7
september 2016 dalam kasus papa minta saham maka porolehan bukti yang
sedemikian adalah tidak sah menurut hukum dan tidak dapat dijadikan bukti di
pengadilan.
Bahwa Putusan PN Medan sudah tepat karena menyatakan Tatacara Perolehan Bukti
T-13 telah bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
E. PEMBANDING MENDALILKAN PN MEDAN SALAH KARENA MENYATAKAN
BUKTI TI-3 BERSIFAT UNUS TESTIS NULUS TESTIS
Bahwa pembanding mendalilkan PN Medan salah karena menyatakan bukti T-I_3
bersifat Unus Testis nulus Testis, itu sudah benar karena hukum acara perdata. Tidak
seharusnya Pembanding hanya mengajukan satu alat bukti, perlu bukti pendukung
lainnya.
F. PEMBANDING MENDALILKAN PN MEDAN SALAH KARENA MENYATAKAN
ALASAN PENOLAKAN KLAIM YANG DILAKUKAN OLEH PEMBANDING TIDAK
MENCERMINKAN RASA KEADIALAN

Bahwa Putusan PN medan sudah mencerminkan rasa keadilan, dikarenakan telah


mengabulkan Gugatan Terbanding yang memperjuangkan Hak-hak yang seharusnya
di peroleh oleh pembanding yang sudah dua kali dilakukan penolakan Klaim
ansuransinya oleh Pembanding.
G. PEMBANDING MENDALILKAN PN MEDAN SALAH KARENA MENYATAKAN
PEMBANDING WANPRESTASI DAN MENGHUKUM PEMBANDING UNTUK
MEMBAYAR GANTI KERUGIAN KEPADA TERBANDING
Bahwa Pembanding benar sudah melakukan Wanprestasi terhadap polis no
2015004895 dan wajib menbayar ganti kerugian terhadap terbanding.
Bahwa perjanjian Ansuransi jiwa yang tertuang dalam polis 2015004895 adalah benar
dan sah serta menjadi UU bagi para Pembanding dan Terbanding, oleh kedua belah
pihak mengakui adanya pembukaan asuransi jiwa.
Bahwa karena sudah ada polis sehingga hak dan kewajiban dari pemegang polis
ataupun tertanggung dengan penanggung sudah ada akibat hukum, sehingga saat
pembanding tidak mencairkan claim ansruransi tersebut maka pembanding telah benar
melakukan Wanprestasi dan wajib membayar kerugian terbanding

Ad. 2 Tentang tidak terbuktinya dalil-dalil PEMBANDING.


Majelis Hakim yang terhormat,
Selanjutnya pertanyaan hukum yang kemudian muncul adalah Apakah Dalil-Dalil atau
Fakta-Fakta yang dikemukakan oleh Pembanding dalam Gugagatannya terbukti secara
sah dan meyakinkan?
a. Bahwa semua dalil-dalil yang dikemukan oleh oleh Pembanding atau Penggugat
dalam gugatannya telah dibantah dan ditolak oleh Terbanding.
b. Bahwa Pembanding mendalilkan bahwa :
Dalam Konpensi
Dalih yang menyatakan bahwa PEMBANDING tidak melakukan perbuatan wanprestasi,
bukti pembayaran yang diajukan PEMBANDING dalam menyangkal perbuatan
wanprestasinya.
Bahwa dalam selama Persidangan Gugatan Pokok Perkara Terbanding, Tergugat II tidak
pernah hadir, hal ini lah dalam Pokok Perkara Pembanding membuat rangkaian cerita
tidak berdalih, yang dengan kata lain Dalam Pokok Perkara Pembanding rangkaian cerita
kebohongan, Pembanding tidak serius dalam mengungkap Fakta-fakta dalam Perjanjian
oleh para-para Pihak, yang dalam hal ini Tergugat menjadi saksi Kunci yang dapat di
pertanyakan keterangannya di muka Persidangan.
Dalam Rekonpensi
Bahwa dalih yang menyatakan kekeliruan Majelis Hakim PN Medan atas pemeriksaan
bukti milik TERBANDING.
Dalil- dalil keberatan yang dikemukakan oleh PEMBANDING tersebut diatas tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan hal tersebut dapat dilihat dari memori banding yang diajukan
dan berkas-berkas dari PN Medan yang diperlukan majelis hakim PT Medan dalam
memeriksa perkara ini .
c. Bahwa bukti-bukti terkait yang dilakukan Pembanding tidak bisa dijadikan alat
bukti yang sah karena tidak di validasi oleh pihak izin Pengadilan Ngeri wilayah
Hukum setempat, dan Izin Undang-Undang Kesehatan, serta dalam hal ini
Pembanding dalam rekonfensi Pokok Perkaranya tidak memeriksa ataupun
memanggil Tergugat II yang dalam hal ini sama sama sebagai Tergugat bersama
dengan Pembanding dalam Gugatan Pokok Perkara Terbanding,

Ad.3. Tentang Tepatnya Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama


a. Bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah tepat pertimbangan
hukumnya karena telah melalui proses Penemuan Hukum
(Rechtsvinding) yang benar dan tepat.

b. Bahwa hal demikian dapat terlihat dari proses penemuan hukumnya


yakni :
1. Bahwa diawali dengan mengidentifikasi fakta-fakta hukum Yakni adanya dalil yang
diajukan oleh Penggugat (Pembanding) tentang Perbuatan Wanprestasi yang
dilakukan PEMBANDING.
2. Selanjutnya Majelis Hakim tingkat pertama telah tepat mengkualifikasikan fakta
hukum tersebut sebagai fakta hukum yang termasuk dalam perkara perdata
Wanprestasi.
3. Bahwa selanjutnya Majelis Hakim tingkat pertama telah tepat dalam menentukan
sumber-sumber hukum yang akan diterapkan yakni HIR/RBg, KUHPerdata, Draft
Perjanjian jual beli, doktrin ahli. serta dengan tepat telah menentukan sumber-
sumber hukum materil yakni nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat mencakup
nilai-nilai sosiologis, kekeluargaan dan nilai-nilai filosofis..
4. Bahwa oleh karena Terbanding telah membantah seluruh dalil Pembanding maka
berdasarkan ketentuan dalam Pasal 163 HIR beban pembuktian dijatuhkan kepada
Pembanding.
5. Bahwa oleh karena di depan persidangan Pembanding telah tidak mampu
membuktikan dalil-dalil atau fakta-fakta hukumnya, sehingga ketentuan-ketentuan
tentang tidak wanprestasi dapat diterapkan ke dalam fakta in konkrito yang
diajukan oleh Pembanding maka Majelis Hakim tingkat pertama setelah
mempertimbangan nilai-nilai yuridis, sosiologis, dan filosofis telah tepat dalam
melakukan penentuan hukum yakni Menolak fakta-fakta/dalil-dalil hukum yang
diajukan Pembanding.
6. Bahwa metode Penemuan hukum (Rechtsvinding) dan Penentuan Hukum
(Rechtsconstituir) yang dilakukan oleh Majelis Hakim telah tepat, hal mana telah
sesuai dengan peraturan Perundang-Perundangan.

PETITUM
Berdasarkan hal-hal dan argumentasi hukum di atas maka dengan ini Terbanding
meminta agar Majelis Hakim Banding menjatuhkan putusan:
1. Menolak permohonan banding dari Pembanding untuk seluruhnya;
2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 25 Juli 2019 No :
837/Pdt.G/2018/PN.Mdn.
3. Membebankan biaya perkara ini kepada Pembanding.
Demikian Kontra Memori Banding ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi
Majelis Hakim tingkat Banding, dalam memeriksa perkara ini secara lebih jernih.

Medan, Agusutus 2019


Kuasa Hukum TERBANDING

ARFAN MARWAZI HASIBUAN., SH ADAMSYAH., SH