Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REVIEW

MK.PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
PRODI S1 PGPAUD

Skor Nilai :

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

NAMA MAHASISWA : ANASTASYA JULIA PASARIBU

NIM :1181113013

DOSEN PENGAMPU : MIRZA IRAWAN, M.Pd. Kons

MATA KULIAH : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, sebab telah
memberikan rahmat dan karuniaNya serta kesehatan kepada saya, sehingga mampu
menyelesaikan tugas “CRITICAL BOOK RIVIEW” . Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah
satu mata kuliah saya yaitu “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK”.
Tugas critical book review ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan kita semua dapat bertambah. Saya menyadari bahwa tugas critical book review ini
masih jauh dari kata kesempurnaan.
Apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, Saya mohon maaf
karena sesungguhnya pengetahuan dan pemahaman saya masih terbatas.
Hanya yang Maha Kuasa yang paling sempurna, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya
yang belum seberapa. Karena itu saya sangat menantikan saran dan kritik dari pembaca yang
sifatnya membangun guna menyempurnakan tugas ini. Saya berharap semoga tugas critical book
review ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Saya khususnya, Atas perhatiannya Saya
mengucapkan terimakasih.

Medan, Oktober 2018

Anastasya Julia Pasaribu

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................2

DAFTAR ISI……..………………………………………………………….…….... 3

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………….…...... 4

I.I Latar Belakang…………………………………………………………...... 4


I.II Tujuan Penulisan CBR.………………………………………………….... 4
I.III Manfaat Penulisan ………………………………………………………... 4
I.IV Identitas Buku…………………………………………………………….. 4

BAB II RINGKASAN ISI BUKU………………………………………………….. 6


II.I Ringkasan Isi Buku ...........….……………………………………………. 6

BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………….... 12


III.I Kelebihan dan Kekurangan Buku………………..……………………….... 12

BAB IV PENUTUP………………………………………………………………….. 14
IV.I Kesimpulan.......………………………………………………………….. 14
IV.II Saran............................................................................................................ 14

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………... 15

3
BAB II
PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG


Manusia dalam hidupnya mengalami berbagai fase perubahan yang disebut
perkembangan, dimana perkembangan ini merupakan bertambahnya kemampuan manusia secara
fisik maupun psikis dan bersifat kualitatif. Seorang individu bisa dikatakan berhasil ketika ia bisa
melewati setiap fase dalam perkembangan itu dengan menyelesaikan tugas perkembangannya.
Dalam melewati setiap fase itu, individu mungkin akan menghadapi hambatan baik itu dari aspek
fisik, kognitif, emosi, sosial maupun spritual.
Masa remaja adalah suatu periode peralihan diri dari masa kanak- kanak kepada masa
dewasa. Masa remaja juga sebagai usia bermasalah. Akhirnya masaa remaja mengalami
kesulitan dalam mengatasi masalh yang dihadapi. Pada critical ini membahas perkembangan
anak khususnya seorang remaja.
I.II TUJUAN PENULISAN
1. Mengulas isi sebuah buku.
2. Mengetahui informasi sebuah buku.
3. Membandingkan isi buku utama dengan buku pembanding 1 dan pembanding 2
4. Melatih individu agar berfikir kritis dalam mencari informasi yang ada disetiap buku.

I.III MANFAAT PENULISAN


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta didik
2. Untuk menambah pengetahuan tentang Perkembangan yang baik bagi seorang peserta didik.
3. Untuk mengetahui banyak hal tentang buku.
4. Memahami aspek- aspek perkembangan masa remaja.

I.IV IDENTITAS BUKU


Buku Utama (buku satu)

Judul buku : Perkembangan Peserta Didik

Edisi buku : Kelima

Pengarang : Dra. Kemali Syarif, M.Pd

Penerbit : UNIMED PRESS

4
Kota terbit : Medan

Tahun terbit : 2013, 2014

ISBN : 978-602-7938-39-7

Buku Pembanding (buku dua)


Judul buku : Psikologi Perkembangan
Edisi buku : 16
Pengarang : Dr. F.j. Monks, Dr. A.M.P Knoers
Penerbit : Gadjah Mada University Press
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2006
ISBN : 979-420-440-4

5
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

Bab I : Hakekat Perkembangan


Perkembangan merupakan perubahan progresif dan berkesinambungan yang dialami
individu dari lahir sampai akhir hayatnya yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan
pengalaman. Dalam menjalani perkembangan setiap individu dibatasi oleh prinsip prinsip
perkembangan yaitu:
1)perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti
2) semua aspek saling mempengaruhi,
3) mengikuti pola tertentu,
4) Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan,
5) setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas ,
6) setiap individu yang normal akan mengalami tahap /fase perkembangan
7) prinsip kematangan.
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang
perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri ciri khusus atau pola pola tingkah laku tertentu.
Taahap perkembangan terdiri atas 3 yaitu Tahap perkembangan berdasarkan analisis biologis,
didaktis, dan psikologis.
Perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan itu dapat melewati fase fase
berikut :
a) masa usia prasekolah
b)masa usia sekolah dasar
c)masa usia sekolah menengah
d)masa usia kemahasiswaan.
Individu adalah suatu kesatuan yang totalitas yang artinya antara rohani dan jasmani tidak dapat
dipisahkan.

Bab II : Teori Perkembangan


Teori teori psikoanalisis adalah teori perkembangan yang berlangsung secara tidak
disadari atau unconscious diluar kesadaran dan sangat diwarnai oleh emosi.
Teori Freud berpendapat bahwa kehidupan remaja dipenuhi dengan ketegangan dan konflik .
menurut freud remaja berusaha meredahkan ketegangan yang dialami dengan cara memendam
konflik tersebut kedalam pikiran yang tidak sadar. Tahap tahap psikoseksual 1)tahap oral (oral
stage) 2. Tahap anal (anal stage) 3) tahap falik (phallic stage). Menurut freud apabila konflik ini
tidak terselesaikan , individu dapat terfiksasi pada tahap falik . Tahap laten adalah tahap

6
perkembangan freudian yang keempat yang berlangsung antara sekitar 6 tahun hingga pubertas,
anak menekan minat dalam semua hal seksualitas serta mengembangkan keterampilan sosial dan
intelektual. Tahap genital adalah tahap perkembangan freudian yang kelima dan terakhir yang
berlangsung sejak masa remaja ke masa selanjutnya.
Teori erikson , kemajuan manusia dicapai melalui delapan tahp perkembangan yang
berlangsung seumur hidup . semakin individu berhasil menyelesaikan krisis yang dihadapi nya ,,
semakin sehat perkembangan individu tersebut .(Kepercayaan versus ketidakpercayaan , otonomi
versus rasa malu dan keragu raguan, tekun versus rasa rendah , identitas versus kebingungan
identitas, keintiman versun keterkucilan , bangkit versus stagnasi, integritas versus kekecewaan).

Teori teori kognitif , jika teori teori psikoanalisis menekan kan pentingnya ketidaksadaran ,,
teori teori kognitif menekan kan pikiran pikiran yang disadari. Kontribusi teori kognitif
( menyajikan suatu pandangan yang positif mengenai perkembangan menekan kan pada
pemikiran yang disadari, menekan kan pada usaha aktif individu untuk menyusun pemahaman,
menekan kan penntingnya perubahan prkembangan dalam pemikiran, terperinci mengenai proses
proses kognitif).
Teori kontekstual ekologis, pendekatan lain yang menekan kan penting nya pengaruh
lingkungan terhadap perkembangan adalah teori kontekstual ekologis dari brofenbrenner yang
kini semakin diminati.

Bab III : Perkembangan Remaja


Perkembangan fisik remaja menunjukan perkembangan nya cepat baik dari segi tinggi
dan berat badan maupun perkembangan sosial. Perkembangan intlektual / kognitif remaja
berada pada tahap operasional foormal yang artinya mereka telah dapat berfikir abstrak dan
dapat berfikir dengan melihat kemasa depan.
Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ada 2 yaitu internal dan eksternal .
faktor internal meliputi ,
sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang tua nya
kematangan
faktor eksternal meliputi ,
kesehatan
makanan
stimulasi lingkungan.
Emosi adalah kegiatan atau pergolakan pikiran , perasaan , nafsu , setiap keadaan yang
hebat dan meluap luap.
Bentuk bentuk emosi ( amarah , kesedihan , rasa takut dalam yang meliputi cemas
takut, gugup dan was was, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, dan malu).
Ciri ciri perkembangan emosi remaja:
a. Perubahan jasmani
b.perubahan pola interaksi dengan orangtua
c. Perubahan interaksi dengan teman sebaya

7
d..faktor pandangan luar
e. Perubahan interaksi dengan sekolah
f. Kematangan emosi.

Bab IV : Tugas-Tugas Perkembangan Remaja


Dalam perkembangan nya setiap individu mengikuti tahapan perkembangan dimana
setiap fase memiliki serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh
setiap individu . kegagalan menyelesaikan tugas perkembangan pada fase tertentu berakibat tidak
baik pada kehidupan berikutnya demikian sebaliknya . j. Havinghust membagi tugas
perkebangan remaja menjadi 10 :
1) Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya.
2) Mencapai peran sosial pria dan wanita
3) Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan nya secara efektif
4) Mencari kemandiriann emosional dari ornagtua dan orang dewasa lain nya
5) Mencapai jaminan kebebasan ekonomis
6) Memilih dan menyiapkan lapangan kerja
7) Persiapan measuki kehidupan berkeluarga
8) Mengembangkan keterampilan intelektual
9) Mencapi dan mengharapkan tingkah laku sosial yang bertanggung jawab
10) Memperoleh sistem eetika sebagai pedoman hidup.
Jelas terllihat tugas perkembangan remaja mengantarkan mereka pada kehidupan dewasa
pada faase perkebangan berikutnya.

Bab V : Kebutuhan dan Perbedaan Kebutuhan Remaja


Kebutuhan mempunyai peranan yang sangat penting dan menentukan tingkah laku
manusia . bahkan tingkah laku manusia timbul karena adanya satu kebutuhan , dan semua
tingkah laku manusia diarahka untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan nya. Begitulan
seterusnya setelah terpenuhi nya satu kebtuhan maka muncul lagi kebutuhan berikutnya dan
individu berusaha untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut.

Maslow mengemukakan hirarki kebutuhan dari yang dasar sampai yang paling tinggi yaitu ,
kebutuhan fisologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan rasa sayang , kebutuhan
penghargaan , kebutuhan rasa ingin tahu , kebutuhan estetik, kebutuhan pertumbuhan , dan
kebutuahn aktualisasi diri.

Murray membagi kebutuhan manusia menjadi 2 yaitu kebutuhan viscerogenic yaitu kebuthan
fisiologis seperti makan, miinum,, bernafas, dan lain nya . Psychogenik adalah ebutuhan soial .
keutuhan soaial adalah sumbangan yang sangat berpengaruh hingga saat ini dan berjumlah 20
yaitu :

1. Abasement need
2. Need for achievement

8
3. Need for affilation
4. Need for agression
5. Autonomy need
6. Counteraction
7. Defendance needs
8. Deferece needs
9. Need for dominance
10. Exhibihition
11. Harmaviodance
12. Infavoidance
13. Nurturance
14. Order
15. Play
16. Rejection
17. Sentience
18. Sex
19. Succorance
20.Understanding

Dari segi pemenuhan kebutuhan bagi remaja di indonesia dibagi menjadi 2 yaitu kebutuahn
menuntut kebutuhan nya dari teman sebaya dan menuntut kebutuhan nya dari teman remaja itu
sendiri.

Bab VI : Perkembangan Konsep Diri


Konsep diri adalah bagaimana seseorang melihat dirinya yang mencakup keyakinan
pandangan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri seseorang dibentuk oleh
lingkungan yaitu lingkungan keluarga dimana seorang annak dibesarkan. Bagaimana pola asuh
orangtua terhadap anak sangat menentukan pembentukan konsep diri negatif . lingkungan
berikutnya yang sangat menentukan anak adalah lingkungan sekolah . guru sangat berperan
dalam membentuk konsep diri anak.
Faktor faktor yang mempengaruhi konsep diri individu adalah usia kematangan ,,
penampilan diri, nama dan julukan, hubungan keluarga, teman teman sebaya dan kreatifitas.
Konsep diri remaja mengalami perkembangan yang sangat kompleks yang melibatkan berbagai
aspek oleh diri mereka . Karakteristik penting dari perkembangan diri remaja adalah
a. Abstract and idealistic
b. Differentiated
c. Contradiction within the self
d. The fluctiating self
e.real and ideal , true and false selves
f. Self – concius
g. Self protective

9
h. in conscious
i. Selp – integration.
Konsep diri memegang peranan penting dalam menentukan perilaku seseorang . bagaimana
seseorang memandang dirinya akan tercermin dalam keseluruhan perilaku nya.
Konsep diri juga mempunyai hubungan yang erat dengan prestasi belajar. Disekolah anak yang
mempunyai konsep diri yang baik biasanya akan memperoleh prestasi belajar yang baik dan
sebaliknya.

Bab VII : Penyesuaian Diri dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya


Penyesuain diri dapat diartikan sebagai adaptasi , sebagai bentuk konformitas, dan
sebagai usaha penguasaan. Sebagai adaptasi penyesuaian diri berarti kemampuan individu untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan termasuk penyesuaian secara fisik, atau biologis.
Penyesuaian diri dalam arti komformitas artinya penyesuain terhadap norma .

Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan di artikan sebagai kemampuan untuk merencanakan
dann mengorganisir respons dengan cara tertentu sehingga tidak terjadi konflik dan frustasi.
Motivasi adalah awal dari proses penyesuaian diri.

Bab VIII : Permasalahan yang Timbul pada Remaja Usia Sekolah Menengah
Hampir semua remaja dalam perkembangannya mengalami masalah, hanya saja masalah
itu ada yang wajar, ada yang sedang dan ada yang berat.
Remaja yang bermasalah wajar adalah tingkah laku yang secara psikologis masih dalam
batas ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangannya masalah. Bertaraf menengah adalah remaja
yang mengalami masalah yang juga masih berhubungan dengan pertumbuhan dan
perkembangannya. Biasanya ditandai dengan tingkah laku agresif atau witdrowal : merasa tidak
aman melamun, adakalanya kekanak-kanakan.
Remaja yang mengalami masalah berat/kuat disebabkan oleh dorongan yang saling
bertentangan dalam diri mereka. Mereka menjadi anak yang mengundurkan diri atau agresif
bahkan dapat memunculkan tingkah laku yang menyimpang secara sosial seperti mencuri,
merusak, ada juga yang mengalami kelainan seks.
Tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok
masyarakat yang disebabkan kurang nya komunikasi antar pihak terkait dalam menyelesaikan
suatu permasalahan . faktor yang mempengaruhi tawuran pelajar ada 2 yaitu faktor internal dan
faktor eksternal .
faktor internal nya adalah :
karna lemahnya pertahanan diri ,
kurang nya kemampuan dalam menyesuaikan diri,
kurang nya dasar dasar keimanan di dalam diri pelajar.
Faktor eksternal nya adalah :
faktor keluarga
faktor lingkungan sekolah ( faktor guru, guru pembimbing/bk, fasilitas pendidikan)
faktor geng

10
faktor ekonomi.
Upaya mengatasi dan mencegah tawuran :
keteladanan keluarga
peran sekolah :
a. Membuat peraturan sekolah yang tegas.
b. memberikan pendidikan anti tawuran
c. mendeteksi dan menangani pelajar berotak kriminal
d. menjalin komunikasi dan kerjasama antar sekolah
f. membuat program ekstrakulikuler tawuran
g. peran lingkungan sosial
h. kebijakan pemerintah.
Intinya dengan adanya upaya upaya ini maka tingkat tawuran akan semakin menurun.

Bab IX : Implikasi Perkembangan Remaja Usia Sekolah Menengah Terhadap


Penyelenggaraan Pendidikan.
Ada 7 implikasi perkembangan antara lain :
-implikai perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik.
-Implikasi perkembangan bahasa dan perilaku kognitif
-Implikasi perilaku sosial , moralitas dan keagamaan
-Implikasi apektif , konatif dan kepribadian
-Implikasi perkembangan emosi remaja terhadap perkembangan peyelengaraan pendidikan.
-Implikasi perkembangan konsep diri
-Implikasi tugas tugas remaja bagi pendidikan.
Tugas tugas perkembangan remaja yang penting yaitu : mencapai peran sosial pria dan wanita,
mencapai jaminan kebebasan ekonomis, memilih dan menyiapkan lapangan pekerjaan , dsb.

11
BAB III
PEMBAHASAN

III.I Kelebihan dan Kekurangan Buku

A. Perbandingan Isi Buku


1. Keterkaitan antar subbab
 Buku Utama
Buku utama menyajikan materi dengan berurut dan berhubungan. Dari subbab
pertama hingga akhir materi yang ada pada buku ini memilihi keterikatan dan
hubungan yang kensisten. Secara teori buku ini menyajikan teori yang sangat
kompleks dan merinci. Hanya saja bahasa yang sngat baku tanpa adanya pemberian
contoh di kehidupan sehari-hari mempersukit pembaca dalam menggaplikasikannya
ke kehidupan nyata.
 Buku Pembanding
Buku pembanding juga menyajikan materi dengan berurut dan berhubungan. Materi
yang di sampaikan dalam keseluruhan subbab memiliki keterikatan dan hubungan
terhadap judul pada bab ini. Hanya saja dalam penyampaian materinya buku ini lebih
menerapkan kepada contoh-contoh dalam keseharian remaja sehingga para pembaca
mudah memahami materi yang di sampaikan.

2. Penulisan definisi
 Buku Utama
Pada buku ini penjelasannya lebih menekan kan pada konsep definisinya. Di buku ini
definisi nya di uraikan secara menditail dan cenderung membuat pembaca bingung.
Juga banyak terdapat pendapat-pendapat dari ahli yang memperkuat teori pada buku
ini.
 Buku Pembanding
Pada buku ini definisi hanya di jelakan secara singkat, padat namun jelas.
Pengaplikasiannya kepada contohlah yang membuat definisi yang di jelaskan di awal
dapat di pahami.

3. Kedalaman penjelasan
 Buku Utma
Buku utama ebih menekankan penjelasan mendalam terhadap definisinya
 Buku Pembanding
Pada buku pembanding penjelasan definisinya tidak terlalu merinci

12
13
B. Keunggulan
 Buku Utama
- Penjelasan materi berurut dan kompleks
- Penjelasan definisi yang sangan rinci dan jelas
- Banyak pendapat para ahli yang memperkuat teori buku ini
- Adanya tabel perbedaan yang mempermudah pembaca dalam membandingkan
perkembangan remaja

 Buku Pembanding
- Penjelasan materi yang berurut dan tersusun rapi
- Penjelasan definisi singkat, padat namun jelas
- Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang memudahkan pembaca mengerti materi
yang di sampaikan
- Keteraturan letak penyusunan dan judul subbab yang tepat mempermudah pembaca
dalam mencari materi subbab

C. Kelemahan
 Buku Utama
- Sedikitnya contoh dari definisi yang di uraikan mempersulit pembaca dalam
memahami materi tersebut
- Penjelasan yang panjang dan terkesan membelit-belitkan membuat pembaca bosan
dan jenuh membaca buku ini
- Penyusunan yang berantakan dan penulisan subbab yang tidak jelas membuat
pembaca sulit membedakan subbab yang satu dengan yang lainnya
- Tulisan yang terlalu rapat juga membuat mata pembaca cepat lelah membaca buku
ini.
- Pemilihan tulisannya juga kurang tepat karena terlalu besar dan membuat sakit mata

 Buku Pembanding
- Kurangnya penjabaran atas definisi yang ada
- Jarak antar tulisan sangat rapat
- Sedkitnya tabel, membuat pembaca mudah jenuh

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

14
Dari pembahasan yang telah saya uraikan di atas, saya dapat menyimpulkan
bahwa kedua buku ini baik dengan cara penyajian yang berbeda. Buku Utama lebih
menekankan pada pendalaman definisi dan konsep sedangkan Buku Pembanding lebih
menerapkan contoh kedalam setiap penjelasnnya. Kedua buku ini unggul dan kurang di
aspek yang dapat tertutupi oleh kelebihan buku itu sendiri. Penjelasan dengan kata-kata
yang mudah di mengerti juga di terapkan pada Buku Pembanding, walaupun penjelasan
pada Buku Utama berbelit-belit tapi penjelasannya merinci.

B. Saran
Saran saya adalah untuk penulis buku agar lebih memperhatikan proses penulisan
materi yang ada di buku. Melengkapi dan memperbaiki kekurangan buku seperti yang
saya jabarkan di atas.
Menurut saya kedua buku ini pantas menjadi pegangan mahasiswa karena kedua buku ini
unggul dengan caranya sendiri dan memiliki kelemahan yang cenderung tertutupi oleh
keunggulannya

DAFTAR PUSTAKA

Syarif, Kemali. 2017. Perkembangan Peserta Didik. Medan; UNIMED Press

Monks, Dr. F.J, Knoers, Dr. A.M.P. 2006. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta; Gadjahmada
University Press

15
16

Anda mungkin juga menyukai