Anda di halaman 1dari 71

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul

Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

KATA PENGANTAR

Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) berbasis kompetensi


merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media
transformasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta
pelatihan untuk mencapai kompetensi tertentu berdasarkan program pelatihan
yang mengacu kepada Standar Kompetensi.

Modul pelatihan ini berorientasi kepada pelatihan berbasis kompetensi


(Competence Based Training) diformulasikan menjadi 3 (tiga) buku, yaitu Buku
Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dalam penggunaanya sebagai referensi dalam media pembelajaran
bagi peserta pelatihan dan instruktur, agar pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan
secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan berbasis
kompetensi tersebut, maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi
dengan judul “Merakit dan Memasang Sistem Rem dan Komponen-
komponennya “.

Kami menyadari bahwa modul yang kami susun ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan masukan
untuk perbaikan agar tujuan dari penyusunan modul ini menjadi lebih efektif.
Demikian kami sampaikan, semoga Tuhan YME memberikan tuntunan
kepada kita dalam melakukan berbagai upaya perbaikan dalam menunjang proses
pelaksanaan pembelajaran di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan.

Malang, Februari 2018


Kepala PPPPTK BOE Malang,

Dr. Sumarno
NIP 19590913 198503 1 001

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 2 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 2


DAFTAR ISI ............................................................................................................... 3
ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS DIKLAT ...................................... 4
A. Acuan Standar Kompetensi Kerja .......................................................................... 4
B. Silabus Diklat ....................................................................................................... 9
LAMPIRAN ............................................................................................................... 13
1. BUKU INFORMASI
2. BUKU KERJA
3. BUKU PENILAIAN

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 3 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

ACUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA DAN SILABUS DIKLAT

A. Acuan Standar Kompetensi Kerja


Materi modul pelatihan ini mengacu pada unit kompetensi terkait yang disalin dari
Standar Kompetensi Kerja Subgolongan Teknik Kendaraan Ringan berikut:

Kode Unit : OTO.KR40.001.03


Judul Unit : Merakit dan Memasang Sistem Rem dan Komponen-
komponennya
Deskripsi Unit : Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan
untuk perakitan, pemasangan dan pengujian sistem rem
dan komponenkomponennya termasuk sistem hidrolis,
pneumatis, elektrik, dan mekanis.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

1. Merakit dan memasang sistem 1.1 Perakitan dan pemasangan sistem rem
dan komponen-komponennya dilaksanakan
rem / komponen- tanpa menyebabkan kerusakan terhadap
komponennya komponen atau sistem lainnya.

1.2 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi


pabrik dan dipahami.

1.3 Semua prosedur dilaksanakan dengan


menggunakan metode dan peralatan yang
ditentukan, berdasarkan spesifikasi dan
toleransi pabrik.

1.4 Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil


perakitan dan pemasangan sistem rem.
1.5 Seluruh kegiatan perakitan dan pemasangan
dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard
Operation Procedures), undang-undang K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-undangan dan
prosedur/kebijakan perusahaan.
2. Menguji sistem rem/ 2.1 Pengujian sistem rem/komponen-komponen
nya dilaksanakan tanpa menyebabkan
Komponen-komponennya kerusakan terhadap komponen atau sistem
lainnya.

2.2 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi


pabrik dan dipahami.

2.3 Semua prosedur dilaksanakan dengan


menggunakan metode dan peralatan yang
ditentukan, berdasarkan spesifikasi dan
toleransi pabrik.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 4 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

2.4 Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil


pengujian sistem rem.

2.5 Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan


berdasarkan SOP (Standard Operation
Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-
undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.

BATASAN VARIABEL
1. Batasan konteks:
Standar kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis &
perbaikan di bidang perbengkelan.

2. Sumber Informasi/dokumen dapat termasuk:


2.1. Spesifikasi pabrik kendaraan
2.2. SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan
2.3. Spesifikasi pabrik komponen/produk
2.4. Kebutuhan pelanggan
2.5. Persyaratan ditempat kerja/industri
2.6. Undang-undang pemerintah.

3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi:


3.1. Undang-undang tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
3.2. Ketentuan di bidang industri.

4. Sumber– sumber dapat termasuk:

4.1. Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/power tools, perlengkapan


pemotongan, perlengkapan pengukuran, perlengkapan pengangkat, per-
lengkapan pembuangan udara, perlengkapan uji (contoh: brake tester)
4.2. Perlengkapan perbaikan pipa rem.

5. Kegiatan:
Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus
termasuk:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 5 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

5.1. Sistem perakitan


5.2. Komponen pemasangan
5.3. Sistem pengujian.
6. Persyaratan khusus:
Oli, tekanan hidrolis pneumatis, listrik, sistem hidrolis elektris, sistem rem angin.

PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks:
1.1. Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui pekerjaan dan tidak
melalui pekerjaan.
1.2. Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode pelatihan yang diawasi
dan pengalaman melakukan sendiri pada tipe yang sama. Jika kondisi tempat
kerja tidak memungkinkan, penilaian dapat dilakukan melalui simulasi.
1.3. Hasil yang telah ditentukan harus dapat tercapai tanpa pengawasan langsung.
1.4. Kompetensi harus dinilai sesuai konteks kualifikasi yang sedang diperhatikan.

2. Aspek-aspek penting:
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang
berbeda pada beberapa aspek-aspek berikut:
2.1. Pemahaman dan komunikasi informasi kerja
2.2. Pengidentifikasian komponen dan bahan
2.3. Perakitan komponen dan bahan
2.4. Pelaksanaan keselamatan kerja
2.5. Sistem pengujian
2.6. Metode keamanan kendaraan.

3. Pengetahuan Dasar:
3.1. Penggunaan kode area tempat kerja
3.2. Persyaratan keamanan perlengkapan kerja
3.3. Persyaratan keselamatan diri
3.4. Peraturan perundang-undangan yang diterapkan
3.5. Prinsip-prinsip kerja sistem rem

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 6 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

3.6. Konstruksi dan fungsi yang sesuai dengan penggunaannya


3.7. Jenis-jenis bahan/material dan penggunaannya
3.8. Prosedur pembuatan pipa rem
3.9. Metode perekatan
3.10. Prosedur perakitan dan pemasangan
3.11. Informasi teknik yang sesuai
3.12. Persyaratan keamanan kendaraan
3.13. Kebijakan perusahaan/industri
3.14. Prosedur pengujian sistem rem
3.15. Jenis pelumas dan cairan rem.

4. Penilaian praktek:
4.1. Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknik
4.2. Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai
4.3. Menggunakan metode perakitan yang sesuai
4.4. Menggunakan metode pengujian yang sesuai
4.5. Memasang komponen sistem rem
4.6. Membuat berbagai komponen (contoh: pipa rem dll).

5. Unjuk Kerja dari ketrampilan yang diperlukan:


5.1. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang ditetapkan dimana
kemajuan ketrampilan seseorang di awasi secara berkala oleh
pengawas.
5.2. Melaksanakan tugas yang lebih luas dan sulit dengan peningkatan
kemandirian dan tanggung jawab individu. Hasil pekerjaan diperiksa
oleh pengawas.
5.3. Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin; menjadi mandiri
dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 7 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Kompetensi Kunci

No Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat


1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1
3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1
5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika 1
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 8 dari 13
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

B. Silabus Diklat
Judul Unit Kompetensi : Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Kode Unit Kompetensi : OTO.KR40-001.03
Deskripsi Unit Kompetensi : Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan untuk perakitan, pemasangan dan
pengujian sistem rem dan komponenkomponennya termasuk sistem hidrolis, pneumatis, elektrik, dan
mekanis.
Perkiraan Waktu Pelatihan : 30 JP @ 45 Menit
Tabel Silabus Unit Kompetensi

Perkiraan
Elemen Materi Diklat Waktu
Kriteria Unjuk Kerja Indikator Unjuk Kerja
Kompetensi Diklat (JP)
Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap (S) P K
1. Merakit dan 1.1. Perakitan dan pema-  Dapat menjelaskan • Sistem rem • Prosedur melepas Cermat, 12 18
memasang sangan sistem rem dan konsep dasar rem dan memasang teliti, taat
sistem rem/ komponen-komponennya  Dapat menjelaskan komponen – azas
komponen- dilaksanakan tanpa me- macam-macam rem komponen rem
komponennya nyebabkan kerusakan - Rem tromol
terhadap komponen atau - Rem cakram
sistem lainnya.  Dapat menjelaskan
fungsi komponen-
komponen utama
Brake sistem :
- Master sylinder
- Wheel sylinder
- Brake shoe
- Boster
- Brake Pedal
- Proportioning valve

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya Halaman 9 dari 13
Modul - Versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

 Dapat menjelaskan
minyak rem
 Mampu melepas dan
memasang komponen
rem
1.2. Informasi yang benar  Dapat menjelaskan Manfaat SOP Prosedur Penyetelan Cermat,
diakses dari spesifikasi prosedur pemeliharaan Rem teliti, taat
pabrik dan dipahami. / servis yang sesuai azas
 Mampu melakukan
penyetelan rem
1.3. Semua prosedur  Dapat menjelaskan Pengukuran Teknik pengukuran Cermat,
dilaksanakan dengan kebijakan komponen rem komponen rem teliti,
menggunakan metode pabrik/perusahaan taat
dan peralatan yang yang sesuai asas.
ditentukan,
berdasarkan spesifikasi  Mampu menggunakan
dan toleransi pabrik. peralatan dan
perlengkapan yang
sesuai.
 Harus bekerja sesuai
dengan SOP pabrik.
 Dapat menjelaskan
kebijakan
pabrik/perusahaan
yang sesuai
 Mampu mengukur
komponen rem
1.4. Data yang tepat dileng  Selalu mencatat data Manfaat Prosedur mencatat • Cermat,
kapi sesuai hasil dan mengkomunikasikan pencatatan data data teliti,
perakitan dan di tempat kerja. taat
pemasangan sistem  Mampu melaksanakan asas.
rem. pencatatan data

1.5. Seluruh kegiatan  Dapat menjelaskan Aspek K3 pada Penerapan K3 pada • Cermat,

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya Halaman 10 dari 13
Modul - Versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

perakitan dan persyaratan keamanan perakitan sistem perakitan sistem teliti,taat


pemasangan dilaksanakan perlengkapan kerja rem rem asas.
berdasarkan SOP  Mampu menerapkan
(Standard Operation K3 pada perakitan
Procedures) undang- sistem rem
undang K 3
(Keselamatan dan Kese-
hatan Kerja), Peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan.
2. Menguji sistem 2.1. Pengujian sistem rem  Dapat menjelaskan - Pengujian - Prosedur 5 10
rem / dan komponen- pengujian sistem rem sistem rem Pengujian Rem
komponen- komponennya  Mampu menguji sistem
komponennya dilaksanakan tanpa me- rem
nyebabkan kerusakan
terhadap komponen atau
sistem lainnya.
2.2. Informasi yang benar  Dapat menjelaskan Manfaat SOP Prosedur Cermat,
diakses dari spesifikasi manfaat SOP menerapkan teliti, taat
pabrik dan dipahami.  Dapat menjelaskan informasi teknik azas
persyaratan keamanan
kendaraan
 Mampu mengakses,
memahami dan
menerapkan informasi
teknik
2.3. Semua prosedur • Dapat menjelaskan  Pemilihan  Prosedur • Cermat,
dilaksanakan dengan kebijakan peralatan pemilihan alat teliti,
menggunakan metode pabrik/perusahaan taat
dan peralatan yang yang sesuai asas.
ditentukan, berdasarkan
spesifikasi dan toleransi • Mampu menggunakan
pabrik. peralatan dan
perlengkapan yang

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya Halaman 11 dari 13
Modul - Versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

sesuai.
• Harus bekerja sesuai
dengan SOP pabrik.
• Dapat menjelaskan
kebijakan
pabrik/perusahaan
yang sesuai
2.4. Data yang tepat dileng  Selalu mencatat data Manfaat Prosedur pencatatan • Cermat,
kapi sesuai hasil pera dan mengkomunikasikan pencatatan data data teliti,
kitan dan pemasangan di tempat kerja. taat
sistem asas.
rem
2.5. Seluruh kegiatan  Dapat menjelaskan Aspek K3 pada Penerapan K3 pada • Cermat,
perakitan dan Aspek K3 pada pengujian sistem pengujian sistem teliti,
pemasangan dilaksanakan pengujian sistem rem rem rem taat,
berdasarkan SOP  Mampu menerapkan asas.
(Standard Operation Penerapan K3 pada
Procedures) undang- pengujian sistem rem.
undang K 3
(Keselamatan dan
Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-
undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya Halaman 12 dari 13
Modul - Versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

LAMPIRAN

1. BUKU INFORMASI
2. BUKU KERJA
3. BUKU PENILAIAN

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Halaman: 13 dari 13
Modul versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Golongan ..... P.854300.015.02

Judul Modul: Merencanakan ……….


Halaman: 14 dari 24
Modul - Versi 2018
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BUKU INFORMASI

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 1 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................. 2


BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 4
A. Tujuan Umum ................................................................................................... 4
B. Tujuan Khusus .................................................................................................. 4
BAB II MERAKIT DAN MEMASANG SISTEM REM/KOMPONEN- KOMPONENNYA ........... 5
A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem Rem /
Komponen-komponennya .................................................................................. 5
1. Sistem Rem ...................................................................................................... 5
2. Manfaat SOP ................................................................................................... 20
3. Pengukuran Komponen Rem ............................................................................ 21
B. Keterampilan yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem Rem /
Komponen-komponennya ................................................................................ 23
1. Teknik Melepas dan Memasang Komponen Rem ............................................... 23
2. Prosedur Penyetelan Rem ................................................................................ 25
3. Prosedur Pemanfaatan SOP ............................................................................. 27
4. Prosedur Mencatat Data .................................................................................. 28
5. Penerapan K3 pada Perakitan Sistem Rem ......................................................... 28
C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem Rem /
Komponen-komponennya ................................................................................ 29
BAB III MENGUJI SISTEM REM/ KOMPONEN -KOMPONENNYA ................................. 30
A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menguji Sistem Rem / Komponen-
komponennya ................................................................................................. 30
1. Pengujian Sistem Rem ..................................................................................... 30
2. Manfaat SOP ................................................................................................... 31
4. Manfaat Pencatatan Data ................................................................................. 32
5. Aspek K3 pada Pengujian Sistem Rem .............................................................. 33
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menguji Sistem Rem / Komponen-
komponennya ................................................................................................. 33
1. Prosedur Pengujian Rem .................................................................................. 33
2. Prosedur Pemanfaatan Informasi Teknik ........................................................... 33
3. Prosedur Pemilihan Alat ................................................................................... 34
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 2 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

4. Prosedur Melengkapi Data ............................................................................... 35


5. Penerapan K3 pada Pengujian Sistem Rem ....................................................... 35
C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Menguji Sistem Rem / Komponen-komponennya
...............................................................................................................36
A. Buku Referensi .................................................................................................. 37
B. Referensi Lainnya .............................................................................................. 37
DAFTAR ALAT dan BAHAN ...................................................................................... 38
1. Daftar Peralatan/Mesin .................................................................................... 38
2. Daftar Bahan .................................................................................................. 38
DAFTAR PENYUSUN ............................................................................................... 39

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 3 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan perakitan
dan pengujian sistem rem dan komponennya sesuai dengan standar yang berlaku.

B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Perakitan dan
pemasangan sistem rem & komponen-komponennya ini guna memfasilitasi peserta
sehingga pada akhir diklat diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Merakit dan memasang sistem rem/komponen- komponennya
2. Menguji sistem rem/komponen- komponennya

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 4 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BAB II MERAKIT DAN MEMASANG SISTEM REM/KOMPONEN- KOMPONENNYA

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem


Rem/Komponen-komponennya
1. Sistem Rem
a. Konsep Rem
Rem kendaraan dirancang untuk memperlambat dan menghentikan
kendaraan dengan mengubah energi kinetik (energi gerak) menjadi
energi panas .

Gambar 2.1 Perubahan energi kinetik menjadi energi panas

Proses perubahan energi terjadi ketika kampas rem menekan tromol/


ca-kram sehingga menimbulkan gesekan yang menghasilkan energi
panas. Energi panas hasil gesekan antara kampas dan tromol/cakram
kemudian dibuang ke udara luar.
b. Macam-macam Rem
1) Rem Tromol
Sebuah unit rem tromol terdiri dari dua sepatu rem yang terpasang
pada backing plate. Ketika pedal rem ditekan, silinder roda akan
mendorong sepatu keluar untuk menekan tromol yang berputar dan
menimbulkan gesekan sehingga memperlambat kendaraan.
Ketika pedal dibebaskan, pegas pengembali menarik sepatu rem
kembali ke posisi semula.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 5 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.2 Rem tromol

Keterangan gambar:
1. Tromol 6. Silinder roda
2. Pegas sepatu rem 7. Nipel pembuang udara (bleeding)
3. Backing plate 8. Penyetel rem
4. Kampas rem 9. Pin penekan
5. Pegas pengembali 10. Sepatu rem
a) Simplek (Leading Trailing)
Ketika pedal rem ditekan, maka silinder roda mendorong
dengan tekanan yang sama pada setiap sepatu rem. Pada
gilirannya, hal ini memaksa bagian atas setiap sepatu luar
menuju tromol, dan masing-masing sepatu rem bertumpu ada
penahan yang terletak di bagian bawah dari backing plate.

Gambar 2.3 Rem tromol simplek

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 6 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

b) Duplek (Two Leading)


Rem tromol tipe two leading digunakan pada kendaraan yang
kecil atau besar pada roda depan. Pada rem roda depan
menerima tambahan sebagian beban roda belakang pada saat
kendaraan di rem. Tekanan silinder roda mendorong kedua
sepatu rem ke luar.

Gambar 2.4 Rem tromol duplek

Jika tromol berputar ke arah maju kedua sepatu rem terdapat


self-energizing karena mendapat pengaruh dari putaran tromol
(gerakan sepatu rem searah dengan putaran tromol)
keduanya menjadi sepatu leading/primer.
Namun pada saat tromol berputar ke arah mundur maka kedua
sepatu rem menjadi trailing/sekunder semua karena berlawanan
arah dengan putaran tromol sehingga tidak memiliki self-
energizing effect.
c) Duo Duplek (Dual Two Leading)
Rem tromol tipe duo two leading adalah hampir sama dengan
tipe two leading akan tetapi tipe duo two leading menggunakan
dua silinder roda masing-masing dengan dua piston dengan
demikian semua sepatu rem memiliki self-energizing effect, baik
kendaraan bergerak maju atau mundur.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 7 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.5 Rem tromol duo duplek

d) Uni Servo
Rem tromol ini dilengkapi dengan satu silinder roda pada bagian
atas sepatu rem, sedangkan bagian bawah dilengkapi dengan
baut luncur.

Gambar 2.6 Rem tromol uni servo

Bila pedal rem ditekan saat roda berputar ke kiri (maju),


tekanan fluida akan mendorong piston silinder roda dan piston
akan mendorong sepatu rem searah dengan putaran tromol.
Tenaga gesek yang dihasilkan oleh tromol dan sepatu akan
dipindahkan langsung melalui penyetel sepatu rem, kemudian
diteruskan ke sepatu sekunder. Proses ini akan menghasilkan
self energizing effect atau gaya penguatan sendiri yang besar.
Tetapi jika kendaraan bergerak mundur, maka kedua sepatu
rem menjadi sekunder atau trailing.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 8 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

e) Duo Servo
Cara kerja rem tromol tipe duo servo adalah sama dengan rem
tromol tipe servo dengan perbedaannya adalah: Tipe duo servo
menggunakan silinder roda dengan dua piston dengan demikian
baik kendaraan bergerak maju atau mundur self-energizing
effect akan muncul pada kedua sepatu rem. Dengan demiian,
saat bergerak maju atau saat bergerak mundur, kondisi kanvas
rem selalu primer atau leading.

Gambar 2.7 Rem tromol duo servo

2) Rem Cakram
Rem cakram yang digunakan pada kendaraan modern umumnya
pada roda depan, sementara ada juga yang menggunakan rem
cakram untuk rem roda depan dan belakang.
Keuntungan dari rem cakram dibanding dengan rem tromol adalah:
 Pendinginan yang baik.
 Mengurangi rem monting atau bergerak ke satu sisi
 Penyetelan secara otomatis

Gambar 2.8 Rem cakram


Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 9 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Sistem rem harus dapat menghilangkan jumlah besar panas yang


dihasilkan. Rem cakram dapat membuang panas lebih cepat
dari pada rem tromol. Beberapa rotor/cakram berventilasi,
sehingga dapat memungkinkan udara untuk bersirkulasi di antara
permukaan gesekan dan membuang panas lebih efisien. Ketika
tekanan hidrolik bekerja pada piston caliper, hal ini akan menekan
pad untuk menekan disk. Kekuatan pengereman dihasilkan oleh
gesekan antara disc brake dan kanvas. Berikut adalah macam-
macam rem cakram.
a) Kaliper Tetap
Desain kaliper tetap memiliki piston yang terletak di kedua sisi
kaliper memberikan kekuatan yang sama untuk setiap pad.
Konfigurasi kaliper bisa memasukkan satu atau dua piston di
setiap sisi. Desain ini mampu menahan beban pengereman
yang lebih besar.

Gambar 2.9 Kaliper tetap

b) Kaliper Luncur
Kaliper luncur (floating caliper) didesain tidak hanya lebih
ekonomis dan lebih ringan tetapi juga memerlukan sedikit
komponen dibanding dengan kaliper tetap. Tergantung pada
aplikasi, floating caliper memiliki satu atau dua piston. Piston ini
terletak hanya di salah satu sisi kaliper.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 10 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.10 Kaliper luncur

c) Kaliper Ayun
Kaliper berputar pada pusat putar secara berayun bila terjadi
tekanan cairan rem.

Gambar 2.11 Kaliper ayun

Konstruksi :
 Unit kaliper terpasang menjadi satu dengan rangka
 Unit kaliper terpasang pada pusat putar
 Letak kedua balok rem tidak segaris dengan sumbu torak
Cara kerja :
 Tekanan cairan rem menekan torak dan unit silinder
 Torak bergerak ke kiri mendorong balok rem 1 ke arah
permukaan gesek cakram
 Selanjutnya tekanan cairan rem juga mendesak dasar
silinder  unit kaliper bergerak mengayun mendorong
balok rem 2 kekanan, ke arah permukaan gesek cakram

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 11 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

 Gerakan kedua balok rem dengan arah berlawanan kedua


permukaan gesek cakram  cakram terjepit  terjadi
pengereman
3) Rem parkir
Standar Keselamatan Kendaraan mengharuskan rem parkir mampu
menahan kendaraan berhenti pada tingkat kemiringan 30
derajat. Sistem rem parkir di sebagian besar kendaraan
dioprasikan menggunakan tangan atau kaki, rem parkir bekerja
pada roda belakang.
Rem parkir beroperasi secara independen dari sistem rem hidrolik.
Ketika mengaktifkan tuas/pedal, kabel meregang (mengencang)
erat ke rem belakang dan mengunci rem terhadap permukaan
gesek tromol.

Gambar 2.12 Konstruksi rem tangan tromol

Keterangan gambar:
1. Sepatu rem I
2. Sepatu rem II
3. Lengan rem tangan
4. Kabel
5. Batang dorong
6. Gigi penyetel
Cara kerja :
• Lengan rem tangan ditarik oleh kabel secara manual
• Batang dorong menekan sepatu rem II dan mengangkat sepatu
rem I untuk bersama - sama menekan tromol
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 12 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

c. Fungsi Komponen Rem


1) Master Cylinder (Silinder Master)
Silinder master berfungsi mengkonversi kekuatan mekanik dari pedal
rem menjadi tekanan hidrolik pada minyak rem.

Gambar 2.13 Penampang silinder master

Cara kerja silinder master:


a) Saat bebas
Pada saat pedal rem posisi bebas piston dan seal master silinder
berada di antara lubang kompensasi dan lubang penambahan,
dengan demikian maka minyak rem berhubungan dengan ruang
kerja dan ruang tekanan rendah di belakang piston.

Gambar 2.14 Silinder master saat bebas

b) Saat diinjak

Gambar 2.15 Saat pedal rem diinjak

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 13 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Ketika pedal rem ditekan, push rod bergerak mendorong piston


utama ke depan yang memulai untuk membangun tekanan di
dalam ruang utama dan disaluran. Ketika pedal rem ditekan lebih
jauh, tekanan fluida antara piston primer dan sekunder terus
meningkat, kemudian memaksa piston sekunder depan dan me-
naikkan tekanan di sirkuit sekunder. Jika rem beroperasi dengan
benar, tekanan akan sama di kedua sirkuit.

c) Saat dilepas
Pegas pengembali mendorong piston master silinder kembali ke
posisi semula lebih cepat dari pada cairan rem kembali melalui
saluran hidrolik. Piston harus kembali dengan cepat sehingga sis-
tem rem bisa siap untuk di tekan lagi, jika diperlukan. Gerakan
kembali piston yang cepat bisa men-ciptakan kekosongan dalam
ruang tekanan tinggi silinder master.
Lubang kompensasi memungkinkan cairan rem dari reservoir un-
tuk mengisi ruang piston tekanan rendah. Cairan rem dari ruang
tekanan rendah kemudian melewati lubang di piston dan
melewati bibir seal piston.
Piston kemudian dapat kembali dan menyebabkan cairan
tambahan untuk dipindahkan ke depan piston, akibatnya ada
kelebihan cairan rem yang berada di ruang kerja master silinder.
Kelebihan cairan ini mudah dikembalikan ke reservoir melalui
lubang kompensasi yang sudah terbuka jika piston master silin-
der sudah sampai pada pembatas.

Gambar 2.16 Saat pedal rem dilepas

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 14 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

2) Wheel Cylinder (Silinder Roda)


Ketika pengemudi menginjak pedal rem, tekanan hidrolik dari master
silinder bergerak ke silinder roda. Dalam silinder roda,

tekanan hidrolik menyebabkan seal piston untuk mendorong piston.


Tindakan dari tekanan hidrolis silinder memaksa sepatu rem
menekan tromol. Ketika sopir melepaskan pedal rem dari injakan,
hal ini mengurangi tekanan hidrolik. Pegas pengembali sepatu rem
kemudian menarik sepatu rem kembali ke posisi semula. Silinder
roda dibautkan pada backing plate rem. Setiap silinder roda
memiliki katup penguras yang memungkinkan dapat membuang
udara dari silinder roda. Silinder roda ada tiga jenis, yaitu :
a) Silinder roda satu piston.

Gambar 2.17 Potongan silinder roda satu piston

Silinder roda jenis ini banyak digunakan pada rem tromol tipe
duplek (two leading) dan uni servo.

b) Silinder roda dua piston.

Gambar 2.18 Silinder roda dua piston

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 15 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Silinder roda dengan dua piston, biasa dipakai pada rem tromol
tipe duo duplek dan duo servo.

c) Silinder roda bertingkat.

Gambar 2.19 Silinder roda bertingkat

Silinder roda jenis ini umumnya dipakai pada rem tromol tipe
simplek. Luas penampang silinder dibuat tidak sama ukurannya,
hal ini dimaksudkan untuk memperoleh keausan kanvas yang
merata.

3) Brake Shoe (Sepatu Rem)


Sepatu rem berbentuk busur yang disesuaikan dengan lingkaran
drum dan dilengkapi dengan kanvas yang dikeling ataupun
direkatkan pada bagian permukaan dalam sepatu rem. Salah satu
ujung sepatu rem dihubungkan pada anchor pin atau pada baut
silinder penyetel sepatu rem. Ujung lainnya dipasangkan pada roda
silinder yang berfungsi untuk mendorong sepatu ke drum dan juga
sepatu rem ini berhubungan dengan mekanisme rem tangan.

Gambar 2.20 Sepatu rem

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 16 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

4) Boster
Kendaraan modern dilengkapi dengan boster untuk mem-
perbesar gaya pengereman ketika pengemudi menginjak pedal rem.
Sebagian besar jenis yang umum dari boster merupakan jenis keva
kuman. Sistem boster vakum menggunakan perbedaan antara keva-
kuman manifold mesin (tekanan negatif di dalam intake manifold)
dan tekanan atmosfer 14,7 psi.

Gambar 2.21 Penampang boster

Berikut diuraikan cara kerja boster.


a). Saat bebas
Ketika pedal rem pada posisi bebas, port vakum internal terbuka yang
memungkinkan kevakuman mengalir dari ruang di depan piston (ruang
vakum) menuju ruang di belakang piston (ruang variabel). Dengan
demikian pada kedua sisi diafragma menjadi vakum.
Pegas diafragma menekan piston kearah dasar, sehingga pushrod
tidak menekan piston master silinder.

Gambar 2.22 Kondisi boster belum bekerja

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 17 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

b). Saat pedal diinjak


Pada saat pedal rem diinjak, pushrod bergerak maju dan akan
menutup vakum port dan membuka air inlet valve.
Dengan demikian ruang di bagian belakang diafragma terputus
dengan ruangan di depan diafragma dan pada saat yang sama
memungkinkan tekanan udara atmosfer untuk melewati katup
inlet udara masuk ke ruang bagian belakang diafragma. Hal ini
akan menggerakkan piston maju dan pushrod akan menekan
piston silinder master sehingga rem bekerja.

Gambar 2.23 Saat boster bekerja

5) Brake Pedal (Pedal Rem)

Gambar 2.24 Pedal rem

Pedal rem berfungsi memindahkan gaya kaki pengemudi ke silinder


master. Analisis cara kerja pedal rem adalah pada saat pedal mulai
ditekan sampai rem berfungsi untuk menghentikan kendaraan. Per-
tama yang dilihat adalah langkah pedal, yaitu langkah antara batang
pendorong silinder master, kemudian saat piston silinder master
mulai bergerak dan tekanan fluida mulai naik. Selanjutnya sepatu
rem menyentuh bagian dalam tromol. Jika persentuhannya
sempurna, maka pedal rem tidak dapat ditekan kembali. Jarak dari
titik dudukan ke lantai disebut jarak cadangan (langkah).
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 18 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Jika jarak cadangan pedal kurang dari spesifikasi, maka rem perlu
disetel: yaitu celah kanvas dan tromol serta diperiksa ketebalan
kanvasnya.

6) Proportioning Valve
Dalam kondisi pengereman berat (tekanan hidrolis tinggi), rem
roda belakang (tromol) lebih rentan terhadap blokir dari pada rem
roda depan (cakram).
Sebagian alasannya adalah bahwa kekuatan pengereman yang cepat
beban roda depan cenderung bertambah yang pada gilirannya,
mengurangi beban pada roda belakang. Hal ini akan berakibat pada
roda belakang mudah terjadi blokir. Oleh karena itu katup
proporsional digunakan dalam sirkuit hidrolik rem roda belakang
untuk mencegah terjadinya blokir pada roda belakang.

Gambar 2.25 Penampang katup proporsional

Selama pengereman yang normal, atau saat rem pertama


diterapkan, katup proporsi terbuka dan tidak memberikan efek
apapun pada rem roda belakang. Fluida memasuki katup melewati
lubang kecil dan keluar ke saluran rem roda belakang.

Gambar 2.26 katup proporsional kondisi kerja  50 bar

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 19 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Tekanan hidraulis silinder master  50 bar:


 Karena terdapat perbedaan luas penampang torak di belakang sil
pembuka maka torak bergerak ke kiri melawan pegas,
 Sehingga torak pengatur menutup lubang pemasukan,
 Aliran hidraulis ke silinder roda terputus,
 Terjadi perbedaan tekanan antara silinder master dan silinder
roda

Gambar 2.27 Katup proporsional kondisi kerja  80 bar

Jika tekanan silinder master mencapai 80 bar, maka tekanan


hidraulis silinder master lebih besar dari silinder roda belakang,
sehingga torak pengatur dapat bergerak kekanan dan membuka
lubang pemasukan. Aliran hidraulis mengalir ke silinder roda melalui
lubang pemasukan. Setelah tekanannya sama, maka torak pengatur
dapat bergerak ke kiri dan menutup lubang pemasukan lagi, maka
terdapat penambahan tekanan silinder roda belakang.

2. Manfaat SOP
a. Pengertian SOP
Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah sistem yang disusun
untuk memudahkan, merapihkan dan menertibkan pekerjaan. Sistem
ini berisi urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.
b. Manfaat SOP
1) Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan
mekanik cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu
mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
2) Menciptakan bahan-bahan training yang dapat membantu mekanik
baru untuk cepat melakukan tugasnya.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 20 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

3) Menunjukkan kinerja organisasi efisien dan dikelola dengan baik.


4) Menyediakan pedoman bagi setiap mekanik di unit pelayanan
dalam memberikan pelayanan sehari-hari.
5) Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian servis

3. Pengukuran Komponen Rem


a. Mengukur ketebalan kampas
Ketebalan kampas rem perlu diukur agar efisiensi pengereman mak-
simum dapat tercapai. Kanvas (pad) yang terlalu tipis, akan menyebab-
kan injakan pedal semakin dalam, jarak pengereman menjadi panjang.
Hal ini tentu berbahaya bagi keselamatan penumpang. Batas ketebalan
kampas dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2.28 Batas ketebalan kampas

b. Mengukur keolengan disc brake


Cakram harus dipelihara karena toleransi keolengan yang sangat kecil.
Jika keolengan terlalu besar atau memiliki variasi ketebalan yang ber-
lebihan (ketebalan yang berbeda di sekitar disc brake) dapat menye-
babkan keausan kampas tidak merata dan pedal akan bergetar saat
pengereman. Pengukuran keolengan disc brake dapat dilihat pada
gambar berikut.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 21 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.29 Mengukur keolengan disc brake

4. Manfaat Pencatatan Data


Proses yang tidak boleh dilupakan dalam perakitan dan pemasangan kom-
ponen rem adalah mencatat data. Data yang dimaksud adalah data-data
yang diperoleh setelah proses perakitan komponen rem selesai. Hakikat
dari proses ini adalah membandingkan data hasil perakitan dengan data
yang ada di buku manual.
Contoh data yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Gambar 2.30 Contoh pengukuran diameter luar tromol

Sebelum memasang tromol rem, periksa diameter luar “a” pada brake shoe.
Jika tidak sesuai spesifikasi di bawah ini, setel dengan memutar adjuster.
Diameter luar brake shoe “a” = Diameter dalam (tromol rem) – (0.51) mm

5. Aspek K3 pada Perakitan Sistem Rem


Hal-hal yang berhubungan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada
perakitan komponen rem di antaranya:
a. Jangan bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyagga yang
baik.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 22 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

b. Hindarkan tumpahnya cairan rem. Jika ada tumpahan, bersihkan


langsung dengan air. Perhatikan : Cairan rem merusak cat.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem


Rem/Komponen-komponennya
1. Teknik Melepas dan Memasang Komponen Rem
a. Teknik melepas komponen rem tromol
1) Beri tanda pada tromol dan bagian pemusat pada flens roda, agar
dapat dipasang kembali seperti posisi semula. Posisi pemasangan yang
berlainan dapat menimbulkan tromol oleng, akibatnya mobil bergetar
pada saat direm.
2) Lepas tuas rem tangan sehingga tromol dapat dilepas.
3) Jika berkarat, bersihkan bagian pemusat pada flens roda dengan
kertas gosok dan beri oli untuk memudahkan pelepasan tromol.
4) Kalau tromol tidak dapat dilepas dengan tangan, tarik tromol dengan
memakai sekrup pada lubang–lubang ulir yang tersedia untuk pelepasan.
5). Putar sekrup ( biasanya M8 ) bergantian setiap satu putaran kedalam
sampai tromol terlepas
6). Jika tidak ada lubang ulir untuk menarik tromol, pukul dengan palu
baja pada sisi tromol, sampai tromol dapat dilepas.

Gambar 2.31 Pelepasan Tromol

b. Teknik melepas komponen rem cakram


1) Lepas baut pengunci kaliper
2) Angkat kaliper dan keluarkan balok - balok rem.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 23 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.32 Pelepasan komponen rem cakram

c. Teknik memasang komponen rem tromol


1) Sebelum memasang tromol rem, periksa diameter luar “a” brake shoe.
Jika tidak sesuai spesifikasi, setel dengan memutar adjuster.
2) Pasang tromol rem setelah bagian dalam tromol rem dan brake shoe
benar-benar bersih dari kotoran dan oli.
3) Selesai seluruhnya, tekan pedal rem dengan beban 300 N (30 kg, 66 lbs)
sedikitnya 15 – 20 kali hingga bunyi „ klik‟ adjuster actuator tidak
terdengar dari tromol rem, yang berarti celah drum-ke-brake shoe
sudah tepat.
4) Pasang roda dan kencangkan bautnya sesuai spesifikasi.
Momen pengencangan Mur roda: 85 N•m (8.5 kg-m, 61.5 lb-ft)
5) Periksa apakah tromol tidak bergesekan dan pengereman bekerja
normal. Turunkan kendaraan dan lakukan tes pengereman (rem tangan
dan rem kaki).

d. Teknik memasang komponen rem cakram


1) Pasang balok–balok rem pada
dudukannya dalam kerangka.
2) Perhatikan dudukan klip –
klipnya!
3) Pasang busing, batang dan tabung
pengantar pada busing dalam kaliper.
4) Perhatikan vet dan karet pelindung
kotoran!

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 24 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

5) Pasang kaliper pada kerangka


dengan cara memasukkan
busing
kaliper pada batang pengantar
tetap.
6) Perhatikan vet dan karet
pelindung kotoran!
7) Turunkan kaliper, pasang dan
keraskan baut pengikatnya pada
chasis.

2. Prosedur Penyetelan Rem


a. Penyetelan tinggi pedal (2)
Tinggi pedal dari lantai : 154,7–164,7 mm (6,091–6,484 In). bila perlu
setel tinggi pedal dengan prosedur sebagai berikut.

1) Kendorkan swit lampu rem secukupnya


2) Setel tinggi pedal dengan memutar batang pendorong pedal
3) Kembalikan swit lampu rem sampai bodi swit menyinggung pembatas
pedal
4) Setelah penyetelan tinggi pedal, periksa dan setel gerak bebas pedal

Gambar 2.33 Varian penyetelan pedal

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 25 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

b. Penyetelan gerak bebas pedal


1) Bila ada kerusakan/kesalahan setel gerak bebas pedal dengan memutar
batang pendorong pedal
2) Start mesin dan pastikan adanya gerak pedal
3) Setelah penyetelan gerak bebas pedal periksa tinggi pedal

c. Penyetelan celah kampas


Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lubang pada piringan
rem. Lubang – lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet.

Gambar 2.34 Penyetelan celah kampas

Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng, tapi sering lebih sederhana


dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan
keperluan.

Gambar 2.35 Alat setel

Sebelum penyetelan, rem tangan harus dilepas dan pedal sudah disetel
terlebih dulu. Penyetelan sepatu rem dilakukan seperti berikut:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 26 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

• Rapatkan sepatu rem sampai


rem mencekam….

• Kemudian, kendorkan rem


sampai roda dapat berputar
bebas. Untuk itu, mur penyetel
harus diputar kembali 3 – 6 gigi.

 Sesudah penyetelan pada semua roda, gerak bebas pada


pedal rem harus sedikit. Kalau masih ada gerak bebas
yang besar, kontrol penyetelan kembali.

Catatan :
Kadang – kadang, sesudah penyetelan yang benar masih ada suara
gesekan yang rendah. Hal itu tidak mempengaruhi fungsi rem, sejauh tidak
ada hambatan gesek yang dapat dirasakan selama roda diputar dengan
tangan. Suara tersebut terjadi, kalau sisi sepatu rem menggesek sedikit
pada sisi tromol yang berkarat.

3. Prosedur Pemanfaatan SOP


Prosedur SOP dilaksanakan sebagai berikut.
Saat melaksanakan pelepasan sampai dengan perakitan kembali komponen
rem, mekanik melakukannya dengan cara mencocokkan jenis pekerjaan
yang sedang dilakukan dengan panduan yang ada di buku manual. Proses
ini dilakukan dengan mencari prosedur bongkar pasang komponen rem
pada daftar isi buku manual, karena pada umumnya buku manual sangat
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 27 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

tebal. Jika panduan pekerjaan di buku manual sudah ditemukan, maka


mekanik wajib mengurutkan proses pekerjaannya sesuai buku manual.

4. Prosedur Mencatat Data


Prosedur melengkapi data berkaitan dengan pekerjaan melepas dan mema-
sang komponen rem adalah membuat tabel hasil pekerjaan yang
dibandingkan dengan buku manual.
No Rem Cakram Rem Tromol
. Hasil Data Buku Hasil Data Buku
Pengukuran Manual Pengukuran Manual

1 Ketebalan Diameter
cakram dalam
tromol
2 Run-out Kondisi

cakram bidang
gesek
tromol
Ketebalan Keovalan
3
kanvas tromol
4 Hambatan Ketebalan
gelinding kanvas
(tanpa
rem)
5 Hambatan
gelinding
(dengan
rem)

5. Penerapan K3 pada Perakitan Sistem Rem


a. Mendongkrak
• Sebelum menaikkan kendaraan dengan lift, perhatikan keseimbangan
kendaraan. Keseimbangan ini sangat dipengaruhi oleh komponen apa
yang akan diangkat/dilepas.
• Sebelum kendaraan dinaikkan, periksa apakah ujung lengan lift tidak
menyentuh pipa rem, pipa bahan bakar, braket atau komponen lain.
• Ketika mendongkrak bagian depan atau belakang kendaraan, letakkan
dongkrak (1) di bagian tengah frame suspensi depan (2) atau axle
housing belakang (3) seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 28 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.38 Prosedur mendongkrak

• Kunci lift dengan baik setelah kendaraan terangkat.

b. Melepas dan memasang komponen rem


 Gunakan masker
 Jangan menggunakan pistol udara untuk menghilangkan kotoran atau
debu yang melekat pada pad/tromol
 Gunakan alat yang tepat sesuai dengan sifat pekerjaan.

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Merakit dan Memasang Sistem


Rem/Komponen-komponennya
Harus bersikap secara:
1. Cermat dan teliti dalam menganalisis data;
2. Taat asas dalam mengaplikasikan langkah-langkah, panduan, dan pedoman
yang dilakukan dalam menyusun tahapan penyajian;
3. Berpikir analitis serta evaluatif waktu melakukan analisis.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 29 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BAB III MENGUJI SISTEM REM/ KOMPONEN -KOMPONENNYA

A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menguji Sistem Rem/Komponen-


komponennya
1. Pengujian Sistem Rem
Alasan untuk pengujian sistem rem adalah untuk:
 memenuhi peraturan penggunaan jalan raya dan untuk memberikan syarat
keamanan.
 mendiagnosis masalah bagi pengendara kendaraan.
 memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan secara efektif.
a) Petunjuk Umum
Ada beberapa kondisi yang akan mempengaruhi gerakan rem, kondisi ini ha-
rus dicek sebelum tes secara intensif atau kontinyu dilakukan.
1) Ban
a) Ban harus dipompa pada tekanan yang tepat
b) Jenis dan kondisi ban harus sama
2) Beban Kendaraan
a) Beban harus tidak boleh melebihi batas sfesifikasi pabrik pembuatnya
b) Beban harus didistribusikan sehingga poros dengan pengaruh penge-
reman harus membawa beban lebih
3) Bantalan Roda Depan
Gerakan pedal rem yang berlebihan mungkin mengakibatkan kelonggaran
bantalan roda
4) Pengaruh Roda Depan
Ketidakrataan atau ketidaktepatan sudut Camber dan penyetelan infikasi
kemudi akan memberikan pengaruh sama seperti tarikan rem.
b) Tes Kondisi Jalan
Untuk tes sistem pengereman, prosesnya adalah sebagai berikut:
1) Lakukan pemeriksaan rem, catat hasil pembacaan dalam keadaan yang
tepat, jika menggunakan deselorometer untuk mengukur efek
pengereman, maka yang harus dilakukan adalah dengan permukaan jalan
harus kering dan kondisinya rata.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 30 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

2) Posisi pada netral harus dipilih sebelum rem digunakan.


3) Kendaraan direm pada jalan yang lurus
4) Pembacaan deselorometer harus memberikan dengan keadaan relevan

2. Manfaat SOP
a. Pengertian SOP
Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah sistem yang disusun untuk
memudahkan, merapihkan dan menertibkan pekerjaan. Sistem ini berisi
urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.
b. Manfaat SOP
1) Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan mekanik cara
konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha
yang telah dilakukan.
2) Menciptakan bahan-bahan training yang dapat membantu mekanik baru
untuk cepat melakukan tugasnya.
3) Menunjukkan kinerja organisasi efisien dan dikelola dengan baik.
4) Menyediakan pedoman bagi setiap mekanik di unit pelayanan dalam
memberikan pelayanan sehari-hari.
5) Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian servis

3. Pemilihan Peralatan
Pada pengujian sistem rem, diperlukan beberapa peralatan khusus, selain alat alat
yang umum dipakai. Pemilihan peralatan dilakukan untuk menjamin pekerjaan di-
laksanakan dengan baik, agar semua komponen terpasang sebagaimana
mestinya.
Peralatan yang umum dipakai pada pengujian rem di antaranya alat tangan
seperti kunci-kunci, obeng, tang, pahat, penitik, dan klem.
Peralatan khusus pada pengujian rem adalah decelometer. Alat ini berfungsi untuk
mengukur perlambatan yang dihasilkan dari efek pengereman.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 31 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Gambar 2.39 Decelometer

4. Manfaat Pencatatan Data


Proses yang tidak boleh dilupakan dalam pengujian rem adalah mencatat data.
Data yang dimaksud adalah data-data yang diperoleh setelah proses pengujian
rem selesai. Hakikat dari proses ini adalah membandingkan data hasil pengujian
dengan nilai acuan.
Contoh, dari hasil pengujian rem pada berbagai variasi kecepatan diperoleh grafik
berikut.

Gambar 2.40 Grafik perlambatan

Berdasarkan grafik tersebut, diperoleh data pada kecepatan 40 km/jam, kenda-


raan membutuhkan perlambatan maksimum 6 m/dt2 pada jarak pengereman 10
meter. Nilai perlambatan yang diperoleh sama dengan 60% G. Nilai perlambatan
maksimum yang diijinkan adalah 60% terhadap G (gravitasi).
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 32 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

5. Aspek K3 pada Pengujian Sistem Rem


Pengujian rem dilakukan dengan melaksanakan tes jalan. Persyaratan yang harus
dipenuhi saat tes jalan antara lain:
a. Lokasi uji adalah aspal kering.
b. Kendaraan direm saat berjalan lurus.
c. Sistem kemudi dan sistem suspensi kendaraan masih berfungsi dengan baik.
d. Koefisien gesek ban masih bagus.
e. Kampas rem (brake pad) masih memenuhi syarat, baik ketebalannya
maupun koefisien geseknya.
f. Pengemudi dalam keadaan sehat,tidak dalam pengaruh alkohol.

B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menguji Sistem Rem/Komponen-


komponennya
1. Prosedur Pengujian Rem
Untuk mengetes rem setelah diperbaiki/perbaikan caranya sebagai berikut:
a. Pada waktu menggunakan penekanan rem dengan ringan dan dengarkan
bunyi yang tidak normal.
b. Gunakan beberapa tes penghentian/stop, rem harus dapat menghentikan ken-
daraan pada jalan yang lurus dan bidang permukaan gesek panas atau dingin.
c. Jangan mengulangi penyetelan rem jika permukaan bidang gesek masih
panas, rem akan tertarik atau terkunci.
d. Jangan menyetel rem jika permukaan gesek masih panas karena akan mem-
bakar tangan anda.
e. Terakhir, periksa kebocoran komponen bodi bawah atau cek cairan rem dalam
silinder master.

2. Prosedur Pemanfaatan Informasi Teknik


Informasi teknik biasanya diperoleh dari buku manual. Prosedur penggunaan
buku manual adalah sebagai berikut.
a. Untuk mencari bab yang diperlukan dapat melihat pada daftar isi. Sedangkan
untuk melihat isi dari setiap bab dapat melihat daftar isi yang terdapat pada
halaman pertama setiap babnya.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 33 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

b. Setiap bab mempunyai nomor halaman sendiri yang tercetak di bagian atas
halaman dan selalu disertai dengan nama bab.
c. Pemakaian Special Tool dan Momen Pengencangan ditunjukkan seperti pada
gambar di bawah ini.

Gambar 2.42 Contoh penggunaan SST dan momen pengencangan

d. Untuk mengetahui singkatan-singkatan yang digunakan bisa dilihat pada


“Singkatan-singkatan yang digunakan pada Manual ini”.
e. Buku manual umumnya menggunakan Standar Internasional, metric dan foot-
pound system.
f. Di akhir setiap bab, terdapat penjelasan mengenai “Special Tools”, “Material
yang digunakan” dan “Spesifikasi Momen Pengencangan” yang harus dipakai
dalam setiap prosedur kerja.

3. Prosedur Pemilihan Alat


Pada pengujian sistem rem setelah dirakit, maka uji dilakukan dengan cara tes
jalan untuk mengetahui besarnya perlambatan yang terjadi. Dari berbagai alat
yang digunakan pada unit kompetensi ini, maka alat yang paling cocok untuk
mengukur perlambatan adalah decelerometer (lihat gambar 2.39).
Proses penggunaan alat ini adalah sebagai berikut.
a. Persiapan: Posisikan kendaraan di lokasi uji rem dan tempatkan decelero-
meter di lantai kendaraan atau kaca depan sopir
b. Instalasi dan Pengaturan:
1) Meter disetel ke nol dengan mengendorkan mur, miringkan mangkuk
sampai jarum panjang mengarah ke angka nol lalu kencangkan mur.
(display alat harus menghadap pengemudi)
2) Posisikan jarum perekam ke sisi kiri jarum utama dengan memutar tombol
krom di bagian tengah.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Modul - Versi 2018 Halaman: 34 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

3) Alat siap digunakan.


c. Pengujian:
1) Jalankan kendaraan dengan kecepatan tetap (tidak kurang dari 32 Km per
jam) dan injak pedal rem dengan lembut dan perlahan untuk menghen-
tikan kendaraan.
2) Rem tidak boleh diinjak tiba-tiba agar tidak terjadi pembacaan yang salah.
3) Pengemudi tidak perlu memperhatikan alat, fokus pada jalan. Hasil
pengukuran akan terekam melalui jarum pendek.
4) Dokumentasikan semua aktivitas pengujian.

4. Prosedur Melengkapi Data


Proses berikutnya dari pengujian rem adalah melengkapi data. Data diperoleh
dari hasil pengujian rem pada beberapa jarak pengereman. Jarak pengereman
yang dipilih pada pengujian rem ini adalah 10 meter dan 15 meter. Pemilihan
jarak dilakukan berdasarkan faktor keamanan dan kenyamanan. Jarak
pengereman yang terlalu pendek akan memberikan perlambatan yang terlalu
besar. Sebaliknya, jarak pengereman yang terlalu panjang membahayakan
pengemudi.

Hasil pengujian rem yang diperoleh, kemudian dimasukkan pada tabel berikut.
Tabel 1. Data Hasil Jarak Pengereman

Jarak Pengereman No. Vo (km/h) a T


(meter) (m/dt2) (det)
1 40
10 2 50
3 60
1 40
15 2 50
3 60

5. Penerapan K3 pada Pengujian Sistem Rem


Prosedur keselamatan kereja yang harus dipatuhi oleh pengemudi adalah
sebagai berikut.
a. Pasang sabuk pengaman
b. Pengujian rem dilakukan pada saat cuaca cerah, hindari uji rem saat hujan.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 35 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

c. Koefisien gesek ban terhadap jalan masih baik. Dalam arti, ban tidak gundul
atau aus berlebihan.
d. Lokasi pengujian rem aman, bukan merupakan jalur lalu lintas yang ramai.
e. Gunakan kendaraan jenis station, bukan jenis pick up.
f. Pastikan bahwa rem berfungsi dengan baik sebelumpengujian dilaksanakan.
g. Siapkan kotak P3K untuk menghadapi situasi darurat.
h. Minta bantuan seseorang untuk memberi aba aba, terutama saat mengerem.
i. Jangan menginjak rem secara tiba-tiba.

C. Sikap kerja yang diperlukan dalam Menguji Sistem Rem / Komponen-


komponennya
Harus bersikap secara:
1. Hati-hati dalam pelaksanaan uji rem
2. Taat asas dalam arti mentaati rambu rambu lalu lintas.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 36 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku Referensi
1. Daryanto Drs. 2002 Teknik Merawat Auto Mobil lengkap, Bandung, CV
YRAMA WIDYA.
2. Teves, Alfred, 1995, Bremsen Handbuch, Bartsch Verlag Ottobrunn,
Muenchen
3. Toyota. 1995, new step 2 Chasis group. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor

B. Referensi Lainnya

1. Bohner, Max, Fachkunde Kraftfahrzeugtechnik, 27 Auflage 2001,


Verlag Europa Lehrmittel, Nourney, Vollmer GmbH & Co.,
42781 Hanan-Gruiten

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 37 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR ALAT dan BAHAN

1. Daftar Peralatan/Mesin

No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan


1. Alat angkat (dongkrak)
2. Penyangga (stand)
3. Alat-alat tangan (hand tools)
4. Kunci roda
5. Bak plastic
6. Kuas
7. Pistol dan selang udara
8. Kunci momen
9. Kaca mata kerja
10. Kaos tangan
11. Sepatu kerja
12. Vender cover
13. Mobil (car trainer)
14. SST (penyetel rem)
15. Klem F
16. Tang pegas
17. Klem selang rem

2. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan


1. Kertas gosok
2. Kain lap
3. Vet
4. Minyak rem
5. Sabun cuci
6.
7.
8.
9.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 38 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR PENYUSUN

No. Nama Profesi

1. Widyaiswara PPPPTK BOE Malang


1. Ch. Wawan Darmawan 2. Asesor LSP-P2 PPPPTK BOE Malang
3. Anggota IWI

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 39 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Modul - Versi 2018 Halaman: 40 dari 40
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BUKU KERJA

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 1 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

PENJELASAN UMUM

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan berbasis kompetensi mengharuskan


proses pelatihan memenuhi unit kompetensi secara utuh yang terdiri atas
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Dalam buku informasi Merakit dan
Memasang Sistem Rem dan Komponen-komponennya telah disampaikan
informasi apa saja yang diperlukan sebagai pengetahuan yang harus dimiliki untuk
melakukan praktik/keterampilan terhadap unit kompetensi tersebut. Setelah mem-
peroleh pengetahuan dilanjutkan dengan latihan-latihan guna mengaplikasikan
pengetahuan yang telah dimiliki tersebut. Untuk itu diperlukan buku kerja Merakit
dan Memasang Sistem Rem dan Komponen-komponennya ini sebagai media
praktik dan sekaligus mengaplikasikan sikap kerja yang telah ditetapkan karena sikap
kerja melekat pada keterampilan. Adapun tujuan dibuatnya buku kerja ini adalah:
1. Prinsip pelatihan berbasis kompetensi dapat dilakukan sesuai dengan konsep
yang telah digariskan, yaitu pelatihan ditempuh elemen kompetensi per elemen
kompetensi, baik secara teori maupun praktik;
2. Prinsip praktik dapat dilakukan setelah dinyatakan kompeten teorinya dapat
dilakukan secara jelas dan tegas;
3. Pengukuran unjuk kerja dapat dilakukan dengan jelas dan pasti.

Ruang lingkup buku kerja ini meliputi pengerjaan tugas-tugas teori dan praktik per
elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja berdasarkan SKKNI Sub-sektor Teknik
Kendaraan Ringan. Ruang lingkup buku kerja ini meliputi pengerjaan tugas-tugas teori
dan praktik per elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja berdasarkan SKKNI Sub-
sektor Teknik Kendaraan Ringan.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 2 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

DAFTAR ISI

PENJELASAN UMUM ................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ............................................................................................................... 3

BAB I MERAKIT DAN MEMASANG SISTEM REM/KOMPONEN-KOMPONENNYA ................ 4

A Tugas Teori 1 ................................................................................................... 4

B Tugas Praktik 1................................................................................................. 6

C Pengamatan Sikap kerja .................................................................................... 9

BAB II MENGUJI SISTEM REM/ KOMPONEN -KOMPONENNYA .................................... 10

A Tugas Teori 2 ................................................................................................. 10

B Tugas Praktik 2............................................................................................... 12

C Pengamatan Sikap kerja .................................................................................. 16

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 3 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BAB I MERAKIT DAN MEMASANG SISTEM REM/KOMPONEN-KOMPONENNYA

A Tugas Teori 1

Perintah : Jawablah soal di bawah ini


Waktu Penyelesaian : 60 menit
Soal :
1. Pada rem tromol jenis duo servo, diketahui, bahwa panjang kanvas rem
berbeda antara kiri dan kanan. Jelaskan alasannya.
2. Jelaskan alasan penggunaan silinder roda bertingkat.
3. Jelaskan cara kerja silinder master

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 4 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Lembar Evaluasi Tugas Teori Merakit Dan Memasang Sistem


Rem/Komponen-Komponennya

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani.

No. Benar Salah


1.
2.
3.

Apakah semua pertanyaan Tugas Teori Merakit Dan Memasang Sistem


Rem/Komponen-Komponennya dijawab dengan benar dengan waktu yang
telah ditentukan?

YA TIDAK

NAMA TANDA TANGAN

PESERTA .............................................. ...................................

PENILAI .............................................. ...................................

Catatan Penilai:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 5 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

B Tugas Praktik 1

1. Elemen Kompetensi Merakit dan Memasang Sistem Rem/Komponen-


komponennya :
2. Waktu Penyelesaian : 90 menit
3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas, peserta mampu:
a. Merakit dan Memasang Sistem Rem/Komponen-komponennya
perbaikan sesuai kebutuhan
b. Menyiapkan dan memeriksa Peralatan tangan, uji dan ukur sesuai
dengan kebutuhan dan kelayakannya.
c. Menyiapkan Pengaman pribadi dan pengamanan lingkungan kerja
sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja.
d. Menyediakan suku cadang yang sesuai dengan jenis pemakaian.
e. Melakukan tindakan pencegahan kecelakaan kerja sesuai dengan
persyaratan K-3 yang berlaku untuk pekerjaan ini.
4. Daftar Alat/Mesin dan Bahan :

NO NAMA BARANG SPESIFIKASI KETERANGAN


A. ALAT
1. Peralatan Tangan standar
2. Peralatan Uji dan Ukur standar
3. Peralatan K-3 standar
4. Mobil instruksi

B. BAHAN
1. Kertas gosok
2. Minyak rem
3. Kampas rem
4. Kain lap (majun)

5. Indikator Unjuk Kerja (IUK):

a. Mampu merakit dan memasang sistem rem/komponen-komponennya


perbaikan sesuai kebutuhan
b. Mampu menyiapkan dan memeriksa peralatan tangan, uji dan ukur sesuai
dengan kebutuhan dan kelayakannya.
c. Mampu menyiapkan pengaman pribadi dan pengamanan lingkungan kerja
sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja.
d. Mampu menyediakan suku cadang yang sesuai dengan jenis pemakaian.
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 6 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

e. Mampu melakukan tindakan pencegahan kecelakaan kerja sesuai dengan


persyaratan K-3 yang berlaku untuk pekerjaan ini.

6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilakukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
a. Bertindak berdasarkan sikap kerja yang sudah ditetapkan sehingga
diperoleh hasil seperti yang diharapkan, jangan sampai terjadi
kesalahan karena ketidaktelitian dan tidak taat asas.
b. Dilarang bekerja di bawah kendaraan sebelum kendaraan disangga
dengan benar.
c. Dilarang membersihkan rem dengan angin, karena debu asbes dari
kanvas beracun.
d. Gunakan masker saat bekerja.
7. Standar Kinerja
a. Dikerjakan selesai tepat waktu, waktu yang digunakan tidak lebih dari
yang ditetapkan.
b. Toleransi kesalahan 5% dari hasil yang harus dicapai, tetapi bukan pada
kesalahan kegiatan kritis.
8. Tugas
Pada unit kompetensi ini, pekerjaan dasar adalah merakit dan memasang
komponen-komponen rem. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pengukuran
kompoenen dan perakitan kompoenen rem selesai dilaksanakan. Bersamaan
dengan proses perakitan komponen, dilakukan penyetelan celah kampas, agar
sistem rem berfungsi maksimal.
9. Instruksi Kerja
Setelah membaca abstraksi nomor 8 selanjutnya ikuti instruksi kerja
sebagai berikut:
a. Lepas komponen rem tromol.
b. Lepas komponen rem cakram.
c. Ukur komponen komponen rem, jika kondisi komponen sudah di luar
batas spesifikasi, ganti.
d. Pasang rem tromol
Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya
Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 7 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

e. Pasang rem cakram.


f. Setel tinggi pedal.
g. Setel gerak bebas pedal

h. Setel celah kampas.

10. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas I


PENCAPAIAN PENILAIAN
NO DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK
YA TIDAK K BK
1. Melepas komponen rem tromol Lepas dengan benar
2. Melepas komponen rem cakram Lepas dengan benar
3. Mengukur komponen Mengukur dengan
alat yang tepat
d.
4. Pasang rem tromol. Pasang dengan benar
5. Pasang rem cakram. Pasang dengan benar
6. Setel tinggi pedal. Setel sesuai spek
7. Setel gerak bebas pedal Setel sesuai spek
8. Setel celah kampas. Setel sesuai spek

Apakah semua instruksi kerja tugas praktik Merakit dan Memasang Sistem
Rem/Komponen-komponennya dilaksanakan dengan benar dengan waktu
yang telah ditentukan?

YA TIDAK

NAMA TANDA TANGAN

PESERTA .............................................. ...................................

PENILAI .............................................. ...................................

Catatan Penilai:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 8 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

C Pengamatan Sikap kerja

CEK LIS PENGAMATAN SIKAP KERJA

Indikator Unjuk Kerja No. K.U.K K BK Keterangan


1. Harus bertindak tepat dan benar 1.1

2. Harus bertindak tepat, teliti dan 1.2


benar
3. Harus bertindak teliti dan 1.3
cermat

Catatan:
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

Tanda Tangan Peserta : ......................................

Tanda Tangan Instruktur : ......................................

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 9 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

BAB II MENGUJI SISTEM REM/ KOMPONEN -KOMPONENNYA

A Tugas Teori 2

Perintah : Jawablah soal di bawah ini


Waktu Penyelesaian : 20 menit
Soal :
1. Jelaskan alasan pengujian sistem rem.
2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengereman saat pelaksanaan
uji rem.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 10 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Lembar Evaluasi Tugas Teori Menguji Sistem Rem/ Komponen –


Komponennya

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani.

No. Benar Salah


1.
2.

Apakah semua pertanyaan Tugas Teori Menguji Sistem Rem/ Komponen -


Komponennya dijawab dengan benar dengan waktu yang telah ditentukan?

YA TIDAK

NAMA TANDA TANGAN

PESERTA .............................................. ...................................

PENILAI .............................................. ...................................

Catatan Penilai:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 11 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

B Tugas Praktik 2

1. Elemen Kompetensi : MENGUJI SISTEM REM/ KOMPONEN -KOMPONENNYA


2. Waktu Penyelesaian : 20 menit
3. Tujuan Pelatihan : Setelah menyelesaikan tugas, peserta mampu:
a. Melakukan pengujian sistem rem.
b. Menyiapkan dan memeriksa peralatan tangan, uji dan ukur sesuai dengan
kebutuhan dan kelayakannya.
c. Menyiapkan pengaman pribadi dan pengamanan lingkungan kerja sesuai
dengan kebutuhan dan persyaratan kerja.
d. Menyediakan suku cadang yang sesuai dengan jenis pemakaian.
e. Melakukan tindakan pencegahan kecelakaan kerja sesuai dengan
persyaratan K-3 yang berlaku untuk pekerjaan ini.
4. Daftar Alat/Mesin dan Bahan :

NO NAMA BARANG SPESIFIKASI KETERANGAN


A. ALAT
1. Peralatan Tangan standar
2. Peralatan Uji dan Ukur standar
3. Peralatan K-3 standar
4. Mobil Instruksi

B. BAHAN
1. Kertas gosok
2. Minyak rem
3. Kampas rem

5. Indikator Unjuk Kerja (IUK): setelah melakukan kegiatan ini diharapkan


peserta mampu:
a. Mampu menguji sistem rem/komponen-komponennya setelah dirakit.
b. Mampu menyiapkan dan memeriksa peralatan tangan, uji dan ukur sesuai
dengan kebutuhan dan kelayakannya.
c. Mampu menyiapkan pengaman pribadi dan pengamanan lingkungan kerja
sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja.
d. Mampu menyediakan suku cadang yang sesuai dengan jenis pemakaian.
e. Mampu melakukan tindakan pencegahan kecelakaan kerja sesuai dengan
persyaratan K-3 yang berlaku untuk pekerjaan ini.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 12 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilakukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
a. Bertindak berdasarkan sikap kerja yang sudah ditetapkan sehingga
diperoleh hasil seperti yang diharapkan, jangan sampai terjadi kesalahan
karena ketidaktelitian dan tidak taat asas.
b. Kendaraan direm saat berjalan lurus.
c. Sistem kemudi dan sistem suspensi kendaraan masih berfungsi dengan
baik.
d. Pengemudi dalam keadaan sehat,tidak dalam pengaruh alkohol.
7. Standar Kinerja
c. Dikerjakan dengan hati-hati, dengan meminimalkan resiko terjadinya
kecelakaan.
d. Toleransi kesalahan 0% dari hasil yang harus dicapai, karena uji sistem
rem dikalsanakan dengan tes jalan.
8. Tugas
Setelah perakitan dan pemasangan seluruh komponen sistem rem selesai,
maka tahap berikutnya adalah menguji sistem rem. Pada unit kompetensi ini,
engujian diarahkan pada tes jalan. Dalam arti, efisiensi dan efektivitas
pengereman diuji dengan berjalan pada kecepatan tertentu, kemudian di rem.
Hasil pengujian dimasukkan ke dalam tabel.
9. Instruksi kerja
a. Persiapan: Posisikan kendaraan di lokasi uji rem dan tempatkan decelero-
meter di lantai kendaraan atau kaca depan sopir
b. Instalasi dan Pengaturan:
1) Meter disetel ke nol dengan mengendorkan mur, miringkan mangkuk
sampai jarum panjang mengarah ke angka nol lalu kencangkan mur.
(display alat harus menghadap pengemudi)
2) Posisikan jarum perekam ke sisi kiri jarum utama dengan memutar
tombol krom di bagian tengah.
3) Alat siap digunakan.

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 13 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

c. Pengujian:
1) Jalankan kendaraan dengan kecepatan tetap (tidak kurang dari 32 Km
per jam) dan injak pedal rem dengan lembut dan perlahan untuk
menghentikan kendaraan.
2) Rem tidak boleh diinjak tiba-tiba agar tidak terjadi pembacaan yang
salah.
3) Pengemudi tidak perlu memperhatikan alat, fokus pada jalan. Hasil
pengukuran akan terekam melalui jarum pendek.
4) Dokumentasikan semua aktivitas pengujian.

10. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas II


PENCAPAIAN PENILAIAN
NO DAFTAR TUGAS/INSTRUKSI POIN YANG DICEK YA TIDAK K BK
1. Penempatan kendaraan Kendaraan dalam
posisi lurus
2. Pemasangan alat Alat ukur dipasang
menghadap ke sopir
3. Penempatan jarum panjang Jarum panjang
dipasang pada angka 0
(nol)
4. Penempatan jarum pendek Jarum pendek dipasang
di sebelah kiri jarum
panjang
5. Pengereman Kendaraan direm
perlahan
6. Pendokumentasian Setiap hasil percobaan
dicatat

Apakah semua instruksi kerja tugas praktik Menguji Sistem Rem/ Komponen -
komponennya dilaksanakan dengan benar dengan waktu yang telah
ditentukan?

YA TIDAK

NAMA TANDA TANGAN

PESERTA .............................................. ...................................

PENILAI .............................................. ...................................

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 14 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Catatan Penilai:

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 15 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

C Pengamatan Sikap kerja

CEK LIS PENGAMATAN SIKAP KERJA

Indikator Unjuk Kerja No. K.U.K K BK Keterangan


1. Harus bertindak tepat dan benar 1.1

2. Harus bertindak tepat, teliti dan 1.2


benar
3. Harus bertindak teliti dan 1.3
cermat

Catatan:
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

Tanda Tangan Peserta : ......................................

Tanda Tangan Instruktur : ......................................

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 16 dari 17
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sub-Sektor Kendaraan Ringan OTO.KR40.001.03

Judul Modul: Perakitan dan pemasangan sistem rem & komponen-komponennya


Buku Kerja - versi 2018 Halaman: 17 dari 17

Anda mungkin juga menyukai