Anda di halaman 1dari 10

PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS JURNAL

( Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Authentic Assessment)

Disusun Oleh :
Dwi Setyowati, S.Si (170220104013)
Ardia Fauziana (170220104014)
Hilya Wildana Sofia (170220104016)
M. Agus Wibisono (170220104021)

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kami
dalam menyusun makalah ini dalam mata kuliah Authentic Assessment mengenai Penilaian
Autentik berbasis Jurnal.
Kurikulum 2013 mengisyaratkan penilaiann autentik sebagai salah satu acuan dalam
penilaian. Bentuk dan instrumen penilaian autentik yang valid akan mempermudah dalam
penilaian. Penilaian berbasis jurnal merupakan teknik penilaian autentik yang belum umum
digunakan. Oleh karena itu, kelompok kami mencoba membahas makalah tentang penilaian
autentik berbasis jurnal.
Kami menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu,
tanggapan, bimbingan dan saran lebih lanjut diperlukan untuk membuat makalah ini menjadi
lebih baik.

Jember, Mei 2018

Penulis
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penilaian autentik (authentic assesment) adalah suatu proses pengumpulan , pelaporan
dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip
penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten sebagai
akuntabilitas publik (Pusat Kurikulum, 2009). Penilaian dalam kurikulum 2013 mengacu
pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Tujuan penilaian autentik:
(1) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan
berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,
(2) pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien,
dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan
(3) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif Penilaian
autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Terminologi autentik merupakan sinonim dari asli, nyata atau sebenarnya, valid, atau
reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan
dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun (Kemendikbud, 2013). Atas dasar tersebut,
guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa
pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Intinya penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek.
Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer
untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari
mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga
yang jenius. Penilaian autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti
seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau
hasil pembelajaran. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas
perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk
belajar bagaimana belajar tentang subjek.
Berbagai jenis penilaian autentik antara lain berupa portofolio, kinerja, penilaian
projek, penilaian jurnal dan penilaian tes tertulis. Namun yang akan dibahas lebih lanjut pada
makalah ini adalah penilaian autentik berbasis jurnal.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
a. Apa yang dimaksud dengan penilaian autentik berbasis jurnal?
b. Apa saja ciri-ciri penilaian berbasis jurnal?
c. Apa saja kelebihan dan kekurangan penilaian berbasis jurnal?
d. Bagaimana implementasi penilaian berbasis jurnal dalam pembelajaran IPA?

1.3 Tujuan
Tujuan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
a. Mengetahui dan memahami penilaian autentik berbasis jurnal.
b. Memerinci saja ciri-ciri penilaian berbasis jurnal.
c. Memerinci kelebihan dan kekurangan penilaian berbasis jurnal.
d. Menganalisis implementasi penilaian berbasis jurnal dalam pembelajaran IPA.
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Penilaian Autentik berbasis jurnal


Penilaian berbasis jurnal merupakan tulisan yang dibuat siswa untuk menunjukkan
segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran.Jurnal dapat
digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik pokok yang telah dipelajari, perasaan
siswa dalam belajar pada mata pelajaran tertntu, kesulitan-kesulitan, atau keberhasilan-
keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran, dan catatan atau
komentar siswa tentang harapan-harapannya dalam proses-proses aturan-aturan yang
digunakan untuk menilai kinerja siswa(Majid, 2014: 67).
Jurnal belajar adalah wadah yang memuat hsil refleksi dalam bidang
pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik. Guru, kepala sekolah dan pengawas
sekolah dapat membacanya sebagai bahan masukan untuk melihat kemampuan peserta didik
dalam bidang yang dipelajarinya. Peserta didik mengisinya dengan hasil bacaan, hasil
diskusi, refleksi terhadap temuan dalam pembelajaran, hasil pengamatan, hasil abstraksi atau
apa saja yang berkaitan dengan pembellajaran disekolah.
Jurnal pembelajaran (learning journal) sering disebut pula jurnal reflektif, dalah
sebuah dokumen yang secara terus menerus ertambah dan berkembang, biasanya ditulis oleh
seorang pembelajar untuk mencatat setiap kemajuan belajarnya.
Jurnal pembelajaran bukanlah berisi ringkasan materi pelajaran, tetapi lebih fokus
pada reaksi terhadap apa yang sedang dan telah dipelajari atau dibaca, bukan juga sebagai
catalog belajar yang dialami pembelajar, tetapi merupkan catatan refleksi dan pemikiran atas
apa yang sedang dan tealh dipelajari. Penilaian jurnal berarti penilaian terhadap jurnal peserta
didik.
Prosedur penyusunan jurnal belajar:
1. memrintahkan siswa untuk membuat jurnal tentang dan bagaimana belajar mereka.
2. Menyarankan agar mereka menulis dua kali seminggu, sebagian dari apa yang mereka
rasakan dan pikirkan tentang hal-hal yang mereka pelajari .
3. Mengumpulkan, membaca dan mengomentari jurnal tersebut secara berkala agar
siswa menjadi bertanggung jawabuntuk mneyimpannya dan agar guru dapat
menerima umpan balik.

Sedangkan focus jurnal belajar antara lain:


a. Apa yang belum jelas atau apa yang mereka tidak setuju
b. Bagaimnan kaitan pengalaman belajar dengan kehidupan pribadi mereka
c. Bagaimna pengalaman belajar terrefleksikan dalam hal-hal lain yang mereka baca,
lihat dan kerjakan
d. Apa yang mereka telah amati tentang diir mereka dan orang lain seenjak merasakan
pengalaman belajar.
e. Apa yang mereka petik dari pengalaman belajar
f. Apa yang hendak mereka kerjakan sebagai hasil dari pengalaman belajar.

Format jurnal :

Jurnal Refleksi Diri

Mata Pelajaran : Nama peserta didik :


Kompetensi Dasar : Tanggal refleksi :

Situasi Pembelajaran :
Siapa saja yang terlibat dalam pembelajaran?

Apa kontribusi mereka dalam pembelajaran?

Refleksi
Bagaimana perasaan kamu dalam belajar?

Apa hal bagus dan kurang bagus dalam situasi belajar?

Hal Apa saja yang kamu pelajari?

Analisis
Bgaimana proses belajar yang kamu peroleh?
Dapatkah kamu mengintegrasikan teori yang dipelajari untuk pengerjaan tugas?
Dapatkah kamu mengembangkan kemampuan dalam situasi belajar?
Kesimpulan
Apa kesimpulanmu dalam proses dan kemampuan belajar berdasarkan situasi
belajar dan analisis yang kamu lakukan
Rencana Tindakan
Tindakan apa yang akan kita lakukan jika kamu menemukan situasi yang mirip
pada masa mendatang?
Langkah apa yang kamu lakukan berbasis pengetahuan dan ketrampilan yang kamu
peroleh?

2.2 Ciri-ciri penilaian autentik berbasis jurnal


1. Ada bentuk buku jurnal tiap peserta didik
2. Adanya keberkalaan pengumpulan jurnal siswa (tiap hari, tiap minggu atau ditentukan
sesuai perjanjian)
3. Adanya komentar atau feedback dari guru setelah pengumpulan jurnal

2.3 Kelebihan dan kelemahan penilaian berbasis jurnal


Kelebihan jurnal belajar
1. Membantu mengidentifikasi apa yang telah dipelajari dan meningkatkan bagian yag
masih kurang
2. Membantu melihat gaya belajar dan pola belajar
3. Memberikan kemajuan mengenai kemajuan yang di dapat, masalah yang dihadapi dan
bagaimana menyelesaikannya
4. Memeiliki catatan akan segala aktivitasyang telah dilakuakan, catatan yang dapat
dibaca kembali sebagai pelajaran dimasa yang akan datang
5. Membantu oengorganisasian belajar
6. Melatih kemampuan menulis pernyataan guru
7. Melatih kemampuan mengkomunikasikan respo dengan cara yang dirasa nyaman

Kelemahan jurnal belajar


1. Standar penilaian setiap anak berbeda? Penilaian bersifat individualis
2. Refleksi yang idhasilkan anak bisa sangat kompleks
3. Dapat mengganggu focus belajar anak dalam suatu materi
4. Tidak efisien jika pelaksanaan tidak terintegrasi dengan waktu penyampaian materi

2.4 Implementasi penilaian berbasis jurnal


Standar asesmen pembelajaran sains hendaknya ditekankan pada penilaian
kemampuan siswa dalam real life situation. Diperlukan adanya sistem penilaian
untuk mengatasi masalah tersebut. Penggunaan jurnal belajar sebagai refleksi
setelah proses pembelajaran menjadi alternatif untuk melatih cara berpikir siswa
yang dipadukan dengan pembelajaran Class Wide Peer Tutoring agar siswa lebih
aktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan jurnal
belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa, mendeskripsikan penerapan jurnal belajar dalam
pembelajaran Class Wide Peer Tutoring mempengaruhi peningkatan kemampuan
berpikir kritis, dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah
perlakuan penggunaan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring.
Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah di Kabupaten Malang kelas VIII.
Jenis penelitian ini adalah Eksperimen kuasi dengan teknik pengambilan Cluster
Random Sampling. Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah di Kabupaten
Malang. Data kemampuan berpikir kritis diperoleh dengan test soal esay. Analisis
data yang digunakan yaitu uji Independent t-tes. Hasil penelitian menunjukkan
penggunaan jurnal belajar dalam pembelajaran Class Wide Peer Tutoring memiliki
pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis materi fotosintesis pada siswa kelas
VIII SMP Muhammadiyah di Kabupaten Malang. Penerapan penggunaan jurnal
belajar dilakukan setelah proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan berpikir
kritis lebih efektif terjadi pada kelompok eksperimen daripada kontrol.
Hasil Penelitian
Berdasakan Gambar 1. dapat diketahui bahwa penggunaan jurnal belajar dapat
memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Menurut (Fisher, 2008) berpikir kritis
menuntut interpretasi dan evaluasi terhadap observasi, komunikasi, dan sumber-
sumber informasi lainnya Penulisan jurnal belajar yang harus dibuat siswa menuntut
mereka mengevaluasi dirinya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yakni sebagai
refleksi diri setelah pembelajaran. Jurnal belajar memiliki pengaruh terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa karena menulis jurnal belajar adalah kegiatan yang
melatih siswa mengungkapkan tentang pemikiran mereka. Menulis adalah berpikir
yang mendalam (berpikir kritis) dengan cara penemuan atau pengalaman, penyusunan
urutan pengalaman, dan ketepatan pemilihan kata. Oleh karena itu kegiatan menulis
menuntut keterlibatan penulis berpikir mendalam menemukan masalah yang
disampaikan berupa gagasan dengan penataan dan penyusunan tulisan atau karangan
yang padu agar pemikiran pembaca sama tepatnya dengan penulis (Zulkarnaini,
2011). Bentuk refleksi yang berupa jurnal belajar berhubungan dengan cara pemikiran
siswa dalam mengungkapkan pengalaman, pemahaman, dan penemuan yang
disampaikan dalam bentuk tulisan. Menulis jurnal belajar membuat siswa harus peka
terhadap apa yang telah dilakukan, didapat, dan apa yang ada dilingkungan sekitarnya
khususnya pada saat pembelajaran. Hal tersebut sebagaimana yang dikemukakan
Kartono & Imron (2010) tentang tujuan penggunaan jurnal belajar. Tujuan
penggunaan jurnal belajar diantaranya untuk memberi gambaran yang sesungguhnya
mengenai pertumbuhan pemahaman dari suatu pengalaman seseorang dan menjaga
rekaman pikiran dan ide seseorang melalui pengalaman belajarnya. Proses berpikir
yang terjadi pada diri siswa akan memudahkan dalam penulisan jurnal belajar dari
hasil proses belajar yang dilakukan karena antara apa yang ditulis siswa merupakan
hasil pemikiran mereka dari apa yang telah dialami. Hasil tulisan siswa dalam bentuk
jurnal belajar adalah hasil pemikiran siswa sehingga penggunaan jurnal belajar ini
Berdasarkan analisis data hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh
penggunaan jurnal belajar sebagai refleksi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Penulisan jurnal belajar dilakukan oleh siswa setelah proses pembelajaran. Pembelajaran
dalam penlitian ini adalah Class Wide Peer Tutoring sebagaimana menurut Hidayah et al
(2012) mengemukakan bahwa pembelajaran ini mampu memperbaiki sikap siswa dalam
proses pembelajaran karena pada sesi tutoring siswa dituntut untuk aktif baik berlaku sebagai
tutor maupun tutee secara bergantian. Hal tersebut terlihat dari ratarata isi jurnal belajar yang
ditulis siswa adalah tentang pengalaman belajar, materi yang dipahami, kesulitan belajar,
upaya yang dilakuan dalam memahami materi yang