Anda di halaman 1dari 11

e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR


PENGETAHUAN IPS TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV DITINJAU
DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURUDI SD GUGUS
PANGERAN DIPONEGORO
DENPASAR BARAT

Kadek Ary Gerhani1, I Wayan Sujana2, Ni Wayan Suniasih3

1,2,3
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: arygerhani@yahoo.com1, Wayan_sujana59@yahoo.com2,


Wyn_suniasih@yahoo.com3

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar
pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan langsung dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui
pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung pada tema cita-citaku
siswa kelas IV di SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Pelajaran
2014/2015.
Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen menggunakan the static group pretest-
postest design. Populasi penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas IV di SD Gugus
Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2014/2015 berjumlah 428
siswa. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah random sampling.
Sampel berjumlah 64 siswa yang terdiri dari dua sekolah yaitu siswa kelas IV B SD
Negeri 11 Pemecutan sebagai kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan
saintifik menggunakan pertanyaan langsung dan siswa kelas IV SD Negeri 16
Pemecutan sebagai kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan tidak langsung. Data hasil belajar pengetahuan IPS
diperoleh melalui tes. Data dianalisis menggunakan uji-t.
Nilai rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan langsung =74,28 dan nilai rata-rata kelompok siswa yang
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung
=72,15. Hasil analisis uji-t menunjukkan thitung=0,61 dan ttabel=2,000 untuk dk=62
dengan taraf signifikan 5%. Jadi thitung=0,61 < ttabel=2,000 maka H0 diterima dan Ha
ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pendekatan
saintifik terhadap hasil belajar pengetahuan IPS tema cita-citaku siswa kelas IV ditinjau
dari karakteristik pertanyaan guru di SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat
Tahun Pelajaran 2014/2015.

Kata kunci: pendekatan saintifik, pertanyaan langsung, pertanyaan tidak langsung,


hasil belajar pengetahuan IPS.

Abstract
This study has aim to find out significant discrepancy of study result of social science
between grup of student who are tought by scientific approach using direct question and
grup of student who are tought by scientific approach using indirect question in theme of
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

Cita-citaku on grade IV student Gugus Pangeran Diponegoro Elementary School West


Denpasar, 2014/2015.
This type of study is pra-experiment using the static group pretest-postest design. The
population of this study is all students on grade IV Gugus Pangeran Diponegoro
Elementary School, West Denpasar 2014/2015 with the total of 428 students. The
technique used to determine sample is random sampling. The sample are 64 student
that consist of two schools which are student grade IV B of Pemecutan 11 Elementary
School as a group of students who are tought by scientific approach using direct
question and student grade IV class of Pemecutan 16 Elementary School as a group of
students who are tought by scientific approach using indirect question Data of the study
result was gotten by test. The data was analyzed using uji-t.
The range score of group of student who are tought by scientific approach using direct
questions is =74,28 and the range score of group of student who are tought by
scientific approach using indirect questions is =72,15. The result of analyzed uji-t
shows thitung=0,61 and ttabel=2000 for dk=62 with significant level 5%. Thus t hitung=0,61,<
ttabel=2000 therefore H0 is accepted and Ha is refused. The result of this study shows that
there is not influence of scientific approach to the study result of social science in theme
of Cita-citaku on students grade IV reviewed from the characteristic of teacher’s
questions at Gugus Pangeran Diponegoro Elementary School West Denpasar
2014/2015.

Keywords : scientific approach, direct question, indirect question, study result of social
science.

PENDAHULUAN (geoekologi); (e) Kebutuhan


Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pembangunan, yang mencakup
berdasarkan aturan-aturan yang tertuang kebutuhan pembangunan di bidang
pada kurikulum. Aturan-aturan ini menjadi ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum,
pedoman bagi guru dalam melaksanakan hankam, dan sebagainya; dan (f)
kegiatan pembelajaran. Kurikulum Perkembangan ilmu pengetahuan dan
mengatur serangkaian pedoman untuk teknologi yang sesuai dengan sistem nilai
diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. dan kemanusiaan serta budaya bangsa.
Pada saat kurikulum mengalami Perubahan maupun pengembangan
perubahan, maka pelaksanaan kurikulum ini disesuaikan dengan
pembelajaran juga mengalami perubahan. perkembangan serta kebutuhan
Perubahan maupun pengembangan pada masyarakat akan ilmu pengetahuan dan
kurikulum selalu terjadi dan tidak dapat teknologi. Perubahan ini bertujuan untuk
dihindari. Pengembangan kurikulum mencetak sumber daya manusia yang
menurut Hamalik (2013) harus lebih berkualitas.
berlandaskan pada faktor-faktor: (a) Kurikulum mengatur jalannya
Tujuan filsafat dan pendidikan nasional, pendidikan sehingga dapat dikatakan
dijadikan dasar untuk merumuskan tujuan kurikulum memiliki kedudukan yang
institusional yang pada gilirannya menjadi sangat penting dalam keseluruhan proses
landasan dalam merumuskan tujuan pendidikan. Kurikulum yang berlaku saat
kurikulum suatu satuan pendidikan; (b) ini merupakan kurikulum 2013 yang
Sosial budaya dan agama, yang berlaku menggunakan pendekatan saintifik dalam
dalam masyarakat; (c) Perkembangan kegiatan pembelajaran. Dalam
peserta didik, yang menunjuk pada Permendikbud Nomor 81 A dijelaskan
karakteristik perkembangan peserta didik; kurikulum 2013 menganut pandangan
(d) Keadaan lingkungan, yang dalam arti dasar bahwa pengetahuan tidak dapat
luas meliputi lingkungan manusiawi dipindahkan begitu saja dari guru ke
(interpersonal), lingkungan kebudayaan peserta didik. Peserta didik
termasuk iptek (kultural), lingkungan hidup mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya
(bioekologi), serta lingkungan alam dalam kegiatan pembelajaran. Pandangan
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

dasar tersebut berkaitan dengan diawali dengan pengamatan dan


pendekatan yang ditetapkan oleh penemuan fakta-fakta lapangan, yang
kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik. dapat menjadi pengetahuan baru bagi
Kurikulum 2013 mengembangkan dua siswa. Pendekatan deduktif (deductive
modus proses pembelajaran yaitu proses reasoning) merupakan pendekatan yang
pembelajaran langsung dan proses hanya memanfaatkan pengetahuan dan
pembelajaran tidak langsung. Proses teori-teori yang ada. Kemudian menurut
pembelajaran langsung adalah proses Sani (2014) pendekatan saintifik berkaitan
pendidikan yang menuntut peserta didik erat dengan metode saintifik. Metode
mengembangkan pengetahuan, saintifik (ilmiah) pada umunya melibatkan
kemampuan berpikir dan keterampilan kegiatan pengamatan atau observasi yang
psikomotorik melalui interaksi langsung dibutuhkan untuk perumusan hipotesis
dengan sumber belajar. Dalam atau mengumpulkan data.
pembelajaran langsung peserta didik Pembelajaran dengan pendekatan
melakukan kegiatan belajar mengamati, saintifik memiliki kegiatan pokok yang
menanya, mengumpulkan informasi, menjadi pedoman dalam pelaksanaan
mengasosiasi atau menganalisi, dan pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan
mengkomunikasikan apa yang sudah pokok ini guru merancang pembelajaran
ditemukannya dalam kegiatan analisi. yang disesuaikan dengan potensi serta
Sedangkan pembelajaran tidak langsung lingkungan siswa. Menurut Permendikbud
adalah proses pendidikan yang terjadi Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV,
selama proses pembelajaran langsung proses pembelajaran terdiri atas lima
tetapi tidak dirancang dalam kegiatan pengalaman belajar pokok yaitu: (a)
khusus. Pembelajaran tidak langsung Mengamati; (b) Menanya; (c)
berkenaan dengan pengembangan nilai Mengumpulkan informasi; (d)
dan sikap. Daryanto (2014) menyatakan Mengasosiasi; dan (e)
pembelajaran dengan pendekatan saintifik Mengkomunikasikan. Berikut ini adalah
adalah proses pembelajaran yang contoh aplikasi dari kelima kegiatan
dirancang sedemikian rupa agar peserta belajar (learning event) diantaranya, (a)
didik secara aktif membangun konsep, Mengamati, dalam kegiatan mengamati,
hukum atau prinsip melalui beberapa guru membuka secara luas dan bervariasi
tahapan yaitu mengamati (untuk kesempatan peserta didik untuk
mengidentifikasi atau menemukan melakukan pengamatan melalui kegiatan:
masalah), merumuskan masalah, melihat, menyimak, mendengar, dan
mengajukan atau merumuskan hipotesis, membaca. Guru memfasilitasi peserta
mengumpulkan data dengan berbagai didik untuk melakukan pengamatan,
teknik, menganalisis data, menarik melatih mereka untuk memperhatikan
kesimpulan dan mengkomunikasikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang
konsep, hukum atau prinsip yang penting dari suatu benda atau objek. (b)
ditemukan. Dalam penerapannya siswa Menanya, dalam kegiatan mengamati,
diharapkan dapat membangun guru membuka kesempatan secara luas
pengetahuannya sendiri berdasarkan kepada peserta didik untuk bertanya
fakta-fakta yang ditemukan oleh siswa mengenai apa yang sudah dilihat,
sendiri dan pembelajaran dilaksanakan disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu
dengan mengikuti langkah-langkah membimbing peserta didik untuk dapat
metode ilmiah sehingga siswa menjadi mengajukan pertanyaan: pertanyaan
lebih mandiri dalam kegiatan tentang hasil pengamatan objek yang
pembelajaran. Sementara menurut konkret sampai kepada yang abstrak
Kosasih (2014:70) menyatakan berkenaan dengan fakta, konsep,
“pendekatan ilmiah (saintifik) memadukan prosedur, ataupun hal lain yang lebih
pendekatan induktif dengan pendekatan abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual
deduktif”. Pendekatan induktif (inductive sampai kepada pertanyaan yang bersifat
reasoning) merupakan pendekatan yang hipotetik. Melalui kegiatan bertanya
menuntut proses dalam pembelajaran dikembangkan rasa ingin tahu peserta
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

didik. Semakin terlatih dalam bertanya memecahkan masalah, serta


maka rasa ingin tahu semakin dapat mengaplikasikan materi-materi
dikembangkan. Pertanyaan tersebut pembelajaran. Karakteristik pembelajaran
menjadi dasar untuk mencari informasi saintifik yang telah dipaparkan dapat
yang lebih lanjut dan beragam dari dipahami bahwa materi yang disajikan
sumber yang ditentukan guru sampai pada kegiatan pembelajaran bertolak dari
yang ditentukan peserta didik, dari sumber perkembangan intelektual siswa agar
yang tunggal sampai sumber yang materi yang disampaikan dapat dipahami
beragam. (c) Mengumpulkan Informasi, oleh siswa dengan baik. Pada kegiatan
tindak lanjut dari bertanya adalah pembelajaran siswa didorong untuk
menggali dan mengumpulkan informasi berpikir kritis dan diberikan kesempatan
dari berbagai sumber melalui berbagai yang luas untuk menyampaikan pendapat
cara. Untuk itu peserta didik dapat mengenai temuannya dengan tetap
membaca buku yang lebih banyak, menerapkan sikap ilmiah yang merupakan
memperhatikan fenomena atau objek ciri khas dari pendekatan saintifik.
yang lebih teliti, atau bahkan melakukan Kurniasih (2014:33) memaparkan,
eksperimen. Dari kegiatan tersebut tujuan pembelajaran dengan pendekatan
terkumpul sejumlah informasi. (d) saintifik adalah: (a) Untuk meningkatkan
Mengasosiasikan, informasi yang telah kemampuan intelek, khususnya
terkumpul menjadi dasar bagi kegiatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa;
berikutnya yaitu memproses informasi (b) Untuk membentuk kemampuan siswa
untuk menemukan keterkaitan satu dalam menyelesaikan suatu masalah
informasi dengan informasi lainnya, secara sistematik; (c) Terciptanya kondisi
menemukan pola dari keterkaitan pembelajaran dimana siswa merasa
informasi dan bahkan mengambil bahwa belajar itu merupakan suatu
berbagai kesimpulan dari pola yang kebutuhan; (d) Diperoleh hasil belajar
ditemukan. (e) Mengkomunikasikan Hasil, yang tinggi; (e) Untuk melatih siswa dalam
kegiatan berikutnya adalah menuliskan mengkomunikasikan ide-ide, khususnya
atau menceritakan apa yang ditemukan dalam menulis artikel imiah; dan (f) Untuk
dalam kegiatan mencari informasi, mengembangkan karakter siswa.
mengasosiasikan dan menemukan pola. Kegiatan pembelajaran tentunya
Hasil tersebut disampaikan di kelas dan memiliki tujuan untuk meningkatkan
dinilai oleh guru sebagai hasil belajar kemampuan intelektual siswa namun
peserta didik atau kelompok peserta didik pada pembelajaran dengan pendekatan
tersebut. saintifik selain bertujuan meningkatkan
Pendekatan saintifik yang kemampuan intelektual, tujuan lebih
menekankan langkah-langkah metode ditekankan pada kemampuan siswa untuk
ilmiah dalam pembelajaran tentunya menyelesaikan permasalahan yang
memiliki karakteristik yang berbeda ditemui berdasarkan langkah-langkah
dengan pendekatan lain. Kosasih (2014) yang sistematis, melatih siswa untuk
menyebutkan karakteristik pembelajaran mengkomunikasikan berbagai temuan
saintifik adalah sebagai berikut. (a) Materi dalam kegiatan pembelajaran dengan
pembelajaran dipahami dengan standar menulis artikel ilmiah serta
logika yang sesuai dengan taraf mengembangkan karakter siswa yang
kedewasaannya; (b) Interaksi berkaitan dengan sikap ilmiah dalam
pembelajaran berlangsung secara terbuka kegiatan pembelajaran.
dan objektif. Siswa memiliki kesempatan Daryanto (2014:58) menyebutkan,
seluas-luasnya untuk mengemukakan Prinsip pendekatan saintifik dalam
pemikiran, perasaan, sikap, dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai
pengalamannya, namun mereka tetap berikut. (a) Pembelajaran berpusat pada
menerapkan sikap ilmiah dan tanggung siswa; (b) Pembelajaran membentuk
jawab; (c) Siswa didorong untuk selalu students self concept; (c) Pembelajaran
berpikir analitis dan kritis tepat dalam terhindar dari verbalisme; (d)
memahami, mengidentifikasi, Pembelajaran memberikan kesempatan
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

pada siswa untuk mengasimilasi dan atau satu perpaduan”. Ilmu sosial menurut
mengakomodasi konsep, hukum, dan Gunawan (2013:48) adalah “bahan kajian
prinsip; (e) Pembelajaran mendorong terpadu yang merupakan
terjadinya peningkatan kemampuan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan
berpikir siswa; (f) Pembelajaran modifikasi yang diorganisasikan dari
meningkatkan motivasi belajar siswa dan konsep-konsep dan keterampilan sejarah,
motivasi mengajar guru; (g) Memberikan geografi, sosiologi, antropologi, dan
kesempatan kepada siswa untuk melatih ekonomi”. Selanjutnya, Susanto
kemampuan dalam komunikasi; dan (h) menyatakan (2014:10) “IPS adalah bidang
Adanya proses validitas terhadap konsep, studi yang mempelajari, menelaah,
hukum, dan prinsip yang dikonstruksi menganalisis gejala, dan masalah sosial
siswa dalam struktur kognitifnya di masyarakat dengan meninjau dari
Kemandirian serta keaktifan siswa berbagai aspek kehidupan atau satu
dalam kegiatan pembelajaran menjadi hal perpaduan”. Melalui pembelajaran muatan
yang diharapkan dapat tercipta melalui materi IPS siswa diharapkan dapat
penerapan pendekatan saintifik. Pada mengembangkan nilai-nilai
kenyataannya pembelajaran yang kemasyarakatan serta memahami
berlangsung di sekolah dasar kurang kehidupan bermasyarakat. Untuk
menunjukkan partisipasi aktif siswa. mewujudkan perubahan hasil belajar serta
Partisipasi siswa dalam pembelajaran partisipasi aktif siswa dalam kegiatan
dapat dipengaruhi oleh cara guru dalam pembelajaran, maka perlu diterapkan
melaksanakan proses pembelajaran salah satu keterampilan dasar mengajar
maupun motivasi siswa itu sendiri. guru yaitu keterampilan bertanya.
Kegiatan pembelajaran yang lebih Pertanyaan yang diajukan oleh guru dapat
didominasi oleh guru, cenderung membangkitkan motivasi serta keaktifan
menyebabkan siswa pasif dan kurang siswa dalam kegiatan pembelajaran.
bersemangat. Siswa hanya Sardiman (2012) menyatakan pertanyaan
mengharapkan segala informasi diberikan dalam interaksi belajar mengajar adalah
oleh guru. Semangat siswa yang kurang penting karena dapat menjadi perangsang
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk giat berpikir,
dapat berpengaruh pada hasil belajar. belajar, serta membangkitkan
Susanto (2014) menjelaskan hasil belajar pengetahuan baru. Dilihat dari pentingnya
merupakan perubahan perilaku yang pertanyaan dalam kegiatan pembelajaran
berupa pengetahuan atau pemahaman, maka terdapat suatu tujuan dalam
keterampilan, dan sikap yang diperoleh bertanya. Hasibuan (2010:62)
siswa selama kegiatan pembelajaran. menyebutkan tujuan bertanya sebagi
Disamping itu Kunandar (2014:62) berikut. (a) Merangsang kemampuan
menjelaskan bahwa hasil belajar adalah berpikir siswa; (b) Membantu siswa dalam
“kompetensi atau kemampuan tertentu belajar; (c) Mengarahkan siswa pada
baik kognitif, afektif maupun psikomotor tingkat interaksi belajar yang mandiri; (d)
yang dicapai atau dikuasai peserta didik Meningkatkan kemampuan berpikir siswa
setelah mengikuti proses belajar dari kemampuan berpikir tingkat rendah
mengajar”. Sedangkan menurut Sudjana ke tingkat yang lebih tinggi; dan (e)
(2005:22) “hasil belajar adalah Membantu siswa dalam mencapai tujuan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki pelajaran yang dirumuskan. Agar tujuan
siswa setelah ia menerima pengalaman bertanya yang ada dapat tercapai secara
belajarnya”. Perubahan perilaku akibat optimal maka seorang penanya harus
dari hasil belajar yang diharapkan memperhatikan dasar-dasar pertanyaan
khususnya hasil belajar pengetahuan IPS. yang baik. Usman (2003:75)
Lebih lanjut Susanto menyatakan IPS mengemukakan dasar-dasar pertanyaan
adalah “bidang studi yang mempelajari, yang baik sebagai berikut. (a) Jelas dan
menelaah, menganalisis gejala, dan mudah dimengerti oleh siswa; (b) Berikan
masalah sosial di masyarakat dengan informasi yang cukup untuk menjawab
meninjau dari berbagai aspek kehidupan pertanyaan; (c) Difokuskan pada suatu
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

masalah atau tugas tertentu; (d) Berikan static group pretest-postest design).
waktu yang cukup kepada anak untuk Prates digunakan untuk kesetaraan
berpikir sebelum menjawab pertanyaan; kelompok. Pendapat ini didukung oleh
(e) Berikanlah semua pertanyaan kepada Dantes (2012:97) yang mengemukakan
seluruh murid secara merata; (f) Berikan “pemberian pra tes biasanya digunakan
respon yang ramah dan menyenangkan untuk mengukur ekuivalensi atau
sehingga timbul keberanian siswa untuk penyetaraan kelompok”. Penelitian ini
menjawab atau bertanya; (g)Tuntunlah dilaksanakan atas tiga tahapan yaitu
jawaban siswa sehingga mereka dapat tahap persiapan eksperimen, tahap
menentukan sendiri jawaban yang benar. pelaksanaan eksperimen dan tahap
Pertanyaan yang didasarkan pada pengakhiran eksperimen. (a) Tahap
bagaimana suatu pertanyaan disampaikan persiapan eksperimen, pada tahap ini
kepada responden untuk memperoleh dilakukan persiapan hal-hal yang
jawaban dapat dibedakan berdasarkan mendukung kegiatan penelitian yang
bentuknya. Bentuk pertanyaan tersebut dilaksanakan. Persiapan tersebut dimulai
adalah pertanyaan langsung dan dari menyusun RPP, media serta sumber
pertanyaan tidak langsung. yang dapat mendukung kegiatan
Pertanyaan langsung adalah pembelajaran, menyusun instrumen
pertanyaan yang bermaksud menggali penelitian tes hasil belajar untuk
atau merekam informasi mengenai diri mengukur hasil belajar pengetahuan IPS,
responden itu sendiri. Pertanyaan tidak mengadakan validasi terhadap instrumen
langsung adalah pertanyaan yang penelitian yang berupa uji validitas,
bermaksud menggali atau merekam reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya
infomasi dari apa yang diketahui beda tes hasil belajar pengetahuan IPS.
responden mengenai objek atau suatu (b) Tahap pelaksanaan eksperimen, pada
objek tertentu, dan informasi tersebut tahap ini dilakukan penentuan sampel
tidak membicarakan diri responden (Faisal penelitian berupa kelas dari populasi yang
1981). Tujuan penelitian ini adalah untuk telah tersedia untuk memperoleh dua
mengetahui perbedaan yang signifikan kelompok. Peneliti memberikan perlakuan
hasil belajar pengetahuan IPS antara kepada kedua kelompok yaitu kelompok
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui siswa yang dibelajarkan melalui
pendekatan saintifik menggunakan pendekatan saintifik menggunakan
pertanyaan langsung dan kelompok siswa pertanyaan langsung dan kelompok siswa
yang dibelajarkan melalui pendekatan yang dibelajarkan melalui pendekatan
saintifik menggunakan pertanyaan tidak saintifik menggunakan pertanyaan tidak
langsung pada siswa kelas IV tema cita- langsung. Proses penelitian dilaksanakan
citaku di SD Gugus Pangeran Diponegoro sebanyak 8 kali, 1 kali pertemuan pretest,
Denpasar Barat Tahun Pelajaran 6 kali pertemuan treatment, dan 1 kali
2014/2015. pertemuan posstest. (c) Tahap
pengakhiran eksperimen, langkah yang
METODE dilakukan dalam pengakhiran eksperimen
Penelitian yang dilaksanakan adalah adalah memberikan post test pada kedua
penelitian eksperimen. Riyanto (dalam kelompok diakhir penelitian.
Zuriah, 2009:57) menyatakan “penelitian Suatu penelitian memiliki subjek
eksperimen merupakan penelitian yang yang diteliti, subjek dalam penelitian
sistematis, logis, dan teliti dalam tersebut dapat disebut sebagai populasi.
melakukan kontrol terhadap kondisi”. Zuriah (2009:116) menyatakan populasi
Dalam penelitian ini terdapat dua adalah “data yang menjadi perhatian
kelompok siswa yang mendapatkan peneliti dalam suatu ruang lingkup dan
perlakuan berbeda dalam rumpun yang waktu yang ditentukan”. Sementara itu
sejenis. Supangat (2008) menyebutkan populasi
Penelitian ini tegolong dalam merupakan sekumpulan objek yang
penelitian pra eksperimen dengan desain ditentukan oleh peneliti sebagai bahan
prates-pascates kelompok statis (the penelitian dengan karakteristik yang
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

sama. Populasi dalam penelitian ini sampel. Sampel tersebut terdiri dari 32
adalah siswa kelas IV di SD gugus siswa kelas IV B di SD N 11 Pemecutan
Pangeran Diponegoro Denpasar Barat dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
yang berjumalah 428 siswa. Dari populasi menggunakan pertanyaan langsung dan
siswa kelas IV di SD Gugus Pangeran 32 siswa kelas IV di SD N 16 Pemecutan
Diponegoro ditentukanlah sampel. Sampel dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
merupakan sebagian kecil dari populasi menggunakan pertanyaan tidak langsung.
yang diambil dan dianggap mewakili Variabel merupakan faktor yang
karakter dari populasi, pernyataan ini ditentukan oleh peneliti serta berpengaruh
didukung oleh berbagai pendapat sebagai terhadap penelitian yang dilaksanakan.
berikut. Supangat (2008:4) menyatakan Sugiyono (2012) menyatakan variabel
“sampel yaitu bagian dari populasi penelitian adalah segala sesuatu yang
(contoh), untuk dijadikan sebagai bahan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
penelaahan dengan harapan contoh yang sehingga diperoleh informasi tentang hal
diambil dari populasi tersebut dapat tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
mewakili (representative) populasi”. Dari Senada dengan pendapat tersebut
populasi siswa kelas IV di SD Gugus Suryabrata (2012:25) menyatakan
Pangeran Diponegoro Denpasar Barat variabel adalah “segala sesuatu yang
ditentukanlah sampel dengan teknik akan menjadi objek pengamatan
random sampling. Sukmadinata penelitian”. Sering pula dikatakan variabel
menyatakan (2012) Random sampling penelitian itu sebagai faktor-faktor yang
adalah pengambilan sampel secara acak berperan dalam peristiwa atau gejala yang
berarti setiap individu dalam populasi akan diteliti. Dari pernyataan yang
mempunyai peluang yang sama untuk dipaparkan maka dapat disimpulkan
dijadikan sampel. Senada dengan variabel merupakan objek penelitian
pendapat tersebut Sukardi (2007:58) dengan karakteristik tertentu sebagai
menyatakan “pada teknik acak ini, secara faktor dalam suatu gejala yang diteliti dan
teoretis semua anggota dalam populasi kemudian ditarik kesimpulannya.
mempunyai probabilitas atau kesempatan Penelitian ini memiliki variabel yang
yang sama untuk dipilih menjadi sampel”. saling berhubungan satu sama lain.
Sampel dalam penelitian ini diperoleh Swastiningsih (2006:9) menyebutkan
melalui pengambilan undian, yang diundi “hubungan antara satu variabel dengan
adalah kelas yang terdapat dalam variabel lain dikenal dengan variabel
populasi bukan individu siswa. Hal ini bebas dan variabel terikat”. Sugiyono
dilakukan karena kelas telah terbentuk (2012) menyatakan variabel bebas, yang
sedemikian rupa dan tidak dapat diubah. sering disebut prediktor merupakan
Dua kelas tersebut adalah kelas IV B di variabel yang mempengaruhi atau yang
SD N 11 Pemecutan dengan jumlah 40 menjadi sebab perubahan variabel terikat.
siswa dibelajarkan melalui pendekatan Menurut Winarsunu (2009:4) variabel
saintifik menggunakan pertanyaan bebas adalah “suatu variabel yang apabila
langsung dan kelas IV di SD N 16 dalam suatu waktu berada bersamaan
Pemecutan dengan jumlah 36 siswa dengan variabel lain, maka variabel lain
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik itu (diduga) akan dapat berubah dalam
menggunakan pertanyaan tidak langsung. keragamannya”. Berdasarkan pendapat
Penyetaraan kedua kelas tersebut yang dipaparkan dapat disimpulkan
dilakukan dengan matching. Darmadi variabel bebas merupakan variabel yang
(2011:197) menyatakan matching adalah mempengaruhi perubahan variabel terikat.
“suatu teknik untuk menyeragamkan Menurut Zuriah (2009) variabel terikat
kelompok pada suatu variabel atau lebih merupakan variabel yang dipengaruhi
yang oleh peneliti telah diidentifikasi oleh variabel bebas. Senada dengan
mempunyai hubungan yang erat dengan pendapat tersebut Darmadi (2011)
penampilan (performance) variabel tidak menyatakan variabel terikat merupakan
bebas”. Hasil penyetaraan kedua kelas variabel yang dipengaruhi atau variabel
dengan matching diperoleh 64 anggota yang menjadi akibat karena adanya
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

variabel bebas. Berdasarkan pendapat pertanyaan langsung berdistribusi normal.


yang dipaparkan dapat disimpulkan Pengujian untuk kelompok siswa yang
variabel terikat merupakan variabel yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel menggunakan pertanyaan tidak langsung
bebas dalam penelitian yang dilaksanakan dengan taraf signifikan 5% dan derajat
adalah pendekatan saintifik ditinjau dari kebebasan (dk=6–1=5) diperoleh nilai
karakteristik pertanyaan guru sedangkan = 11.07, sedangkan dari tabel kerja
variabel terikat adalah hasil belajar diperoleh = 3.03. Karena
pengetahuan IPS. =3.03 < =11.07 sehingga
HASIL DAN PEMBAHASAN diterima. Ini berarti data hasil belajar
Data hasil belajar pengetahuan IPS pengetahuan IPS kelompok siswa yang
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
diperoleh melalui pemberian tes pilihan
ganda biasa dengan empat pilihan menggunakan pertanyaan tidak langsung
berdistribusi normal. Uji homogenitas
jawaban. Sehingga diperoleh nilai rata-
yang dilakukan pada kedua kelompok
rata kelompok siswa yang dibelajarkan
yaitu kelompok siswa yang dibelajarkan
melalui pendekatan saintifik
melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan langsung
menggunakan pertanyaan langsung dan
=74,28 dan kelompok siswa yang
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pendekatan saintifik menggunakan
menggunakan pertanyaan tidak langsung
pertanyaan tidak langsung menunjukkan
=72,15. Berdasarkan data tersebut dapat kedua kelompok memiliki varians yang
diketahui bahwa kelompok siswa yang homogen.
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik Uji prasyarat yang dilakukan setelah
menggunakan pertanyaan langsung uji normalitas adalah uji homogenitas
memiliki nilai rata-rata hasil belajar varians. Syarat agar uji homogenitas
pengetahuan IPS lebih tinggi dari dapat dilakukan adalah bila kedua data
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui telah terbukti berdistribusi normal. Usman
pendekatan saintifik menggunakan (2008:133) menyatakan “uji kesamaan
pertanyaan tidak langsung. varians digunakan untuk menguji apakah
Uji normalitas sebaran data kedua data tersebut homogen yaitu
dilakukan terhadap data hasil belajar dengan membandingkan kedua
pengetahuan IPS di kelompok siswa yang variansnya”. Homogenitas varians diuji
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan uji F.Kriteria dalam
menggunakan pertanyaan langsung uji homogenitas varians jika Fhitung<Ftabel
dengan pertanyaan langsung dan dengan derajat kebebasan pembilang n1-1
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui dan derajat kebebasan n2-1. Uji
pendekatan saintifik menggunakan homohgenitas varians untuk data hasil
pertanyaan tidak langsung. Uji normalitas belajar pengetahuan IPS dengan db
data dilakukan dengan menggunakan pembilang 32-1=31 dan db penyebut 32-
analisis Chi-Square. Adapun ketentuan 1=31 pada taraf signifikan 5% diperoleh
pengujian adalah jika X2hitung<X2tabel maka nilai Fhitung=1,07, sedangkan nilai Ftabel
data berdistribusi normal, sedangakan jika =1,84. Data tersebut menunjukkan nilai
X2hitung>X2tabel maka data tidak berdistribusi Fhitung=1,07<Ftabel=1,84. Sesuai dengan
normal. kriteria uji homogenitas varians maka data
Berdasarkan taraf signifikan 5% hasil belajar pengetahuan IPS adalah
dengan derajat kebebasan (dk=6–1=5) homogen.
maka diperoleh nilai = 11.07, Berdasarkan hasil uji prasyarat yaitu
sedangkan dari tabel kerja diperoleh uji normalitas dan uji homogenitas dapat
= 7.59. Karena =3.35 < diketahui bahwa data yang diperoleh dari
11.07 maka diterima. Ini berarti kelompok siswa yang dibelajarkan melalui
data hasil belajar pengetahuan IPS pendekatan saintifik menggunakan
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pertanyaan langsung dan kelompok siswa
pendekatan saintifik menggunakan yang dibelajarkan melalui pendekatan
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

saintifik menggunakan pertanyaan tidak


langsung berdistribusi normal dan
homogen. Langkah selanjutnya setelah
melalui uji prasyarat adalah menguji
hipotesis dengan menggunakan analisis
uji-t. adapun hasil analisis untuk uji-t dapat
disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Tabel Hasil Uji Hipotesis

Kelompok Varians N Dk thitung ttabel Simpulan


Kelompok siswa yang dibelajarkan 198,07 32
melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan
langsung
62 0,61 2,000 H0 = diterima
Kelompok siswa yang dibelajarkan 184,58 32
melalui pendekatan saintifik
menggunakan pertanyaan tidak
langsung
Berdasarkan hasil pengujian kelompok tidak jauh berbeda yaitu 2,13.
hipotesis dengan menggunakan analisis Hal ini menyebabkan tidak terdapat
uji-t diperoleh nilai thitung=0,61 dan pada perbedaan yang signnifikan hasil belajar
taraf signifikan 5% dengan dk = 62 pengetahuan IPS antara kelompok siswa
ttabel=2,000. Jadi thitng=0,61<ttabel=2,000 yang dibelajarkan melalui pendekatan
maka hipotesis nol yang berbunyi tidak saintifik menggunakan pertanyaan
terdapat perbedaan yang signifikan hasil langsung dan kelompok siswa yang
belajar pengetahuan IPS antara kelompk dibelajarkan melalui pendekatan saintifik
siswa yang dibelajarkan melalui menggunakan pertanyaan tidak langsung.
pendekatan saintifik menggunakan Faktor yang menyebabkan nilai rata-
pertanyaan langsung dan kelompok siswa rata antara kedua kelompok tidak jauh
yang dibelajarkan melalui pendekatan berbeda adalah pendekatan saintifik yang
saintifik menggunakan pertanyaan tidak diterapkan pada kedua kelompok
langsung pada siswa kelas IV tema cita- tersebut. Pendekatan saintifik menuntut
citaku di SD Gugus Pangeran Diponegoro siswa aktif melalui langkah-langkah
Denpasar Barat Tahun Pelajaran kegiatan pembelajaran yang telah
2014/2015 diterima. dirancang sedemikian rupa. Proses
Hasil analisis data hasil belajar pembelajaran dengan pendekatan saintifik
pengetahuan IPS dari kelompok siswa terdiri atas lima pengalaman belajar yaitu
yang dibelajarkan melalui pendekatan mengamati, menanya, mengumpulkan
saintifik menggunakan pertanyaan informasi, mengasosiasikan, dan
langsung menunjukkan rata-rata yaitu mengkomunikasikan. Dalam kegiatan
=74,28 dan kelompok siswa yang pembelajaran kedua kelompok ini hanya
dibelajarkan melalui pendekatan saintifik memiliki perbedaan pada jenis pertanyaan
menggunakan pertanyaan tidak langsung yang diajukan guru dalam kegiatan
menunjukkan rata-rata =72,15. pembelajaran. Siswa kelas IV B SD N 11
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui Pemecutan merupakan kelompok siswa
bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan yang dibelajarkan melalui pendekatan
melalui pendekatan saintifik saintifik menggunakan pertanyaan
menggunakan pertanyaan langsung langsung. Pertanyaan langsung adalah
memiliki rata-rata hasil belajar pertanyaan yang bermaksud menggali
pengetahuan IPS lebih tinggi dari atau merekam informasi mengenai diri
kelompok siswa yang dibelajarkan melalui responden itu sendiri. Sedangkan, siswa
pendekatan saintifik menggunakan kelas IV SD N 16 Pemecutan merupakan
pertanyaan tidak langsung. Namun, kelompok siswa yang dibelajarkan melalui
perbedaan nilai rata-rata antara kedua pendekatan saintifik menggunakan
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

pertanyaan tidak langsung. Pertanyaan DAFTAR PUSTAKA


tidak langsung adalah pertanyaan yang Dantes, Nyoman. 2012. Metode
bermaksud menggali atau merekam Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset
infomasi dari apa yang diketahui
responden mengenai objek atau suatu Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian
objek tertentu, dan informasi tersebut Pendidikan. Bandung: Alfabeta
tidak membicarakan diri responden.
Dalam kegiatan pembelajaran kedua jenis Daryanto. 2014. Pendekatan
pertanyaan saling terkait satu sama lain. Pembelajaran Saintifik Kurikulum
Melalui pertanyaan langsung siswa akan 2013. Yogyakarta: Gava Media
berusaha menjawab dengan mengajukan
pertanyaan tidak langsung pada diri siswa Faisal, Sanapiah. 1981. Dasar dan Teknik
dalam proses berpikirnya. Sehingga Menyusun Angket. Surabaya: Usaha
pemberian pertanyaan pada kegiatan Nasional
pembelajaran tidak dapat dipisahkan
secara utuh. Hal ini menyebabkan data Gunawan, Rudy. 2013. Pendidikan IPS
hasil belajar pengetahuan IPS antara Filosofi, Konsep, dan Aplikasi.
kedua kelompok tidak jauh berbeda. Bandung; Alfabeta

SIMPULAN DAN SARAN Hamalik, Oemar. 2013. Kurikulum dan


Berdasarkan hasil penelitian dapat Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
dikemukakan simpulan bahwa tidak
terdapat pengaruh yang signifikan Hasibuan, J.J. dan Moedjiono. 2010.
pendekatan saintifik terhadap hasil belajar Proses Belajar Mengajar. Bandung:
pengetahuan IPS tema Cita-citaku siswa Remaja Rosdakarya
kelas IV ditinjau dari karakteristik
pertanyaan guru di SD Gugus Pangeran Kosasih, E. 2014. Strategi Belajar dan
Diponegoro Denpasar Barat tahun Pembelajaran Implementasi
pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat Kurikulum 2013. Bandung: Yrama
dari hasil uji hipotesis dengan analisis uji-t Widya
menunjukkan bahwa thitung = 0,61 < ttabel =
2,000, sehingga H0 diterima dan Ha Kunandar. 2014. Penilaian Autentik
ditolak. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
Adapun saran yang dapat Berdasarkan Kurikulum 2013.
disampaikan setelah melaksanakan dan Jakarta: Raja Grafindo Persada
memperoleh hasil dari penelitian yaitu
Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. 2014.
bagi siswa dengan diterapkannya
Impelentasi Kurikulum 2013 konsep
pendekatan saintifik menggunakan
dan Penerapan. Jakarta: Kata Pena
pertanyaan langsung dan pertanyaan
tidak langsung, pembelajaran menjadi
Kemendikbud. 2013. Peraturan Menteri
lebih bermakna serta siswa dapat lebih
Pendidikan dan Kebudayaan
aktif dalam menyampaikan pendapat
Republik Indonesia Nomor 81 A
maupun menjawab pertanyaan guru,
Tahun 2013 Tentang Implementasi
disarankan dapat menerapkan berbagai
Kurikulum Lampiran IV Pedoman
teknik dalam pembelajaran agar lebih
Umum Pembelajaran. Jakarta:
menarik dan bervariasi sehingga dapat
Kemendikbud
mengoptimalkan hasil belajar siswa, dan
bagi peneliti lain yang tertarik dengan Sani,Ridwan Abdullah. 2014.
hasil penelitian ini dapat menindaklanjuti Pembelajaran Saintifik Untuk
penelitian menggunakan pendekatan Implementasi Kurikulum 2013.
saintifik dengan pertanyaan langsung dan
Jakarta: Bumi Aksara
pertanyaan tidak langsung pada ranah
yang berbeda untuk memperoleh hasil
yang lebih luas.
e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD Volume: 3 No: 1 Tahun 2015

Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi


Belajar Mengajar. Jakarta: Raja
Grafindo

Sudjana, Nana. 2005. Penialain Hasil


Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian


Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Supangat, Andi. 2008. Statistik dalam


Kajian Deskriptif, Inferensi, dan
Nonparametik. Jakarta: Kencana

Susanto, Ahmad. 2014. Pengembangan


Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.
Jakarta: Kencana

Swastiningsih, Sri. 2006. Statistik


Deskriptif Konsep dan Aplikasi.
Denpasar: Unwar

Usman, Husaini dan Purnomo Setiady


Akbar. 2008. Pengantar Statistik.
Jakarta: Bumi Aksara

Usman,Uzer. 2003. Menjadi Guru


Profesional. Bandung: Rosdakarya

Winarsunu, Tulus. 2009. Statistik Dalam


Penelitian Psikologi Pendidikan.
Malang: UMM Press

Zuriah, Nurul. 2009. Metodologi Penelitian


Sosial dan Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara